English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Januari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 3 Juni 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 menunjuk pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya...

Ibadah Doa Malang, 31 Agustus 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena

Ibadah Raya Surabaya, 27 Desember 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Juli 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 25 Mei 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Mei 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 27 September 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 21 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:41-44, dalam Tabernakel menunjuk pada petinya Tabut Perjanjian. Tutup Tabut Perjanjian terbuat...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Juni 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Desember 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 10 April 2017 (Senin Malam)
Puji TUHAN, kita masih melanjutkan firman TUHAN pada ibadah doa tadi.
Wahyu 6: 2
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Mei 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Raya Malang, 28 Mei 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Yohanes...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 17 Februari 2019 (Minggu Siang)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 1-5
9:1. Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
9:2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
9:3. Dan dari asap itu berkeluaranlah
belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
9:4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan
hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

Ayat 1-12 merupakan peniupan SANGKAKALA KELIMA; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas manusia di bumi .
Tanda sangkakala kelima: sebuah bintang jatuh dari langit ke atas bumi (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019). Ini adalah Lucifer yang jatuh menjadi setan, yang akan diikuti oleh roh jahat dan najis--belalang dan kalajengking yang akan menyiksa manusia di bumi selama lima bulan.

"Hari jumat saya membaca berita, ada pesawat yang keluar kalajengking di bagasinya, heboh. Baru satu kalajengking, sudah heboh sekali. Nanti benar-benar heboh sekali, lima bulan akan mengalami siksaan oleh kalajengking."

Ini akan terjadi secara jasmani, tetapi yang penting bagi kita adalah secara rohani.

Mengapa Lucifer bisa jatuh dan menjadi setan?
Yesaya 14: 12-15
14:12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:
Aku hendak naik ke langit(1), aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah(2), dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan(3), jauh di sebelah utara.
14:14.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan(4), hendak menyamai Yang Mahatinggi!(5)
14:15. Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.

  1. Yang pertama: Lucifer menjadi setan karena kesombongan--lima kali disebutkan 'aku hendak....', sampai hendak menyamai Tuhan.
    Ini sama dengan melawan lima luka Yesus di kayu salib.


  2. Yang kedua: Lucifer menjadi setan karena tidak taat dengar-dengaran pada Tuhan/firman pengajaran yang benar--kalau sombong pasti tidak taat.

Filipi 2: 8-9
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Sebaliknya, Yesus adalah pribadi yang rendah hati dan taat. Tadinya Lucifer berada di sorga, tetapi karena sombong dan tidak taat ia jatuh ke bumi.
Di sorga tidak boleh ada tempat kosong. Ini pelajaran bagi kita; kalau ada orang meninggalkan jabatan pelayanan, tempat itu tidak boleh kosong, masih ditunggu oleh Tuhan, tetapi kalau sudah digantikan oleh orang lain, tidak akan bisa kembali lagi.
Contoh: Yudas jatuh, diganti oleh Matias, dan ia tidak bisa kembali lagi. Kalau masih ditunggu, berarti masih ada kemurahan Tuhan.

Demikian juga dengan cerita Lucifer, bintang timur di sorga kosong karena ia sudah jatuh ke bumi, sehingga harus diisi oleh Yesus.
Yesus rendah hati dan taat sampai mati di kayu salib dengan lima luka utama, sehingga Ia ditinggikan setinggi-tingginya--bintang timur yang gilang-gemilang di takhta sorga; tidak bisa jatuh selamanya. Kalau Lucifer hanya sebagai bintang timur, dan bisa jatuh.

Wahyu 22: 16
22:16. "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

Sebenarnya, sifat sombong dan tidak taat merupakan sifatnya setan, tetapi sekarang juga melanda bintang-bintang di akhir zaman, sehingga nanti sepertiga bintang di langit gugur--bintang menunjuk pada imam-imam.
Wahyu 12: 3-4
12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Naga gambaran dari setan.
Setan akan menyeret sepertiga bintang di langit--imam-imam--sehingga menjadi sombong dan tidak taat.
Akibatnya: mengalami kejatuhan. Hati-hati!

