English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 04 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Januari 2011 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Raya Surabaya, 23 September 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 18 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juli 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 jemaat di Filadelfia.
Wahyu 3:7
3:7 "Dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Juli 2017 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah PTK di Medan Selasa Malam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus....

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 14 Februari 2012 (Selasa Malam)
Yohanes 14:16-18
14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 03 April 2015 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juni 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Juni 2013 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Bagan Batu

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 9:23b
9:23...

Ibadah Raya Malang, 25 September 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Agustus 2015 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Baptisan Air.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:18-19
9:18 Pada suatu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juli 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Tentena-Poso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 08 Maret 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 12:8 berbicara tentang PASKAH.

Keluaran 12:8
12:8 Dagingnya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Agustus 2014 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bpk. Antanusa

Lukas 7:11-17
7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Mei 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema ibadah persekutuan di Medan:
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

'Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba'= perjamuan kawin Anak Domba adalah pertemuan antara Yesus yang segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Kepala--Raja di atas segala raja--dan Suami--Mempelai Pria Sorga--dengan sidang jemaat, kita semua yang sempurna/tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga/isteri--di awan-awan yang permai; sama dengan nikah rohani/nikah yang sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat. Sesudah itu kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang; Wahyu 20), dan kerajaan sorga yang kekal (langit baru dan bumi baru; Yerusalem baru; Wahyu 21-22).

Oleh sebab itu kita harus membawa nikah yang jasmani untuk bisa mencapai nikah yang rohani.
Nikah jasmani adalah pintu masuk ke dunia, tetapi untuk keluar dari dunia harus lewat perjamuan kawin Anak Domba/nikah rohani--kita keluar dari dunia menuju Firdaus sampai kerajaan sorga.
Nikah bukan hanya suami isteri, tetapi juga sebagai anak.
Hubungan nikah yang jasmani antara suami dan isteri adalah hubungan kasih. Hubungan nikah yang rohani/nikah sempurna antara Kristus dengan sidang jemaat adalah hubungan kasih yang sempurna, yang tidak terpisahkan selamanya--nikah meningkat sampai sempurna, kasih juga meningkat sampai sempurna.

Jadi untuk bisa masuk nikah yang rohani/perjamuan kawin Anak Domba kita harus memiliki kasih sempurna--sama dengan memiliki dua loh batu.
Markus 12: 28-31
12:28. Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29. Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30.
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31. Dan hukum yang kedua ialah:
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Bukti memiliki kasih sempurna:

  1. Mengasihi Tuhan dengan segenap tubuh, jiwa, dan roh--mengasihi Tuhan lebih dari semua.
    Ini sama dengan loh batu pertama.


  2. Mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.
    Ini sama dengan loh batu kedua.

Bagaimana caranya kita mendapatkan kasih sempurna
--dua loh batu; kita belajar dari Musa yang menerima dua loh batu di gunung Sinai--?
Keluaran 24: 18
24:18. Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.

Ulangan 9: 9
9:9. Setelah aku mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum.

'roti tidak kumakan dan air tidak kuminum' = berpuasa.

  1. Lewat doa penyembahan--proses perobekan daging--untuk melihat wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari terik, sehingga kita mengalami sinar kasih yang sempurna.
    Ditambah juga dengan doa puasa dan doa semalam untuk mempercepat proses perobekan daging, sehingga sinarnya semakin kuat. Kalau suara daging dan hawa nafsu semakin dirobek, sinar matahari (kasih) akan semakin kuat.


  2. 'berpuasa empat puluh hari empat puluh malam'= lewat perobekan daging sepenuh sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek--; penamatan daging.
    Contoh: kita mengalami sengsara daging bersama Yesus dalam melayani Tuhan sampai tidak bersungut tetapi bahagia dan mengucap syukur; sengsara daging karena pengorbanan untuk Tuhan, seperti Yesus berkorban nyawa, kita tetap mengucap syukur, tidak ada pamrih dan sebagainya; kita tidak salah tetapi disalahkan/difitnah (kita berdiam diri, tidak melawan).

    Ini semua adalah penamatan daging sampai daging tidak bersuara, dan kita akan mengalami kasih sempurna.
    Tadi, dalam doa penyembahan sinar tambah jelas, sampai satu titik, tirai terobek (tidak ada suara daging lagi), kasih sempurna menjadi milik kita.

