English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 11 Agustus 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 menunjuk sangkakala keenam, yaitu...

Ibadah Raya Malang, 24 September 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:7-8

Ibadah Raya Surabaya, 29 Januari 2012 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran I Imam-imam dan calon imam-imam Surabaya

Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Mei 2013 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Yesaya 49: 15-16
49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Kartika Graha IV, 30 April 2010 (Jumat Pagi)
Yohanes 1:29
Tema: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Ini merupakan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 15 Januari 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Kita masih melanjutkan Keluaran pasal 3....

Ibadah Raya Malang, 22 Januari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat...

Ibadah Raya Malang, 25 Agustus 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 .... Dan ketahuilah,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Sikap dalam berdoa
Lukas 11:5-8
11:5 Lalu kata-Nya...

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2012 (Rabu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Februari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 Oktober 2017 (Jumat Malam)
Imamat 24: 5-9 => roti sajian
24:5. "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik dan membakar dua belas roti bundar dari...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 16 Agustus 2011 (Selasa Malam)
Harun dan anak-anaknya memegang jabatan imam bagi Tuhan, dan ada korban-korban yang harus dipersembahkan, yaitu:
Korban...

Ibadah Raya Malang, 21 November 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 Yesus mengecam orang-orang Farisi dan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 26 Juli 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita berada dalam kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA. Ini adalah jemaat terakhir--jemaat ketujuh--dalam kitab Wahyu yang menunjukkan keadaan gereja TUHAN akhir zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015).

Wahyu 3: 16-19
3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18. maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau
membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

KEADAAN ROHANI jemaat di Laodikia adalah SUAM-SUAM KUKU.

Praktik suam-suam kuku: ayat 17= 'Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa'= hanya membanggakan dan menggembar-gemborkan perkara jasmani/berkat jasmani, bahkan tidak butuh TUHAN/firman di dalam ibadah--puas dengan perkara jasmani--, tetapi keadaan rohaninya melarat, malang, miskin, buta dan telanjang.
Akibatnya: dimuntahkan oleh TUHAN; tidak berguna di hadapan TUHAN, jijik, najis, terkutuk, sampai binasa selama-lamannya.

Oleh sebab itu, di ayat 18-19, TUHAN menegor dan menasihati dengan ketajaman pedang firman, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli harta/kekayaan Sorga dari Sorga.
Jika tegoran dan nasihat lewat firman diabaikan, maka TUHAN menghajar atau mencambuk jemaat Laodikia--kita semua--supaya membeli harta/kekayaan Sorga. Ini yang penting hari-hari ini.

Ada 3 kekayaan Sorga yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. emas yang dimurnikan dalam api (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015). Ini menunjuk pada iman yang murni; iman yang permanen; iman yang sempurna; iman yang murni seperti iman dari Abraham,yaitu iman dengan perbuatan iman dan tidak goyah oleh apapun.


  2. Pakaian putih (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015).
  3. Minyak untuk melumas mata.

AD. 2. PAKAIAN PUTIH, 'supaya jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan.'
Yesus rela ditelanjangi sampai mati di kayu salib. Pakaian Yesus dirobek menjadi 4 bagian dan jubah-Nya diundi, untuk memberikan pakaian putih kepada kita, yaitu pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015).

Salah satu pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN di dalam surat 1 Petrus.
1 Petrus 5: 3 => 'gembalakanlah kawanan domba Allah'
5:3. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

Salah satu bentuk pakaian putih--pakaian kemurahan dna kepercayaan TUHAN--adalah pakaian penggembalaan. Hanya orang yang mendapatkan kemurahan dan kepercayaan TUHAN yang bisa masuk penggembalaan. Tidak semua mendaptakannya--ini seperti jubah Yesus yang diundi.

Tidak semua dipercaya menjadi gembala dan tidak semua dipercaya bisa tergembala dengan benar dan baik. Banyak orang mengangkat diri sendiri menjadi gembala, tetapi bukan dari TUHAN. Salah satu bukti adalah tidak bisa memberi makan, sebab tugas gembala yang nomor satu adalah bisa memberi makan.

