English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 30 Oktober 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding (Palangkaraya)

Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 10:1-4

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Februari 2019 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan baptisan air

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 4-5=> dosa dan penderitaan.
13:4. Atau...

Ibadah Paskah Medan VI, 30 April 2009 (Kamis Sore)
Wahyu 22: 20-21
'Ya, Aku datang segera'= kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Juli 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Maret 2012 (Senin Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juli 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Surabaya, 26 November 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 28 -> sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Tuhan kedua kali,...

Ibadah Doa Malang, 02 September 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 15-23
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Juli 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 08 Januari 2016 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat di Laodikia, sekarang menunjuk jemaat akhir...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 November 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:35-39
5:35 Tetapi akan datang waktunya, apabila...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juni 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 20-25
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21 Dan ketika mereka...

Ibadah Doa Malang, 24 Juli 2012 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III.
...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 01 November 2015 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema ibadah persekutuan di Medan: Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Perjamuan kawin Anak Domba adalah pertemuan antara Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--bukan bayi lagi--dengan kita semua--jemaat yang sempurna (mempelai wanita sorga)--di awan-awan yang permai.
Sesudah itu, kita masuk kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang); sesudah itu masuk kerajaan sorga yang kekal, itulah Yerusalem baru (Wahyu 21-22).

Inilah tujuan pengikutan kita kepada TUHAN hari-hari ini, yaitu masuk perjamuan kawin Anak Domba sampai masuk Yerusalem baru. Jadi, tujuan kita ikut TUHAN bukan hanya sampai pada kekayaan dan lain-lain; kalau gembala sampai memiliki gereja besar dan jemaat ribuan, sebab semuanya itu akan berlalu.

'Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah', artinya tidak perlu diragukan lagi sedikitpun; dan tidak bisa digagalkan/diganggu gugat oleh apapun juga.
Mempelai Pria= kepala= suami.
Mempelai wanita= tubuh Kristus= isteri.
Perjamuan kawin Anak Domba merupakan pertemuan antara Yesus sebagai kepala dengan tubuh yang tidak bisa dipisahkan lagi. Atau, perjamuan kawin Anak Domba adalah nikah yang rohani (nikah yang sempurna) antara Yesus Mempelai Pria Sorga dengan sidang jemaat mempelai wanita di awan-awan yang permai.

Kalau nikah secara jasmani terjadi di dunia, tetapi nikah yang rohani terjadi di awan-awan yang permai, sampai kerajaan sorga yang kekal.
Di sini, kita harus menjaga nikah kita secara jasmani di dunia, supaya bisa mencapai nikah yang sempurna; bersama Yesus selama-lamanya. Jaga! Baik sebagai suami, isteri maupun anak.

Nikah dijaga, supaya:

  1. tetap dalam kebenaran--sesuai kebenaran firman; yaitu satu laki-laki dengan satu wanita (seperti Adam dan Hawa). Jangan ikuti nikah-nikah sekarang (satu laki-laki dengan dua wanita atau sebaliknya), bahkan sampai sesama jenis juga minta dinikahkan; ada kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan/seks bebas. Nanti kawin mengawinkan juga akan minta persetujuan. Tinggal satu ini. Kalau ini disahkan di gereja, berarti TUHAN sudah datang.


  2. Tetap dalam kesucian--jangan jatuh dalam dosa; terutama dosa perzinahan,
  3. tetap dalam kesatuan; sampai mencapai nikah yang sempurna, bersama TUHAN selama-lamanya.

"Kaum muda, perhatikan! Masa pacaran bukan masa percobaan. Tujuan pacaran adalah untuk menikah. Bukan seperti dunia, yang hanya supaya trend. Belum putus, sudah ada gantinya. Ini adalah cikal bakalnya kawin cerai."

Syarat untuk bertemu dengan Yesus Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai:

  1. 1 Yohanes 3: 2-3
    3:2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
    3:3. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya,
    menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

    'sekarang kita adalah anak-anak Allah' = dulu, kita bukan anak Allah.

    "terutama saya, dulu bukan anak Allah (tidak percaya Yesus). Dulu saya mencari keselamatan di kuburan-kuburan."

    Tetapi sekarang, kita sudah menjadi anak-anak Allah, yaitu sudah percaya Yesus, bertobat, diselamatkan--tidak dihukum, karena dosa-dosa sudah ditanggung oleh Yesus--, dan diberkati.

