English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 13 September 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 27 April 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:1-13 adalah tentang pencobaan di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 September 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 23 April 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 08 Maret 2011 (Rabu Dini Hari)
Keluaran 12:8
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Kartika Graha IV, 30 April 2010 (Jumat Pagi)
Yohanes 1:29
Tema: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Ini merupakan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Agustus 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk kebangkitan Yesus atau sinar kemuliaan.

Sinar kemuliaan Tuhan menyinari 3...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Juni 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 20-25
26:20. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21. Dan ketika mereka...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 27 Mei 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 09 Juni 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:1-9 tentang petunjuk untuk mendirikan...

Ibadah Raya Malang, 19 Desember 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
1 Petrus 2:1-2
2:1. Karena itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Juni 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala keenam atau penghukuman Anak...

Ibadah Doa Surabaya, 21 April 2010 (Rabu Sore)
Disertai doa puasa

Kegunaan doa puasa: Kisah Rasul 13: 2-5=...

Ibadah Raya Malang, 28 Juni 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 21: 5.
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru"

Dulu, manusia diciptakan sama dengan Tuhan dan ditempatkan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 28 Februari 206 (Minggu Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 2
4:2. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

Rasul Yohanes dikuasai oleh Roh Kudus sehingga bisa melihat sebuah takhta di sorga dan Seorang yang duduk di atas takhta itu.
Dulu, hanya rasul Yohanes yang mendapat penglihatan ini--penglihatan hanya untuk satu orang saja. Bagi kita sekarang, kita bisa melihat sebuah takhta di sorga dan Seorang yang duduk di atasnya lewat pembukaan firman Allah. Kalau pembukaan firman, untuk semua orang.

Mengapa TUHAN menunjukkan takhta-Nya dan pribadi-Nya kepada sidang jemaat (bukan untuk show dan sebagainya)?

  1. Pada Ibadah Doa Surabaya, 10 Februari 2016, kita membaca dalam kitab Yesaya 6: 1: Saat TUHAN duduk di takhta, ujung jubah-Nya melingkupi Bait Suci. Artinya: supaya kita mengalami kuasa ujung jubah TUHAN.


  2. Mazmur 11: 4
    11:4. TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

    'mata-Nya mengamat-amati' = perhatian TUHAN.

    Yang kedua: supaya sidang jemaat mengalami perhatian/lawatan TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Februari 2016 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Februari 2016).

    Terutama bangsa kafir yang diwakili oleh Rut (bangsa Moab), yang tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai keturunan kesepuluh--berarti binasa. Tetapi lewat lawatan TUHAN, Rut bukan hanya diselamatkan, tetapi menikah dengan Boas--menjadi mempelai wanita TUHAN.


  3. Daniel 7: 9
    7:9. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

    Yang ketiga: TUHAN tunjukkan takhta-Nya dan ada api yang berkobar di sana. Artinya: supaya kita mengalami kuasa nyala api dari sorga--seperti rasul Petrus mengalami nyala api di loteng Yerusalem (diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 24 Februari 2016).


  4. Mazmur 47: 9
    47:9. Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

    Yang keempat: TUHAN memperlihatkan kekudusan-Nya, supaya kita mengalami kesucian; kita bisa hidup dalam kesucian.

AD. 4

1 Petrus 1: 15-16
1:15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Inilah kehendak TUHAN, yaitu supaya seluruh hidup kita menjadi suci, seperti Yesus suci.
Seluruh hidup bisa berarti tubuh, jiwa, dan roh--di dalam ruangan suci, kita mengalami penyucian tubuh, jiwa, dan roh. Tetapi seluruh hidup juga bisa menunjuk pada waktu, yaitu masa lalu kita, masa sekarang, sampai masa yang akan datang. Ini yang kita pelajari.

Langkah-langkah penyucian seluruh hidup kita sampai suci seperti Yesus suci:

  1. penyucian masa lalu--berapa hari yang lalu, berapa tahun yang lalu. Harus disucikan.
    Artinya: dosa-dosa yang sudah dilakukan, dikatakan, dan diangan-angankan harus disucikan oleh darah Yesus.

    1 Yohanes 1: 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9.
    Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Cara penyucian dosa masa lalu oleh darah Yesus adalah kita harus MENGAKU DOSA. Kalau disadarkan bahwa kita dulu berkata, berbuat atau ada angan-angan dosa, maka kita mengaku dosa pada TUHAN dan sesama dengan sejujur-jujurnya, sehingga darah Yesus aktif dalam 2 hal:


    • mengampuni segala dosa-dosa kita; menutupi dosa-dosa kita, sampai tidak ada bekasnya lagi--seperti kita tidak pernah berbuat dosa. Itulah kekuatan darah Yesus.
    • Terkadang, setelah mengaku dan diampuni, kita berbuat lagi. Karena itu darah Yesus menyucikan kita (ayat 9); sama dengan mencabut akar-akar dosa, supaya kita tidak berbuat dosa lagi.
      Kita dibenarkan dan hidup dalam kebenaran--hidup dalam terang--sehingga terjadi persekutuan.
      Kalau benar dengan benar; terang dengan terang, akan terjadi persekutuan yang erat dengan TUHAN dan sesama.

