English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2016 (Sabtu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juli 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 16 April 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama dengan penyebaran terang/...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 16 April 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:22-23
12:22 Kemudian kamu harus mengambil...

Ibadah Raya Malang, 01 November 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 adalah tentang sidang jemaat Laodikia.
Wahyu...

Ibadah Raya Malang, 07 Oktober 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8 dan 9, dalam Tabernakel...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Januari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14 dalam Tabernakel terkena pada buli-buli emas berisi manna, ini menunjuk pada kehidupan yang...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 14 Agustus 2013 (Rabu Malam)
Mazmur 141: 1-4
141:1. Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Maret 2020 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 25 November 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 30:6
30:6 Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Mei 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7...

Ibadah Raya Malang, 26 Februari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan...

Ibadah Raya Malang, 23 Juni 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ......


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 17 September 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 9-11
6:9. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.
6:10. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
6:11.
Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KELIMA; penghukuman yang kelima dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu pembalasan Tuhan atas darah orang-orang yang mati karena Tuhan/mati syahid (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017).
Orang yang mati syahid adalah orang yang dibunuh karena firman Allah dan kesaksian Yesus.

Darah orang yang mati syahid mulai dari Habel, orang benar, berseru pada Tuhan, supaya Tuhan membalaskan darah mereka, tetapi mereka harus menunggu sampai genap jumlah orang-orang yang mati syahid pada zaman akhir ini, yaitu pada zaman antikris berkuasa tiga setengah tahun di bumi. Mereka yang tetap bertahan untuk menyembah Yesus, akan disiksa dan dipancung. Ini yand ditunggu; dari Habel sudah siap semua, tetapi masih ada orang yang mati syahid pada zaman antikris.

Hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan yang mati syahid pada zaman antikris adalah mereka yang memiliki firman Allah--meja roti sajian--dan kesaksian Yesus--pelita emas--, tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas.
Artinya:

  • Tidak mau menyembah Tuhan; banyak hamba/pelayan Tuhan yang tidak mau menyembah Tuhan, apalagi kalau sudah berpengalaman. Menyembah biasa saja tidak mau, apalagi puasa.
  • Terpaksa menyembah,
  • atau penyembahannya belum mencapai ukuran sampai daging tidak bersuara lagi--masih ada suara daging yaitu kekuatiran, ketakutan, ketidaktaatan, kebencian dan lain-lain.
    Tidak taat, firman berkata: A, tetapi dijawab: Ya, A+1 bisa, kita harus bijaksana.; Memang firman Allah benar, tanah Kanaan penuh susu, hanya di sana ada raksasa, kita harus bijaksana, kita mundur saja. Ini ketidaktaatan/suara daging.

Karena itu Tuhan izinkan untuk disiksa dan dipancung oleh antikris, darah mengalir tertumpah ke bumi--mati syahid--untuk menggenapi ukuran penyembahan yaitu sampai daging tidak bersuara. Kalau sudah dipancung, tidak ada lagi suara daging yang tidak taat, suara daging yang benci dan lain-lain. Sudah selesai!

'Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih'= kalau mau tertumpah darahnya ke bumi--mati syahid--karena firman dan kesaksian Yesus; tetap menyembah Yesus, tidak mau menyembah antikris, ia akan menerima sehelai jubah putih dari Tuhan.

Mari, sungguh-sungguh! Waspada! Hanya sedikit yang bertahan, tetapi banyak yang tidak tahan, sehingga menyangkal Yesus dan menyembah antikris--ia menjadi sama dengan antikris dan dibinasakan.

Jangan mengambil jalur ini! Jalur mati syahid di zaman antikris sangat berat. Banyak yang tidak kuat.
Karena itu selama darah mengalir di dalam tubuh, biarlah kita gunakan sungguh-sungguh untuk beribadah melayani Tuhan sampai bisa menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh sehingga kita mengalami mati dan bangkit bersama Yesus--yang mati syahid adalah rohaninya. Kalau pada zaman antikris, yang mati syahid jasmaninya; benar-benar dipancung dan darah tertumpah ke bumi.

