Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
  1. [ayat 13] penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar.
  2. [ayat 14] penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja.
  3. [ayat 15] penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil.
  4. [ayat 16] penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga.

ad. 4. Penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga.
Wahyu 1:16
1:16Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, tandanya:
  1. Tangan kananNya memegang 7 bintang.
  2. Dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua.
  3. WajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari terik.

Kita masih mempelajari tanda yang ketiga, yaitu wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari terik.
Dalam pemberitaan firman dan doa penyembahan, kita bisa melihat wajah Yesus yang bersinar-sinar bagaikan matahari terik, sehingga kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari wajah. Di wajah terdapat panca indra.
Pembaharuan panca indra = pembangunan Tabernakel jaman Musa = pembangunan Bait Allah yang rohani atau pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Keluaran 25:1-7
25:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
25:2 “Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
25:3 Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga;
25:4 kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing;
25:5 kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan kayu penaga;
25:6 minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,
25:7 permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.


Bahan pembangunan Tabernakel:
  1. Bahan logam: emas, perak, tembaga.
    Ini adalah untuk pembangunan rangka Tabernakel, menunjuk pada pendirian/ pengakuan iman yang teguh.

    Roma 10:9-10
    10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
    10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.


    Mulut harus mengaku bahwa adalah Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita.

  2. Bahan rempah-rempah yang menghasilkan bau harum.
    Ini menunjuk pada hidung.

  3. Binatang berkaki empat, diambil kulitnya.
    Ini menunjuk pada kulit atau indra peraba.

  4. Bahan batu-batuan.
    Amsal 25:12
    25:12 Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.

    Amsal 25:12[terjemahan lama]
    25:12 Seperti anting-anting keemasan berpatutan dengan kalung yang dari pada emas sepuluh matu, demikianpun telinga yang suka mendengar itu berpatutan dengan penegur yang berbudi.

    Batu-batuan salah satunya digunakan untuk anting-anting.
    Ini menunjuk telinga yang suka mendengar.

  5. Binatang kerang-kerangan, jika ditumbuk akan menghasilkan warna.
    Ini menunjuk pada mata. 

Dulu, bahan-bahan ini diserahkan untuk dibangun menjadi Tabernakel.
Sekarang artinya lima indra harus diserahkan pada Tuhan untuk dibaharui oleh Tuhan, dan dibangun menjadi tubuh Kristus yang sempurna.

Bait Allah jasmani harus diruntuhkan supaya terjadi pembangunan bait Allah rohani.

Pembaharuan panca indra:
  1. Pembaharuan mata.
    Markus 13:1-2
    13:1 Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!”
    13:2 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

    Mata daging hanya tertuju pada perkara jasmani. Kalau mata hanya tertuju pada perkara jasmani, sampai ibadah pun hanya melihat perkara jasmani, maka kerohanian kita akan runtuh dan iman kita gugur.

    Mata yang dibaharui adalah hanya tertuju pada firman nubuat sekalipun harus mengorbankan perkara jasmani.

    2 Petrus 1:19
    1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannyasama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

    Firman nubuat adalah firman yang memberitakan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi di akhir jaman, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga. Firman nubuat ini untuk menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai kita sama mulia dengan Yesus dan menjadi Mempelai Wanita Surga. Ini disebut juga firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua atau Kabar Mempelai.

    2 Korintus 4:3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Kalau kita memperhatikan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua atau Kabar Mempelai, maka cahaya kemuliaan Kristus akan menyinari hati kita yang gelap. Dari dalam hati yang sudah disucikan dan diubahkan oleh Kabar Mempelai akan memancarkan terang lewat perbuatan dan perkataan yang benar, suci, dan baik. Terang itu semakin hari akan semakin membesar untuk menampilkan kita sebagai:
    • Terang/ pelita dalam rumah tangga.
    • Terang di depan semua orang.
    • Terang dunia = bintang timur yang gilang-gemilang bersinar di dalam hati kita.


  2. Pembaharuan telinga.
    Markus 13:7
    13:7 Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

    Telinga daging suka mendengar kabar-kabar atau gosip-gosip yang hanya menimbulkan pertengkaran dan peperangan antar saudara, dalam jemaat, antar gereja.

