English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 Agustus 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 34
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Agustus 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 30 Maret 2018 (Jumat Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Medan III, 29 Januari 2020 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Doa Malang, 09 Juli 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan...

Ibadah Doa Malang, 11 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:10-11
25:10. "Haruslah mereka membuat tabut...

Ibadah Persekutuan Papua III, 03 Maret 2010 (Rabu Sore)
Ibrani 4: 12
1 Petrus 1: 24-25 = 2 makanan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 April 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Agustus 2019 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di India.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 08 Januari 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:14-15
2:14 Tetapi jawabnya: ôSiapakah yang mengangkat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Maret 2020 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 25-35 => segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut...

Ibadah Doa Malang, 03 Juni 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat 13]...

Ibadah Persekutuan di Semarang II, 21 September 2012 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:
I Korintus 3:9b
3:9b kamu adalah...

Ibadah Doa Ucapan Syukur Surabaya, 28 Desember 2009 (Senin Sore)
1 Tesalonika 5: 18
Kita harus mengucap syukur dalam segala hal.

3 hal...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 12 Oktober 2010 (Selasa Pagi)
Dalam doa puasa kali ini, kita belajar dari Musa. Musa berdoa dan berpuasa di atas...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 05 Agustus 2015 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita berada dalam kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA. Ini adalah jemaat bangsa kafir yang terakhir--jemaat ketujuh--dalam kitab Wahyu yang menunjukkan keadaan gereja TUHAN akhir zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015).

Wahyu 3: 16-19
3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18. maka Aku
menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia
Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

KEADAAN ROHANI jemaat di Laodikia adalah SUAM-SUAM KUKU.

Praktik suam-suam kuku: ayat 17= 'Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa'= hanya mengutamakan, membanggakan dan menggembar-gemborkan perkara jasmani/berkat jasmani, sampai mengabaikan Firman TUHAN; tidak butuh TUHAN/firman di dalam ibadah (di ayat 20, TUHAN ada di luar)--puas dengan perkara jasmani--, sehingga keadaan rohaninya melarat, malang, miskin, buta dan telanjang.
Akibatnya: terpuruk; dimuntahkan oleh TUHAN; tidak berguna di hadapan TUHAN, jijik, najis, terkutuk, terpisah dari TUHAN, sampai binasa selama-lamannya.

Oleh sebab itu, di ayat 18-19, TUHAN menegor dan menasihati dengan ketajaman pedang firman, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli harta/kekayaan Sorga dari Sorga.
Jika tegoran dan nasihat lewat firman diabaikan, maka TUHAN menghajar atau mencambuk jemaat Laodikia--kita semua--supaya membeli harta/kekayaan Sorga. Ini yang penting hari-hari ini!

Ada 3 kekayaan Sorga yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. emas yang dimurnikan dalam api (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015). Ini menunjuk pada iman yang murni; iman yang permanen; iman yang teruji; iman yang sempurna.


  2. Pakaian putih untuk menutupi ketelanjangan (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015).
  3. Minyak untuk melumas mata.

Malam ini kita masih mempelajari kekayaan Sorga yang kedua yaitu PAKAIAN PUTIH, 'supaya jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan.'

Yesus rela ditelanjangi sampai mati di kayu salib. Pakaian Yesus dirobek menjadi 4 bagian dan jubah-Nya diundi--hanya kehidupan yang mendapatkan kemurahan dan kepercayaan Yesus yang bisa menerima jubah-Nya, tidak semua diberi. Inilah pakaian putih, yaitu pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015).

Kita sudah belajar pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN, yaitu PAKAIAN PENGGEMBALAAN (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2015).
Perhatikan! Menjadi seorang gembala bukan dari keinginan sendiri; punya uang banyak, bisa membangun gereja, lalu menjadi gembala, bukan seperti itu. Tidak semua orang bisa menjadi gembala, buktinya, tidak bisa memberi makan sidang jemaat.

Sebenarnya bukan tidak mau memberi makan sidang jemaat, tetapi memang bukan karunia--kepercayaan--dari TUHAN untuk menjadi gembala.
Begitu juga dengan jemaat yang digembalakan. Tidak semua orang bisa digembalakan, tetapi hanya yang mendapat kemurahan dan kepercayaan TUHAN.

Malam ini, kita belajar arti dari pakaian putih--pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN--yang kedua.
2 Korintus 5: 18-19
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN yang kedua adalah 'mempercayakan pelayanan pendamaian'--PAKAIAN PELAYANAN.

Roma 3: 23

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,


Sebelum dipercayakan pakaian pelayanan, manusia harus diperdamaikan dahulu; sebab sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan diusir dari dunia, maka semua manusia di dunia sudah berbuat dosa--kehilangan kemuliaan Allah dan telanjang--, sehingga terpisah dari TUHAN dan harus binasa untuk selamanya.
Terbukti ketika di Taman Eden, saat TUHAN datang setelah Adam berbuat dosa, ia lari--terpisah dari TUHAN. Kita juga sudah berbuat dosa, telanjang, dan terpisah dari TUHAN--binasa--untuk selamanya.

