Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14 terkena pada tujuh percikan darah di depan Tabut Perjanjian. Ini menunjuk pada sengsara daging gereja Tuhan bersama dengan Yesus, yang merupakan penyucian terakhir bagi gereja Tuhan untuk mencapai kualitas tidak bercela, kesempurnaan.

Wahyu 14 terbagi menjadi tiga bagian:
  1. Ayat 1-5 = pengikutan gereja Tuhan terhadap Yesus sebagai Anak Domba Allah (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2021).
  2. Ayat 6-13 = penghakiman.
  3. Ayat 14-20 = penuaian di bumi.

ad. 1.
Wahyu 14:1,5
14:1.Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
14:5. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka
tidak bercela.

Ada percikan darah, dan ada pengikutan.
Jadi pengikutan gereja Tuhan terhadap Yesus adalah pengikutan yang ditandai dengan percikan darah, sehingga mengalami peningkatan penyucian dan pembaharuan sampai mencapai bukit Sion (kualitas kesempurnaan sebagai kualitas mempelai wanita Sorga).

'seratus empat puluh empat ribu orang' = inti dari mempelai wanita Sorga yang merupakan bangsa Israel asli (dua belas suku Israel, masing-masing dua belas ribu orang).
Bagaimana dengan bangsa kafir? Karena sebagian dari Israel menolak Yesus, maka terbuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk menjadi mempelai, sehingga bangsa kafir menjadi kelengkapan mempelai.
Jadi, bangsa kafir ditambah bangsa Israel sama dengan mempelai wanita Sorga.

Wahyu 14:2-5
14:2.Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah(1)dan bagaikan deru guruh yang dahsyat(2). Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi(3)yang memetik kecapinya.
14:3.Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru(4)di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
14:4.Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan(5). Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung(6)bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
14:5.Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta(7); mereka tidak bercela.

Ada tujuh fakta pengikutan terhadap Yesus sampai ke bukit Sion:
  1. [Wahyu 14:2a] Bagaikan desau air bah.
  2. [Wahyu 14:2b] Bagaikan deru guruh yang dahsyat.
  3. [Wahyu 14:2c] Bagaikan bunyi kecapi.
  4. [Wahyu 14:3] Suatu nyanyian baru.
  5. [Wahyu 14:4a] Murni seperti perawan.
  6. [Wahyu 14:4b] Menjadi korban sulung bagi Allah.
  7. [Wahyu 14:5] Tidak berdusta = tidak bercela.

Fakta 1-4 menunjuk pada bunyi-bunyian yang bisa menggetarkan hati Tuhan, berkenan pada Tuhan, sehingga hadirat, belas kasih, dan kuasa Tuhan nyata dalam setiap pribadi kita.

Contoh:
  1. Matius 15:32
    15:32.Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihankepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan."

    'Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan' = menggetarkan hati Tuhan, sehingga terjadi mujizat lima roti dua ikan untuk lima ribu orang.

  2. Markus 5:25
    5:25.Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.

    Perempuan ini lemah tetapi tetap mendekati Yesus sekalipun berdesak-desakan, dia yakin akan kuasa Tuhan. Sehingga mampu menggetarkan hati Tuhan, dan belas kasih Tuhan tercurah.

ad. 1. Bagaikan desau air bah
Pengikutan kepada Tuhan bagaikan desau air bah artinya pengikutan bagaikan aliran air yang cepat, deras, dan kuat, tidak bisa dibendung sampai di tempat tujuan, yaitu bermuara di lautan gereja Tuhan yang sempurna.

Wahyu 19:6
19:6.Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bahdan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya!Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

Jadi, pengikutan kepada Tuhan mulai dari sekarang sampai ke bukit Sion, dan bermuara pada gereja Tuhan yang suci dan sempurna, yang terdiri dari bangsa Israel dan kafir, baik yang meninggal maupun yang hidup sampai Tuhan datang kedua kali, dengan sorak-sorai "Haleluya". Sesudah itu, masuk Firdaus dan Yerusalem baru.

Kejadian 19:17
19:17.Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

Pengikutan bagaikan desau air bah adalah seperti yang diperintahkan oleh malaikat Tuhan kepada Lot sekeluarga untuk berlari terus sampai mencapai pegunungan.

Di perjanjian baru, pengikutan bagaikan desau air bah merupakan praktik hidup dari rasul Paulus.

Fiipi 3:12-14

3:12.Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
3:13.Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14. dan
berlari-lari kepada tujuanuntuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Paulus berusaha untuk melupakan apa yang di belakang, dan terus berlari sampai mencapai kesempurnaan.