      Dosa, itulah yang memisahkan kita.
      Mulai dari dalam nikah, kalau ada dosa, tidak akan bisa bersekutu. Selesaikan semuanya dan biar darah Yesus yang mencabut dosa-dosa kita.


    Inilah penyucian dosa masa lalu oleh darah Yesus.


  2. Penyucian masa sekarang.
    Dilakukan dengan 2 hal:


    • Yohanes 15: 3
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu

      'Kukatakan'= yang Yesus katakan.

      Yang pertama: kita disucikan oleh FIRMAN yang dikatakan oleh Yesus; firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; firman pengajaran yang benar; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua; pedang firman.

      Jadi, dalam rumah TUHAN, harus ada darah Yesus--salib harus diberitakan--untuk penyucian masa lalu. Tetapi juga harus diberitakan pedang firman untuk penyucian dosa masa sekarang.

      Mazmur 119: 11
      119:11. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

      'janji-Mu'= firman-Mu.

      Kalau kita bisa mendengar firman pengajaran dengan baik, mengerti, dan percaya--yakin--, maka firman pengajaran tertanam atau tertulis di dalam hati sehingga menjadi rem--kekuatan--, supaya kita tidak berbuat dosa. Mau berbuat dosa, kalau remnya bagus, tidak jadi.

      Karena itu di dalam ibadah bukan cari lawak-lawak atau senang-senang, tetapi firman yang menunjuk dosa--menusuk dosa--, supaya ibadah kita ada hasilnya.
      Kaum muda, kalau tidak ada pedang firman, akan menabrak sana-sini. Benar-benar rusak hidupnya. Termasuk kaum muda Kristen yang diincar. Kalau dalam ibadah yang dipertontonkan lawakan, entertaiment--tanpa pedang--, benar-benar hancur, sekalipun luarnya terlihat bagus--kelihatan melayani TUHAN, tetapi sebenarnya hidupnya hancur. Tidak ada jaminan. Termasuk hamba TUHAN juga, kalau tidak ada pedang firman, tidak terjamin kesuciannya.

      Mazmur 119: 105
      119:105. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

      Tadi, kalau kita percaya atau yakin, firman pengajaran sudah tertulis di hati--menjadi rem--, tetapi kalau kita praktikkan firman, maka:


      1. Firman juga menjadi pelita--terang--bagi kaki kita.
        Menjadi pelita bagi kaki, supaya kita tidak tersandung atau terjerat pada dosa sampai puncaknya dosa:


        1. Dosa makan-minum: merokok, mabuk, narkoba.
        2. Dosa kawin mengawinkan: dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, termasuk penyimpangan seks--homoseks dan lesbian--yang sekarang sudah diakui oleh gereja. Kalau tidak ada pedang, akan pakai logika, sehingga penyimpangan seks diperbolehkan. Sebenarnya, kalau ada pedang, tidak akan terjadi penyimpangan-penyimpangan seks dan nikah yang salah.


        Setan tahu kalau dosa yang dulu sudah diampuni, sebab itu setan memasang jerat dosa di depan.


      2. Firman yang dipraktikkan juga menjadi terang bagi jalan kita.
        Artinya: firman TUHAN menentukan arah kehidupan kita untuk menuju kota terang, yaitu Yerusalem baru--kerajaan sorga--yang kekal, di mana tidak ada gelap di sana.


    • Sekalipun pedang firman itu tajam--untuk menunjuk dan menyucikan dosa--, tetapi itu merupakan tali kasih TUHAN. Kalau kita tolak, TUHAN taruh tali tersebut. Kalau ditolak terus, tali-tali itu akan dipintal menjadi satu dan menjadi cambuk.

      Yang kedua: penyucian masa sekarang lewat HAJARAN.

      Hajaran ini datang kalau kita menolak pekerjaan firman pengajaran yang benar.
      Ibrani 12: 10
      12:10. Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

      Kalau TUHAN tega menghajar kita, itu juga untuk kesucian kita. Seperti anak kecil dihajar dengan rotan untuk kesucian dan kebenarannya, bukan untuk melampiaskan emosi.
      Justru salah kalau orang tua membiarkan anak yang nakal--menjadi monster nanti. Harus dihajar, justru itu yang namanya kasih. Jangan salah mendidik anak! Kalau dia berbuat sesuatu yang melanggar firman, harus diingatkan. Kalau tidak bisa, dihajar untuk mengembalikan dia pada kesucian. Inilah tujuan dari hajaran.

