English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 20 November 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 62:2-3
62:2 Hanya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 16-17, 21-23
25:16. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 26-29
ay. 26-29= MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Pada ayat sebelumnya (ay. 17-25), merupakan perjamuan paskah.
Jadi, ini merupakan perjamuan paskah yang terakhir dan merupakan...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 05 Mei 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Malang, 19 November 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

2 Timotius 1:5
1:5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Maret 2010 (Minggu Sore)
Ibrani 4 : 12 --> Tema di Papua
Firman Allah adalah makanan rohani bagi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Maret 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya
Pembicara: Pdm. Gideon
Matius 27:
7x percikan di atas tabut perjanjian/7 sengsara yang dialami oleh Yesus...

Ibadah Natal di Mojoagung, 11 Desember 2009 (Jumat Sore)
Yohanes 8: 12
"Aku terang dunia". Setiap penampilan Pribadi Tuhan sebagai apapun juga, bukan untuk...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Maret 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 6-9 => perumpamaan tentang pohon ara...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Februari 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Juli 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha III Malang, 23 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Oktober 2014 (Senin Sore)

Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Pada kesempatan sore malam hari ini, kita akan belajar dalam injil Markus 6: 6b-13

Markus 6: 6b-13
6:6b Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
6:7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
6:8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali
tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,
6:9 boleh memakai
alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
6:10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
6:11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."
6:12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
6:13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.


= bicara tentang pengutusan (Yesus mengutus 12 murid).
Siapa yang diutus Tuhan? Yaitu: kehidupan yang dipanggil oleh Tuhan (ayat 7 = 'Ia memanggil').

Tuhan bukan memanggil orang benar, tetapi memanggil orang berdosa untuk dibenarkan.

Bukti kehidupan yang menerima panggilan Tuhan adalah rela dibenarkan sampai benar. Prosesnya:

  • percaya Yesus,
  • bertobat,
  • baptisan air dan baptisan Roh Kudus,
  • hidup dalam kebenaran.

Jadi, yang diutus oleh Tuhan adalah kehidupan yang dipanggil (kehidupan yang hidup dalam kebenaran) dan kehidupan yang dipilih (tergembala).
Dalam Amsal 12: 26, dituliskan, 'orang benar mendapati tempat penggembalaan'.
Artinya: setelah kita dibenarkan, maka kita tergembala pada satu Firman pengajaran yang benar. Inilah kehidupan yang dipilih.

Malam hari ini, kita akan belajar tentang bekal pengutusan, yaitu:
Markus 6: 8-9
6:8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,
6:9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.

  1. Tongkat.
    Tongkat menunjuk salib Kristus.
    Pengertian salib adalah sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa sampai sengsara daging tanpa dosa. Ini adalah salib yang harus dipegang. Kehidupan yang mau melayani Tuhan harus mau memikul/memegang salib.
    Ini bekal bagi kehidupan yang diutus/dipakai oleh Tuhan.

    Jangan sekali-kali melepaskan salib! Sebab, sekali melepas salib/tongkat, maka ular yang datang (seperti waktu Musa melepaskan tongkatnya, maka tongkatnya menjadi ular).
    Kalau salib dilepaskan, bukannya jadi tambah hebat/ringan, tetapi justru ada ular dalam kehidupan tersebut.
    Bukti kalau ada ular, yaitu Musa lari karena takut akan digigit ular.

    Di manapun kita berada dan dalam kondisi apapun, setiap pelayan Tuhan harus tetap memegang salib disertai dengan rela sengsara daging, artinya rela menderita untuk berhenti berbuat dosa dan sengsara daging tanpa dosa, mungkin dosa itu menguntungkan, ada kesempatan, ada hasil yang luar biasa, tetapi kalau itu dosa, maka kita harus tetap memegang salib dengan teguh = tidak mau berbuat dosa.
    Sekalipun kalau kita memegang salib, keuntungannya sedikit, tidak jadi masalah. Syukur kalau kita memegang salib, kita mendapat keuntungan yang besar.

