English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 September 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Lukas 2:8-20 adalah tentang gembala-gembala. Lukas 2:11-14
2:11...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Januari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 43-44
Kita harus berjaga-jaga supaya tidak masuk hukuman bersama dunia,...

Ibadah Kunjungan Semarang I, 14 September 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 5:17
5:17 Tetapi Ia berkata kepada...

Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2019 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang makan Perjamuan Suci.
Perjamuan Paskah yang terakhir = Perjamuan Suci yang...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 02 April 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20...

Ibadah Doa Malang, 16 Agustus 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Januari 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Manokwari I, 20 Maret 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 10:45
10:45 Karena Anak Manusia juga...

Ibadah Doa Malang, 01 Desember 2009 (Selasa Sore)
Keluaran 17 dalam Tabernakel terkena pada Pelita Emas, yaitu Roh Kudus dengan segala aktivitasnya dalam...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= keadaan pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Salah satunya adalah terdengar...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Maret 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Raya Surabaya, 09 September 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 19 Oktober 2016 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Kita masih mempelajari tentang 'gulungan kitab yang ada di dalam tangan TUHAN, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam Alkitab atau Kitab Suci.
Di dalam perjanjian lama, kitab Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat: (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016)

  1. Keluaran 20: 1-17=> firman Allah ditulis pada dua loh batu. Sekarang artinya firman ditulisi pada hati dan pikiran kita, sehingga kita mengalami kasih Allah (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).
    Kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh.


  2. Yang kedua: Keluaran 21-23=> firman Allah ditulis pada gulungan atau lembaran surat-surat. Sekarang artinya firman Allah ditulis pada lembaran hidup kita--seluruh hidup kita/solah tingkah laku kita--, sehingga kita mengalami kebebasan/kemerdekaan dari TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).

AD.2. FIRMAN ALLAH DITULIS PADA GULUNGAN ATAU LEMBARAN SURAT-SURAT

Keluaran 21: 1-11 => bicara soal kemerdekaan/kebebasan.

Untuk apa kita mengalami kemerdekaan dari dosa-dosa? (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016)

  1. Keluaran 21: 1-6= kemerdekaan budak laki-laki (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016).
  2. Keluaran 21: 7-11= kemerdekaan budak perempuan.

AD. 1. kemerdekaan budak laki-laki
Sekarang artinya, kemerdekaan budak laki-laki adalah kemerdekaan dari dosa, sehingga kita bisa menjadi hamba TUHAN/hamba kebenaran.

Syarat untuk bisa menjadi hamba TUHAN/hamba kebenaran adalah:

  1. Keluaran 21: 2
    21:2. Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.

    Syarat pertama: harus bekerja selama enam tahun dan pada tahun ketujuh boleh bebas (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2016).


  2. Keluaran 21: 3-4
    21:3. Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.
    21:4. Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.

    Syarat kedua: harus mengalami perkembangan/pertumbuhan rohani (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 09 Oktober 2016) sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Oktober 2016).


  3. Keluaran 21: 5-6
    21:5 . Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka,
    21:6. maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.

    Syarat ketiga: telinga harus ditusuk (ditindik) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Oktober 2016).

SYARAT III

Telinga harus ditusuk, artinya taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--seperti Yesus saat di taman Getsemani hanya berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!'

Roma 8: 15
8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, artinya seorang hamba/pelayan TUHAN yang diurapi Roh Kudus ('menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah') atau memiliki minyak urapan Roh Kudus, sehingga pelita tetap menyala di tengah kegelapan malam--akhir zaman--, sampai kedatangan TUHAN Yesus kembali kedua kali.

Jadi, ini yang harus dipersiapakan, yaitu PELITA TETAP MENYALA. Kita harus taat dengar-dengaran!

Ada dua macam minyak urapan Roh Kudus yang harus dijaga:

  1. Yang pertama: minyak di dalam pelita harus dijaga--kalau kita belajar dari cerita tentang sepuluh gadis, semua memilki minyak di dalam pelita.
    Artinya sekarang, kita harus memiliki KARUNIA ROH KUDUS. Kita mohon kepada TUHAN.

    Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa beribadah melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita--kita menjadi imam dan raja.

    Kalau ada karunia pasti ada jabatan. Ini yang HARUS kita miliki! Ini bagaikan minyak di dalam pelita. Tetapi sekalipun memiliki banyak minyak persediaan, kalau di dalam pelitanya tidak ada minyak, tidak ada gunanya, pelita tidak akan bisa terang.

    Ini yang harus kita mohonkan kepada TUHAN; kita berdoa hari-hari ini, supaya kita memiliki minyak di dalam pelita--karunia Roh Kudus dan jabatan--; pelita menyala.
    Mau pelayanan apa saja, harus punya karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan. Itulah minyak dalam pelita, sehingga pelita bisa menyala.
    Nanti kalau minyak sudah habis, baru minyak persediaan dituangkan.

    Punya jabatan/karunia harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai pelita padam; jangan sampai tinggalkan jabatan pelayanan! Yang belum punya jabatan, berdoa supaya punya jabatan dan karunia, itu adalah minyak urapan di dalam pelita sehingga bisa terang--pelita tetap menyala.


  2. Yang kedua: minyak urapan Roh Kudus yang harus dijaga adalah harus memiliki minyak persediaan.
    Kalau pelita menyala terus, lalu minyaknya habis, masih ada minyak persediaan.

    Dua-duanya penting. Kalau tidak ada minyak di dalam pelita, hanya ada minyak persediaan, tidak bisa. Sebaliknya, ada minyak di dalam pelita--ada karunia dan jabatan: 'Aku hamba TUHAN, pemain musik, penyanyi terkenal,'-- tetapi tidak ada minyak persediaan, ia hanya akan bertahan beberapa tahun saja. Orang berkata: 'Wah hebat dia khotbahnya, hebat menyanyinya,' tetapi setelah itu mati. Tidak ada lagi!

    Jadi, dua hal ini penting dan keudanya berasal dari ketaatan--seperti Yesus diperas daging-Nya di taman Getsemeni sampai Ia berseru: 'Ya Abba, ya Bapa!' Saat itu Roh Kudus dicurahkan. Yang pertama: di dalam pelita, kita jaga. Harus punya! Yang belum melayani, berdoa supaya dipercaya minyak di dalam pelita--karunia dan jabatan--, bukan meminta kepada hamba TUHAN.

    Yang kedua: minyak persediaan.
    Artinya: AKTIFITAS ROH KUDUS--tadi, minyak dalam pelita adalah karunia Roh Kudus dan jabatan, sehingga kita bisa beribadah melayani TUHAN; bisa menjadi imam-imam dan raja-raja (hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang dipakai oleh TUHAN).

    Aktifitas Roh Kudus/kegunaan minyak persediaan yaitu:


    1. Yesaya 11: 1-3
      11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
      11:2
      1Roh TUHAN akan ada padanya, 2roh hikmat dan 3pengertian, 4roh nasihat dan 5keperkasaan, 6roh pengenalan dan 7takut akan TUHAN;
      11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

      (terjemahan lama)
      11:3. Bahkan, iapun akan bernafas dalam takut akan Tuhan dan tiada ia akan menghukumkan seturut pemandangan matanya, dan lagi tiada ia akan memutuskan hukum seturut pendengaran telinganya.

      Pribadi yang diurapi Roh Kudus di sini adalah pribadi TUHAN.
      Ayat 1-2= tujuh manifestasi dari Roh Kudus. Ini bagaikan pelita menyala dengan ketujuh lampunya.

      Aktifitas Roh Kudus/kegunaan minyak persediaan yang pertama: Roh Kudus mendorong kita untuk menjadi pelayan/hamba TUHAN yang takut akan TUHAN, bukan melawan TUHAN.