Tinggal sedikit waktu lagi, mau apa lagi kita? Kerja dan sekolah yang keras, silahkan, saya doakan, saya juga ikut bersyukur pada Tuhan, tetapi semua akan sia-sia kalau kita tidak sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan dan menyembah Tuhan.

Mari sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan sampai kita mengalami mati syahid secara rohani; kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, dan tidak bisa dijamah oleh antikris. Jangankan dijamah, dilihatpun tidak bisa. Yang bisa dijamah antikris adalah suara daging.

"Ambil doa rantai! Enak, banyak temannya. Semua kuat. Gunakan waktu untuk sungguh-sungguh beribadah melayani Tuahn sampai menyembah, dan mengalami mati syahid rohani--mati dan bangkit bersama Yesus; mengalami kematian dari sifat dan hawa nafsu daging!"

Kepada kita juga diberikan sehelai jubah putih lewat jalan mati syahid rohani; yang mati syahid jasmani juga diberi jubah putih.

Kita belajar jubah putih.
Ada tiga macam/tingkatan jubah putih:

  1. Yohanes 19: 23a
    19:23a. Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian

    Tingkatan jubah putih yang pertama: di atas kayu salib, Yesus ditelanjangi dan pakaian-Nya dibagi menjadi empat bagian--empat bagian menunjuk pada empat penjuru bumi. Ini sama dengan pakaian kebenaran/pakaian keselamatan untuk semua manusia di empat penjuru bumi; seluruh dunia.

    Kenapa Yesus yang harus ditelanjangi untuk memberikan pakaian? Karena sejak Adam dan Hawa berbuat dosa dan diusir ke dunia, semua manusia berbuat dosa, dan kehilangan kemuliaan--ruangan maha suci--, kesucian--ruangan suci--, dan kebenaran--halaman Tabernakel.
    Kalau hilang kemuliaan, hilang semua, dan telanjang. Karena itu Yesus harus ditelanjangi untuk memberi kita pakaian.

    Roma 3: 23
    3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

    Di Taman Eden, manusia telanjang dan malu--manusia membuat cawat--, tetapi di dunia, manusia telanjang dan tidak tahu malu, seperti anjing dan babi, itulah kita bangsa kafir.

    "Seringkali kami hamba Tuhan lagi telanjang, tetapi berkhotbah. Tidak tahu malu! Karena itu kami hamba Tuhan diperiksa terus dan didoakan, karena banyak penipuan-penipuan. Seperti yang saya bilang, pendetanya berkhotbah, tetapi yang di bawah hanya memberi kode karena dia tidak bayar hutang. Ini sungguh terjadi. Jangan ditipu! Karena itu penggembalaan itu paling murni, saudara tahu siapa saya. Kalau orang lain, sekalipun orang bilang hebat, belum tentu di dalamnya. Bukan berarti saya menjelekkan orang, saya juga bisa dilihat kejelekannya di dalam penggembalaan."

    Bangsa kafir hanya berkubang di dalam dosa; tidak berharga, bahkan hina dan binasa--upah dosa adalah maut selamanya.
    Bangsa kafir tidak berharga di hadapan Tuhan!

    Oleh sebab itu Yesus rela ditelanjangi dan mati di kayu salib untuk memberikan pakaian keselamatan/pakaian kebenaran untuk menutupi ketelanjangan manusia berdosa, termasuk bangsa kafir. Ini sama dengan menyelamatkan manusia berdosa. Tidak ada jalan lain, Dia harus ditelanjangi untuk memberi kita pakaian!

    Yesus sudah rela memberi, sekarang kita mau menerima atau tidak? Kalau tidak, tidak bisa juga. Harus menerima; harus masuk dalam proses.
    Yohanes 19: 31-34
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Pada hari Sabat mayat tidak boleh tergantung. Kalau belum mati, kakinya dipatahkan dan cepat diturunkan. Penjahat pertama dan kedua dipukul kakinya, tetapi ketika sampai pada Yesus, Ia telah mati.
    Jadi jelas, Yesus sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--sebagai bukti kasih-Nya untuk menyelamatkan bangsa Israel, umat pilihan-Nya; untuk memberikan pakaian kebenaran/kebenaran kepada bangsa Israel, dan menutupi ketelanjangan mereka. Tetapi bagi bangsa kafir masih belum.

