English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 September 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita masih membahas ayat 30.
=...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 21 Oktober 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:18-20
25:18 Dan haruslah kaubuat dua...

Ibadah Doa Surabaya, 07 September 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 30-32, 34
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada...

Ibadah Doa Malang, 01 Juni 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:9
7:9 Kemudian dari...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Mei 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9 tentang Yesus mengutus kedua...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Februari 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Bp. Hardiono

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Februari 2012 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Soroako (Ibadah I)

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 September 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Januari 2010 (Senin Sore)
segera diMatius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:
ay....

Ibadah Kaum Muda Remaja, 24 Desember 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya:...

Ibadah Raya Surabaya, 14 November 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Kunjungan Jakarta III, 18 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 22 Juli 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Efesus 1:7-10
1:7 Sebab...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 27 November 2016 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

'gulungan kitab yang ada di dalam tangan kanan TUHAN, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau KITAB SUCI (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2016).

2 Timotius 3: 15-17
3:15. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
3:16.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
3:17. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah
diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

'diilhamkan Allah'= diwahyukanoleh Allah.
Kitab suci atau alkitab merupakan tulisan yang diilhamkan--diwahyukan; dibukakan rahasianya--oleh TUHAN, sehingga berguna untuk:

  1. Mengajar; ini disebut dengan firman pengajaran.
  2. Menyatakan kesalahan/menunjukkan dosa-dosa; ini disebut dengan firman penyucian.
  3. Memperbaiki kelakuan yang sudah rusak dan lain-lain.
  4. Mendidik orang dalam kebenaran; ini disebut dengan firman yang mengubahkan/membaharui kita.

Inilah gulungan kitab yang ada di dalam tangan kanan TUHAN, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya.
Jika ada pengajaran, penyucian, dan pembaharuan, kita akan diperlengkapi dengan segala perbuatan baik dan benar (ayat 17)--perbuatan iman--seperti Abraham menyerahkan Ishak anaknya yang tunggal--sampai pada kesempurnaan.

Inilah gulungan kitab yang ada di dalam tangan kanan TUHAN--tulisan yang diilhamkan oleh TUHAN. Bukan sembarang tulisan. Jadi jangan sekali-keli berkata: Salah dan sebagainya! Tulisan yang diilhamkan/diwahyukan oleh TUHAN bukan untuk disalah-salahkan, tetapi untuk dibukakan rahasianya; kita mohon pada TUHAN: Di mana wahyunya? Kita berdoa memohon kepada TUHAN, supaya dibukakan oleh TUHAN. Bukan untuk disalahkan atau didiskusikan, tetapi untuk didoakan supaya dibukakan rahasianya. Kalau dibaca terus dan kita berdoa, kita akan mengerti, ini wahyu dari TUHAN.

Istilah 'ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya' artinya:

  • Sebelah dalam = batin.
  • Sebelah luar = lahir.

Ibrani 4: 12

4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Firman pengajaran/firman pembaharuan/firman penyucian sama dengan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua: tajam dalam mengajar--menyucikan--dan tajam dalam mendidik, dan mengubahkan.
Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua sanggup untuk menyucikan sebelah dalam dan sebelah luar dari kehidupan kita--menyucikan kita secara lahir dan batin.

Ini gunanya alkitab. Kita ditulisi sebelah luar dan dalamnya, sehingga terjadi penyucian laihr dan batin.

PENYUCIAN BATIN (sebelah dalam), yaitu:

  1. Penyucian batin yang pertama: 'ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita' = penyucian hati dan pikiran kita yang merupakan gudang/sumbernya dosa.
    Markus 7: 21-23
    7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
    7:22. perzinahan
    (4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
    7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul
    dari dalam dan menajiskan orang."

    Hati dan pikiran= meja. Di dalam Tabernakel, ada alat meja roti sajian--meja menunjuk pada hati dan pikiran kita.
    Hati dan pikiran manusia berisi dua belas dosa kejahatan dan kenajisan.

    Angka 12 menunjuk pada persekutuan--ada dua belas rasul, dan di Yerusalem baru banyak ditandai dengan angka 12.
    Artinya, kalau hati dan pikiran diisi dengan dua belas dosa kejahatan dan kenajisan, maka terbuka kesempatan bagi kehidupan itu untuk bersekutu dengan setan sehingga hidupnya membabi buta--berbuat jahat, najis dan lain-lain.

    Jadi, persekutuan tergantung dari hati dan pikiran. Hati dan pikiran diisi oleh apa? Kalau diisi dua belas dosa kejahatan dan kenajisan, ia akan bersekutu dengan setan.

    Bersekutu dengan setan artinya:


    • Tidak bisa bersekutu dengan TUHAN.
    • Tidak bisa bersekutu juga dengan sesama di dalam tubuh Kristus--sesama yang benar dan suci--; kecuali dengan sesama yang sama-sama tidak benar, bisa bersekutu.
      Benar dengan benar, bisa bersekutu. Tetapi tidak benar dengan tidak benar, juga bisa bersekutu.