Ekor naga artinya:

  • Dosa terutama puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan--pada ekor ular ada (maaf) alat reproduksi.
  • Pengajaran palsu (Yesaya 9: 14: Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.).

Kalau sudah jatuh pada pengajaran palsu dan dosa, akan menjadi sombong dan tidak taat. Bahaya, ia sudah jatuh ke bumi dan hancur bersama setan.

Mari, yang belum jadi menjadi imam, semoga bisa diangkat menjadi bintang; yang sudah jadi bintang tetap bertahan.

Oleh sebab itu biarlah hari-hari ini kita berusaha untuk menjadi bintang--imam-imam yang dipakai Tuhan--, dan berusaha supaya tidak gugur tetapi tetapi bercahaya bahkan lebih bercahaya sampai Tuhan datang kembali.

Proses menjadi bintang bercahaya:
Filipi 2: 12-15
2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

  1. Proses pertama menjadi bintang bercahaya: ayat 12: 'kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar'= mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar kepada Tuhan, bukan manusia.

    Kita sebenarnya bangsa kafir yang hanya seperti anjing dan babi--binatang haram--yang tidak layak untuk dipersembahkan. Tetapi karena Yesus sudah merendahkan diri dan taat sampai mati di kayu salib dengan lima luka utama, bangsa kafir bisa dibenarkan/diselamatkan, dan diangkat menjadi imam dan raja--bintang-bintang.

    Sesudah diselamatkan, mari kerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, yaitu lewat beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita semua dengan setia dan tanggung jawab kepada Tuhan. Keselamatan adalah MODAL cuma-cuma dari Tuhan kepada kita. Mari sekarang kita kerjakan, supaya modal tidak berkurang apalagi hilang--seperti memperdagangkan talenta.

    "Setia dan tanggung jawab seperti tiang di gedung ini, tidak bergeser sedikitpun."

    Setia dan tanggung jawab= sama seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar. kalau dikaitkan dengan bangsa kafir: sama seperti keledai tertambat pada pokok anggur yang benar.
    Mari kita beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita dengan setia dan tanggung jawab kepada Dia.

    Tertambat pada pokok anggur yang benar--setia dan tanggung jawab--artinya: beribadah melayani Tuhan dalam sistem penggembalaan; setia dan tekun dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya (ada nyanyian dan kesaksian)--kita diberi minum supaya kita selalu segar di padang gurun dunia.

      "Gunakan kesempatan untuk bersaksi. Tidak usah takut bersaksi. Diatur waktunya yang baik, dibaca, boleh, kalau takut, kasih ke saya, saya yang baca, boleh. Harus bersaksi, itu adalah inventaris kita. Dulu saksi A, kemudian naik lagi ke B dan seterusnya--naik gunung, sayap semakin besar. Dulu hanya loncat batu kecil--sayapnya masih keci--, sekarang sudah lompat batu besar, dan nanti bisa melewati badai lautan. Dan setelah berada di langit (Wahyu 12: 1), kita sudah menjadi terang dunia--dunia melihat kita. Mungkin mau dituliskan di majalah manna, boleh, kalau kesaksiannya baik dan sesuai dengan firman."


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--kita diberi makan, supaya kuat dan tidak tersandung dalam mengikut dan melayani Tuhan.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--kita bernafas dengan kasih Allah sampai hidup kekal.
      Biarpun sudah menyanyi, bersaksi, dan makan firman, kalau tidak menyembah, tidak ada gunanya juga.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal--tidak bisa diseret oleh ekor naga, tetapi kita mengalami pertumbuhan rohani sampai berbuah manis. Ada jaminan dari Tuhan! Tuhan tolong kita semua.

