English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 23 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 11 April 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1-13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Maret 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara daging yang dialami oleh Yesus untuk menyelamatkan, memberkati...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 19 Juli 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 25:10-30 menunjuk tentang TABUT PERJANJIAN.

Keluaran 25:10-22 menunjuk perintah...

Ibadah Persekutuan di Semarang I, 20 September 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:
I Korintus 3:9b
3:9b kamu adalah...

Ibadah Doa Malang, 26 Agustus 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat...

Ibadah Doa Malang, 31 Juli 2018 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Medan.

Dalam Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus dirobek:
Kemunafikan,...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Februari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal Persekutuan di Kartika Graha Malang, 25 Desember 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dua macam kegiatan di takhta Sorga:
Kegiatan...

Ibadah Paskah Persekutuan II di Hotel Tunjungan Surabaya, 09 Mei 2015 (Sabtu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera,...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 07 Juli 2017 (Jumat Malam)
Keluaran 38: 21-31
38:21. Inilah daftar biaya untuk mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Suci, tempat hukum Allah, yang disusun...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 31 Agustus 2017 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang pelita emas/ kaki dian...

Ibadah Doa Surabaya, 16 September 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budi Tampubolon Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan pohon ara yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 03 Maret 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 4-6
9:4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
9:6. Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.

Ayat 1-12 adalah peniupan SANGKAKALA KELIMA; hukuman kelima dari Anak Allah atas manusia di bumi.
Kita sudah belajar sasaran dari sangkakala kelima yaitu manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahi mereka, sehingga mengalami siksaan kalajengking selama lima bulan--manusia tidak mati tetapi terus disengat kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 Februari 2019).

Siang ini kita belajar tentang waktu LIMA BULAN dalam arti negatif dan positif.

Dua hal yang negatif tentang lima bulan:

  1. Kejadian 7: 23-24
    7:23. Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.
    7:24.
    Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

    'seratus lima puluh hari'= lima bulan.

    Pengertian pertama lima bulan secara negatif: pada permulaan zaman--Adam sampai Abraham--terjadi penghukuman Tuhan atas manusia daging yang hatinya cenderung jahat--cenderung berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan antara pria dan wanita yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

    Akibatnya: dihukum dengan air bah selama lima bulan, sampai binasa selamanya.
    Hanya Nuh sekeluarga yang mendapat kasih karunia Tuhan--berada dalam bahtera Nuh--sehingga selamat.


  2. Wahyu 9: 5
    9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

    Pengertian kedua lima bulan secara negatif: pada akhir zaman Tuhan menghukum manusia daging yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

    Dahi menunjuk pada pikiran. Kalau ada meterai Allah di dahi, akan terus memikirkan Tuhan, kalau tidak ada, tidak akan pernah memikirkan Tuhan tetapi hanya yang di bumi saja--hanya mencari dan memikirkan perkara jasmani sampai mengabaikan yang rohani termasuk keselamatan.
    Ini sama dengan menjadi seteru salib; musuh dari salib Tuhan.

    Filipi 3: 18-19
    3:18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    3:19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka,
    pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    Akibatnya: mengalami siksaan kalajengking selama lima bulan.

Inilah dua hal yang negatif tentang lima bulan: pada permulaan zaman hati manusia cenderung jahat sehingga dihukum dengan air bah, dan pada akhir zaman manusia mengorbankan yang rohani sehingga mengalami siksaan kalajengking selama lima bulan. Pada akhirnya, puncak penghukuman Tuhan adalah dunia akan mengalami kiamat sampai neraka selamanya.
Jadi kalau seseorang mengalami penghukuman air bah dan kalajengking, satu waktu ia akan mengalami puncak penghukuman Tuhan yaitu kiamat--hancur bersama dengan dunia--sampai binasa selamanya di neraka.

Oleh sebab itu, kita akan menggunakan waktu lima bulan ini secara positif.

