Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 15:1-4
15:1.Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.
15:2. Dan aku melihat sesuatu bagaikan
lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.
15:3. Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
15:4. Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

Perikop: nyanyian mereka yang menang.

Ada dua hal yang diterima oleh orang yang menang:
  1. Ayat 1 = terhindar dari murka Allah yang terakhir.
  2. Ayat 2-4 = berdiri di tepi lautan kaca bercampur api di hadapan takhta Sorga, dengan kecapi, dan menyanyikan nyanyian kemenangan.

Lautan kaca bercampur api adalah peningkatan dan pemuncakan dari kolam pembasuhan, baptisan air yang benar.

Bagaimana terbentuknya kolam pembasuhan?
Keluaran 38:8
38:8.Dibuatnyalah bejana pembasuhan dan juga alasnya dari tembaga, dari cermin-cermin para pelayan perempuanyang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan.

Kolam pembasuhan terbuat dari cermin tembaga para pelayan wanita yang melayani di depan pintu kemah pertemuan.
Dua pengertian wanita:
  1. Gereja Tuhan.
  2. Secara negatif, wanita gambaran dari keinginan daging yang memicu dosa.
Jadi, cermin tembaga para wanita adalah alat untuk menyuburkan hawa nafsu daging, yang membuat manusia berbuat dosa sampai puncaknya dosa.

Untuk membuat kolam pembasuhan, cermin tembaga perempuan dihancurkan dan dibentuk menjadi kolam pembasuhan.
Jadi, baptisan air adalah proses penghancuran daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya, sehingga kita dibentuk menjadi alat yang berguna bagi kemuliaan Tuhan, yaitu imam-imam dan raja-raja.

Jadi, orang-orang yang menang, yang berdiri di tepi lautan kaca adalah imam-imam yang menang atas dagingnya sendiri. Kalau kita masih mengikuti daging sendiri, kita tidak akan berguna, dan tetap menjadi cermin, tidak bisa menjadi kolam pembasuhan.

Daging apa yang harus dihancurkan? Egois.
Kejadian 2:18
2:18. TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Kejadian 2:18[terjemahan lama]
2:18. Dan lagi berfirmanlah Tuhan Allah demikian: Tiada baik manusia itu seorang orangnya, bahwa Aku hendak memperbuat akan dia seorang penolong yang sejodoh dengan dia.

'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja' = bukan berarti manusia harus menikah, karena menikah adalah panggilan Tuhan. Ada yang dipanggil menikah, ada yang tidak.
Jadi, seorang diri di sini artinya egois.

Di dalam nikah rumah tangga tidak boleh ada keegoisan, tetapi harus berada di dalam persekutuan/ kesatuan yang harmonis, yaitu sejodoh/ sepadan.

Bukti nikah itu sejodoh/ sepadan:
  1. Restu:
    • Direstui orang tua kedua belah pihak bagi yang lajang. Kalau sudah janda atau duda karena meninggal, harus direstui anak-anak kedua belah pihak. Kalau sudah direstui, baru pacaran, tunangan, dan masuk nikah yang suci.
    • Direstui pemerintah.
    • Diteguhkan dan diberkati oleh Tuhan lewat seorang gembala. Syaratnya adalah kebenaran dan kesucian.

  2. Harus ada tujuh kesatuan.
    Efesus 4:3-6
    4:3. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
    4:4. satu tubuh
    (1), dan satu Roh(2), sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan(3)yang terkandung dalam panggilanmu,
    4:5. satu Tuhan
    (4), satu iman(5), satu baptisan(6),
    4:6. satu Allah dan Bapa
    (7)dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

    Satu tubuh = satu kepala = satu firman pengajaran yang benar.
    Satu Allah dan Bapa = dasar nikah yaitu kasih.

    Kalau ada tujuh kesatuan, akan mencapai nikah yang sempurna.

  3. Ada kedudukan yang benar dalam nikah.
    Efesus 5:22-27
    5:22. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
    5:23. karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
    5:24. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Kalau nikah berdasarkan firman dan kasih Allah, maka:
    • Istri bisa tunduk pada suami. Istri menjadi rusuk untuk melindungi bagian-bagian tubuh yang lemah lewat doa penyembahan, dan di situ ada Yesus yang menyelamatkan nikah. Maka teka-teki Simson terjawab, yaitu nikah menjadi manis seperti madu.
      Istri tunduk pada suami sampai mengorbankan nyawa.

