English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 19 Desember 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
1 Petrus 2:1-2
2:1. Karena itu...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Oktober 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 April 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:7-8, nubuat kedua tentang bangsa-bangsa.
Bangsa-bangsa di dunia akan menghadapi kegoncangan-kegoncangan, baik secara...

Ibadah Pendalaman Akitab Malang, 04 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 7:8
7:8...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
= nubuat ke-6= perumpamaan tentang pohon ara. Kita sudah belajar soal pohon ara yang...

Ibadah Raya Malang, 14 Juni 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman Allah...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Februari 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3...

Ibadah Kunjungan di Medan V, 30 Januari 2020 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Doa Malang, 08 Oktober 2019 (Selasa Sore)
Dari rekaman Ibadah Doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Roma 3:23
3:23. Karena semua orang...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 17 Mei 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 11:7
11:7...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Juni 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 3: 1-7
3:1. Kemudian Yesus masuk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Maret 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian.

Sebenarnya, ada 2x7 percikan darah yang dilakukan oleh Harun...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Desember 2016 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan di Batam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 07 Februari 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita sudah mempelajari Wahyu 4:1, yaitu pintu sorga terbuka (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 27 Januari 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 03 Februari 2016). Sekarang kita berada pada ayat dua.

Wahyu 4: 2
4:2. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

Rasul Yohanes dikuasai oleh Roh Kudus sehingga melihat takhta di sorga dan di takhta itu duduk Seorang. Takhta ini juga pernah dilihat oleh nabi Yesaya, yang juga dikuasai oleh Roh Kudus.

Yesaya 6: 1
6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat TUHAN duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

Dalam Yesaya 6: 1, ada 2 macam takhta:

  1. Takhta raja Uzia = takhta manusia di dunia.
  2. Takhta TUHAN di sorga.

Manusia daging tanpa Roh Kudus--berpandangan daging--sekalipun hebat, hanya bisa melihat takhta manusia di bumi, tetapi manusia rohani--yang dikuasai Roh Kudus--bisa melihat takhta TUHAN di sorga.

AD.1 TAKHTA RAJA UZIA = TAKHTA MANUSIA
2 Tawarikh 26: 16-17

26:16. Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
26:17. Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;

Ayat 1 = tentang raja Uzia.
Takhta manusia--takhta raja Uzia--adalah tinggi hati/kesombongan; sama dengan keras hati yaitu 'hatiku adalah rajaku'; apa yang ada di hati, itu yang harus diikuti.

Praktik keras hati:

  1. 2 Tawarikh 26: 16-18
    26:16. Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
    26:17. Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;
    26:18. mereka berdiri di depan raja Uzia dan berkata kepadanya: "Hai, Uzia,
    engkau tidak berhak membakar ukupan kepada TUHAN, hanyalah imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang berhak membakar ukupan! Keluarlah dari tempat kudus ini, karena engkau telah berubah setia! Engkau tidak akan memperoleh kehormatan dari TUHAN Allah karena hal ini."

    Praktik keras hati yang pertama: setelah diberkati, menjadi sombong; mengangkat diri lebih tinggi dari orang lain--sampai lebih tinggi dari imam-imam--, sehingga salah dalam tahbisan.
    Artinya:


    1. Melayani tidak sesuai dengan jabatan pelayanan dari TUHAN.
      Raja ada jabatannya sendiri. Kalau membakar ukupan, hanya jabatan imam yang boleh. Tetapi raja Uzia mengambil jabatan imam dan membakar ukupan; karena ia merasa lebih tinggi dari imam.

      Ini yang sekarang sering terjadi. Bukan jabatan gembala, tetapi memaksakan diri menjadi gembala sehingga tidak bisa memberi makan sidang jemaat--tidak bisa menunaikan tugas sebagai seorang gembala. Itu kesombongan, bukan takhta TUHAN tetapi takhta manusia; TUHAN tidak ada di sana.


    2. Melayani tetapi tidak sesuai dengan ketentuan firman pengajaran benar. Salah satunya adalah ajaran Izebel.
      Ajaran yang benar adalah wanita tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki, tetapi ajaran Izebel memperbolehkan.

