Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 1:23
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

Jadi, natal adalah Allah lahir menjadi manusia dengan nama Imanuel, Allah menyertai kita.
Mengapa memakai nama Imanuel?

Kejadian 1:26
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Tuhan sudah menciptakan manusia satu gambar dengan Allah Tritunggal, sama mulia dengan Tuhan. Manusia ditempatkan di taman Eden, sehingga manusia menguasai tiga binatang di laut, di darat di udara. Manusia bahagia bersama Tuhan.
Tetapi sayang, manusia berbuat dosa sehingga kehilangan gambar Allah/ kemuliaan Tuhan/ telanjang, terpisah dari Tuhan dan diusir dari taman Eden ke dunia dan hidup dalam suasana kutukan, tidak bahagia lagi.
Sekalipun manusia hidup dalam kutukan, tidak bahagia lagi, susah, terpisah dari Tuhan, tetapi semua manusia di dunia tidak bertobat malah bertambah-tambah dalam dosa sampai puncaknya dosa, terus berbuat dosa sampai puncaknya seperti yang terjadi pada zaman Nuh dan zaman Lot.

Lukas 17:26-30
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
17:29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

Jadi, pada [Lukas 17:26-30] dilukiskan keadaan manusia pada zaman Nuh dan zaman Lot:
  1. Makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (dosa percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri yang sah, juga lewat pandangan, pikiran, perkataan).
    Manusia hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa = dikuasai oleh setan/ roh jahat dan najis (burung-burung di udara)

  2. Membeli dan menjual, dikuasai oleh roh jual beli/ roh antikris sehingga dicap 666.
    Prakteknya adalah menyembah uang, kikir (tidak bisa memberi untuk sesama dan untuk pekerjaan Tuhan) dan serakah (mencuri milik Tuhan).
    Menjadikan rumah Tuhan sebagai pasar artinya aktif dalam ibadah pelayanan, tetapi hanya untuk mencari hiburan dan kemakmuran jasmani, bukan mencari Tuhan, bukan mencari firman pengajaran benar. Dalam tahbisan yang tidak sesuai dengan firman pengajaran benar. Atau tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang.
    Manusia yang dikuasai roh jual beli = dikuasai ikan-ikan di laut. Tadinya manusia menguasai binatang di laut, sekarang malah dikuasai.

  3. Menanam dan membangun, dikuasai ajaran palsu yaitu roh dusta, sehingga tanpa pengajaran benar.
    Bekerja di ladang Tuhan tetapi tanpa pengajaran yang benar, tanpa rambu-rambu yang benar, hanya supaya kelihatan hebat.
    Atau bekerja di ladang setan, dipakai dalam tubuh pembangunan tubuh Babel, mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan.
    Manusia dikuasai binatang di darat.

Zaman Nuh akibatnya manusia dihukum dengan api dan belerang.
Zaman Lot akibatnya manusia dihukum dengan api dan belerang.
Manusia terpisah selamanya dari Tuhan.

Manusia akhir zaman yang terpisah dari Tuhan dikuasai oleh tiga binatang buas, sehingga tampil seperti binatang buas, menjadi sama dengan setan tritunggal yang hanya akan dibinasakan di neraka selama-lamanya.

Tuhan tidak rela jika manusia yang diciptakan menurut gambar Allah hanya menjadi binatang buas/ tampil seperti binatang buas. Tuhan sangat merindukan, mengusahakan supaya manusia yang sudah terpisah dari Dia bahkan sudah menjadi binatang buas untuk kembali menyatu sampai kembali sama mulia dengan Dia, dan kembali ke taman Eden sampai di Yerusalem Baru, Kerajaan Sorga kekal selama-lamanya, Imanuel selama-lamanya, tidak terpisah lagi selama-lamanya.
Kita manusia juga harus merindu dan berusaha keras untuk kembali kepada Tuhan dan menyatu dengan Tuhan selama-lamanya, Imanuel selama-lamanya.

Ada tiga usaha Tuhan supaya terjadi Imanuel:
  1. Natal, Allah lahir sebagai manusia dengan nama Yesus dan Imanuel.
    Matius 1:21,23
    1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
    1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

    Nama Yesus untuk menyelamatkan manusia berdosa. Yesus menjadi korban pendamaian.

    1 Yohanes 4:10
    4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

    Yesus lahir sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib sebagai korban pendamaian, korban penghapus dosa. Sehingga kita semua mengalami pendamaian atas dosa-dosa. Kita diampuni dan dilepaskan dari dosa-dosa. Kita selamat/ tidak dihukum.

    Kisah Rasul 19:1-7
    19:1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
    19:2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
    19:3 Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
    19:4 Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
    19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
    19:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
    19:7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

    Proses untuk menerima keselamatan:
    • [Kisah Rasul 19:4] Percaya, iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat.
    • Bertobat, mati terhadap dosa, mulai dari dusta, keinginan akan uang, makan-minum, kawin-mengawinkan. Lepas dari binatang buas.
    • Baptisan air. Orang yang sudah percaya dan bertobat harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, kemudian bangkit keluar dari air bersama Yesus. Maka langit terbuka dan kita mendapat hidup baru, hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.
    • Baptisan Roh Kudus, lahir baru dari Roh Kudus.
      Salah satu sifat Roh Kudus adalah setia. Orang yang benar pasti setia.

