English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Februari 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi kegoncangan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Oktober 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:13-16
10:13 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Juni 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Desember 2012 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 November 2009 (Kamis Sore)
Nubuat ke-7 tentang hukuman atas dunia saat kedatangan Yesus kedua kali.

Matius...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 08 Maret 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Keluaran 3, ada 3 pengalaman utama...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 01 Juni 2010 (Selasa Siang)
Perlakuan-perlakuan supaya korban lembu jantan muda ini bisa menjadi korban pendamaian/korban bakaran/korban penghapus dosa:
Meletakkan tangan di...

Ibadah Pendalaman Alktiab Surabaya, 21 November 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Januari 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya.
Dari siaran langsung Ibadah Persekutuan di Medan IV (25 Januari 2012 Sore)
Wahyu 19:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 April 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 07 Mei 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam perjalanan salib, Tuhan menyertai umat Israel...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja, 14 April 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:46-56 berjudul 'Nyanyian Pujian Maria'.

Isi dari nyanyian pujian Maria:
Ayat 46-50...

Ibadah Raya Malang, 19 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Raya Malang, 05 Maret 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja, 10 Desember 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 14 Februari 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 2
4:2. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

Rasul Yohanes dikuasai--diurapi--oleh Roh Kudus sehingga bisa melihat sebuah takhta di sorga dan Seorang yang duduk di atasnya.
Dulu, hanya rasul Yohanes seorang diri yang mendapat penglihatan ini; bagi kita sekarang, kita--semua gereja akhir zaman--bisa melihat takhta sorga dan Seorang--pribadi TUHAN--yang duduk di atasnya lewat pembukaan firman TUHAN.

Mengapa TUHAN menunjukkan takhta dan pribadi-Nya kepada kita semua?
Pada hari rabu yang lalu (Ibadah Doa Surabaya, 10 Februari 2016), kita membaca dalam kitab Yesaya: saat TUHAN duduk di takhta, ujung jubah-Nya melingkupi Bait Suci. Artinya: kita mengalami kuasa ujung jubah TUHAN.

Jangan menjadi orang Kristen yang suka pamer--pamer kuasa dan lain-lain! TUHAN menunjukkan takhta dan pribadi-Nya bukan untuk pamer, tetapi ada maksud rohani di dalamnya dan untuk kepentingan kita.

Mazmur 11: 4
11:4. TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

Kalau TUHAN duduk di takhta-Nya, maka mata TUHAN--perhatian TUHAN--sedang mengamat-amati kita.
Jadi, mengapa TUHAN menunjukkan takhta dan pribadi-Nya? Supaya kita mengalami perhatian TUHAN yang luar biasa; kita mengalami lawatan TUHAN.

Lukas 7: 11-17
7:11. Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
7:12. Setelah
Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
7:13. Dan ketika TUHAN melihat janda itu,
tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
7:14. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
7:15. Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
7:16. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "
Allah telah melawat umat-Nya."
7:17. Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.


'Allah telah melawat umat-Nya'= Ini adalah salah satu bentuk perhatian TUHAN--lawatan TUHAN.
Sebenarnya, penampilan takhta dan pribadi TUHAN hanya untuk melawat umat-Nya, yaitu bangsa Israel--umat pilihan TUHAN--; keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub secara jasmani.

Ada 2 kelompok bangsa di dunia, yaitu bangsa Israel dan bangsa kafir. Di luar bangsa Israel adalah bangsa kafir.

Bagaimana dengan kita bangsa kafir--yang di mata TUHAN hanya seperti anjing dan babi?
Roma 11: 25-26
11:25. Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26. Dengan jalan demikian
seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.
'bangsa-bangsa lain' = bangsa kafir.

Karna sebagian umat Israel menjadi keras hati--menolak Yesus; menolak penyelamatan--, maka ada kesempatan/tempat kosong untuk ditempati oleh bangsa kafir.

"Seumpama, bangsa Israel adalah selembar kertas--100%. Lalu sebagian menolak TUHAN--kertas yang utuh tadi disobek sebagian--, sehingga ada tempat kosong. Kemudian diisi oleh bangsa lain/bangsa kafir--sobekan kertas tadi diberi coretan--sehingga menjadi utuh 100% lagi ('Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan')."



Sebenarnya bangsa kafir tidak mendapat lawatan TUHAN, tetapi karena sebagian Israel keras hati--menolak Yesus; menolak penyelamatan--, maka terbuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk diselamatkan, sehingga seluruh Israel diselamatkan.

