English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Siang Surabaya, 25 Juni 2017 (Minggu Siang)
Keluaran 36: 1-7
36:1. Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 November 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:36-40 adalah tentang ibu Hana.

Lukas...

Ibadah Raya Malang, 12 Januari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Maret 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:12
Hari raya paskah ditandai dengan 2 hal:
Hari raya...

Ibadah Doa Surabaya, 20 April 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 10 Mei 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 14:21-22
14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 18 Februari 2010 (Kamis Tengah Malam)
Beberapa nama lain dari Tabernakel dan pengertiannya:

4. Keluaran 38:21, kemah Asyahadat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 19 Mei 2009 (Selasa Sore)
Maleakhi 2:1-2, seorang imam mendapat prioritas utama untuk mendapat berkat-berkat dari Tuhan, tetapi...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 02 Juni 2011 (Kamis Pagi)
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 6-13
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...

Ibadah Doa Surabaya, 19 September 2012 (Rabu Sore)
Matius 27 dan Matius 28 ini berurutan.

Matius 27 itu menunjuk 7 percikan darah diatas tabut perjanjian. Ini merupakan JALAN SENGSARA/JALAN KEMATIAN.

Matius 28 itu menunjuk...

Ibadah Raya Malang, 05 November 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita berada dalam kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA. Ini adalah jemaat terakhir--jemaat ketujuh--dalam kitab Wahyu yang menunjukkan keadaan gereja TUHAN akhir zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015).

Wahyu 3: 16-19
3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18. maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau
membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

KEADAAN ROHANI jemaat di Laodikia adalah SUAM-SUAM KUKU.

Praktik suam-suam kuku: ayat 17= 'Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa'= hanya membanggakan dan menggembar-gemborkan perkara jasmani/berkat jasmani, bahkan tidak butuh TUHAN/firman di dalam ibadah--puas dengan perkara jasmani--, tetapi keadaan rohaninya melarat, malang, miskin, buta dan telanjang.
Akibatnya: dimuntahkan oleh TUHAN; tidak berguna di hadapan TUHAN, jijik, najis, terkutuk, sampai binasa selama-lamannya.

Oleh sebab itu, di ayat 18-19, TUHAN menegor dan menasihati dengan firman, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli harta/kekayaan Sorga dari Sorga.
Jika tegoran dan nasihat lewat firman diabaikan, maka TUHAN menghajar atau mencambuk jemaat Laodikia--kita semua--lewat ekonomi, kesehatan dan sebagainya, supaya membeli harta/kekayaan Sorga.

Ada 3 kekayaan Sorga yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. emas yang dimurnikan dalam api (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015). Ini menunjuk pada iman yang murni; iman yang permanen; iman yang sempurna; iman yang murni seperti iman dari Abraham,yaitu iman dengan perbuatan iman dan tidak goyah oleh apapun.


  2. Pakaian putih (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015).
  3. Minyak untuk melumas mata.

AD. 2. PAKAIAN PUTIH, 'supaya jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan.'
Kemarin kita sudah membahas, kita membeli pakaian putih lewat salib TUHAN. Ia rela ditelanjangi sampai mati di kayu salib untuk memberikan pakaian-Nya dan menutupi ketelanjangan kita. Dan ada jubah Yesus yang diundi; tidak semua bisa mendapatkan--hanya yang mendapatkan kemurahan dan kepercayaan TUHAN yang bisa menerima.
Jadi, pakaian putih adalah pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN kepada kita (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015).

Malam ini, kita belajar salah satu pakaian kemurahan dan kepercayaan TUHAN di dalam surat 1 Petrus.
1 Petrus 5: 3 => 'gembalakanlah kawanan domba Allah'
5:3. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

'yang dipercayakan'= pakaian kepercayaan.
Salah satu pakaian kepercayaan dan kemurahan TUHAN adalah pakaian penggembalaan.

Ini suatu kepercayaan TUHAN. Tidak semua orang bisa menjadi gembala. Banyak orang memaksakan diri mau menjadi gembala, tetapi bukan dari kepercayaan TUHAN, sehingga tidak bisa memberi makan domba-domba.
Sidang jemaat juga. Tidak semua domba-domba bisa digembalakan. Di dalam Alkitab dituliskan, lebih banyak pohon ara yang ditanam di tepi jalan dari pada di kebun anggur; lebih banyak domba yang beredar-edar, tidak tergembala.

'Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah, hendaklah kamu menjadi teladan'= gembala tidak boleh memerintah domba-domba, sebab sistem penggembalaan bukan sistem memerintah, tetapi sistem teladan--memberi teladan bagi domba-domba. Kalau memerintah, itu bukan sistem penggembalaan, tetapi sistem kerajaan.

Kalau disatukan, setiap kehidupan yang tergembala harus menjadi teladan, bukan menjadi sandungan.

Bagaimana caranya kita bisa menjadi teladan bagi yang lain?
1 Korintus 11: 1
11:1. Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

(terjemahan lama)
11:1. Hendaklah kamu
menurut teladanku, seperti aku pun menurut teladan Kristus.

Rasul Paulus mengikut teladan Yesus, baru jemaat bisa mengikut teladannya.
Jadi, kita harus mengikut teladan Yesus, setelah itu baru bisa menjadi teladan bagi yang lain.
Sistem penggembalaan memang sistem teladan; ke mana gembala berjalan, ke situlah kita mengikuti.

3 macam teladan Yesus sebagai Gembala:

  1. 1 Petrus 2: 21-25
    2:21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    2:22. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
    2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Teladan Yesus yang pertama: teladan jejak dari Yesus sebagai Gembala. Ini sama dengan teladan kebenaran. Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada halaman Tabernakel.

    Berbicara tentang penggembalaan, berarti berbicara tentang Tabernakel.
    Kita ingat 5000 orang laki-laki duduk di atas rumput. Rumput menunjuk pada penggembalaan.
    5000 orang laki-laki dibagi dalam kelompok, masing-masing terdiri dari 50 orang = 100 x 50= ukuran Tabernakel--panjang: 100, lebar: 50.

    Jejak Yesus di sini adalah jejak kematian dan kebangkitan.
    Jejak kematian: mati terhadap dosa; bertobat.
    Jejak kebangkitan: bangkit untuk hidup dalam kebenaran.

    Jejak kematian dan kebangkitan, awalnya dalam baptisan air. Artinya, kita mengikut jejak kematian dan kebangkitan Yesus dimulai dari baptisan air.
    Kalau baptisan air salah, berarti salah jejak. Sebab itu, baptisan air tidak boleh salah, karena ini titik awal kita mengikut jejaknya TUHAN.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    'dalam kematian'= jejak kematian.
    'dibangkitkan'= jejak kebangkitan.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga keluar dari air--bangkit dari air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru--hidup surgawi (langit terbuka).

    1 Yohanes 3: 9
    3:9. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

    'lahir dari Allah'= lahir secara rohani lewat baptisan air.
    Praktik hidup baru:


    • tidak berbuat dosa lagi sekalipun ada keuntungan, godaan, siksaan, dan ancaman; sama dengan hidup dalam kebenaran.
      Artinya:


      1. tidak ada dusta lagi (1 Petrus 2: 22: ...tipu tidak ada dalam mulut-Nya ).
      2. tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan (1Petrus 2: 23: Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.).


      3. menjadi senjata kebenaran; beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar.
      4. berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.
        Hidup benar berarti kita hanya memilih yang benar dalam segala hal sampai berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.


    • Sampai tidak dapat berbuat dosa dan tidak dapat disesatkan oleh siapapun atau apapun juga; sudah benar seperti Yesus benar.
      1 Yohanes 3: 7
      3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

      Sekalipun sudah tidak dapat berbuat dosa, tetapi kalau mau menerima ajaran lain, sama saja tidak benar--disesatkan.
      Hati-hati! Penyesatan ini dimulai dari orang yang dekat dengan kita. Di Alkitab, selalu orang dekat yang dipakai--isteri, suami, anak-anak.


    Inilah langkah pertama untuk mengikut teladan Yesus sebagai Gembala dan ini merupakan penentu. Kalau baptisan air salah, tidak akan bisa menjadi teladan. Kita sungguh-sungguh. Yang belum dibaptis, berdoa. Yang sudah baptisan, tetap dengar--kalau prosesnya salah, perbaiki--, jangan bosan dan periksa hasilnya benar atau tidak, yaitu tidak berbuat dosa lagi, tidak dapat berbuat dosa lagi dan tidak disesatkan--tidak bimbang sedikitpun; kita benar seperti Yesus benar.