Kalau kita sudah mengalami kasih yang sempurna--memiliki dua loh batu--, paling sedikit kita akan menerima tiga hal yang berkaitan langsung dengan kerajaan sorga:

  1. Markus 12: 32-34
    12:32. Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
    12:33. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
    12:34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "
    Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Ayat 32-33= menerima kasih; dua loh batu.

    Yang pertama: 'Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!'= kita menerima suasana kerajaan sorga; mengalami kebahagiaan sorga.

    Karena itu dalam rumah tangga jangan ada rasa tidak suka, benci, karena ini yang membuat tidak bahagia. Kalau ada kebencian sedikit saja atau rasa tidak suka, selesaikan (jangan dipendam). Begitu juga dalam penggembalaan dan antar penggembalaan. Kalau ada orang yang tidak suka dengan kita, kita koreksi diri. Kalau kita tidak bersalah, kita doakan dia supaya diampuni. Kalau kita yang bersalah, kita mengaku.

    Keluaran 20: 1-17
    20:1. Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
    20:2. "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
    20:3.
    (1)Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
    20:4.
    (2)Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
    20:5. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
    20:6. tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
    20:7.
    (3)Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
    20:8.
    (4)Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
    20:9. enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
    20:10. tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
    20:11. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
    20:12.
    (5)Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
    20:13.
    (6)Jangan membunuh.
    20:14.
    (7)Jangan berzinah.
    20:15.
    (8)Jangan mencuri.
    20:16.
    (9)Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
    20:17.
    (10)Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

    Ayat 3-11= loh batu pertama, yang berisi empat hukum:


    • Ayat 3= hukum pertama.
    • Ayat 4= hukum kedua.
    • Ayat 7= hukum ketiga.
    • Ayat 8= hukum keempat.


    Empat hukum ini mengatur hubungan kita dengan Tuhan. Kalau hubungan kita dengan Tuhan baik, kita akan mengalami kebahagiaan sorga yang pertama dan utama.
    Perbaiki hubungan dengan Tuhan! Berdoa pribadi yang baik, hargai hari Sabat--ibadah pelayanan.

    Kalau sudah ada kebahagiaan sorga yang pertama, akan ada yang selanjutnya--ayat 12-17 adalah loh batu kedua--:


    • Ayat 12= hukum kelima.
    • Ayat 13= hukum keenam.
    • Ayat 14= hukum ketujuh.
    • Ayat 15= hukum kedelapan.
    • Ayat 16= hukum kesembilan.
    • Ayat 17= hukum kesepuluh.


    Enam hukum ini mengatur hubungan kita dengan sesama. Jika hubungan dengan sesama baik kita akan mengalami empat kebahagiaan sorga berikutnya:


    • Ayat 12= hubungan anak dan orang tua baik, kita mengalami kebahagiaan sorga yang kedua.
    • Ayat 13= hubungan saudara di dalam nikah baik--tidak ada kebencian--, kita mengalami kebahagiaan sorga yang ketiga.
    • Ayat 14= hubungan suami isteri baik--tidak ada perselingkuhan, pertengkaran--, kita mengalami kebahagiaan sorga yang keempat.
    • Ayat 15-17= hubungan dengan sesama/masyarakat baik, kita mengalami kebahagiaan sorga yang kelima.


    Jadi jika kita memiliki dua loh batu (kasih yang sempurna), maka kita tidak jauh dari kerajaan sorga (bersuasana sorga); kita mengalami lima kebahagiaan sorga yang berasal dari lima luka Yesus (kurban Kristus).

    Praktik kebahagiaan sorga:


    • Selalu mengucap syukur sekalipun dalam penderitaan.
    • Damai sejahtera; tidak ada letih lesu dan beban berat, sehingga semua enak dan ringan.
    • Anggur yang manis, yang akan bertambah-tambah, sampai yang termanis dalam perjamuan kawin Anak Domba.
      Perbaiki hubungan dengan Tuhan; ibadah yang sungguh-sungguh, dan anggur akan bertambah manis. Tidak ada lagi anggur asam bercampur empedu.
      Kalau di dunia, anggur manis jadi tawar, sampai pahit.