    Untunglah ada luka kelima di lambung yang ditombak oleh bangsa kafir. Ini adalah luka terbesar dan terdalam yang mengeluarkan darah dan air, sebagai kasih karunia/ANUGERAH TUHAN yang besar untuk menyelamatkan bangsa kafir, dan menutupi ketelanjangan kita bangsa kafir.

    Bagi umat pilihan-Nya, Tuhan memberikan kasih-Nya, tetapi bagi orang yang tidak layak, itu bukan kasih lagi, tetapi lebih dari itu, yaitu anugerah--pemberian kepada orang yang tidak layak; kita semua. Bangsa Israel memang domba yang dikasihi Tuhan, tetapi kita bangsa kafir adalah bangsa anjing dan babi. Bukan kasih lagi, tetapi anugerah untuk memberikan pakaian keselamatan bagi kita dan menutupi ketelanjangan kita bangsa kafir.

    Prosesnya: bangsa kafir harus menerima darah dan air dari lambung Yesus:


    • Darah= percaya Yesus dan bertobat--mezbah korban bakaran.
      Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan; mati terhadap dosa, terutama dosa yang membuat telanjang yaitu


      1. Dusta dan benci--setan adalah bapa pendusta dan pembunuh.

        Dusta dan benci adalah tanda ketelanjangan.

        "Biar kami hamba Tuhan sudah bertahun-tahun melayani--saya sudah dua puluh lima tahun--, kalau ada dusta dan kebencian, pasti telanjang; ia masih berada di tangan setan; masih telanjang dan tidak tahu malu."


      2. Dosa kejahatan; kita berkhotbah dengan kebencian, itu juga telanjang dan tidak tahu malu--anjing dan babi.


    • Air= baptisan air--kolam pembasuhan.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendaptkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu HIDUP DALAM KEBENARAN.

      Ini sudah mendapat sehelai jubah putih, yaitu hidup dalam kebenaran.


    Tidak perlu tunggu mati syahid. Sekarang ini, mati dan bangkit secara rohani lewat baptisan air--bangkit dalam hidup baru.
    Pilih mati syahid dipancung atau dalam baptisan air? Kalau tidak mau mati syahid dalam baptisan air; tidak mau dikubur, bertobat dan hidup baru, Tuhan masih berkemurahan.

    Jangan bilang Tuhan jahat karena orang disuruh masuk aniaya antikris. Tuhan bukan jahat, tetapi kalau tidak diizinkan masuk aniaya antikris sementara tidak ada tanda-tanda pembaharuan, ia tidak akan bisa masuk sorga--tubuh darah dan daging tidak bisa masuk sorga.

    Yesus harus disalib dulu baru naik ke sorga. Kita juga. Mungkin sudah dibaptis, periksa hasilnya, apa sudah hidup dalam kebenaran atau masih ada dusta dan kebencian dan lain-lain? Berhenti berbuat dosa dan hidup benar.

    Amsal 10: 2
    10:2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.

    Sehelai jubah putih--pakaian kebenaran--mampu menyelamatkan kita dari maut/kebinasaan.

    Mazmur 5: 13
    5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Dulunya kita di luar Tabernakel dan tidak selamat. Dibawa untuk masuk HALAMAN TABERNAKEL. Sudah aman. Kita hidup dalam kebenaran, dan menyelamatkan kita dari maut.

    Sudah selamat, ditambah lagi kita dipagari dengan berkat dan anugerah. Pagar Tabernakel terbuat dari kain putih--menunjuk pada kebenaran.
    Ini untuk bangsa kafir. Setelah kita selamat dari maut dan hidup benar, kita dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan--kain putih. Tidak bisa dijamah lagi oleh setan. Tidak ada lagi kutukan dan kebinasaan, tetapi berkat; suasana Firdaus. Kalau kutukan, itu suasana dunia. Dulu dari Firdaus diusir ke dunia. Sekarang, dengan masuk Tabernakel, mau menerima pakaian kebenaran dari Tuhan--sehelai jubah putih--kita berpindah lagi dari dunia yang terkutuk menjadi suasana Firdaus.