      "Tadi ada kesaksian di Malang, ada seorang pemuda yang pekerjaannya bagus sekali, tetapi sayang hatinya tidak baik. Dia berani bersaksi. Dia dipercaya, tetapi terpengaruh oleh uang dan akhirnya korupsi, lalu dia mencari teman. Ternyata pas, temannya juga begitu. Dalam kesaksiannya dia berkata: 'Saya betul-betul mengaminkan firman: Benar dengan benar bersekutu, tidak benar dengan tidak benar bersekutu juga.' Sampai akhirnya ketahuan, tetapi TUHAN sudah tolong semuanya. Sayang sekali, tetapi ini jalan dari TUHAN supaya dia lebih sungguh-sungguh lagi kepada TUHAN."


    Kita harus waspada! Oleh sebab itu kita membutuhkan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk menyucikan hati dan pikiran kita dari dua belas dosa kejahatan dan kenajisan, sehingga hati dan pikiran kita diisi dengan dua belas roti yang disusun menjadi dua susun, masing-masing enam buah--menjadi meja roti sajian.

    Tadi, meja hanya diisi dengan muntah--dua belas dosa kejahatan dan kenajisan--sehingga hanya bisa bersekutu dengan setan dan antek-anteknya. Orang yang tidak benar dan suci adalah antek-anteknya setan, yang tidak bisa bersekutu dengan TUHAN dan sesama anggota tubuh Kristus yang benar dan suci; tidak tahan dalam perkumpulan yang benar. Daud katakan: Orang fasik tidak tahan dalam perkumpulan orang benar.

    Kita butuh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan kita. Kalau dua belas dosa kejahatan dan kenajisan sudah dibuang--sudah disucikan--, hati dan pikiran kita akan diisi dengan dua belas roti, yang disusun menjadi dua susun, masing-masing berisi enam buah--menjadi meja roti sajian--; sama dengan menghasilkan angka 66.
    Angka 66 menunjuk pada 66 kitab dalam alkitab--firman pengajaran yang benar. Bagian dalam kita akan diisi dengan makanan rohani yang benar, yaitu firman pengajaran yang benar.

    Bukti jika hati dan pikiran diisi dengan dua belas roti:


    • Jika hati dan pikiran seorang gembala disucikan dari dua belas keinginan kejahatan dan kenajisan, lalu ditulisi/diisi dengan dua belas roti--firman pengajaran yang benar--, ia akan selalu menerima pembukaan rahasia firman sebagai makanan rohani bagi sidang jemaat.

      Saya harus didoakan. Bukan karena pintar, tetapi hati suci.
      Keinginan jahat= keinginan akan uang.
      Keinginan najis= dosa makan minum.
      Kalau disucikan, akan ada pembukaan firman, sehingga tidak lapar/kering rohaninya. Kita mengalami kepuasan sehingga mengalami pertumbuhan ke arah kedewasaan rohani.

      "Lebih dewasa, lebih mandiri lagi rohaninya. Kalau dulu hanya ikut-ikutan, sekarang lebih mandiri, sudah bertanggung jawab sendiri."


    • Sidang jemaat: sungguh-sungguh/gemar dalam mendengar dan membaca firman pengajaran yang benar, sampai bisa mengerti dan mempraktikkan firman pengajaran yang benar, sehingga bisa hidup benar dan suci.


    Hasilnya:


    • Mulai ada kesatuan dengan sesama anggota tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah rumah tangga.

      "Kalau dalam rumah tangga ada yang benar dan ada yang tidak benar, betul-betul susah. Harus ekstra berdoa, sebab terang dengan gelap tidak bisa menjadi satu, mau bagaimanapun juga caranya; sampai dipukul atau dibunuhpun, tidak bisa menjadi satu. Karena jengkel, banyak yang dipukul, itu bukti kalau terang dan gelap tidak bisa jadi satu. Kalau terang dengan terang; benar dengan benar, tidak usah diapa-apakan bisa menjadi satu. Ini kesulitannya, karena itu meja harus benar-benar diperhatikan. Kaum muda, mau masuk dalam nikah, perhatikan mejanya! Bukan memperhatikan pendidikannya dan lain-lain, itu boleh, silakan. Tetapi yang nomor satu, kalau mau bahagia dan menjadi satu, perhatikan mejanya! Hati dan pikirannya berisi apa? Kalau tidak mau mendengar firman, lebih baik jangan. Itu hanya mencari pencobaan, bukan mencari kebahagiaan. Ini sungguh-sungguh serius."

      Kalau mau disucikan--kita bisa hidup benar dan suci--, akan terjadi kesatuan dengan anggota tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah rumah tangga: suami dengan isteri, anak dengan orang tua; semua menjadi satu. Kesatuan/kerukunan dalam rumah tangga ini sampai pada satu hati dan satu suara; kalau sudah sati dan satu suara, barulah rumah tangga itu rukun--terjadi kerukunan sorga dalam urapan Roh Kudus.