    Hasil kita memegang salib adalah di balik salib ada kemuliaan.
    Pada waktu Musa diperhadapkan pada jalan buntu, di depan Laut Kolsom, dari belakang tentara Firaun mengejar, kiri dan kanan hanya padang gurun, Musa tidak bisa lari kemana-mana. Tetapi hanya satu hal yang Tuhan tunjukkan, yaitu tetap memegang salib (Musa mengulurkan tangan tongkatnya).
    Jadi, di balik salib ada satu kuasa/mujizat untuk menjadikan yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Saat kita menghadapi masalah yang mustahil, tetap pegang salib. Kalau ada dosa, jangan dilakukan!


  2. Alas kaki/sepatu/kasut.
    Efesus 6: 15
    6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

    Kaki bersepatu = kerelaan.
    Untuk dipakai Tuhan, maka kita harus memiliki kerelaan hati.
    Artinya: melayani Tuhan bukan dengan terpaksa atau dipaksa, tetapi dengan kerelaan hati.
    Biarlah kita periksa, beberapa tahun yang lalu saat kita mengambil keputusan untuk melayani Tuhan, apa dasarnya? Kalau karena dipaksa orang tua, atau mungkin dipaksa oleh pacar, maka kita harus memperbaikinya. Kita harus melayani Tuhan dengan memakai kasut, sebab kalau tidak memakai kasut dan kita berjalan di padang gurun, maka kita tidak akan tahan.

    Kalau kita tetap rela hati, maka kasut tetap utuh. Seperti perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun, kasutnya tidak rusak.
    Artinya: tetap rela hari karena ada kuasa Roh Kudus (tiang awan dan tiang api yang menaungi), sekalipun diperhadapkan pada sesuatu yang sukar, mustahil, penderitaan dan lain-lain.

    Dalam terjemahan lama, istilah kerelaan hati = persediaan/siap sedia.
    6:15. dan kakimu berkasutkan persediaan Injil perdamaian itu,

    Kasut = siap sedia dalam melakukan tugas apapun/siap sedia untuk dipakai.

    Kesaksian:
    "Dulu, waktu kami sudah diajarkan di Lempin-El, baik waktu sebelum maupun sesudah pelajaran. Seringkali, malam-malam kami disuruh membesuk, mendoakan orang sakit jam 2 pagi. Ini menunjuk kesiap-sediaan. Bapak gembala selalu mengatakan, 'kalau disuruh tidak mau, jangan harap disuruh lagi'.
    Sekali waktu saya pernah disuruh bapak gembala untuk berkhotbah di suatu perusahaan, saya hanya berkata "Iya, om". Padahal waktunya sudah jam berapa dan saya belum pernah berkhotbah. Untung saya mengatakan "Iya", kalau tidak, saya tidak akan pernah disuruh lagi.
    "

    Bagaimana supaya kita siap sedia/tetap punya sepatu?:
    2 Timotius 2: 21
    2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

    Supaya kita siap sedia, maka kita harus aktif menyucikan diri.

    Di mana tempat kita menyucikan diri? Yaitu: dalam kandang penggembalaan.

    Jadi, kalau kita mau dipakai Tuhan (kehidupan yang memakai alas kaki), maka kita harus aktif dalam kandang penggembalaan/aktif dalam 3 macam ibadah pokok:


    • Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya.
    • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
    • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.


    Semakin kita disucikan, kita semakin dipakai oleh Tuhan.

    Sarana penyucian adalah Firman pengajaran yang benar.
    Jadi, tujuan kita aktif dalam penggembalaan adalah untuk disucikan oleh Firman pengajaran yang benar. Di manapun kita berada, kita harus selalu mencari Firman pengajaran yang benar.
    Firman pengajaran yang benar, yaitu tertulis dalam Alkitab, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.
    Jangan segan-segan! Kalau kita sedang berada di kota A yang tidak ada Firman pengajaran benar, jangan kita masuk dalam pengajaran yang tidak benar, sebab lama-lama akan kering rohani.
    Kita harus bersyukur kalau pada malam hari ini, di tempat ini ada internet. Sebab kalau kita sedang berada di kota lain yang tidak ada Firman pengajaran benar, kita masih bisa tertolong, kita bisa mendengar Firman pengajaran benar untuk disucikan.