      Wahyu 2: 20
      2:20. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

      Dalam jemaat Tiatira ada ajaran Izebel, yaitu wanita boleh mengajar dan memerintah laki-laki; berarti wanita menempatkan diri sebagai kepala dari laki-laki, sehingga TUHAN Yesus tidak menjadi kepala.

      Susunan yang benar adalah Yesus sebagai kepala dari laki-laki, dan laki-laki menjadi kepala dari wanita.
      Kalau wanita menjadi kepala dari laki-laki, maka bukan Yesus lagi yang menjadi kepala, berarti ular; seperti peristiwa di taman Eden. Hawa yang menentukan semua.
      Akhirnya Hawa menjadi kepala atas Adam, dan ular yang menjadi kepala atas rumah tangga.

      1 Timotius 2: 11-14
      2:11. Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
      2:12. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki;
      hendaklah ia berdiam diri.
      2:13. Karena
      Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
      2:14. Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan
      perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

      Dikaitkan dengan kejatuhan Hawa: 'Semua buah pohon dalam taman ini, boleh kamu makan buahnya dengan bebas kecuali satu.' Artinya wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu, yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Ini yang sekarang banyak dimakan, sehingga bukan takhta TUHAN yang ada di dalam ibadah, tetapi takhta manusia--kekerasan hati.

      Dalam ibadah, sebenarnya emansipasi sudah ada. Semua sudah ditempatkan oleh TUHAN; pria sebagai kepala, wanita sebagai tulang rusuk--tubuh. Sama-sama penting. Kalau punya kepala tetapi tidak punya rusuk, akan mati. Sebenarnya tidak perlu emansipasi.
      Emansipasi = wanita menuntut persamaan hak dengan laki-laki.

      Emansipasi saja sudah salah, apalagi mau menjadi kepala dalam nikah dan rumah tangga. Jelas-jelas salah! Ini kesombongan/kekerasan hati.


    2 Tawarikh 26:17-18
    26:17. Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;
    26:18. mereka berdiri di depan raja Uzia dan berkata kepadanya: "Hai, Uzia, engkau tidak berhak membakar ukupan kepada TUHAN, hanyalah imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang berhak membakar ukupan! Keluarlah dari tempat kudus ini, karena engkau telah berubah setia! Engkau tidak akan memperoleh kehormatan dari TUHAN Allah karena hal ini."

    Sikap kita: kita harus tegas dalam tahbisan dan ajaran yang benar! Kita jangan ragu, sebab ini yang harus kita pertanggungjawabkan saat kedatangan TUHAN yang kedua kali, yaitu apa yang kita kerjakan dan ajarkan.

    Jangan sungkan-sungkan! Kalau sungkan, rugi. Kalau tidak benar, jangan! Kalau benar, teruskan.

    Markus 6: 30
    6:30. Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.

    'semua yang mereka kerjakan' = tahbisan.
    'ajarkan' = pengajaran.

    Kisah Rasul 1: 1-2
    1:1. Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus,
    1:2.
    sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.

    'yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat' = Yesus sudah terangkat ke sorga karena mempertahankan tahbisan dan ajaran yang benar. Begitu juga dengan kita. Kita harus tegas dalam tahbisan dan ajaran yang benar, sampai kita terangkat bersama Yesus saat kedatangan-Nya kedua kali.

    Mulai dari perjanjian lama sampai perjanjian baru, semua harus tegas. Ini yang menentukan! Kalau tahbisan dan ajaran kita benar, kita akan terangkat. Kalau tidak benar, tidak bisa, sebab kepalanya bukan Yesus. Bukan sok benar atau kebenaran sendiri; terserah apa kata orang--kita sama-sama manusia--, kecuali kalau TUHAN yang berkata. Asalkan ukuran kita adalah alkitab, supaya kita terangkat saat Yesus datang kedua kali.

    "Kalau kebenaran sendiri bukan berdasarkan alkitab, tetapi dari buku-buku lain atau dari catatan saya sendiri."