Isitlah 'seluruh Israel' di sini sama dengan Israel secara rohani, yaitu terdiri dari bangsa Israel asli dan bangsa kafir. Artinya: semua mendapat lawatan TUHAN untuk diselamatkan dan menjadi umat TUHAN.

Ini yang disebut dengan kemurahan TUHAN bagi bangsa kafir--kemurahan TUHAN yang seharga darah Yesus/kurban Kristus di kayu salib; kalau untuk bangsa Israel--yang memang umat pilihan TUHAN--disebut dengan kasih TUHAN.

Jadi. harga keselamatan--lawatan TUHAN--tidak bisa dibeli oleh apapun, sebab seharga darah Yesus/kurban Kristus di kayu salib.

Tadi, ada rombongan--janda dan anaknya yang mati--keluar dari kota Nain menuju ke kuburan, tetapi mereka bertemu dengan rombongan TUHAN Yesus.
Rombongan Yesus datang dari luar kota Nain--bisa diartikan juga datang dari kuburan--menuju ke kota Nain.

Kedua rombongan ini bertemu di pintu gerbang ('Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar....').
Tinggal selangkah lagi rombongan janda ini keluar, tetapi tepat di pintu gerbang mereka bertemu dengan Yesus, sehingga tidak jadi ke kuburan. Ini yang disebut dengan PINTU GERBANG KEMURAHAN.

Sebenarnya, bangsa kafir yang hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa--bagaikan anjing dan babi--, perjalanannya sedang menuju ke kuburan, yaitu dalam kesengsaraan sampai binasa selamanya di neraka. Tetapi di pintu gerbang kemurahan, bangsa kafir mendapat lawatan TUHAN, sehingga bangsa kafir berbalik arah, yaitu kembali menuju ke Nain--Nain artinya tempat paling menyenangkan; bisa juga disebut sebagai kerajaan sorga. Dari kuburan--kebinasaan/neraka--berbalik arah menuju kerajaan sorga yang kekal.

Hanya ada satu kesempatan di pintu gerbang. Kalau ia keluar dari situ, ia sudah langsung ke kuburan. Inilah pintu gerbang kemurahan TUHAN/pintu gerbang lawatan TUHAN yang seharga kurban Kristus bagi kita bangsa kafir. Ini yang bisa menyelamatkan manusia.

Mari, malam ini jangan keluar dari pintu gerbang kemurahan TUHAN, sebab di situlah tempat bagi bangsa kafir. Kita harus bertahan di sini!

Roma 11: 22
11:22. Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

Sikap bangsa kafir adalah harus tetap berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN; sama dengan selalu memperhatikan kemurahan TUHAN--karena TUHAN sudah memperhatikan kita--dan selalu berada di dalam kemurahan TUHAN. Jangan lepas dari kemurahan TUHAN! Di luar kemurahan TUHAN, hanya ada kuburan.

Sehebat apapun bangsa kafir, jika berada di luar kemurahan TUHAN, ia hanya menuju ke kuburan--dalam penderitaan, kesengsaraan, kutukan, sampai kebinasaan selamanya di neraka.

Bukti bahwa bangsa kafir selalu berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN--selalu memperhatikan dan selalu berada dalam kemurahan TUHAN--:

  1. Roma 2: 4
    2:4. Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
    Kalau TUHAN masih memberikan kemurahan-Nya lewat kurban Kristus dan belum menghukum kita, maksudnya adalah supaya kita bertobat.

    Bukti yang pertama kita tetap berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN adalah: BERTOBAT = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa. Jangan mengulang-ulangi dosa!

    "Bukan diukur dari kekayaannya: 'Oh, ini kemurahan TUHAN.' Orang di luar Yesus banyak yang lebih kaya."

    Kita harus sungguh-sungguh! Saat kita mendengar firman yang menunjukkan dosa-dosa kita, itu merupakan kesempatan bagi kita untuk menyadari, menyesali dan mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama. Jika sudah diampuni, jangan mengulang-ulangi dosa lagi! Jika mengulang-ulangi dosa, dosa akan semakin meningkat sampai puncaknya dosa--dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan--, sehingga kita akan tampil seperti anjing dan babi yang hanya dibinasakan selamanya.