    • Suami mengasihi istri seperti diri sendiri, tidak kasar pada istri sampai rela berkorban nyawa. Dengan demikian suami tampil sebagai kepala atas istri dan anak-anak, dan Tuhan akan tampil sebagai Kepala. Suami bertanggung jawab atas aliran jasmani dan rohani. Maka teka-teki Simson terjawab, yaitu nikah memiliki singa Yehuda, itulah Yesus yang melindungi dan menghangatkan nikah, bahkan menyucikan dari bisul-bisul dosa sampai pada kesempurnaan.

      Hosea 5:13-14
      5:13. Ketika Efraim melihat penyakitnya, dan Yehuda melihat bisulnya, maka pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja 'Agung'. Tetapi iapun tidak dapat menyembuhkan kamu dan tidak dapat melenyapkan bisul itu dari padamu.
      5:14. Sebab Aku ini seperti singa bagi Efraim, dan seperti
      singa muda bagi kaum Yehuda. Aku, Aku ini akan menerkam, lalu pergi, Aku akan membawa lari dan tidak ada yang melepaskan.

    • Kemudian anak-anak taat pada orang tua, sehingga nikah menjadi indah.
      Efesus 6:1-3
      6:1. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
      6:2. Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
      6:3. supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.


Jadi, nikah yang semakin disucikan dan dibaharui, akan semakin bahagia, manis, dan indah sampai memiliki pakaian mempelai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba.

Wahyu 19:6-9
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah:
Berbahagialah mereka yang diundangke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Wahyu 19:9[terjemahan lama]
19:9. Lalu katanya kepadaku, "Suratkanlah demikian ini: Berbahagialah segala orang yang dijemputkepada perjamuan kawin Anak domba itu." Maka katanya kepadaku, "Inilah yang sebenar-benar perkataan Allah."

Sesudah itu, kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), nikah yang berpesta, dan Yerusalem baru selamanya.
'Berbahagialah mereka yang diundang' = semua sudah diundang bahkan sudah dijemput, tinggal mau atau tidak.

Tetapi sayang, banyak yang menolak, sehingga Allah murka.
Matius 22:5-7
22:5. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya;ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
22:6. dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
22:7. Maka
murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.

Lukas 14:18-21
14:18. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
14:19. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
14:20. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
14:21. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu
murkalah tuan rumah itudan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.

Mengapa menolak undangan Tuhan? Karena kepentingan daging yang dibuat-buat, egois.
Egois = belum disucikan dan diubahkan, sehingga tidak bisa masuk dalam persekutuan yang harmonis dalam nikah, sehingga tidak bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru. Seumur hidupnya hanya dipenuhi teka-teki yang tidak terjawab. Tidak ada kepastian sampai hancur lebur dan binasa selamanya.

Jadi, kehidupan yang bisa berdiri di tepi lautan kaca bercampur api adalah kehidupan yang sudah disucikan dan dibaharui dari keegoisan, sehingga selalu diurapi Roh Kudus. Kita berada dalam kesatuan dan damai sejahtera, semua enak dan ringan.

Jika tidak masuk persekutuan nikah atau persekutuan yang benar, maka akan masuk persekutuan Babel yang dikuasai oleh roh kejahatan, kenajisan, dan kepahitan, sampai kehancuran nikah, moral, bahkan kebinasaan selamanya.

Untuk kesatuan nikah ini, Lot pun tidak sanggup, karena istrinya menjadi tiang garam.
Kejadian 19:17-20
19:17. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
19:18. Kata Lot kepada mereka: "Janganlah kiranya demikian, tuanku.
19:19. Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku.
19:20. Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara."

Lot sekeluarga keluar dari Sodom Gomora dan harus menuju pegunungan. Artinya kita sekeluarga ditebus darah Yesus untuk menuju kota di atas gunung yang besar lagi tinggi, yaitu Yerusalem baru.
Tetapi Lot mengaku tidak mampu. Kita juga mengaku tidak mampu. Kita harus berada di kota Zoar lebih dulu, kota yang paling dekat dan kota kecil. Ini menunjuk pada mezbah korban bakaran (salib Tuhan yang sering diremehkan).

Salib adalah tempat kita mengaku dan memperbaiki kekurangan dan kelemahan kita, sehingga kita bisa masuk persekutuan dalam terang, dan menjadi terangnya Tuhan.