    Hasilnya:


    • 1 Petrus 2: 24
      2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

      Hasil pertama: mengalami kuasa bilur TUHAN yang menyembuhkan dan menyehatkan kita, baik secara jasmani--sehat tubuh, keuangan dan lain-lain--dan rohani.
      Kalau rohani sehat, maka rohani kita tidak kering/mati--tidak bosan saat mendengar firman, tidak loyo dalam ibadah, tetapi berkobar-kobar saat mendengar firman.
      Kalau malas saat mendengar firman, berarti rohaninya mulai sakit. Kalau dibiarkan, mati.

      Kemudian, nikah dan buah nikah juga sehat.
      Jaga kesehatan--kebenaran--dalam nikah agar sesuai dengan firman; baik yang masih sendiri, sudah dalam nikah atau ada masalah di dalam nikah.


    • 1 Petrus 2: 25
      2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

      Hasil kedua: ada pemeliharaan langsung dari Yesus Gembala Agung, baik secara jasmani dan rohani.
      Kalau rohani dipelihara, kita merasakan damai sejahtera--tenang--, sehingga semua menjadi enak dan ringan (Mazmur 23: 2: Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang).


    Jejak pertama--jejak kematian dan kebangkitan--ini penentuan. Kalau salah langkah, maka kita tidak akan pernah bertemu Yesus dan tidak akan pernah menjadi teladan.


  2. Yohanes 13: 14-15
    13:14. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
    13:15. sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

    Teladan Yesus yang kedua: teladan pembasuhan kaki; sama dengan kesucian. Ini menunjuk pada ruangan suci Tabernakel--kandang penggembalaan. Setelah masuk halaman Tabernakel, kita maju satu langkah lagi.

    Kita disucikan--mengalamai pembasuhan kaki, sebab kaki adalah perjalanan hidup yang paling kotor--di ruangan suci--kandang penggembalaan; ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalamkarunia-Nya.
    • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Ketekunan adalah sesuatu yang dilakukan terus menerus dan tidak mau--bahkan tidak bisa--dihalangi oleh apapun; ada halangan besar, tetapi dikecilkan; ada halangan kecil, ditiadakan. Jangan malah membesarkan halangan yang kecil! Kita harus bertindak untuk bisa tekun!

    Dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok--, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal--seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar--, sehingga mengalami penyucian secara intensif.

    Begitu carang tidak melekat satu kali saja, sudah sulit untuk melekat kembali. Seperti itulah makna dari ketekunan. Sebab itu, kalau ada halangan, kita harus berusaha, supaya tidak terhalang--seperti carang yang terus melekat pada pokok.

    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Kita disucikan oleh perkataan Yesus sendiri--firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain di dalam Alkitab; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Penyucian secara intensif berarti firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua disampaikan dengan diulang-ulang. Mungkin kali ini masih belum, tetapi satu waktu kita kena firman. inilah pedang firman yang menyambar-nyambar.

    Kita tahu, jalan masuk ke Firdaus dijaga oleh kerub-kerub dengan pedang yang menyambar-nyambar. Karenanya, untuk masuk ke situ, akan terkena pedang tersebut--pedang penghukuman. Tetapi sekarang, untuk masuk ke situ, kita tidak perlu kena pedang penghukuman, karena Yesus yang sudah kena. Tetapi kita harus kena pedang yang menyambar-nyambar dalam arti positif, yaitu pedang penyucian secara intensif.

    Kalau pedang--firman--masih diulangi, berarti kita masih dibersihkan, sebab di kebun anggur ada 2 alternatif. Kalau tidak dibersihkan, berarti dipotong. Kalau firman sudah tidak diulang lagi, sementara dosa masih kita pertahankan padahal tahu itu dosa, berarti kita sudah dipotong--tidak merasa lagi, bahkan marah karena mempertahankan dosa; carang yang tidak berbuah, dipotong dan carang yang berbuah, dibersihkan.

    Karena itu, kita bersyukur kalau firman diulang-ulang, sebab itu artinya kita masih dibersihkan. Tetapi kalau kita marah, maka TUHAN tidak berbicara lagi dan kita dipotong; menjadi carang kering.