    'Kristus menyatakan diri-Nya' = Yesus datang kembali kedua kali.
    'kita akan menjadi sama seperti Dia' = Dia sebagai Mempelai Pria dan kita sebagai mempelai wanita.
    'kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya' = kita memandang Dia muka dengan muka.

    Syarat pertama untuk bertemu Yesus di awan-awan yang permai: kita harus mengalami penyucian sampai suci seperti Yesus suci; sempurna seperti Yesus sempurna.

    Kita sudah menerima kedatangan Yesus pertama kali, artinya kita sudah selamat dan diberkati. Tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak saat kedatangan Yesus kedua kali. Seperti umat Israel, keluar dari Mesir 603.550 orang--sudah selamat; sudah mengalami mujizat (laut Kolsom terbelah); makan manna dengan cuma-cuma (tidak perlu bekerja) dan sebagainya, tetapi yang sampai di Kanaan hanya 2 orang (Yusak dan Kaleb). Yang lain mati semua; tidak sampai Kanaan. Ini yang dikhawatirkan sekarang. Banyak anak TUHAN, hamba TUHAN, pelayan TUHAN hanya puas karena sudah diselamatkan, tetapi belum nyata apa keadaannya kelak saat kedatangan Yesus kedua kali, apakah bisa menyambut Dia atau tidak.

    Sebab itu, kita harus berusaha, supaya mengalami penyucian sampai suci seperti Yesus suci, bahkan sempurna seperti Yesus (tidak bercela). Inilah yang harus kita pikirkan! Bukan hanya selamat dan diberkati, tetapi sampai dengan sempurna.

    Dengan apa kita bisa disucikan?
    Mazmur 119: 9
    119:9. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu

    'bersih'= suci.
    'seorang muda' = kaum muda adalah gambaran kuat-kuatnya daging; yaitu hawa nafsu daging (keinginan daging) untuk berbuat dosa dalam segala cara (pandangan, perkataan, dan perbuatan). Baik orang kaya atau tidak, pandai atau tidak, punya kedudukan tinggi atau tidak, sama saja, tidak kuat menghadapi dosa.

    Kita disucikan hanya dengan firman TUHAN.
    Jadi, kaum muda, selain menuntut ilmu dan lain-lain, jangan lupa untuk mendengar firman. Karena itu, masih ada ibadah kaum muda. Tanpa firman, kaum muda tidak akan kuat. Yang sudah usia tua juga tidak bisa, karena dosa-dosa sudah begitu mengelilingi kita. Harus dijaga dengan firman!

    Disucikan dengan firman yang bagaimana? Ditegaskan lagi dalam perjanjian baru (ayat menerangkan ayat).
    Yohanes 15: 3
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Firman yang dimaksud adalah firman yang dikatakan oleh Yesus sendiri ('Kukatakan'); firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Ini yang mampu menyucikan kita.
    Saat menghadapi setan, Yesus selalu berkata: 'Ada tertulis..'; ayat yang satu menerangkan ayat yang lain. Inilah firman pengajaran benar; firman yang lebih tajam dari pedang beramata dua. Ayat merupakan perkataan Yesus, kalau diterangkan lagi dengan ayat--yang juga perkataan Yesus--, berarti seluruh firman itu adalah perkataan Yesus sendiri.

    Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Hati dan pikiran merupakan pusat kehidupan manusia. Sebab itu, mulai dari hati disucikan oleh firman pengajaran. Memang ada firman penginjilan yang membawa kita percaya Yesus, diselamatkan dan diberkati--penting untuk orang-orang yang belum selamat--, tetapi untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali, harus meningkat pada pedang firman.

    Proses penyucian oleh pedang firman:


    • Matius 5: 27-28
      5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
      5:28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya,
      sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

      'Jangan berzinah'= perbuatan dosa. Dalam perjanjian lama, ada dua loh batu. Pada loh batu kedua, terdapat salah satu hukum yang isinya 'jangan berzinah'

      '
      sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya' = sekarang, menunjuk penyucian hati.

      Yang pertama: penyucian hati, yaitu hati disucikan dari:


      • keinginan jahat, yaitu keinginan akan uang yang membuat kita kikir dan serakah.

        Kikir= tidak bisa memberi.
        Serakah= merampas milik orang lain (korupsi, hutang tidak bayar, dan sebagainya), terutama milik-Nya TUHAN (persepuluhan dan persembahan khusus).