      Roma 15: 5-6
      15:5. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,
      15:6. sehingga dengan
      satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa TUHAN kita, Yesus Kristus.

      Satu hati = satu firman pengajaran.
      Satu suara = satu penyembahan.

      "Maaf, kerukunan dalam rumah tangga itu bukan rukun tetangga dan lain-lain. Bukan kerukunan semacam itu. Kalau rukun tetangga, kelihatannya rukun ketika berkumpul bersama, tetapi begitu jauh sedikit, mulai ada iri hati dan lain-lain."

      Kerukunan yang dimaksud di sini adalah kerukunan seperti dalam Mazmur 133, yaitu kerukunan dalam urapan Roh Kudus, sehingga TUHAN memerintahkan berkat ke dalam rumah tangga.


    • Pada meja roti sajian; di atas roti ada dupa, ini menunjuk pada kesatuan dengan TUHAN lewat doa penyembahan--menjadi rumah doa--; doa kita dijawab oleh TUHAN.

      Inilah penyucian sebelah dalam, mulai dari hati dan pikiran.
      Mari, buang dua belas dosa jahat dan najis, kemudian isi dengan firman pengajaran yang benar, sehingga ktia bisa menyatu dengan sesama dan TUHAN. Kita menjadi rumah doa dan TUHAN menjawab doa kita.

      Kalau kiri, kanan, depan, belakang tidak bisa, kita tinggal berdoa kepada TUHAN, dan Ia menjawab doa kita; selalu ada jalan terbuka bagi kita.


  2. Penyucian batin yang kedua: penyucian sendi-sendi dan sumsum:


    • Sendi adalah hubungan dua tulang; hubungan dengan sesama. Harus disucikan.
      Tadi, hati dan pikiran disucikan, sehingga terjadi kesatuan.
      Sekarang, sendi-sendi disucikan. Kalau sendinya baik, kita bisa bekerjasama; kalau tidak baik, akan sakit, tambah gerak tambah sakit. Ini yang harus dibersihkan.
      Mari, kalau ada hubungan yang kruang baik, sendi-sendi ini yang harus disucikan.

      2 Korintus 12: 20
      12:20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

      Ini adalah penyucian bagi hamba TUHAn dan jemaat.
      Tadi, kita sudah menyatu, tetapi bagaimana sendinya? Kalau rusak, akan sakit, tidak bisa bekerjasama.

      Penyucian sendi-sendi artinya penyucian hubungan dengan sesama supaya bisa bekerjasama, yaitu


      1. Tidak boleh ada perselisihan. Kalau perselisihan karena dosa, harus diselesaikan lewat saling mengaku dan saling mengampuni. Kalau perselisihan soal pengajaran, kembali ke alkitab. Jangan saling menuduh!
        Misalnya dosa mencuri, alkitab bilang: Tidak boleh, tinggal katakan saja: Oh ya saya salah, tadi saya bilang boleh mencuri kalau terdesak.


      2. Iri hati, amarah, egois, fitnah, bisik-bisik, keangkuhan, dan kerusuhan tidak boleh ada lagi, supaya bisa bekerjasama.

        'kerusuhan' = kekacauan--pengacau. Tidak ada masalah menjadi masalah besar. Ini bahaya! Pengacau itu mengacaukan tubuh Kristus dan nikah rumah tangga.

        "Hati-hati! Bisa suami yang menjadi pengacau, atau isteri, selalu membuat masalah; anak-anak juga. Tidak ada masalah menjadi ada masalah. Itu pengacau"

        Dalam perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju ke Kanaan, memang ada bangsa pengacau, itulah bangsa kafir--orang-orang lain--yang juga ikut dalam kegerakan besar. Mereka hanya ikut-ikutan tetapi tidak merayakan Paskah--tidak bertobat. Ketika tiba di padang gurun, mereka mengacau; mereka menolak manna dari TUHAN dan lebih memilih untuk kembali ke Mesir. Ini pengacau.

        Maaf, dalam terjemahan lama disebut sebagai 'bangsa kacauan', tetapi dalam terjemahan baru, istilahnya sangat ngeri yaitu 'bangsa bajingan'.
        Jangan menjadi pengacau dalam nikah rumah tangga dan dalam penggembalaan lewat gosip-gosip! Tidak ada masalah menjadi ada masalah, ini bahaya.

        Bangsa kacauan/bangsa bajingan itu hidupnya kacau, dan menuju Babel--Babel bahasanya dikacaukan oleh TUHAN.

        Biarlah kita menjadi pendamai. Justru kalau ada masalah besar, kita sabar dan tenang dulu, sehingga menjadi kecil bahkan tidak ada masalah.
        Namanya pendamai, berarti menuju ke Kota Damai, yaitu Yerusalem baru.


      Sendi-sendi harus diperbaiki! Anak-anak, perhatikan! Kasihan orang tua kalau anak terus mengacau. Seharusnya roang tua datang, mendengar yang senang-senang, tetapi ini mendengar yang tidak baik, rasanya orang tua mau pingsan. Mau, semuanya jadi pendamai dan menuju Yeruslem baru.