    "Kami hamba TUHAN juga sama. TUHAN bicara, tetapi kami malah marah dan menyalahkan orang lain. Ini berarti sudah dipotong. Tadinya, kami merasa bersalah, tetapi karena terus diingatkan, akhirnya marah, tidak merasa bersalah lagi dan malah menyalahkan orang lain. Ini artinya sudah dipotong."

    Hati-hati! Kalau sudah tidak merasa apa-apa, berarti sudah menjadi carang kering. Mungkin dagingnya merasa enak, tetapi sesungguhnya ia sudah dipotong dan tinggal dibakar.

    Carang yang kering bisa dideteksi dari perkataannya yang kering--tidak ada kasih lagi, tetapi gosip yang tidak benar. Kalau tidak ada kemurahan dan kepercayaan TUHAN, carang yang sudah dipotong sulit untuk bisa kembali lagi. Kita sungguh-sungguh! Kita tinggal pilih, mau disucikan terus menerus atau dipotong untuk dibakar!

    Apa yang disucikan? Yaitu penyucian dari kakinya Yudas Iskariot.
    Yohanes 13: 10-11
    13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."
    13:11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."

    'Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri, selain membasuh kakinya'= kalau sudah dibaptis, tidak perlu dibaptis lagi, tetapi disucikan dari dosa Yudas--kaki yang paling kotor.

    Penyucian dari dosa Yudas adalah:


    • Amsal 4: 27
      4:27. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

      Yang pertama: dosa kejahatan; cinta akan uang; terikat akan uang, tidak ada cinta untuk TUHAN.
      Bukan tidak boleh banyak uang, tetapi tidak boleh cinta akan uang.

      Cinta akan uang membuat:


      1. kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan.
      2. serakah= merampas hak orang lain, terutama haknya TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


      Kalau dilakukan oleh hamba TUHAN dan pelayan TUHAN, maka perjalanan kakinya adalah perjalanan kaki yang paling kotor seperti Yudas. Jangan sekali-kali ikuti jejaknya Yudas. Kalau kita kikir dan serakah, berarti kita mengikuti jejaknya Yudas, bukan jejaknya Yesus!

      Ini suatu kepastian! Kalau ikuti jejaknya Yesus, kita akan menjadi benar seperti Yesus benar. Kita pasti terpelihara.
      Tetapi kalau jejaknya Yudas, akan benar-benar hancur--bukan hanya pakaiannya yang robek, tetapi sampai isi perutnya terburai--benar-benar terkutuk dan binasa selamanya.


    • Amsal 5: 3, 5-9 => tentang perempuan babel
      5:3. Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,
      5:5. Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.
      5:6. Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya.
      5:7. Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.
      5:8. Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,
      5:9. supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam;

      Yang kedua: dosa kenajisan; dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
      Pedang firman harus diulang-ulang untuk menghadapi dosa ini. Tidak bisa santai-santai. Karena itu TUHAN tekankan ketekunan dalam ibadah kita.

      "Banyak kesaksian-kesaksian. Banyak yang tidak mengerti--bahkan dari Gereja Pantekosta TAbernakel--kalau Tabernakel ini penggembalaan, sehingga tidak mau masuk. Tetapi syukurlah kalau kita bisa mengerti dan diulang-ulang terus, sebab dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan juga diulang-ulang. Karena itu, kita harus mendengar firman yang terus menyambar. Harus radikal!"

      'jangan menyerahkan keremajaanmu'= sebab itu, sejak remaja harus dibawa masuk dalam penggembalaan (Yusuf umur 17 dan Yesus umur 12). Usia 12-17 memang usia yang riskan, sebab itu harus dikandangkan. Memang capek, tetapi lebih baik, dari pada nanti merasakan setan memaksakan kekejamannya kepada kaum muda dan dilepaskan dalam kebinasaan. Dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan, bukan enak, tetapi itu kekejaman setan yang dipaksakan kepada manusia.

      "Saya juga melihat anak saya sendiri, mulai kecil ada di rumah TUHAN, juga rasanya capek. Pulang ibadah di Surabaya sudah malam, besok doa pagi. Tidak ada ampun, harus doa pagi juga, kemudian sekolah. Tetapi saya tidak mau kalah, sekalipun sebagai orang tua saya tidak tega juga."