    Inilah hasilnya kalau memiliki kasih yang sempurna: kita mengalami kebahagiaan sorga; tidak jauh dari kerajaan sorga.


  2. Markus 12: 34
    12:34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Yang kedua: 'bagaimana bijaksananya jawab orang itu'= kita menerima kebijaksanaan sorga.

    Praktik memiliki hikmat kebijaksanaan sorga: taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
    Matius 7: 24
    7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

    'perkataan-Ku'= perkataan Yesus; ayat menerangkan ayat; firman pengajaran yang benar.
    Kalau punya hikmat sorga, yang di dunia pasti bisa dijangkau--hikmat sorga lebih dari hikmat dunia. Waktu Musa menerima dua loh batu, ia berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, berpikirpun sudah tidak bisa. Itulah bukti hikmat sorga lebih dari hikmat dunia.
    Kaum muda, kalau taat pada perkataan Yesus, dan otomatis taat pada orang tua yang benar--hikmat sorga ada, hikmat dunia pasti ada.

    Kegunaan hikmat sorga:


    • Pengkhotbah 10: 10
      10:10. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

      Kegunaan pertama: memberikan keberhasilan di tengah krisis dunia.
      Karena itu saat menghadapi krisis sangat salah kalau kita tidak beribadah dan dengar firman. Harus mendengar dan praktik firman! Itu yang bisa menghadapi krisis.

      Rumusnya dunia adalah memperbesar tenaga saat terjadi krisis.
      "Dulu kami di desa begitu, toko sebelah jam lima sudah buka, kita jam empat pagi buka--memperbesar tenaga. Tetapi tidak berhasil. Apalagi sekarang di akhir zaman."

      Sekarang, orang kayapun diancam krisis. Kalau hanya menggunakan kekayaan, kepandaian, tidak akan mampu menghadapi krisis. Apapun krisis yang kita hadapi--termasuk krisis karena penyakit--, harus mendengarkan firman dan mempraktikkannya. Krisis di segala bidang hanya bisa ditanggulangi dengan firman, karena dunia diciptakan oleh firman--dulu dunia dimulai dari krisis, tidak ada terang, semua campur baur. Karena itu sekarang kalau dunia kembali pada krisis, yang bisa menolong hanya firman. Dengar firman dan praktikkan sekalipun tidak cocok dengan dunia, nanti akan ada hikmat sorga yang membuat berhasil di tengah krisis dunia; ada jalan keluar menghadapi krisis di dunia! Jangan bergantung pada logika!

      Contoh: lima roti dua ikan untuk lima ribu orang.


    • Wahyu 13: 16-18
      13:16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
      13:17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
      13:18.
      Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

      'sehingga kepada semua orang, kecil..' = termasuk anak kecil juga harus dengar firman.

      "Guru saya mengatakan: 'bayipun harus dengar firman' Dalam kandungan harus dengar firman. Firman bisa masuk lewat apapun juga. Sebab itu Sekolah Minggu juga penting. Saya tidak melarang anak kecil untuk beribadah. Kalau mengganggu, doakan dan nasihati. Semuanya harus mendengarkan firman, supaya bisa menghadapi krisis di akhir zaman dan menghadapi antikris yang berkuasa tiga setengah tahun."

      'Yang penting di sini ialah hikmat'= bukan hikmat dunia, tetapi hikmat sorga.

      Kegunaan Kedua: untuk melindungi kita supaya kita tidak dicap antikris dengan 666; kita tidak menyembah antikris dan binasa bersamanya.

      Hari-hari ini kita mendengar firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus dengan sungguh-sungguh dan dengan kebutuhan sampai mengerti--firman ditulis di dahi--, percaya--firman ditulis di hati; menjadi iman dalam hati--, dan dipraktikkan--firman menjadi perbuatan iman dalam hidup kita; firman ditulis di tangan kanan, sehingga antikris tidak bisa memberi cap 666. Kita tidak menyembah antikris, tetapi tetap menyembah Tuhan sampai daging tidak bersuara.

      Tadi Musa berpuasa empat puluh hari empat puluh malam. Jangan ditekankan 'empat puluh harinya (lama harinya)' tetapi tekankan pada arti rohaninya yaitu perobekan daging sampai tidak bersuara lagi.

