Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 16:12-16
16:12 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.
16:13 Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.
16:14 Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.
16:15 "Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya."
16:16 Lalu ia mengumpulkan mereka di tempat, yang dalam bahasa Ibrani disebut Harmagedon.

Wahyu 16:12-16 adalah penumpahan cawan keenam ke atas Sungai Efrat sehingga menjadi kering. Mulut naga, binatang, dan nabi palsu menyemburkan roh najis dan menyebabkan perang Harmagedon yang terbesar dan terakhir.

Kejadian 2:10-15
2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Sebenarnya ada 4 sungai yang mengalir di Taman Eden, yaitu Sungai Pison (Injil Matius, menceritakan Yesus sebagai Raja), Sungai Gihon (Injil Markus, menceritakan Yesus sebagai hamba), dan Sungai Tigris (Injil Lukas, menceritakan Yesus sebagai manusia). Ketiga sungai ini masih bisa diterima oleh banyak manusia di dunia ini. Namun, sungai yang keempat, Sungai Efrat (Injil Yohanes, menceritakan Yesus sebagai Anak Allah) memicu peperangan karena tidak banyak manusia yang percaya.

Yohanes 16:1-4a
16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
16:4a Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."

Kedatangan Yesus sebagai Anak Allah menimbulkan pertentangan hingga peperangan besar bahkan pembunuhan. Mengapa? Sebab mereka semua tidak mengerti tentang Allah tritunggal, manusia hanya percaya Yesus sebagai Raja, hamba, dan manusia.

Kejadian 2:7-9
2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Sementara dunia menolak Allah tritunggal, Roh Kudus dicurahkan bagi gereja Tuhan, dan firman Allah (pohon buah-buahan) dibukakan rahasianya, sebab kita semua akan dibawa kembali ke Taman Eden, yaitu Kerajaan 1000 tahun damai. Kalau Roh Kudus dicurahkan, maka Roh Kudus akan memberikan pengertian bagi kita, sehingga kita bisa mengerti apa yang baik.

Ayub 32:8
32:8 Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.

Roh Kudus menolong kita untuk mengerti firman Allah = mengenal Allah Tritunggal = mengerti kehendak Tuhan. Dengan demikian, kita tetap berada dalam rel kehendak Tuhan.
Kita merindu untuk menyembah Tuhan. Induk dari roh manusia adalah Roh Allah. Kita menerima tiupan roh dari Allah, sehingga roh kita akan selalu rindu untuk menyembah Tuhan.

Kejadian 6:1-3
6:1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Sebaliknya, manusia/ gereja Tuhan yang ditinggalkan oleh Roh Kudus hanya akan menjadi manusia darah dan daging yang tidak punya pengertian/ akal budi, tanpa perasaan/ tidak punya hati, sehingga tampil seperti binatang buas di mana pun mereka berada. Di udara ada naga, di laut ada antikris, di darat ada nabi palsu, kesemuanya adalah binatang buas.

Kejadian 6:5
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

Manusia tanpa Roh Kudus tidak akan memiliki setitikpun/ sedikitpun yang baik di dalam hatinya, yang ada hanya kejahatan dan kenajisan semata-mata. Tuhan akan menghukum dan membinasakan semuanya.

Kejadian 6:6-7
6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."

Pada Wahyu 16, Sungai Efrat menjadi kering, artinya manusia/ gereja Tuhan tidak lagi memiliki benih ilahi yang menghidupkan, sehingga manusia mati/ kering rohani dan binasa selamanya.

Matius 1:20-21
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Yesus lahir dari Roh Kudus/ benih Ilahi yang dapat menghilangkan rasa takut. Pada mulanya Yusuf sangat ketakutan mengambil Maria sebagai istrinya, namun kemudian bisa menjadi tenang. Demikian pula pada akhir zaman akan terjadi ketakutan yang melanda manusia.

