English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 06 Juni 2012 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 27: TENTANG PERCIKAN DARAH YANG DIALAMI OLEH YESUS. Untuk itu kita juga harus mengalami percikan...

Ibadah Raya Malang, 20 Desember 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Bukti bahwa anak merupakan karunia/ anugerah dari Tuhan:
Mata hanya tertuju kepada Tuhan.
1...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Oktober 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pentakosta Malang, 20 Mei 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 terbagi atas dua bagian besar:
Wahyu...

Ibadah Persekutuan V Tana Toraja, 13 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Maret 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 20 Maret 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:6-7, 12
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon...

Ibadah Doa Malang, 10 Februari 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:14-15
2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap...

Ibadah Paskah Surabaya, 27 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat merayakan Paskah, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Februari 2014 (Senin Sore
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 16 Agustus 2011 (Selasa Malam)
Harun dan anak-anaknya memegang jabatan imam bagi Tuhan, dan ada korban-korban yang harus dipersembahkan, yaitu:
Korban...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2008 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Edo

Matius 24: 26-27
= tanda...

Ibadah Raya Malang, 27 November 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Sebelumnya, Yudas Iskariot diperingatkan...

Ibadah Kunjungan di Palangkaraya III, 29 Juni 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: 20 (ulang tahun ke-20 penggembalaan...

Ibadah Raya Surabaya, 06 April 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 November 2010 (Senin Sore)

Matius 25: 31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti
gembala memisahkan domba dari kambing,

Saat kedatangan Yesus kedua kali, Yesus tampil dalam 2 penampilan:
  1. ay. 31 yang diterangkan juga oleh ay. 34= Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja yang memerintah diatas tahta kemuliaan.
    Kalau Yesus tampil sebagai Raja segala raja, kita harus tampil sebagai raja-raja, yaitu kehidupan yang menang atas musuh-musuh (menang atas dosa, daging dan dunia), sehingga kita juga bisa duduk di atas tahta kemuliaan.

  2. ay. 32= Yesus tampil sebagai Gembala Agung.
    Kalau Yesus tampil sebagai Gembala Agung, kita harus tampil sebagai domba-domba yang digembalakan.
Hari-hari ini, jangan sampai kita menjadi domba yang beredar-edar, sebab kita akan kembali menjadi anjing dan babi.
Kalau gembala beredar-edar, akan menjadi penjaga babi.

Penjaga babi= lebih mempertahankan kekayaan, kedudukan, kenajisan dan sebagainya, sehingga mengorbankan Firman pengajaran yang benar (seperti penjaga babi yang meminta Yesus pergi ketika Yesus mengorbankan babi untuk menyembuhkan orang yang kerasukan setan di Gadara --> lebih memilih babi daripada Yesus).

Kita tergembala pada Firman pengajaran yang benar, seperti carang melekat pada Pokok Anggur yang benar.
Kalau dibandingkan dengan keledai, maka keledai bukan tertambat pada induknya, tapi tertambat pada pokok anggur yang benar. Begitu juga dengan induk keledai, tertambat pada pokok anggur yang benar.

1 Petrus 5: 3
5:3. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

Sistem penggembalaan adalah SISTEM KETELADANAN, bukan sistem kerajaan yang main perintah-perintah.
Kita sudah mendengar keteladanan Yesus dalam hal taat dengar-dengaran.

Yesus menjadi teladan bagi kita. Kalau kita ikuti teladanNya, kita juga akan sampai ke tahta kemuliaan.

Malam ini, kita akan melihat 3 teladan Yesus dalam sistem tabernakel:
  1. teladan jejak.
    1 Petrus 2: 21-24
    2:21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    2:22. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
    mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    Teladan jejak= TELADAN KEBENARAN= halaman tabernakel.

    TELADAN JEJAKNYA Yesus adalah jejak kematian (mati terhadap dosa) dan jejak kebangkitan (hidup dalam kebenaran).

    Jejak kematian dan kebangkitan ini mulai kita terapkan dalam baptisan air. Baptisan air adalah jejak kematian yang paling mudah, tapi justru banyak ditentang.

    Roma 6: 2, 4
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4. Dengan demikian kita telah
    dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Jelas disini bahwa mati dan bangkit, kita alami dalam baptisan air.
    Kita yang SUDAH MATI terhadap dosa HARUS dikuburkan bersama Yesus di dalam air, sehingga kita bangkit dalam hidup yang baru (jenis kehidupan Surga).

    1 Yohanes 3:7-9
    3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
    3:8. barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
    3:9. Setiap orang yang lahir dari Allah,
    tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

    Praktik hidup baru:
    • ay. 9= 'tidak berbuat dosa lagi'= hidup dalam kebenaran dan berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar.
    • ay. 9= 'tidak dapat berbuat dosa'= benar seperti Yesus benar.