"Saya sendiri dipanggil oleh TUHAN, tetapi saya lari 10 tahun. Setelah itu saya menyerah, tetapi tidak mau menjadi gembala. Sebab saya tinggal di satu gereja, omnya sudah agak tua, tetapi dimaki-maki. Omnya diam, tetapi saya yang melawan. Setelah itu, saya tidak mau menjadi gembala kalau TUHAN panggil saya. Tetapi TUHAN berikan kemurahan dan kepercayaan untuk saya menjadi gembala."

Begitu juga kita. Kalau kita bisa tergembala, itu adalah kemurahan dan kepercayaan TUHAN. Banyak orang yang memilih pohon ara di pinggir jalan; bahkan hamba TUHAN juga memilih 'jalanan', dari pada khotbah terus.

Bukti bahwa penggembalaan merupakan kemurahan dan kepercayaan TUHAN:

  1. Yohanes 10: 11
    10:11. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

    Bukti pertama: dari Yesus Gembala yang baik; Ia rela memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba, supaya kita menjadi domba yang baik--yang digembalakan. Ini harga penggembalaan!


  2. Bukti kedua: TUHAN bertanya kepada Petrus: Simon, apakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku. Artinya: gembala manusia ditunjuk untuk merawat dan memberi makan domba-domba.

    Gembala manausia tidak boleh sembarangan, tetapi harus merawat dan memberi makan domba-domba dengan sungguh-sungguh.

    Mengapa demikian?
    Kisah Rasul 20: 28
    20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

    Gembala tidak bisa sembarangan, sebab domba-domba diperoleh lewat darah Yesus di kayu salib. Gembala harus menghargai domba-domba--menghargai pengorbanan Yesus di kayu salib.

    Kalau gembala sembarangan pada domba-domba, ia berhutang darah yang tidak bisa dibayar dengan apapun, bahkan nerakapun tidak bisa membayar. Serius!


  3. Bukti ketiga: domba-domba juga harus serius dan tanggung jawab. Semuanya harus serius. Yesus sudah serius mengenai penggembalaan--dengan memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba; supaya kita bisa tergembala dengan benar dan baik--tidak jalan sana sini dan diterkam serigala. Gembala manusia juga harus tanggung jawab.

    1 Timotius 5: 17
    5:17. Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar

    Domba-domba menghormati 2 kali lipat kepada seorang gembala yang berkhotbah dan mengajar.
    Penggembalaan berisi makanan dobel, yaitu injil keselamatan--susu untuk jiwa-jiwa baru--dan pengajaran--makanan keras untuk membawa domba-domba pada kesempurnaan. 2 makanan disajikan oleh gembala, maka domba-domba menghormati gembala 2 kali lipat, artinya bisa menikmati firman penggembalaan yang dobel. Jangan muak!

    Dulu, Israel muak terhadap manna--firman penggembalaan yang dobel (pada hari keenam menerima manna secara dobel)--akibatnya ular tedung langsung memagut orang Israel dan benar-benar mati. Kita harus hati-hati!

Yesus sudah memberi contoh untuk menghargai penggembalaan, supaya kita bisa menjadi domba yang tergembala dengan baik.
Gembala juga harus tanggung jawab sungguh-sungguh.
Domba-domba juga harus menghormati seorang gembala yang memberi makanan dobel--bisa menikmati dan tidak menghina firman. Kalau muak, akan dipagut ular tedung--benar-benar kering rohani, mati sampai binasa.

Jadi, kita tidak bisa sewenang-wenang dalam penggembalaan; baik gembala maupun domba-domba. Domba-domba juga tidak bisa main-main dengan gembala--apalagi yang bisa memberikan makanan dobel--sebab gembala ditunjuk oleh TUHAN. Ular sudah siap.

"Kalau Pdt In Juwono mengatakan: ular tidak pernah berkedip matanya. Lengah sedikit, kita habis--langsung kering. Terutama saat-saat makan firman. Kalau Pdt Totajis mengatakan: tidak ada kata maaf dalam pemberitaan firman. Bagi seorang gembala, tidak ada kata maaf, kalau tidak sungguh-sungguh. Jemaat juga tidak ada kata maaf saat makan firman. benar-benar serius!"

