English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 08 Juli 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juli 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Januari 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 November 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2 dan 3 menunjuk 7 kali...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Mei 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
ay. 1= Yesus akan datang kembali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja...

Ibadah Natal Surabaya, 19 Desember 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Maret 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Doa Surabaya, 19 April 2017 (Rabu Sore)
Dari siaran langsung ibadah persekutuan di Tentena-Poso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Oktober 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Secara keseluruhan, Matius 26-26-29 terbagi menjadi 2...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Juni 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Raya Malang, 21 Januari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Paskah Surabaya, 31 Maret 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan di Poso III, 25 Mei 2011 (Rabu Sore)
Tema: "Ingatlah akan istri Lot!"
Lukas 17: 32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

= merupakan peringatan yang tegas/kuat kepada ORANG YANG SUDAH SELAMAT.

Dulu, Lot...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 24 Februari 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 4-6
9:4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
9:6. Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.

Ini adalah peniupan SANGKAKALA KELIMA; hukuman kelima dari Anak Allah atas bumi, yaitu setan dengan roh jahat dan najis--bagaikan belalang dan kalajengking--akan menyiksa manusia di bumi selama lima bulan.

Sasaran dari setan dengan roh jahat dan najis adalah semua manusia, termasuk anak Tuhan yang tidak memiliki meterai Allah di dahi mereka (ayat 4).

Oleh sebab itu sebelum hukuman datang kita harus berusaha untuk memiliki meterai Allah di dahi/pikiran kita, termasuk hati kita, supaya tidak menjadi sasaran dari belalang dan kalajengking; tidak mengalami penghukuman sangkakala kelima.

Ada tiga macam meterai di dahi:

  1. Keluaran 13: 13
    13:13. Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.
    13:16. Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi
    lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir."

    Meterai yang pertama: meterai penebusan oleh darah anak domba, sekarang oleh darah Yesus, karena Ia sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.

    Bangsa kafir hanya seperti keledai--binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan--, dan ada ketentuan: kalau anak domba tidak disembelih, keledai lahir hanya untuk dipatahkan batang lehernya. Karena itu saat keledai lahir harus ada anak domba yang disembelih sebagai penebusan.

    Bagi kita sekarang artinya: tanpa darah penebusan/darah Yesus, kita bangsa kafir harus dipatahkan batang lehernya; sama dengan tidak ada hubungan dengan Tuhan sebagai Kepala--leher adalah hubungan antara tubuh--kita semua--dengan kepala. Berarti bangsa kafir hanya hidup untuk mati, sengsara, dan binasa selamanya. Itu saja, tidak ada harapan.

    Jadi, tanpa meterai darah Yesus, segala sesuatu yang kita lakukan baik perbuatan baik atau apa saja akan menjadi sia-sia dan binasa selamanya. Yang menyelamatkan kita bukan perbuatan baik, tetapi darah Yesus, karena kita sudah manusia berdosa. Bangsa kafir mutlak memiliki meterai darah Yesus di dahi.

    Proses menerima meterai darah Yesus: kita belajar dari alat mezbah korban bakaran--dulu binatang korban yang dibakar, sekarang Yesus yang mati di kayu salib--, yaitu:


    • Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
      Semua manusia sudah berdosa dan harus binasa. Kekayaan, kepandaian dan sebagainya tidak bisa menyelesaikan dosa. Rohaniwan--nabi, rasul--juga tidak bisa menyelesaikan dosa karena sama-sama berdosa. Hanya Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa--Allah lahir menjadi manusia--yang harus dikorbankan di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa dengan darah-Nya. Darah orang tidak berdosa bisa menyelamatkan orang berdosa.


    • 'Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.'= mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; sama dengan bertobat.


    Inilah proses menerima meterai darah Yesus, supaya hidup kita tidak menjadi sia-sia dan binasa. Pakai meterai Yesus! Dia sudah berkorban, kita tinggal percaya kepada Dia dan bertobat, sehingga kita bisa HIDUP DALAM KEMURNIAN DAN KEBENARAN. Hukuman Tuhan tidak bisa menjamah; mautpun tidak bisa menjamah kita, apalagi hanya manusia. Jangan takut! Jangan mengulangi dosa lagi!