    1 Petrus 2: 24
    2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    Hasil kalau kita HIDUP BENAR SEPERTI YESUS BENAR adalah kita mengalami kuasa bilur untuk menyembuhkan penyakit jasmani dan rohani.

    Secara jasmani, bisa berupa ekonomi, kesehatan dan sebagainya.
    Secara rohani, rohani kita hidup, tidak kering, tetap setia dan berkobar-kobar.

  2. teladan pembasuhan kaki.
    Yohanes 13: 13-15
    13:13. Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan
    13:14. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
    13:15. sebab Aku telah memberikan
    suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

    Teladan pembasuhan kaki= TELADAN KESUCIAN (ruangan suci).
    Disini, Yesus tampil sebagai Gembala dan Guru.

    Sebagai Gembala untuk memberi teladan.
    Sebagai Guru untuk menyucikan kita dengan Firman pengajaran yang benar.

    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Jika kita tergembala, kita pasti disucikan secara intensif oleh firman pengajaran, terutama mulai dari penyucian kaki yang kotor.

    Yohanes 13: 10-11
    13:10. Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya,
    13:11. Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "
    Tidak semua kamu bersih."

    Penyucian kaki kotor= penyucian dari dosa Yudas, yaitu:
    • Amsal 4: 27
      4:27. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

      = kaki kotor sama dengan kaki yang jahat= kejahatan.

    • Amsal 5: 5-9
      5:5. Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.
      5:6. Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya.
      5:7. Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.
      5:8.
      Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,
      5:9. supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam;


      = kaki menuju pada kenajisan.
      Kalau sudah ada dosa kejahatan, pasti masuk dalam dosa kenajisan.

    • Roma 3: 15-17
      3:15. kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
      3:16. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
      3:17. dan jalan damai tidak mereka kenal;


      = suka bertengkar. Pertengkaran itu berasal dari kebenaran diri sendiri.

    Kalau kehidupan kita dibersihkan dari kaki yang kotor, pasti akan berbuah-buah, baik buah jasmani maupun buah rohani.

    Buah rohani adalah buah-buah Roh.

    Galatia 5: 22-23
    5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.


    Kalau ada buah-buah Roh, hidup kita akan manis. Dan kita bisa saling membasuh kaki= saling mengasihi satu dengan yang lain, seperti teladan yang ditinggalkan oleh Yesus.

    Roma 13: 8
    13:8. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

    Kalau sudah saling mengasihi, semuanya akan dibereskan oleh Tuhan sebagai Gembala Agung  sampai semua dosa beres. Kita SUCI SEPERTI YESUS SUCI.

    1 Petrus 1: 15-16
    1:15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
    1:16. sebab ada tertulis:
    Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

  3. TELADAN KEMULIAAN (ruangan maha suci).
    Kejadian 1: 26a
    1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,

    (terjemahan lama)
    1:26. Maka firman Allah: Baiklah
    Kita menjadikan manusia atas peta dan atas teladan Kita,

    Sebenarnya, manusia diciptakan menurut teladan Allah. Tapi manusia kehilangan kemuliaan Allah karena dirusak oleh dosa.
    Akibatnya manusia telanjang dan terus merosot seperti anjing dan babi, sampai menjadi seperti iblis.

    Matius 16: 22-23
    16:22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    16:23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "
    Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

    ay. 22= 'Petrus menarik Yesus ke samping'= Petrus tidak mau mengikuti teladan Yesus dengan jalan menolak salib.
    Akibatnya, Petrus menjadi iblis (ay. 23).

    Proses kembali pada Tuhan adalah lewat:
    • PERCIKAN DARAH. (sengsara bersama Yesus).

      Wahyu 1: 16-17
      1:16. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
      1:17. Ketika aku melihat Dia,
      tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

      Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos (merupakan percikan darah). Dan saat itulah, ia bisa memandang Tuhan dan menyembah Tuhan.

      Kalau kita mengalami percikan darah, tujuannya adalah supaya kita bisa tersungkur di kaki Tuhan  (menaikKan dupa).

      Tersungkur di kaki Tuhan= mengakui bahwa diri kita tidak layak, banyak dosa dan tidak mampu berbuat apa-apa.

      Dengan tersungkur, kita bisa memandang wajah Yesus yang bagaikan matahari. Disanalah kita mengalami keubahan, sehingga hati kita bisa memancarkan sinar kasih Tuhan, yaitu bisa mengasihi Tuhan, sesama, bahkan mengasihi musuh, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Dengan inilah, kita kembali pada kemuliaan Tuhan.

    • PERJAMUAN SUCI.
      Yesaya 52: 13-14
      52:13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
      52:14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--
      begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--

      Yesus rela menjadi buruk sampai seburuk setan, untuk bisa memberikan sinar matahariNya kepada kita, sehingga wajah kita yang buruk bisa diubahkan menjadi wajah kemuliaan seperti Yesus.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top