    • Penyucian sumsum.
      Kalau sumsumnya terganggu, tulang akan menjadi kering.

      Amsal 17: 22
      7:22. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

      Tulang kering/tanpa sumsum, ini yang harus disucikan.
      Tulang kering, artinya kecewa, putus asa--semangat yang patah--, meninggalkan TUHAN dan ibadah pelayanan. Ini mengerikan. Di kitab Yehezkiel, tulang kering ini berserakan.

      Biarlah siang hari ini sumsum kita disucikan, supaya kita selalu mengucap syukur kepada TUHAN. Ini merupakan daya tahan kita. Mau dihantam apa saja, kita mengucap syukur pada TUHAN.
      Kalau kecewa, itu seperti tidak punya daya tahan.

      "Guru saya selalu mengatakan, kecewa itu seperti penyakit AIDS secara rohani. Penyakit AIDS secara jasmani artinya tidak punya kekebalan tubuh. Ada virus sedikit, dia mudah terkena. Begitu juga dengan kecewa, itu adalah AIDS secara rohani. Ada dosa, masuk; ini bahaya. Akhirnya dia kering rohani dan menuju kebinasaan."

      Kalau suami, isteri, anak, dan orang tua selalu mengucap syukur, rumah tangga akan tahan uji/bertahan sampai TUHAN Yesus datang kedua kali. Tetapi kalau putus asa, kecewa, bangga, akan habis dan betul-betul hancur.


    Inilah penyucian bagian dalam-tulisan sebelah dalam--, mulai dari hati dan pikiran, kemudian sendi dan sumsum.


  3. Penyucian batin yang ketiga: penyucian empedu dan ginjal:


    • Ayub 16: 13
      16:13. Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembus-Nya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkan-Nya ke tanah.

      Tadi, firman pengajaran lebih tajam dari pedang bermata dua untuk jarak dekat. Kalau jarak jauh, firman bagaikan anak panah atau tombak.
      'dihujani anak panah'= jarak jauh. Jadi, firman pengajaran ini bisa bekerja jarak jauh--seperti anak panah yang melesat ke mana saja TUHAN mengutus kita--, tetapi juga bisa jarak dekat--seperti pedang yang menusuk.

      'empedu'= kepahitan hati.
      Penyucian empedu artinya kepahitan hati harus diselesaikan.

      Kalau mau hubungan yang baik, selesaikan kepahitan hati lewat saling mengaku dan saling mengampuni. Jangan ada kepahitan hati, apalagi anak terhadap orang tua. Jangan!

      "Kalau ada kepahitan hati, misalnya ibu kita berkata: 'kalau tahu begitu, lebih baik dulu tidak dilahirkan,' mau apa kita? Kalau dulu diaborsi, mau apa? Jangan begitu! Mungkin merasa orang tuanya salah, jangan ada kepahitan, tetapi didoakan. Suami dan isteri, jangan ada kepahitan! Kalau ada kepahitan, tidak bisa menyatu. Satu di sorga, yang satu di mana? Jangan ingat sekarang saja--mungkin jengkelnya sekarang--, tapi ingat jarak jauhnya: 'Kalau dia di sorga, saya di mana?' Dia sudah membuat kita pahit, dia sudah bersalah kepada kita, tetapi kita yang di neraka. Buat apa? Sudah ampuni saja, doakan! Kita sama-sama belajar."

      Kepahitan hati harus diselesaikan hari-hari ini. Mungkin hanya gengsi sebentar, setelah itu selesai.


    • Penyucian ginjal.
      Mazmur 73: 21

      73:21. Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,

      'buah pinggang'= ginjal.
      'buah pinggangku menusuk-nusuk'= perasaan tertusuk--pedih, tersinggung--yang membuat kering rohani dan mati rohani. Harus diselesaikan!
      Apapun yang membuat kita pedih, selesaikan semua; biar duri-duri yang membuat kepedihan hati dan perasaan tertusuk dicabut. Serahkan kepada TUHAN, sehingga kita mengalami damai sejahtera.


  4. Penyucian batin yang keempat: penyucian tabiat.

    Siang ini kita disucikan semua. Gulungan kitab ditulisi sebelah dalam dan luarnya--penyucian lahir dan batin.
    Batin dulu disucikan: mulai dari hati dan pikiran, sendi-sendi dan sumsum. Tidak ada yang tersembunyi kalau firman yang diwahyukan TUHAN dibukakan. Semua kena, sampai pada ginjal dan empedu.
    Semua disucikan sampai penyucian tabiat.

    "Banyak kali kita berkata: 'Ini memang tabiat saya dari nenek moyang. Kami sekeluarga memang begini tabiatnya.' Jangan bertahan dalam kelemahan! Secara manusia memang banyak terbukti, tabiat orang tua menurun kepada anaknya, tetapi kita punya pedang firman yang bisa menyucikan tabiat kita."