    "Yang mendengar dari jarak jauh, firman ini tidak bisa dibatasi oleh jarak, ruang, dan waktu. Tetap tekun! Kita semua dilindungi Tuhan, kuasa-Nya sama."

    Kalau ranting melekat pada pokok anggur yang benar, cepat atau lambat pasti berbuah manis, karena pokoknya jelas yaitu pribadi Yesus. Yesus Gembala yang baik menyerahkan nyawa-Nya--sebagai Pokok Dia rela mati supaya ranting-ranting bisa hidup--, itulah yang menjadi jaminan bahwa kita pasti berbuah manis, sampai buah kesempurnaan--kita menjadi mempelai wanita sorga.
    Satu waktu kita akan berkata: Iya, kok bisa ya? Untung aku dulu tekun dalam penggembalaan. Sabar menunggu waktu Tuhan!

    Kalau sudah tekun, tetapi buahnya masih pahit, teruskan--seperti mangga tidak langsung manis, tetapi mulai dari mangga yang masih muda sekali lebih dulu, kemudian mangga muda, baru matang menjadi manis.

    "Opa van Gessel menuliskan: Setelah tiga puluh tahun sebagai hamba Tuhan saya memetik buah manis, tiga puluh tahun kedua akan aku jalani, tetapi tiga puluh tahun ketiga aku sudah tidak mencapainya, karena aku sudah bersama Tuhan--beliau meninggal pada usia enam puluh enam tahun. Ini pengalaman hamba Tuhan yang berbuah manis. Tidak mungkin berbuah pahit."

    Kaum muda, mungkin sekarang pahit, tidak apa-apa, satu waktu hidup itu akan manis sampai buah kesempurnaan. Berusaha supaya tidak diseret ekor naga!

    Ayub 39: 8
    39:8. Siapakah yang mengumbar keledai liar, atau siapakah yang membuka tali tambatan keledai jalang?

    Sehebat apapun bangsa kafir kalau tidak digembalakan--tidak setia dan tanggung jawab dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan--, sebentar lagi akan jadi keledai liar dan keledai jalang untuk dibinasakan selama-lamanya--termasuk hamba Tuhan kalau tidak tergembala.

    Keledai liar= tersesat oleh ajaran-ajaran palsu.
    Keledai jalang= jatuh dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

    Apapun keadaan kita, kita harus tergembala hari-hari ini, supaya berbuah manis. Tuhan tolong kita semua.


  2. Filipi 2: 13-15
    2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
    2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
    2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

    Proses kedua menjadi bintang bercahaya: mengalami penyucian secara terus menerus oleh firman yang dikatakan oleh Yesus (firman pengajaran yang benar)--kalau ranting melekat pada pokok anggur yang benar, ia akan diguntingi setiap saat; kebun anggur tidak bisa dibiarkan seperti kebun tebu.

    Kejadian 49: 11-12
    49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
    49:12. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

    Di sini, kalau keledai tertambat, ia akan dimandikan terus sampai giginya kelihatan. Begitu detail dari penggembalaan.
    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    'firman yang telah Kukatakan'= firman yang dikatakan Yesus= firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua; firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

    Langkah-langkah penyucian:


    • Mulai dari hati bengkok disucikan menjadi hati yang lurus/tulus.
      Kalau bengkok, akan jadi jalannya ular, tetapi kalau lurus, akan jadi jalannya Tuhan. Tinggal pilih!
      Hati nurani adalah gudangnya dosa.

      Filipi 2: 15
      2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

      Kalau hati sudah bengkok, semuanya akan bengkok. Semua ditentukan dari hati.
      Hati-hati, pelayanan mulai dari nikah, kalau hati bengkok, jangan menikah dulu, kasihan pasangan dan anaknya atau anak dan orang tua.

      Hati disucikan dari:


      1. Keinginan jahat= keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi untuk Tuhan dan sesama yang membutuhkan--memberi waktu, tenaga, uang dan sebagainya.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan. Kalau hamba Tuhan bengkok, yang di belakangnya akan bengkok semua.