Lukas 21:25-27
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, semua manusia dilanda ketakutan. Ketakutan menjadi pembunuh utama secara jasmani, bahkan membawa pada kematian kedua di neraka selamanya. Gereja Tuhan yang ketakutan tidak memiliki firman, Roh Kudus, dan kasih Allah. Oleh sebab itu, hati kita harus dipenuhi oleh Roh Kudus sehingga kita merasa aman di dalam naungan kasihNya.

Roma 8:15
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

1 Yohanes 3:19-22
3:19 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
3:20 sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
3:22 dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

Yang membuat takut adalah karena ada sesuatu yang tidak benar (dosa). Roh Kudus membebaskan kita dari perbudakan dosa, sehingga kita bisa hidup benar dan kita bisa mengalami ketenangan. Roh Kudus juga membebaskan kita dari ketakutan sehingga hati menjadi tenang (hati tidak menuduh kita). Dengan demikian, kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekat pada Tuhan dan berdoa. Doa kita akan dijawab oleh Tuhan. Kita menjadi manusia ilahi atau manusia ciptaan Tuhan yang sebenarnya, manusia yang dikuasai oleh Roh Kudus.

Yohanes 3:5-8
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Manusia, yang lahir kembali oleh Roh Kudus, bisa menjadi seperti angin. Contoh: ketika murid-murid ketakutan dan mengunci pintu, Yesus datang di tengah-tengah mereka seperti angin.
Angin = hamba/ pelayan/ imam Tuhan yang melayani sesuai kehendak Tuhan. Selama masih dalam rel, kereta tidak akan jatuh.
Angin = pelayan Tuhan yang membawa kesejukan/ damai sejahtera, sehingga semua menjadi tenang, enak, dan ringan.
Angin = hamba/ pelayan/ imam Tuhan yang membawa bau harum Kristus lewat Kabar Baik (membawa orang berdosa untuk percaya Yesus dan diselamatkan) juga Kabar Mempelai (membawa orang yang sudah selamat untuk disempurnakan sebagai tubuh Kristus).

2 Korintus 2:14
2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Kalau kita menyebarkan keharuman Kristus = kita berada di jalan kemenangan, kita bisa menang atas segala tantangan dan rintangan. Kita tidak pernah terhalang oleh apa pun juga, bahkan kita bisa menang atas maut. Tantangan dan rintangan akan semakin besar, seperti keadaan murid-murid yang ketakutan dan mengunci pintu. Kita harus menjadi seperti angin, yaitu selalu dalam kehendak Tuhan, membawa kesejukan Kristus, sehingga kita bisa melayani dengan enak dan ringan, serta menjadi saksi Kristus.

Kalaupun imam/ pelayan Tuhan diizinkan meninggal dunia, mereka akan dibangkitkan untuk masuk dalam Kerajaan 1000 tahun damai sampai Sorga yang kekal. Mereka tidak dikuasai maut.

Wahyu 20:6
20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Sungai Efrat sebenarnya merupakan benteng yang membatasi antara negeri perjanjian (Kanaan, Sorga) dengan dunia ini. Oleh sebab itu, Sungai Efrat tidak boleh kering. Sungai Efrat mengalirkan air kehidupan (benih ilahi), yaitu firman, Roh Kudus, dan kasih Allah.
  1. Benih firman Allah.
    Yohanes 1:1
    1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

    1 Yohanes 1:1-4
    1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
    1:2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.
    1:3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
    1:4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

    Logos/ firman Allah harus menjadi pengalaman hidup untuk membawa kita pada persekutuan. Persekutuan terkecil dimulai dari nikah dan rumah tangga. Jika Sungai Efrat kering, maka akan terjadi peperangan. Selanjutnya, firman Allah membawa kita pada persekutuan lebih besar dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan Kafir bisa menyatu. Kita bahagia dan sukacita dalam persekutuan.

    Wahyu 1:3
    1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

    Firman hidup sanggup memberi kebahagiaan Sorga pada saat dibaca, didengar, apalagi dipraktekkan. Suatu waktu, tidak ada kesempatan lagi untuk membaca dan mendengar firman hidup. Saat itu kita semua harus sudah mempraktekkan firman, atau firman harus sudah mendarah-daging dalam kita.