Dengan adanya dua saksi, maka suatu perkara sah. Nanti yang ketiga adalah pengikutan gereja Tuhan.

Oleh sebab itu pengikutan kita bangsa kafir kepada Tuhan juga harus bagaikan desau air bah, yaitu bagaikan air yang mengalir sangat deras, cepat, dan kuat. Kita harus terus berlari, jangan berhenti sedetikpun, sekalipun jasmani dan rohani sudah diberkati atau dalam pencobaan yang dahsyat atau usia tua. Kita terus berlari sampai mencapai tujuan yaitu kesempurnaan.

Langkah-langkah pengikutan bagaikan desau air bah sampai ke bukit Sion:
  1. 'Larilah, selamatkanlah nyawamu' = sesudah diselamatkan, jangan kehilangan keselamatan.
    Kejadian 19:17
    19:17.Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

    Ini sama dengan air bah yang mengalir dengan arus yang cepat, deras, dan kuat.

    Keluar dari Sodom dan Gomora = keluar dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa.
    Artinya kehidupan yang sudah percaya Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat, bertobat, baptisan air, dan baptisan Roh, sehingga mendapatkan hidup baru yaitu hidup dalam kebenaran. Ini sama dengan selamat dan diberkati.

    Sesudah selamat mau ke mana? Kita harus mengerjakan keselamatan, supaya tidak hilang. Kita harus mempertahankan dan meningkatkan keselamatan.

    Filipi 2:12-15

    2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmudengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
    2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
    2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
    2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

    Kita mengerjakan keselamatan lewat menjadi senjata kebenaran, yaitu imam-imam dan raja-raja/ pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan:
    • Setia berkobar-kobar.
    • Setia dan benar.
    • Takut dan tanggung jawab kepada Tuhan.
    • Kerelaan hati untuk berkorban waktu, tenaga, bahkan nyawa.
      Berkorban = tidak menuntut hak, tidak mengorbankan orang lain.
    • Tidak bersungut dan tidak berbantah = tidak bertengkar, tidak menghakimi, tetapi saling berdamai.
    • Kesucian, sehingga kita bisa bercahaya bagaikan bintang-bintang di dunia. Kita menjadi saksi Tuhan yang memuliakan nama Tuhan.
      Kalau sudah jadi bintang, berarti sudah dekat dengan muara di awan-awan yang permai.

    Setelah menjadi bintang, kita harus menjaga dua hal:
    • Jangan berlambat-lambat!
      Kejadian 19:16
      19:16. Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.

      Berlambat-lambat sama dengan suam-suam kuku, ibadah karena kebiasaan.
      Berlambat-lambat bukan sifat air bah.

      Kalau berlambat-lambat, maka akan meninggalkan ibadah pelayanan, sehingga ketinggalan saat Yesus datang kembali.

    • Jangan sesat! Jangan gugur dari iman!
      Filipi 2:16
      2:16. sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

      Kita tetap berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada firman kehidupan/ firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup.
      Mata kita hanya tertuju pada Tuhan yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.

      Bintang memiliki orbit. Kalau tidak satu orbit, pasti jatuh. Mari kita mengikuti orbitnya. Kalau Tuhan datang, kita pasti ada di sana.
      Jangan memandang pada yang lain sampai melepaskan pengajaran yang benar.

  2. 'janganlah menoleh ke belakang' = jangan kembali pada tabiat kekafiran.
    Kejadian 19:17
    19:17.Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

    Efesus 2:11-12
    2:11.Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
    2:12.bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

    'orang-orang tak bersunat' = bangsa kafir.

    Sifat dari bangsa kafir:
    • Tanpa Kristus = tanpa urapan Roh Kudus = hidup menurut keinginan dan hawa nafsu daging, itulah keledai liar dan keledai jalang.
    • Tanpa sunat = tanpa penyucian, tidak mau disucikan.
    • Tanpa janji = tanpa Sorga/ hidup kekal, lahir hanya untuk binasa.
    • Tanpa pengharapan = mudah kecewa dan putus asa karena pencobaan, mudah bangga karena perkara jasmani.
    • Tanpa Allah = tanpa kasih.

    Inilah tabiat dari bangsa kafir, yaitu sama seperti binatang buas. Da hidupnya sama seperti Sodom Gomora, yaitu makan-minum dan kawin-mengawinkan.