    Sebenarnya, TUHAN sudah memberikan sarana untuk bertobat--tidak sembarangan dalam bertobat.
    Roma 2: 4
    2:4. Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
    Ada 3 sarana untuk bertobat:


    • Kemurahan TUHAN.
      TUHAN memberikan tubuh, jiwa, dan roh kepada kita, sehingga kita bisa bertobat dan harus bertobat--karena Yesus menebus manusia berdosa dengan tubuh manusia.

      Jadi, selama kita masih punya tubuh, kita masih bisa bertobat--bisa ditebus oleh TUHAN--, apapun dosa kita. Kalau kita sudah meninggal dunia--tidak ada tubuh lagi--, kita sudah tidak bisa bertobat lagi.

      Malaikat hanya roh, tidak punya tubuh, jadi tidak bisa bertobat. Kalau jatuh dalam dosa, langsung menjadi setan, tidak ada kesempatan untuk bertobat--seperti Lucifer.
      Roh adalah penurut, tetapi kalau sampai jatuh dalam dosa, itu sudah luar biasa.

      Seandainya setan punya tubuh, dia pasti bertobat lebih dulu karena dia tahu betapa dahsyatnya neraka. Karena tidak bisa bertobat, setan mempengaruhi kita, supaya tidak mau bertobat, sampai tidak bisa bertobat.

      Binatang hanya mempunyai tubuh saja, tetapi tidak mempunyai roh. Bisa bertobat, tetapi tidak perlu, sebab rohnya tidak kembali pada TUHAN.


    • Kesabaran TUHAN.
      Panjang sabar TUHAN yaitu:


      1. Kita masih diberi umur panjang.
      2. TUHAN belum datang kedua kali.


    • Kelapangan hati TUHAN; keluasan hati TUHAN, artinya TUHAN bisa mengampuni segala jenis dosa kita; senajis dan sekotor apapun dosa kita bisa diampuni oleh TUHAN.

      "Kalau kita, Seringkali pilih-pilih. Misalnya antara suami dan isteri. Saat isteri berkata pada suami: 'Aduh Pak, uangnya habis,' sementara suami masih ada banyak uang, tidak apa-apa. Tetapi kalau: 'Pak, saya selingkuh,' suami mulai berat untuk mengampuni."

      Itu artinya hati kita sempit. Siapa manusia yang tidak pernah berbuat dosa? Kita harus belajar memiliki kelapangan hati seperti TUHAN, yaitu bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakannya, apapun bentuk dosanya--seperti TUHAN sudah mengampuni semua dosa kita.


    Inilah bukti pertama bahwa kita tetap berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN. Kita menuju ke kota Nain--kerajaan sorga--, bukan ke kuburan.
    Memang bangsa kafir tadinya seperti anjing dan babi--berdosa--, tetapi TUHAN sediakan pintu gerbang kemurahan lewat kurban-Nya di kayu salib. Kita yang tadinya menuju ke kuburan sudah disongsong oleh TUHAN, supaya tidak menuju ke kuburan, tetapi kembali lagi ke kota Nain--tempat paling menyenangkan, yaitu kerajaan sorga.

    Bukti pertama berada di pintu gerbang kemurahan adalah bertobat.
    Ap a saja Dosa yang mengikat kita dan sulit kita lepaskan--sudah menjadi berhala?

    Seringkali kita lebih memilih dosa dari pada TUHAN atau firman. itu berarti dosa sudah menjadi berhala. Kita tahu firman TUHAN mengatakan: Tidak boleh, tetapi kita lakukan, itu sama dengan penyembahan berhala. Lebih mempertahankan dosa dari pada TUHAN/firman TUHAN.

    Malam ini, kita masih punya tubuh dan masih ada kemurahan, panjang sabar, dan keluasan hati TUHAN. Dia mempu mengampuni dan melupakan apapun dosa kita. TUHAN tolong kita semua.

    Tetapi hati-hati! Ada yang keras hati!
    Roma 2: 5
    2:5. Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

    Bangsa kafir yang keras hati tidak mau bertobat. Ini sama dengan keluar dari pintu gerbang kemurahan TUHAN.
    Tidak mau bertobat sama dengan mempertahankan dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum--merokok, mabuk, dan narkoba--dan kawin-mengawinkan--dosa percabulan, termasuk nikah yang salah.