Semua kehebatan yang ada di dunia ini--kepandaian, kedudukan, gunung emas--, bahkan manusia yang dipakai TUHAN sekalipun--rasul, nabi, rohaniawan dan lain-lain--tidak bisa menyelesaikan dosa.

Jalan keluarnya:
Roma 3:24-25
3:24 dan oleh
kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25 K
ristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

'jalan pendamaian' = korban pendamaian.
Jalan keluarnya adalah Yesus satu-satunya manusia yang tidak berdosa harus menjadi korban pendamaian di kayu salib--Yesus harus mati di kayu salib--untuk menebus dosa-dosa manusia--menutupi ketelanjangan manusia berdosa. Hanya ini satu-satunya jalan, tidak ada yang lain!

Proses berdamai:

  1. Mengaku dosa yang ada di dalam hati dan pikiran--angan-angan dosa--, termasuk mengaku dosa yang kita lakukan dan katakan, kepada TUHAN (vertikal) dan sesama (horisontal).
    Kalau dosa sudah diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kalau dosa yang sudah diampuni diperbuat lagi, maka pengampunannya batal.


  2. Mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

Kalau kita saling mengaku dan mengampuni, maka darah Yesus menyelesaikan semua dosa kita--menutupi ketelanjangan kita.

Hasil pendamaian:

  1. Roma 3: 24
    3:24 dan oleh
    kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

    Hasil pendamaian yang pertama, kita dibenarkan oleh darah Yesus, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran dan menjadi senjata kebenaran.

    "Sering saya katakan, kalau melayani TUHAN dengan menggunakan kendaraan yang rusak, tidak akan bisa. Harus dibenarkan dulu baru bisa melayani."

    Melayani TUHAN tidak bisa sembarangan! Ini namanya pakaian putih. Hanya orang yang mendapat kemurahan dan kepercayaan TUHAN yang bisa melayani.
    Banyak yang melayani TUHAN hanya karena ilusi--penyakit merasa; merasa dipakai, diberkati dan lain-lain, seperti jemaat Laodikia, padahal keadaannya hanya seperti mobil mogok. Ini yang bahaya!

    Mari malam ini, kita harus dibenarkan dulu, supaya bisa hidup dalam kebenaran. Setelah itu, kita baru bisa menjadi senjata kebenaran--bisa dipakai oleh TUHAN. Seperti di dalam 2 Korintus 5: 18, '...dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian'--kita diperdamaikan lebih dulu, baru dipakai oleh TUHAN.

    Senjata kebenaran adalah hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang melayani TUHAN dengan setia dan benar--menerima pakaian putih.

    Melayani dengan setia dan benar, inilah yang dituntut oleh TUHAN dari kita.
    Kalau setia, tetapi tidak benar, tidak ada gunanya; diminta mengambilkan minum malah mengambil nasi--tidak benar dan tidak ada gunanya.
    Atau benar, tetapi tidak setia; diminta mengambilkan nasi--sudah benar--, tetapi nasinya baru datang dua hari lagi--percuma, tidak ada gunanya.
    Jadi, benar dan setia tidak bisa dipisahkan.

    "Sering saya terangkan, setia dan benar ini seperti ikat pinggang. Kalau hanya memakai ikat pinggang setengah saja, tidak ada gunanya, bahkan bisa dianggap tidak waras."


  2. Ibrani 10: 10
    10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

    Hasil pendamaian yang kedua, kurban Kristus menyucikan kita; mulai dari hati, perbuatan, dan perkataan kita.

    Kalau kita disucikan--hati, perbuatan dan perkataan disucikan--maka kita bisa naik ke gunung yang suci--layak untuk menyembah TUHAN. Ini adalah puncak ibadah pelayanan kepada TUHAN.

    Di Matius 17, Yesus hanya mengajak 3 murid untuk naik ke gunung; tidak semua murid diajak. Hanya yang mendapat pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN yang bisa menyembah TUHAN, sedangkan murid-murid yang lain ada di bawah gunung dan menghadapi penyakit ayan.

    Mazmur 24: 3-4
    24:3 'Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempatNya yang kudus?'
    24:4 'Orang yang
    bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.'

    'bersih tangannya'= perbuatan suci.
    'murni hatinya'= hati suci.
    'tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu'= perkataan suci.
    Kalau perbuatan, hati dan perkataan suci, baru bisa naik ke gunung TUHAN.