      • keinginan najis, yaitu mengarah pada dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (dosa percabulan, nikah yang salah).


      Kalau hati sudah disucikan, maka semuanya disucikan.


    • Matius 5: 29
      5:29. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

      Yang kedua: penyucian mata kanan; supaya pandangan kita hanya tertuju pada Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
      Kalau memandang manusia, kita akan kecewa dan tersandung.

      Hanya memandang Yesus, artinya


      • kita percaya dan berharap pada Yesus apapun yang terjadi; sebab Dia sebagai Imam Besar yang bisa menolong dan berbelas kasihan kepada kita.
      • Tidak memandang salah orang lain; tidak menghakimi. Kalau menghakimi, pasti dihakimi juga. Lebih baik, tidak menghakimi kesalahan orang lain, tetapi menghakimi diri sendiri (mengoreksi diri).


      • Pandangan yang suci, yaitu tidak memandang perkara-perkara yang kotor/najis (yang dilarang oleh TUHAN). Seperti Hawa, ia memandang apa yang dilarang oleh TUHAN, sehingga ia jatuh dalam dosa.


    • Matius 5: 30
      5:30. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

      Yang ketiga: penyucian tangan kanan; perbuatan disucikan sampai berkenan kepada Yesus sebagai Imam Besar, yaitu perbuatan benar dan baik. Benar dulu, baru baik.

      Di dunia ini, baik dulu, tetapi akhirnya tidak benar. Bahkan ini bisa terjadi dalam rumah TUHAN, kelihatan baik, tetapi tidak benar.

      "Kalau dulu, saya ingat pencopet di depan toko rumah saya. Dia selalu berkata: 'Jangan bilang aku penjahat ya. Kalau aku mencuri tikar 10, aku kasih rumah ibadah 8. baik aku.' Tetapi saya ingat juga, ada anak TUHAN bersaksi yang katanya dipakai TUHAN bersaksi. Waktu itu saya pimpin pujian di gereja yang besar dan dia bersaksi sudah memberi sekian ratus juta pada tahun 1990. Saya catat namanya di buku saya, karena dia orang terkenal. Selang beberapa tahun, dia terkena kasus BLBI. Jadi satu gereja bilang: Baik..baik. Tetapi tidak benar, tidak ada artinya."

      Sekalipun Yesus mati disalib, tetapi kalau Ia tidak benar, tidak ada artinya. Tetapi karena Yesus benar (tidak berdosa), maka perbuatan baik Yesus ada artinya (bisa menyelamatkan manusia).


    • Matius 5: 31-32
      5:31. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
      5:32. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

      Yang keempat: penyucian tabiat dan nikah (double).

      Penyucian tabiat, yaitu penyucian dari kebenaran diri sendiri. Kebenaran diri sendiri adalah


      • menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain (suami bersalah, tetapi menyalahkan isterinya atau sebaliknya) dan tidak mau mengaku dosa, bahkan menyalahkan TUHAN. Inilah yang menimbulkan perceraian.
        Contoh menyalahkan TUHAN: 'Firmannya terlalu keras, terlalu tajam. Kita harus bijaksana, sebab masih hidup di dunia, ini tidak mungkin..'

        Seperti di taman Eden, saat TUHAN tanya kepada Adam: 'Apakah engkau memakan buah yang Ku larang?' Seharusnya Adam minta ampun kepada TUHAN, tetapi ia malah menyalahkan isterinya dan TUHAN ('perempuan yang Kauberikan').


      • Juga ada yang menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik; sebenarnya ia tidak baik.
        Contoh: suami memberikan berlian kepada isterinya, padahal ia memiliki wanita simpanan.


      Jadi, kalau orang benar, baru baik. Kalau tidak benar, hanya kelihatan baik; bisa pura-pura berbuat baik untuk menutupi sesuatu yang tidak benar; entah pengajarannya tidak benar, tahbisannya tidak benar atau nikahnya dan sebagainya; hanya terkenal baiknya, tetapi tidak benar. Itu sebenarnya kebenaran sendiri.

      Penyucian nikah, artinya nikah harus disucikan dari kebenaran diri sendiri, supaya tetap dalam kesatuan. Jangan sampai bercerai ('Apa yang dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia'), sebab suami adalah kepala dan isteri adalah tubuh. Kalau bercerai, maka kepala terpisah dengan tubuh, sama dengan mati. Kalau menikah lagi dengan yang lain, sama dengan busuk.

