English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 03 Mei 2009 (Minggu Sore)
Wahyu 22: 20-21
"Ya, Aku datang segera"= kesiapan dari Yesus untuk datang kedua kali dalam kemuliaan...

Ibadah Raya Malang, 05 Februari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 judulnya adalah SAKSI dan KESAKSIAN.

Gereja Tuhan di akhir jaman harus bersaksi....

Ibadah Kaum Muda Remaja, 01 September 2012 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Lukas 2:8-20 adalah tentang gembala-gembala. Lukas 2:8

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 07 November 2013 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yehezkiel 39:29
39:29 Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Februari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juli 2013 (Senin Sore)
Melanjutkan Tema Ibadah Kunjungan di Mangkutana

Matius 4: 19b
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan...

Ibadah Raya Malang, 26 Oktober 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 tentang 7 kali percikan...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Desember 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Oktober 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 15 Agustus 2009 (Sabtu sore)
MARKUS 13:17
Nubuat ke-4: NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Siapa yang masuk dalam aniaya antikris:
Ibu-ibu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Agustus 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:66-68
14:66. Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Mei 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 28 Juni 2019 (Jumat Malam)
Kita belajar tentang ukuran Tabernakel: panjang: 100 hasta, lebar: 50 hasta.
Pengertian ukuran Tabernakel:

Panjang: 100 hasta.
100= 10 x 10.
10...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Mei 2009 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 5:38-48, adalah tentang

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Desember 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah berkat...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 23 Juli 2014 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada Wahyu 2-3. Ini tentang tujuh percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Artinya sekarang, sengsara daging yang harus di alami gereja Tuhan bersama Yesus = penyucian terakhir bagi tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang dilakukan oleh Yesus sampai menjadi sempurna, tidak bercacat-cela seperti Yesus.

Imamat 16: 12-14
16:12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
16:13
Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
16:14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari
darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.

= tujuh kali percikan darah harus disertai dengan dupa
Dulu, Harun sebagai Imam Besar setiap satu tahun sekali masuk ke ruangan maha suci untuk melakukan pelayanan pendamaian dengan membawa darah (sengsara daging) dan dupa (penyembahan).
Darah dan dupa tidak bisa dipisahkan.

Pelajaran bagi kita sekarang, untuk menghadapi percikan darah (sengsara daging karena Yesus), kita harus banyak berdoa dan menyembah Tuhan.
Kalau tidak menyembah Tuhan, maka tidak akan kuat dan banyak menyangkal Tuhan.
Sebagai contoh Petrus. Petrus tidur saat diajak oleh Tuhan berdoa di taman Getsemani, sehingga Petrus yang hebat bisa menyangkal Tuhan saat menghadapi sengsara.
Kita semua HARUS mengalami percikan darah/sengsara daging bersama Yesus (mengalami Getsemani) untuk bisa mencapai kesempurnaan.

Malam ini kita belajar mengenai doa penyembahan.
1 Timotius 2: 1-2,8
2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,
2:2
untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.
2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan
menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Ada 4 tingkatan doa:

  1. doa permohonan. Ini merupakan tingkat yang paling rendah.
    Sentralnya: kebutuhan kita.
    Saat kita ada kebutuhan, kita berdoa kepada Tuhan dan kalau tidak ada kebutuhan, kita bisa lupa berdoa.

    Yohanes 15: 7
    15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

    Syaratnya: Firman Allah tinggal didalam kita, sehingga kehendak kita sama dengan kehendak Allah dan doa permohonan kita dijawab oleh Tuhan.
    Kalau doa permohonan kita hanya untuk keinginan kita sendiri, tidak sesuai kehendak Tuhan, maka doa kita tidak akan dikabulkan oleh Tuhan.

    Firman Allah= kehendak Allah.
    Firman Allah tinggal di dalam kita lewat mendengar Firman, mengerti, percaya pada Firman dalam hati, sampai praktek Firman taat dengar-dengaran. Kehendak daging yang tidak sesuai Firman direm semuanya oleh Firman, sehingga kita hanya menerima kehendak Allah.

    Hati-hati, ada ajaran lain yang mengajarkan "kalau menginginkan sesuatu, letakkan di hati dan berdoa pasti dapat". Memang dapat, tetapi bukan dari Tuhan, melainkan dari setan, sebab setan juga bisa menjawab doa kita tetapi nanti akan menghancurkan kehidupan kita.

    2 Korintus 13: 9
    13:9 Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna.

    Puncak doa permohonan: kita memohon supaya kita bisa hidup suci sampai sempurna seperti Tuhan.