    Pertahankan hidup benar supaya dipagari berkat dan anugerah Tuhan yang besar.


  2. Yohanes 19: 23b-24
    19:23b.dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
    19:24. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi
    baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

    Tadi, pakaian Yesus dibagi menjadi empat, tetapi di sini jubah-Nya tidak dibagi-bagi.

    Tingkatan jubah putih yang kedua: jubah Yesus yang diundi. Ini bicara pakaian putih juga.

    Dulu Imam Besar Harun punya pakaian kudus/pakaian pelayanan. Yang belum dapat jubah putih/pakaian kebenaran, mari bertobat dan masuk baptisan air. Yang sudah percaya Yesus dan masuk baptisan air, mari hidup benar. Pakai pakaian putih, kita sudah dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan. Kita mengalami suasana Firdaus. Kalau tidak benar, akan bersuasana kutukan.

    Setelah itu, mari ditambah ke tingkat kedua.
    Keluaran 28: 2
    28:2. Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.

    Jubah Yesus yang diundi sama dengan pakaian kudus dari Imam Besar, sekarang menunjuk pada PAKAIAN PELAYANAN.

    Di kitab Kejadian, jubah pelayanan sama dengan jubah Yusuf yang berwarna-warni. Kenapa tidak putih? Warna-warni ini menunjukkan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Kalau secara umum, jubah putih menunjuk pada kesuciannya. Mau menjadi hamba Tuhan bukan dilihat dari pintar tidaknya, tetapi kesuciannya.

    Yusuf punya karunia pembukaan firman. Ada yang punya karunia bermain musik dan sebagainya.

    Kalau sudah suci, akan diberi jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

    Tetapi tadi dikaitkan jubah ini tidak boleh dijahit--hanya satu tenunan.
    Yohanes 19: 23b
    19:23b. dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

    "Kami hamba Tuhan sering salah yaitu memaksa orang melayani. Itu namanya jubah dijahit; ada campur tangan manusia. Tidak boleh!"

    Jubah tidak boleh berjahit, artinya jabatan pelayanan itu langsung dari Tuhan: jabatan Anak Allah dari Yesus, karunia Roh dari Roh Kudus. Tidak boleh ada campur tangan manusia.

    "Karena itu jangan harap saya yang suruh dan tanya: Kenapa tidak melayani? Tidak! Kalau saya yang panggil, itu namanya berjahit."

    Kalau sudah dijahit, berarti tidak satu tenunan.
    Satu tenunan= satu tubuh Kritsus.
    Jadi, kalau jabatan dan karunia itu memang dari Tuhan, kita akan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Tetapi kalau dari manusia atau kehendak sendiri, justru akan memecah belah tubuh Kristus.

    "Sekarang banyak, bukan gembala tetapi mau jadi gembala. Akhirnya tidak memberi makan jemaat. Itu seperti tangan mau jadi kaki; kaki jadi tangan."

    Karena itu kita harus berdoa sungguh-sungguh, karena jabatan adalah tempat kita di dalam tubuh Kristus; penempatan dari Tuhan.

    "Kalau saya sendiri, tidak mau jadi gembala, setelah lihat gembala saya dihina. Gembala saya dihina, saya lawan, tetapi dalam hati saya katakan: Saya siap kapanpun jadi hamba Tuhan sepenuh, tetapi tidak mau jadi gembala. Saya trauma. Marah saya waktu itu. Saya mau jadi guru saja, mengajar Tabernakel di sekolah alkitab di manapun. Tetapi Tuhan menghendaki saya jadi gembala, ya saya jadi gembala, jangan dijahit. Kalau dijahit, akan memecah belah; kalau tidak dijahit, akan jadi satu tenunan."

    Jubah putih--jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--ini diundi, bukan dibagikan. Artinya: tidak semua orang bisa mendapatkan jubah pelayanan. Buktinya dari Yusuf dan kakak-kakaknya, hanya Yusuf yang dapat. Hanya orang yang mendapat ANUGERAH DAN KEPERCAYAAN TUHAN yang bisa mendapatkan jubah putih.

