English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Januari 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:10
2:10 Jangan takut terhadap apa yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 18 Maret 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11 tentang doa penyembahan.
Tuhan menghendaki...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Maret 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Februari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.Kita masih membaca ayat...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Juli 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Juni 2013 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Mangkutana

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan...

Ibadah Natal di Hotel Tunjungan Surabaya, 25 Desember 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"...

Ibadah Doa Malang, 18 Juni 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan V, 28 Oktober 2010 (Kamis Pagi)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Maret 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat bersekutu dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Pada kesempatan malam hari...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Januari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Mei 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas pasal 4 dan 5 dalam...

Ibadah Doa Surabaya, 24 November 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Gideon

Matius 25 : 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 09 Juni 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:1-9 tentang petunjuk untuk mendirikan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Mei 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 13-15
9:13. Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,
9:14. dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu."
9:15. Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk
membunuh sepertiga dari umat manusia.

Ayat 13-21 adalah PENIUPAN SANGKAKALA KEENAM; penghukuman yang keenam dari Anak Allah atas manusia di dunia, yaitu sepertiga dari umat manusia akan terbunuh lewat peperangan.

Ayat 13= 'keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah'= menunjuk pada mezbah dupa emas, sekarang artinya doa penyembahan.
Kehidupan yang tidak menyembah Tuhan; tidak mengalami perobekan daging tetapi hanya mengikuti keinginan dan hawa nafsu daging--tanpa kasih Allah--akan berhadapan dengan empat malaikat peperangan, sampai sepertiga dari umat manusia mati.

Sebaliknya, kehidupan yang menyembah Tuhan; mengalami perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya--mengalami kasih Allah/dua loh batu--akan berhadapan dengan malaikat Tuhan, bukan malaikat peperangan, seperti yang dialami oleh Zakharia.

Lukas 1: 7-11, 19
1:7. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
1:8. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
1:9. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
1:10. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
1:11. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:19. Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah
Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.

Ada dua malaikat Tuhan:

  1. Malaikat Gabriel--yang juga datang kepada Maria.
    Lukas 1: 26-28
    1:26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
    1:27. kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
    1:28. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

    Malaikat Gabriel adalah malaikat pembawa berita firman.
    Sekarang artinya kalau kita banyak menyembah Tuhan kita akan menerima pembukaan rahasia firman atau firman pengajaran yang benar.


  2. Malaikat Mikhael.
    Wahyu 12: 7-8
    12:7. Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
    12:8. tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.

    Daniel 12: 1
    12:1. "Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.

    Malaikat Mikhael adalah malaikat perang secara rohani; sama dengan malaikat penolong saat menghadapi kesesakan.
    Sekarang artinya kalau kita menyembah Tuhan kita akan hidup dalam urapan Roh Kudus.

Jadi, jika kita menyembah Tuhan kita akan berhadapan dengan malaikat Gabriel dan Mikhael, artinya kita bisa mendengar, menikmati, dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Ibrani 4: 12-13
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Ayat 12= pedang sama dengan Tumim--pedang penyucian, kalau ditolak akan jadi pedang penghukuman.
Ayat 13: 'tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya'= Urim--terang Roh Kudus.
Jadi firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua sama dengan Urim dan Tumim yang ada di tapal dada Imam Besar.

Keluaran 28: 30
28:30. Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.

Urim dan Tumim berada di atas jantung Harun, Imam Besar.
Artinya: kalau di dalam gereja Tuhan ditampilkan pedang firman, berarti Imam Besar hadir di tengah-tengah ibadah itu. Karena itu tidak boleh bercanda dalam ibadah.

2 Korintus 4: 3-4
4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Firman pengajaran sama dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yaitu firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai, untuk mempersiapkan gereja Tuhan supaya sempurna seperti Dia dan menjadi mempelai wanita-Nya.
Harus kita terima!

Karena itu kita harus banyak menyembah, supaya bisa mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Kalau tidak menyembah, akan menolak firman.
Mengapa banyak orang yang menolak firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua? Karena keras hati--mempertahankan manusia daging yang berdosa. Ini yang akan berhadapan dengan malaikat peperangan dan termasuk pada sepertiga dari umat manusia yang mati.