      Sudah diangkat menjadi hamba/pelayan TUHAN, pelitanya sudah terang, sudah baik. Sekarang, kita pertahankan terang lewat menjadi hamba/pelayan TUHAN yang takut akan TUHAN.
      Sudah diangkat menjadi hamba/pelayan TUHAN, pelita menyala; ada minyak dalam pelita. Masih ditambah lagi dengan minyak persediaan. Bukan menjadi pelayan TUHAN/hamba TUHAN yang sembarangan, yang melawan, memalukan, dan memilukan hati TUHAN, tetapi yang takut akan TUHAN.
      Banyak hamba TUHAN hormat kepada manusia, tetapi tidak kepada TUHAN. Takut kepada manusia tetapi tidak kepada TUHAN--melawan TUHAN.

      Apa itu takut akan TUHAN?
      Amsal 8: 13
      8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      Jika disimpulkan, takut akan TUHAN yaitu membenci dosa sampai membenci dusta.
      Memang resiko, kalau menjadi hamba TUHAN yang membenci dosa apalagi sampai membenci dusta, pasti dimusuhi.

      Membenci ddosa sampai membenci dusta sama dengan hamba/pelayan TUHAN yang benar dan suci. Ini yang penting! Bukan masalah terkenal atau tidak terkenal, tetapi benar dan suci. Itu saja!
      Terkenal di hadapan manusia belum tentu terkenal di hadapan TUHAN. 'Aku bernubuat, aku mengusir setan,' di kalangan manusia terkenal sekali: Pendeta ini pendeta itu, tetapi di hadapan TUHAN: 'Enyahlah, engkau! Aku tidak mengenal engkau!'; TUHAN tidak mengenal.

      Yang penting adalah hidup benar dan suci.
      Kita PASTI mengenal TUHAN dan dikenal oleh TUHAN.
      Yang dilihat bukan hamba TUHAN terkenal atau tidak, tetapi yang hidup benar dan suci, itulah yang mengenal TUHAN dan dikenal TUHAN. Inilah pelita yang tetap menyala.

      Hasilnya: mendatangkan hidup.
      Amsal 19: 23
      19:23 Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.

      Jadi, hidup kita ini dari takut akan TUHAN; dari Roh Kudus.
      'Takut akan Allah mendatangkan hidup', artinya ada pemeliharaan hidup sekarang secara jasmani di tengah kesulitan dunia, sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal.
      Kalau pelita menyala, berarti hidup. Kalau hidup benar dan suci juga pasti hidup, dan untuk hidup jasmani gampang.

      Untuk hidup benar, susah. Kalau sudah bisa hidup benar dan suci--takut akan TUHAN--, hidup di dunia gampang, semua urusan TUHAN!

      Inilah minyak persediaan. Roh Kudus yang melimpah mendorong kita untuk menjadi hamba/pelayan TUHAN yang takut akan TUHAN: membenci dosa sampai membenci dusta. Ini yang dipelihara benar-benar oleh TUHAN di tengah kesulitan dunia, sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal.


    2. Yesaya 11: 5
      11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

      Aktifitas Roh Kudus/kegunaan minyak persediaan yang kedua: Roh Kudus mendorong kita untuk menjadi hamba/pelayan TUHAN yang beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar, setia dan baik--seperti memakai ikat pinggang.

      Hasilnya:


      1. Hasil pertama: ikat pinggang itu merapikan.
        Artinya: hidup kita dirapikan.
        Kalau ada yang berantakan--ekonomi dan sebagainya--, jadilah hamba/pelayan TUHAN yang takut akan TUHAN: hidup benar dan suci, setia dan benar, setia dan baik. Itu sama dengan memakai ikat pinggang. Jubahnya tidak kedodoran, tetapi rapi diikat. TUHAN merapikan hidup kita.

        Kaum muda, istilah 'merapikan' artinya TUHAN menata hidup kita dengan baik.
        Sebagai contoh: batu bata yang baru diturunkan dari truk, ditata, tapi banyak yang miring-miring. Kalau sudah di pasang di tembok, menjadi rapi.

        Itulah, kalau kita sudah melayani dengan setia dan baik, setia dan benar, hidup kita sudah mulai ditata rapi oleh TUHAN--menjadi bangunan yang rapih tersusun di dalam Efesus 2: 21 'Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.'.