  2. 2 Tawarikh 26: 19
    26:19. Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.

    Praktik keras hati yang kedua: marah terhadap pemberitaan firman pengajaran benar, yang menunjuk dosa-dosa--menusuk hati.

    Kalau firman menunjuk dosa, saat itu hati kita ditusuk oleh pedang firman. Seharusnya hati terharu, yaitu mengaku dosa dan memohon ampun pada TUHAN. Tetapi raja Uzia marah--menolak pedang firman pengajaran yang benar.

    Sama seperti Herodes yang marah ketika ditegor soal nikah oleh Yohanes Pembaptis: 'Tidak halal engkau mengambil isteri Filipus, saudaramu!' Yohanes tetap tegas sekalipun ia menghadapi seorang raja. Seandainya saat ditusuk firman dia mengaku, maka masih bisa tertolong.
    Dua hal ini banyak orang yang tidak bisa terima, yaitu soal tahbisan--raja Uzia--dan soal nikah--raja Herodes.

    Raja adalah gambaran kehidupan yang diberkati dan lain-lain. Hati-hati! Banyak yang menjadi takhta manusia saat diberkati, bukan lagi takhta TUHAN. Termasuk kami para hamba TUHAN.


  3. 2 Tawarikh 26: 19
    26:19. Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.

    Praktik keras hati yang ketiga: terkena kusta, artinya:


    1. Arti yang pertama: putih tetapi kusta = kebenaran diri sendiri, artinya:


      1. kebenaran di luar firman Allah.
        Celakanya, sekarang lebih banyak yang mendukung yang di luar firman. Justru yang sesuai firman yang dicela. Penyakit kusta ini cepat menjalar.

        "Misalnya, alkitab mengatakan: 'Tidak boleh mencuri!', tetapi orang mengatakan: 'Boleh, kalau dalam keadaan terdesak.' Sekarang, yang didukung yang mengatakan: Boleh. Ini kebenaran diri sendiri. Ada alasan-alasan daging yang dibuat-buat untuk mendukung karena tanpa urapan sehingga pandangannya daging; akhirnya berdebat. Yang banyak, soal kawin cerai: 'Dia masih muda, mana mungkin tahan?' Kalau takhta manusia, memang tidak kuat. Tetapi kalau takhta TUHAN, luar biasa."


      2. Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, TUHAN, dan pengajaran yang benar.


    2. Arti yang kedua: kenajisan.
      Dalam kitab Imamat, orang yang sakit kusta harus mengenakan pakaian yang dicabik-cabik, menutupi wajahnya dan berteriak: 'Najis, najis!', supaya tidak ada orang yang lewat sana.

      Kenajisan yaitu:


      1. Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
      2. Dosa kawin mengawinkan: dosa percabulan, penyimpangan seks, sampai nikah yang salah.

        "Soal homoseks dan lesbian, sekarang menjadi pembicaraan hangat. Banyak pro dan kontra. Di kalangan Kristen, sudah banyak negara yang menyetujui. Orang lain yang di luar TUHAN, banyak yang tidak setuju. Tetapi di kalangan Kristen, beberapa negara malah menyetujui. Coba bayangkan, betapa rusaknya, takhta TUHAN; dirusak oleh takhta manusia. Tidak kelihatan lagi takhta TUHAN."

        Nikah yang salah sekarang juga disahkan. Tinggal satu yang belum diakui secara terang-terangan--ini yang terakhir--, yaitu seks bebas atau kawin mengawinkan. Kalau ini sudah diakui, tidak lama lagi TUHAN datang.

Inilah takhta manusia, yaitu kesombongan/ketinggian hati--kekerasan hati. Hati-hati! Terutama saat diberkati, manusia bisa keras hati, tetapi saat dalam kekurangan, juga bisa keras hati.
Tadi, disebutkan 'dalam tahun matinya raja Uzia', artinya takhta manusia membawa kita pada kematian rohani--kering rohani--sampai kematian kedua di neraka selamanya--kebinasaan kekal.