    Telinga yang dibaharui adalah suka mendengar firman pengajaran yang benar dan dengar-dengaran.
    Tidak dengar-dengaran akan mengubah suasana Firdaus menjadi suasana kutukan, letih lesu, beban berat, susah payah, air mata, sampai kebinasaan. Sekali saja tidak taat, maka akan kehilangan suasana Firdaus dan diganti suasana susah payah sampai kebinasaan.
    Yesus taat dengar-dengaran sampai mati terkutuk di kayu salib, maka Ia membuka pintu Firdaus. Orang yang disalib di sebelah Yesus sudah terkutuk dan susah payah hidupnya, tetapi karena taat dengar-dengaran, dia bisa kembali ke Firdaus.

    Lukas 2:20
    2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

    Kalau telinga mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar dan mata tertuju hanya pada firman nubuat, maka kita akan dipakai sebagai gembala, atau kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik.

    2 Petrus 2:7-8
    2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
    2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa--


    Keadaan gereja Tuhan akhir jaman adalah seperti Lot pada jaman Sodom dan Gomora, yaitu setiap hari melihat perbuatan jahat dan najis di mana pun juga.
    Supaya jiwa kita tidak tersiksa di akhir jaman, kita harus tergembala, yaitu melihat, mendengar, dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan.
    Hasilnya:
    • Damai sejahtera di tengah badai lautan dunia yang semakin bergelora.
      Damai sejahtera adalah tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan (kenajisan, kepahitan, kekuatiran, emosi), yang ada hanya mengasihi Tuhan. 

    • Perlindungan dari suasana Sodom dan Gomora, yaitu suasana kejahatan dan kenajisan, dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan. Hasilnya kita bisa hidup benar dan suci.
      Kita juga dilindungi dari penghukuman Tuhan yang akan datang, yaitu api dari langit memusnahkan dunia, dan penghukuman api neraka selamanya, sehingga kita selamat dan diberkati Tuhan selamanya.


  3. Pembaharuan mulut.
    Markus 13:11
    13:11 Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.

    Mulut daging adalah banyak berdusta, tidak benar, sehingga mendukakan Roh Kudus. Akibatnya kita merasakan dukacita, tidak ada kebahagiaan lagi. Kalau diteruskan, akan memadamkan Roh Kudus. Sampai akhirnya menghujat Roh Kudus, tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain.

    Mulut yang dibaharui adalah mulut yang diurapi oleh Roh Kudus.
    Efesus 4:25-26,29
    4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
    4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

    Mulut yang diurapi Roh Kudus akan berkata benar dan baik, menjadi berkat bagi orang lain, dan membangun iman orang lain. Jujur artinya menjadi rumah doa, 'ya' katakan 'ya', 'tidak' katakan 'tidak', dalam hal pengajaran, nikah, dan keuangan. Kalau kita bisa jujur dalam 3 hal ini, maka akan bisa jujur dalam segala hal.

  4. Pembaharuan hidung.
    Markus 13:18-19
    13:18 Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin.
    13:19 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

    Hidung daging suka mencium bau busuk, bau kematian, sehingga mematikan kerohanian kita, tidak bisa menyembah Tuhan.

    Hidung yang dibaharui akan suka mencium bau dupa yang harum, bau kehidupan. Artinya kerohanian kita hidup, sehingga kita bergairah dan gemar untuk menyembah Tuhan dalam penyembahan yang benar.

    Wahyu 19:6-7
    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.


    Sampai puncaknya bisa menyembah Yesus sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga dengan kata "Haleluya", sesuai dengan pengalaman kematian dan kebangkitan kita bersama Tuhan.

    Wahyu 19:1,3,4
    19:1 Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: “Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
    19:3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: “Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya.”
    19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: “Amin, Haleluya.”


    Ini merupakan nyanyian baru, pengalaman pribadi kita bersama Tuhan yang tidak bisa dipelajari orang lain.
    Urutan penyembahan yang benar dengan kata "Haleluya":
    • Penyembahan secara pribadi.
    • Penyembahan dalam nikah/ rumah tangga.
    • Penyembahan dalam penggembalaan.
    • Penyembahan antar penggembalaan.
    • Penyembahan satu tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Surga, di awan-awan yang permai. Sampai penyembahan di tahta Surga selamanya. 

