English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 16 Maret 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang penglihatan Yohanes...

Ibadah Doa Malang, 21 Agustus 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Amsal 23:2
23:2 Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!

'Besar...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Desember 2018 (Minggu Siang)
Penyerahan Anak

Markus 2: 13-14
2:13. Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 November 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan...

Ibadah Raya Malang, 30 Oktober 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30
26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke...

Ibadah Raya Malang, 13 April 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16 ada 4 penampilan pribadi...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 September 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Februari 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Palangkaraya III, 29 Juni 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: 20 (ulang tahun ke-20 penggembalaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 September 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 November 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Desember 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12-17 terkena pada...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 07 Mei 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam perjalanan salib, Tuhan menyertai umat Israel...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Juni 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:40-42
14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juli 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing
bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Kita masih belajar mengenai empat makhluk yang berada di takhta sorga, yang menunjuk pada empat pribadi yang pernah hidup di bumi ini tetapi sudah terangkat ke sorga. Kita mengikuti teladan mereka supaya kita juga bisa terangkat ke sorga bersama Yesus.

Ayat 8a: 'bersayap enam', ini menunjuk pada peta zaman, yaitu enam ribu tahun masa TUHAN bekerja untuk mempersiapkan kita supaya bisa terangkat ke sorga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 10 Juli 2016).
Malam ini kita tidak membicarakan tentang waktu lagi.

Sayap juga berarti naungan TUHAN. Di dalam Tabernakel, ditunjukkan dengan tudung Tabernakel.
Tabernakel terdiri dari papan-papan, itulah kita semua yang sudah disalut dengan emas murni--disucikan dan diubahkan--, lalu diberi tudung di atasnya. Kayu yang tadinya sembarangan, tetapi dipotong, dibentuk, diberi ukuran yang sama dan disalut dengan emas--menjadi ruangan suci dan ruangan maha suci; kesucian dan kesempurnaan.

Itulah kehidupan kita--kayu yang rapuh, hancur dan berdosa--yang dipanggil, dipilih, ditebus, dan dikerjakan oleh TUHAN lewat firman dan Roh Kudus, kemudian disalut dengan emas--diubahkan--sampai satu waktu sempurna seperti Dia.

Di atas papan-papan ini diberikan tudung--naungan--, karena di padang pasir menghadapi panas, badai dan lain-lain.
Empat makhluk memiliki enam sayap, artinya kehidupan yang mengalami naungan TUHAN sampai terangkat ke sorga. Di padang pasir dunia ini, kita juga memerlukan naungan TUHAN.

Dalam Keluaran 26 ada empat macam tudung:

  1. Tudung Tabernakel= tudung iman dan perbuatan iman => ditunjukkan dalam surat Yakobus.
  2. Tudung bulu kambing= tudung kesucian dan pengharapan dalam Roh Kudus => ditunjukkan dalam surat 1-2 Petrus.
  3. Tudung kulit domba jantan diwarnai merah (dicelup warna merah)= tudung kasih dan pengorbanan Yesus (Anak Allah)=> ditunjukkan dalam surat -13 Yohanes. Merah menunjuk pada darah. Yesus bagaikan Anak Domba Allah yang disembelih dan dikuliti, lalu kulitnya dicelup warna merah--tanda darah.


  4. Tudung kulit lumba-lumba= tudung penghukuman => ditunjukkan dalam surat Yudas.

Empat makhluk masing-masing mempunyai enam sayap; mereka mengalami naungan TUHAN, sehingga tidak hancur bersama dunia ini tetapi naik ke sorga. Kita juga memerlukan naungan ini.

TUDUNG TABERNAKEL
Keluaran 26: 1-6 (baca ayat 1)
26:1. "Kemah Suci itu haruslah kaubuat dari sepuluh tenda dari lenan halus yang dipintal benangnya dan dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi; dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun, haruslah kaubuat semuanya itu.

Ada 10 tenda dibuat dari kain berwarna-warni--ada empat warna dalam tudung tabernakel:

  • Ungu muda= ungu.
  • Ungu tua= biru laut.
  • Kain kirmizi= merah.
  • Lenan halus= putih.

Ini sama dengan warna dari pintu gerbang.
Keluaran 27: 16
27:16. tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya--tenunan yang berwarna-warna--dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu.

Jadi, warna tudung Tabernakel sama dengan warna pintu gerbang Tabernakel.
Kita sudah belajar, pintu gerbang menunjuk pada iman. Berarti, tudung Tabernakel sama dengan TUDUNG IMAN DAN PERBUATAN IMAN.