3 hal yang harus diperhatikan dalam penggembalaan:

  1. Yohanes 10: 4
    10:4. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

    Yang pertama: 'ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia'= mengikuti jejak Gembala yang baik--kita harus memperhatikan jejak Gembala yang baik; Gembala berjalan di depan dan domba-domba mengikuti dari belakang.

    1 Petrus 2: 21-25
    2:21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    2:22. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
    2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Kita mengikuti jejak Gembala yang baik, supaya tidak tersesat; di luar jejak Yesus, pasti tersesat dan terhilang selama-lamanya. Kita harus mengikuti jejak-Nya.

    Jejak Gembala yang baik adalah jejak kematian dan kebangkitan bersama Yesus ('supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran').

    Jejak kematian: mati terhadap dosa; bertobat.
    Artinya:


    • ayat 22: 'tidak berbuat dosa'= tidak berbuat dosa, sekalipun ada kesempatan, keuntungan, ancaman dan sebagainya.
    • Ayat 22: 'tipu tidak ada di dalam mulut-Nya'= tidak ada dusta. Selama berdusta, kita bisa tersesat dan terhilang; kita berada di jejaknya setan.
    • Ayat 23: tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan.


    Jejak kebangkitan: hidup untuk kebenaran.

    Permulaan mengikuti jejak Gembala yang baik--jejak kematian dan kebangkitan--adalah lewat baptisan air yang benar; sebab ada baptisan air yang tidak benar--dari sekian banyak bahtera, hanya bahtera Nuh yang menyelamatkan. Hanya baptisan air yang benar yang bisa menyelamatkan.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Kalau permulaan ini salah, maka langkah berikutnya pasti salah dan tidak akan pernah ketemu. Sebab itu, langkah permulaan ini jangan sampai salah. Harus benar-benar kita perhatikan!

    Di dalam baptisan air yang benar ada kematian dan kebangkitan, dan akan diikuti dengan kemuliaan--itu sebabnya kita masuk baptisan air. Kalau tidak ada kematian dan kebangkitan, tidak mungkin mencapai kemuliaan.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikuburkan di dalam air bersama Yesus dan bangkit dari dalam air--keluar dari air--bersama Yesus untuk menerima hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran; ini sudah bagian dari kemuliaan Sorga--mati, bangkit, mulia; benar, suci, mulia. Di manapun, kapanpun dan situasi apapun kita harus hidup benar.

    Jadi, baptisan air adalah permulaan kemuliaan sorga.
    Kemuliaan sorga jangan dinilai dengan gedung gereja yang besar atau apapun secara jasmani, tetapi permulaan kemuliaan sorga adalah bisa hidup benar. Sekalipun kita miskin, tetapi kalau hidup dalam kebenaran, itulah kemuliaan sorga.

    Hasilnya:


    • kita mengalami kuasa bilur Yesus untuk menyembuhkan--menyehatkan--secara jasmani, rohani, nikah dan buah nikah.

      1 Petrus 2: 24
      2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.


    • 1 Petrus 2: 25
      2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

      Hasil kedua: kita mengalami kuasa pemeliharaan TUHAN secara jasmani dan rohani.
      Secara jasmani, kita dipelihara di tengah padang gurun dunia yang sulit.
      Secara rohani, ada pemeliharaan bagi jiwa kita, sehingga kita bisa menjadi tenang dan damai sejahtera--semua enak dan ringan--sekalipun serigala dan singa terus mengawasi kita.

      TUHAN letakan kita di pdang gurun yang sulit, buas dan banyak celaka--seperti domba di tengah serigala--, untuk mempermudah kita mengikuti jejak Yesus. Kalau semuanya enak dan gampang, akan sulit mengikuti jejak TUHAN dan justru berjalan sendiri.