        Kalau disucikan kita bisa memberi.


      2. Keinginan najis.
        Kalau disucikan kita bisa hidup benar dan suci.


      3. Kepahitan hati= iri hati, kebencian tanpa alasan, dendam dan lain-lain.
        Wahyu 8: 10-11
        8:10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
        8:11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

        Kalau disucikan kita akan mengalami damai sejahtera. Jaga hati damai! Kalau sudah pahit, sebentar lagi akan gugur semua. Kita harus selalu mengoreksi diri.


      Kalau masih mau tetap dipakai Tuhan, hati jangan bengkok tetapi harus tulus/lurus. Banyak dengar firman dan berada di bawah kaki Tuhan! Kalau ada kepahitan sedikit saja, minta ampun pada Tuhan. Harus damai sejahtera!


    • Filipi 2: 14
      2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

      Yang kedua: penyucian mulut sehingga:


      1. Tidak bersungut dan berbantah tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
      2. Tidak berdusta, mulai dari soal Tuhan/pengajaran yang benar, sampai jujur dalam segala hal.
      3. Tidak salah dalam perkataan, kita hanya menyembah dengan seruan: Haleluya, sampai penyembahan di awan-awan yang permai bersama dengan bintang-bintang dari keempat penjuru bumi untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
        Yakobus 3: 2
        3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.


    Filipi 2: 13
    2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

    Kalau kita sudah disucikan, Tuhan akan memberikan kerelaan dan kemauan untuk bisa melayani Tuhan--kerelaan berkorban untuk melayani Tuhan--sehingga kita tidak pernah tersandung sampai selamanya.
    Jangan keluar dari kehendak Tuhan! Jangan ikuti kemauan sendiri, tetapi Tuhan! Kita melayani sesuai dengan kehendak Tuhan.

    Tadi, kerjakan keselamatan yang sudah kita dapatkan lewat beribadah melayani dalam sistem penggembalaan--ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Kita pasti berbuah manis, tidak bisa lagi diseret oleh ekor naga.
    Kemudian mengalami penyucian sehingga Tuhan memberi kita kerelaan untuk bisa melayani Dia.
    Contoh: rasul Paulus sampai mengatakan: Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Untuk melayani yang penting adalah kesucian, bukan kepandaian.


  3. Filipi 2: 16
    2:16. sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

    Proses ketiga menjadi bintang bercahaya: berpegang pada firman kehidupan--bintang berada di orbitnya.

    Firman kehidupan artinya firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup--sudah mendarah daging dalam hidup kita--bagaimana kita diubahkan dan ditolong.
    Pegang itu!

    "Kalau saya gampang saja. Pengalaman hidup jasmani dan rohani saat di Lempin-El selama tujuh bulan. Secara jasmani tidak kerja, tidak punya apa-apa, tetapi bisa makan. Hanya dengar firman, setiap hari makan. Secara rohani juga diubahkan sampai menjadi hamba Tuhan. Sudah cukup. Untuk apa pindah ke orbit lain? Ini istilah dari berpegang pada firman kehidupan."

    Berpegang pada firman kehidupan--menggenggam firman; firman ada di jantung hati kita--artinya:


    • Tidak memberi kesempatan satu kalipun untuk membaca atau mendengar ajaran lain. Bukan tidak boleh mendengar firman di mana-mana, tetapi tidak boleh mendengar ajaran lain.
      Ajaran lain ini yang membuat kita ragu, dan akhirnya jatuh. Kalau mendengar yang sama, tambah bagus, tetapi kalau tidak sama, bahaya, nanti yang benar pasti dilepas.

      Ajaran tentang iman berbeda, berarti pintu masuknya sudah beda. Belum lagi soal baptisan, Roh Kudus. Kalau berbeda, mau ke mana kita? Dengar satu pengajaran! Bintang tidak boleh berpindah-pindah orbit!