        Apa yang masih berantakan, bisa ditata rapi.
        Tata juga ibadah pelayanan! Begitu rumusnya. Kita menata ibadah pelayanan dengan takut akan TUHAN, setia dan benar, setia dan baik.

        Hasilnya: TUHAN menata hidup kita dan nikah rumah tangga kita dengan rapi dan baik--bagaikan memiliki ikat pinggang.

        TUHAN menghiasi; membuat indah--ikat pinggang merupakan aksesoris/perhiasan.
        TUHAN menata hidup dan nikah rumah tangga kita menjadi baik, rapi, dan indah.


      2. Matius 25: 21
        25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

        'hambaku yang baik dan setia' => ini yang penting. Tadi, takut akan TUHAN, kemudian setia dan benar, setia dan baik.

        Hasil kedua: kita mengalami kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia ini, sampai puncaknya bisa masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba--puncak kebahagiaan saat kedatangan Yesus kedua kali.

        Semakin hidup benar dan suci, semakin setia-baik dan setia-benar, kita semakin bahagia, sampai puncaknya, saat Yesus datang kedua kali, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba.

        Diangkat menjadi menteri/bawahan menteri di dunia saja sudah bahagia, apalagi menjadi hamba/pelayan TUHAN, pasti lebih bahagia lagi, kalau kita betul-betul dalam urapan (taat dengar-dengaran).

        Semakin hidup benar dan suci, dan semakin setia, kita akan semakin bahagia sampai puncak kebahagiaan. Itu rumusnya!

        'tanggung jawab dalam perkara yang besar'= dan kita dipercaya perkara yang besar--perkara yang besar menunjuk pada pembangunan tubuh Kristus.
        Artinya: kita dipakai dalam kegerakan hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
        Mulai dari dalam nikah kita dipakai, dalam penggembalaan sampai antar penggembalaan.

        Kalau pemakaian lebih besar, hidup kita akan semakin bahagia tertata rapi.

        "Seperti pekerjaan kita, diangkat jadi bupati sudah senang, lalu diangkat jadi menteri, lebih senang lagi. Lebih besar jabatannya, lebih besar lagi gajinya dan semuanya."

        TUHAN tidak mungkin menipu kita. Melayani dalam nikah, kita bahagia dan tertata rapi. Layani sungguh-sungguh! Lebih lagi, melayani dalam penggembalaan, lebih rapi, indah, dan bahagia lagi. Diberi lagi antar penggembalaan, lebih bahagia dan tertata rapi lagi. TUHAN tidak pernah menipu kita.

        "Saya sebagai saksinya, TUHAN tidak akan pernah menipu. Yang penting, sungguh-sungguh dari TUHAN."

        Itu sebabnya TUHAN katakan: 'Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.' Sampai nanti perjamuan kawin Anak Domba.

        Kita dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus sampai tubuh yang sempurna--mempelai wanita--siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


    3. Roma 8: 26
      8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

      Aktifitas Roh Kudus/kegunaan minyak persediaan yang ketiga: Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah TUHAN.

      Ini adalah puncak ibadah pelayanan kita kepada TUHAN.
      Setiap pelayanan hamba/pelayan TUHAN harus memundak sampai menyembah TUHAN.
      Kita menyembah TUHAN dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan, artinya menyembah TUHAN dengan hancur hati, sampai bisa berbahasa Roh.

      Matius 6: 6
      6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

      Doa penyembahan dalam urapan Roh Kudus sama dengan menutup pintu kamar.
      Artinya: hubungan pribadi dengan TUHAN--tidak ada yang tahu--; hubungan paling rahasia dengan TUHAN; hubungan paling dekat dengan TUHAN, hubungan hati ke hati dengan TUHAN.

      Dalam kitab 2 Raja-raja ada cerita seorang janda hamba/pelayan TUHAN yang mengalami kesulitan dan anak-anaknya akan dijadikan budak. Tadi kita belajar tentang kemerdekaan. Menjadi hamba TUHAN, berarti sudah merdeka, tetapi sekarang anak-anaknya mau dijadikan budak lagi. Berat!