      Kalau daging sudah robek, hasilnya:


      1. Kita akan disingkirkan oleh Tuhan dengan kekuatan dua sayap dari burung nasar ke padang gurun, jauh dari mata ular. Kita dipelihara dan dilindungi Tuhan secara langsung selama tiga setengah tahun lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci.


      2. Nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.
        Wahyu 13: 8
        13:8. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

        Kalau menyembah antikris, namanya tidak akan tertulis di dalam kitab kehidupan. Kalau tidak menyembah antikris tetapi tetap menyembah Tuhan sampai daging tidak bersuara (tirai terobek), nama kita sudah tertulis lengkap dalam kitab kehidupan.


      Inilah kegunaan hikmat sorga: menolong untuk menghadapi krisis di dunia dan melindungi kita dari cap antikris sampai nama tertulis dalam kitab kehidupan.


    • Matius 7: 24
      7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

      Kegunaan ketiga: dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Kalau belajar dari kitab Hagai, pembangunan tubuh Kristus terjadi pada saat krisis/kegoncangan. Jadi jangan tunggu diberkati, tetapi apapun keadaan kita, mari melayani tubuh Kristus mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      Hagai 2: 7
      2:7. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
      2:8. Aku akan
      menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.

      Ini adalah pembangunan Bait Allah secara jasmani--sekarang pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Suasana pembangunan tubuh Kristus adalah suasana krisis sampai antikris berkuasa penuh di dunia.

      Mengapa Tuhan izinkan ini terjadi? Supaya kita hanya berharap sepenuh pada Tuhan, bukan dunia. Tuhan tolong kita semua.
      Hagai 2: 9
      2:9. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

      Dalam pembangunan tubuh Kristus dalam 1 Korintus, ada hamba/pelayan Tuhan bagaikan kayu, rumput, tetapi saat ujian datang--belum antikris--, ia sudah terbakar karena tidak kuat. Banyak yang seperti kayu dan rumput--hanya perkara jasmani; kedagingan--, saat antikris datang, pasti menyembah antikris. Hati-hati!

      Karena itu kualitas kita harus sama seperti perak dan emas.
      Perak menunjuk pada penebusan oleh darah Yesus; kelepasan dari dosa, mulai dari lidah benar.
      Amsal 10: 20
      10:20. Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

      Kalau lidahnya benar, seluruh hidupnya benar--hidup dalam kebenaran--; lidah adalah kendali. Semua harus benar.

      Emas menunjuk pada tabiat ilahi, salah satunya kesetiaan dan kesucian. Kalau kita setia, Yesus setia, tetapi kalau kita tidak setia, Yesus tetap setia karena sudah menjadi karakter.

      2 Timotius 2: 13
      2:13. jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

      Kesetiaan ini terutama dalam hubungan suami isteri--nikah--, biar dia mau bagaimana, harus tetap setia--menjadi karakter (sifat dari dalam yang tidak bisa diubah).

      Jadi, dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dibutuhkan hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan setia--termasuk suci--dan benar, bukan pandai atau hebat.

      Kalau jadi hamba/pelayan Tuhan seperti emas dan perak, kita akan jadi milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat, ditambah lagi menjadi cincin meterai di tangan Tuhan yang tidak bisa dilepas--menjadi milik Tuhan selama-lamanya.
      Hagai 2: 24
      2:24. Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mengambil engkau, hai Zerubabel bin Sealtiel, hamba-Ku--demikianlah firman TUHAN--dan akan menjadikan engkau seperti cincin meterai; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman TUHAN semesta alam."


    Tadi, kalau memiliki kasih sempurna kita akan mengalami kebahagiaan sorga (lima macam kebahagiaan yang berasal dari kurban Kristus).
    Kemudian memiliki hikmat kebijaksanaan sorga untuk menghadapi krisis di dunia, antikris, dan untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sampai jadi cincin meterai--mempelai wanita sorga; tidak bisa diganggu gugat dan tidak terpisah selamanya.


  3. Markus 12: 34
    12:34. Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

    Yang ketiga: 'seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus'= tidak ada pertanyaan lagi; berarti tidak ada masalah dan air mata.
    Artinya kita menerima kuasa untuk menghapus segala kemustahilan.