      Dari pada kita memilih yang enak bagi daging sebentar, tetapi terhilang selamanya, lebih baik pilih yang sakit bagi daging, tetapi senang selamanya bersama TUHAN.
      Jangan lengah! Ombak datang sekonyong-konyong dan paling tepat kita berada di dalam kadang penggembalaan.

      "Sudah banyak terjadi. Lagi enak-enak, tahu-tahu habis, kalau kita lengah. Tentang apa saja. Di dalam kandang penggembalaan lah kita berjaga-jaga."


    • Roma 3: 15-17
      3:15. kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
      3:16. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
      3:17. dan jalan damai tidak mereka kenal;

      Yang ketiga: dosa pertengkaran; pertengkaran terjadi karena kebenaran sendiri, yaitu berbuat dosa, tetapi menutupi dosa dengan cara menyalahkan TUHAN--pengajaran benar--dan sesama yang benar.


    Inilah kaki yang kotor.
    Kalau diperinci, dosa Yudas ada 3. Kalau ada cinta akan uang, pasti ada babel dan pertengkaran--kebenaran sendiri.

    "Saya sangat ingat cerita dari guru dan gembala saya, Pdt Pong. Ada hamba TUHAN diingatkan soal perpuluhan, tetapi terus membantah. Dan akhirnya ada sangkut paut dengan dosa babel dan dosa pertengkaran."

    3 dosa ini tidak bisa terpisahkan--keinginan jahat, najis dan kepahitan (pertengkaran). 3 dosa ini selalu menjadi satu.
    Kalau terjadi pada hamba TUHAN/pelayan TUHAN, inilah kaki yang paling kotor. Benar-benar ngeri, seperti Yudas Iskariot! Sementara kita dipercaya oleh TUHAN dalam penggembalaan, tetapi kaki kita kotor. Ngeri! Sementara kita dipercaya pakaian putih, tetapi kita menumpahkan darah orang; seperti anjing menjilat darah Nabot--orang yang tidak bersalah--, itulah yang terjadi.

    Kalau kita mengalami penyucian secara intensif sampai penyucian kaki yang kotor di dalam kandang penggembalaan, maka cepat atau lambat kita akan berbuah manis. Memang sakit bagi daging saat dibersihkan--disucikan--, tetapi berbuah manis.

    Kalau sudah berbuah manis, hasilnya:


    • Yohanes 15: 1
      15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya

      (terjemahan lama)
      15:1. "Aku inilah Pokok Anggur yang benar, dan
      Bapa-Ku ialah Pembelanya.

      Hasil pertama: kita mengalami pemeliharaan dan pembelaan langsung dari TUHAN.

      TUHAN sebagai pemelihara, sehingga kita tidak akan kekurangan.
      TUHAN sebagai pembela, sehingga seluruh hidup, rumah tangga, dan pelayanan kita tidak akan hancur. Kalau bergantung pada diri sendiri atau orang lain, pasti hancur.

      Kalau TUHAN yang membela, siapa yang bisa menghancurkan? Tidak ada!
      Tidak usah takut! Yang penting, ikuti dulu teladan jejak kematian dan kebangkitan Yesus--baptisan air sampai benar seperti Yesus benar. Setelah itu, masuk lebih dalam lagi ke ruangan suci (kandang penggembalaan)--tempat khusus--tempat yang indah sekali.


    • Roma 10: 15
      10:15. Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

      (terjemahan lama)
      10:15. Dan bagaimanakah mereka itu hendak memberitakan, jikalau tiada disuruh? Seperti yang tersurat:
      Alangkah eloknya segala tapak kaki orang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik.

      Hasil kedua: kita dipakai oleh TUHAN untuk bersaksi tentang kabar baik dan kabar mempelai, sehingga perjalanan hidup kita berhasil dan indah--manis dan bahagia. Percayalah! Semua hanya tinggal menunggu waktu. TUHAN tidak pernah menipu kita.

      Namanya jalan kematian dan kebangkitan. Yesus tidak langsung naik ke Sorga, tetapi harus mati dan bangkit lebih dulu. Begitu juga kita. Memang tidak langsung indah, tetapi harus lewat kematian dan kebangkitan dulu, setelah itu digembalakan, sampai nanti kita mencapai kemulaan.

      Kita mantapkan dulu jejak kematian dan kebangkitan. Kaki juga disucikan di dalam penggembalaan, sehingga semua menjadi manis, indah dan bahagia.