  2. tingkatan doa yang ke dua: doa syafaat.
    Sentralnya: kebutuhan orang lain, seperti bangsa, negara, geraja dan lain-lain.
    Puncak doa syafaat: sampai bisa mendoakan orang-orang yang memusuhi, merugikan, menyakiti dan menganiaya kita, supaya Tuhan mengampuni dan memberkatinya. Benar-benar sudah tidak ada kepentingan kita lagi.
    Kalau berdoa untuk negara kita, ujung-ujungnya masih ada kepentingan kita juga.

    Matius 5: 44
    5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.


  3. tingkatan doa yang ke tiga: doa ucapan syukur.
    Sentralnya: berkat yang sudah kita terima.
    Tapi, kalau sentralnya hanya karena berkat yang sudah kita terima, pada saat belum menerima berkat apalagi dalam kekurangan, kegagalan, tidak berhasil dan ada masalah, seringkali yang terjadi adalah kita bersungut-sungut dan menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan.
    Oleh sebab itu doa ucapan syukur harus memuncak.

    Puncak doa ucapan syukur: sampai mengucap syukur dalam segala sesuatu, baik ada berkat, maupun tidak ada berkat, ada masalah atau tidak ada masalah dan sebagainya.

    Efesus 5: 20
    5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita


  4. 1 Timotius 2: 8
    2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

    T
    ingkatan doa yang ke empat: : doa penyembahan = puncak segala doa.
    Memang tidak disebutkan secara langsung tentang doa penyembahan, tapi berdoa dengan menadahkan tangan sama dengan doa penyembahan.
    Ini diterangkan dalam Mazmur 141: 2
    141:2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

    = tangan yang diangkat, itu seperti mempersembahkan korban petang sampai mempersembahkan ukupan (doa penyembahan).
    Tadi, Harun membawa darah dan serangkup ukupan/dupa (Imamat 16: 12-14). ini menunjuk pada doa penyembahan.

    Sentralnya: pribadi Yesus sendiri (bukan berkat, orang lain dan kebutuhan diri sendiri).
    Salah satu contohnya adalah Petrus, Yakobus dan Yohanes diajak Tuhan naik ke atas gunung untuk berdoa.
    Petrus, Yakobus dan Yohanes juga diajak Tuhan ke desa-desa dan kota-kota. Ini gambaran dari ibadah-ibadah kunjungan.
    Jangan ditolak, sebab kita diajak Tuhan.

    Kalau diajak Tuhan, pasti enak.
    Petrus, Yakobus dan Yohanes diajak ke rumah orang yang anaknya mati. Hanya mereka yang diajak masuk, sedangkan yang lain diusir dan anak yang mati itu dibangkitkan.
    Itulah kalau diajak oleh Tuhan. Ada kuasa kebangkitan dan ada semuanya.

    Kesaksian:
    "untuk pengurusan visa ke Australia, orang bilang susah, ternyata begitu gampang. Dari kedutaan menelpon saya dan tidak lama, visa sudah selesai. Sekalipun ada yang mengatakan tidak bisa lolos, tetapi ternyata semua lolos, karena Tuhan yang mengajak. Ke Amerika juga dikatakan tidak mungkin, tetapi juga lolos. Ke Eropa ada 35 orang, juga dikatakan tidak mungkin karena yang mengundang 1 orang, tetapi juga lolos. Kalau Tuhan yang ajak, enak semuanya. Waktu saya bertemu penyanyi Maria Shandy, dia juga penyanyi yang diundang bersama saya ke Amerika. Visanya tidak lolos dua kali. Waktu bertemu di Pertamina, dia ingat saya. Dan dia katakan 'doanya bapak ini kuat ya', karena saya bisa berangkat ke Amerika, sedangkan dia tidak bisa. Dia orang hebat, tetapi visanya ditolak, sedangkan saya ini bukan siapa-siapa. Itulah bedanya diajak Tuhan dengan jalan-jalan sendiri."

    Kalau kita diajak Tuhan, kita akan melihat kuasa Tuhan yang luar biasa.

    Markus 9: 8
    9:8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

    Di atas gunung, tadinya ada Musa, Elia dan Yesus, tetapi terakhirnya hanya tinggal Yesus seorang diri. Ini menunjukan bahwa Yesus sebagai pusat dari doa penyembahan, bukan Musa dan Elia sekalipun mereka orang hebat.

    Yesus berada di mana saja, kapan saja, dan dalam situasi apa saja.
    Jadi kita bisa menyembah Tuhan dalam situasi apa saja, di mana saja, dalam situasi apa saja dan kapan saja. Inilah keadilan Tuhan bagi kita.
    Bahkan sampai orang yang mau meninggal sekalipun, masih bisa menyebut nama Yesus dan sesudah itu baru meninggal dunia.

    1 Timotius 2: 8
    2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

    Syaratnya: tanpa marah atau perselisihan => menaikkan tangan/perbuatan, hati, dan perkataan yang suci.