    Masalah terbesar adalah jika kita banyak bertanya/berdiskusi/berdebat soal pengajaran yang benar/pribadi Yesus--Yesus mengajar dan mereka bertanya-tanya. Ini sama dengan bimbang/ragu terhadap firman pengajaran yang benar. Air matanya tidak akan berhenti.

    Kita berusaha supaya firman pengajaran yang benar sudah menjadi kepastian dalam hidup kita. Karena itu firman pengajaran yang benar perlu diulang-ulang supaya menjadi keyakinan pasti dalam hidup kita. Tidak boleh ada lagi keraguan! Kita harus mantap dalam satu firman pengajaran yang benar dan mempraktikkannya sehingga firman mendarah daging dalam hidup kita.

    Contoh kehidupan yang bimbang/ragu/tidak percaya pada firman pengajaran yang benar:


    • Marta--gambaran wanita; kaum muda. Ada akibatnya kalau ragu pada firman pengajaran yang benar yaitu air mata; masalah yang mustahil.
      Yohanes 11: 38-40
      11:38. Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
      11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!"
      Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu:
      Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      Marta ragu-ragu/bimbang/tidak percaya terhadap firman pengajaran yang benar (pribadi Yesus), sehingga Lazarus mati empat hari. Itulah akibatnya yaitu mengalami kemustahilan dan air mata.

      Lazarus mati empat hari artinya:


      1. Kebusukan. Hati-hati, kalau mengkritik firman pengajaran yang benar, ia pasti sudah membela yang salah dan membela dosa--entah dosa kejahatan---kikir--, atau kebusukan.


      2. Kehancuran nikah dan buah nikah.
      3. Kegagalan.
      4. Kemustahilan dalam ekonomi atau penyakit.
      5. Kalau dibiarkan, akan menjadi tulang kering, artinya tidak mengalami kepuasan--kecewa, putus asa--sampai akhirnya berbuat bodoh dan nekad--seperti Saul sehingga ia kehilangan kerajaannya.

        Juga termasuk membanggakan sesuatu di dunia lebih dari Tuhan--seperti Saul saat ia menang perang--sampai kehilangan kerajaan sorga (binasa selamanya).

        Orang tidak puas adalah orang yang paling lemah. Begitu juga dengan orang kecewa atau bangga. Jadi bodoh dan nekad; tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar. Bahaya besar! Ia akan kehilangan jabatan imam dan raja, sampai kehilangan kerajaan sorga.


      Sikap yang benar adalah seperti Maria, yaitu tersungkur.
      Yohanes 11; 32
      11:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

      Tersungkur di tanah artinya jujur mengaku hanya tanah liat: tidak layak, banyak kesalahan, kekurangan, dosa-dosa dan kebusukan. Buka semua! Jangan menutupi dengan cara menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan!
      Dan jujur mengaku tidak mampu apa-apa, serta percaya ("Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.").

      Jujur dan percaya, termasuk taat--mengulurkan tangan kepada Tuhan; hanya berserah-berseru kepada Tuhan. Inilah sikap yang benar

      Menghadapi apapun, mari tersungkur; jujur dan percaya--taat--, dan Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk membangkitkan Lazarus--tidak ada lagi air mata, tetapi hanya ada kebahagiaan sorga; semua selesai, yang busuk jadi harum, hancur jadi baik, gagal jadi berhasil dan indah, tulang kering dipakai Tuhan menjadi tentara besar, yang mustahil jadi tidak mustahil.


    • Petrus--gambaran dari laki-laki; suami dan gembala.
      Matius 14: 26-32
      14:26. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
      14:27. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
      14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
      14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30. Tetapi ketika dirasanya
      tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya,
      mengapa engkau bimbang?"
      14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

      Di sini Tuhan dianggap hantu. Bodoh dan nekad!

      Sebenarnya Petrus sudah mengalami kuasa untuk menghapus kemustahilan--berjalan di atas gelombang. Karena itu saksikan pertolongan Tuhan lewat firman pengajaran (diinventarisasi), supaya iman kita naik.

      Tetapi sayang, saat kena angin--ajaran lain, gosip--Petrus jadi bimbang--Tuhan jadi hantu.
      Petrus bimbang terhadap firman pengajaran yang benar yang sudah jadi pengalaman hidup.