    Apapun pelayanan kita, harus memuncak sampai naik ke gunung--memuncak sampai doa penyembahan kepada TUHAN. Di sinilah dibutuhkan kesucian.
    Kalau kesucian meningkat, maka penyembahan juga meningkat sampai ke puncak gunung; sebaliknya, kalau kesucian menurun, maka penyembahan juga pasti ikut merosot.

    Hasil doa penyembahan:


    1. Mazmur 24: 5
      24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

      Hasil doa penyembahan yang pertama, kita mengalami kuasa pemeliharaan dari TUHAN; menerima hujan berkat kemurahan TUHAN untuk memelihara hidup kita secara ajaib--mulai dari sekarang di masa yang sulit sampai saat antikris berkuasa di bumi 3,5 tahun.

      Hujan turun atau tidak bergantung pada kita mau banyak menyembah atau tidak.
      Mau menyembah atau tidak tidak bisa dipaksakan, tapi bergantung pada kesucian. Kalau suci, baru bisa menyembah TUHAN.

      Saat Yesus naik ke gunung bersama 3 murid, wajah-Nya berubah menjadi putih berkilau-kilau dan di sana ada Musa dan Elia.

      Hujan mengingatkan kita pada ELIA.
      Elia berdoa, sehingga hujan tidak turun selama 3,5 tahun. Setelah itu, Elia berdoa kembali dan hujan berkat turun. Oleh sebab itu, banyak berdoa, supaya hujan turun.

      Sistem kehidupan kita adalah sistem kerajaan Sorga--sistem Kanaan--yaitu lembah dan gunung, artinya hanya bergantung pada hujan kemurahan TUHAN, tidak bisa bergantung pada kekuatan kita sendiri atau dari dunia ini.
      Kalau sekarang hanya bergantung pada dunia ini, satu waktu pasti akan terbentur dengan sesuatu.

      Saat menghadapi masalah, jangan mengomel, karena pasti kering! Tidak ada hujan turun.
      Jangankan hujan berkat, air mata setetespun tidak turun.
      Padahal saat Maria menangis, TUHAN juga ikut menangis, artinya kalau masih ada setetes air mata, di situ TUHAN masih bisa menjangkau kehidupan kita. Tetapi kalau sudah kering--tidak bisa berdoa--, berarti sudah terpisah dari TUHAN.

      Banyaklah berdoa, supaya hujan turun atas kehidupan kita. Kita bergantung pada hujan kemurahan TUHAN. Kalau dulu, hujan manna. Nanti, kita mengalami hujan firman pengajaran dan perjamuan suci di padang gurun selama 3,5 tahun.


    2. Hasil doa penyembahan yang kedua, kita mengalami kuasa TUHAN untuk menghapus segala kemustahilan; kuasa untuk menyelesaikan semua masalah kita sampai yang mustahil sekalipun.
      Banyaklah berdoa menyembah kepada TUHAN, jangan mengomel!
      Kalau mengomel saat menghadapi masalah, kita justru menambah masalah/kemustahilan.

      Matius 17: 1-3

      17:1 E
      nam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
      17:2 L
      alu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
      17:3 Maka
      nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

      Kuasa untuk menghapus kemustahilan, diwakili oleh MUSA.
      Di akhir hidupnya, Musa melakukan satu kesalahan. Saat Musa menghadapi bangsa Israel yang bersungut-sungut karena haus dan mau melempari dia, Musa berseru kepada TUHAN dan TUHAN katakan: Berserulah kepada gunung batu itu, maka ia akan mengeluarkan air. Tapi Musa bukan berseru, melainkan memukul dengan tongkat, dan keluar air--mujizat terjadi-- tetapi TUHAN katakan: Musa tidak bisa masuk ke Kanaan dan harus mati.

      Tapi di Matius 17--ini gunung di tanah Kanaan--lewat gunung penyembahan bersama Yesus, Musa bisa menginjakkan kaki di tanah Kanaan. Ini kekuatan doa penyembahan. Sungguh sangat mustahil, tapi lewat doa penyembahan, kita mengalami kuasa TUHAN untuk menghapus kemusthailan; apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.


    3. Hasil doa penyembahan yang ketiga diwakili oleh YESUS.
      'Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.'--kita mengalami kuasa keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini mujizat rohani terbesar.

      Filipi 2: 8-11

      2:8 D
      an dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
      2:9 I
      tulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
      2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
      2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!


      Yesus taat sampai mati di kayu salib. Bagi kita sekarang artinya kita taat sampai daging tidak bersuara lagi, semua terserah pada TUHAN. Inilah pembaharuan.

      Seperti Abraham yang disuruh menyembelih anaknya, ia taat; Petrus diminta menebarkan jalanya di siang hari--terlihat mustahil dan tidak masuk akal--tapi Petrus taat.