    Kalau sudah ditegor firman dan diberi kesempatan lewat pemberitaan firman yang menunjukkan dosa-dosanya, tetapi tetap tidak mau bertobat, maka satu waktu ia tidak bisa bertobat; ia menjadi sama seperti setan. Dan ini berarti sudah berada di luar pintu gerbang kemurahan TUHAN; dia sudah menimbun murka atas dirinya dan akan mengalami hukuman TUHAN yang kekal di neraka.

    Tetapi sebaliknya, jika setiap firman diberitakan untuk menunjuk dosa-dosa dan kita mau bertobat, maka satu waktu kita tidak bisa berbuat dosa lagi seperti Yesus. Ini puncak pertobatan.

    "Saya selalu menerangkan, seumpama dosa itu mulai dari a sampai z. Kita bertobat dari dosa a dan tidak mau lagi, lalu bertobat dari dosa b, tidak mau lagi berbuat dosa. Bertobat dari dosa c, dosa d sampai dosa z, sehingga tidak ada dosa lagi. Kita tidak bisa berbuat dosa lagi."

    Jadi, ada 2 arus: yang satu menuju ke kuburan dan satu lagi menuju ke Nain. Orang yang mau menerima kesempatan dari TUHAN lewat firman dan mau terus bertobat sampai tidak bisa berbuat dosa, ia sungguh-sungguh menuju ke Nain--kerajaan sorga.

    Tetapi orang yang keras hati--tidak mau mengaku dosa saat ditunjuk oleh firman--satu waktu ia tidak bisa bertobat lagi seperti setan. Ia keluar dari pintu gerbang kemurahan dan menuju ke kuburan. Ia mengalami murka TUHAN sampai kebinasaan kekal di neraka.

    Dua arus ini selalu terjadi. Mana yang dipilih? Mulai dari seorang gembala, harus memilih untuk tetap berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN. Kita harus memilih salah satu, tidak bisa dua-duanya! Tidak bisa kita katakan: 'Ya om, pelan-pelan om. Saya di tengah terus. Bertobat ya tidak, tetapi saya rindu bertobat. Belum bisa bertobat om, belum waktunya.' Di tengah terus. Mau ke mana nantinya? Harus tegas! Pilih bertobat! TUHAN tolong kita semua.
    Biarlah malam ini kita betul-betul lepas dari dosa.

    Dalam khotbah tadi pagi di Malang, ada istilah Yesus mengusir orang yang berjual beli di Bait Allah dan membalikkan meja-meja penukar uang.
    Ini artinya perlu penyucian yang tegas oleh pedang firman. Sangat penting! Jangan pelan-pelan! Ini menentukan nasib kita.

    Banyak yang tidak terima: 'Penyucian kok kasar begitu ya.' Coba kalau meja penukar uang hanya dipindah--pelan-pelan--, sebentar lagi akan dibawa masuk lagi ke dalam Bait Allah.
    Karena itu harus diusir dan dijungkirbalikkan. Kalau mejanya sudah patah, tidak akan bisa dipakai lagi, tetapi dibuang semua. Mari kita sungguh-sungguh bertobat!


  2. Titus 3: 4-5
    3:4. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh
    permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    'permandian kelahiran kembali' = baptisan air.
    'pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus' =baptisan Roh Kudus.

    Bukti yang kedua kita tetap berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN: kita masuk dalam baptisan air dan baptisan Roh Kudus--lahir baru dari air dan Roh.

    BAPTISAN AIR
    Roma 6: 4

    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--, harus dikuburkan di dalam air bersama Yesus, kemudian bangkit/keluar dari dalam air bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru--hidup sorgawi/langit terbuka--yaitu hidup dalam kebenaran. Secara pribadi, dalam kuliah, bersekolah, berlalu lintas, ibadah dan lain-lain, semua harus benar.

    Mungkin sudah masuk baptisan air yang benar, mari periksa bagaimana hasilnya, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Jangan ada yang tidak benar! Begitu ada yang tidak benar, saat itu sudah keluar dari pintu gerbang kemurahan -mulai bersuasana kuburan, yaitu suasana tidak enak; susah; sedih.

    "Dalam bekerja, kita paksakan yang tidak benar: 'Ini untungnya banyak,' sama dengan melangkah ke luar, ke kuburan. Sudah bersuasana kuburan. Jangankan kuburan, suasana rumah sakit saja sudah tidak enak. Saya sebagai gembala, sering besuk ke rumah sakit. Kadang-kadang melihat dokternya sendiri berdiri jauh-jauh. Apalagi kalau mendampingi pasien yang punya penyakit berat. Dokter saja jauh-jauh, tetapi gembala harus maju."