    Tadi, kita menerima pakaian keselamatan karena anugerah Tuhan. Sekarang, kita menerima jubah pelayanan karena anugerah, ditambah kepercayaan Tuhan. Contoh: Yusuf.
    Yang belum dapat jubah, berdoa. Mantapkan dulu pakaian keselamatan, setelah itu meningkat pada jubah pelayanan.

    Syarat menerima jubah putih/pakaian pelayanan--apa kelebihan Yusuf dari kakak-kakaknya?--:


    • Kejadian 37: 2
      37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

      'biasa menggembalakan'= tekun. Ini kelebihan Yusuf dibandingkan saudara-saudaranya.

      Syarat pertama menerima jubah pelayanan: tekun dalam kandang penggembalaan; tergembala dengan benar dan baik.

      Tadi di halaman sudah dipagari, tidak mungkin keluar lagi. Pertahankan kebenaran! Jangan ditelan maut lagi! Setelah itu kita masuk RUANGAN SUCI--kandang penggembalaan.
      Ada tiga macam alat, menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; domba diberi minum, supaya tidak loyo tetapi tetap setia dan berkobar.

        "Lebih lagi nanti ibadah persekutuan di Kartika Graha; merupakan persemaian yang subur bagi benih karunia-karunia, asalkan persekutuan dan pengajarannya benar. Itu yang dituliskan oleh opa Van Gessel: kalau persekutuan atau ibadah kita ada di dalam pengajaran yang benar, akan menjadi persemaian benih karunia Roh Kudus. Semakin berbuah-buah. Menyanyinya tambah jadi berkat, khotbahnya tambah jadi berkat, main musiknya tambah jadi berkat dan sebagainya."

        Kalau loyo, itu tanda tidak ada urapan. Selama ada urapan, sekalipun usia tambah tua, akan tetap segar.


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; domba diberi makan, supaya tidak tersandung dan jatuh dalam dosa dan puncaknya, dan tidak rebah, tetapi tetap kuat.

        Kalau ada makanan, begitu dia tersandung dan jatuh, dia kuat lagi dan minta ampun pada Tuhan, dan mau hidup suci lagi.
        Kalau tidak makan, lama-lama tidak kuat--tersandung. Juga tersandung dalam ibadah pelayanan.

        "Sekarang banyak hamba Tuhan yang pensiun. Sudah menjamur, padahal di alkitab (Keluaran 29), dikatakan: ditahbiskan sampai selama-lamanya--sampai meninggal tetapi akan dibangkitkan sebagai imam dan raja untuk selama-lamanya. Tetapi karena tidak makan dan minum, tidak kuat. Banyak yang pensiun!"

        Nanti bahaya, kalau tidak ada pembukaan firman, akan mulai berguguran.
        Tetap bertahan sampai garis akhir!


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalm ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; domba bernafas dalam kasih Allah yang kekal, karena kasih Allah itu kekal.


      Ini kelebihan Yusuf yaitu tekun dalam penggembalaan. Jangan tidak tekun! Kalau tidak tekun, nanti akan berguguran.

      "Yang ibadah jarak jauh karena keadaan/terpaksa, saya tidak bisa lihat, tetapi Tuhan yang lihat. Harus tekun! Saya tidak pernah memaksa orang. Orang telepon, saya suruh ke gereja di tempatnya, tetapi dia tidak mau dan mau ikut ibadah jarak jauh. Tetapi saya selalu peringatkan: Saya tidak mau tahu, sungguh-sungguh ya, kalau tidak, aku yang menanggung. Serius! Kalau saya usir dia tidak mau ke sana, lalu mau ke mana dia? Tetapi saya beri peringatan. Mari, tekun semua. Kalau tidak, akan tersandung."


    • Kejadian 37: 13
      37:13. Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."

      Syarat kedua menerima jubah pelayanan: taat.