    • Taat dengar-dengaran pada firman kehidupan sampai daging tidak bersuara lagi, apapun pengorbanan.
      Contoh:
      Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya. Dulu soal Ishak, ia sudah melanggar perintah Tuhan. Isterinya menyuruh ia mengambil Hagar, dan ia ikuti. Akhirnya jadi masalah sampai hari ini. Ia sudah punya pengalaman buruk, sekarang tidak mau lagi. Ia taat untuk mempersembahkan anaknya. Soal nikah sudah salah, kalau soal buah nikah salah lagi, tidak tahu lagi.

      Kalau dulu soal nikah sudah salah karena tidak mengerti firman--bukan saya setuju--, minta ampun, supaya diubahkan. Tetapi sekarang sudah tahu firman, kalau salah soal buah nikah, mau apa lagi?


    Berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kuasa-Nya kepada kita, sehingga mujizat pasti terjadi. Percayalah!

    Sekarang bintang-bintang mau jatuh--Lucifer mau menghantam bintang-bintang dengan roh kesombongan dan ketidaktaatan.
    Mari, kita menjadi rendah hati dan taat--mengulurkan tangan kepada Tuhan--, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih dan kuasa-Nya untuk mengadakan mujizat di tengah kita:


    • Pembaharuan hidup.
    • Mujizat jasmani.
    • Sampai kesempurnaan. Kita tidak gugur, tidak percuma kita bersusah-susah.
      Filipi 2: 16
      2:16. sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

      "Mohon maaf, saya dari Malang harus ke Surabaya dan Medan, kalau tidak berpegang teguh pada firman, untuk apa? Lebih baik tidur di rumah; percuma bersusah-susah, satu waktu akan jatuh. Tetapi kalau berpegang teguh, tidak percuma kita bersusah -susah. Yang kita perjuangkan tidak sia-sia. Itu hiburan saya."

      Pegang teguh firman!

Satu contoh bintang: Ester--nama Ester artinya bintang.
Ester 2: 7
2:7. Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.

Ester tidak beribu bapa= gambaran dari kehidupan yang tidak berdaya dan tidak punya harapan; ia hanya ikut orang lain.
Tetapi ia mengikuti proses menjadi bintang. Itu yang penting!
Mungkin orang tua tidak mampu, jangan salahkan orang tua, tetapi berdoa.

"Ada sepupu saya berkata: 'Dasar orang tua tidak tanggung jawab.' Dia SMA kelas tiga, masih sering belajar sama saya. Janganlah berkata begitu. Biar saya masih nakal, jangan begitu terhadap orang tua. Saya suruh dia berdoa, dan akhirnya saudaranya tergerak sehingga dia bisa kuliah. Kalau harus kuliah pasti ada jalan, kalau tidak, Tuhan bukan jalan untuk bekerja. Ada murid kami juga, anak seorang fulltimer, tidak kuliah tetapi langsung bekerja, sekarang sudah hebat. Bisa juga. Terserah Tuhan. Jangan mengata-ngatai orang tua! Yang penting ikuti proses! Yang memiliki orang tua yang mampu, jangan sombong, semua itu tidak menjamin. Banyak juga orang kaya yang akhirnya jadi payah hidupnya. Jangan sombong! Ikuti proses menjadi bintang!"

Proses Ester menjadi bintang:

  1. Ester 2: 3
    2:3. hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka.

    'benteng'= halaman Tabernakel.
    'balai'= ruangan suci, menunjuk pada kandang penggembalaan.

    Proses pertama: berada di dalam penggembalaan.


  2. Ester 2: 12
    2:12. Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan.

    Enam bulan dan enam bulan= 66 kitab dalam alkitab.

    Proses kedua: mengalami penyucian lahir dan batin sampai menjadi rendah hati dan taat dengar-dengaran apapun resikonya.