    Yesaya 11:5
    11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Kita menjadi senjata kebenaran/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang melayani dengan setia dan benar. Hidup menjadi damai sejahtera, enak dan ringan. Kita bisa memikul kuk di dalam nikah, memikul kuk di dalam rumah Tuhan, memikul kuk di pekerjaan, memikul kuk di mana saja.

    Jika kita menjadi imam/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang setia dan benar, maka terjadi Imanuel, Allah beserta kita. Kita tidak akan terlepas dari Dia. Kita lepas dari setan. Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal.

  2. Dua macam amanat Agung Yesus = tugas dari seorang imam-iman dan raja-raja.
    Matius 28:19-20
    28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
    28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Yaitu:
    • [Matius 28:19] Kegerakan Roh Kudus hujan awal, kegerakan dalam firman penginjilan/ Kabar Baik, untuk membawa orang-orang berdosa percaya Yesus, masuk baptisan air dan baptis Roh Kudus, untuk diselamatkan. Ini sama dengan menambah kuantitas anggota tubuh Kristus.

    • [Matius 28:20] Kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan dalam firman pengajaran yang benar/ Kabar Mempelai.
      Firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat (sudah diberkati, dipakai Tuhan) sampai sempurna seperti Yesus. Ini sama dengan menambah kualitas anggota tubuh Kristus.

    Supaya terjadi Imanuel, maka kita harus menjadi imam-imam dan raja-raja/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang aktif dalam kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir, pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari pribadi masing-masing, rumah tangga, penggembalaan, fellowship, sampai Israel dan kafir manjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Mulai dari diri sendiri, kita bisa menerima firman penginjilan. Kita mantap dalam kebenaran dan kesetiaan, mantap dalam kesucian. Mulai bersaksi tentang Kabar Baik/ firman penginjilan supaya membawa orang berdosa percaya kepada Tuhan. Lanjut bersaksi tentang Kabar Mempelai, membawa orang-orang yang sudah selamat masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita bisa melayani sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita dengan setia dan benar.

    Matius 8:18-20
    8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
    8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
    8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

    Ini sama dengan bertolak ke seberang, butuh pengorbanan-pengorbanan. Kita harus mengorbankan apa saja, waktu, tenaga, pikiran, keuangan, gengsi. Cuma satu jangan dikorbankan, yaitu firman pengajaran yang benar, sebab itu merupakan Yesus sebagai Kepala.

    Kalau menuruti perintah Tuhan, melayani Tuhan sesuai pengajaran benar, jangan takut, jangan ragu-ragu, Tuhan tidak pernah menipu kita, Tuhan menyertai kita. Kalau Tuhan di pihak kita, siapa lawan kita?

    Roma 8:31-32
    8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
    8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

    Kalau Dia sudah menyerahkan anak-Nya yang tunggal, maka Dia sanggup memenuhi segala kebutuhan kita, baik hidup di dunia sekarang sampai kekal selama-lamanya.

  3. Yesus harus datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja di awan-awan yang permai untuk mengangkat kita semua supaya terjadi Imanuel selama-lamanya.
    Wahyu 22:20-21
    22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    "Ya, Aku datang segera!" adalah kesiapan Tuhan untuk datang kembali.
    "Amin, datanglah, Tuhan Yesus!" adalah kesiapan gereja Tuhan untuk menyambut Yesus kedua kali di awan-awan permai.
    Persiapan kita hidup di dalam kasih karunia Tuhan, jangan keluar dari belas kasih kemurahan Tuhan. Di luar kasih karunia, pasti akan mati semua, tidak ada gunanya.

    Apa itu hidup dalam kasih karunia?
    1 Petrus 2:19
    2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Kita harus rela menderita sengsara daging karena kehendak Tuhan = memikul salib bersama Yesus = percikan darah bersama Yesus.
    Mengapa kita harus mengalami percikan darah?
    Sebab di balik percikan darah terjadi Shekinah Glory, mujizat terbesar. Kemuliaan Tuhan sanggup mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari pembaharuan hati, kuat teguh hati.

    Mazmur 27:14
    27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

    Matius 28:17
    28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

    Kuat teguh hati = tidak bimbang, tidak ragu, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan, tidak tinggalkan nikah apa pun yang kita hadapi.

    Matius 28:16
    28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.

    Taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi. Itu titik pertemuan kita dengan Yesus untuk melaksanakan semua amanat Agung.

    Matius 28:17a
    28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.

    Kita bisa percaya mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan, menempatkan Yesus sebagai Kepala.