      Pedang firman adalah uluran tali kasih TUHAN untuk menyucikan dan menolong kita. Kalau ditolak, lama-lama akan dipintal menjadi cambuk untuk menghajar kita, supaya kita kembali pada kesucian.
      Karena itu, kalau ada hajaran di bidang ekonomi, kesehatan atau lainnya, nomor satu periksa diri:


      1. Periksa diri bagaimana sikap kita terhadap firman pengajaran yang benar?
      2. Kalau sikapnya sudah baik, periksa apakah sudah praktik firman dan sudah disucikan oleh firman? Kalau ada sesuatu yang belum disucikan, harus disucikan. Hajaran tidak akan berhenti selama kita belum hidup dalam kesucian.

        Contohnya, dihajar dalam bidang ekonomi. Sudah menambah modal dan sebagainya, tetap tidak akan bisa, sebab TUHAN menghajar, supaya kita kembali pada kesucian.
        Setelah kembali pada kesucian, barulah hajaran selesai. Kita sungguh-sungguh kembali pada kesucian.


      Kalau hajaran ditolak terus, satu waktu akan dibiarkan oleh TUHAN. Ini yang berbahaya dan ia dianggap sebagai anak haram dan tinggal menunggu penghukuman TUHAN.
      Karena itu jangan iri terhadap orang yang korupsi atau orang yang berbuat dosa dan hidupnya enak--sementara hidup kita masih susah--, karena ia sudah dibiarkan oleh TUHAN dan tinggal tunggu waktu untuk dibinasakan.


  3. Penyucian masa yang akan datang.
    1 Yohanes 3: 2-3
    3:2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
    3:3. Setiap orang yang
    menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

    Inilah, TUHAN tampilkan takhta dan pribadi-Nya dalam kemuliaan bukan untuk show, tetapi untuk kepentingan kita, supaya kita bisa hidup dalam kesucian sama seperti Yesus--sebab takhta itu suci.

    Masa lalu kita disucikan oleh darah Yesus, masa sekarang oleh firman pengajaran dan hajaran, dan masa depan oleh pengharapan.

    'sekarang kita adalah anak-anak Allah' = sudah diselamatkan dan diberkati, sudah baik.
    'tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak' = tetapi, bagaimana kita nanti?
    'akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya' = TUHAN datang kembali kedua kali.
    'kita akan menjadi sama seperti Dia' = inilah rencana TUHAN. Setelah kita diselamatkan, kita disucikan. Saat Dia datang kembali kedua kali, kita menjadi sama dengan Dia untuk menyambut kedatangan-Nya.

    Oleh sebab itu apa yang kita lakukan? Pada ayat 3 dikatakan: 'Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya', artinya mau menjadi sama dengan Yesus.

    Jadi, penyucian masa depan adalah PENGHARAPAN AKAN KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI, supaya kita menjadi sempurna seperti Yesus--suci seperti Yesus suci. Ini merupakan pengharapan tertinggi. Semuanya akan sia-sia kalau kita tidak mempunyai pengharapan tertinggi. Boleh punya pengharapan lainnya yang sesuai firman, tetapi yang tertinggi adalah pengharapan akan kedatangan Yesus kedua kali supaya kita menjadi suci, sempurna, dan sama mulia seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

    "Saya sudah bersaksi. Salah satu hamba TUHAN, sesepuh kita dalam pengajaran mempelai, Pdt Totaijs, setiap pagi selalu buka jendela dan berkata: 'Yesus, ingatlah akan aku bila Engkau datang kembali kedua kali.' Kalau kita ingat TUHAN akan datang, kita tidak akan berbuat dosa."

    Praktik mengharapkan kedatangan TUHAN--bukan hanya sekedar menyanyi saja--:


    • BERTEKUN. Kalau menantikan sesuatu yang belum terjadi, kita harus tekun.
      Roma 8: 24-25
      8:24. Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
      8:25. Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita
      menantikannya dengan tekun.

      Ayat 24= sudah selamat--percaya, baptis air, bertobat--, dan sudah diberkati, ini bukan pengharapan lagi sebab sudah terjadi.

      'Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat' = belum terjadi.

      Kita menantikan kedatangan Yesus kedua kali dengan ketekunan, terutama ketekunan dalam kandang penggembalaan--ruangan suci.
      Dulu Musa naik ke gunung Sinai dan TUHAN perlihatkan sorga, lalu TUHAN perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel. Kerajaan sorga di bumi terdiri dari 3 ruangan: halaman, ruangan suci, dan ruangan maha suci--tempat tabut perjanjian dan hadirat TUHAN.