    Kalu tidak benar, kita melangkah ke luar dari pintu gerbang kemurahan dan menuju ke kuburan. Kalau diteruskan, akan sampai pada kuburan kekal yaitu tenggelam dalam lautan api dan belerang. Lebih baik, sekarang masuk dalam kuburan baptisan air. Kita kuburkan semua dan kita hidup benar--kita menuju ke kota Nain, tidak ke kuburan lagi. Mari, pertahankan hidup benar!

    BAPTISAN ROH KUDUS
    1 Timotius 4: 1-2

    4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
    4:2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

    Roh dengan tegas mengatakan bahwa akan ada penyesatan. Artinya: kalau kita mengalami baptisan Roh Kudus--mengalami urapan dan kepenuhan Roh Kudus--, kita akan mengalami hidup baru yaitu tegas untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran. Tidak mau disesatkan.

    Ini urapan Roh Kudus, yaitu sampai bisa berkata: 'Ya Abba, ya Bapa.' Bukan hanya berbahasa Roh saja. Seringkali bahasa Roh hanya digunakan untuk demostrasi saja.

    Jangan memberi kesempatan satu kalipun untuk mendengar yang tidak benar! Hawa hanya satu kali mendengar yang tidak benar, langsung habis.

    Jadi, mengalami baptisan air dan baptisan Roh Kudus adalah HIDUP DALAM KEBENARAN dan BERPEGANG TEGUH KEPADA FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR, sehingga kita menjadi ORANG BENAR.
    Orang benar, artinya: hidupnya benar dan pengajarannya benar. Kita harus pegang kedua hal ini.

    "Ada orang yang hidupnya sudah benar--tidak berbuat dosa--tetapi pengajarannya tidak benar. Itu berarti disesatkan, sehingga menjadi tidak benar. Ada juga yang pengajarannya benar, tetapi hidupnya tidak benar--tidak sesuai pengajaran benar. Sama saja. Jadi, harus benar keduanya."

    Orang benar mendapati tempat penggembalaan yang benar.
    'Nain', selain berarti tempat yang menyenangkan, juga artinya padang rumput.

    Amsal 12: 26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    'tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri' = orang yang hidup dan pengajarannya tidak benar, akan disesatkan.

    'Orang benar mendapati tempat penggembalaannya', artinya TERGEMBALA dengan benar dan baik.

    Tadi, Nain memiliki 2 arti, ayitu tempat palign menyenangkan dan padang rumput--penggembalaan.
    Artinya: kita menjadikan tempat penggembalaan yang benar dan baik sebagai tempat yang paling menyenangkan.

    Rumah tangga juga menjadi tempat paling menyenangkan/tempat yang paling dirindukan, sehingga selalu ingin pulang.

    "Jangan ke tempat lain, bahaya! Sementara isteri di rumah, kita rindu ke tempat lain, itu gawat."

    Kalau sudah menjadi tempat paling menyenangkan, pasti bisa duduk, tidak akan jalan ke sana ke mari dan tidak mau bergeser. Seperti 5000 orang laki-laki duduk di atas rumput.
    Duduk artinya mantap dalam penggembalaan yang benar.

    Mulai dari laki-laki--seorang gembala/suami--harus mantap dalam penggembalaan yang benar.

    "Saya ada tugas ke luar, tetapi penggembalaan tetap nomor satu."

    Kalau sudah duduk, maka hasilnya:


    • Tidak bisa jatuh dan tidak bisa disesatkan.
    • 5 roti 2 ikan untuk 5000 orang--belum termasuk perempuan dan anak-anak--, ada sisa 12 bakul. Artinya: terjadi pemeliharaan dan perlindungan TUHAN secara ajaib.
      Mungkin gaji kita hanya seperti 5 roti dan 2 ikan, tetapi jika kita hidup dalam tangan TUHAN, maka kita bisa hidup.

      Kita tidak hidup dari gaji, tetapi dari tangan kemurahan Gembala Agung. tangan TUHAN yang menentukan mati hidup kita.

      "Gembala bukan hidup dari jemaat. Kalau hidup dari jemaat, saya sudah mati, karena bertahun-tahun tidak ada jemaat. Tahun '92-93, baru dipercaya jemaat, tetapi ongkos bisnya saja tidak cukup, apalagi makannya. Berarti saya mati kalau bergantung pada jemaat."