Ada dua hal yang positif, yang terjadi selama lima bulan:

  1. Pengertian pertama lima bulan secara positif: Nuh sekeluarga berada di bahtera Nuh selama lima bulan.
    Bagi kita sekarang artinya: kita harus masuk baptisan air yang benar.

    1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Hanya ada satu baptisan air yang menyelamatkan--dulu, hanya satu bahtera yang menyelamatkan.
    Baptisan air yang benar harus sesuai dengan kehendak Tuhan, dan kita dibaptis seperti Yesus dibaptis. Yesus bukan manusia berdosa, sehingga tidak perlu dibaptis, tetapi Ia dibaptis untuk menuruti kehendak Allah dan memberi contoh baptisan air yang benar.

    Matius 3: 15-16
    3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
    3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    Secara logika, Yohanes tidak mau membaptis Yesus karena ia lebih rendah dari Yesus, bagus secara logika, tetapi Yesus berkata: demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.
    Setelah dibaptis, Yesus keluar dari air, itulah kuburan air.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Jadi, baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hati nurani yang baik.

    Pada zaman Nuh, hati manusia cenderung jahat sehingga berbuat jahat dan najis, sampai makan minum dan kawin mengawinkan
    Sekarang, setelah masuk baptisan kita menerima hati nurani yang baik, yaitu diurapi Roh Kudus, bukan dikuasai roh jahat dan najis--tadi dalam kitab wahyu 9, dari lobang jurang maut berkeluaranlah demon-demon itulah roh jahat dan najis.

    Praktik hati nurani yang baik--kalau hati baik, semuanya baik, karena hati merupakan remote controlnya--:
    Kejadian 6: 9
    6:9. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

    (terjemahan lama)
    6:9. Maka inilah anak buah Nuh. Maka Nuh itu seorang yang benar dan
    tulus hatinya di antara orang zamannya, dan Nuh itu hidup dengan Allah.


    • Praktik pertama hati nurani yang baik: hidup dalam kebenaran. Semua harus benar, mulai dari identitas diri. Memang diolok-olok--seperti dulu Nuh juga diolok-olok saat membuat bahtera. Tidak apa-apa.

      "Satu waktu ada seorang yang ibadah di Malang, dia naik kereta api, sampai duduk di dekat WC karena penuh. Menantunya yang sekolah S2 sampai bertanya-tanya: 'Kenapa ke sana sampai naik kereta, Pak? Di sini banyak gereja.' Akhirnya ia membuka live streaming dari gereja kita. Dia dengar satu kalimat yang waktu itu saya khotbahkan--tentang hidup benar--: Hidup benar mulai dari SIM, helm. Langsung dia berkata: Aku besok ikut. Dia katakan: Tidak ada ajaran seperti ini. Soal kebenaran harus detail, harus sungguh-sungguh. Di situlah dia tertangkap sampai hari ini, dan sudah menjadi imam-imam di Malang. Dari jarak jauh mereka datang, tetapi sekarang sudah diberkati mobil."


    • Praktik kedua hati nurani yang baik: tulus/jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
      Kalau berkata: benar...tetapi...., ia ada di luar bahtera; bergaul dengan kalajengking, mungkin sekarang senang, tapi satu waktu akan disengat dan disiksa.
      Setan memang awalnya merayu, tetapi setelah itu dibakar, habis. Itulah sistemnya setan.


    • Praktik ketiga hati nurani yang baik: bergaul dengan Allah.
      Dalam Tabernakel ditunjukkan dengan ruangan suci, artinya: kandang penggembalaan--bergaul dengan Allah Tritunggal.

      Bahtera Nuh terdiri dari tiga tingkat; sama seperti Tabernakel yang terdiri dari tiga ruangan. Musa naik ke gunung Sinai dan Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga, lalu Ia perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga, bukan sorga seperti bumi. Sangat salah kalau ibadah dibuat seperti dunia.