    Kesaksian:
    "Dulu waktu saya masih bekerja, waktu itu gereja kita belum menggunakan internet seperti sekarang ini. Seringkali saya pergi bertugas ke luar kota. Saya tidak pernah bilang pada bapak gembala kalau saya mau pergi ke gereja A atau B atau C. Sekali waktu saya pernah mencoba pergi ke gereja lain, tapi rasanya aneh, karena yang disampaikan bertentangan dengan Firman pengajaran, atau ada yang mengaku ini Firman pengajaran tapi yang disampaikan aneh. Suatu kali, saya mengambil ketetapan untuk minta tolong pada seorang pengerja untuk mengaktifkan handphonenya, saya telepon dia, jadi saya tetap bisa mendengar Firman lewat telepon. Akhirnya, saya tidak kering rohani. Sebab kalau dipaksakan, lama-lama akan kering rohani.
    Kita harus bersyukur dengan adanya internet ini, karena jaringannya lebih luas, tidak seperti menggunakan handphone yang sering putus-putus.
    "

    Supaya siap sedia, maka hati kita harus disucikan oleh Firman pengajaran benar dan kita harus memiliki hati hamba/hati doulos.
    Lukas 17: 7-10
    17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
    17:9 Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
    17:10 Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah
    hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

    Hati doulos = hati yang hanya mau melakukan kewajiban, tanpa menuntut hak.
    Kalau kita tidak menuntut hak, bukan berarti kita kehilangan hak, tetapi hak kita ada di tangan Tuhan.

    Kalau menuntut hak tanpa melakukan kewajiban = tidak bersepatu, sehingga kita tidak akan tahan melayani Tuhan. Tetapi, kalau kita memakai kasut, maka kita akan tetap bertahan melayani Tuhan, bahkan sampai 40 tahun (= menunjuk 40 tahun Yobel gereja Tuhan) dan sampai kedatangan Yesus kedua kali, kasut kita tidak akan rusak.

    Sikap/sifat kesiap-sediaan ini adalah sikap/sifat dari mempelai wanita Tuhan.
    Wahyu 19: 7
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    'pengantin-Nya telah siap sedia' = mempelai selalu siap sedia.
    Dalam Injil Matius, saat menunggu mempelai pria, mempelai wanita harus siap sedia lewat menyiapkan pelita dan minyak cadangan. Kalau kita merindu menjadi mempelai wanita Tuhan, maka kita harus selalu siap sedia.


  3. Tidak boleh memakai dua baju/tidak boleh memakai baju dari dua bahan.
    Baju/jubah menunjuk Firman pengajaran benar. Jadi, dalam pengutusan kita harus berpegang pada satu Firman pengajaran yang benar. Kalau kita berpegang pada satu Firman pengajaran yang benar, maka kita pasti dipakai oleh Tuhan dan semua dicukupkan oleh Tuhan (tidak perlu membawa bekal, uang dan lain-lain).

Orang yang melayani Tuhan = orang yang bekerja.
Orang yang bekerja patut mendapatkan upah. Itulah sebabnya Tuhan berkata, 'jangan membawa bekal'.

Di mana kita bekerja? Kita bekerja di ladang anggur/kebun anggur = ladang mempelai.

Siapa yang boleh bekerja di kebun anggur?:

  1. Matius 20: 1-2
    20:1 "Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
    20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

    Yang pertama: 'pagi-pagi benar' = Israel (karena janji Tuhan).


  2. Matius 20: 3-5
    20:3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
    20:4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.
    20:5 Kira-kira
    pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

    Yang kedua: 'pukul sembilan, dua belas dan tiga petang' = Israel yang terhilang (dicari oleh Yesus lewat berkorban nyawa/mati di kayu salib).
    Jam sembilan, dua belas dan tiga petang menunjuk pada jam waktu Yesus disalib.


  3. 'pukul lima petang'.
    Matius 20: 6-8
    20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
    20:7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
    20:8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.


    Jam sembilan, dua belas dan tiga petang = Yesus sudah mati di kayu salib dengan empat luka.
    Jam lima petang sampai jam enam petang = kesempatan bagi bangsa kafir.