      Jangan salahkan TUHAN! Ini cara TUHAN, sebab manusia daging ini selalu ingin bebas dan coba jalan sendiri.
      Jangan coba-coba! Pilih yang aman saja. Karena itu kita dipersulit oleh TUHAN, supaya kita tidak bisa bergerak, tetapi terus mengikuti Dia--karena penuntunnya hanya satu.

      "Saya ingat saat mendaki gunung Ijen pada waktu malam. Yang membawa senter hanya satu. Saya berjalan paling belakang dan harus perhatikan benar-benar yang bawa senter tersebut. Tidak bisa lihat ke lain-lainnya."

      Kalau perhatian kita hanya tertuju pada TUHAN, pasti mudah untuk ikut jejak TUHAN. Memang dunia ini susah dan buas, tetapi kalau ikut jejak TUHAN, pasti enak dan ringan. Jangan ragu-ragu mengikuti jejak Gembala! Semua pasti menjadi enak dan ringan!


  2. Yohanes 10: 1
    10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok

    Yang kedua: kita harus memperhatikan kandang penggembalaan.

    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa

    = keadaan gereja hujan awal, yaitu setelah dibaptis, mereka masuk dalam 3 macam ketekunan--3 macam alat di dalam ruangan suci Tabernakel. Atat-alatnya sudah hancur, tetapi sekarang dalam arti rohani.

    Bagi kita gereja hujan akhir, setelah dibaptis, ktia masuk dalam kandang penggembalaan (ruangan suci)--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:




    • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya--domba diberi minum.
    • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran benar dan kurban Kristus--domba diberi makan.
    • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--domba bernafas.


    Inilah kandang penggembalaan yang harus kita perhatikan.
    Gembala, rasul, guru, nabi, penginjil dan setiap hamba TUHAN/pelayan TUHAN harus berada di dalam kandang penggembalaan dengan tugas masing-masing. Dimulai dari seorang gembala, harus tergembala. Gembala memberi makan dan domba-domba makan firman. Kalau sudah makan--kenyang--ada tenaga untuk melayani.

    Yohanes 10: 1, 9
    10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
    10:9. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

    Untuk masuk kandang penggembalaan--bisa tergembala dengan benar dan baik--kita harus masuk pintu yang sempit, yaitu perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya. Tetapi di balik pintu sempit, kita menemukan padang rumput yang berkelimpahan; kita terpelihara sampai selalu mengucap syukur kepada TUHAN dan menjadi berkat bagi orang lain.

    Setelah masuk ke dalam kandang penggembalaan, apa yang terjadi?
    Kisah Rasul 2: 43
    2:43. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.

    HANYA di dalam kandang penggembalaan terjadi mujizat--sebab itu salah kalau tidak mau berada di kandang.


    • mulai dari saat Natal--Yesus Gembala yang baik lahir di kandang. Ini mujizat terbesar--Allah lahir jadi manusia--, sehingga nanti manusia juga dilahirkan baru untuk jadi sama dengan Allah.
      Jangan ragu! Di dalam kandang pengembalaan ada mujizat.

      Yesus lahir di kandang--bukan di tempat lain--untuk menunjukkan bahwa di dalam kandang penggembalaan terjadi mujizat.


    • Mujizat jasmani juga terjadi; pertolongan, pemeliharaan, dan perlindungan TUHAN nyata di dalam kandang penggembalaan. Ada 4 lapis tudung di atas ruangan suci. Sekalipun ada badai dan hujan di padang gurun, tidak akan tembus. Ini perlindungan yang kuat dari TUHAN terhadap celaka marabahaya sampai kiamat--hukuman Allah yang akan datang--bahkan sampai neraka.


    • Pertolongan TUHAN untuk menyelesaikan masalah yang mustahil.
    • Mujizat rohani terjadi; yaitu penyucian dan keubahan hidup--kualitas rohani meningkat/bertumbuh di dalam kandang penggembalaan ke arah kesempurnaan.

      "Saya cerita, banyak yang menyatakan: kelompok bertumbuh. Saya katakan: kelompok bertumbuh itu di dalam kandang penggembalaan. Di luar itu, pasti kering--pohon ara di pinggir jalan, kering, bukan bertumbuh. Kalau tergembala, kita seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air dan di situlah kita mengalami pertumbuhan."