    Lukas 17:28-30

    17:28.Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
    17:29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
    17:30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

    Kembali pada kekafiran sama dengan kembali ke Sodom Gomora, dan pasti ketinggalan saat Tuhan datang kembali.

    'makan dan minum' = dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

    'membeli dan menjual' = Antikris yang membuat kita menyembah uang, yaitu menjadi kikir dan serakah.
    Kikir = tidak bisa memberi.
    Serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    'menanam dan membangun' = ladang dan bangunan palsu oleh dorongan ajaran palsu, yang berakhir di Babel.

    Jangan menoleh ke belakang sama dengan jangan kembali ke Sodom dan Gomora. Biarlah leher ini banyak menengadah kepada Tuhan, menyembah Tuhan, bukan menoleh ke belakang. Kita mengalami penyaliban daging, supaya mata hanya tertuju pada Tuhan.

  3. 'janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan' = jangan terpengaruh oleh dunia dengan segala pengaruhnya.
    Kejadian 19:17
    19:17.Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

    Lembah Yordan adalah gambaran dari dunia dengan segala pengaruhnya, yaitu kesibukan, kesukaan, kekayaan, kesusahan, kesulitan, kemiskinan dan lain-lain.

    Tidak terpengaruh oleh dunia artinya:
    • Saat menghadapi kesulitan kita tidak kecewa dan putus asa, tetapi tetap mengikuti Tuhan.
    • Tidak membanggakan dunia saat diberkati, semua enak.

    Jika terpengaruh oleh dunia, maka tidak bisa mengasihi Tuhan lagi.

    1 Yohanes 2:15-17

    2:15.Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
    2:16. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
    2:17. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.


    Mari, jangan terpengaruh dengan dunia, sehingga kita bisa mengasihi Tuhan. Justru dalam keadaan susah, kita harus membuktikan bahwa kita mengasihi Tuhan. Ini adalah kasih yang sejati.

    Jika kita mengasihi Tuhan lebih dari semua, kita akan tergembala.

    Yohanes 21:15-19

    21:15.Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16.Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17.Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Pernyataan pertama: "Apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih agape?". Dijawab dengan kasih sesama.
    Pertanyaan kedua: "Apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih agape?". Dijawab dengan kasih sesama.
    Pertanyaan ketiga: "Apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih sesama?". Dan Petrus menangis.
    Ini artinya Petrus tidak memiliki kasih.

    Di dalam penggembalaan, kita menerima kasih Allah sehingga bisa mengasihi Tuhan dan sesama, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.

    Tiga kali pertanyaan Yesus sama dengan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok di dalam kandang penggembalaan:
    • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Kalau tekun, akan menjadi mahkota dua belas bintang, terang bintang.

    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
      Kalau tekun, penebusan dan penyucian akan meningkat sampai menjadi bulan di bawah kaki, penebusan yang sempurna.

    • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Kalau tekun, kasih akan meningkat sampai menjadi selubung matahari.

    Di dalam kandang kita menerima kasih Allah, sehingga kita bisa berkata 'takkan kekurangan aku'. Artinya ada pemeliharaan Tuhan yang berlimpah di tengah krisis dunia. Secara rohani, kita menerima matahari, bulan, dan bintang untuk ditampilkan dalam Wahyu 12:1.

    Wahyu 12:1
    12:1.Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulandi bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintangdi atas kepalanya.

    Ini adalah mempelai wanita Sorga. Sesudah itu, kita akan diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar untuk disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata ular selama tiga setengah tahun. Kita dipelihara oleh Tuhan lewat firman pengajaran dan perjamuan suci.

    Wahyu 12:14
    12:14.Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

  4. 'larilah ke pegunungan' = menuju Yerusalem baru.
    Kejadian 19:17
    19:17.Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

    Wahyu 21:9-10
    21:9.Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
    21:10.Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggidan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

    Kita berlari ke Yerusalem baru harus lewat pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari tidak ada dusta.
    Wahyu 22:15
    22:15.Tetapi anjing-anjing(1)dan tukang-tukang sihir(2), orang-orang sundal(3), orang-orang pembunuh(4), penyembah-penyembah berhala(5)dan setiap orang yang mencintai dusta(6)dan yang melakukannya, tinggal di luar.

    Pada saat sangkakala terakhir, saat kedatangan Yesus kedua kali, yang mati dalam Yesus akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, dan kita yang masih hidup akan diubahkan dalam sekejap mata dalam tubuh kemuliaan.
    Keduanya menjadi tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita Sorga) yang terangkat ke awan-awan yang permai oleh kekuatan kedua sayap dari burung nasar yang besar, dan bertemu Yesus selamanya.