    1 Korintus 5: 7-8, 11
    5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
    5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    'makan bersama'= fellowship.
    Kalau ada enam dosa, tidak akan bisa menjadi satu saat Yesus datang--hanya kekeluargaan saja.
    Kita harus terlepas dari dosa, terutama dari enam dosa yang menguasai tubuh, jiwa, dan roh kita:


    • Menguasai tubuh:


      1. Cabul= nikah yang salah.
      2. Mabuk= merokok, mabuk, narkoba.


      Jangan ada lagi, supaya hidup tidak sia-sia.


    • Menguasai jiwa:


      1. Kikir.
        Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan--waktu, tenaga dan lain-lain--, dan sesama yang membutuhkan. Harus dilepaskan supaya kita bisa memberi untuk Tuhan dan sesama yang membutuhkan.


      2. Pemfitnah.
        Pemfitnah= benar jadi salah, dan sebaliknya.


      3. Penipu.


    • Menguasai roh: penyembah berhala.
      Secara umum, berhala adalah dukun. Tidak perlu lagi, kalau sudah ada darah Yesus, mau berbuat apa dia? Tidak perlu lagi kita takut, karena maut tidak bisa menjamah kita, bahkan setan tidak bisa menjamah kita kalau ada darah Yesus. Kenapa kita harus menggunakan yang lain?

      "Dulu waktu kami sudah percaya Yesus, ibu saya buka toko dan berjualan makanan seperti kerupuk dan lain-lain. Kalau sudah habis, banyak kemenyan besar-besar ditaruh di situ. Ada orang bilang: Tante, tadi malam di depan situ. Coba digali, memang ada kemenyan besar yang dipasang orang. Satu waktu ibu saya tidak bisa tidur semalaman--seperti orang mau mati. Kakak saya ada di Surabaya, tetapi seperti ketok pintu terus, sehingga ibu saya membuka pintu dan ke luar. Terus begitu sampai pagi. Dan pagi hari dukunnya datang: Tante punya ilmu apa?: Ilmu apa?: Tante itu tinggal tunggu lampunya mati, tante juga mati, tetapi kok tidak bisa, saya tidak kuat. Lalu disuruh pakai tujuh kembang supaya selamat. Untuk apa? Ada Yesus. Yang penting adalah keyakinan. Malah sekarang di rumah Tuhan ada minyak urapan yang dijadikan jimat--ditaruh di bannya truk, supaya selamat. Kok aneh. Di mana iman kita? Sekarang, inilah sistemnya penyembahan berhala. Mari lepas dari dosa ini, supaya ada meterai darah Yesus."

      Secara khusus berhala menunjuk pada segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi/mengutamakan Tuhan.
      Kita harus terlepas dari penyembahan berhala sehingga bisa mengutamakan Tuhan lebih dari semua.


    Lepas dari enam dosa, dan kita akan hidup dalam kebenaran dan kemurnian. Inilah meterai darah Yesus, dan kita akan mengalami suasana pesta bersama Tuhan--'...marilah kita berpesta...'--; bahagia--pesta Paskah. Tidak usah takut lagi. Hidup tidak sia-sia, tetapi berguna bagi Tuhan dan sesama, untuk kemuliaan nama Tuhan--kita menjadi ANAK-ANAK ALLAH; bukan bangsa kafir lagi, tetapi umat pilihan Tuhan.


  2. Ulangan 6: 4-8
    6:4. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
    6:5. Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
    6:6. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
    6:7. haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
    6:8. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,

    'mengajarkannya berulang-ulang'= firman diulang-ulang supaya kita ingat, tidak mungkin kalau tidak dulang.

    Meterai yang kedua: meterai firman penggembalaan--firman Tuhan yang diulang-ulang. Ini memang tugas gembala, yaitu memberi makan sidang jemaat dengan firman.

    Mengapa harus diulang-ulang? Karena untuk memeteraikan--mengukir--di dahi. Namanya diukir, berarti harus diulang-ulang sampai benar-benar tidak bisa dihapus.

    Setelah bangsa kafir diangkat menjadi anak-anak Allah lewat meterai darah Yesus--hidup dalam kebenaran dan kemurnian--, belum cukup, bangsa kafir masih harus dimeterai dengan firman Allah yang diulang-ulang/firman penggembalaan.
    Artinya: bangsa kafir diangkat menjadi DOMBA YANG TERGEMBALA--firman penggembalaan merupakan tongkat gembala yang menuntun ke kandang penggembalaan (ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok)--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya--kita diberi minum air kehidupan, supaya tidak rebah di padang gurun dunia, tetapi selalu segar.
      Yang sudah malas dalam ibadah, mari minum air Roh Kudus.