    • kuantitas juga bertambah.
      Kisah Rasul 2: 47
      2:47. sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.


    Inilah kandang yang sehat--kandang yang benar dan baik--yaitu ada perlindungan, pertolongan TUHAN dan mujizat secara rohani--kualitas dan kuantitas bertambah. Gembala harus tekun memberi makan, minum dan udara yang baik kepada domba-domba.

    Kalau domba sudah diberi makan, minum dan bisa bernafas--lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah--, pasti terjadi pertumbuhan secara kualitas dan kuantitas, sampai sempurna seperti Yesus--menjadi mempelai wanita TUHAN. Ada jaminan di kandang. TUHAN tidak akan melupakan kita.

    Kalau tidak mau masuk kandang penggembalaan--tidak tekun dalam 3 macam ibadah--, bahaya dan akibatnya:


    • menjadi pencuri dan perampok; bukan menjadi gembala dan domba.
      Yohanes 10: 1
      10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

      Kalau gembala tidak mau masuk pintu yang sempit, gembala akan menjadi pencuri dan perampok.
      Domba-domba juga, kalau tidak mau masuk kandang penggembalaan, maka ia akan jadi pencuri dan perampok.


    • Beredar-edar; menjadi kuda liar.
      Keluaran 32: 25
      32:25. Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--

      Kuda terlepas dari kandang= kuda liar. Dan akibatnya


      1. jatuh dalam penyembahan berhala--ada lembu emas. Sekarang, ini menunjuk pada pengajaran palsu, penyembahan palsu, ibadah pelayanan palsu. Kalau pengajarannya palsu--kepalanya palsu--maka penyembahan dan ibadah pelayanannya juga palsu. Sudah tidak benar lagi. Ini akibatnya kalau gembala dan domba menjadi liar. Pasti jatuh ke situ.


      2. Setelah lembu emasnya terbentuk, mereka menari-nari--jatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan--menuju babel dan binasa untuk selama-lamanya.


    Mari, hari-hari ini kita perhatikan mulai dari jejak TUHAN, jejak kematian dan kebangkitan mulai dari baptisan air--hidup benar. Jangan sesat lagi! Kembali pada jejak TUHAN dan kita mengalami kuasa bilur dan pemeliharaan TUHAN.

    Kemudian masuk dalam kandang penggembalaan--semua sudah disiapkan oleh TUHAN.

    "Seperti kita. Kalau kita memiliki hewan peliharaan di kandang dan digembok, maka kita yang memberi makan. Tetapi kalau mau enak, kita lepas gemboknya--kita lepas dari penggembalaan dan kita tinggal. Lalu makan apa? Akibatnya, mati. Tetapi kalau kita tanggung jawab, maka kita gembok. Dan pada waktu makan, tetap kita kasih. Seperti itulah kandang penggembalaan."


  3. Yohanes 10: 4
    10:4. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

    Yang ketiga: kita harus memperhatikan suara gembala.
    Jadi, sangat jelas bahwa antara jejak dan suara ada hubungan ('mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya'). Jejak kematian dan kebangkitan adalah suara Yesus Gembala Agung.

    Suara gembala= tongkat penggembalaan= firman penggembalaan; roti malaikat--kalau dulu, manna diberikan kepada bangsa Israel. Ini yang harus kita perhatikan!

    Mazmur 78: 23-25
    78:23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
    78:24. menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
    78:25. setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

    'malaikat'= gembala.
    'roti'= firman.
    'roti malaikat'= firman penggembalaan.
    Kalau dulu, dalam bentuk manna yang diturunkan oleh TUHAN dari langit kepada umat Israel.

    Sekarang, ini menunjuk pada firman penggembalaan--suara TUHAN sendiri dari langit--, yaitu firman yang dibukakan rahasianya oleh TUHAN sendiri--ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab; firman pengajaran yang benar. Tidak bisa dipelajari di manapun, tetapi hanya di bawah kaki TUHAN.