      Nikah harus tetap dalam kesatuan sampai TUHAN datang kembali. Jaga kebenaran, kesucian dan kesatuan nikah! Kesalahan-kesalahan yang dulu, sudah cukup.


    • Matius 5: 33-37
      5:33. Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
      5:34. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
      5:35. maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
      5:36. janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
      5:37.
      Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

      Yang kelima: penyucian lidah; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak; sama dengan jujur.
      Ini adalah hati yang rata.

      Jujur, mulai dari soal TUHAN--pengajaran--dulu (Titus 2: 7). Kalau tidak benar, katakan: tidak benar, kalau benar, katakan: benar.
      Kalau selalu berkata: Iya benar..tetapi..., itu seperti jalannya ular dan hanya membuat letih lesu.

      Kalau kita mau tegas, memang berat bagi kita.
      Yohanes Pembaptis mengatakan: 'Gunung diratakan dan lembah ditimbun' (yang berkelak-kelok diluruskan). Untuk meluruskan sesuatu memang berat.

      "Saya bersaksi. Ketika Pdt Pong meninggal dunia, untuk mempertahankan pengajaran dan persekutuan yang benar, saya juga tidak kuat dan isteri saya sampai keguguran; dari luar dan dalam menyerang semua. Ini hanya awal mula saja. Sekarang sudah enak (sudah lurus). Dari pada terus ikut belok-belok, capek sekali."

      Kalau jujur (lurus), kita menjadi rumah doa. Kalau lurus itu jalannya TUHAN dan ular/setan tidak bisa menjamah kita. Kalau berkelok itu jalannya ular, dan akibatnya letih lesu, berbeban berat, tersesat, bahkan terhilang selamanya.

      Menjadi rumah doa= berkata benar dan baik, perkataan kesaksian (kita bersaksi) dan menyembah TUHAN, kita terus disucikan, sampai satu waktu kita tidak salah dalam perkataan; sempurna; hanya berseru: 'Haleluya'. Inilah suara mempelai.

      Yakobus 3: 2
      3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      Kalau mau bertemu Yesus di awan-awan (Dia sebagai Mempelai Pria dan kita sebagai mempelai wanita), harus ada SUARA MEMPELAI, itulah 'Haleluya'.

      Wahyu 19: 6-7
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

      'Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja' = Yesus datang sebagai Raja segala raja.
      'pengantin-Nya telah siap sedia' = salah satu persiapan adalah kesucian (suci seperti Yesus suci), sehingga memiliki suara mempelai wanita.

      Dari empat penjuru bumi, hanya satu suara: 'Haleluya'; satu tubuh satu suara, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

      Hati-hati! Dari satu kata saja bisa berpisah.
      Dulu, di penyeberangan, hanya kata Sibolet dan Syibolet yang memisahkan (Hakim-hakim 12: 6). Hanya kurang 'y' dan tidak bisa menyeberang, sehingga mati.
      Begitu juga saat TUHAN datang. Setelah sorak sorai 'Haleluya', di bumi berteriak sendiri-sendiri dalam bahasanya masing-masing karena menerima hukuman TUHAN (pedang pembantaian).


    Jadi, syarat pertama adalah penyucian sampai ada suara mempelai.
    Hati-hati! Dua orang di tempat tidur (nikah secara jasmani); yang satu bisa terangkat bertemu dengan Yesus dan satunya lagi tidak terangkat; hanya karena beda suara penyembahan. Kalau beda penyucian, maka beda suara (suara mempelai dan bukan suara mempelai). Biarlah kita sungguh-sungguh disucikan, sampai ke mulut dan ada suara mempelai.


  2. Roma 8: 25
    8:25. Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

    'mengharapkan apa yang tidak kita lihat'= salah satunya adalah mengharap kedatangan Yesus ke dua kali.

    Syarat kedua untuk bertemu Yesus di awan-awan yang permai: harus tekun dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN; terutama ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka
    bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Ayat 41= sudah selamat dan diberkati, sudah bagus, tetapi setelah itu mau ke mana? Supaya bisa menyambut kedatangan Yesus, harus masuk dalam 3 macam ketekunan.
    Jemaat hujan awal (2000 tahun yang lalu), sesudah baptisan, mereka bertekun dalam tiga macam ketekunan; tekun dalam persekutuan, tekun dalam pengajaran rasul-rasul dan perjamuan suci ('memecahkan roti'), dan tekun dalam berdoa.