Matius 5:14-16
5:14. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga
menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16. Demikianlah hendaknya
terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Tugas kita adalah menjadi terang dunia sampai terang Yerusalem baru selamanya.
Untuk itu, kita mulai menjadi terang dalam rumah tangga. Satu orang bisa menjadi terang dalam rumah tangga, maka sekeluarga bisa diselamatkan. Contoh: Kornelius.

Setelah itu kita menjadi terang di depan semua orang, sampai menjadi terang dunia, dan masuk kota terang, Yerusalem baru.

Wahyu 15:2
15:2. Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah.

Kecapi memiliki banyak senar tetapi bisa menyatu sehingga membentuk bunyi yang indah/ harmonis.
Jadi, setelah masuk dalam persekutuan nikah yang harmonis, kita harus masuk dalam persekutuan yang harmonis dengan yang lain dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

Banyak senar tetapi bisa harmonis karena semuanya diatur oleh firman pengajaran yang benar.
Jadi, untuk masuk dalam persekutuan dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir jadi satu tubuh Kristus yang sempurna, kita harus menempatkan firman pengajaran yang benar di atas segala-galanya.

Semua boleh berbeda kecuali tujuh kesatuan di atas, sehingga Yesus bisa mengatur semuanya, supaya satu sama lain tidak saling meniadakan tetapi bekerjasama untuk mendapatkan persekutuan tubuh Kristus yang harmonis sampai pada kesempurnaan.

Wahyu 15:3-4
15:3. Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
15:4. Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu."

Mereka menyanyikan nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba.

Keluaran 15:1

15:1. Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

Perikop: nyanyian Musa dan Israel.

Nyanyian Musa adalah nyanyian kemenangan saat Israel tiba di seberang laut Kolsom.

Wahyu 5:6-14

5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
5:7. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
5:8. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
5:9. Dan mereka
menyanyikan suatu nyanyian barukatanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
5:10. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi."
5:11. Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa,
5:12. katanya dengan suara nyaring: "
Anak Domba yang disembelihitu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"
5:13. Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"
5:14. Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.

Nyanyian Anak Domba adalah nyanyian kemenangan atas penebusan oleh Anak Domba.

Wahyu 14:3

14:3. Mereka menyanyikan suatu nyanyian barudi hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.

Nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba sama dengan nyanyian baru dengan tanda darah.

Dulu, darah anak domba Paskah mengalahkan kekerasan hati Firaun, tentaranya, dan kudanya.

Wahyu 12:10-11

12:10. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

Darah Anak Domba ditambah kesaksian Yesus (langkah-langkah mengikut Yesus) akan mengalahkan setan si pendakwa.

Wahyu 15:3

15:3. Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!

Jadi, nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba memiliki dasar yang sama, yaitu tanda darah.
Oleh karena itu, nyanyian Musa dan nyanyian Anak Domba harus kita mulai sekarang dalam setiap langkah hidup kita, sehingga bisa mengalahkan kekerasan hati setan yang menguasai kita.

Buktinya adalah bertobat, berhenti berbuat dosa. Kita kembali pada kasih mula-mula. Kita menghargai dan meninggikan korban Kristus.

Wahyu 2:4-5,7

2:4. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:5. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
2:7. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Kalau tidak bertobat, tidak akan bisa jadi terang.
Bertobat sama dengan menang.

Keluaran 14:15-16,21
14:15. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
14:21. Lalu
Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

Permulaan nyanyian Musa adalah Musa mengangkat tongkat. Artinya meninggikan salib.
Praktiknya adalah:
  1. Bertobat, berseru dan berserah kepada Tuhan.

  2. Taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi, sama dengan mengulurkan tangan iman kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan Roh Kudus, yang tidak terbatas apa pun juga, untuk membuka jalan bagi kita.
    Artinya adalah:
    1. Tidak berbuat dosa lagi sampai tidak bisa berbuat dosa.
      1 Yohanes 3:9
      3:9. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

      1 Yohanes 5:18
      5:18. Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.

      Kita tidak bisa dijamah oleh setan. Setan bisa mengejar kita dengan masalah, pencobaan, penyakit, dosa dan sebagainya, tetapi setan tidak bisa menjamah dan mengalahkan kita.
      Kita menang oleh tangan belas kasih Tuhan yang ajaib. Masalah yang mustahil selesai pada waktunya.
      Yang penting, jangan berbuat dosa saat dalam pencobaan.

