Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Tema:
"Aku menjadikan segala sesuatu baru" (Wahyu 21:5)

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Tuhan mau menciptakan langit dan bumi baru serta manusia baru yang sama mulia dengan Dia untuk ditempatkan di langit dan bumi baru (Yerusalem Baru), dan kita mengalami kebahagiaan kekal bersama Tuhan.

Prosesnya: lewat PEMBAHARUAN.

Dalam Wahyu 21, ada 4 macam pembaharuan:
  1. Ayat 1: langit dan bumi baru.
  2. Ayat 2-3: manusia baru.
  3. Ayat 4-8: suasana baru, tidak ada lagi air mata, tidak ada dosa, dsb.
  4. Ayat 9-27: Yerusalem baru (puncak pembaharuan).

Ad. 1.
Siang ini, kita masih mempelajari pembaharuan pertama: LANGIT DAN BUMI BARU.

Wahyu 21:1
21:1. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

Jika Tuhan menciptakan langit dan bumi yang baru, artinya langit dan bumi yang lama sudah hancur/musnah.
Oleh sebab itu, kita harus mengalami pembaharuan supaya kita beralih dari langit dan bumi lama kepada langit dan bumi baru, sehingga kita tidak hancur bersama dengan dunia ini.

Lalu, apa yang harus dibaharui supaya kita tidak berlalu bersama langit dan bumi yang akan hancur ini?

I Korintus 7:29-32
7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

'Waktu telah singkat!' Artinya: sudah waktunya untuk beralih ke langit dan bumi yang baru.
'Seolah-olah mereka tidak beristeri;' Artinya: tidak mau terhalangi oleh apapun, supaya bisa masuk Yerusalem Baru.
'Seolah-olah tidak menangis;' Artinya: dalam penderitaan, namun jangan sampai menghalangi kita untuk dibaharui.

Ayat 32: yang harus dibaharui adalah kekuatiran dan memusatkan perhatian kepada Tuhan.

Siang ini, kita mempelajari MEMUSATKAN PERHATIAN = PEMBAHARUAN PERHATIAN.

Perhatian kita yang utama HARUS kepada perkara Tuhan/perkara rohani/perkara kekal, yaitu:
  1. II Petrus 1:19
    1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

    'Firman yang telah disampaikan oleh para nabi.' = Firman nubuat.
    'Fajar menyingsing' = kedatangan Tuhan kedua kali.
    'Bintang timur terbit bersinar' (bintang timur yang gilang-gemilang) = Yesus.

    Perhatian yang pertama: perhatian pada Firman nubuat.
    Firman nubuat = Firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang PASTI akan terjadi di akhir zaman, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
    Inilah yang kita kenal sebagai Kabar Mempelai (Firman Pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

    Jadi, perhatian utama kita adalah perhatian kepada Firman Pengajaran yang benar.
    Artinya: kita mendengar Firman sampai dengar-dengaran.
    Mulai dari saat mendengar Firman, kita harus benar-benar memperhatikan.

  2. Mazmur 107:43
    107:43 Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

    Perhatian yang kedua: perhatian pada kemurahan dan kebajikan Tuhanyang kita terima lewat korban Kristus.

    Salah satunya adalah lewat perjamuan suci.

    Memperhatikan korban Kristus harus 24 jam penuh. Karena itu, perjamuan suci BUKAN SATU-SATUNYA wujud memperhatikan korban Kristus, tetapi SALAH SATU bentuk memperhatikan korban Kristus.

    Mazmur 23:6
    23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

    Raja Daud adalah raja yang hebat, tetapi ia tidak bergantung pada kekayaan dan kehebatannya.
    Daud hanya mengandalkan kemurahan dan kebajikan Tuhan.

    Jadi, kalau kita memperhatikan kemurahan dan kebajikan Tuhan, kita tidak akan mengandalkan apapun di dunia ini.

    Yohanes 19:31-34
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Ayat 33: Sebenarnya, Yesus sudah mati dengan 4 luka utama. Ini merupakan bentuk kasih Tuhan kepada bangsa Israel.