      Halaman Tabernakel--keselamatan, percaya, bertobat--ini sudah kita alami, tetapi belum sempurna--ruangan maha suci. Jadi, kita harus bertekun di ruangan suci--kandang penggembalaan.

      Terdapat 3 macam alat di ruangan suci (dulu membuat emas 34 kg dan sebagainya). Sekarang dalam arti yang rohani, yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


      1. pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Alalh Roh Kudud di dalam karunia-karunia-Nya (ada yang menyanyi, bersaksi).
      2. Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      3. Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa; persektuuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal--seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar--, sehingga kita menjadi tenang, damai sejahtera, dan tubuh, jiwa, roh kita disucikan (seluruh hidup disucikan).
      Mulai dari gembala harus tekun tergembala. Kalau tidak, tidak mungkin dombanya bisa bertekun.

      Kita disucikan sampai berbuah manis. Harus tergembala pada pengajaran benar (pribadi Yesus), bukan kepada manusia.
      Bertekun ini sama dengan berjaga-jaga, karena kedatangan Yesus seperti pencuri--bukan Yesus yang pencuri, tetapi waktu kedatangan-Nya. Kalau Yesus datang kapanpun, jam berapapun, kita sudah siap.


    • Praktik mengharapkan kedatangan TUHAN kedua kali: lewat PERCIKAN DARAH. Di ruangan maha suci, ada percikan darah. Dulu, Harun setahun sekali masuk ruangan maha suci dengan membawa darah dan dupa. Lalu dia memercikan darah pada tabut perjanjian sebanyak 2 kali 7 percikan darah: 7 kali percikan darah di atas tabut--sengsara untuk Yesus--dan 7 kali percikan darah di depan tabut--sengsara untuk jemaat. Jadi, sama. Dia sebagai kepala dan kita sebagai tubuh. Kalau Yesus menderita, kita juga harus menderita.

      Percikan darah adalah sengsara daging karena Yesus; penyaliban daging bersama Yesus. Ini untuk menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia. Kalau Yesus tidak disalib, tidak ada tubuh sempurna--tetap tubuh daging--dan tidak bisa terangkat ke sorga. Tetapi karena Ia mati disalib, Ia bisa bangkit dalam tubuh kemuliaan--tubuh sempurna--dan bisa naik ke sorga. Dia akan datang kembali kedua kali dengan tubuh yang sempurna.

      Kita juga, kalau sekarang kita mengalami percikan darah, berarti kita disucikan dan diubahkan sampai tubuh kita sempurna untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

Inilah, TUHAN tunjukkan takhta dan pribadi-Nya--disbutkan: Takhta yang kudus--, yaitu supaya seluruh hidup kita suci seperti Dia suci.
Caranya: darah untuk masa lalu, pedang dan cambuk untuk masa sekarang, dan pengharapan--ketekunan--dan percikan darah untuk masa depan.

"Malam ini merupakan penataran calon imam yang ke-4. Ini bonus. Semestinya 3 kali, tapi ada bonus."

Kalau sudah disucikan, pasti diberi jabatan--pasti dipakai oleh TUHAN.
Efesus 4: 11-12
4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12. untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus

Ayat 11= jabatan pelayanan. Kalau dijabarkan lagi: ada pemain musik, tim doa, pembersih gereja, terima tamu dan sebagainya.

Sudah jelas, syarat untuk melayani adalah kesucian. Bukan pandai, bodoh, kaya, miskin, sebab hal itu tidak ada hubungan dengan sorga--pelayanan kita berkaitan dengan sorga, bukan dunia. Kalau berdasarkan kaya-miskin, pandai-bodoh, berarti TUHAN tidak adil.
Tetapi kalau syaratnya suci, semua bisa melayani, tinggal mau atau tidak.

Kalau mau melayani, terima darah--penyucian masa lalu--, terima pedang dan hajaran--penyucian masa sekarang--, dan terima ketekunan dan percikan darah--penyucian masa yang akan datang. Kalau tidak mau tekun, tidak akan bisa melayani--tidak memenuhi syarat dari TUHAN.

Ketekunan dan sengsara ini satu. Contoh: pulang kuliah, bekerja, harus masuk ibadah hari senin dan rabu.

"Termasuk saya juga, tidak ada alasan apapun. Hari jumat di Medan ada orang yang meninggal dan saya melayat. Ternyata jalan ke rumahnya, jalan kebun tebu. Harus dicangkul dulu (bahaya, mobil bisa terbalik), sampai jam berapa itu. Pagi-pagi harus ke Jakarta, lalu ibadah kaum muda di Surabaya. Sesudah itu masih harus ke orang mati, baru bisa pulang ke rumah (Malang). Besok paginya dan sore harus khotbah lagi. Tidak ada alasan. Inilah ketekunan, bukan untuk sombong. Tetapi saudara juga menderita. Yang dari Pamekasan, tidak bisa datang ke sini, karena banjir. Tekun, berarti menderita."