      Tabernakel terdiri dari tiga ruangan: halaman--keselamatan--, ruangan suci, dan ruangan maha suci--kesempurnaan. Kita sudah selamat, tetapi belum sempurna. Jadi kita berada di ruangan suci, di dalamnya ada tiga macam alat, sekarang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya--bergaul dengan Allah Roh Kudus; kita diberi minum supaya tidak kering.
        Kalau kering, akan mencari kepuasan di dunia. Itu yang membuat hamba/pelayan Tuhan masih ke gedung bioskop dan lain-lain.


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--bergaul dengan Anak Allah; kita diberi makan supaya tidak rebah.
        Banyak yang tidak makan firman sehingga rebah--berbuat dosa, jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa, sampai meninggalkan ibadah pelayanan.


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--kita bergaul dengan Allah Bapa; kita bernafas dengan kasih Allah sampai hidup kekal.


    Kalau kita masuk baptisan air yang benar sampai memiliki hati nurani yang baik, itu adalah kasih karunia Tuhan. Kemudian masuk dalam kandang penggembalaan, juga kasih karunia.
    Kejadian 6: 7-8
    6:7. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
    6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Kalau kita masuk baptisan air yang benar--memiliki hati nurani yang baik--sehingga bisa hidup benar, jujur, dan tergembala dengan benar dan baik--bergaul dengan Allah--, berarti kita mendapat kasih karunia di mata Tuhan, sehingga kita tidak dihukum, tetapi selamat dan diberkati.

    Banyak kali kita mengukur kasih karunia hanya dari perkara jasmani. Silakan, tetapi harus dilanjutkan pada yang rohani. Pada zaman Nuh tentu banyak orang kaya, tetapi tidak masuk bahtera, tidak ada gunanya.
    Maksimalkan kasih karunia, bukan hanya untuk perkara jasmani, tetapi terutama perkara rohani.

    Harus selamat dulu, baru kita mengucap syukur karena diberkati oleh Tuhan. Kalau berkat dulu, kita akan jadi sama dengan orang dunia yang nanti akan dihukum sampai dibinasakan.

    Mari, masuk baptisan air yang benar dan kandang penggembalaan--bergaul dengan Allah. Kita akan selamat dan diberkati sampai anak cucu, bahkan jadi berkat bagi orang lain.


  2. Lukas 1: 24
    1:24. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:

    Pengertian kedua lima bulan secara positif: mengandung selama lima bulan.

    Waktu itu Zakharia--seorang imam--sudah tua, dan isterinya mandul. Lalu ia mendapat tugas untuk membakar ukupan, dan malaikat datang untuk menyampaikan bahwa ia akan mendapat anak, tetapi ia berkata: Mana mungkin? Akhirnya ia bisu karena tidak percaya.

    Lukas 1: 15, 18-20
    1:15. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
    1:18. Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
    1:19. Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
    1:20. Sesungguhnya
    engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."

    Secara positif, masa kandungan selama lima bulan artinya: masa untuk memasukkan kehidupan kita di dalam kandungan firman pengajaran yang diulang-ulang/firman penggembalaan--firman yang disampaikan oleh malaikat--atau masa untuk mendengar dan mempraktikkan firman pengajaran yang benar.
    Jadi, tempat mengandung firman adalah di dalam kandang penggembalaan.

    Hasilnya: kita akan dilahirkan menjadi orang besar seperti Yohanes Pembaptis, itulah orang yang percaya dan taat pada firman pengajaran yang benar.

    Jangan tidak percaya seperti Zakharia, jangan ragu pada firman, supaya jangan bisu. Bisu ini berpasangan dengan tuli--sama dengan penyakit ayan; bergaul lagi dengan kalajengking. Bahaya!

    Sekarang adalah masa-masa kita untuk mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan sehingga kita dilahirkan baru menjadi orang besar di hadapan Tuhan, yaitu orang yang percaya dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar/Tuhan, tidak ragu sedikitpun.
    Sekarang, kandungan apa yang ada pada kita? Ada kandungan firman ataukah kandungan roh jahat dan najis?