      2 Raja-raja 4: 1
      4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."

      Ayat 1 => sudah merdeka tetapi menjadi budak lagi, ini sangat berbahaya! Bagaikan pelita yang hampir padam. Dari hamba TUHAN mau menjadi budak lagi.
      Hati-hati! Bertahan! Oleh sebab itu, kita harus banyak menutup pintu--banyak menyembah. Kalau tidak menyembah, kita tidak akan kuat.

      Sudah setia dan benar, bagus. Sudah takut akan TUHAN, sudah hidup benar dan suci, sudah setia dan benar; sudah tertata rapi hidupnya, tetapi kalau tidak menyembah, bahaya! Pengaruh dunia ini terlalu kuat. Kalau tidak menyembah, bahaya, akan menjadi budak lagi--meninggalkan pelayanan untuk menjadi budak lagi.
      Harus dikunci dengan doa penyembahan!

      "Ajaran guru-guru saya: Kalau mau melayani, menyembah dulu, supaya diberi kekuatan oleh TUHAN. Ini kuncinya. Perkara jasmani saja tidak mampu apalagi yang rohani. Menyembah untuk minta kekuatan dari TUHAN. Sesudah melayani, menyembah lagi, untuk mengucapkan terima kasih karena TUHAN sudah menolong. Jangan sombong!"

      Harus menyembah TUHAN, kalau tidak, bisa diseret dari bebas menjadi budak lagi; diseret oleh dunia/antikris--penagih hutang menunjuk pada antikris yang kejam, tidak peduli anaknya nabi atau siapapun.
      Kaum muda perhatikan! Banyak menyembah! Jangan bersungut-sungut! Ambil waktu untuk menyembah!
      Kunci hidup ini, jangan sampai diseret penagih hutang. TUHAN tolong kita semua.

      2 Raja-raja 4: 2-7
      4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah
      buli-buli berisi minyak."
      4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
      4:4 Kemudian masuklah,
      tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"
      4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya;
      ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
      4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
      4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."


      Kundi dengan doa--puncak ibadah pelayanan! Banyak berdoa!

      "Karena itu saya berkata: minta maaf, bukan sombong atau mau lebih dari yang lain, tetapi kalau tidak doa puasa dan doa semalam dulu, saya tidak berani pelayanan ke luar. Ini takutnya. Kita lemah, akhirnya diambil oleh penagih hutang--antikris mencakar kita. Menyanyi bisa, ke mana-mana bisa, tetapi tanpa penyembahan. Akhirnya dicakar oleh antikris dan dijadikan budak. Ini bahaya. Banyak menyembah TUHAN! Bersyukur, saya punya banyak teman dalam doa penyembahan. Senang saya. Di kamar sudah sendirian, saya dengan isteri, sekarang ada doa malam, saya senang, banyak temannya. Terima kasih, ya. Kalau dulu, pertama belajar jadi hamba TUHAN, mengadakan doa puasa, yang datang 1-2 orang. Yang datang (maaf) orang stres semua. Itu jemaatnya dulu. Tidak apa-apa, latihan. Sekarang sudah banyak yang menemani. Saya senang. Mari, sungguh-sungguh dengan TUHAN. Tutup dengan penyembahan!"

      Di bangsa Israel, janda adalah susunan paling rendah/bawah/kecil.
      Kehidupan janda secara rohani artinya kehidupan yang kecil. Kita bagaikan kapal yang berada di tengah lautan. Sebesar apapun kapalnya, kalau di tengah lautan, tetap kecil, apalagi kalau kapalnya memang tidak besar.
      Istilah 'kecil', artinya tidak ada yang bisa dibanggakan.

      Janda ini kecil, tetapi masalahnya terlalu besar yaitu soal anaknya.

      "Ada janda di televisi yang rumahnya dijaminkan di bank oleh suaminya, akhirnya disita. Dia menangis. Tetapi coba kalau anaknya yang diambil. Pilih mana, rumah atau anak?"