Dalam Wahyu 4, rasul Yohanes ketika diurapi Roh Kudus, ia bisa melihat sorga. Kalau tidak diurapi, daging hanya dapat melihat takhta manusia.

Yesaya 6: 1
6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat TUHAN duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

Setelah raja Uzia mati, takhta TUHAN baru terlihat. Artinya takhta manusia harus dihancurkan--bagaikan raja Uzia mati--baru bisa melihat dan merasakan takhta TUHAN/takhta sorga. Tidak bisa dua-duanya, harus pilih salah satu! Pilih takhta sorga atau takhta manusia. Pilih sorga atau neraka. Tidak bisa netral/di tengah-tengah. Kalau mau memilih takhta sorga, takhta manusia harus dihancurkan.

Takhta manusia adalah kekerasan hati. Jadi, kekerasan hati--hati yang dikuasai daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya--harus dihancurkan, sehingga menjadi hancur hati--hati yang dikuasai Roh Kudus. Itulah takhta TUHAN.
Biarlah malam ini jangan keras hati, tetapi hancur hati.

Pengertian hancur hati:

  1. Mazmur 119: 20, 22
    119:20. Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.
    119:22. Gulingkanlah dari atasku cela dan penghinaan, sebab aku memegang peringatan-peringatan-Mu.

    Pengertian hancur hati yang pertama: Roh Kudus menolong kita untuk bisa merindu--menghargai firman Allah.

    Kita bisa mendengar firman Allah dengan sungguh-sungguh, mengerti firman Allah, percaya/yakin pada firman Allah--menjadi iman--, sampai mempraktikkan firman Allah.
    Kalau keras hati, saat firman datang malah marah.

    Kalau sudah bisa menghargai firman Allah, maka dikatakan: 'Gulingkanlah dari atasku cela dan penghinaan'. Artinya: kita mengalami penyucian terus-menerus dari cacat-cela/dosa-dosa, sampai satu waktu kita tidak bercacat cela. Berarti menjadi sempurna seperti Yesus.

    Seperti pernah diajarkan dalam kitab Hosea: waktu pemberitaan firman pengajaran, TUHAN membungkuk--artinya menghormati--untuk memberi makan. Sekarang artinya kita menghargai firman Allah.


  2. Lukas 20: 17-18
    20:17. Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?
    20:18.
    Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."

    'Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru' = Yesus yang disalibkan.
    Yesus adalah batu indah yang dibuang oleh tukang bangunan. Seringkali kita salah pilih, batu yang indah dibuang dan batu yang jelek dipakai. Seringkali kita seperti Yudas, yaitu batu yang indah--Yesus--dijual dan yang jelek--ahli taurat; orang farisi--dia pilih.

    Semua bergantung hati. Kalau keras hati seperti Yudas--mempertahankan dosa--pasti salah pilih. Tidak mungkin tidak! Tetapi kalau hancur hati, kita akan memilih sorga.

    'barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur' = kehidupan yang hancur hati.
    'barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk' = kehidupan yang keras hati.

    Pengertian hancur hati yang kedua: 'jatuh ke atas batu' = Roh Kudus menolong kita untuk bisa menghargai kurban Kristus--mau jatuh di atas batu penjuru.

    Praktiknya: kita harus ada ketegasan untuk mengalami kelepasan dari dosa-dosa, sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Ini namanya menghargai kurban Kristus, bukan hanya menangis saat perjamuan suci, tetapi juga diikuti dengan praktik.
    Kalau keras hati, satu waktu kita akan remuk; hancur lebur dan tidak bisa tertolong lagi.

    Batu itu tegas/keras, tidak ada batu lembek. Kalau sekarang lepas dari dosa, tetapi besok berbuat lagi, itu bukan batu.

    Proses untuk bisa lepas dari dosa sampai puncaknya dosa:


    • Iman/percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat lewat mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus.