      Kalau kita sudah ikuti jejak TUHAN--semua sudah benar dan sudah tergembala, sudah disucikan dari kejahatan, kenajisan dan kepahitan--, tetapi masih mengalami yang kurang baik, itu merupakan ujian. Sudah berbuah, tetapi masih buah yang kecil. Tunggu, jangan kalah!

      Kalau menang atas ujian, buah akan menjadi matang dan manis. Mungkin ujian di dalam nikah, ekonomi dan sebagainya, jangan berhenti! Teruskan! Kalau berhenti, buah kecil yang sudah ada akan jatuh dan tidak ada gunanya.

      Bertahanlah sedikit waktu lagi dan buah akan menjadi manis. Sebab itu, kita harus tetap tekun! Kalau tidak tekun, akan hilang selamanya. Jaga terus sampai buah yang matang.

      "Saya juga sering salah. Baru diuji tidak makan, sudah teriak-teriak. Salah. Itu sudah berbuah sebenarnya, cuma tidak sadar. Buktinya, tidak mati."


    • 1 Petrus 1: 15-16
      1:15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
      1:16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus

      Hasil ketiga: seluruh tubuh, jiwa dan roh kita menjadi suci seperti Yesus suci; kita menjadi teladan bagi orang lain.

      Kalau kita sudah menjadi teladan dalam kebenaran, maka orang lain akan mengikuti. Satu orang saja menjadi teladan di dalam rumah tangga, yang lain nanti pasti ikut. Ini rumusnya rasul Paulus: 'jadilah teladanku, seperti aku meneladan Yesus'.


  3. Kejadian 1: 26
    1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

    (terjemahan lama)
    1:26. Maka firman Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia atas peta dan atas
    teladan Kita, supaya diperintahkannya segala ikan yang di dalam laut dan segala unggas yang di udara dan segala binatang yang jinak dan seisi bumi dan segala binatang pelata yang menjalar di tanah.

    'ikan-ikan di laut'= binatang buas yang keluar dari laut dalam kitab Wahyu= antikris.
    ' burung-burung di udara'= naga merah padam di kitab Wahyu= setan.
    'ternak'= binatang di darat= binatang buas di darat dalam kitab Wahyu= nabi palsu.

    Teladan Yesus yang ketiga: teladan kemuliaan.

    Dulu manusia diciptakan menurut gambar dan teladan Allah Tritunggal--sama mulia dengan Allah Tritunggal--, sehingga bisa berkuasa atas binatang di darat, laut dan udara. Ini kekuatan kemuliaan TUHAN.

    Tetapi sayang, manusia berbuat dosa--tidak taat--gara-gara satu buah. Makanya jangan katakan 'ah..hanya masalah kecil'. Harus betul-betul benar! Ini bukan masalah zinah, tetapi masalah makan buah. Kalau tidak cocok dengan firman, berarti keluar.

    TUHAN perintahkan semua buah boleh dimakan, hanya satu saja yang tidak boleh dimakan; cuma berapa persen ini kesalahannya? Seandainya ada 100 macam buah dan hanya 1 yang dilarang, berarti kesalahannya hanya 1 persen, tetapi akibatnya, habis.
    Isteri Lot hanya menoleh, dan ia habis.
    Jangan mengecilkan TUHAN!

    Sayang, Adam dan Hawa berbuat dosa--tidak taat--karena perkara kecil. Di dalam pelayanan, sekalipun hanya masalah kecil, tetapi kalau tidak sesuai dengan firman, jangan lakukan! Kalau kita lakukan, kita sudah menyimpang--sudah diusir dari hadapan TUHAN dan tidak berada di jejaknya TUHAN. Bukan berarti kita benar sendiri, tetapi semua ukurannya adalah dari Alkitab.

    Karena tidak taat, Adam dan hawa telanjang--kehilangan kemuliaan Allah; kehilangan gambar dan teladan Allah Tritunggal, sehingga diusir ke dunia.

    Di dalam dunia, seharusnya manusia bertobat. Tetapi, manusia tetap berbuat dosa, sehingga telanjang--kehilangan gambar dan kemuliaan Allah; lebih buruk dari pada di Taman Eden.