    Wahyu 22:7
    22:7 "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

    Matius 7:21
    7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

    Selama Sungai Efrat tidak kering, kita manfaatkan kesempatan untuk membaca, mendengar, sampai praktek firman. Hasilnya adalah pintu Sorga akan terbuka bagi kita, termasuk pintu-pintu di dunia. Saat kita mendengar firman, ada jalan keluar untuk semua masalah, bahkan yang sudah mustahil sekalipun.

  2. Kasih Allah.
    1 Yohanes 4:8-10
    4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
    4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
    4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
    4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

    Sungai Efrat mengalirkan kasih Allah sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, kita bisa setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan sampai Tuhan datang dan kita bisa masuk Kerajaan Sorga yang kekal selamanya. Dengan kasih Allah, kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita. Kita hanya berbuat baik kepada orang lain, termasuk lewat perkataan. Kita tidak boleh membahas kejahatan dengan kejahatan, tetapi hanya boleh membalas kejahatan dengan kebaikan. Dengan kasih Allah, tidak akan ada pertengkaran dan permusuhan. Tuhan akan menjadikan semua baik pada waktuNya.

  3. Roh Kudus.
    Roma 8:13
    8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    Manusia daging tidak berguna, hanya membawa pada dosa sampai puncak dosa. Namun, Roh Kudus mematikan perbuatan daging, mematikan dosa sampai puncak dosa, sehingga kita bisa tetap hidup benar dan suci.

    Roma 8:26
    8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Roh Kudus juga menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan dengan keluhan tak terucapkan. Kita hanya mengeluh dan mengerang kepada Tuhan. Mengapa kita harus mengeluh dan mengerang pada Tuhan? Sehebat apapun gereja Tuhan, keadaan kita sama seperti perempuan mengandung yang hampir melahirkan dan masih harus berhadapan dengan naga. Gereja Tuhan dalam keadaan paling tidak berdaya.

    Wahyu 12:1-2
    12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
    12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

    Melahirkan anak = kelahiran baru, keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Apa yang harus diubahkan?
    • Kuat dan teguh hati, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak meninggalkan Tuhan, seperti perempuan hamil yang kuat dan teguh hati sampai melahirkan anak.
    • Sabar menunggu waktu Tuhan, juga sabar dalam penderitaan. Kita senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan. Kita menyerah sepenuh pada Tuhan.

    Mazmur 27:14
    27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

    Kalau kita kuat dan teguh hati, kita bisa menanti kedatangan Yesus di awan-awan permai. Kita siap menyambut kedatanganNya, kemudian kita bisa masuk Kerajaan 1000 tahun damai bahkan Yerusalem baru.

    Pengertian melahirkan anak secara jasmani = penyelesaian masalah yang besar, masalah yang menyangkut hidup dan mati kita.

    Yohanes 16:19-21
    16:19 Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?
    16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.
    16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