      Sekarang banyak diajarkan iman dari melihat. Memang bisa terjadi, tetapi sebenarnya doa kita sudah diserobot oleh setan--setan yang memberi. Tetapi nanti akibatnya, kita hancur.
      Saat dikabulkan bisa percaya, tetapi saat tidak dikabulkan akan kecewa, putus asa dan tinggalkan TUHAN

      Iman yang benar berasal dari mendengar firman Kristus. Seperti Abraham, diperintahkan oleh TUHAN untuk pergi dari negerinya; tidak tahu negeri mana yang akan dituju.


    • Bertobat: berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN--mati terhadap dosa.
    • Baptisan air.
      Roma 6:4

      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Kolose 2: 11-12
      2:11. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
      2:12. karena dengan Dia
      kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

      Dulu dalam perjanjian lama, penyucian adalah sunat yang jasmani--menanggalkan kulit khatan; sekarang sunat yang rohani yaitu menanggalkan dosa-dosa lewat dikuburkan dalam baptisan air.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, kemudian bangkit dari dalam air bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru.

      Kalau tidak mau baptisan air, tidak bisa menuju takhta TUHAN, sebab di sorga ada lautan kaca, itulah baptisan air.
      Kalau belum dikuburkan bersama Yesus, berarti belum dibaptis--baptisannya tidak benar. Mari, sungguh-sungguh! Bukan menurut ajaran gereja a atau gereja b; aliran a atau aliran b; pendeta a atau pendeta b; tetapi menurut firman.

      Tadi, ada 2 saksi (Roma 6: 4 dan Kolose 2: 11-12), bahwa baptisan air artinya dikuburkan.


    • Baptisan Roh Kudus, yang menghasilkan hidup baru.


    Baptisan air dan baptisan Roh Kudus sama-sama menghasilkan hidup baru yaitu hidup dalam kebenaran.
    Kalau keras hati--takhta manusia--, malah mempertahankan dosa, enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa; sama dengan menghina kurban Kristus. Akibatnya ditimpa oleh batu penjuru sampai remuk, hancur lebur dan binasa.

    Tinggal menunggu waktu. Kalau belum dihukum, itu karena masih ada panjang sabarnya TUHAN yaitu lewat pemberitaan firman dan masih ada doa penyahutan dari seorang gembala.

    "Seperti pohon ara yang di kebun anggur, sudah 3 tahun tetapi belum berbuah. Pemilik kebun hendak menebang pohon ara itu, tetapi masih ada penjaga kebun yang memohon, supaya menunggu sampai tahun depan."

    Tetapi perpanjangan sabar TUHAN ada batasnya. Kalau sudah habis batasnya, akan remuk, hancur lebur, dan binasa.


  3. Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Pengertian hancur hati yang ketiga: Roh Kudus menolong kita untuk bisa berdoa dan menyembah TUHAN dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan; dengan hancur hati; penyerahan sepenuh sampai bisa berbahasa Roh.

    Manusia daging yang keras, tidak bisa berdoa menyembah TUHAN; kering.

    Yesaya 57: 15-16
    57:15. Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.
    57:16. Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan.

    TUHAN bersemayam di takhta-Nya yang tinggi, tetapi juga bersama orang-orang yang hancur hati.
    Hancur hati artinya merasa tidak layak--banyak kesalahan dan kekurangan--, tidak mampu, tidak berdaya apa-apa; hanya bergantung pada belas kasih TUHAN. Ini yang menarik hadirat TUHAN datang pada kita, sehingga kita menjadi takhta TUHAN di bumi.

    Hasilnya:


    • Yesaya 57: 16
      57:16. Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan.

      Hasil yang pertama: TUHAN memberi kekuatan ekstra sehingga kita tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN; tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir, tetap percaya dan berharap TUHAN; tidak mundur sedikit pun.

      Kalau ada masalah yang menyusahkan, mari dengarkan firman, hargai kurban Kristus--lepas dari dosa--, kemudian menyembah TUHAN. Kita menjadi takhta TUHAN. Hanya itu rumusnya.

      Hati-hati! Kalau sudah tidak semangat lagi dalam ibadah pelayanan, berarti sudah beralih kepada takhta manusia bahkan takhta setan.