Ini yang nomor satu. Perlindungan kita adalah iman dan perbuatan iman. Di luar iman, tidak ada perlindungan.
Roma 10: 17
10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Iman yang benar berasal dari mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus--, sehingga kita bisa sungguh-sungguh dalam mendengar firman, mengerti firman, sampai percaya/yakin pada firman TUHAN. Ini sama dengan firman TUHAN menjadi iman di dalam hati, sehingga kita bisa praktik firman--perbuatan iman. Setelah itu baru ada tudung dari TUHAN.

Tudung adalah pemeliharaan dan perlindungan dari TUHAN.
Jadi, saat-saat mendengarkan firman Allah adalah saat yang menentukan:

  1. Apakah kita mengalami tudung perlindungan dan pemeliharaan TUHAN atau tidak. Kalau di luarnya, berarti penghukuman TUHAN, celaka dan kehancuran bersama dunia.
  2. Juga menentukan kita mengalami tudung pemisahan atau tidak. Namanya tudung, berarti ada pemisahan. Kalau tidak ada tudung, berarti masih campur baur dengan dunia--bisa terkena hujan, panas.
    Kalau kita menerima tudung pemisahan dari TUHAN, kita akan mengalami pemisahan dari dunia dengan segala pengaruhnya--dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ajaran palsu, dan pencobaan yang menjatuhkan.

Karena itu mendengarkan firman harus sungguh-sungguh; menyampaikan firman harus benar.
Kalau ada tudung, kita bisa jalan terus--ada masa depan dan sebagainya--; kalau tidak, tinggal tunggu kehancuran, kegagalan, dan kejatuhan bersama dunia.

Keluaran 26: 3
26:3. Lima dari tenda itu haruslah dirangkap menjadi satu, dan yang lima lagi juga harus dirangkap menjadi satu.

Tudung Tabernakel terdiri dari 10 tenda yang terbagi jadi dua bagian:

  1. Lima tenda menutupi ruangan suci= iman.
  2. Lima tenda menutupi ruangan maha suci= perbuatan iman. Perbuatan iman inilah yang menyempurnakan.

Kedua rangkap tenda--masing-masing rangkap ada lima tenda--disatukan oleh pengait-pengait, sehingga tidak bisa terlepas satu dengan yang lainnya.
Artinya: iman dan perbuatan iman tidak bisa dipisahkan--harus menjadi satu kesatuan. Iman tanpa perbuatan adalah mati.

Yakobus 2: 26
2:26. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

"Namanya Gereja Pantekosta Tabernakel, jadi harus mengerti tentang Tabernakel."

Iman tanpa perbuatan iman adalah mati; tidak ada artinya dan tidak menyelamatkan. Ada iman, tetapi perbuatannya dosa, itu berarti mati dan tidak menyelematkan. Yang menyelamatkan adalah iman dan perbuatan iman, bahkan sampai menyempurnakan.

Contoh iman dan perbuatan iman:

  1. Yakobus 2: 21-22
    2:21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
    2:22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

    Contoh pertama: Abraham--bangsa Israel--mempersembahkan Ishak anaknya yang tunggal. Ini sama dengan kehidupan yang bisa memberi apa yang TUHAN minta atau tidak menolak apa yang TUHAN minta terutama untuk pembangunan tubuh Kristus--TUHAN minta Ishak, jangan dikasih lembu, sekalipun ini anak tunggal yang dikasihi.

    Di tempat Abraham mempersembahkan Ishak dibangun Bait Allah Salomo, sekarang menunjuk pada Bait Allah rohani--pembangunan tubuh Kristus. Bahkan kalau hidup kita diminta seluruhnya oleh TUHAN--menjadi hamba TUHAN yang menyerahkan hidup 100% kepada TUHAN--, harus kita berikan. Apa saja yang TUHAN minta--waktu, tenaga, semuanya--harus kita serahkan.

    Jangan tolak permintaan TUHAN! Tetapi TUHAN tidak menipu. Begitu Abraham mau menyembelih Ishak, TUHAN berkata: 'Hentikan Abraham, lihat dibelakangmu ada domba!' Dan TUHAN menyediakan dari yang tidak ada menjadi ada--bertemu dengan Jehova Jireh.
    Tidak usah takut! Kalau digerakkan oleh TUHAN apapun bentuknya--bukan dengan emosi--berikan apa yang TUHAN minta dengan tulus hati dan rela hati. Tidak akan sia-sia, kita bertemu dengan Jehova Jireh.