    Mazmur 24: 3-4
    24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
    24:4
    "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

    'bersih tangannya' = perbuatannya suci.
    'murni hatinya' = hatinya suci, tidak ada perselisihan.
    'tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu' = tidak ada dusta/mulutnya suci.
    Inilah yang bisa dnaik ke atas gunung penyembahan (bisa menyembah Tuhan).

    Penyembahan itu bergantung dari kesucian kita. Kalau kita suci, maka kita bisa menyembah Tuhan.
    Doa laki-laki menunjuk pada doa penyembahan yang kuat yang bisa menembus sampai ke hadirat Tuhan bagaikan asap dupa harum sampai di hadirat Tuhan (laki-laki merupakan gambaran kekuatan).

    Salah satu bahan dupa adalah kemenyan putih yang memberi bau harum.
    Putih adalah kesucian. Ini yang membawa bau harum sampai di tahta Tuhan dan kita merasakan hadirat Tuhan.

    Kalau kita bisa menyembah Tuhan dalam kesucian dan doa kita sampai ke hadirat Tuhan, maka kita bisa memandang wajah Tuhan. Ini merupakan penyembahan, seperti saat murid-murid naik ke atas gunung, mereka langsung melihat wajah Yesus berubah.

    Yehezkiel 39: 29
    39:29 Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

    Kalau bisa melihat wajah Tuhan, hasilnya: Roh Kudus dicurahkan kepada kita. Ini merupakan kebutuhan kita hari-hari ini.

Kegunaan Roh Kudus:

  • Roh Kudus sanggup memelihara kehidupan kita secara jasmani dan rohani.
    Roma 8: 11, 13
    8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
    8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    Secara jasmani: Roh Kudus sanggup memelihara kehidupan kita di tengah kemustahilan, seperti Yesus yang sudah mati di kayu salib bisa dibangkitkan oleh Roh Kudus.
    Secara rohani: Roh Kudus sanggup mematikan perbuatan daging, sehingga kita bisa hidup benar dan suci sampai hidup kekal selamanya.

    Tanpa Roh Kudus, kita tidak mampu. Ijazah dan lain-lain tidak bisa mematikan perbuatan daging. Kita lihat di perguruan tinggi, perbuatan daging bisa macam-macam.

    "ada seorang dosen perguruan tinggi yang terkenal di Malang. Orang elite semua isinya, mahal disana. Dosen pria bercerita kepada dia 'aduh bu, dosen itu berselingkuh'. Besok pagi atau lusanya ketemu lagi, dia berkata 'saya juga berselingkuh bu'."

    Ini bukti bahwa ijazah dan kekayaan tidak bisa menghentikan perbuatan daging. Hanya Roh Kudus yang mampu mematikan perbuatan daging.


  • 1 Petrus 4: 12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13
    Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14
    Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    = kalau ada percikan darah, ada Roh Kudus (shekina glory).
    Kegunaan kedua: Roh Kudus/Roh Kemuliaan memberikan kebahagiaan di tengah penderitaan, sehingga kita tahan uji di tengah penderitaan.


  • Roma 15: 16
    15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang
    disucikan oleh Roh Kudus.

    Kegunaan ketiga: Roh Kemuliaan sanggup menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita.
    Tanpa Roh Kudus, kehidupan bangsa kafir hanya seperti anjing (perkataan yang tidak baik dan benar) dan babi (berkubang dalam dosa).
    Tapi kalau ada Roh Kudus, maka kita bisa disucikan dan diubahkan = daging dibakar menjadi bau harum di hadapan Tuhan.
    Kalau babi hanya dimandikan saja, maka akan kembali lagi ke kubangan.
    Kalau muntah anjing sudah dibersihkan, maka anjing akan muntah lagi.
    Sebab itu, anjing dan babi harus dibakar supaya beres.

    Anjing dan babi harus dibakar supaya kita bangsa kafir menjadi domba-domba yang taat dengar-dengaran.

    Kalau mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani juga pasti terjadi, semua masalah diselesaikan sampai yang mustahil (gunung diratakan), sehingga kita bisa menatap masa depan yang indah dan berhasil bersama Tuhan.
    Sampai saat Yesus datang kembali kedua kali, mujizat terakhir kita alami yaitu kita diubahkan menjadi sama dengan Dia, kita terangkat di awan-awan yang permai, kita bisa memandang Dia muka dengan muka selamanya.

Sekarang, kita melihat wajah Yesus lewat kesucian dan penyembahan (Roh Kudus menguasai kita).
Kita serahkan semua kepada Tuhan.
Malam ini, kita bahagia melihat wajah Yesus sekalipun menderita dan kita disucikan/diubahkan. Dosa-dosa bangsa kafir dibakar sampai kita jadi sempurna dan melihat Dia muka dengan muka selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top