      Kalau daging, akan bosan, sekalipun sudah dapat yang hebat, sebentar lagi akan bosan.
      Tetapi kalau ada Roh Kudus kita akan terus berkobar.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--kita makan, supaya kuat dan bertumbuh ke arah kedewasaan rohani (kesempurnaan).


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--kita bernafas dengan kasih Allah sampai hidup kekal.


    Tadinya bangsa kafir hanya seperti keledai yang dipatahkan batang lehernya. Tetapi Yesus rela mati di kayu salib, supaya leher keledai tidak dipatahkan. Jangan hidup itu menjadi sia-sia, sengsara, dan binasa, tetapi diberi harga oleh Tuhan, itulah hidup dalam kebenaran dan kemurnian, yang merupakan pagar kita. Di situlah kita merasakan suasana pesta, bisa berguna bagi orang lain dan kemuliaan Tuhan--kita menjadi anak-anak Allah.

    Tetapi belum cukup, bangsa kafir diangkat lagi menjadi domba-domba yang tergembala--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

    Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami dua hal:


    • Kita mendapat jaminan kepastian dari Tuhan untuk hidup sekarang sampai hidup kekal.
    • Tubuh, jiwa, dan roh kita melekat kuat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah, dijatuhkan, dan disesatkan oleh setan tritunggal.
      Leher kita tidak dipatahkan; tidak menjadi keledai liar dan keledai jalang.

      Kalau bangsa kafir tidak digembalakan--sudah jadi domba tetapi domba yang tercerai-berai--, sebentar lagi akan kembali pada sifat aslinya, yaitu menjadi keledai liar--tidak bisa tergembala tetapi hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging yang bertentangan dengan firman--, dan keledai jalang--jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

      Keledai liar dan keledai jalang hanya mengalami kesengsaraan dan kebinasaan--hidupnya sia-sia. Jangan bilang berbuat dosa itu enak! Sengsara dan binasa!

      Lebih baik kita sengsara untuk beribadah (digembalakan)--'penderitaan ringan seketika lamanya'. Penderitaan ringan jika dibanding kurban Kristus; dan penderitaan seketika lamanya jika dibanding kemuliaan kekal yang akan kita terima.

      Kalau keledai liar dan keledai jalang--tidak mau digembalakan--, mungkin enak bahkan sangat enak, tetapi hanya sebentar, dan setelah itu menderita selama-lamanya. Tuhan tolong kita semua.


    Proses menerima meterai firman penggembalaan:


    • Mendengar firman penggembalaan dengan setia dan sungguh-sungguh. Gembala setia dalam memberi makan firman, dan jemaat juga setia dalam menerima firman.


    • Mengerti firman. Kalau mendengarnya sungguh-sungguh, kita akan mengerti firman--firman ditulis di dahi.
    • Percaya firman--firman ditulis di hati; menjadi iman di dalam hati.
    • Praktik firman--firman ditulis di tangan.


    Inilah meterai firman di dahi dan seluruh hidup kita, yaitu MENDENGAR DAN DENGAR-DENGARAN PADA FIRMAN. Itulah domba yang digembalakan--'Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.'

    Kalau firman sudah dipraktikkan, firman akan menjadi hikmat dan kuasa Allah untuk menyucikan dan mengubahkan kita dari manusia daging--angka 6--menjadi manusia rohani/sempurna seperti Yesus--angka 7.
    Kita tidak sadar, mendengar firman, tahu-tahu berubah; sudah bertumbuh ke arah kedewasaan rohani--yang lama dipotong, yang baru muncul.

    Keubahan hidup dimulai dari lidah--'membicarakannya'.
    Ulangan 6: 7
    6:7. haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

    Pertumbuhan rohani dilihat dari lidahnya. Kalau anak kecil, sedikit-sedikit memberi komentar, kalau orang dewasa, diam.
    Lidah diubahkan yaitu lidah bangsa kafir--lidah anjing--menjadi lidah domba; lidah anjing menjadi lidah yang benar.