    Yohanes 19: 31,34
    19:31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib -- sebab Sabat itu adalah hari yang besar -- maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Jam enam malam menunjuk Sabat. Pada hari Sabat, orang-orang yang disalib harus mati dan diturunkan. Begitu melihat dua penjahat masih hidup, maka prajurit-prajurit mematahkan kaki kedua penjahat tersebut. Tetapi, begitu melihat Yesus yang sudah mati, maka lambung-Nya ditombak oleh seorang prajurit Romawi dan dari lambung Yesus mengalir keluar darah dan air.

    Jadi, yang ketiga, yang mendapat kesempatan untuk bekerja di kebun anggur adalah bangsa kafir.

    Bangsa kafir hanya bekerja satu jam saja (jam lima petang sampai jam enam malam), setelah itu mendapatkan upah.

    Apa yang harus kita lakukan selama satu jam ini?:


    • Yang pertama: pandang lambung Yesus yang tertikam.
      Artinya: memandang darah dan air (dari lambung Yesus keluar darah dan air).

      Darah = bertobat.
      Air = baptisan air.

      Jadi, dalam waktu satu jam sebelum Sabat tiba (waktu kemurahan sebelum Kerajaan 1000 tahun damai dan kedatangan Yesus kedua kali), maka yang harus kita lakukan adalah bertobat.
      Kita harus bertobat dari (dikaitkan dosa-dosa yang ada di kebun anggur):


      1. Dosa iri hati (dosa yang disembunyikan dalam hati dan akan dihakimi).
        Kalau kita masih menyimpan dosa iri hati, maka saat kedatangan Yesus kedua kali, kita akan dihakimi.


      2. Dosa perkataan = persungutan.
        Kalau hati menyimpan dosa iri hati dan lain-lain, maka perkataan yang keluar adalah perkataan persungutan.


      3. Dosa perbuatan.


      Zakharia 12: 10-14
      12:10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.
      12:11 Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido.
      12:12 Negeri itu akan
      meratap, setiap kaum keluarga tersendiri; kaum keluarga keturunan Daud tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga keturunan Natan tersendiri dan isteri mereka tersendiri;
      12:13 kaum keluarga keturunan Lewi tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga Simei tersendiri dan isteri mereka tersendiri;
      12:14 juga segala kaum keluarga yang masih tinggal,
      setiap kaum keluarga tersendiri dan isteri mereka tersendiri."

      Sikap kita saat memandang lambung Yesus yang tertikam: memandang dengan penuh ratapan, artinya menyadari dosa-dosa dengan penuh kesungguhan dan penyesalan, kita harus bertobat dengan sungguh-sungguh.

      'setiap kaum keluarga tersendiri dan isteri mereka tersendiri' = sekalipun suami isteri (dua orang yang menjadi satu dalam nikah), urusan memandang lambung Yesus adalah urusan sendiri-sendiri, tidak bisa bergantung pada yang lain.
      Jangan sampai terlambat!

      Dalam Wahyu 1: 7, kita kembali lagi melihat Dia yang tertikam, tetapi sudah terlambat dan hanya akan dibinasakan kalau saat Yesus sudah datang kedua kali kita baru mau bertobat dan hidup benar.

      Sebelum Yesus datang kedua kali, biarlah kita menggunakan waktu untuk sungguh-sungguh bertobat.


    • Matius 27: 57-58
      27:57 Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.
      27:58 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.

      Yang kedua: masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna (yang terakhir di dunia).

      Nanti Tuhan akan memakai orang seperti Yusuf Arimatea dan Nikodemus (orang kaya dan terpandang) dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
      Kita yang sudah masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus jangan lemah! Sebab nanti akan ada satu gerakan yang besar, tapi hanya sebentar. Kegerakan Firman ini hanya sebentar bagi kita bangsa kafir. Seandainya kita tahu kapan waktunya, maka semua orang akan masuk dalam kegerakan. Tetapi, kita tidak pernah tahu kapan waktunya, kalau sekarang kita tidak mau/menolak, maka saat waktunya habis, kita tidak akan mendapat kesempatan lagi.

      Praktik masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, yaitu kalau segala aspek hidup kita (pribadi, nikah dan penggembalaan) selalu kita sesuaikan dengan Firman pengajaran yang benar = kita arahkan kepada Yesus sebagai Kepala.