      Yusuf sudah dibenci kakak-kakaknya padahal ia dekat dengan ayahnya, apalagi kalau jauh dari bapanya, tetapi ia taat apapun resikonya; taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi seperti Yesus taat sampai mati di kayu salib--'bukan kehendak-Ku yang jadi tetapi kehendak-Mu'.


    Inilah penggembalaan, yaitu tergembala dengan benar dan baik--tekun--, tetapi juga ada ketaatan sampai daging tidak bersuara.

    Di dalam kandang penggembalaan tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga kita mengalami penyucian seluruh hidup:


    • Mulai dari penyucian dari perbuatan dosa:


      1. Penyucian dari dosa kejahatan.
        Kejadian 37: 2
        37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

        Kejahatan itu merugikan orang lain.
        Yusuf memberi tahu ayahnya tentang kejahatan kakak-kakaknya; tidak mau kompromi.

        Ini disucikan dari perbuatan dosa kejahatan yang merugikan orang lain, menjadi perbuatan benar, suci dan baik.


      2. Penyucian dari dosa kenajisan--isteri Potifar.
        Yusuf disucikan sehingga ia tetap dalam perbuatan suci dan baik.


      Ini namanya tidak mau kompromi dengan dosa.
      Sama seperti ajaran, kalau ajarannya tidak benar, biar itu kakak atau siapapun tetap berkata: tidak benar.
      Jangan bilang: hanya satu, om, yang lain sama.
      Tabernakel kalau salah satu saja, sudah hilang, mana bisa ketemu? Tidak akan bisa! Sampai dua orang di tempat tidur tidak bisa ketemu kalau tidak satu. Bukan berarti di sini yang benar. Tidak! Yang benar itu alkitab.

      Periksa di alkitab! Mau tanya apa saja, ada semua di alkitab, tinggal jujur atau tidak. Ayatnya jangan ditambah atau dikurangi, tetapi dibukakan rahasianya yaitu ayat menerangkan ayat.

      Kalau ditambah dan dikurangi--seperti tadi: Kanaan hebat, tetapi di sana ada raksasa--, bukannya maju, tetapi malah mundur mau kembali ke Mesir. Celaka! Kalau firman ditambah dan dikurangi, celaka kita.


    • Perkataan disucikan jadi jujur--Yusuf menyampaikan kejahatan kakak-kakaknya.
    • Tabiat disucikan--bagian dalam. Jadi penyucian tubuh, jiwa dan roh sama dengan penyucian lahir dan batin. Kakak-kakak Yusuf ada iri dan kebencian, sampai pada kebencian tanpa alasan--antikris. Kita jangan begitu. Masing-masing dipakai dan diberkati oleh Tuhan. Jangan iri! Rugi!


    Ini kelebihan Yusuf sehingga dia punya jubah putih--kesucian--atau jubah berwarna-warni--jabatan dan karunia Roh Kudus--; Yusuf disucikan.

    Hasilnya:


    • Yusuf menerima jubah berwarna-warni= dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      "Tugas kita di Malang nanti, yang di sini juga menjadi tuan rumah. Hamba Tuhan dari luar negeri datang, dari dalam negeri datang, sidang jemaat banyak sekali dari mana-mana, anak-anak banyak. Anak-anak tidak boleh dilarang. Kalau dilarang, Tuhan marah--seperti waktu murid-murid melarang anak-anak datang pada Tuhan. Kalau anak-anak datang, belas kasih Tuhan ada di sana. Layani anak-anak juga! Kita layani semua, jangan diusir-usir. Justru ini yang murni, kalau dari anak kecil sudah diajarkan persekutuan yang benar, bisa dengar firman, inilah cikal bakal kekuatan gereja Tuhan di akhir zaman bersama kaum muda."


    • Ada masa depan yang berhasil dan indah; dipakai Tuhan itu bukan disiksa.
    • Mendapatkan tudung--di ruangan suci ada tudung, dan tudung pertama dari bawah berwarna-warni.
      Ada empat lapis tudung:


      1. Tudung warna-warni= tudung iman dan perbuatan iman--tudung paling bawah yang kelihatan dari dalam ruangan suci.
      2. Tudung bulu kambing berwarna putih= Allah Roh Kudus.
      3. Tudung kulit domba jantan celupan merah= Anak Allah/Yesus.
      4. Tudung kulit lumba-lumba/mina gajah= Allah Bapa--tudung paling atas.