Kegunaan firman pengajaran yang benar:

  1. 2 Korintus 4: 7-8
    4:7. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
    4:8. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

    'harta ini'= cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (ayat 4).

    Kegunaan pertama: firman pengajaran yang benar menjadi sumber kekuatan ekstra dari Tuhan.

    Sehebat apapun kita di dunia, kita hanya bejana tanah liat, yaitu manusia daging yang gampang rapuh--putus asa, kecewa, bangga--, hancur--berbuat dosa--, dan binasa selamanya.
    Bahkan sekalipun bejana tanah liat diisi dengan segala yang ada di dunia: kekayaan, kepandaian dan lain-lain, tidak akan mampu menghadapi masalah dan dosa, sehingga tetap rapuh, hancur, dan binasa selamanya.

    Oleh sebab itu bejana tanah liat harus diisi dengan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua lewat mendengar dan taat dengar-dengaran. Harus!
    Hasilnya: kita mendapatkan kekuatan ekstra yang berlimpah-limpah dari Tuhan sehingga kita tahan uji menghadapi apapun di dunia, sampai menghadapi maut sekalipun--peperangan bicara tentang maut. Kita tidak hancur, rapuh, dan binasa--maut tidak menguasai kita--, tetapi kita memiliki hidup kekal selamanya.
    'kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa'= selalu ada firman yang menolong dan memberi harapan.

    Mari, banyak menyembah! Yang menghalangi adalah manusia daging--mempertahankan hawa nafsu daging. Mempertahankan hawa nafsu daging sama dengan mempertahankan kerapuhan, kehancuran, sampai bejana tanah liat.


  2. Efesus 5: 25-27
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Kegunaan kedua: firman pengajaran yang benar menyucikan kita sampai sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus.

    Tuhan menyucikan kita lewat dua tingkatan:


    • Lewat baptisan air.
      Kita disucikan sampai mendapatkan hati nurani yang baik--hati yang taat dengar-dengaran dan tidak berbuat dosa.

      1 Petrus 3: 20-21
      3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hati nurani yang baik, yang taat dengar-dengaran kepada Tuhan. Kita tidak berbuat dosa tetapi hidup dalam kebenaran dan kesucian, sehingga kita diselamatkan dan diberkati oleh Tuhan--KESELAMATAN MEMPELAI; dulu zaman Nuh yang selamat adalah empat pasang mempelai.


    • Lewat air hujan firman pengajaran yang benar.
      Ulangan 32: 2
      32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

      Sesudah ditenggelamkan dalam baptisan air kita juga ditenggelamkan dalam air hujan firman pengajaran yang benar--mendalam pada firman pengajaran yang benar--terutama lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

      Apa yang disucikan?


      1. Penyucian hati dan pikiran--gudangnya dosa.
        Ibrani 4: 12
        4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

        Hati dan pikiran disucikan dari:


        1. Dosa kejahatan yaitu cinta akan uang yang membuat terikat akan uang sehingga menjadi kikir dan serakah.
          Kikir= tidak bisa memberi.
          Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

          Kalau disucikan kita akan mengembalikan milik Tuhan, memberi untuk Tuhan dan sesama yang membutuhkan dengan ucapan syukur, sampai memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan--lebih bahagia memberi dari pada menerima.


        2. Dosa kenajisan= percabulan, perzinahan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, hubungan dengan binatang.


        3. Dosa kepahitan= perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.
          2 Korintus 12: 20
          12:20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

          Ini adalah penyucian dosa dari pihak yaitu gembala terhadap sidang jemaat atau sidang jemaat terhadap gembala.
          Jangan sampai ada dosa kepahitan, ini yang memecah belah tubuh Kristus!
          Kalau ada perselisihan/salah paham kita selesaikan lewat saling mengaku dan mengampuni. Darah Yesus akan membasuh dosa-dosa kita, sehingga kita bisa menyatu kembali.
          Kalau berselisih soal pengajaran, kembali ke alkitab dengan jujur.

          Iri hati= tidak menghargai berkat dan pemakaian Tuhan, sampai menghina kemurahan Tuhan--dosa yang tidak terampunkan. Di dalam satu tubuh kita semua dipakai dan saling menunjang.