    1 Tawarikh 21: 1-2, 7
    21:1. Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel.
    21:2. Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat: "Pergilah, hitunglah orang Israel dari Bersyeba sampai Dan, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka."
    21:7. Tetapi hal itu
    jahat di mata Allah, sebab itu dihajar-Nya orang Israel.

    Daud memerintahkan untuk menghitung seluruh tentara perangnya. Ini merupakan suatu kebanggaan dan kesombongan, dan hal itu jahat di mata TUHAN. Jangan sampai membanggakan sesuatu!

    Kalau mudah bangga, akan mudah kecewa.

    "Dulu, sebelum saya menikah, saya di Malang seringkali bangga dan kecewa, karena saya menghitung perjamuan suci. Kalau sekian: 'Wah banyak ya.' Saya senang. Kamis depannya: 'Wah kok sedikit.' Karena dulu isteri saya ini masih pacar saya, saya kadang bilang ke dia: 'Bantu doa, kok sedikit perjamuan sucinya.' Dia bilang ke om Pong: 'Pak Wi begini...begini...' Dijawab: 'Jangan hitung-hitung!' Hanya satu itu jawabannya. Saya ingat ayat ini. Kalau banyak, bangga, kalau sedikit, kecewa."

    Jangan membanggakan sesuatu di dunia ini! Jangan menghargai sesuatu di dunia lebih dari TUHAN! Nanti TUHAN jadi nomor dua, nomor tiga dan seterusnya sampai TUHAN tidak mendapat tempat lagi. Tanpa disadari, kita ditipu oleh setan.

    1 Tawarikh 21: 16-17
    21:16. Ketika Daud mengangkat mukanya, maka dilihatnyalah malaikat TUHAN berdiri di antara bumi dan langit, dengan di tangannya pedang terhunus yang diacungkan ke atas Yerusalem. Lalu dengan berpakaian kain kabung sujudlah Daud dan para tua-tua.
    21:17. Dan berkatalah Daud kepada Allah: "Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Ya TUHAN, Allahku, biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umat-Mu."


    'pedang terhunus' = penyucian oleh pedang.
    'sujudlah Daud'= merendahkan diri, sudah tidak ada lagi kebanggaan.

    Kalau tidak mau pedang penyucian, akan ada pendang penhukuman. Tetapi kalau sudah ada pedang penyucian, pedang penghukuman disarungkan. Kalau pedang penyucian disarungkan--kita tidak mau mendengar dan mempraktikkan firman; tidak mau disucikan--, pedang penghukuman yang akan dihunus untuk menghukum. Tetapi kalau pedang penyucian selalu kita hunus--disucikan selalu--, maka pedang penghukuman disarungkan, sudah cukup, tidak ada lagi penghukuman.

    Di sinilah penyucian tabiat. Biar kita selalu meerendahkan diri di bawah kaki TUHAN; selalu mengandalkan anugerah TUHAN yang besar dalam hidup kita.
    Boleh punya seauatu yang bagus di dunia, tetapi tabiat kita tetap, yaitu jangan sombong! Begitu sombong, langsung jatuh. Kita selalu merendahkan diri di bawah kaki TUHAN dan bergantung pada anugerah TUHAN yang besar. Ini tema yang tidak pernah selesai dalam hidup ktia sampai TUHAN datang.
    Yang lain hanya sarana. Karena itu kalau besar, jangan bangga; kalau kecil, jangan kecewa. Jangan! Kaitkan semua dengan anugerah TUHAN yang besar untuk hidup kita di dunia, masa dpean, sampai hidup kekal.

PENYUCIAN LAHIR (sebelah luar):

  1. Penyucian lahir yang pertama: mulai dari penyucian perbuatan.
    Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua merupakan rem supaya kita tidak melakukan perbuatan dosa/daging, tetapi selalu melakukan perbuatan benar dan baik.

    Galatia 5: 19-21
    5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora
    dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    Tadi masih dalam hati, sudah harus dicabut. Kalau tidak, akan menjadi perbuatan yaitu iri hati, amarah dan lain-lain.
    Tadi, kalau di dalam hati masih iri, tetapi nanti kalau sudah menjadi perbuatan, akan timbul perbuatan yang merugikan.

    'percabulan' = dosa kawin-mengawinkan.
    'kemabukan, pesta pora' = dosa makan-minum.

    'kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--' = sudah diingatkan dari dahulu oleh rasul Paulus supaya jangan berbuat dosa; biarlah direm/disucikan oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sehingga kita hanya melakukan perbuatan benar dan baik.


  2. Penyucian lahir yang kedua--penyucian terakhir--: penyucian mulut.
    Yakobus 3: 2
    3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Penyucian mulut yaitu penyucian dari perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah, perkataan kotor, kata-kata porno, perkataan yang melemahkan iman orang lain. Ini semua harus disucikan, sampai kita tidak berdusta lagi--jujur. Ya katakan: ya, tidak katakan: tidak; benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar. Kemudian kita berkata benar dan baik, sampai tidak salah dalam perkataan--seluruh hidup kita sempurna. Itu dideteksi dari kata-katanya.