    Kalau penyembahan palsu, akan mengarah pada penyembahan antikris.
    Hati-hati, jangan terpaksa dalam menyembah Tuhan, sebab nanti akan dipaksa menyembah antikris.

    Penyembahan yang benar adalah:
    • Proses perobekan daging untuk mencium bau harum, menghasilkan bau harum yaitu menjadi berkat bagi orang lain.
    • Proses perobekan daging untuk menerima kasih Allah yang bagaikan matahari yang disinarkan, yang sangat kita butuhkan terutama untuk menghadapi musim dingin rohani di akhir jaman.

    Matius 24:12
    24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

    Saat kasih menjadi dingin, maka kedurhakaan akan meningkat. Dimulai dari durhaka dalam nikah, sehingga terjadi pertengkaran, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, kawin-cerai, sampai kawin-mengawinkan. Lanjut durhaka dalam ibadah pelayanan/ penggembalaan, yaitu seperti Yudas yang ada di kandang tetapi sebenarnya menyelundup sebab hatinya tidak di sana, tidak sungguh-sungguh dalam kandang penggembalaan. Hatinya keras, tidak tergembala, menyimpan dosa dan tidak diakui sekalipun firman sudah menunjuk. Akibatnya Yudas menjual Yesus, sama dengan menjadi antikris. Saat masuk jaman antikris, akan ada 2 kemungkinan.
    • Yang tetap menyembah Yesus akan disiksa, menjadi mangsa antikris, sampai dipancung kepalanya. Tetapi dia akan bangkit saat kedatangan Yesus kedua kali.
    • Yang banyak adalah menjadi penyiksa seperti Yudas menjual Yesus, menjadi sama dengan antikris untuk dibinasakan selamanya.


  5. Pembaharuan kulit.
    Markus 13:21-23
    13:21 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
    13:22 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.
    13:23 Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu.”


    Kulit harus dibaharui oleh Roh Kudus untuk menanggulangi ajaran sesat.

    1 Yohanes 2:26-27
    2:26 Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.
    2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.


    Kalau kulit kita diurapi Roh Kudus, maka kita punya perasaaan peka dan tegas untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar apa pun resikonya, dan tegas untuk menolak ajaran lain yang menyesatkan.

Kalau panca indra dibaharui, maka pembangunan tubuh Kristus selesai, dan awan kemuliaan turun.

Keluaran 40:33-34
40:33 Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
40:34 Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,


Kegunaan awan kemuliaan:
  1. Dua tangan Tuhan yang diulurkan sanggup untuk memelihara kehidupan kita secara jasmani di tengah kesulitan bahkan kemustahilan dunia.
    Keluaran 16:7-8
    16:7 Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?”
    16:8 Lagi kata Musa: “Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya--apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN.”


    Dua tangan Tuhan yang kuat dan berbelas kasih sanggup memelihara kehidupan rohani kita lewat firman Allah (manna), sehingga kita mengalami kepuasan Surga, tidak bersungut tetapi mengucap syukur selalu kepada Tuhan. 

    Jika laki-laki diijinkan dalam keadaan lapar dan kesulitan, itu adalah supaya kita menghargai firman Tuhan dan mengaku bahwa kita hidup dari tangan Tuhan yang kuat dan berbelas kasih.

  2. Dua tangan Tuhan yang kuat dan berbelas kasih sanggup membangkitkan Lazarus yang sudah mati 4 hari, yang hancur jadi baik, yang mustahil jadi tidak mustahil, air mata dan dukacita menjadi kebahagiaan.
    Yohanes 11:32,38-40,42
    11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”
    11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
    11:39 Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”
    11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
    11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

    Perempuan seringkali dihadapkan pada hal yang mustahil dan air mata supaya banyak tersungkur di hadapan Yesus.

  3. Dua tangan Tuhan yang kuat dan berbelas kasih sanggup untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu tunduk, taat dengar-dengaran.
    Markus 13:26-27
    13:26 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
    13:27 Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.