      Nuh mendapatkan tudung dan ia selamat saat penghukuman datang.
      Di dalam penggembalaan, jubah warna-warni mempunyai tudung warna-warni--tudung ini dulu yang kelihatan.

      Keluaran 26: 1, 7, 14
      26:1. "Kemah Suci itu haruslah kaubuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal benangnya dan dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun, haruslah kaubuat semuanya itu.
      26:7. Juga haruslah engkau membuat
      tenda-tenda dari bulu kambing menjadi atap kemah yang menudungi Kemah Suci, sebelas tenda harus kaubuat.
      26:14. Juga haruslah engkau membuat untuk kemah itu
      tudung dari kulit domba jantan yang diwarnai merah, dan tudung dari kulit lumba-lumba di atasnya lagi.

      'kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi'= warna-warni.
      Harus ada tudung iman dan perbuatan iman yaitu tabah (2 Korintus 5); tidak kecewa dan putus asa menghadapi apapun, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan--hanya melihat Tuhan; melihat ke atas, bukan kiri kanan. Di kiri kanan tidak ada Tuhan.

      Kalau tadi, pagar halaman Tabernakel ada di samping. Sekarang, tudung ada di atas. Kita sudah fokus untuk melihat ke atas, dan Tuhan Imam Besar ada di tengah kita. Kalau menoleh kiri kanan, yang ada setan--Musa membunuh karena melihat kiri dan kanan.

      Mari, tabah lebih dulu--iman dan perbuatan iman--, tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan/pengajaran yang benar apapun yang kita hadapi, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan. Kalau itu ada, tudung yang lain juga ada--tudung Allah Tritunggal kita alami--sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah, tiga kali tujuh penghukuman Allah tidak bisa menjamah, sampai neraka tidak bisa menjamah kita. Super aman!

      Tudung itu juga termasuk pemeliharaan. Kita dipelihara oleh Allah Tritunggal, tidak usah takut.


  3. Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    Mereka harus mati syahid, sampai nanti zaman antikris harus disiksa dan dipancung kepalanya, untuk mendapat sehelai jubah putih. Mari kita mati syahid rohani. Kita berani mati dan bangkit bersama Tuhan hari-hari ini. Mari hidup benar, itu pagar anugerah dan berkat Tuhan.

    Yusuf dapat anugerah dan kepercayaan Tuhan--mendapat jubah indah. Pertahankan! Jangan sampai ditelanjangi lagi oleh setan, sampai mendapatkan pakaian putih berkilau-kilauan.

    Tingkatan jubah putih yang ketiga: jubah mempelai.

    'dikaruniakan'= anugerah yang besar.
    Semuanya karena anugerah. Untuk bisa hidup benar, itu karena anugerah. Kita ditundungi--dapat jubah warna-warni--, juga karena anugerah, sampai pakaian mempelai juga karena anugerah.

    Pakaian mempelai adalah ANUGERAH TUHAN yang besar lewat percikan darah--RUANGAN MAHA SUCI.
    Pada tabut perjanjian ada percikan darah di atas tabut--untuk Yesus--dan di depan tabut--untuk kita.

    1 Petrus 2: 19
    2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Percikan darah= salib= sengsara daging karena Yesus, bukan karena dosa= jubah warna-warni dicelup darah--Yusuf dipenjara dan lain-lain.
    Jangan melawan apapun yang kita terima. Kalau melawan, Tuhan tidak bela, itu bukan percikan darah tetapi pertengkaran. Kalau tidak melawan, Tuhan yang membela, itu percikan darah. Memang begitu. Jangan heran karena kita mau ditingkatkan sampai memiliki pakaian mempelai/pakaian kemuliaan.