Hari-hari ini kita belajar untuk ditulisi firman--seperti gulungan kitab yang dipegang di tangan kanan TUHAN dan ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya. Itulah alkitab/Kitab Suci yang mengandung firman pengajaran/penyucian. Biarlah itu dituliskan pada sebelah dalam dan sebelah luar:

  • Sebelah dalam yaitu penyucian hati-pikiran, sendi-sumsum, empedu-ginjal, sampai tabiat. Semua disucikan.
  • Sebelah luar yaitu penyucian perbuatan dan mulut/perkataan.

Dulu pada waktu Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima dua loh batu dan Tabernakel--sekarang menunjuk pada firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--; di bawah gunung, bangsa Israel menyembah anak lembu emas. Pada saat itu terjadi pemisahan, siapa memihak TUHAN dan siapa memihak berhala.
Nanti akan terjadi pemisahan, siapa yang mau mengalami penyucian lahir-batin dan siapa yang tidak mau.

Keluaran 32: 25-28
32:25. Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--
32:26. maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "
Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
32:27. Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing
mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
32:28. Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira
tiga ribu orang dari bangsa itu.

'seperti kuda terlepas dari kandang' = berbuat dosa sampai puncaknya dosa--mereka menyembah berhala, lalu makan-minum, menari-nari dan berbuat yang tidak baik, termasuk di dalamnya dosa kawin-mengawinkan.
'Siapa yang memihak kepada TUHAN' = kalau disucikan, kita pasti memihak TUHAN, tidak mungkin memihak pada manusia.

Musa bukan berdiri: 'Siapa memihak aku?' Padahal ia mendapat pembukaan firman--baru turun dari gunung, baru puasa 40 hari 40 malam--, benar-benar dalam kausa TUHAN. Secara rohani Musa dahsyat, tetapi ia kataka: 'Siapa memihak TUHAN?'--'Siapa yang mau disucikan dengan pedang?'

Bukti kita mengalami penyucian lahir dan batin sampai pada kesempurnaan: selalu menyandang pedang.
Artinya: berpegang teguh dan taat dengar-dengaran kepada firman pengajaran yang benar, sehingga kita mengalami pekerjaan pedang firman yang menghasilkan angka 3000.
inilah penyucian lahir dan batin yang menghasilkan angka 3000.

Pengertian angka 3000 secara rohani:

  1. Kisah Rasul 2: 41
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

    Pengertian angka 3000 yang pertama: baptisan air yang benar.

    Kalau seseorang mau disucikan secara lahir dan batin, ia mau masuk dalam baptisan air yang benar; sama dengan memihak TUHAN.

    "Bukan baptisan air menurut pendeta a, pendeta b, menurut gereja a , gereja b; itu namanya memihak manusia. 'Saya aliran ini, jadi baptisannya begini.' salah, kita rugi. Kalau memihak TUHAN, kita dibaptis seperti Yesus dibaptis; itu yang benar. Jangan memihak yang lain, mulai dari baptisan air!"

    Baptisan air yang benar adalah baptisan menurut alkitab dan kita dibaptis seperti Yesus dibaptis; ini sama dengan memihak TUHAN.

    "Baptisan jangan seenaknya! Kalau menurut si a, si b, (maaf) akan seperti kuda terlepas dari kandang. Tetapi kalau memihak TUHAN, akan menjadi domba-domba yang tergembala."

    Roma 6:2, 4
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4. Dengan demikian kita telah
    dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Pelaksanaan baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, kemudian bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk menerima hidup baru, hidup dalam kebenaran--kita diselamatkan dan diberkati TUHAN; tidak dihukum oleh TUHAN.


  2. Pengertian angka 3000 yang kedua: ruangan suci + ruangan maha suci.
    Tadi, baptisan air ditunjukkan oleh halaman Tabernakel.

    Ruangan suci:
    panjang = 20;
    lebar = 10;
    tinggi = 10.
    Volume= 20 x 10 x 10 = 2.000.

    Ruangan maha suci:
    panjang = 10;
    lebar = 10;
    tinggi = 10
    Volume= 10 x 10 x 10 = 1.000.

    2000 + 1000 = 3000.

    Orang yang memihak TUHAN, pasti masuk ruangan suci.

    ANGKA 2000 = ruangan suci = kesucian, yaitu kandang penggembalaan.
    Dulu di ruangan suci ada tiga macam alat, sekarang artinya ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-Nya.
    2. Meja roti sajia= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Allah Anak dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus.
    3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar; sama dengan memihak TUHAN. Tubuh, jiwa, dan roh kita disucikan terus-menerus sampai satu waktu tidak bercacat-cela; tidak ada dosa lagi. Mari sungguh-sungguh!

