English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 21 Desember 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6 : 12-13
6:12...

Ibadah Doa Malang, 04 Januari 2011 (Selasa Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:
26:2. "Kamu tahu, bahwa dua hari...

Ibadah Doa Malang, 26 Mei 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 5:42-44, "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang...

Ibadah Raya Malang, 25 Juni 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 September 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda Ibadah Kunjungan di Tentena-Poso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Mei 2018 (Jumat Sore)
Dari siaran tunda ibadah doa di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Februari 2019 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan baptisan air

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 4-5=> dosa dan penderitaan.
13:4. Atau...

Ibadah Raya Malang, 21 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan Penataran I Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Malang, 20 September 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Raya Malang, 22 Februari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 percikan...

Ibadah Doa Malang, 18 November 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

Matius 26= terkena pada buli-buli emas berisi manna (kehidupan yang tahan uji dan sama sempurna seperti...

Ibadah Raya Malang, 17 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26 secara keseluruhan menunjuk pada buli-buli emas berisi manna, yakni kehidupan yang diubahkan menjadi sama sempurna seperti Yesus.

Matius 26:6-13 adalah tentang...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Januari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia,...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 November 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: Menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
12:55. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
12:56. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

'Banyak orang'= banyak orang kristen termasuk hamba/pelayan Tuhan, yang hanya mengutamakan--mengejar--tanda-tanda jasmani atau perkara duniawi, sehingga tidak mendapatkan tanda-tanda rohani; sama dengan tidak mengetahui tentang akhir zaman terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali. Akibatnya ketinggalan saat Yesus datang, berarti kehilangan keselamatan, dan binasa untuk selamanya. Ini yang banyak terjadi, di dalam ibadahpun hanya mengejar tanda-tanda jasmani.

Kita sudah mempelajari tentang awan dan hujan (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 27 Oktober 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 03 November 2018).
Sekarang kita belajar ayat 55, yaitu ANGIN--hanya tahu tentang angin selatan secara jasmani.

Angin selatan adalah angin panas yang menumbuhkan tanaman secara jasmani sehingga berbuah. Mereka tahu, karena menghasilkan keuntungan jasmani. Tetapi sayang, tidak tahu tentang angin selatan secara rohani yang menumbuhkan kerohanian sampai berbuah-buah.

Apa pengertian angin secara rohani? Kuasa Roh Kudus.
Kisah Rasul 2: 1-2
2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

Banyak kehidupan kristen yang mengejar perkara jasmani, sampai mengorbankan perkara rohani, sehingga kering rohani--tanpa Roh Kudus.

Jadi sehebat apapun manusia di dunia ini--kaya, pandai, punya kedudukan tinggi--, tanpa Roh Kudus, ia hanya manusia darah daging yang berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan, perzinahan, nikah yang salah), sampai binasa selamanya.

Oleh sebab itu kita harus mengalami angin yang rohani yaitu mengalami urapan Roh Kudus, kepenuhan Roh Kudus sampai meluap-luap dalam Roh Kudus--seperti yang sudah terjadi di loteng Yerusalem.
Jangan sampai mengorbankan yang rohani! Tanpa Roh Kudus, semua tidak ada artinya, sia-sia bahkan binasa selamanya.

Syarat untuk mengalami kepenuhan Roh Kudus sampai meluap-luap dalam Roh Kudus:

  1. Kisah Rasul 1: 4-5
    1:4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
    1:5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan
    dibaptis dengan Roh Kudus."

    Syarat pertama menerima Roh Kudus: harus tetap tinggal di Yerusalem--kota damai.
    Artinya: kita harus memiliki hati damai sejahtera, yaitu:


    1. Kita harus saling mengaku dan mengampuni.
      Kalau kita berbuat dosa, kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Kalau benar, kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
      Hasilnya: darah Yesus mengampuni dosa-dosa kita.

      Setelah dosa disingkirkan, barulah kita merasakan hati damai. Kita tidak tertuduh dosa sendiri dan tidak menuduh orang lain.