          Kepentingan diri sendiri= egois.
          Fitnah= benar jadi salah dan sebaliknya.
          Bisik-bisikan= gosip.

          Kalau sudah ada kepahitan, akan timbul keangkuhan--tidak mau mengaku sekalipun bersalah; merasa benar sendiri--sampai menimbulkan kerusuhan--cerai berai.


        Kalau hati dan pikiran disucikan kita akan mengalami damai sejahtera sehingga bisa menyatu satu dengan yang lain; tidak tercerai berai.


      2. Penyucian tangan--perbuatan dosa yang memilukan hati Tuhan dan memedihkan hati sesama, mulai dari sesama dalam nikah rumah tangga.
        Mazmur 149: 6
        149:6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

        Kita disucikan dari perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan--pada zaman Nuh hati Tuhan pilu.
        Perbuatan dosa sampai puncaknya dosa ini melawan keselamatan mempelai.


      3. 'pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka'= penyucian kerongkongan; penyucian mulut--perkataan.
        Kita disucikan dari perkataan sia-sia--dusta, gosip dan lain-lain--, sampai bisa berkata ya di atas ya, tidak di atas tidak--jujur apapun resikonya.
        Kalau sudah jujur, satu waktu kita tidak salah dalam perkataan--KESEMPURNAAN MEMPELAI.

        Yakobus 3: 2
        3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.


    Baptisan air hanya sampai pada keselamatan. Hati-hati, banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Banyak yang keluar dari Mesir, tetapi hanya dua orang yang sampai di Kanaan--kesempurnaan.
    Karena itu setelah baptisan air kita harus mendalam pada firman pengajaran yang benar--terutama lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--, supaya kita mengalami penyucian hati dan pikiran, tangan, dan mulut, sampai tidak salah dalam perkataan.

    Inilah kegunaannya kita diisi dengan firman: yang pertama: untuk menjadi kekuatan ekstra supaya kita tahan uji bahkan mencapai hidup kekal.
    Yang kedua; supaya kita mengalami penyucian sampai tidak bercacat cela seperti Yesus.


  3. 2 Korintus 4: 10-11
    4:10. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
    4:11. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.

    Kegunaan ketiga: firman pengajaran yang benar membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia mulia bahkan sama mulia dengan Yesus--buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas-; hidup lama kita dibuang, dan hidup Yesus menjadi nyata di dalam hidup kita.

    Apa yang dibaharui? Hati kita.
    Matius 11: 28-30
    11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Letih lesu dan beban berat adalah tanda manusia daging.

    Hati dibaharui menjadi:


    • Rendah hati=


      1. Kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      2. Kemampuan untuk mengakui kelebihan orang lain.
        Kalau ada kelebihan orang lain, jangan iri, tetapi belajar, kalau terhadap hamba Tuhan kita fellowship.
        Kalau isteri ada kelebihan, suami bisa menerima, tetapi isteri tetap harus menempatkan suami sebagai kepala.


    • Lemah lembut=


      1. Kemampuan untuk menerima firman Allah sekeras apapun dengan ucapan syukur; tidak bersungut atau mengomel. Kalau Tuhan menunjukkan dosa dan kegagalan kita, itu adalah pertolongan Tuhan secara rohani--tidak binasa--dan jasmani--kalau tidak ada dosa, masalah-masalah selesai.


      2. Kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya--menerima orang lain dalam kekurangannya.
      3. Kemampuan untuk belajar dari segala kegagalan yang sudah dialami. Jangan menyalahkan orang! Kalau hanya menyalahkan orang lain dan Tuhan, ia adalah orang yang paling gagal dan tidak bisa ditolong.

        Kalau gagal, jangan menyalahkan orang lain, tetapi juga jangan putus asa, kalau putus asa berarti masih keras hati. Yang benar adalah kalau sudah gagal, terima untuk diperbaiki dan diubahkan oleh firman pengajaran yang benar.


    • Sabar=


      1. Sabar dalam penderitaan, yaitu tidak bersungut tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan, sampai menikmati penderitaan; sabar memikul salib--'berbahagialah orang yang lapar, berbahagialah orang yang miskin...'