Harus berani kalau menjadi imam. Kalau sudah mengalami penyucian baik masa lalu, masa sekarang dan masa depan, maka kita mendapatkan 3 hal:

  1. Jabatan pelayanan dari Anak Allah (Yesus). Bentuknya bisa macam-macam; gembala, tim doa dan sebagainya.
  2. Karunia-karunia Roh Kudus dari Allah Roh Kudus (Kristus).
    Efesus 4: 7
    4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

    'kasih karunia'= karunia Roh Kudus, yaitu kemampuan ajaib dari TUHAN, supaya kita bisa melayani sesuai dengan jabatan pelayanan yang kita terima dari TUHAN.

    Kalau TUHAN sudah berikan jabatan, pasti ada karunia Roh Kudus. Yang susah adalah kalau jabatan dari manusia, apalagi dari diri sendiri.
    Contoh: karena bisa beli gedung atau gereja, lalu mengangkat diri menjadi gembala. Akhirnya tidak ada karunia dan tidak bisa melayani. Ini yang susah. TUHAN kasih jabatan untuk menyanyi, tetapi mau jadi gembala.

    Jabatan pelayanan harus dari TUHAN, supaya ada karunia Roh Kudus.


  3. Kasih dari Allah Bapa (TUHAN), sehingga kita bisa dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    Efesus 4: 15
    4:15. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

Kita semua mau dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita; diangkat menjadi imam dan raja:

  • Mulai dari nikah. Kalau jabatan suami dari TUHAN, ada karunia dan kasih, sehingga bisa mengasihi isteri. Sebab itu jangan sembarangan! Begitu juga isteri dan anak. Kalau jabatan dari TUHAN, bisa melayani dengan kasih--tidak marah-marah.


  • Kemudian meningkat pada penggembalaan. Jika jabatan dari TUHAN, ada karunia dan kasih, sehingga bisa melayani dengan sungguh-sungguh. Sebagai gembala, pemain musik, semuanya bisa melayani dengan kasih.


  • Lalu antar penggembalaan,
  • sampai nanti tubuh sempurna--Israel dengan kafir--menjadi satu tubuh yang sempurna. Kita dipakai semuanya.

Diberikan jabatan pelayanan, berarti diangkat menjadi imam dan raja yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita--; kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Jangan takut! Setiap imam dipercayakan/disertai Allah Tritunggal di dalam pribadi Yesus dan tidak akan pernah habis.

"Kalau diperlengkapi dengan uang, pasti habis. Saya ingat dulu disuruh khotbah ke Malang dan pulang ke Johor, uang saya benar-benar habis. Sebenarnya sudah tidak ada bis dan mau jalan kaki (dari Wonokromo ke Johor), saya sudah pikir-pikir: 'Berapa kilometer?' Tetapi tahu-tahu ada bis kota datang dan pas uang saya. Tetapi besok paginya, saya mau ke Gending, tidak ada uang. Kalau jalan, tidak mungkin. Kalau Wonokromo ke Johor, 10 kilometer. Kalau ke Gending, bisa 100-200 kilometer. Begitulah kalau dilengkapi uang."

Matius 28: 19-20
28:19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah,
Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

'baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus' = keselamatan.
'ajarlah'= penyucian.

Setiap imam--hamba TUHAN, pelayan TUHAN--yang dipakai oleh TUHAN selalu disertai oleh Allah Tritunggal dalam pribadi Yesus sampai akhir zaman--sampai selama-lamanya. Tidak usah takut, ke manapun kita disertai TUHAN!

"Pengalaman saya waktu ke Bintuni, tidak ada jalan. Rodanya sudah tidak normal lagi. Kalau di Medan tadi malam, pinggirnya got kecil. Tetapi di Bintuni, pinggirnya jurang. Tetapi TUHAN beserta. Bahkan ada ayat 'kita dipilih sejak dalam kandungan' Ini benar. Saya pernah cerita, beberapa kali sewaktu kecil saya hampir mati di bendungan, tetapi tidak jadi, sampai sekarang menjadi hamba TUHAN, itu buktinya TUHAN menyertai."

Jangan ragu melayani TUHAN! Sebab pribadi-Nya sendiri yang menyertai kita sampai kesudahan zaman. Kalau disertai uang dan sebagainya, tidak akan bertahan.
Kalau belajar dari pembangunan Bait Allah jasmani zaman Hagai, justru penyelesaian pembangunan Bait Allah terjadi pada saat kegoncangan di darat, laut, dan udara. Kalau disertai uang, saat menghadapi kegoncangan akan kalah. Tetapi kalau disertai oleh pribadi Yesus, kita akan menang dalam menghadapi kegoncangan apa saja.