    2. Tidak ada lagi kejahatan, kenajisan, kepahitan hati--iri, benci, dendam--, ketakutan/kekuatiran, tetapi hanya merasakan kasih Allah dalam hati kita.


  2. Kisah Rasul 1: 12-14
    1:12. Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
    1:13. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
    1:14. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

    Tanpa angin selatan, tanaman akan mati; begitu juga kita, tanpa Roh Kudus kita tidak bisa apa-apa.
    Di Bukit Zaitun ada tempat pemerasan; buah zaitun yang sudah masak, dijemur, kemudian diperas sampai keluar minyaknya menjadi minyak urapan untuk dituangkan kepada raja, imam, dan nabi.

    Syarat kedua menerima Roh Kudus: bertekun dalam doa penyembahan, kalau perlu ditambah dengan puasa dan doa semalam suntuk.

    Doa penyembahan adalah pemerasan/penyaliban daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya sehingga kita bisa taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan sampai daging tidak bersuara lagi. Daging ini yang membuat kita tidak bisa taat.

    Kalau sudah taat, ditambah hati damai, Roh Kudus akan dicurahkan dalam hidup kita--kita mengalami baptisan Roh Kudus; mengalami urapan sampai meluap-luap dalam Roh Kudus.
    Kisah Rasul 5: 32
    5:32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."

    Tanpa Roh Kudus, semua akan sia-sia dan binasa. Tetapi mari kesempatan ini kita mohon Roh Kudus. Caranya: jaga hati damai--hanya merasakan kasih Allah--, dan bertekun dalam doa--pemerasan daging sampai mendapat hati yang taat. Di situlah kita mengalami urapan Roh Kudus.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Kegunaan pertama: kita hidup; dosa dimatikan--tadi kalau angin selatan bertiup, tanaman akan hidup.
    Roma 8: 13
    8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    Roh Kudus mematikan virus dosa--yang tidak disadari dan tidak bisa dilihat, terutama kebenaran sendiri--, bakteri dosa, sampai ulat dosa (perbuatan dosa) yang bercokol di dalam daging kita.
    Kebenaran sendiri= selalu menyalahkan orang lain sampai menyalahkanTuhan.

    Roh Kudus mematikan semua dosa sehingga kita bisa hidup benar sampai hidup dalam kesucian--kita mengalami pertumbuhan ke arah kedewasaan rohani.
    Malam ini juga kalau Roh Kudus bertiup, semua dosa akan mati, dan kita bisa hidup benar sampai hidup dalam kesucian.
    Buang semua yang tidak benar!


  2. Roma 12: 11
    12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Kegunaan kedua: Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
    Ini adalah bukti kerohanian kita bertumbuh, kita bisa bekerja;melayani.

    Sesudah hidup benar dan suci, barulah kita bisa beribadah melayani Tuhan.
    Kalau malas, berarti masih manusia daging, dan dosa-dosa akan masuk.

    Tinggal dua pilihan: kalau tidak setia beribadah melayani, pasti bekerja untuk setan yaitu berbuat dosa. Karena itu kita harus saling mengingatkan supaya kita melayani Tuhan.
    Setia berkobar dalam ibadah pelayanan sama dengan setia berkobar dalam pengutusan Tuhan sampai garis akhir, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

    Bekerja, sekolah, boleh, tetapi tanpa Roh Kudus, semua tidak ada artinya; hanya berbuat dosa. Tetapi kalau ada Roh Kudus, dosa akan mati, dan kita bisa bekerja untuk Tuhan sampai garis akhir sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

    Kalau point 1 dan 2 digunakan, kehidupan yang diurapi dan dipenuhi Roh Kudus sampai meluap-luap dalam Roh Kudus; kehidupan yang suci dan setia berkobar-kobar sama dengan biji mata Tuhan sendiri. Mata Tuhan bagaikan nyala api; kehidupan yang suci dan setia berkobar sama dengan nyala api. Jadi kehidupan yang suci dan setia berkobar-kobar sama dengan biji mata Tuhan sendiri.