    1 Petrus 5:5-6
    5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
    5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Taat sama dengan mengulurkan dua tangan kepada Tuhan, terserah Tuhan, percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan. Maka dua tangan Tuhan sanggup mengangkat dan meninggikan kita pada waktuNya.

    1 Tesalonika 4:14-18
    4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
    4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
    4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
    4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
    4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

    Yang mati akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, yang hidup akan diubahkan dalam tubuh kemuliaan. Keduanya menjadi satu tubuh kemuliaan dan tidak ada lagi air mata. 


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 21 Desember 2008 (Minggu Pagi)
    ... mengalami hujan Roh Kudus. Berarti ia kering rohani mati rohani sampai binasa untuk selama-lamanya. Kekeringan rohani ini melanda Bait Allah ini yang harus kita waspadai Lukas - ada macam Kekeringan ahli Taurat dan orang Farisi menunjuk pada ibadah yang munafik tandanya Mengamat-amati Yesus untuk menyalahkan yaitu mengkritik firman menyalahkan dan menolak ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Agustus 2020 (Selasa Sore)
    ... dia sebab telah Kuketahui sekarang bahwa engkau takut akan Allah dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku. . Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. . Dan Abraham ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 23 Desember 2018 (Minggu Sore)
    ... . Anak-anakku waktu ini adalah waktu yang terakhir dan seperti yang telah kamu dengar seorang antikristus akan datang sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. . Memang mereka berasal dari antara kita tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita sebab jika mereka ...
  • Ibadah Doa Malang, 09 November 2017 (Kamis Sore)
    ... syahid yaitu mati dibunuh karena firman Allah dan kesaksian tentang Yesus sama dengan mati dibunuh tanpa salah. Kita akan menghadapi mati syahid yang terakhir di jaman antikris. Yohanes - Jikalau dunia membenci kamu ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia tentulah dunia ...
  • Ibadah Doa Malang, 09 Agustus 2016 (Selasa Sore)
    ... meja tidak berserakan tetapi diatur dengan rapi. Jadi firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua mendorong kita untuk masuk dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar mendorong kita untuk aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang benar. Persekutuan dimulai dari nikah rumah tangga penggembalaan antar-penggembalaan sampai satu waktu ...
  • Ibadah Doa Malang, 11 Januari 2011 (Selasa Sore)
    ... percaya kepadamu dan tidak mengindahkan tanda mujizat yang pertama maka mereka akan percaya kepada tanda mujizat yang kedua. Tangan berkusta tanda air Bejana Pembasuhan yaitu baptisan air lahir baru. Tangan perbuatan. Kusta kebenaran diri sendiri. Jadi tangan berkusta perbuatan yang hanya berdasarkan kebenaran diri sendiri. Ini merupakan dosa putih tapi kusta. Dosa putih ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2014 (Rabu Sore)
    ... kita alami dan Tuhan mengijinkan itu sebab Tuhan sendiri sudah mengalami malah penderitaan-Nya lebih besar. Ini keadilan Tuhan. Di ayat lain dikatakan 'penderitaan ringan yang kau alami sekarang ini'. Artinya kalau kita diijinkan mengalami sengsara itu masih sangat ringan jika dibandingkan dengan penderitaan Yesus di kayu salib. saat diijinkan sengsara bersama ...
  • Ibadah Raya Malang, 02 Februari 2020 (Minggu Pagi)
    ... dalamnya. Ad. Bait Suci Allah. Bait suci Allah adalah kehidupan kita. Korintus Apakah hubungan bait Allah dengan berhala Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi ...
  • Ibadah Doa Malang, 07 Februari 2017 (Selasa Sore)
    ... Jadi firman Allah ditulis pada seluruh hidup kita. Keluaran Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur kilat sabung-menyabung sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh. Suasana penulisan firman Allah adalah Kilat sabung-menyabung. Kilat sabung-menyabung artinya firman pengajaran yang terang disampaikan secara terus-menerus berkesinambungan untuk menyatakan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Juli 2019 (Selasa Sore)
    ... tanur besar dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. . Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi. . Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya dan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.