      Mari, kita semua hanya bergantung pada tangan Gembala Agung. Kita boleh punya semuanya, tetapi itu hanya sarana. Yang menentukan adalah tangan Gembala Agung. Duduklah! Kalau jalan-jalan, bagaimana bisa mendapatkan roti? Itulah kesalahan kita. Kita mau cari sendiri, padahal TUHAN sudah sediakan di tempatnya.


    • Terjadi penyucian, cacat cela kita dihapus oleh TUHAN.
      Markus 16: 14
      16:14. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
      Kalau duduk makan bersama TUHAN, selain dipelihara dan diselamatkan, kita juga disucikan--cacat cela sedang dihapuskan oleh TUHAN.

      Banyak cacat cela kita, salah satunya adalah dosa tidak percaya--bimgang/ragu.

      Kita banyak bimbang dan lebih memilih yang lain dari pada TUHAN. Semua dihapus, sampai satu waktu kita sempurna--tidak bercacat cela.


    Mari, ikut TUHAN itu berjenjang. Yang penting, kita tetap berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN--salib TUHAN. Mulai dengan bertobat, lalu masuk baptisan air dan Roh Kudus, sampai kita hdiup benar--pegang teguh penngajaran yang benar dan taat dengar-dengaran. Kita menemukan tempat penggembalaan sebagai tempat yang paling menyenangkan dan di situlah tangan Gembala Agung bekerja bagi ktia untuk menyelamatkan, memelihara, dan menyucikan ktia, sampai satu waktu tidak bercacat cela.

    Efesus 4: 11
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

    Kalau sudah disucikan dalam penggembalaan, maka semetara kita disucikan, kita pasti diberi jabatan pelayanan. Kita diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja, dan kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita mendapat jubah indah dari TUHAN.

    "Yang sudah baptisan, akan ada penataran imam-imam dan calon imam-imam. Saya juga ditatar, supaya yang sudah melayani, bisa semakin indah dan meningkat. Yang bleum melayani, bisa mendapatkan jubah indah. Bukan saya yang panggil-panggil untuk melayani, tetapi semua dari TUHAN. Saya percaya, kalau firman menyucikan kita, pasti bisa melayani, itdak usah disuruh. TUHAN yang memberikan jabatan pelayanan. Kita mendapat jubah indah dari TUHAN."

    Hati-hati! Jangan mengatakan kalau hidup kita disengsarakan dalam pelayanan! Justru dalam pelayanan, kita mendapatkan jubah indah. Hidup kita semakin indah di hadapan TUHAN.

    Mengapa harus dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus; harus memiliki jubah indah?:


    • Supaya hidup kita semakin indah.
    • Supaya kita tidak masuk dalam pembangunan tubuh Babel--kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan--yang akan dibinasakan selamanya.
      Ada tubuh Kristus--mempelai wanita Tuhan--dan ada tubuh Babel--mempelai wanita setan.

      Kalau tidak masuk pembangunan tubuh Kristus, pasti masuk dalam pembangunan tubuh Babel--keluar dari pintu gerbang kemurahan TUHAN dan menuju kuburan.

      Tetapi pembangunan tubuh Kristus mengarah pada kerajaan sorga yang kekal--Nain. Kalau kita memiliki jubah pelayanan, maka arah kita jelas, yaitu menuju kerajaan sorga yang kekal.


    Inilah bukti yang kedua kita tetap berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN.
    Yang pertama: bertobat. Yang kedua: masuk baptisan air dan Roh Kudus. Kita lahir baru, hidup benar, dan pegang pengajaran yang benar. Kita menjadi orang benar yang digembalakan. Kita disucikan dan kita diberi jubah yang indah oleh TUHAN--kita dipakai untuk kemuliaan nama TUHAN.


  3. 2 Korintus 4: 1
    4:1. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

    Bukti yang ketiga kita tetap berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN: tidak tawar hati--kuat dan teguh hati--dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

    Sesudah menerima jabatan pelayanan dari TUHAN, jangan tawar hati. Artinya: TETAP SETIA BERKOBAR-KOBAR dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN--sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN berikan kepada kita--sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai Yesus datang kedua kali--, apapun tantangan dan rintangan yang kita hadapi. Kita tidak pernah tersandung dan tidak tinggalkan ibadah pelayanan.