      Janda ini menghadpai anaknya yang mau diambil, itu adalah masalah besar. Masalah nikah dan buah nikah adalah masalah yang paling besar, yang tidak ada pakarnya di dunia.

      Masalah besar lainnya adalah masalah hutang.
      Hutang menunjuk pada sesuatu yang belum beres: kesehatan, ekonomi dan sebagainya.
      Sampai menghadapi antikris--penagih hutang--dengan cakar mamon.

      Inilah masalah besar. Kecil tetapi masalahnya terlalu besar.

      Apa yang harus dilakukan? Elisa saja berkata: 'Aku tidak bisa berbuat apapun, apa yang kamu punya?': 'Buli-buli berisi minyak.'
      Kalau masih ada minyak urapan Roh Kudus, mungkin sudah tinggal sedikit, tetapi masih bisa mendorong kita untuk menutup pintu.

      "Ini mengingatkan saya saat tidak bisa makan dan tidak bisa minum. Saya benar-benar mengamuk waktu itu; seperti orang gila. Saya sendirian di rumah, saya teriak-teriak: 'Apa-apaan ini, tidak adil ini, saya tidak mau!' Ini tanda bejana kosong, tidak ada Roh Kudus sama sekali, tetapi daging yang besar. Untunglah bisa berlutut sebentar. Di situ menutup pintu kamar, memang hanya sendiri; hanya dengan TUHAN. Itu jalan keluarnya."

      Kalau kita kecil dan masalah terlalu besar, jangan stres! Jangan berteriak-teriak, tetapi tutup pintu!
      Menutup pintu, artinya menyembah TUHAN. Siapapun kita, tutup pintu kamar! Itu soulsinya.

      Menutup pintu juga berarti hubungan pribadi dengan TUHAN; hubungan dari hati ke hati dengan TUHAN--kita mengakui semua dan mencurahkan seluruh isi hati kita kepada TUHAN, jangan malu-malu lagi!--, sehingga Roh Kudus dicurahkan sampai meluap-luap dalam hidup kita.

      "Saya tidak bisa lupa waktu saya tidak bisa makan dan minum. Tadinya saya ketakutan tidak bisa makan. Bagaimana hidupku? Begitu pikiran daging. Tapi Roh Kudus menyentuh saya, waktu itu karena kurban Kristus: 'Kamu menderita?' Saya berteriak: 'Jelas!': 'Mana lebih menderita dengan Aku di kayu salib?', itu tekanan di dalam hati saya. Tidak bisa jawab. Jawaban saya hanya menangis, padahal sebelumnya keras sekali, sombong sekali saya: 'Tidak mau aku dibeginikan, aku bukan orang sembarangan. Aku bisa kerja.' Tetapi setelah Roh Kudus menyentuh saya, saya hanya bisa menangis, tidak bisa bicara. Yang pertama saya teriakkan: 'Sekalipun aku digaji seratus kali lipat, aku janji TUHAN, aku tidak mau, aku tetap memilih Engkau. Biar TUHAN tidak beri aku apa-apa, aku tetap pilih TUHAN.' Itu yang sampai hari ini tidak bisa saya pikirkan, bagaimana bisa keluar perkataan itu. Dan sampai hari ini TUHAN tolong."

      Mari kita juga. Kalau kita kecil tetapi mengahadapi masalah yang besar, jangan lari ke mana-mana! Tetapi tutup pintu sampai bisa menghargai kurban Kristus; sampai mengakui: 'Saya yang salah, saya banyak kekurangan, semua terjadi karena salah saya, karena kekurangan saya.'

      Saat kita bisa mengaku dosa-dosa dengan sungguh-sungguh kepada TUHAN dan diampuni, saat itu Roh Kudus dicurahkan sampai meluap-luap dalam kehidupan kita; melimpah-limpah dalam kehidupan kita.

      Siapapun kita, sekering apapun hidup kita malam ini, kalau bisa mengaku dosa--datang pada salib; menutup pintu--, Roh Kudus akan dicurahkan dan meluap-luap dalam hidup kita.