    Ayat 34: Yesus ditombak, sehingga terjadi luka kelima. Inilah kemurahan dan kebajikan Tuhan bagi bangsa Kafir.
    Luka kelima ini adalah luka yang terbesar dan terdalam.

Jadi, Firman Pengajaran dan perjamuan suci= dua tangan Tuhan yang diulurkan kepada kita, khususnya bagi kita yang adalah bangsa Kafir.
Firman Pengajaran dan perjamuan suci kita dapatkan lewat Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (Meja Roti Sajian).
Kalau kita tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, kita bukan sedang disiksa, tetapi kita sedang menerima uluran tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan.
Kita, bangsa Kafir, SANGAT membutuhkan kemurahan dan kebajikan Tuhan, lebih dari apapun di dunia ini.

Matius 15:21-23, 26-28
15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Perempuan Kanaan dalam Matius 15 menjadi bukti bahwa bangsa Kafir membutuhkan kemurahan dan kebajikan Tuhan.

Tirus dan Sidon = daerah bangsa Kafir. Di sini bangsa Kafir dirasuk oleh setan.
Keadaan ini tidak bisa diatasi dengan apapun, kecuali lewat kemurahan dan kebajikan Tuhan.

Keadaan bangsa Kafir:
  1. Seperti anak perempuan yang kerasukan setan.
    Artinya:

    • Efesus 2:2
      2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

      Arti pertama: dikuasai oleh roh setan (roh durhaka).
      Praktiknya:

      1. Durhaka kepada Tuhan, yaitu tidak mau beribadah, melayani dan menyembah Tuhan.
        Kalau tidak mau menyembah Tuhan, pasti kehidupan itu akan menyembah berhala.
        'Berhala' = segala sesuatu yang menghalangi hubungan kita dengan Tuhan.

      2. Durhaka dalam rumah tangga.
        Bentuknya: isteri tidak tunduk pada suami dalam segala hal, suami tidak mengasihi isteri serta kasar pada isteri, anak-anak tidak taat pada orang tua.

        Akibatnya: terjadi percekcokan, pertengkaran, perselingkuhan dalam rumah tangga, sampai dosa kawin-mengawinkan.

    • Sangat menderita.

      Markus 7:30
      7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

      Dirasuk setan = kehidupan itu tidak bisa tidur. Artinya: tidak tenang, stres, tidak damai.
      Inilah gejala dari kehidupan yang dirasuk setan.

      Kalau tidak bisa tidur, lebih baik kita membaca Firman dan berdoa.


  2. Seperti anjing dan babi.

    Praktik seperti anjing:

    • Menjilat muntah = mengeluarkan perkataan sia-sia, dusta, kata-kata kotor dan tidak menjadi berkat bagi orang lain.

    • Menjilat borok Lazarus = menghakimi kesalahan-kesalahan orang lain, sementara orang itu sedang bergumul dan berusaha menikmati remah-remah roti.
      Kalau kita menghakimi kehidupan seperti ini, dosanya justru akan berbalik dan melekat pada kita.

    • Menjilat darah Nabot (orang yang tidak bersalah) = menjelek-jelekkan orang lain.

    Praktik seperti babi: kembali ke kubangan setelah dimandikan.
    Artinya: jatuh bangun dalam perbuatan-perbuatan dosa sampai puncak dosa, tetap hidup dalam dosa/mempertahankan dosa.

  3. Efesus 2:11-12
    2:11. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
    2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

    Keadaan bangsa Kafir yang ketiga: memiliki 5 'tanpa', yaitu:

    • Tanpa sunat= tanpa kesucian.
    • Tanpa Kristus= tanpa urapan Roh Kudus, hanya hidup menuruti daging.
    • Tanpa janji= tanpa janji untuk hidup kekal (binasa selama-lamanya).
    • Tanpa pengharapan = mudah putus asa, kecewa, termasuk mudah bangga, tidak bisa diharapkan.
    • Tanpa Allah= tanpa kasih, yang ada hanya kebencian dan dendam.