    Kita menghadapi waktu yang "tinggal sesaat" untuk menghadapi masalah yang besar = berada dalam puncak penderitaan.
    Ada dua sikap:
    • kecewa dan meninggalkan Tuhan, sehingga binasa selamanya, atau
    • berseru dan berserah, kita dalam penyerahan sepenuh pada Tuhan.
    Kalau kita mengangkat tangan pada Tuhan, Tuhan akan mengulurkan tangan untuk menyelesaikan segala masalah yang mustahil (bayi bisa lahir), bahkan kita menerima kebahagiaan kekal selamanya. Secara jasmani, saat menghadapi persoalan besar/ mustahil/ menyangkut hidup dan mati kita, kalau kita berseru dan berserah, Tuhan akan menyelesaikan bahkan memberi kebahagiaan kekal selamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 18 Februari 2010 (Kamis Tengah Malam)
    ... perkataan kesaksian itu mengalahkan setan. Wahyu - kalau kesaksian kita benar maka orang yang mendengar akan diselamatkan. Sebaliknya kalau tidak mau bersaksi maka hutang darah kepada orang lain kemenangannya atas setan tidak berlanjut bahkan bisa mengalami kekalahan dari setan menjadi pendakwa seperti setan hanya menyalahkan orang lain. Markus - tanda kesaksian yang ...
  • Ibadah Raya Malang, 26 Januari 2014 (Minggu Pagi)
    ... kepada Yesus dan dosa yang tidak diakui. Ini sama dengan menolak Yesus sebagai Yang awal dan berarti binasa selamanya. Bagaimana kita bisa menerima Yesus sebagai Yang awal sama dengan menerima keselamatan sama dengan menerima kasih mula-mula Prosesnya Hati percaya kepada Yesus lewat mendengar firman Kristus yaitu firman yang diurapi Roh ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 18 April 2010 (Minggu Sore)
    ... artinya mendengar Firman dengan sungguh-sungguh sampai bisa menikmati Firman. Yudas adalah kehidupan yang menolak suara Mempelai. Ibrani - Firman mempelai itu sama dengan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata . Kalau kita mendengar Firman ini maka kita akan mengalami penyucian. Matius hal dalam hati yang harus disucikan. Setelah hati ...
  • Ibadah Doa Malang, 13 Januari 2009 (Selasa Sore)
    ... kemuliaan dalam dua sayap burung nazar yang besar. Wahyu . Kegunaan dua sayap burung nazar yang besar adalah untuk menyingkirkan gereja Tuhan ke padang gurung selama tahun jauh dari mata ular antikris . Puncak badai adalah antikris. Kalau kita bisa ditolong dari puncaknya badai maka berarti kuasa kemuliaan dalam dua sayap ...
  • Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 20 Juli 2010 (Selasa Siang)
    ... Tuhan. Jumlah korban juga dilipatgandakan berarti ada pesta ada kebahagiaan. Jadi dalam tahbisan Mempelai kita mengalami suasana pesta sampai mengarah pada Pesta Nikah Anak Domba Allah saat Yesus datang kedua kali. Korban pendamaian ini juga untuk Mezbah Korban Bakaran. hari ekor lembu. Angka menunjuk pada kesempurnaan. Jadi pada Mezbah Korban Bakaran kita tidak hanya ...
  • Ibadah Raya Malang, 18 Agustus 2019 (Minggu Pagi)
    ... atom nuklir dipakai dalam perang dunia kedua. Secara rohani menunjuk pada dosa sampai puncaknya dosa dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan yang membumbung tinggi sampai ke hadirat Tuhan sehingga Tuhan turun dengan penghukuman yang membinasakan manusia. Belerang. Secara jasmani senjata belerang adalah senjata biologis gas yang akan dipakai dalam perang dunia ketiga. ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 07 Agustus 2013 (Rabu Sore)
    ... Roh Kudus. Ini sudah dibahas dalam ibadah Pendalaman Alkitab tanggal Agustus . MALAM INI KITA MEMPELAJARI SIKAP TERHADAP URAPAN ROH KUDUS Sikap yang negatif adalah tidak menghargai urapan Roh Kudus. contonya adalah Saul. Samuel - Sesudah itu berkatalah Samuel Bukankah engkau walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri telah menjadi kepala atas ...
  • Ibadah Doa Malang, 11 Juni 2013 (Selasa Sore)
    ... Abraham Percaya atau iman kepada Yesus. Galatia Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil Bagaimana kita mendapatkan iman yang benar Roma Jadi iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus. Iman yang benar berasal dari ...
  • Ibadah Raya Malang, 07 Februari 2021 (Minggu Pagi)
    ... di hadapan TUHAN sebab itu dikatakan orang Seperti Nimrod seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel Erekh dan Akad semuanya di tanah Sinear. Nimrod adalah keturunan Ham yang melihat aurat ayahnya dan menceritakan membuka hal yang tabu. Ini menunjuk dosa kenajisan memburu keinginan daging hawa ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Mei 2020 (Sabtu Sore)
    ... yang tersembunyi di hadapan-Nya sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. Ayat 'firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun' firman penyucian Tumim. Ayat 'tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya' terang Roh Kudus Urim. Jadi ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.