      Hasilnya:


      1. 'bayarlah hutangmu!' = semua masalah beres.
        Roh Kudus mampu membereskan semua masalah yang mustahil dalam hidup kita.

        Apa yang belum beres, baik jasmani dan rohani, kalau kita sudah tidak mampu, biar tangan TUHAN/tangan Roh Kudus yang menolong kita.


      2. 'hiduplah dari lebihnya, engkau bersama anak-anakmu!'--hidup berkelimpahan--, artinya:


        • Tadinya hidup dalam kekurangan, sampai anaknya mau dijual. Tetapi sekarang 'sudah berlebih', artinya hidup menjadi lebih baik, berhasil, dan indah di hadapan TUHAN.


        • Ada perlindungan dan pemeliharaan TUHAN sampai zaman antikris.
          Ini yang penting! Minyak persediaan ini menembus sampai zaman antikris.

          Perlindungan dan pemeliharaan TUHAN sampai zaman antikris, penagih hutang tidak bisa lagi. Jangankah menjamah, untuk melihatpun antikris tidak bisa. Inilah pemeliharaan TUHAN.
          Pemeliharaan dan perlindungan TUHAN lewat dua sayap burung nasar yang besar, yang menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris. Jangankan dijamah, dilihatpun tidak bisa.

          Inilah kekuatan Roh Kudus yang melimpah--minyak persediaan.
          Jaga dua ha! Yang pertama: minyak di dalam pelita, artinya karunia dan jabatan dijaga, jangan sampai merosot tetapi terus ditingkatkan, dan karunia terus ditambahkan, sehigga pelita menyala.

          Yang kedua: minyak persediaan, yaitu taktu akan TUHAN, hidup benar dan suci, setia dan baik, dan banyak menyembah TUHAN--menutup pintu. Itu urusan kita. Jangan salahkan orang lain! Jangan ribut dengan orang lain!

          Sungguh-sungguh dengan TUHAN! Banyak koreksi diri! Roh Kudus yang bekerja: 'Bayar hutangmu', artinya semua beres, 'Hiduplah dari lebihnya', artinya hidup kita menjadi jauh lebih baik, berhasil, dan indah, bahkan pemeliharaan dan perlindungan pada zaman antikris lewat dua sayap burung nasar, yang menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris.


        • Kita bisa menantikan dan menyambut kedatangan TUHAN kembali kedua kali di awan-awan yang permai, yaitu lewat pembaharuan oleh Roh Kudus. Roh Kudus menyucikan dan membaharui kita sampai sempurna, sama mulia seperti Dia.
          Kita sungguh-sungguh terangkat bersama TUHAN selama-lamanya.

TUHAN tolong kita semua. Taat--telinga ditindik/ditusuk--; kita menjadi hamba TUHAN yang taat dengar-dengaran, diurapi, dan dipenuhi Roh Kudus. Minyak dalam pelita--karunia dan jabatan--dijaga. Yang belum punya, minta malam hari ini: 'Saya rindu melayani, TUHAN, tolong buka jalan.'

"Dulu saya menjadi hamba TUHAN sepenuh, doanya hanya begitu saja. Di dalam diriku rindu menjadi hamba TUHAN sepenuh, saya hanya berdoa, saya tidak terlalu ngotot: 'TUHAN, kalau Engkau pakai aku jadi hamba TUHAN sepenuh, silahkan, kalau tidak, silahkan.' Itu saja. Saudara mau melayani apa saja: 'TUHAN tolong saya bisa melayani.'"

Kalau ada kerinduan, nanti TUHAN akan menyatakan; ada mnyak dalam pelita.

Lalu, minyak persediaan untuk menghadapi apapun juga, TUHAN tolong kita semua.

Menghadapi apa saja: di rumah tangga, kantor, sekolah; menghadapi kekeringan, kesulitan, kemustahilan, ada Roh Kudus yang menolong. Belajar, silahkan, tetapi ditambah Roh Kudus hasilnya luar biasa. Bekerja, silahkan, tapi ditambah Roh Kudus, tangan TUHAN yang menolong kita. Jangan ptuus asa, TUHAN tolong kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top