Dengan 3 keadaan ini, bangsa Kafir harus binasa bersama langit dan bumi yang lama.

Jalan keluarnya:

  1. Perhatian kita harus tertuju pada belas kasih Tuhan.

    Matius 15:22

    15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."

    Artinya: bangsa Kafir harus memperhatikan kemurahan dan kebajikan Tuhan, salah satunya lewat perjamuan suci.

    Praktik memperhatikan korban Kristus:

    • Pandai menggunakan kesempatan sekecil apapun untuk selamat, untuk bertemu dengan Yesus lewat ibadah-pelayanandan untuk masuk dalam persekutuan yang benar.

      Sebenarnya, kedatangan Yesus ke daerah Tirus dan Sidon ini dirahasiakan. Inilah bukti bahwa wanita ini menggunakan kesempatan sekecil apapun.
      Sekalipun ia berteriak namun tidak dijawab, bahkan diusir, perempuan Kanaan itu tetap berseru-seru dan memohon kepada Yesus.

      Markus 7:24-25
      7:24. Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
      7:25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.

      Sebenarnya, Yesus adalah 'rahasia' bagi bangsa Kafir. Tetapi, ibu ini bisa datang, bahkan sampai rela diusir, ia tetap terus memohon kepada Yesus.
      Inilah sikap bangsa Kafir yang menggunakan kesempatan sekecil apapun.

      Kalau tidak mau menggunakan kesempatan, kehidupan itu akan terhilang untuk selamanya.

    • Mengaku segala dosa kepada Tuhan dan tidak berbuat dosa lagi, bukan menghakimi orang lain.

      Ibu ini berseru, "Tuhan, tolonglah aku" (bukan "tolonglah anakku"), padahal yang sakit adalah anaknya. Inilah bukti bahwa wanita ini mengaku dosa kepada Tuhan.


  2. Bangsa Kafir harus memperhatikan Firman Pengajaran yang benar (Kabar Mempelai).

    Praktiknya: seperti anjing yang menjilat remah-remah roti (pembukaan Firman).
    Artinya:

    • Merasa diri tidak layak.
    • Merasa butuh akan Firman Pengajaran, lebih dari semua, sehingga tidak ada sedikitpun Firman yang dibiarkan tercecer, semuanya terjilat bersih.

    Perhatian kita kepada Firman Pengajaran dan perjamuan suci, itulah yang menarik perhatian Tuhan kepada kita.

    Kalau kita merasa tidak layak dan membutuhkan Firman, maka kita akan selalu mengucap syukur dan menghargai Firman. Tidak akan ada omelan, dsb.
    Sebaliknya, kalau kita tidak memperhatikan Firman, maka Tuhan juga tidak akan memperhatikan kita.

    Kita harus mendengar Firman dengan sungguh-sungguh sampai Firman menjadi iman di dalam hati kita.

    Roma 3:28
    3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

    Kalau percaya Firman, apapun keadaaan kita, kita akan dibenarkan dan diselamatkan oleh Tuhan= semua masalah diselesaikan oleh Tuhan.
    Istilah 'menyelamatkan' artinya adalah menyelamatkan kita secara jasmani dan rohani.

    Yakobus 1:6-8
    1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
    1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

    Kalau bimbang (mendua hati dalam Pengajaran), kita tidak akan tenang dan tidak mendapat apa-apa (tidak selamat).

  3. Mempraktikkan Firman Pengajaran benar, apapun resiko yang kita hadapi, sehingga kita berada dalam tangan Tuhan.
    Kita mengalami pengangkatan Tuhan, dari anjing menjadi domba tergembalayang digembalakan oleh Tuhan.
    (Setelah diangkat menjadi domba, kita harus tergembala. Kalau tidak tergembala, pasti akan terhilang lagi.)

    Kita tergembala pada Firman Pengajaran benar, seperti carang melekat pada pokok yang benar.

    Amsal 12:26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    Kalau sudah hidup benar, kita pasti mendapatkan tempat penggembalaan yang benar. Inilah keadilan Tuhan.
    Penggembalaan yang benar adalah tempat memantapkan dan menumbuhkan iman.