    Istilah 'ketekunan' sama dengan duduk--mantap dalam penggembalaan-- dan berbaring ('dibaringkan-Nya aku di atas rumput')--menikmati penggembalaan. Di situlah tubuh, jiwa, dan roh kita disucikan oleh Allah Tritunggal, sampai satu waktu tidak bercacat cela dan 'takkan kekurangan aku', artinya terpelihara secara jasmani dengan berkelimpahan--sampai mengucap syukur--, dan secara rohani: sampai tidak bercacat cela.

    "Nikmati penggembalaan!
    Mulai dari saya, jangan sampai ini menjadi siksaan karena khotbah terus. Jangan! Kalau saya tersiksa, bagaimana dengan saudara? Nikmati! Berbaring-baring, enak. Sungguh-sungguh. Jangan pikir naik pesawat enak, kalau terus-terusan, lebih enak di sini.
    "

    Mantap dan nikmati! Sering tidak sadar, tahu-tahu dosa a hilang, dosa b hilang dan seterusnya, sampai 'takkan kekurangan aku', kita terpelihara secara jasmani sampai berkelimphaan--mengucap syukur--dan rohani--tdaik bercacat cela.

    "Mohon maaf, kalau kita tidak tergembala, kita akan seperti kuda terlepas dari kandang--liar dan tidak bisa dipegang--, tidak bisa direm, dinasihati apalagi ditegor. Kekuatan kuda luar biasa. Termasuk kami para gembala, tidak bisa dinasihati apalagi ditegor; tidak bisa diapa-apakan. Maaf, telanjang ke sana ke mari seperti kuda jalang."

    Kalau ingat angka 2000, kita ingat 2.000 babi, bukan domba. Ini adalah angka 2000 yang negatif--dirasuk oleh setan.

    Inilah pentingnya penggembalaan.--pentingnya ditulisi firman.
    Mari, setiap pribadi kita, orang tua yang mempunyai anak, mari, nasihati supaya bisa masuk kandang penggembalaan--bisa duduk dan berbaring. Setelah duduk/mantap, pasti berbaring/menikmati penggembalaan.

    "Kalau duduk terus, capek. Saya dari pagi duduk, kalau berdiri capek. Nanti di Medan baru berdiri. Sampai di Juanda duduk lagi. Jadi kalau ada bangku yang kosong, saya berbaring. Setelah duduk, pasti berbaring; menikmati. Tidak bisa duduk terus."

    Duduk--mantap--, kita pasti menikmati penggembalaan.
    Jangan terlepas dari kandang! Kalau terlepas, akan jadi kuda liar. Kita tidak sadar kalau sudah liar. Suami tidak sadar, isteri bertanya, sudah langsung marah-marah, padahal dulu masih baik-baik menjawabnya. Apalagi anak pada orang tua. Sudah liar! Sungguh-sungguh!
    Biarlah ktia menjadi domba-domba yang digembalakan, bukan babi yang mati lemas. TUHAN tolong.

    ANGKA 1000 = ruangan maha suci = kesempurnaan.
    Pedang firman membawa kita pada kesempurnaan, sama mulia dengan Yesus. Kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Inilah pengertian angka 3000. Mulai dari 2000 ditambah 1000. ini semua memihak TUHAN.
Angka 3000 yang positif yaitu masuk baptisan air yang benar lebih dulu, hidup benar--memihak TUHAN. Kemudian tergembala--duduk (mantap) dan berbaring (menikmati). Kita memihak TUHAN. Setelah itu masuk ruangan maha suci/kesempurnaan, kita berada di pihak TUHAN.

Jangan ada angka 3000 yang negatif, seperti yang terjadi di kuil Dagon, bukan di rumah TUHAN. Simson disuruh melawak di kuil Dagon, sehingga kuil Dagon runtuh dan tiga ribu orang mati.
Sekarang ini banyak yang tidak mau mendengar pemberitaan firman yang keras karena dianggap terlalu lama, terlalu ini itu. Maunya hanya lawak-lawak saja. Akhirnya hancur dan tiga ribu orang mati.

Simson adalah gambaran Roh Kudus.Jjangan sampai memaksa Roh Kudus untuk melawak atau mendongeng! Tugas Roh Kudus adalah membukakan firman Allah, sehingga firman Allah menjadi seperti pedang yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan kita.

Kalau pekerjaan Roh Kudus dimanipulasi--pekerjaan Roh Kudus sudah diubah-ubah--menjadi lawak atau dongeng, akibatnya: betul-betul hancur dan tiga ribu orang mati di kuil Dagon.

Hakim-hakim 16: 25, 27
16:25. Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
16:27. Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira
tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.

Inilah yang sekarang disukai: lawak, dongeng, firman yang cepat, tetapi membuat mati rohani dan binasa selamanya.
Kalau mati rohani, berarti hati-pikirannya, empedu-ginjalnya, semua diisi dosa, sampai tabiatnya adalah tabiat dosa.
Akibatnya: binasa selamanya.