    Sekarang kepada kita, sesudah baptisan, kita masuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

    Musa naik ke gunung Sinai untuk melihat kerajaan sorga, lalu TUHAN perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya nanti tidak asing lagi saat masuk kerajaan sorga; supaya di bumi sama seperti di sorga (bersuasana sorga).

    Terdapat tiga macam ruangan pada Tabernakel:


    • Halaman: percaya, baptisan,
    • Ruangan suci: ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok (penggembalaan),
    • Ruangan maha suci; di sana terdapat tabut perjanjian (kesempurnaan)


    Jadi, setelah kita masuk baptisan air (halaman Tabernakel), kita masuk dalam ruangan suci. Ada 3 macam alat dalam ruangan suci. Alat-alat itu sudah hancur; sekarang dalam arti yang rohani:



    Untuk menanti TUHAN (yang tidak kelihatan) harus tekun dalam ibadah pelayanan, yaitu masuk di ruangan suci (kandang penggembalaan)--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya (ada nyanyian, kesaksian dan sebagainya).
    • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran benar dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga kita tidak bisa dijamah (tidak bisa diganggu gugat) oleh setan tritunggal.

    Kalau sudah berada di kandang, hasilnya:


    • hidup kita mulai tenang; damai sejahtera.
      Raja Daud bersaksi: 'Tuhan adalah gembalaku, dibaringkannya aku di rumput hijau.' Berarti ia tenang sekalipun ada binatang buas.
      Biar dunia bergoncang, kita tenang dalam penggembalaan, sehingga semua enak dan ringan.

      Kalau kita tergembala, maka semua dilakukan oleh TUHAN bagi kita.


    • Mazmur 23: 1= 'Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku'= kita dipelihara secara berkelimpahan.
      Artinya:


      • sampai kita bisa mengucap syukur--mengarah ke atas (mengangkat tangan kepada TUHAN).

        Kalau masih mengomel, sekalipun gajinya besar, berarti masih merasa kurang. Sebaliknya, biar gajinya kecil menurut manusia, tetapi kalau bisa bersyukur kepada TUHAN, itulah berkelimpahan, sebab tangan TUHAN sendiri yang memelihara.

        Contoh: kita punya binatang peliharaan, lalu dikandangkan. Kalau disuruh mencari makan sendiri, baru beberapa hari sudah mati; jadi, kita sendiri yang memberi makanan.

        Lebih baik kita berada di kandang dan TUHAN yang pelihara, dari pada kita di luar kandang dan memelihara diri sendiri.

        Ingat! 5 roti 2 ikan di tangan TUHAN, bisa untuk 5000 orang. Sebab itu, jangan melihat besarnya gaji dan sebagainya, melainkan lihat besarnya tangan TUHAN. Yang penting ada tangan TUHAN yang memelihara.

        "Ketika sore-sore, om Pong datang dan berkata kepada saya: 'Kamu sekarang fulltimer, 5000 rupiah yang kamu terima sekarang, berbeda dengan yang kamu dapatkan dulu saat bekerja.' Om Pong tahu gaji saya dulu waktu bekerja. Saya tidak mengerti waktu itu. Setelah saya terjun, tidak makan, tidak minum dan lain-lain, baru saya mengerti, bahwa tangan TUHAN yang memelihara. 5 roti 2 ikan bisa untuk 5000 orang."


      • Kita diberkati oleh TUHAN untuk menjadi berkat bagi orang lain; bisa memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan--mengarah ke bawah (ke samping).

        Memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan merupakan perbuatan benar dan baik ('kebajikan'); pakaian putih berkilau-kilauan; PAKAIAN MEMPELAI. Di dalam penggembalaan, ketelajangan kita sedang dibungkus dengan pakaian mempelai.

        Wahyu 19: 8
        19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

        (terjemahan lama)
        19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala
        kebajikan orang-orang suci itu."

        Memberi pada sesama, mulai dari:


        1. dalam rumah tangga (sesama paling dekat). Mungkin ada kekurangan baik jasmani maupun rohani pada suami, isteri, anak, orang tua.
          Mungkin suami berbuat dosa, kita beri kesaksian tentang Firman TUHAN. Begitu juga dengan isteri atau anak jika mengalami kekurangan dalam hal rohani.