    Di dalam penggembalaan harus ada makanan yang benar. Jangan ada racun, sebab kita makan tiap hari. Kalau ada racunnya, kita tidak sadar dan tahu-tahu sudah lumpuh sampai mati.

    Racun itu tidak terlihat bahkan tidak terasa awalnya, tetapi sudah bekerja--seperti sedikit ragi menghancurkan adonan.
    Hari-hati! Gembala harus tanggung jawab, sebab domba-domba dibeli dengan darah Yesus--tidak bisa dibayar.

    Suara gembala/firman penggembalaan yang benar adalah firman pengajaran benar yang TUHAN percayakan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada domba-domba dengan setia, terus menerus, berkesinambungan dan diulang-ulang, sehingga menjadi makanan bagi sidang jemaat untuk bertumbuh ke arah kedewasaan rohani sampai kesempurnaan. Sifat domba adalah memamah biak. Kalau binatang buas, tidak mau mengulang-ulang.

    Firman penggembalaan adalah:


    • komando di dalam sidang jemaat untuk membawa domba-domba masuk ke kandang penggembalaan. Tugas gembala adalah memberi makan dan membawa jemaat masuk ke dalam kandang penggembalaan.

      Jadi, keberhasilan pemberitaan firman penggembalaan adalah


      1. membawa jemaat masuk ke dalam kandang.

        "Ini yang jadi pergumulan bagi saya. Kalau minggu bertambah jiwa-jiwa, saya senang. Tapi bagaimana hari senin dan rabu? Firman ini harus gencar diberitakan untuk membawa jemaat masuk ke dalam kandang, sebab hanya domba di dalam kandang yang dihitung oleh TUHAN; di luar kandang tidak dihitung"


      2. membawa domba-domba bersekutu dengan domba-domba dari kandang yang lain, sampai menjadi satu kawanan dengan satu Gembala Agung--satu tubuh yang sempurna dnegan satu kepala, yaitu Yesus Mempelai Pria Sorga.

        Yohanes 10: 16
        10:16. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.


    • Dengan adanya firman penggembalaan, kita bisa mengenal gembala manusia--apakah gembalanya benar atau tidak--sampai dengan mengenal Gembala Agung. Kalau gembala benar, maka ia bisa memberi makan dengan sungguh-sungguh kepada sidang jemaat. Dan gembala manusia dan Gembala Agung juga mengenal domba-domba dengan namanya.

      Yohanes 10: 3
      10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

      "Kalau jemaat masih sekian, masih bisa hafal sekalipun kadang lupa. Tetapi di Malang, kadang tidak kenal lagi. Untuk itu, inilah hikmat dari gembala saya dulu--Pdt In Juwono dan Pdt Pong--, ada formulir penggembalaan. Ini cara untuk mempermudah, supaya saya doakan--setiap pagi saya menaikan doa penyahutan kepada TUHAN. Bukan untuk mengikat saudara dan bukan keanggotaan. Itu cara secara jasmani, tetapi secara rohani, yaitu lewat firman, supaya jemaat dikenal oleh Gembala Agung. Musa dipercaya 1 juta lebih jemaat, tetapi bisa, karena ada suara gembala. Bukan diarahkan kepada diri saya, tetapi kepada firman penggembalaan--suara Gembala Agung. Pdt In Juwono selalu mengatakan: jangan kultus individukan saya. Maksudnya adalah jangan lihat orangnya, tetapi lihat firman penggembalaannya--karena itu pribadi TUHAN--, sehingga kita mengenal TUHAN dan Dia mengenal kita sesuai dengan namanya masing-masing. Inilah tugas gembala manusia, yaitu menaikkan doa penyahutan dan menyerahkan jemaat ke dalam tangan Gembala Agung lewat firman penggembalaan. Semua ada di dalam tangan Gembala yang baik."

      Inilah pentingnya penggembalaan, yaitu ada firman penggembalaan. Jangan lihat pribadinya, tetapi lihat firman penggembalaannya!