Ini langkah-langkah menuju bukit Sion. Tetapi manusia daging itu lemah.

Filipi 3:10-11

3:10.Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
3:11.supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Rasul Paulus mengakui masih banyak kekurangan dan kelemahan, sehingga belum mencapai kesempurnaan. Tetapi ia bergantung pada salib. Salib Kristus inilah yang menanggung kekurangan dan kelemahan kita. Kalau kita mengaku, Tuhan akan melepaskan kita dari kekurangan dan kelemahan sampai mencapai kesempurnaan.

Lot juga mengaku tidak mampu lari ke pegunungan.

Kejadian 19:18-24

19:18.Kata Lot kepada mereka: "Janganlah kiranya demikian, tuanku.
19:19.Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku.
19:20.Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekatkiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara."
19:21.Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
19:22.Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
19:23.Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
19:24.Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;

Lot butuh kemurahan dan kebaikan Tuhan untuk bisa sempurna.
Di mana ia tinggal? Kota yang kecil dan dekat, itulah Zoar. Sekarang menujuk pada salib. Dalam Tabernakel menunjuk pada mezbah korban bakaran (alat yang paling dekat saat masuk Tabernakel).

Manfaatkan salib Kristus! Ada matahari kemurahan di salib Kristus untuk menanggulangi hujan api dan belerang.
Salib ini sering dikecilkan dan dianggap kebodohan.

Sayangnya, sesudah di Zoar, Lot keluar lagi.

Kejadian 19:30-38
19:30.Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
19:31.Kata kakaknya kepada adiknya: "Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.
19:32.Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."
19:33.Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:34.Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: "Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."
19:35.Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
19:36.Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
19:37.Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moabyang sekarang.
19:38.Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amonyang sekarang.

'tidak berani tinggal di Zoar' = takut salib, takut menderita.

Lot tidak tahan pada salib, sehingga tinggal di gua yang enak bagi daging.
Akibatnya adalah minum anggur dan terjadilah perbuatan mesum dengan anaknya, sehingga menghasilkan bani Moab dan Amon. Ini adalah mesum darah yang menghasilkan bani Moab dan Amon yang tidak boleh masuk rumah Tuhan.

Ulangan 23:3
23:3.Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,

Kalau menolak salib, pasti menolak firman pengajaran yang benar, dan pasti mesum darah yang menghasilkan kehidupan yang tidak bisa masuk dalam tubuh Kristus.

Tetapi bersyukur, masih ada penebusan.
Rut, keturunan Moab, akhirnya bisa menikah dengan Boas dan menurunkan Yesus Kristus.

Rut 1:4

1:4.Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.

Rut mau menerima salib. Ia tetap mengikuti mertuanya, tidak mengejar-ngejar orang muda.
Rut akhirnya mengalami penebusan, dan masuk sebagai mempelai.

Dulu Lot hanya ikut-ikutan Abraham, tetapi Abraham memiliki pandangan salib.

Kejadian 13:14

13:14.Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,

'timur dan barat, utara dan selatan' = pandangan salib, sehingga menghasilkan keturunan Allah.
Salah satunya adalah Musa.
Musa mengalami pengalaman salib saat ia dibuang ke sungai Nil. Setelah besar, ia meninggalkan Mesir untuk menjadi gembala.

Tetapi masih ada kekurangan dan kelemahan.

Keluaran 4:24-25

4:24.Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.
4:25. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau
pengantin darahbagiku."

Kalau ada salib, bukan mesum darah tetapi pengantin darah.
Sekalipun ada kelemahan, masih ada pertolongan dan penebusan Tuhan.

Kalau ada kekurangan dan kelemahan, kita harus datang pada salib, supaya terjadi penebusan, sehingga menjadi pengantin darah.

Apa pun keadaan kita malam ini, mari datang pada salib, mengaku segala kekurangan dan kelemahan. Ada matahari kemurahan dan kebaikan Tuhan.
Hasilnya adalah:
  1. Keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani, mulai dari melembut untuk mengakui segala kekurangan dan kesalahan kita. Kita akan mendapat pengampunan dosa, tidak ada hukuman, tidak ada beban berat lagi. Semua sudah dipikul oleh Tuhan.

    Menghadapi musuh yang lebih kuat, yang membuat kita takut, kita juga melembut. Matahari masih bisa menembusi lembah, sehingga semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan.