    Saat itu Ester disuruh menghadap raja karena Haman mau membunuh semua orang Yahudi--menghadapi ancaman--; tinggal raja yang bisa menolong--antikris akan berkuasa, tinggal Raja segala raja yang bisa menolong.
    Ester harus menghadap, tetapi kalau raja tidak mengulurkan tongkatnya, ia akan mati--pilihan hidup atau mati. Inilah kerendahan hati dan ketaatan.

    Mordekhai berkata kepada Ester: Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu. Tidak ada paksa memaksa, tetapi memilih Hidup atau mati serahkan pada Tuhan!

    Ester 2: 15
    2:15. Ketika Ester--anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak--mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.

    Hegai menunjuk pada gembala. Ester taat pada gembala, orang tua--Mordekhai--, dan Tuhan, sehingga ia berani menghadap raja dengan berkorban nyawa ('kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.')--kalau raja tidak mengulurkan tongkatnya, ia harus mati.
    Ester 5: 1-2
    5:1. Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu.
    5:2. Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga
    raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu.

    Ester mengulurkan tangan kepada raja--sekarang kepada Tuhan--, dan Tuhan mengulurkan tongkat emas--tangan kasih dan kuasa-Nya yang besar, lebih dari segala sesuatu.
    Asal kita mau mengulurkan tangan, Dia juga akan mengulurkan tangan. Di luar tongkat emas, kita akan mati, tidak ada apa-apanya. Di luar kemurahan dan belas kasih Tuhan, mati.
    Manfaatkan belas kasih Tuhan!

    Kegunaan tongkat emas:


    1. Menentukan hidup mati kita; menentukan langkah-langkah hidup kita yang berhasil dan indah.
    2. Menentukan pemeliharaan hidup kita secara jasmani dan rohani.
    3. Mampu melakukan apa yang tidak bisa kita pikirkan dan lakukan. Apa yang mati menjadi hidup; yang mustahil menjadi tidak mustahil.
      Kita hanya bergantung pada tongkat emas. Serahkan semua kepada Tuhan! Langkah-langkah kita ditentukan oleh tongkat emas, apalagi dunia akan dikuasai antikris.


    4. Menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna; kita masuk Yerusalem baru. Kita bersama Dia selamanya--tongkat emas ada di Yerusalem baru.
      Wahyu 21: 15
      21:15. Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.

Sehancur dan seburuk apapun kita, asalkan ada tongkat emas siang ini--kemurahan dan belas kasih Tuhan--kuasa-Nya mampu menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai--ini yang rasul Paulus katakan: aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Kita sudah menjadi bintang di atas, tinggal satu langkah lagi, kita akan menyambut kedatangan Yesus kedua kali, dan masuk Yerusalem baru.
Serahkan semua! Hidup mati kita ada di tongkat emas--kemurahan Tuhan. Ada yang sudah mustahil, serahkan kepada Dia! Tidak bisa dipikir lagi, serahkan kepada Dia. Ada yang masih busuk dan hancur, serahkan kepada Dia! Kita akan mengalami penyucian dan pembaharuan sampai kesempurnaan.

Dia yang menentukan semua. Kita boleh berusaha, melakukan semuanya, tetapi Dia yang menentukan. Sebaliknya, kalau semua sudah tidak bisa, dipikirpun sudah tidak bisa, malah membuat kita stres, saatnya menyerah kepada Dia. Pegang tongkat emas! Segala usaha sudah dilakukan tetapi masih belum bisa, tinggal satu, yaitu pegang tongkat emas.

Apa yang dialami suami, isteri, anak, orang tua adalah pengalaman pribadi dengan Tuhan dan tongkat emas-Nya. Jangan putus asa, kecewa, dan bangga dengan sesuatu! Siang ini, serahkan kepada Dia. Tetap pegang tongkat emas, dan mujizat pasti terjadi sampai mencapai kesempurnaan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top