    Lidah anjing= terus menjilat muntah--berdusta. Selama masih berdusta, belum ada meterai firman.
    Tadi, meterai darah Yesus adalah kebenaran dan kemurnian. Kalau mempertahankan yang tidak benar, berarti belum ada meterai darah Yesus.

    Sekarang, lidah harus diubahkan supaya kita menerima meterai firman; lidah anjing diubahkan menjadi lidah yang menjilat roti, artinya membicarakan firman, itulah perkataan benar, baik, kesaksian yang bisa menguatkan orang lain, sampai lidah hanya menyembah Tuhan.

    Jangan berdusta, bergosip, apalagi hamba Tuhan!

    Kalau lidah tidak diubahkan, lidah anjing akan mengarah pada lidahnya antikris--dicap antikris dengan 666--sehingga lidahnya hanya memfitnah sampai menghujat Tuhan--menyalahkan pengajaran yang benar, dan membenarkan pengajaran yang salah--, sampai menyembah antikris; menjadi sama dengan antikris untuk dibinasakan selamanya.
    Wahyu 13: 5-8
    13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
    13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
    13:7. Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
    13:8. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

    'kemah kediaman-Nya'= Tabernakel.

    Lebih baik kita dimeterai firman--lidah berkata benar dan baik, bersaksi, dan menyembah Tuhan; kita menjadi rumah doa, sehingga doa kita dijawab oleh Tuhan. Kalau rumah tangga menjadi rumah doa--perkataannya baik semua--, benar-benar kita merasakan kemanisan sorga di dalam rumah tangga--home sweet home. Segala yang tidak bisa kita pikirkan, kita hanya berdoa bersama-sama sekeluarga, dan Tuhan akan menjawab doa kita. Tidak ada yang mustahil.

    Tinggal pilih, jadi rumah doa atau sarang penyamun--lidahnya antikris--!

    Jangan sampai kita menjadi sasaran dari belalang dan kalajengking--roh jahat dan najis, termasuk antikris.
    Jaga meterai! Mulai dari meterai darah Yesus: kita hidup dalam kebenaran dan kemurnian--tidak ada lagi enam dosa. Hidup kita akan berguna di hadapan Tuhan dan sesama; kita mengalami suasana pesta dan memuliakan Tuhan.

    Kemudian meterai firman: kita digembalakan, sengsara sedikit tetapi hanya seketika saja, sampai merasa enak; tidak merasa sengsara lagi tetapi bahagia saat menderita. Tuhan tolong, dari pada kita enak sebentar tetapi sengsara selamanya. Mari digembalakan sampai lidah dibaharui--kita menjadi rumah doa, bukan sarang penyamun. Ada apa-apa, datang kepada Tuhan, tangan-Nya tak terbatas.


  3. Keluaran 28: 36-38
    28:36. Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.
    28:37. Haruslah patam itu engkau beri bertali ungu tua, dan haruslah itu dilekatkan pada serban, di sebelah depan serban itu.
    28:38. Patam itu haruslah ada pada dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka.

    Meterai yang ketiga: meterai nama Yesus. Inilah bukti kepemilikan Tuhan atas hidup kita, sehingga belalang dan kalajengking tidak bisa mengusik kita; hukuman Tuhan tidak menimpa kita.

    Selesaikan dosa-dosa--meterai darah--; hidup mulai berguna, kemudian masuk dalam kandang penggembalaan sampai menjadi rumah doa--meterai firman.
    Kaum muda, jangan lengah! Kalau sudah di luar kandang, sebentar lagi sudah liar dan jalang. Sehebat apapun tidak akan mampu kalau tidak digembalakan.


    Sekarang, meterai nama Yesus, dulu dimiliki Harun Imam Besar, sekarang dimiliki imam-imam--Yesus adalah Imam Besar dan KITA HARUS MENJADI IMAM-IMAM.

    Proses menerima meterai nama Yesus:


    • Lewat baptisan air.
      Kolose 2: 11-12
      2:11. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
      2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

      Sebelum melayani Yesus dibaptis LEBIH dulu. Demikian juga kita.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dalam nama Bapa, Anak Laki-laki, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/nama baru yaitu nama Yesus dilekatkan pada nama kita--seperti sunat, Abram disunat dan menjadi Abraham; AH adalah nama dari Allah (Yahweh/Jehovah).