      2. Sabar menanti waktu Tuhan, yaitu selalu mengoreksi diri--menyerahkan dosa-dosa--dan menyerah sepenuh kepada Tuhan kalau belum ditolong. Kalau dosa-dosa belum diserahkan, mana bisa menyerahkan semua kepada Tuhan?
        Serahkan dosa-dosa sampai seluruh hidup kepada Tuhan; kita tidak berharap pada yang lain, tidak mengambil jalan sendiri di luar firman.


    Semua ini kita pelajari dari Yesus di atas kayu salib.
    Malam ini, lewat firman pengajaran dan perjamuan suci, biarlah tabiat Yesus mendarah daging dalam hidup kita--tabiat lama: sombong, kasar, dan tidak sabar harus dibuang--, berarti hidup Yesus menjadi nyata di dalam hidup kita, yaitu kita menjadi rendah hati, lemah lembut, dan sabar.

    Hasilnya:


    • Kita mengalami kelegaan--perhentian; ketenangan--, semua menjadi enak dan ringan; semua yang berat--hidup lama kita--sudah ditanggung oleh Yesus dan hidup-Nya diberikan kepada kita.


    • Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Kita bisa saling membantu--bukan saling meniadakan--, sampai saling menyatu--menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      Kita terus diubahkan sampai sama mulia dengan Yesus, tidak ada dosa lagi; tidak bercacat cela--kembali pada gambar Tuhan.

      Efesus 4: 2
      4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

      Perikop: kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda.
      Karunia kita berbeda, tetapi bisa menyatu karena firman pengajaran--Kepalanya--adalah satu.
      Banyak diajarkan: tangan dengan kaki berbeda. Benar, tetapi itu jabatan dan karunia, bukan pengajarannya. Pengajarannya harus satu--satu kepala. Kalau kepalanya beda, beda semua geraknya. Bayangkan kalau satu tubuh dua kepala, rusak tubuh itu.

Kalau sudah diisi firman--kekuatan, penyucian, sampai sama mulia dengan Tuhan--, posisi kita adalah di atas jantung hati Yesus sebagai Imam Besar--dulu Urim dan Tumim ada di atas jantung hati Imam Besar. Kita seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan; seperti domba-domba sembelihan yang tidak mampu; seperti Yohanes bersandar di dada Yesus saat perjamuan malam. Kita bergantung sepenuh pada tangan kasih Tuhan, bukan yang lain.
Hidup kita memang selalu diancam maut. Kita harus berada dalam pelukan tangan kasih Tuhan yang besar.

Yesaya 49: 14-15
49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya,
Aku tidak akan melupakan engkau.

Tuhan tidak melupakan kita; Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita. Karena itu kita jangan melupakan Tuhan, tetapi hanya bergantung pada Dia. Kita harus selalu ingat Dia; kita hanya menangis kepada Dia.

Ingat Tuhan dan ibadah pelayanan sampai bisa menangis kepada Dia! Kita memang seperti bayi dan domba sembelihan yang tidak bisa apa-apa.
Bukti kita ingat Tuhan adalah sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan. Kalau melupakan Tuhan pasti mati secara rohani--kering, berbuat dosa--, dan mati jasmani--masuk peperangan--, sampai mati di neraka--binasa selamanya.

Jangan lupakan Tuhan, sementara Dia mengingat kita! Bahkan Tuhan masih ingat pada penjahat--manusia berdosa--, bagaimana kita bisa melupakan Dia? Malam ini, mari kembali dalam pelukan tangan Tuhan lewat firman dan perjamuan suci. Ingat keluarga kita, semoga kita sekeluarga ada di dalam pelukan tangan Tuhan karena kita menghadapi maut, dan kita tidak mampu apa-apa. Hanya tangan kasih Tuhan yang menolong kita.

Hasilnya:
Roma 8: 31-37
8:31. Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang
menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
8:33.
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
8:34. Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?
8:35.
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai
domba-domba sembelihan."
8:37. Tetapi dalam semuanya itu
kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

'Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?'= apapun yang terjadi, ingat Tuhan; menangis hanya kepada Dia.