      Yang membuat kita tidak taat--melawan, merasa lebih baik/lebih bijaksana dari TUHAN--adalah suara daging. Akibatnya kehancuran.
      Kehidupan yang tidak taat akan dikuasai dan dihancurkan oleh setan tritunggal--memiliki gambar setan tritunggal--dan binasa selama-lamanya.

      Sebaliknya, kalau taat dengar-dengaran, maka kita mengalami kuasa kemenangan atas setan tritunggal dan kita kembali pada gambar Allah Tritunggal.

      Sebenarnya manusia diciptakan sama mulia dengan TUHAN, tetapi karena berbuat dosa, maka manusia kehilangan gambar TUHAN dan yang ada hanya gambar setan tritunggal. Dulu, Adam dan Hawa juga tidak taat, sehingga gambar Allah hilang.

      Bukti memiliki gambar Allah Tritunggal: lidah sudah berkata jujur, benar dan baik; lidah tidak lagi dikuasai oleh 3 binatang buas.


      • Lidah berkata jujur, terutama soal pengajaran.
        Kita harus memiliki kepastian soal pribadi TUHAN! Bukan kita merasa paling benar. Sama sekali tidak, tetapi semua ada tolok ukurnya.

        Dimulai dari baptisan air, mulut harus mengaku mana yang benar dan mana yang salah. Kalau dasarnya berbeda maka semuanya pasti berbeda dan yang ada gambarnya setan.

        Dalam pengajaran yang benar, wanita tidak boleh mengajar di mana ada laki-laki, tapi kalau wanita boleh mengajar, ini sudah peristiwa di Taman Eden, dan sudah pasti berbeda semua.

        Jangan berkata: Semua sama kok, hanya satu yang berbeda. Yang 'satu' itulah yang membuat gambar Allah hilang. Ingat cerita di Taman Eden! 'Semua buah pohon di taman boleh kau makan, kecuali satu'.

        Dasar harus benar dan pengajaran jangan dibolak balik!

        Dalam nikah juga perhatikan, jangan sampai ada kawin campur, kawin cerai yang mengakibatkan nikah tidak bisa mencapai nikah sempurna.
        Kalau pengajarannya salah, maka kita tidak akan bisa mencapai kerajaan Sorga dan semuanya sia-sia. Satu saja yang berbeda, itu sudah berbeda semua--hanya ada gambar setan; memakan satu buah yang dilarang oleh TUHAN dan hancur semuanya.


      • Mulut hanya untuk menyeru nama Yesus--menyembah TUHAN--, bukan bergosip, fitnah dan lain-lain. Kalau mulut buas dan liar, berarti mulut dikuasai oleh setan tritunggal.


      Kalau setan sebagai sumber masalah, kegagalan dan penderitaan sudah dikalahkan, maka kita akan memiliki masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya.

Ibrani 10: 14
10:14 S
ebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

Kita diubahkan terus menerus, sampai saat kedatangan Yesus kedua kali,kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia.
Ini kekuatan korban pendamaian, yaitu

  1. membenarkan, sehingga kita menjadi senjata kebenaran--menerima pakaian putih dan dipakai oleh TUHAN,
  2. menyucikan--kita naik ke gunung dan mengalami kuasa TUHAN; kuasa pemeliharaan/hujan berkat--diwakili Elia; kuasa menghapus kemustahilan--diwakili Musa; kuasa pembaharuan--diwakili Yesus. Kita harus ikuti! Wajah-Nya berubah, kita juga, jangan wajah setan tritunggal, tetapi wajah Allah Tritunggal.

    Tandanya: kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
    Buktinya: mulut berkata jujur, benar dan baik dan hanya menyeru nama Yesus.

Kita terus diubahkan, sampai saat TUHAN datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia.
Tandanya, mulut tidak salah dalam perkataan dan hanya berseru 'Haleluya'. Kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai.

Mulai dari sekarang, dalam menyembah harus jelas 'Haleluya', jangan takut! Sekarang ini banyak hamba TUHAN yang takut mengatakan 'Haleluya'.

"Saya tahu sendiri, hamba TUHAN, saya kenal baik, dulu ratusan kali menyebut 'Haleluya', sekarang satupun tidak mau."

Satu kata 'Haleluya' inilah yang menjadi penentu kita naik ke Sorga atau tertinggal di dunia!
Yang naik, mulutnya sempurna dan hanya menyeru 'Haleluya', tetapi yang di bawah berteriak-teriak menggunakan bahasa masing-masing.

Malam ini, ada kuasa TUHAN, TUHAN tolong kita. Apa kesalahan kita, masih ada korban pendamaian, asal kita mau dibenarkan dan disucikan. Kita bisa naik ke gunung--menyembah TUHAN--dan kuasa TUHAN akan dinyatakan. Kuasa pemeliharaan, kuasa pertolongan--menghapus kemustahilan--, dan kuasa keubahan sampai kita menjadi sempurna.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top