Mengapa kita harus diseretai oleh Allah Tritunggal dalam peribadi Yesus? Sebab situasi penyelesaian pembangunan tubuh Kristus adalah situasi kegoncangan darat, laut, dan udara.

Hagai 2: 7-8, 22-23
2:7. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
2:8.
Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
2:22. "Katakanlah kepada Zerubabel, bupati Yehuda, begini:
Aku akan menggoncangkan langit dan bumi
2:23. dan akan menunggangbalikkan takhta raja-raja; Aku akan memunahkan kekuasaan kerajaan bangsa-bangsa dan akan menjungkirbalikkan kereta dan pengendaranya; kuda dan pengendaranya akan mati rebah, masing-masing oleh pedang temannya.

Keadaan penyelesaian pembangunan tubuh Kristus Kristus adalah kegoncangan di darat, laut dan udara. Dua kali terjadi kegoncangan, ini berarti sesuatu yang pasti terjadi dan luar biasa (dua kali berarti sah):

  1. di udara--udara dikuasai setan--: setan--naga merah di udara--dengan roh jahat dan najis yang mengarah pada dosa dan puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Ini mengarah pada kegoncangan nikah dan menyerang gereja TUHAN menjelang kedatangan TUHAN--menjelang selesainya pembangunan tubuh Kristus.

    Kalau disertai Allah Tritunggal, kita akan selamat. Setan juga tritunggal, karena itu harus disertai Allah Tritunggal, supaya menang.


  2. Di darat--binatang yang keluar dari darat dalam Wahyu 13: nabi palsu dengan ajaran palsu dan dusta. Nanti, justru yang berdusta dianggap benar dan yang benar dianggap dusta.

    "Tadi kesaksian di Malang. Seorang yang bekerja di pabrik ethanol. Dia yang benar, tetapi departementnya dituduh kebocoran sampai 10 milyar bahkan 30 milyar. Semua direksi mengatakan dia yang salah, padahal dia benar. Justru yang berdusta yang dianggap benar. Dia membela diri, malah bertambah susah dan ditekan. Setelah datang firman, dia diam dan dia mengalami bahwa 'TUHAN yang berperang gantikan kita'. Masalahnya selesai dan dia dinyatakan benar. Dulu, saya terangkan soal Daud melawan Goliat, dia tidak mengerti. Daud yang tak berdaya tetapi bisa menang atas Goliat yang hebat, inilah lebih dari pemenang. Sekarang, matanya dicelikkan oleh TUHAN."

    Hati-hati! Ajaran palsu sekarang dianggap benar. Justru pengajaran yang benar dianggap kuno dan lain-lain.
    Ajaran kawin campur, kawin cerai sudah diakui, lalu sekarang homoseks juga. Tinggal satu, kalau kawin mengawinkan (seks bebas) diakui, berarti TUHAN sudah akan datang.

    Ini adalah kegoncangan di dalam ibadah pelayanan dan penyembahan kepada TUHAN.
    Nabi palsu mengarahkan kita pada penyembahan palsu yang mengarah kepada antikris. Ini yang diagung-agungkan sekarang.

    Kita banyak berdiam diri hari-hari ini dan jangan ikut-ikut.


  3. Di laut--antikris, binatang buas yang keluar dari dalam laut: kegoncangan ekonomi, karena ekonomi akan dikuasai antikris. Hanya mereka yang menyembah antikris yang aman ekonominya; yang tidak menyembah akan digoncangkan.

Jangan kalah, karena kita disertai Allah Tritunggal dan kita pasti menang.
Bertahan! Jangan karena kegoncangan-kegoncangan kita menjadi lemah. Tetap tekun dalam melayani TUHAN--terus menjadi imam dan raja. TUHAN beserta kita untuk mengalahkan setan tritunggal.
Sikap kita dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus adalah

  1. Hagai 1: 13-14
    1:13. Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: "Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN."
    1:14. TUHAN menggerakkan
    semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,

    'Aku ini menyertai kamu'= kita disertai Allah Tritunggal.
    'bupati'= raja ('semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda').
    'semangat Yosua bin Yozadak, imam besar' = imam.
    Jadi, ini adalah imam dan raja.

    Sikap pertama dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus: semangat, artinya setia dan berkobar-kobar--berapi-api--sampai garis akhir--sampai meninggal atau sampai TUHAN datang kembali.