          Kalau ada orang lain di rumah kita, itu bukan suatu kebetulan, tetapi merupakan kepercayaan dan kemurahan TUHAN, supaya kita bisa memberi dan mengunjungi.


        2. Sesudah itu, memberi dan mengunjungi dalam penggembalaan.

          Kita memberi dan mengunjungi sesama yang membutuhkan dengan perbuatan benar dan baik.
          Yang diberi juga bertanggung jawab kepada TUHAN. Jangan salah menggunakan berkat; tetapi harus benar dan baik juga.

          "Saya paling marah kalau menyalahgunakan berkat. Di Malang (asrama), mau makan berapa banyakpun, silahkan. Tetapi kalau nasi dibuang (satu butir saja), saya marah. Karena nanti TUHAN tidak berkati lagi dan satu pastori tidak makan semua. Bukan pelit, tetapi sungguh-sungguh menggunakan berkat TUHAN (bertanggung jawab kepada TUHAN). Yang memberi dan mengunjungi harus benar dan baik. Yang diberi dan dikunjungi juga harus benar dan baik, sama-sama tanggung jawab kepada TUHAN."


        3. Memberi dan mengunjungi antar penggembalaan (ibadah kunjungan). Jangan egois!


    Inilah persiapan kita, yaitu bertekun sampai memiliki pakaian mempelai. Daging benar-benar dibendung (jangan egois), kita diberkati TUHAN dan bisa menjadi berkat bagi orang lain (memberi dan mengunjungi).


  3. Mazmur 27: 14
    27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

    Syarat ketiga untuk bertemu Yesus di awan-awan yang permai: kuat dan teguh hati; tidak goyah/bimbang, sebab kita menghadapi gelombang dan kapal kita dihantam saat sudah hampir mencapai pelabuhan (menjelang kedatangan TUHAN):


    • kuat dan teguh hati menghadapi ajaran palsu. Kita harus berpegang teguh pada firman pengajaran benar dan taat dengar-dengaran.
      Hati-hati! Jangan dengar ajaran palsu, termasuk gosip-gosip.


    • Kuat dan teguh hati menghadapi dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Kita tetap hidup benar dan suci, sekalipun ada keuntungan, paksaan. Contoh: Yusuf tetap hidup benar dan suci, sekalipun dipaksa oleh isteri Potifar. Akhirnya Yusuf memilih masuk penjara, tetapi benar dan TUHAN beserta dia.


    • Kuat dan teguh hati menghadapi pencobaan dan masalah, sampai yang mustahil (di bidang ekonomi, studi, kesehatan, dan sebagainya). Kita tetap percaya dan berharap TUHAN; tetap menyembah TUHAN, seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego: 'Kalau TUHAN menolong, kami menyembah TUHAN, tetapi kalau tidak ditolong, kami tidak menyembah patung dan tetap menyembah TUHAN.'

      Mengikut TUHAN harus karena pribadi TUHAN, bukan karena ditolong atau tidak.


    • Kuat dan teguh hati menghadapi penderitaan tanpa dosa; percikan darah--di ruangan maha suci; penderitaan daging karena Yesus (penderitaan daging tanpa dosa). Kita tetap kuat teguh hati, yaitu tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan TUHAN.

      Contoh bentuk percikan darah:


      • Sengsara karena ibadah pelayanan. seharusnya hari minggu bisa istirahat (sudah bekerja satu minggu), tetapi kita sedang beribadah.
      • Sengsara karena berpuasa, doa semalam suntuk dan sebagainya.
      • Sengsara karena difitnah; tidak salah difitnah dan dijelek-jelekkan.


      Saat kita dengar gosip, kalau benar, akui; kalau tidak benar, diam dan biar TUHAN yang membela kita.

      "Saya selalu diberi nasihat seperti itu oleh om Pong. Kalau dengar sesuatu dan benar, akui. Tetapi kalau tidak benar, diam saja (tidak usah membela diri). TUHAN yang akan membela."

      1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
      Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      TUHAN izinkan kita mengalami percikan darah, supaya Roh kemuliaan ada pada kita.

      Kita harus kuat teguh hati, jangan putus asa, jangan kecewa, jangan mundur menghadapi apapun, sampai Roh kemuliaan dinyatakan dalam kehidupan kita.