    Sikap kita: mendengar dan taat dengar-dengaran pada suara gembala; jangan mendengar suara asing, yaitu ajaran lain yang tidak senada dengan firman penggembalaan. Tidak mungkin kuat! Biar kita bilang: kita hebat, tidak terpengaruh. Tidak mungkin!

    Contoh: Yudas Iskariot. Ahli Taurat sangat menentang ajaran Yesus, tetapi Yudas datang ke sana dan mendengar ajaran-ajarannya, sehingga akhirnya ia memilih yang salah; tidak mungkin memilih yang benar dan tidak mungkin kuat. Salomo juga tidak kuat.

    Suara asing termasuk juga gosip-gosip yang tidak baik dan suara daging. Suara daging ini yang harus kita waspadai! Suara daging pasti bertentangan dengan suara TUHAN.

    Taat dengar-dengaran sama dengan mengulurkan tangan kepada Gembala Agung dan Gembala Agung mengulurkan tangan kepada kita; kita sungguh-sungguh hidup di dalam tangan Gembala yang baik.
    Hasilnya:


    • Yohanes 10: 27-28
      10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
      10:28. dan Aku
      memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

      'mendengarkan suara-Ku'= taat dengar-dengaran.

      Hasil pertama: ada jaminan kepastian:


      1. untuk pemeliharaan TUHAN untuk hidup sekarang, masa depan yang berhasil dan indah, sampai hidup kekal.

        Kita memang hidup di padang gurun yang sulit. Tetapi kalau kita ikuti jejak Gembala, ada di dalam kandang dan di dalam tangan Gembala Agung, sudah cukup bahkan ada kepastian. Yakinlah!


      2. 'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'= jaminan kepastian untuk menang atas semua musuh:


        1. menang atas dosa dan pucanknya dosa, sehingga kita bisa hidup benar dan scui,
        2. menang atas masalah; semua masalah sekalipun sudah mustahil, selesai tepat pada waktunya.
        3. setan tidak bisa merebut kita.


      3. Wahyu 7: 17
        7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

        Hasil kedua: kita dituntun ke tempat penggembalaan terakhir, yaitu Yerusalem baru.

        'di tengah-tengah takhta'= sekalipun sudah berad adi takhta, tetapi masih ada sistem penggembalaan. Karena itu, Yesus turun dari takhta Sorga ke bumi--ke kandang penggembalaan--sebab di takhta juga ada sistem penggembalaan.

        Tangan Gembala Agung menuntun kita sampai tempat penggembalaan terakhir, artinya: kita disucikan dan diubahkan terus menerus sampai sempurna.

        Semakin disucikan dan diubahkan, air mata makin dihapus--kita makin bahagia, kita merasakan kebahagiaan sorga sekalipun dalam penderitaan. Hidup kita bukan kita lagi, tetapi TUHAN yang menuntun kita ('terserah Kau, TUHAN').

        Kalau kita marah dan bersungut-sungut saat dalam penderitaan, berarti lepas dari tuntunan tangan TUHAN.

        Tanda tanya besar. Kalau semakin banyak air mata, berarti makin banyak daging bersuara dan lepas dari tuntunan TUHAN! Hanya ikuti kemauan sendiri.
        Mari, ikuti TUHAN dan air mata akan dihapus! Yang pahit getir akan menjadi manis. Sampai saat TUHAN datang kembali, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, tidak ada setetespun air mata, dan kita bersama-sama dengan Dia selamanya. Semua menjadi manis dan bahagia.

Dunia memang bagaikan padang gurun yang sulit, keras, tandus, pahit dan getir. Kita tidak tahu harus berbuat apa. Banyak kegagalan dan ancaman, kenajisan dan kejahatan. Kaum muda dan kita semua, berikan diri untuk dituntun oleh TUHAN.

Mungkin kita ada di lembah yang gelap--kenajisan, kejahatan, kepahitan, kegagalan dan sebagainya--serahkan hidup kepada TUHAN. Yang sudah berhasil, jangan sombong. Kalau sombong, akan hancur. Semua harus ada di dalam tangan Gembala Agung. Dia bertanggung jawab atas hidup kita dan ada kepastian di dalam tangan TUHAN. Jangan ragu!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top