    2. Kita dipakai Tuhan, ada masa depan berhasil dan indah.

    3. Tangan Tuhan menyucikan dan menyempurnakan kita saat Dia datang kembali kedua kali. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru. Kita bersorak-sorai di tepi lautan kaca bercampur api selama-lamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 24 April 2012 (Selasa Sore)
    ... Suci yaitu penggembalaan. Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Nazaret menyangkal penggembalaan. Pada waktu Israel diperbudak di Mesir Israel ditempatkan di Gosyen yang artinya penggembalaan. Ada perbedaan antara orang Mesir yang tinggal di luar Gosyen dan orang Israel yang tinggal di Gosyen. Orang Mesir di luar Gosyen mengalami tulah tetapi orang Israel yang tinggal ...
  • Ibadah Doa Malam Surabaya, 24 Agustus 2018 (Jumat Malam)
    ... pintu tirai tabir. Keluaran . Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua dan kain ungu muda kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah dibuat dengan ada kerubnya buatan ahli tenun. Jadi warna yang sama dari ketiga tirai yaitu pintu gerbang pintu kemah dan tabir menunjuk pada kesatuan atau keesaan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juni 2016 (Senin Sore)
    ... . Karena singa setan beredar-edar maka kita harus tergembala dengan benar dan baik. Tergembala dengan benar dan baik artinya Seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar artinya harus ada pokoknya--kita tergembala kepada firman pengajaran yang benar. Selalu tekun dalam kandang pengggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok Ketekunan dalam ibadah raya ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Desember 2010 (Kamis Sore)
    ... kelemahlembutan. Kita mempelajari tentang menerima hikmat lewat kelemahlembutan. Yakobus Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Lemah lembut adalah bisa menerima firman Tuhan sekeras apapun. Proses untuk bisa menerima firman ...
  • Ibadah Raya Malang, 09 Desember 2018 (Minggu Pagi)
    ... Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Segala dosa dan kutukan dosa letih lesu beban berat susah payah pahit getir ketakutan stress kebinasaan maut sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib sehingga kita dibenarkan dan hidup dalam kebenaran sama dengan hidup dalam damai sejahtera. Yesaya Di mana ada kebenaran di ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2009 (Rabu Sore)
    ... kita pelajari bagian IMatius - Kuasa kemuliaan diatas gunung itu sama dengan kuasa kemuliaan dalam doa penyembahan. Yesus ke gunung dengan mengajak orang murid. Padahal ada murid. Artinya yang ikut hanya . Dan ini sama dengan perumpamaan penaburan benih. Dari tempat hanya tempat yang berhasil . Artinya tidak semua ibadah pelayanan ...
  • Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2014 (Kamis Sore)
    ... mereka itu berbuat baik menjadi kaya dalam kebajikan suka memberi dan membagiPeringatan kepada orang kaya secara jasmani adalah supaya juga harus kaya dalam kebajikan dan kemurahan yaitu suka memberi. Memberi tidak tergantung pada kaya jasmani atau miskin jasmani tetapi tergantung pada hati yang disucikan dari keinginan akan uang. Jika hati ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 April 2016 (Sabtu Sore)
    ... yaitu mau mengikuti proses besar menjadi kecil. Artinya kita menjadi anak kecil merendahkan diri serendah-rendahnya. Hasilnya adalah ditinggikan setinggi-tingginya sampai di tahta Tuhan. Proses besar menjadi kecil kita harus belajar pada Yesus di kayu salib sudah diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Malang April . Tempat mengalami proses besar menjadi kecil kita ...
  • Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 20 Juli 2017 (Kamis Siang)
    ... - Setelah murid-murid Yohanes pergi mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari Atau untuk apakah kamu pergi Melihat orang yang berpakaian halus Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk ...
  • Ibadah Doa Malang, 07 Maret 2017 (Selasa Sore)
    ... antikris selama . tahun. Menyingkir adalah tindakan menjauhkan diri dari setan dengan kekuatannya. Ini merupakan tindakan untuk menarik belas kasih Tuhan yang besar atas kehidupan kita. Jadi menghadapi kekejaman setan sampai tampilnya antikris maka kita harus menyingkir seperti Yesus. Praktek menyingkir Yesus pergi ke tempat yang sunyi doa penyembahan. Duduk ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.