    Mengapa harus dicelup darah? Supaya menjadi pakaian mempelai/pakaian kemuliaan/PAKAIAN KEUBAHAN HIDUP.
    Ketika Yusuf jadi penguasa di Mesir, semua mengalami kelaparan, dan kakak-kakaknya datang, yang dulu membuang dan menjual dia; membuat dia sengsara, tetapi Yusuf bisa melayani. Inilah orang yang berubah, yaitu memiliki pakaian putih/pakaian kebajikan.

    Wahyu 19: 8
    (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala kebajikan orang-orang suci itu."

    Sudah memiliki pakaian kebenaran: kita diberkati dan dipagari, pakaian kesucian: kita melayani dan ada tudung/perlindungan, dan sekarang pakaian kemuliaan. Memang belum kita terima, tetapi sudah harus dimulai dari sekarang. Apa itu? Bisa berbuat kebajikan yaitu:


    • Lebih baik memberi dari pada menerima, sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Ini pakaian putih yang berkilau; dari dalam hati yang disucikan. Bukan tidak boleh menerima, tetapi waktu memberi apakah lebih bahagia dari pada waktu menerima? Kalau belum, berarti pakaian belum berkilau.

      Kisah Rasul 20: 35
      20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

      Mari berikan waktu, tenaga, uang dan semuanya untuk Yesus/pembangunan tubuh Kristus. Tetapi jangan korbankan pengajaran yang benar!
      Kalau pengajaran yang benar dikorbankan, berarti tidak ada kepala. Pembangunan tubuh tanpa kepala, akan ngawur; pelayanan ngawur, semua boleh, menabrak sana sini. Jangan! Pengajaran yang benar harus dijunjung tinggi.


    • Lebih baik satu hari di pelataran rumah Tuhan dari pada seribu hari di tempat lain.
      Mazmur 84: 11
      84:11. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

      Ini pakaian yang benar-benar berkilau; hatinya benar-benar sudah disucikan; sudah mulia seperti Yesus.
      Yesus lebih baik memberi dari pada menerima, Dia tinggalkan sorga sampai nyawa-Nya dikorbankan.

      Lebih baik satu hari di rumah Tuhan dari pada seribu hari di tempat lain, artinya sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan; setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan. Ini pakaian putih berkilau dari dalam, seperti isteri setia pada suaminya.


    • Terakhir, lebih baik menderita karena Yesus dari pada berbuat jahat.
      1 Petrus 3: 17
      3:17. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.


    Inilah pakaian putih, kita diubahkan sampai bisa melakukan tiga 'lebih baik' di atas. Dan kalau Yesus datang kita diubahkan jadi sempurna dengan Dia--mempelai wantia dengan SEHELAI JUBAH PUTIH BERKILAU-KILAUAN. Ini yang tertinggi.

    Kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dan kita masih dipagari oleh malaikat-malaikat-Nya dalam kemuliaan--Yesus datang kedua kali bersama dengan malaikat-malaikat-Nya. Luar biasa!
    Semua itu hanya karena ANUGERAH, tidak ada yang lain.

Tarik nafas, hembuskan, semua hanya anugerah.
Dari telanjang bisa benar--dipagari kain putih--, bisa melayani, itu semua karena anugerah. Lebih baik memberi, itu anugerah; lebih baik satu hari di rumah Tuhan juga anugerah; lebih baik menderita karena berbuat baik, itu juga anugerah. Sampai terakhir kita bersama Tuhan--bisa sempurna, juga anugerah Tuhan.

Bangsa kafir yang hina diangkat begitu indah. Jangan putus asa dan kecewa! Masih ada anugerah yang besar. Kalau sudah baik/mapan, itu anugerah yang besar, mengucap syukurlah! Bertahan dalam kebenaran--halaman--, pelayanan dan salib; kita memuliakan Tuhan.
Tetapi kalau masih banyak kekurangan dan kelemahan, masih ada anugerah yang menolong kita. Kaum muda tidak usah takut! Serahkan hidup pada Tuhan!

Dunia semakin sulit, jahat, najis dan kacau, tetapi ada anugerah Tuhan yang semakin besar. Mungkin ada kemerosotan, semakin merosot dan gagal, ada anugerah Tuhan yang besar, yang memagari kita hari-hari ini.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top