    Contoh:
    • Abraham (bapak-bapak).
      Roma 4:17-21
      4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
      4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
      4:19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
      4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
      4:21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

      Abraham tidak ragu-ragu pada janji Allah/ firman pengajaran benar sekalipun mengalami kemustahilan.
      Tetap percaya bahwa Tuhan tetap melaksanakan janji-Nya pada waktunya, maka Abraham mendapat kuasa yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    • Perempuan pendarahan dua belas tahun (perempuan/ ibu/ janda).
      Markus 5:25-29
      5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
      5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
      5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
      5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
      5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

      Menghadapi kebusukan, menghadapi kehancuran nikah dan buah nikah, menghadapi masalah yang memburuk sampai menghadapi kemustahilan. Tetapi dia tidak berharap yang lain, hanya berharap kuasa Tuhan, dan dia mengalami kesembuhan, nikah dan buah nikah dipulihkan, yang busuk jadi harum, yang mustahil jadi tidak mustahil.

    • Kaum muda.
      1 Petrus 5:5-6
      5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Kaum muda dalam keadaan rendah, tidak berharga, tidak bisa apa-apa, gagal, jatuh, dan lain sebagainya.

      Jangan ragu-ragu untuk kembali pada penggembalaan yang benar, tunduk dan menyembah, mengulurkan tangan kepada Tuhan. Maka Tuhan mengulurkan tanganNya untuk meninggikan kita pada waktuNya. Semua menjadi berhasil dan indah pada waktuNya. Semua dipakai Tuhan untuk kemuliaan nama Tuhan. Dan semua diselesaikan oleh Tuhan pada waktuNya. Kita diangkat ke awan permai, artinya disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai, Imanuel selama-lamanya. Kita kembali ke Firdaus, kembali ke Yerusalem Baru selama-lamanya.



Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 12 April 2016 (Selasa Malam)
    ... mungkin Firaun akan mendengarkan aku Delapan kali Musa mengakui kelemahannya sama dengan menyembah Tuhan Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Enam kali disertai penolakan. Yang dua kali tidak disertai penolakan yaitu Keluaran Lalu Musa berkata kepada Allah Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka Allah ...
  • Ibadah Raya Malang, 27 September 2020 (Minggu Pagi)
    ... yang sempurna. Tongkat Harun yang bertunas dan berbuah Roh Kudus yang permanen pengharapan yang sempurna. Dua loh batu kasih yang sempurna. Mempelai wanita Sorga akan disingkirkan ke padang gurun jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun setelah itu diangkat di awan-awan yang permai untuk bertemu ...
  • Ibadah Raya Malang, 10 April 2011 (Minggu Pagi)
    ... minyak pelayanan. Kepala tubuh Yesus tubuh Kristus kita semua . Penguburan waktu terakhir di dunia ini. Jadi kehidupan yang diurapi dipenuhi Roh Kudus adalah kehidupan yang dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir . Siapa yang mau dipakai dalam Tahun Kegerakan ini harus diurapi dan dipenuhi Roh Kudus. Kehidupan ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Juni 2010 (Sabtu Sore)
    ... ini tetapi hanya bisa ditanggulangi dengan berjaga-jaga dan berdoa. Berdoa dan berjaga-jaga lebih baik daripada berdoa dan bekerja ora et labora . Tuhan mengajarkan kepada kita untuk bisa berdoa dan berjaga-jaga dengan praktik berdoa satu jam. Pengertian rohani doa satu jam Wahyu mereka berkata Celaka celaka kota besar yang berpakaian lenan halus ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 19 Juni 2016 (Minggu Sore)
    ... diterima oleh TUHAN. Melihat diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelemahannya sama dengan koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jangan melihat orang Ini sistem sorga bukan menghakimi orang. Jika ada dosa kekurangan dan kelemahan harus diakui kepada TUHAN dan sesama. Jangan disembunyikan Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi sehingga kita bisa ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 16 Februari 2020 (Minggu Siang)
    ... . Lagi firman TUHAN kepada Musa Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. . Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak berkatalah ia kepada Musa Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan. . Tetapi jawab Musa Bukan bunyi nyanyian kemenangan bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 15 Maret 2009 (Minggu Sore)
    ... adalah Firman penggembalaan atau Firman pengajaran yang kuat yang dipercayakan Tuhan pada masing-masing gembala malaikat gembala memegang sangkakala untuk disampaikan pada sidang jemaat secara terus menerus dan diulang-ulang untuk jadi makanan bagi sidang jemaat dan sekaligus untuk menyucikan dan menyempurnakan mempelai wanita. Karena itu supaya tidak tertinggal kita harus memperhatikan Firman ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 05 Oktober 2014 (Minggu Sore)
    ... kita untuk bisa mendengar Firman dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan seperti orang lapar makan roti terlebih seperti anjing menjilat remah-remah roti. Jika hamba Tuhan yang menyampaikan dan sidang jemaat yang mendengarkan firman ada dalam urapan Roh Kudus maka tidak ada kebosanan terhadap firman. Yesus berkata kamu tidak layak sebab roti ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
    ... makanan firman Allah dengan sungguh-sungguh dengan rasa lapar. Ini sama dengan mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar sehingga kita mengalami penyucian hati dan seluruh kehidupan kita. Tetapi orang Farisi dan ahli Taurat hanya memperhatikan perkara luar atau perkara jasmani sehingga tidak mengutamakan firman. Ini berarti tidak mau disucikan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Agustus 2010 (Senin Sore)
    ... supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. . Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. . Karena setiap orang yang mempunyai kepadanya akan diberi sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.