    Ciri kehidupan yang mengandung firman pengajaran yang benar: ayat 24: 'ia tidak menampakkan diri'= tidak menonjolkan diri; sama dengan menyembunyikan diri, artinya


    • Tidak mau menonjolkan dan membanggakan perkara jasmani sekalipun punya.
      Kalau bangga pada perkara jasmani, nanti akan lupa pada yang rohani--lupa diri sampai lupa Tuhan; lupa segalanya.

      Yang benar adalah apa yang kita miliki hanyalah bonus dari Tuhan, sehingga kita biasa saja, tetapi tonjolkanlah yang rohani--Tuhan berkata: Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

      Kalau punya sesuatu kita tidak bangga, tetapi kalau belum punya, kita tidak kecewa dan putus asa tetapi lebih sungguh-sungguh lagi kepada Tuhan.


    • Banyak mengoreksi diri sendiri lewat ketajaman pedang firman.


    Hasilnya:


    • Hasil pertama: kita mengalami kuasa penyucian untuk menghapuskan aib--dulu, kalau mandul merupakan aib.
      Lukas 1: 25
      1:25. "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

      Aib= cacat cela, dosa-dosa, terutama dosa tidak percaya. Kalau tidak percaya berarti tidak taat.
      Zakharia adalah seorang imam, tetapi tidak percaya. Hati-hati! Banyak imam yang tidak percaya dan tidak taat pada firman, tetapi lebih bergantung pada yang jasmani; mencari yang jasmani sampai mengorbankan firman.

      Dulu Zakharia tidak percaya sehingga menjadi bisu--bisu ini dengan tuli, itulah penyakit ayan.
      Bisu= perkataan sia-sia, tidak ada arti rohani sama sekali.
      Tuli= tidak mau mendengar firman tetapi hanya mendengar gosip dan lain-lain.

      Markus 9: 24-25
      9:24. Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
      9:25. Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

      Sakit ayan= gila babi karena roh bisu tuli--ketidaktaatan. Orang tuanya mengaku ia tidak percaya, sehingga anaknya kena sakit ayan--bisu tuli.

      Sekali lagi, mau masuk nikah harus sungguh-sungguh bergumul. Jangan egois, masih ada kelanjutan dari nikah.

      Sakit ayan artinya berkubang dalam dosa-dosa kejahatan dan kenajisan, sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Ini yang harus disucikan sehingga kita bisa hidup benar dan suci hari-hari ini.

      Kesempatan ini, kalau mau mengandung firman--mendengar dan dengar-dengaran pada firman; percaya dan taat--, kita bisa hidup benar dan suci, tidak ada lagi kenajisan.

      Bisu tuli, bahaya. Kalau mulut dan telinga tidak baik, yang baik juga jadi tidak baik; semua yang baik jadi hancur bahkan binasa. Ngeri sekali dosa tidak percaya dan tidak taat.
      Markus 7: 37
      7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

      Tetapi kalau bisu dan tuli menjadi baik, semua yang hancur akan menjadi baik pada waktunya sampai sempurna. Tuhan tolong kita semua.

      Nikmati firman, percaya, dan praktikkan! Kita benar-benar mengalami kuasa penyucian. Yang hancur menjadi baik, sampai satu waktu sempurna.


    • Hasil kedua: kuasa untuk memeteraikan nama Yesus di dahi kita.
      Wahyu 9: 4
      9:4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

      Apa kaitan antara firman dan meterai nama Yesus? Yesus taat sampai mati di kayu salib sehingga Ia mendapatkan nama di atas segala nama--nama Yesus yang berkuasa.
      Kalau kita percaya dan taat pada firman, saat itu nama Yesus dimeteraikan di dahi kita.
      Artinya:


      1. Kita dilindungi dari penghukuman Tuhan yang akan datang: tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal, kiamat, sampai neraka--kita hidup dalam damai sejahtera.