      "Saya gampang saja. Perhatikan Lempin-El! Tidak ada sponsor, tidak bekerja, bisa makan, terus mau cari di mana? Itu saja pegangan saya (menjadi pengalaman hidup), kenapa harus ragu? Saya tantang murid-murid: Kalau kamu bilang ini salah, kembalikan jabatan, dan kembali dari nol, silakan. Jangan seperti Petrus, ia sudah bisa berjalan lalu bilang: hantu."

      Petrus bimbang terhadap firman pengajaran yang benar yang sudah menjadi pengalaman karena angin ajaran palsu, gosip, dan pencobaan. Ujian memang semakin meningkat, supaya kerohanian semakin tinggi. Petrus bimbang: Tuhan menjadi hantu; pengajaran yang sudah menolong dia menjadi menakutkan.
      Akibatnya: mulai tenggelam.

      "Saya ingat saat jenazah Pdt In Juwono dibawa ke pemakaman, saya menangis, saya bertekad untuk sungguh-sungguh dalam pengajaran kalau Tuhan pakai saya. Waktu om Pong meninggal, saya bertekad untuk melanjutkan. Doakan saya juga, supaya tidak bimbang."

      Petrus mulai tenggelam, artinya:


      1. Tidak tenang hidupnya.
      2. Tidak mengalami damai sejahtera; mulai letih lesu, berbeban berat, dan air mata.
        Kalau sudah tidak tenang, hati-hati.


      3. Tidak mendapatkan apa-apa--kosong (dalam Yakobus 'orang yang mendua hati tidak mendapatkan apa-apa'), bahkan minus--yang jasmani dan rohani merosot semuanya.


      4. Jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.
      5. Menghadapi kemustahilan sampai tenggelam di lautan api dan belerang; binasa selamanya.


      Tetapi bersyukur, Petrus juga mengulurkan tangan--jujur dan percaya. Dia mengakui kekurangannya ('Tuhan, tolonglah aku'), dan percaya--kembali pada pengajaran yang benar.
      Tuhan mengulurkan tangan untuk mengangkat Petrus.

      Malam ini, kalau Tuhan izinkan kita mulai tenggelam, tujuannya adalah supaya kita mengulurkan tangan--jujur dan percaya (taat). Itu saja yang ditunggu oleh Tuhan. Jangan bimbang sedikitpun! Tuhan akan mengangkat kita sehingga jadi tenang, damai sejahtera, enak-ringan, tidak merosot lagi tetapi meningkat, semua dipulihkan dan diangkat oleh Tuhan, kejatuhan diampuni, kita kembali dipakai oleh Tuhan. Saat berbuat dosa kita tidak bisa dipakai Tuhan. Tetapi kalau dosa sudah dilepaskan kita bisa dipakai kembali oleh Tuhan.
      Tuhan selalu memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk mengangkat kita.

      Sampai terakhir kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersorak-sorai: Haleluya. Kita bersama Dia selamanya.

Malam ini, apapun keadaan kita, jangan ragu. Dia selalu memperhatikan, mempedulikan dan bergumul.
Yang dalam kebusukan dan kehancuran, Tuhan pulihkan, yang dalam ketenggelaman Tuhan tolong.
Jangan ada keraguan sedikitpun sekalipun mata melihat yang mustahil dan lain-lain. Ada Yesus/firman pengajaran yang benar, yang sudah menolong Petrus, Maria, dan Marta. Dia tidak pernah membiarkan kita. Di tempat yang maha tinggi Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita.

Jujur dan percaya--kuat teguh hati--apapun yang kita lihat dan rasakan. Tetap hanya percaya dan berharap Dia; mengasihi Dia, sampai tepat waktunya Dia mengulurkan tangan kepada kita.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, asalkan kita kembali kepada Dia; tersungkur, mengangkat tangan hanya kepada Dia.

Perjamuan suci adalah tubuh dan darah-Nya. Kita menyatu dengan Dia, dan Dia menyatu dengan kita. Masih ada harapan baru bagi kita apapun keadaan kita. Ingat firman pengajaran dan kurban-Nya!
Kembali ke dalam tangan Tuhan hari-hari ini!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top