    Hasilnya:


    1. Zakharia 2: 7-8
      2:7. Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!
      2:8. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya--:

      Hasil pertama: tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal--Babel--sehingga kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

      Hati-hati! Kalau pelayanan sudah kendor, akan keluar kotoran-kotoran--Babel sudah mulai menjamah.

      Suci dan setia tidak bisa dipisahkan. Kalau sudah malas beribadah, hati-hati, periksa kesucian, virus-virus dosa mulai masuk--menyalahkan orang tua, membentak orang tua, pikiran mulai najis. Bahaya! Sebentar lagi dia akan jatuh.

      Kalau menjadi biji mata Tuhan, kita bisa beribadah melayani mulai di rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.


    2. Roma 10: 15
      10:15. Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

      (terjemahan lama)
      10:15. Dan bagaimanakah mereka itu hendak memberitakan, jikalau tiada disuruh? Seperti yang tersurat:
      Alangkah eloknya segala tapak kaki orang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik.

      Hasil kedua: setiap langkah pengutusan adalah langkah yang indah; ada masa depan yang berhasil dan indah--'Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!'

      Jaga kesucian dan kesetiaan! Begitu merosot, yang jasmani akan merosot, masa depan juga merosot, sampai kehancuran.

      Malam ini jaga hati damai dan taat!


  3. Galatia 5: 22-23
    5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera(gambar Allah Bapa), kesabaran, kemurahan, kebaikan(gambar Anak Allah), kesetiaan,
    5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri
    (gambar Allah Roh Kudus). Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Kegunaan ketiga: Roh Kudus membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus; menghasilkan sembilan buah Roh. Ini adalah mujizat rohani yang terbesar.

    Sembilan buah Roh sama dengan gambar Allah Tritunggal.
    'Kesabaran'= sabar menunggu waktu Tuhan. Jangan pakai jalan sendiri di luar firman! Jalan sendiri di luar firman adalah jalan buntu dan kebinasaan.
    'Kemurahan'= dermawan; suka memberi--memberi waktu, tenaga, sampai memberi seluruh hidup.
    'Kebaikan'= berbuat baik sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.
    'Penguasaan diri'= jangan berharap orang lain tetapi Tuhan; jadi tenang.

    Kalau memiliki sembilan buah Roh berarti kita kembali pada gambar Allah Tritunggal; kembali pada ciptaan semula.
    Praktiknya: jujur.
    Pengkhotbah 7: 29
    7:29. Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

    Kalau jujur kita akan menjadi rumah doa, dan mujizat jasmani juga terjadi. Tidak usah takut! Dari tidak ada jadi ada; yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Mari, banyak doa!
    Langkah hidup kita adalah langkah mujizat, sampai langkah terakhir kalau Yesus datang kembali kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, sungguh-sungguh kembali pada ciptaan semula untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

Inilah angin rohani. Kembali pada yang rohani! Roh Kudus ada di dalam hidup kita untuk mematikan dosa--hidup benar dan suci--, ditambah taat, sampai berbuah-buah yaitu jujur. Tidak ada yang mustahil.

"Waktu om pertama diutus, untuk ongkos PP saja tidak cukup. Lalu masih ada dua orang kaum muda yang harus om sekolahkan. Tetapi di situlah letak rumah doa. Tuhan yang bertindak semua. Tuhan tolong. Sudah dapat pacar, bingung mau kasih hadiah apa, ada manisan mangga di jalan, hanya bisa beli itu."

Tetap bekerja dan sekolah, tetapi ditambah dengan yang rohani. Tangan kita terbatas, tetapi tangan Tuhan tidak terbatas, sampai pada kesempurnaan.
Datang pada Tuhan! Kekurangan dan kelemahan apapun, serahkan kepada Tuhan! Ada uluran tangan Roh Kudus.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-21 Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top