    • Yesaya 57: 18
      57:18. Aku telah melihat segala jalannya itu, tetapi Aku akan menyembuhkan dan akan menuntun dia dan akan memulihkan dia dengan penghiburan; juga pada bibir orang-orangnya yang berkabung

      Hasil yang kedua: memberi penghiburan= memberikan kebahagiaan sorga, sehingga kita bisa berbahagia sekalipun di tengah penderitaan.

      Tidak bisa diterangkan, tetapi semoga menjadi pengalaman kita. Mungkin saat-saat kita tidak punya uang, saat berpuasa, tetapi kalau kita bisa berdoa menyembah TUHAN, kita bisa berbahagia.
      TUHAN mengatakan: 'Berbahagialah orang lapar,' ini kebahagiaan sorga. Kalau di dunia, tidak ada.

      "Saat kita berpuasa, kita merasa lapar. Tetapi saat kita berpuasa dan berdoa menyembah TUHAN, kita bisa kuat lagi. Seringkali saya juga kurang kuat. Banyak tugas, kemarin baru selesai tetapi masih harus mengajar, lalu besoknya doa puasa sampai tiga session. Kadang-kadang selesai session II, saya tidak kuat. Tetapi isteri saya berkata: 'Ayo, kuatkan, kuatkan.' Begitu masuk session III, saya malah lupa makan sampai jauh malam."

      Inilah kebahagiaan sorga, kekuatan dari TUHAN. Mungkin suami atau isteri tidak tahu, tidak usah sampai merasa kiamat. Cukup datang pada TUHAN dengan hancur hati, Dia yang memberi penghiburan.


    • Hasil yang ketiga: 'Aku akan menyembuhkan' = TUHAN sanggup menyelesaikan segala masalah, sampai yang mustahil.
      Kalau kita sudah menjadi takhta TUHAN, semua ada di sana.


    • Yesaya 57: 19
      57:19. Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat--firman TUHAN--Aku akan menyembuhkan dia!

      Hasil yang keempat: memberikan damai sejahtera, artinya kita tidak merasakan lagi apa yang daging rasakan--kepahitan, kenajisan, kejahatan, kekuatiran, letih lesu, beban berat--, tetapi hanya merasakan bahwa kita mengasihi TUHAN lebih dari semua, sehingga semua menjadi enak dan ringan--seperti lautan yang teduh.

      Saat kita sakit hati, mari menyembah TUHAN, serahkan kepada TUHAN sampai tidak merasa apa-apa lagi dan justru kita malah merasa kasihan pada orang tersebut.


    • Hasil yang kelima: menyatukan dan menyempurnakan Israel dengan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita sorga.

      'bagi mereka yang jauh' = bangsa kafir.
      'bagi mereka yang dekat' = bangsa Israel.

      Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai tubuh Kristus yang sempurna.


    • Yesaya 57: 18
      57:18. Aku telah melihat segala jalannya itu, tetapi Aku akan menyembuhkan dan akan menuntun dia dan akan memulihkan dia dengan penghiburan; juga pada bibir orang-orangnya yang berkabung

      Wahyu 7: 17
      7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

      Hasil yang keenam: sesudah disatukan dan disempurnakan, kita dituntun menuju takhta sorga--Yerusalem baru. Tidak ada lagi setetespun air mata; kita berbahagia bersama TUHAN.

Seperti rasul Yohanes melihat takhta sorga, mari, kita juga melihat takhta sorga. Mari, sungguh-sungguh serahkan hidup kita ke dalam tangan TUHAN. Jangan menjadi takhta manusia atau takhta setan--keras hati. Itu akan dibuang. Tetapi biarlah malam ini kita hancur hati, menjadi takhta TUHAN, sampai kita bisa menyembah kepada TUHAN; menyeru nama TUHAN.

Raja Hizkia sudah divonis oleh TUHAN sendiri, tetapi karena ia merendahkan diri dan hancur hati, TUHAN menjawab doanya. Raja Uzia hebat, tetapi sombong, dan akhirnya hancur.

TUHAN sanggup melakukan segala sesuatu dalam kehidupan kita, TUHAN akan menolong kita semua.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top