Kalau kita memihak TUHAN--mengalami penyucian luar dan dalam (lahir dan batin) oleh pedang firman, sampai muncul angka 3000--, maka TUHAN sebagai Imam Besar dan Gembala Agung berada di pihak kita. Ini rumus.
Dengarkan baik-baik! Untuk bisa berada di pihak kita, menjangkau, dan memeluk kita, Yesus Imam Besar dan Gembala Agung harus terkena pedang penghukuman di kayu salib. Seandainya Yesus tidak mati di kayu salib, Dia tidak bisa memeluk dan menjangkau kita, apalagi kita bangsa kafir.

Hasil jika TUHAN berada di pihak kita:

  1. Ibrani 4: 14-16
    4:14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
    4:15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
    4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk
    mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Yesus menanggung sampai menyedot kelemahan-kelemahan kita dan Ia menolong kita.

    Mazmur 118: 5-9
    118:5. Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
    118:6. TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
    118:7.
    TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku.
    118:8. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.
    118:9. Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

    'memberi kelegaan'= letih lesu dan beban berat kita ditanggung semua oleh TUHAN.

    Hasil yang pertama:


    1. Tangan anugerah yang besar dari Yesus Imam Besar diulurkan kepada kita, untuk memberi kelegaan dan damai sejahtera kepada kita; menanggung segala letih lesu dan beban berat kita, segala dosa-dosa, penderitaan dan air mata kita, sehingga semua menjadi enak dan ringan. Semua yang negatif sudah ditanggung dan disedot oleh TUHAN di kayu salib.


    2. Tangan anugerah yang besar dari Yesus Imam Besar sanggup melindungi kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ajaran palsu, celaka marabahaya, bahkan dari antikris yang berkuasa 3,5 tahun di bumi, sampai hukuman Allah/nerakapun tidak bisa menembus kita.


    3. Tangan anugerah yang besar dari Yesus Imam Besar sanggup menolong kita tepat pada waktunya, menyelesaikan segala masalah yang mustahil tepat pada waktunya.


  2. Ibrani 10: 19-20
    10:19. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
    10:20. karena Ia telah
    membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,

    Saat Yesus mati di kayu salib, pintu tirai terobek sehingga terbuka jalan baru bagi kita.

    Hasil yang kedua: tangan anugerah dari Yesus Imam Besar sanggup membuka jalan baru dan hidup bagi kita, artinya:


    1. Sanggup memelihara kita mulai hidup sekarang di zaman yang sulit, sampai zaman antikris, dan sampai hidup kekal selamanya.
      Percayalah! Asal kita memihak TUHAN hari-hari ini; mau ditulisi friamn sebelah dalam dan luarnya--mau disucikan. Tidak usah takut! Dia di pihak kita.

      Periksa bagian dalam dan luar sampai dapat angkat 3000!


    2. Memberi masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya.
    3. Menuntun kita ke Yerusalem baru, yaitu langkah-langkah mujizat/langkah-langkah keubahan hidup--jalan baru sama dengan jalan tanpa setan--, mulai dari taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Kalau Yesus, Ia taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib dan tirai terobek.

      Taat dengar-dengaran merupakan mujizat rohani. Kalau mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga pasti terjadi.
      Terus melangkah, mujizat jasmani dan rohani terus terjadi, sampai langkah terakhir/mujizat terakhir: kita menjadi sempurna seperti Dia dan terangkat ke awan-awan yang permai.

      Kita terangkat ke takhta sorga, tempat di mana gulungan kitab berada di tangan kanan TUHAN. Nanti kita ke arah gulungan kitab, jika sekarang mau ditulisi.

Mari memihak TUHAN, bawa ke dalam pelukan tangan TUHAN apapun keadaan kita. Dia yang akan membuka pintu-pintu bagi kita, membuka jalan keluar bagi kita, membuka pintu masa depan dan lain-lain. Dia akan menyelesaikan semua pada waktunya.

Pada kesempatan siang ini ada jalan baru. Jangan putus asa! Jangan bangga! Ada jalan baru dari TUHAN, asalkan kita mau ditulisi oleh TUHAN, mau kembali ke angka 3000, yaitu: masuk baptisan air yang benar, penggembalaan yang benar, sampai kepada kesempurnaan. Serahkan semua kepada Dia!

Ada pengangkatan dan pertolongan TUHAN untuk membuat berhasil dan indah. Ada waktu-Nya. Yang sudah berhasil jangan sombong. Roda tidak selalu di atas, kadang di bawha. Yagn dibawah, jangan putus asa, masih bisa ke atas, asalkan memihak TUHAN, serhakan kepada TUHAN! Kaum muda, jangan takut, TUHAN memihak kita. Setan tidak bisa menghalangi.

Secara jasmani dan rohani, mungkin sudah terpuruk, nikah dan buah nikah terpuruk, masih ad apertolongan dari TUHAN; jalan baru dari TUHAN; ada anugerah TUHAN yang besar. Kaum muda, mungkin terpuruk untuk masa depan, kembali memihak TUHAN, jangan yang lain.

Mungkin orang tua tidak tahu, suami-isteri tidak tahu, anak tidak tahu, TUHAN yang tahu. Serahkan semua kepada Dia!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top