      2. Kita selalu mengingat Tuhan dan Ia selalu mengingat kita.
        Mengingat Tuhan artinya:


        • Mulai dari mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi. Kuliah dan kerja harus keras, tetapi jangan abaikan ibadah. Kalau tidak ada ibadah, tidak ada gunanya, tidak ada meterai--tidak ada pemiliknya--, dan hanya diterkam binatang buas.


        • Menyerah sepenuh kepada Tuhan; menyembah kepada Dia; berserah dan berseru kepada Dia.


        Kalau ada tanda kita mengingat Tuhan, Dia akan selalu mengingat kita.
        Yesaya 49: 14-16
        49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
        49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
        49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

        Tuhan tidak pernah melupakan kita yang seperti bayi tidak berdaya.
        Praktiknya:


        • 'tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku'= mata Tuhan selalu melihat kita, artinya: Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita semua karena Ia tahu keadaan kita hanya seperti bayi yang tidak berdaya apa-apa dan tidak bisa apa-apa, tidak layak, dan dalam keadaan putus asa/kecewa, banyak kekurangan dan kelemahan.


        • 'Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku'= Tuhan mengulurkan tangan-Nya untuk memeluk kita semua di dalam tangan belas kasih-Nya. Untuk apa? Untuk memelihara kita secara ajaib. Banyak kesulitan hari-hari ini, mari banyak menangis sampai hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan.
          Tidak ada yang mustahil.

          "Bagi manusia tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi bagi Tuhan lebih mudah dari pada membalik telapak tangan. Saya ingat kesaksian anak muda yang kuliah. Dia tidak taat, terus lari, padahal tinggal di gereja. Akibatnya saat mengerjakan tugas akhir, dosennya tidak mau menerima, padahal minggu depannya sudah wisuda. Setelah kena firman dia mengaku, lalu saya doakan, besoknya dia belum menghadap tetapi sudah dipanggil oleh dosennya, dan dia bisa wisuda. Mana bisa? Tidak mungkin. Tetapi kalau bisa menggerakkan hati Tuhan, tidak ada yang mustahil."

          Dia menolong apa yang tidak bisa kita pikirkan dan lakukan. Dia menyelesaikan semua tepat pada waktunya; Dia menjamin masa depan yang berhasil dan indah. Kita tinggal berkata: Kok bisa?

          Jangan ragu, jangan putus asa, jangan tidak percaya, supaya jangan bisu tuli sehingga yang baik hancur semua! Jangan! Maju terus, percaya dan taat pada Tuhan, disucikan sampai menjadi seperti bayi.


        • Mengubahkan kita sampai sempurna--dulu Adam dan Hawa diciptakan sama mulia dengan Tuhan; telanjang dan tidak malu, ini sama seperti bayi. Artinya: tidak ada salah/dosa--sempurna seperti Yesus.
          Kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kembali di awan-awan yang permai.

Tuhan tidak melupakan kita. Mata-Nya memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul sampai Ia berbelas kasihan kepada kita.
Banyak perkara/tangisan, serahkan kepada Tuhan, kita hanya menangis, tetap percaya kepada Dia. Tunjukkan apa adanya kepada Dia!

Jangan salah paham, kita diizinkan tidak berdaya seperti bayi, supaya kita hanya percaya dan berharap Tuhan, bukan yang lain. Jangan ragu seperti Zakharia! Kalau ragu, akan bisu tuli, hancur semua. Mari percaya dan taat--seperti bayi yang menangis--sampai Dia berbelas kasih. Cukup itu saja.
Mungkin secara rohani kita jatuh terus, secara jasmani sudah hampir putus asa, dalam nikah menghadapi buah nikah dan apa saja, kita hanya percaya dan taat sampai Dia berbelas kasih. Dia tidak tahan melihat setetes air mata.
Yakinlah, Tuhan pasti bertindak sekarang ini.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top