    Sekarang, banyak yang sudah melayani tetapi melepaskan jubahnya, seperti Yudas Iskariot. Jangan!
    Jangan tersandung dan jatuh dalam ibadah pelayanan! Ada orang yang jatuh dalam dosa, tetapi ada orang yang tersandung dan jatuh dalam panggilan dan pilihan--pelayanan kepada TUHAN--sehingga tidak mau melayani lagi.

    2 Petrus 1: 10-11
    1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11. Dengan demikian kepada kamu akan
    dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan TUHAN dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    Melayani sampai garis akhir, sama dengan melayani sepenuhnya--melayani sampai penuh--, sehingga kita mendapat hak penuh untuk masuk kerajaan sorga yang kekal--menuju ke Nain, bukan kuburan.

    Kalau tidak setia, haknya mulai berkurang dan satu waktu tidak bisa masuk dalam kerajaan sorga.
    Rugi sekali kalau kita tersandung. Ini tiket masuk sorga. Jangan!

    "Hak penuh masuk sorga, bagaikan tiket untuk masuk pintu gerbang kerajaan sorga. Kalau tidak setia, itu sama dengan mengurangi hak penuh; bagaikan tiket disobek-sobek. Begitu tidak setia, tiketnya mulai disobek sedikit. Tidak setia lagi, disobek lagi. Lama-lama tinggal sedikit, dan saat mau masuk, tidak bisa lagi karena tiket sudah tidak berlaku lagi. Seringkali kita tidak sadar, masih merasa yang paling hebat. Terutama kami, para gembala. Sudah tidak memberi makan jemaat, tidak berkhotbah, tetapi tetap merasa yang paling hebat. Padahal tiketnya sudah tidak utuh lagi, sedangkan tiket jemaat masih utuh--dia tidak masuk, sementara jemaat terus beribadah. Sampai terakhir, jemaatnya bisa masuk sorga, dia yang tidak bisa masuk. Ini yang bahaya! Yang sudah tersandung, mari kembali, jangan tersandung lagi! Kalau tersandung pada saya atau keluarga saya, bicarakan pada saya, saya akan meminta ampun kalau saya salah. Tetapi kalau tidak salah, percayalah. Tidak ada masalah. Rugi, kalau tiket ke rumah makan atau ke mana masih bisa dibeli lagi. Tetapi tiket masuk kerajaan sorga, tidak bisa dibeli."

Inilah 3 bukti kita tetap berada pada pintu gerbang kemurahan TUHAN:

  1. bertobat,
  2. masuk baptisan air dan Roh Kudus. Kita mengalami kelahiran baru--hidup benar dan pegang teguh pengajaran yang benar--, sehingga kita dipakai untuk melayani TUHAN.


  3. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir. Jangan putus asa! Jangan mundur!

Jika kita tetap berada pada pintu gerbang kemurahan dengan 3 bukti di atas, maka kita mendapatkan lawatan TUHAN; sama dengan kita mendapatkan uluran tangan belas kasih dan kemurahan TUHAN.

Seperti tadi, begitu rombongan janda dan anaknya yang sudah mati bertemu dengan Yesus di pintu gerbang, Yesus langsung mendatangi usungan jenazah dan Ia mengulurkan tangan-Nya, sehingga orang muda itu bangkit.
Kalau tidak bertemu Tuhan di pintu gerbang, arahnya pasti lain dan tidak bertemu TUHAN.

Kalau tidak bertobat, tidak hidup benar, tidak berpegang teguh pada pengajaran benar, tidak digembalakan, tidak melayani Tuhan, dan tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan, arahnya pasti lain, yaitu menuju ke kuburan. Tidak akan pernah bertemu dengan TUHAN.

Tiga hal ini syarat pokok supaya kita tetap berada di intu gerbang kemurahan TUHAN.
Kalau 3 bukti ini ada, maka mau tidak mau, Yesus harus melawat hidup kita--harus mengulurkan tangan-Nya kepada kita--, apapun keadaaan kita.

Lukas 7: 13-14
7:13. Dan ketika TUHAN melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
7:14. Sambil menghampiri usungan itu
Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"

'tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan' = kemurahan TUHAN.
'Ia menyentuhnya' = TUHAN mengulurkan tangan belas kasih; anugerah; dan kemurahan-Nya.