      Karena itu dalam baptisan air, penyebutan nama Tuhan tidak boleh salah.


    • Kita harus menjadi imam-imam dan raja-raja.
      Imam adalah


      1. Seorang yang suci--bukan pandai/bodoh, kaya/miskin.
      2. Seorang yang memangku jabatan pelayanan.
      3. Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, dengan SETIA-BENAR DAN SETIA BERKOBAR-KOBAR.
        Jabatannya harus benar, kemudian setia berkobar-kobar.


      Untuk menjadi imam yang suci, setia-benar, dan setia-berkobar memang dibutuhkan pengorbanan-pengorbanan, tetapi kita akan mendapat meterai nama Yesus.


    Bukti menerima meterai nama Tuhan: selalu ingat Tuhan apapun yang kita hadapi, dan kita akan selalu diingat oleh Tuhan--Dia selalu memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita. Sebut nama Yesus!

    Hasilnya:


    • Yesaya 49: 14-16
      49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
      49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
      49:16. Lihat,
      Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

      Waktu itu Sion ditindas, lalu mereka kecewa karena merasa Tuhan sudah meninggalkan dan melupakan mereka. Tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan apalagi melupakan.
      Ada apa-apa, ingat Tuhan, dan Dia juga akan mengingat kita. Kita hanya berusaha, tetapi Dia yang menentukan semuanya.

      'Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku'= posisi kita seperti bayi yang digendong dalam tangan belas kasih dan kuasa Tuhan.

      Hasil pertama: Dia sedang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita untuk:


      1. Memelihara dan melindungi kita yang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Semakin antikris berkuasa, semakin erat pelukan Tuhan bagi kita, asalkan kita semakin sungguh-sungguh melayani Dia.


      2. Menyelesaikan masalah; melakukan apa yang tidak bisa dipikirkan, diucapkan, dan diperbuat oleh bayi. Serahkan kepada Tuhan! Dia bergumul untuk menyelesaikan semuanya.


      3. Memberi masa depan yang berhasil dan indah.
      4. Memandikan, artinya menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.


    • Ingat penjahat yang disalib di sebelah Yesus, dia berkata: Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. Dua orang penjahat, yang satu terus mencela Yesus. Kalau hamba Tuhan suka menghakimi orang lain, nanti akan jadi penjahat.

      Penjahat gambaran dari kehidupan yang tidak memiliki semuanya, gagal secara jasmani dan rohani, dan tinggal binasa--tidak berguna. Tetapi saat dia ingat Tuhan--bisa mengaku dosa; menangis seperti bayi--, saat itu perhatian Tuhan turun, dan bisa berada di Firdaus.

      Hasil kedua: penjahat bisa berada di Firdaus, apalagi kita pelayan Tuhan. Kita akan ditolong, asal kita mau melembut.

      Ingat Tuhan! Tadi kita ingat Tuhan lewat sungguh-sungguh melayani--nomor satukan Tuhan, bukan kita, dan Dia akan mengingat kita. Sekalipun kita sudah seperti penjahat--gagal, hancur, dan busuk--bicara pada Tuhan, minta ampun pada-Nya, dan hari ini Tuhan bisa pulihkan kita.
      Sampai kalau Dia datang kita sungguh-sungguh bersama dengan Dia selamanya.

Ada meterai darah--hidup dalam kebenaran dan kemurnian; kita mengalami suasana pesta--, meterai firman--menjadi rumah doa--, dan meterai nama Yesus--bayi hanya menangis kepada Dia.
Kita hanya bayi-bayi yang mengangkat tangan dan menangis kepada Dia.

Suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu--hanya seorang diri; seperti bayi dalam gendongan, kita berseru kepada Tuhan. Jangan marah kalau tidak ada yang tahu. Kesempatan secara pribadi untuk memandang Dia, berkata-kata dengan Dia. Yang sudah bagus semua, jangan lupa untuk mengucap syukur. Tetap ingat Tuhan, tetap dahulukan Tuhan. Yang belum baik juga tetap mengakui bahwa Tuhan itu baik.
Penjahat sekalipun tidak dibiarkan, yang penting bisa mengaku. Tidak ada yang mustahil bagi Dia.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top