      Mengapa harus masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus?:
      Karena ada dua macam pembangunan. Kalau kita tidak mau masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus, maka kita akan masuk dalam pembangunan yang lain yang akan dibinasakan dalam 1 jam saja, yaitu pembangunan Babel.

      Oleh sebab itu, segala aspek kehidupan kita harus sesuai dengan Firman pengajaran benar, supaya kita masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, sebab setelah itu tidak ada lagi.
      Kalau kita masih menunggu-nunggu waktu, mungkin kita mau memperbaiki diri kita hari-hari ini, tetapi tidak dilakukan, maka saat waktunya habis, kita juga akan habis.


    • Yang ketiga: berjaga-jaga dan berdoa.
      Matius 26: 40-41
      26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
      26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

      Mengapa harus berjaga-jaga dan berdoa? Sebab yang kita hadapi adalah kesedihan, pencobaan, penderitaan tanpa dosa = pengalaman Getsemani.
      Kita semua harus mengalami pengalaman Getsemani. Supaya kuat, maka kita harus berjaga dan berdoa.

      Apa tujuan kita berdoa satu jam? Yaitu untuk perobekan daging.
      Semua harus mengalami perobekan daging lewat doa satu jam, doa puasa, doa penyembahan, doa semalam suntuk. Kalau tidak mau mengalami perobekan daging lewat doa puasa, doa penyembahan dan doa semalam suntuk, maka harus masuk dalam pencobaan.
      Maksudnya adalah supaya daging kita tidak bersuara sampai kita mengalami perobekan daging.

      Matius 6: 13
      6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

      'jangan membawa kami dalam pencobaan' = doa yang diajarkan Yesus kepada kita, supaya kita jangan dibawa ke dalam pencobaan.
      Kehidupan yang tidak mau mengalami perobekan daging = mengundang pencobaan.

      Yohanes 16: 1-4
      16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
      16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
      16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
      16:4a Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."
      16:4b "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,


      Bukti bahwa kita berjaga dan berdoa
      : kita tidak akan kecewa dan menolak Yesus, sekalipun harus menghadapi pengalaman Getsemani (sengsara daging tanpa dosa), tetapi tetap beriman/percaya kepada Yesus.

Hasil kalau kita bekerja di kebun anggur, yaitu upah satu dinar.
Wahyu 6: 6
6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.

Untuk apa satu dinar?: Untuk menghadapi kelaparan secara jasmani dan rohani.

Kelaparan secara jasmani = krisis yang menimpa dunia dalam segala bidang.
Dunia boleh mengatakan, bahwa dunia akan mengarah kepada yang lebih baik, tetapi dari kacamata Firman, di dunia akan terjadi banyak krisis.
Bagaimana kita bisa menghadapi krisis? Kita harus punya satu dinar, itulah upah kita bekerja di kebun anggur. Inilah yang menentukan waktu selama satu jam ini. Kita harus pergunakan sungguh-sungguh untuk bertobat, masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus, dan masuk dalam perobekan daging.
Maka hasilnya, kita akan sanggup melewati krisis-krisis secara jasmani yang terjadi di dunia, sebab tangan Tuhan langsung memelihara kehidupan kita.

Kelaparan secara rohani = banyak kejatuhan-kejatuhan (teruna-teruna dan orang-orang hebat akan jatuh).
Bagaimana cara kita menghadapi krisis secara rohani? Kita harus punya satu dinar.

Yesaya 49: 4
49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku.

Kalau kita sungguh-sungguh bekerja, tidak mungkin Tuhan tidak memberikan upah dalam kehidupan kita. Bos manusia yang jahat saja masih memberi apalagi Tuhan. Tuhan tidak akan pernah menipu kita dengan tidak memberikan upah kita.
Asal kita ada bukti bahwa kita sungguh-sungguh bekerja dan memanfaatkan kesempatan selama satu jam untuk bertobat, masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus dan mengalami perobekan daging, maka yang terjadi adalah Tuhan pasti memberikan upah kita, baik upah di dunia ini sampai upah hidup kekal selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top