    Roma 3: 23
    3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah

    Setelah dibuang ke dalam dunia, keadaan manusia semakin hari semakin memburuk--seperti perempuan pendarahan 12 tahun--, yaitu manusia berkubang dalam dosa sampai puncaknya dosa, sehingga tampil gambarnya anjing dan babi; manusia telanjang dan tidak tahu malu. Kalau di Taman Eden, manusia masih tahu malu dan mencari daun ara untuk dibuat cawat.

    Terutama di mimbar juga sering kali tidak tahu malu. Sedang jatuh dalam kenajisan atau mencuri--tidak mengembalikan persepuluhan--, tetapi masih berkhotbah. Ini artinya, sudah telanjang, tetapi tidak tahu malu.

    Bukan berarti diusir. Kalau kedapatan bahwa kita anjing dan babi, kemudian kita tidak melayani, justru salah dua kali.
    Yang benar adalah kalau ada dosa, jangan pelayanannya yang dibuang, tetapi dosanya yang dibuang dan justru pelayanannya harus ditingkatkan.

    Lebih memburuk lagi, manusia menjadi seperti setan. Petrus, hamba TUHAN yang paling hebat, wajahnya justru seperti setan. Ini yang harus kita waspadai! Dikira wajah malaikat, ternyata setan.

    Matius 16: 21-23
    16:21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    16:22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "
    Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    Petrus, hamba TUHAN yang hebat berwajah setan karena tidak mau menderita bersama Yesus, sehingga ia menyangkal Yesus--pengajaran yang benar.
    Ini yang banyak terjadi sekarang. Banyak yang mendukung yang salah dan yang benar justru dijauhi.
    Hati-hati! Ini banyak tejradi hari-hari ini. Ini wajah setan! Kalau wajah TUHAN, mendukung yang benar dan menjauhi yang tidak benar.

    Tadi, saat manusia masih berwajah kemuliaan, manusia menguasai binatang di darat, laut dan udara. Tetapi setelah dikuasai dosa, manusia dikuasai oleh 3 binatang buas sampai binasa selama-lamnya:


    • dikuasai setan= dikuasai roh jahat dan roh najis.
    • dikuasai antikris= dikuasai roh jual beli; hanya mencari keuntungan secara jasmani saja, tidak lihat lagi pengajarannya benar atau tidak.
    • Dikuasai nabi palsu= dusta dan ajaran palsu.


    Tetapi, TUHAN tidak rela kalau manusia yang diciptakan-Nya hanya berwajah anjing, babi, dan setan--dikuasai oleh setan tritunggal--, bahkan menuju kebinasaan selama-lamanya.

    Bagaimana cara TUHAN menolong? Kitab Wahyu terkena pada percikan darah:


    • Dari pihak TUHAN: Yesus harus rela mengalami 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian. Dia harus mengalami sengsara daging tanpa dosa, sehingga Ia taat sampai mati di kayu salib untuk mengalahkan setan tritunggal yang menguasai manusia, termasuk hamba TUHAN/pelayan TUHAN.
      Yesus juga rela berwajah buruk untuk menyinarkan wajah kemuliaan kepada kita semua.

      Yesaya 52: 13-14
      52:13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
      52:14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--

      'bukan seperti manusia dan manusia'= seperti anjing, babi dan setan untuk menolong Petrus.
      Yesus bukan menjadi anjing, babi dan setan, tetapi Ia menanggung segala dosa-dosa kita dan Petrus, sehingga Ia bisa menyinarkan 100% wajah kemuliaan-Nya kepada kita yang buruk. Sudah cukup! Tinggal kita mau menerima atau tidak!

      "Waktu pertama kali kami ke Poso setelah peristiwa besar. Orang mengadu karena di gereja digantungkan kepala babi. Saya katakan: 'jangan merasa terhina dan jangan membalas, tetapi justru koreksi, saya juga koreksi, apakah isi gereja ini wajahnya demikian semua?'"


    • Dari pihak kita: kita juga harus mengalami 7 kali percikan darah di depan tabut perjanjian.
      Artinya: mengalami sengsara daging bersama Yesus--salib--dalam bentuk menderita dalam ibadah pelayanan, berpuasa, doa semalam suntuk, difitnah, digosipkan dan sebagainya, termasuk pengorbanan yang digerakkan oleh TUHAN.