      Kegunaan Roh kemuliaan:


      • mengadakan mujizat rohani: mengubahkan kita dari manusia daging yang hina menjadi manusia rohani (manusia mulia) seperti Yesus; menghiasi kita; memiliki PERHIASAN MEMPELAI.

        Setan tidak bisa meniru hal ini. Kalau sakit menjadi sembuh, setan bisa meniru.
        Kalau setan bisa berubah (bertobat), dia sudah berubah dari dulu, karena ia tahu bagaimana neraka. Tetapi karena ia tidak punya tubuh--hanya punya roh--, ia tidak bisa bertobat.
        Setan itu dulunya adalah penghulu malaikat. Roh itu penurut dan kuat. Kalau sampai berbuat dosa, berarti sudah sangat keras dan tidak bisa bertobat lagi.

        Tetapi, TUHAN tahu kalau manusia daging ini lemah. Sebab itu kita bergumul untuk keluar dari kelemahan lewat Roh kemuliaan. Kita diubahkan sedikit demi sedikit sampai sama mulia dengan Yesus.

        Mempelai harus dihiasi!
        1 Petrus 3: 4-5 ('tentang isteri atau mempelai wanita')
        3:4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
        3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka
        tunduk kepada suaminya,

        Kita diubahkan (dihiasi), yaitu:


        1. lemah lembut dan tenteram (pendiam); perhiasan di dalam.

          Lemah lembut:


          • bisa menerima firman sekeras apapun, supaya bisa disucikan.
          • tidak berlaku kasar,
          • bisa mengaku dosa dan mengampuni dosa-dosa--menyelesaikan dosa oleh darah Yesus, bukan menambah dosa.


          Tenteram= pendiam:


          • tidak banyak komentar yang negatif,
          • banyak koreksi diri--bukan mengoreksi (menyalahkan) orang lain.

            Komentar yang negatif bahaya. Contoh: Yudas berkomentar saat ada perempuan yang mengurapi Yesus.


        2. Tunduk= taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi: 'Terserah Engkau TUHAN.'
          Contoh kehidupan yang taat dengar-dengaran:


          • Abraham taat saat disuruh untuk menyembelih Ishak.
          • Janda Sarfat memiliki hanya sedikit roti ('aku membuat roti dan makan dengan anakku, lalu mati'). Tetapi ia taat saat disuruh membuatkan roti lebih dulu untuk TUHAN.


          • Petrus tidak bisa menangkap ikan semalam-malaman di laut yang dalam. Tetapi ia taat saat disuruh menebarkan jala pada siang hari di tepi pantai.


          Taat sampai daging tak bersuara, sama dengan mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN akan mengulurkan tangan kepada kita, sehingga mujizat jasmani juga terjadi.


      • Mengadakan mujizat jasmani:


        1. yang tidak ada menjadi ada; tidak ada ikan menjadi ikan untuk memelihara kita;
        2. yang pahit menjadi manis; bahagia, berhasil dan indah;
        3. yang mustahil menjadi tidak mustahil.


      Mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani terjadi, inilah langkah-langkah percikan darah. Kalau kita mau memiliki langkah-langkah percikan darah (langkah salib bersama Yesus), maka ada Roh kemuliaan, sehingga langkah-langkah hidup kita adalah langkah-langkah mujizat; baik rohani dan jasmani.

      Sampai langkah terakhir, jika Yesus datang kembali kedua kali, kita diubahkan dalam sekejab mata menjadi sama mulia dengan Dia (kita diubahkan dalam tubuh kemuliaan); kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan-Nya; suaranya sudah ada, pakaiannya sudah ada dan sudah siap menyambut Dia. Kita bersorak sorai bersama dengan Dia selama-lamanya.


    Mari kuat dan teguh hati. Kita bagaikan kapal di tengah lautan yang dihantam angin gelombang. Kita tetap kuat teguh hati; jangan mundur sedikitpun, jangan kecewa, jangan putus asa, tetapi tetap percaya berharap kepada TUHAN, tetap menyembah TUHAN; kita mengulurkan tangan pada TUHAN dan TUHAN juga mengulurkan tangan-Nya kepada kita; Roh kemuliaan menguatkan kita semua dalam menghadapi apa saja, sampai bisa mengulurkan tangan kepada TUHAN dan TUHAN juga mengulurkan tangan kepada kita.
    Kaum muda, tetap setia dan berkobar. Jangan mundur!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top