    Apa yang membuat kita semangat? Jangan karena emosi. Kalau emosi hanya awalnya saja, lama-lama habis.
    Kita semangat oleh dorongan firman pengajaran (Yesaya 50: 4). Sebab itu harus dengan firman. Maria duduk dulu di kaki TUHAN--ini yang terbaik. Marta melayani dulu, tanpa makan firman, mana bisa semangat. Tidak makan, lalu melayani, akan lapar dan tidak bersemangat. Makan dulu, karena semangat kita berasal dari firman.

    Yesaya 50: 4
    50:4. Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

    'Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid'= istilah 'murid' menunjuk pada pengajaran.

    Kalau semangat kita berasal dari dorongan firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus, maka semangat kita akan kekal selamanya. Kalau dari dorongan firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus, maka usia dan kesehatan tidak akan mempengaruhi.

    "Banyak kali saya mendapatkan tulisan-tulisan untuk didoakan (dari ibu yang tua): sakit pusing berat. Tetapi orangnya ada di gereja. Ini benar-benar membuat saya mencontoh dia. Jangan sampai saya ada alasan untuk tidak ibadah. Orangnya sudah tua, tetapi sekalipun sakit, tetap datang ibadah. Semangatnya tidak bisa dihalangi. Inilah semangat karena firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus."


  2. Hagai 2: 5-6
    2:5. Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,
    2:6. sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!

    Sikap kedua dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus: kuat dan teguh hati oleh Roh TUHAN, artinya kita tidak goyah sedikitpun, tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN dalam menghadapi apapun, juga tidak bangga oleh apapun, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN.

Harus semangat dan kuat teguh hati. Jangan muncur setapakpun!
Kita disucikan dulu--takhta sorga adalah kesucian--, supaya kita diangkat menjadi imam--diberi jabatan, karunia dan kasih--dan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

Apa situasinya? Kita menghadapi goncangan oleh setan tritunggal, tetapi Allah Tritunggal menyertai kita.
Sikap kita adalah semangat--setia, berkobar-kobar--dan kuat teguh hati. Setelah itu sudah ada hasilnya--ada upahnya. TUHAN tidak mungkin menipu kita.

Suci, lalu diangkat oleh TUHAN--disertai. Layani dengan semangat, kuat-teguh hati. Ini saja urusan kita dan ada upah di tangan TUHAN.

2 Tawarikh 15: 7
15:7. Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"

Apa upahnya?
Hagai 2: 9, 24
2:9. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
2:24. Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mengambil engkau, hai Zerubabel bin Sealtiel, hamba-Ku--demikianlah firman TUHAN--dan akan menjadikan engkau seperti
cincin meterai; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

  • Perak= penebusan, kelepasan dari dosa-dosa sampai lidah berkata benar--tidak ada dusta.
    Amsal 10: 20
    10:20. Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

    Kalau dosa dihapuskan dan lidah berkata benar, maka seruan kita didengar oleh TUHAN.
    Yesaya 59: 1-2
    59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
    59:2. tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu,
    sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

    Kalau ada dosa, kita terpisah dari TUHAN; TUHAN tidak bisa mendengar doa kita dan TUHAN tidak bisa menjangkau kita. Tetapi kalau semua dosa sudah diselesaikan sampai lidah bisa berkata benar--bisa menyeru nama Yesus--maka telinga TUHAN bisa mendengar doa kita dan Dia mengulurkan tangan untuk MENJAMAH kita--untuk menolong kita dari segala masalah sampai yang mustahil.

    Inilah hasil dari melayani, yaitu dosa disingkirkan dan lidah berkata benar; tidak ada dusta--Ya katakan: Ya, tidak katakan: tidak. Kita menjadi rumah doa--TUHAN mendengar doa kita, telinga TUHAN mendengar doa kita, dan tangan TUHAN diulurkan untuk menjangkau atau menjamah kita, sehingga terjadi pertolongan TUHAN.


  • Emas= tabiat TUHAN, yaitu tunduk/taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
    Contoh: seperti Sarah tunduk kepada Abraham, Abraham taat kepada TUHAN untuk menyembelih anaknya.

    Yohanes 10: 27-28
    10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan
    seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    'Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku' = mendengar dan dengar-dengaran = taat.

    'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku' = kita dipegang oleh tangan TUHAN.

    Kalau emas, ini lebih dalam lagi (lebih tinggi lagi), yaitu kita DIPEGANG oleh TUHAN. Kalau tadi--perak--kita dijamah oleh TUHAN. Contoh: perempuan yang bungkuk dijamah TUHAN, bisa sembuh. Anak yang mati dijamah TUHAN, bangkit.

    Kalau kita taat--tunduk--, maka tangan TUHAN memegang kita--kita hidup dalam tangan TUHAN, sehingga ada jaminan kepastian untuk pemeliharaan hidup sekarang di zaman yang sulit, zaman antikris, sampai hidup kekal selamanya.