  1. Ayat 32: 'bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?'= tangan kasih Tuhan sanggup memelihara kita di zaman yang sulit sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun; ada masa depan yang berhasil dan indah, sampai hidup kekal.

    Dulu, Yohanes bersandar di dada Yesus, dan ia bebas dari Yudas, malah dia diberitahu Yesus siapa yang akan menyerahkan Dia, sedangkan murid yang lain tidak diberi tahu. Yohanes mengasihi Tuhan, sekalipun kasihnya masih tipis--waktu Yesus ditangkap, dia lari dan telanjang. Ini adalah gambaran bagaimana luar biasanya perhatian Tuhan sekalipun kasih kita masih tipis.

    Malam ini, jangan ragu-ragu! Segala kebutuhan pasti diberikan Tuhan kepada kita.


  2. Ayat 33: 'Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah?'= Tuhan membela kita; mengangkat kita dari lembah-lembah kejatuhan, supaya kita dipulihkan lagi, hidup benar dan suci.
    Kita diangkat dari lembah air mata, supaya bahagia.
    Kita juga masih dipakai sekalipun sudah jatuh, kalau mau diangkat Tuhan malam ini. Kembali pada kebenaran dan kesucian! Jangan putus asa! Itulah luar biasanya kasih Tuhan kepada kita semua.


  3. Ayat 37: 'kita lebih dari pada orang-orang yang menang'= tangan kasih Tuhan mengangkat kita menjadi lebih dari pemenang; tangan kasih-Nya memberi kemenangan kepada kita yang tidak berdaya, karena Dia berperang ganti kita. Dia bisa menyelesaikan semua masalah yang mustahil bagi kita--tidak ada yang mustahil bagi Dia.

    Secara rohani, jemaat yang menjadi lebih dari pemenang adalah Laodikia--jemaat yang paling najis tetapi diangkat paling tinggi yaitu duduk bersanding dengan Yesus.
    Artinya: kita disucikan dan diubahkan sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya.

Dia tidak pernah melupakan kita, apalagi ada firman dan perjamuan suci. Saatnya bagi kita untuk bersandar. Kita hanya bergantung pada tangan kasih-Nya. Menghadapi musuh yang lebih kuat dan masalah yang mustahil, jangan pikirkan masalahnya, tetapi bagaimana kita mengasihi Dia dan bisa menangis/menyerah sepenuh kepada Dia.. Biar Tuhan yang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita; Dia yang mengulurkan tangan kepada kita semua.

Mengapa Tuhan izinkan sesuatu yang mustahil, terpuruk, gagal dan lain-lain? Supaya kita kembali pada Urim dan Tumim; diisi firman--diberi kekuatan, disucikan, dan diubahkan--sampai kita hanya menangis seperti bayi-bayi, bersandar di dada Tuhan. Hanya ini yang ditunggu oleh Tuhan. Jangan berharap kepada yang lain, tetapi hanya Dia! Jangan ada keraguan sedikitpun!

Perjamuan suci adalah bukti nyata Tuhan sangat mengerti, mempedulikan, memperhatikan, dan bergumul bagi kita, sampai Ia rela mati di kayu salib, sehingga Ia bisa mengulurkan tangan kasih yang besar untuk memeluk kita. Jangan ragu hanya karena masalah, kemustahilan atau apapun! Saat menghadapi kemustahilan bukan berarti Tuhan lepas tangan tetapi Ia justru membuka tangan untuk memeluk kita, tinggal kita tinggal mau bersandar kepada Dia atau tidak. Mau ke mana lagi kita hidup? Kita dulu yang bersandar pada Tuhan, baru kita bisa menarik keluarga kita yang lain untuk bersandar kepada Dia.

Hargai setiap tetes darah Yesus! Ini adalah usaha Tuhan untuk memeluk kita semua--berada di atas jantung hati-Nya. Maut tidak bisa merebut kita dari tangan Tuhan; tidak bisa menghancurkan dan membinasakan kita.
Perjamuan suci adalah uluran tangan Tuhan yang sanggup melakukan apa saja sampai menyempurnakan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top