      Tetapi ingat! Semua itu adalah penderitaan ringan untuk mengubahkan kita--kemuliaan adalah keubahan--dan kita bisa memandang wajah kemuliaan Yesus, sehingga kita yang berwajah buruk seperti setan bisa berwajah mulia seperti Yesus.

      2 Korintus 4: 16-17
      4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
      4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

      Saat dalam penderitaan, kita bisa memandang wajah Yesus yang buruk di kayu salib karena kemuliaan-Nya sudah diserahkan kepada kita semua.

      'penderitaan ringan' => Jangan membesar-besarkan penderitaan! Kalau sudah mulai membesar-besarkan, ingat salib dan kemuliaan TUHAN, maka penderitaan akan menjadi kecil, karena tidak sebanding dengan penderitaan Yesus di kayu salib dan kemuliaan yang akan kita terima.

      Kalau bersungut saat dalam penderitaan, kita akan bertambah berat. Tetapi kalau kita menyeru nama Yesus, maka semua sudah ditanggung oleh TUHAN di kayu salib dan kita merasa ringan.

      Saat dalam penderitaan adalah saat di mana kita bisa melihat salib. Kalau kita menderita, kita dekat dengan salib. Saat menderita, jangan jauh dari salib, tetapi pandanglah wajah-Nya yang mulia--yang sudah menjadi buruk di kayu salib--, supaya kita yang buruk diubahkan menjadi mulia, mulai dari taat dengar-dengaran kepada TUHAN--mengulurkan tangan kepada TUHAN, semua terserah pada TUHAN; kita kembali pada gambar kemuliaan TUHAN.

      Jangan seperti Hawa. Sudah dilarang oleh TUHAN, tetapi ia mengulurkan tangan yang salah. Ia tidak taat dan hancur semua.
      Mari, malam ini kita kembali mengulurkan tangan kepada TUHAN: 'terserah Kau, TUHAN'.

      Petrus mengulurkan tangan saat ia tenggelam dan ia tertolong. Tetapi, ini masih kurang, buktinya ia menyangkal TUHAN. Banyak kali, kita mengulurkan tangan karena kepepet atau ada masalah dan kita butuh pertolongan. Memang boleh, tetapi ini masih kurang. Karena itu perlu diuji lagi.

      Saat diuji, Petrus menyangkal. Tetapi terakhir, sesudah Yesus bangkit dan Ia bertanya 3 kali kepada Petrus: 'Simon, apakah engkau mengasihi Aku?..gembalakanlah...'--3 macam ibadah pokok--, maka ia bisa mengulurkan tangan untuk mati karena Yesus.

      Yohanes 21: 18-19
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
      Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Kalau sudah tidak kuat, kita memang boleh mengulurkan tangan. Tetapi masih belum cukup, karena belum teruji. Harus teruji sampai kita mengulurkan tangan karena mengasihi TUHAN lebih dari semua--mengorbankan apapun untuk TUHAN. Ini mujizat rohani. Petrus sudah tidak butuh apa-apa lagi, tetapi ia mengulurkan tangan karena ia mengasihi TUHAN lebih dari semua.

      Kalau mujizat rohani terjadi, maka yang jasmani juga pasti terjadi.
      Dan nama Petrus tertulis di dalam Yerusalem baru. Bagi kita sekarang, saat TUHAN datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna--sama mulia dengan TUHAN; kembali pada ciptaan semula untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Kita bersama dengan Dia selama-lamanya dan kita masuk Yerusalem baru--seperti nama Petrus tertulis di Yerusalem baru--, kita tidak akan keluar dari situ selama-lamanya.

Malam ini, kita pandang teladan jejak Yesus--kurban Kristus--, teladan pembasuhan--isucikan--dan teladan kemuliaan--taat dengar-dengaran.
Kita taat mengulurkan tangan, apapun yang kita alami, sampai kita mengasihi TUHAN. Kembali pada kurban Kristus dan pandang kurban TUHAN yang sudah mengalahkan setan tritunggal!

Bawa nikah dan semua persoalan kita kepada kurban Kristus! Biarlah hidup ini untuk TUHAN. Kita mengasihi TUHAN lebih dari semua apapun keadaan kita.

Jangan mundur setapakpun! Yang sudah hancur dan rusak, serahkan kepada TUHAN! Yang sudah berhasil, juga serahkan kepada TUHAN. Akui bahwa semua berasal dari TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top