    Jangan ragu melayani TUHAN!

    "Dulu saya bodoh, 10 tahun lari, karena ayah saya bukan pendeta, tetapi pedagang. Saya piker-pikir: 'Nanti sekolah alkitab, pulang lalu jaga toko (sebab tidak punya gereja).' Kalau ayah saya punya gereja, saya pulang, masih bisa ada di gereja. Saya lari, sampai TUHAN kejar. Sekarang sudah tercelik. "

    Kalau hidup suci, kita akan diberi jabatan--TUHAN yang mengangkat dan menyertai. Kerjakan semuanya dengan semangat--setia, berkobar--dan kuat teguh hati. Itu saja dan upah sudah menanti kita.
    Perak, artinya penebusan--terlepas dari dosa-dosa dan mulut tidak salah--kita sudah dijamah oleh TUHAN; pertolongan TUHAN nyata.
    Lebih dari itu, emas, artinya tunduk taat dengar-dengaran, sehingga kita hidup dalam tangan TUHAN.


  • Cincin meterai= kasih dan kemurahan TUHAN yang sekuat maut memeluk kita. Ini lebih tinggi lagi--dijamah, dipegang, sampai DIPELUK oleh TUHAN.

    Kidung Agung 8: 3, 6
    8:3. Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.
    8:6. --Taruhlah aku seperti
    meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

    'kegairahan gigih' = cemburu gigih (terjemahan lama).

    Ayat 3 = tangan kiri di bawah kepala dan tangan kanan memeluk= menggendong.
    Ayat 8 = 'Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu'--diletakkan di dada--dan 'seperti meterai pada lenganmu', artinya kita digendong.

    Kita digendong oleh tangan kasih kemurahan TUHAN yang sekuat maut. Dia sudah buktikan saat Dia mati di kayu salib untuk mengalahkan maut. Inilah yang memeluk kita--berarti kita hanya seperti bayi.

    "Tadi kesaksian, seperti bayi. Saya memang tegas soal nikah. Saya ingin lihat mana suratnya. Kalau sampai ada kesalahan, saya yang menanggung kesalahan dan saya tidak dipakai oleh TUHAN. Tidak bisa main-main, karena soal nikah ini nomor satu dalam kabar mempelai. Saya bilang: 'Bagaimanapun harus berusaha.' Pandangan saya begitu saja. Kalau menikah memang dari TUHAN pasti bisa (ada suratnya). Kalau tidak bisa (tidak ada suratnya), berarti TUHAN belum izinkan untuk menikah.
    Dulu om Pong juga begitu. Saya diutus ke Kalimantan tidak diberi ongkos. Sebab Om Pong begini: kalau saya tidak kembali, berarti diutus ke sana. Kalau masih kembali, berarti masih diutus di Surabaya. Semuanya karena TUHAN. Apalagi kalau kita dipeluk oleh TUHAN. Kita seperti bayi, hanya bisa menangis dan tangan TUHAN yang bekerja, semua indah pada waktu-Nya. Bukan kejam, tetapi supaya mengandalkan TUHAN. Karena itu tadi yang bersaksi juga begitu. Akhirnya memang ada suratnya, ya berarti bisa menikah."

    Kita sebagai bayi dimandikan dari kotoran-kotoran, sampai sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.
    Kita semua tidak berdaya seperti bayi-bayi--hanya bisa menangis, tetapi kita ada di dalam gendongan tangan kasih kemurahan TUHAN yang sekuat maut. Maut sudah dikalahkan oleh TUHAN, apalagi yang lain.

    Dia jadikan semua indah dan sempurna pada waktu-Nya. Kalau semua sudah tidak bisa, serahkan saja pada TUHAN dan menangis kepada-Nya.

Mengenai apa saja, kita hanya bayi yang tidak berdaya. Harus ada perak--penebusan dan lidah yang benar--, supaya kita dijamah oleh TUHAN. Harus ada emas--taat--, supaya kita dipegang oleh TUHAN dan ada jaminan dari TUHAN. Yang terakhir, harus ada cincin meterai--kasih kemurahan TUHAN yang sekuat maut--, supaya kita dipeluk dalam gendongan tangan TUHAN dan kita aman.

Serahkan semua kepada Dia! Kita hanya berseru dan menangis kepada TUHAN. Maut saja dikalahkan-Nya, apalagi masalah yang lain. Musuh terakhir adalah maut. Kalau maut dikalahkan, yang lain pasti bisa. Sekalipun kita hanya bayi--sehelai rambut yang tidak berdaya--, TUHAN yang mampu melakukan semua bagi kita. Jangan putus asa dan jangan bangga!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top