    Menghadapi krisis, ada matahari kemurahan Tuhan yang sanggup untuk memelihara dan melindungi kehidupan kita yang kecil tak berdaya di dunia ini sampai zaman Antikris, bahkan kita dilindungi dari neraka.

  2. Tuhan memelihara jiwa kita, sehingga semua menjadi enak dan ringan.

  3. Menghadapi lembah kejatuhan, ada matahari kemurahan Tuhan untuk memulihkan kita dan memberikan masa depan yang berhasil dan indah.

  4. Jika Yesus datang kembali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Kita menjadi pengantin darah/ mempelai wanita Sorga untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai sampai masuk Yerusalem baru.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 28 Februari 2012 (Selasa Sore)
    ... telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu Mereka menjawab dan berkata Ia harus dihukum mati Yesus menjadi teladan bagi kita sebagai saksi yang benar. Yesus bersaksi sebagai Imam Besar dan Raja atas segala raja sekalipun harus mengalami siksaan dan kematian. Kita juga harus menjadi saksi yang benar yaitu bersaksi bahwa ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 September 2012 (Senin Sore)
    ... Yesus mati terhadap dosa bertobat dalam kondisi dan situasi apapun. ay. bertobat dimulai dengan tidak berdusta. Yeremia - . Yang seorang menipu yang lain dan tidak seorangpun berkata benar mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat. . Penindasan ditimbuni penindasan tipu ditimbuni tipu Mereka enggan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 26 Februari 2014 (Rabu Sore)
    ... ke dua kali supaya kita menerima mahkota kebenaran mahkota kemuliaan sehingga bisa duduk bersanding dengan Yesus di tahta kerajaan surga untuk selama-lamanya. Ini untuk masa yang akan datang. Yakobus - Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar bila dengan yakin ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2018 (Rabu Sore)
    ... dan kebencian lalu terlepas dari semua dosa barulah kita menjadi anak-anak Allah--Dia adalah Bapa bagi anak yatim. Kita rela sengsara daging untuk mengaku dosa berhenti berbuat dosa terlepas dari dosa dan tidak berbuat lagi. Setelah rela sengsara daging untuk melakukan kehendak Bapa di sorga--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Kalau sudah taat ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 01 Februari 2017 (Rabu Sore)
    ... menunjuk pada Yesus yang mati di kayu salib untuk menghapus dosa menebus mendamaikan dosa manusia di dunia--bangsa Israel dan kafir. Atau Yesus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Kisah Rasul - . Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus yang kamu salibkan itu ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Januari 2018 (Selasa Sore)
    ... menderita penganiayaan tetapi kuatkanlah hatimu Aku telah mengalahkan dunia. Kesukaan dunia kekayaan dunia kedudukan di dunia. Timotius karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. Kegoncangan-kegoncangan akan mengakibatkan anak-anak Tuhan bergeser dari kasih Tuhan sehingga semua ...
  • Ibadah Raya Malang, 20 Oktober 2013 (Minggu Pagi)
    ... dan baptisan Roh Kudus sehingga kita menerima hidup baru yaitu hidup dalam kebenaran. Hidup benar adalah seperti bayi yang baru lahir. Bayi butuh susu tetapi setelah itu harus dilanjutkan makanan keras. Injil kemuliaan firman pengajaran makanan keras Kabar Mempelai. Korintus - Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga maka ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 20 Maret 2011 (Minggu Sore)
    ... di dalam buli-buli tanah liat hidupnya. Kalau hati kita jujur polos Tuhan akan tunjukkan persekutuan yang benar. Yohanes - . Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda ada lima serambinya . dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit orang-orang buta orang-orang timpang ...
  • Ibadah Raya Malang, 03 Juli 2016 (Minggu Pagi)
    ... dan permata sardis dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Pribadi Tuhan dan tahtaNya menyinarkan sinar kemuliaan shekinah glory dalam wujud sinar dari batu-batu atau permata-permata yang indah. Ada empat macam batu permata yang indah Batu permata yaspis menunjuk iman sama dengan masuk Pintu Gerbang. Batu permata sardis ...
  • Ibadah Raya Malang, 24 Maret 2019 (Minggu Pagi)
    ... darah anak domba maka keledai harus dipatahkan batang lehernya. Dalam Perjanjian Baru keledai menunjuk pada bangsa Kafir. Jadi jika bangsa Kafir tidak ditebus oleh darah Yesus di kayu salib maka lahir hanya untuk mati binasa selamanya. Segala sesuatu di dunia ini yang hebat tetapi jika tanpa meterai penebusan darah Yesus ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.