    Tempat penggembalaan yang benar= di mana ada Firman Pengajaran yang benar.

    Kalau sudah tergembala dengan benar, kita memiliki iman yang mantap dan bertumbuh.
    Praktik iman yang mantap dan bertumbuh:

    • Bangsa Kafir dapat menghasilkan PERBUATAN IMAN.
      Perbuatan iman = perbuatan benar dan suci, sampai iman kita sempurna.
      Kalau iman tidak dipraktikkan, iman akan mati.

      Contoh: Abraham.

      Yakobus 2:21-22, 25
      2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
      2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
      2:25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

      Kalau Pengajaran yang benar ditambah atau dikurangi dengan suara daging, maka akan menjadi kabar busuk!

      Abraham sebagai contoh yang mewakili bangsa Israel. Bangsa Kafir juga mendapat bagian, yakni lewat Rahab (ayat 25).
      Rahab bisa memiliki iman serta menghasilkan perbuatan iman, sehingga ia mendapat tali kirmizi (warna merah = korban Kristus) yang menyelamatkan Rahab sekeluarga.

      Kalau kita punya iman, tidak mustahil sekeluarga kita bisa diselamatkan juga.

      Selain itu, Rahab juga bisa masuk dalam silsilah Yesus, artinya: bisa menerima kedatangan Yesus pertama kali.

      Matius 1:1, 5
      1:1. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
      1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

      Bagi kita sekarang, lewat iman dan perbuatan iman, kita bisa menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

      Lukas 18:8
      18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

      Iman dan perbuatan iman adalah dasar untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

    • Bangsa Kafir dapat menghasilkan PERKATAAN IMAN.

      Matius 15:27-28
      15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
      15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

      Istilah 'besar imanmu' di dalam Injil Markus dituliskan: 'karena kata-katamu'.

      Matius 7:29
      7:29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

      Pengertian perkataan iman:

      • Perkataan yang membenarkan Firman Pengajaran benar, sekalipun bertentangan dengan logika atau suara daging kita.

      • Doa yang sesuai kehendak Tuhan, maka doa ini akan dijawab oleh Tuhan.

        Yohanes 15:7

        15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

      • Menyeru nama Yesus dan mengulurkan tangan pada Tuhan= percaya sepenuh pada Tuhan.

      Hasilnya:

      1. Kita akan mengalami uluran tangan Gembala Agung untuk menyelesaikan segala masalah sampai masalah yang mustahil sekalipun.

        Markus 7:29
        7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

        Gembala Agung juga mampu memelihara kehidupan kita.

        I Petrus 2:25
        2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

        Secara jasmani, Tuhan menolong kita. Secara rohani, kita mengalami damai sejahtera.

      2. Wahyu 22:20
        22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

        "Amin, datanglah, Tuhan Yesus!" Ini adalah perkataan iman yang terakhir.

        Hasil kedua: Tangan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga diulurkan untuk memandikan dan menyucikan kita sampai tidak bercacat cela, sehingga saat Yesus datang kembali kita bisa terangkat ke awan-awan dan hanya berseru 'Haleluya'.

        Efesus 5:25-26
        5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
        5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,

        JANGAN RAGUKAN KEMURAHAN DAN KEBAJIKAN TUHAN!

        Mati dan hidup kita ada dalam tangan Gembala yang baik.
        Yesus harus mati untuk bisa mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikanNya pada kita.

        Siang ini, Gembala Agung memperhatikan kita dengan segala penderitaan, air mata dan juga kekotoran kita. Ia mau membasuh kita untuk menyempurnakan kita.

Tuhan memberkati.


Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kunjungan di Palangkaraya I, 28 Juni 2016 (Selasa Sore)
    ... air sejuk bagi jiwa yang dahaga demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh. Injil keselamatan adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Bukti selamat adalah Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat. Bertobat berhenti berbuat dosa dan kembali kepada ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Oktober 2019 (Rabu Sore)
    ... meterainya. Di sini Yesus tampil sebagai singa dari suku Yehuda dan tunas Daud yang mampu membukakan rahasia firman Allah--'Ia dapat membuka gulungan kitab itu'-- dan Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti seperti singa yang mengaum. YESUS SEBAGAI SINGA DARI SUKU YEHUDAAmos - . Sungguh Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 November 2011 (Kamis Sore)
    ... kandang penggembalaan. Masuk kandang menjadi domba-domba yang tergembala dengan baik carang melekat pada pokok anggur yang benar. Maka hidup kita akan menjadi baik dan tertata rapi. Dalam penggembalaan Tuhan memberikan kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia. Tetapi kenyataan yang ada adalah gembala dibunuh sehingga domba-domba tercerai-berai Matius ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Desember 2011 (Sabtu Sore)
    ... Tuhan. Menjadi nazir Allah. Hidup dalam urapan Roh Kudus. Membuat orang bertobat. Menjadi pelopor pendahulu. Ad. . Hidup dalam urapan Roh Kudus. Yohanes Pembaptis penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Demikian pula kita juga harus penuh dengan Roh Kudus. Tingkatan kepenuhan Roh Kudus Dipimpin oleh Roh Kudus. Tandanya adalah mulai menaruh perhatian pada perkara-perkara rohani seperti ...
  • Ibadah Doa Malang, 23 Januari 2020 (Kamis Sore)
    ... khusus dari setiap orang yang terdorong hatinya haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu. Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka emas perak tembaga kain ungu tua kain ungu muda kain kirmizi lenan halus bulu kambing kulit domba jantan yang diwarnai merah kulit lumba-lumba dan kayu penaga minyak ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 November 2009 (Senin Sore)
    ... kita terhadap Firman pengajaran yang benar akan menentukan nasib kita nantinya apakah terangkat atau tertinggal. Contohnya adalah Maria dan Marta. Lukas - Dipisahkan disini berdasarkan sikap terhadap pengajaran yang benar. Marta sibuk melayani Tuhan tapi tidak mendengarkan Firman perkataan Yesus melayani tanpa Firman yang benar. Praktiknya tidak menempatkan Yesus sebagai ...
  • Ibadah Raya Malang, 20 Januari 2013 (Minggu Pagi)
    ... kita. Yesus mati untuk mengampuni melepaskan kita dari dosa. Yesus bangkit untuk membenarkan kita. Akibat menolak kematian dan kebangkitan Yesus Manusia hamba Tuhan anak Tuhan tidak percaya Yesus sehingga tetap hidup dalam dosa artinya Tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan. Tidak pernah menyesali dosa bahkan menikmati dosa. ...
  • Ibadah Raya Malang, 26 Februari 2012 (Minggu Pagi)
    ... yang kita hadapi. Praktiknya adalah kita harus menjadi imam-imam dan raja-raja apapun resiko yang kita hadapi. Imam adalah seorang yang memangku jabatan pelayanan. Imam adalah seorang yang beribadah melayani Tuhan. Raja adalah kehidupan yang berkemenangan. Mengapa disebut imam-imam dan raja-raja imamat rajani Sebab Tuhan menghendaki imam-imam yang menang atas dosa menang atas halangan ...
  • Ibadah Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2008 (Rabu Malam)
    ... terpisah dari Tuhan karena tidak mau berhenti berbuat dosa karena mempertahankan dosa. Ini adalah maut yang seringkali tidak disadari. Kematian kedua yaitu di neraka lautan api dan belerang. Wahyu - . Kalau mati jiwa dan roh maka pasti akan masuk dalam kematian kedua di neraka. Gereja Tuhan di akhir jaman akan menghadapi ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 September 2014 (Sabtu Sore)
    ... Roh Kudus. Ada pribadi yang ditampilkan dalam Lukas - Yesus. Perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Simon orang Farisi. Malam ini kita belajar mengenai pribadi yang pertama yaitu Yesus. ad. . Yesus. Yesus adalah satu-satunya manusia yang sempurna suci dan benar sama dengan tidak berdosa. Bukti-bukti bahwa Yesus adalah manusia yang tidak berdosa Yesus ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.