Biarlah mulai malam ini, kita selalu berada pada pintu gerbang kemurahan TUHAN; kita selalu mengalami lawatan/perhatian TUHAN--uluran tangan kemurahan; belas kasih; dan anugerah TUHAN yang besar--, sehingga kita mengalami kuasa kebangkitan TUHAN yang sanggup membangkitkan orang yang sudah mati.
Artinya:

  1. Yang pertama: kuasa untuk menghapus segala kemustahilan.
    Mati menjadi bangkit, apalagi hanya sakit, bisa sembuh. Segala perkara yang mustahil diselesaikan oleh lawatan tangan TUHAN, apapun bentuknya.


  2. Anak muda ini sudah mati--tidak bisa sekola, tidak bisa kerja dan lain-lain; tidak ada masa depan. Tetapi setelah dijamah TUHAN, ia bangkit.

    Yang kedua: dari gagal total dan tidak ada masa depan, menjadi ada masa depan yang berhasil dan indah.

    "Mungkin ada yang mau kuliah lagi, mau menambah modal; silakan. Tetapi jangan lupa untuk tetap berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN! Kalau di luar, TUHAN tidak tanggung jawab. Sekarang, baru menambah modal, sudah ada toko lagi yang buka di sebelahnya. Tetapi kalau kita berada di pintu gerbang kemurahan TUHAN, apapun keadaan dunia, kita hidup dari jamahan tangan TUHAN. Serahkan pada TUHAN!"


  3. Yang ketiga: kehancuran nikah dan buah nikah dijamah oleh TUHAN, sehingga nikah dan buah nikah tetap dipelihara oleh TUHAN, yaitu tetap dalam kebenaran, kesucian, dan kesatuan nikah, sampai mencapai perjamuan kawin Anak Domba Allah. Ini yang harus kita doakan.

    "Masalah nikah dan buah nikah, bagi kami hamba TUHAN merupakan pukulan telak. Kalau masalah membangun gereja, tetapi belum ada uang, itu biasa. Tetapi masalah nikah dan buah nikah, betul-betul pukulan telak. Mari, selalu dijaga. Sebagai suami, isteri, harus menjaga. Jangan berkhianat! Kalau seorang mengkhianati kita, jangan ikut-ikut! Kalau sudah diingatkan, terserah. Dia sedang menuju ke kuburan Biar kita tetap berada di tangan TUHAN. Jangan saling membalas, tetapi biarlah kita tetap berada di pintu gerbang. Tetap jaga kebenaran, kesucian, dan kesatuan nikah! Nanti satu waktu, jamahan tangan TUHAN yang bekerja. Mungkin anak-anak kita nakal, mari, tetap di pintu gerbang. Kita mohon jamahan tangan TUHAN. Selain kita mendidik dan menghajar anak kita, lebih dari itu adalah jamahan tangan TUHAN. "


  4. Yang keempat: 'Jangan menangis!', artinya:


    1. TUHAN sanggup menghapuskan segala kesusahan, kepedihan, penderitaan, air mata, dan pahit getir hidup kita; TUHAN ubahkan menjadi kebahagiaan sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia.


    2. Tidak ada setetes pun air mata. Artinya: kita disucikan dan diubahkan oleh TUHAN sampai sempurna; sama mulia seperti Dia. Kita layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sampai masuk Yerusalem baru di mana tidak ada setetespun air mata. Sampai di sini jamahan/lawatan TUHAN.

Itu sebabnya TUHAN memperlihatkan takhta dan pribadi-Nya. Bukan untuk demo atau show, tetapi untuk kepentingan kita.

Ada ujung jubah, tetapi juga ada mata TUHAN--lawatan TUHAN. Apa keadaan kita? Malam ni, asalkan masih bisa kembali pada pintu gerbang kemurahan TUHAN--kembali bertobat, hidup benar, digembalakan, disucikan, dan melayani TUHAN dengan setia dan berkobar-kobar--, maka jamahan tangan TUHAN akan selalu kita alami.

Sampai nanti betul-betul tidak ada lagi setetespun air mata. Betapa bahagianya, kita terangkat bersama keluarga kita, tanpa setetespun air mata lagi. Kita bahagia bersama TUHAN. Jangan satu terangkat, yang satu tertinggal! Mari, kita berdoa semua, supaya semua berada dalam lawatan/jamahan tangan TUHAN.

Apapun keadaan kita, malam ini--tidak usah besok--, kita masih bisa kembali pada pintu gerbang kemurahan TUHAN. TUHAN menolong kita. Semua bisa diselesaikan oleh TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top