  2. Yakobus 2: 25
    2:25. Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

    Contoh kedua: Rahab--bangsa kafir. Bangsa kafir tidak takut--tidak menghiraukan nyawanya. Rahab menyembunyikan dua pengintai yang menuju ke Kanaan. Menuju Kanaan menunjuk pada kegerakan besar--kegerakan pembangunan tubuh Kristus. Mereka menuju Kanaan 603.550 orang laki-laki, ditambah lagi perempuan dan anak-anak.

    Dalam kegerakan yang besar, tentu membutuhkan dana dan sebagainya, tetapi tidak kuatir lagi seperti Rahab. Kalau Rahab ketahuan menyembunyikan pengintai, ia akan mati, bahkan keluarganya bisa mati; tetapi ia tidak menghiraukan nyawanya supaya bisa dipakai oleh TUHAN.

    Bagi kita sekarang, kita tidak takut, tidak kuatir, bahkan tidak menghiraukan nyawa, untuk bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Dan Rahap mendapatkan tali kirmizi di rumahnya, sehingga bisa hidup. Tali kirmizi menunjuk pada anugerah TUHAN yang besar--seharga kurban Kristus--yang sanggup menghadapi krisis apapun--ekonomi--, kegoncangan di dunia dan juga menyelamatkan keluarga--kesatuan nikah dan buah nikah--sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba; sementara Yerikho--kota perdagangan yang besar--hancur, bangkrut. TUHAN tolong kita semua.

    Mari kita semuanya ikut dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, nanti satu keluarga juga diselamatkan.

Inilah kalau dilindungi TUHAN dengar firman--jangan dengar gosip dan sebagainya--sampai percaya dan praktik firman. Itu sudah ada tudung dari TUHAN. Sebagai buktinya adalah Rahab yang bisa hidup, selamat dari krisis, padahal satu kota Yerikho mati; kita hidup oleh anugerah TUHAN yang besar.

TUDUNG BULU KAMBING
Keluaran 26: 7-13 (baca ayat 7)
26:7. Juga haruslah engkau membuat tenda-tenda dari bulu kambing menjadi atap kemah yang menudungi Kemah Suci, sebelas tenda harus kaubuat.

Bulu= rambut, menunjuk pada:

  1. Kesucian.
    Bilangan 6: 5
    6:5. Selama waktu nazarnya sebagai orang nazir janganlah pisau cukur lalu di kepalanya; sampai genap waktunya ia mengkhususkan dirinya bagi TUHAN, haruslah ia tetap kudus dan membiarkan rambutnya tumbuh panjang

    Dulu, orang yang bernasar--nazir--tidak boleh potong rambut supaya tetap dalam kesucian. Itu secara umum.


  2. Kalau rambutnya Simson lain--ia juga nazir Allah. Di rambutnya ada tujuh rambut jalinnya. Ini menunjuk pada urapan Roh Kudus.

Kalau digabung, bulu sama dengan rambut, sama dengan kesucian dalam Roh Kudus.

Tadi 11 tenda, dibagi dua, yaitu enam dan lima (tidak diterangkan secara detail).
Keluaran 26: 9
26:9. Lima dari tenda itu haruslah kausambung dengan tersendiri, dan enam dari tenda itu dengan tersendiri, dan tenda yang keenam haruslah kaulipat dua, di sebelah depan kemah itu.

Tudung bulu kambing terdiri dari 11 tenda yang terbagi menjadi dua bagian:

  1. Enam tenda yang menutupi ruangan suci= kesucian dalam Roh Kudus.
  2. Lima tenda yang menutupi ruangan maha suci= perbuatan kesucian= pengharapan dalam Roh Kudus.

Jadi, tudung bulu kambing menunjuk pada TUDUNG KESUCIAN DAN PENGHARAPAN DALAM ROH KUDUS.
Ini ditulis di dalam surat Petrus.

1 Petrus 1: 1-2
1:1. Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia,
1:2. yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

'orang pendatang'= bangsa kafir.
Kalau disucikan Roh Kudus, kita bisa taat dan menerima percikan darah--mau sengsara bersama Yesus.
Jadi, kesucian dalam Roh Kudus menghasilkan ketaatan, sekalipun harus menderita, terutama secara daging--secara lahir--, perasaan--secara batin--dan lain-lain. Kadang-kadang daging sakit untuk taat dengar-dengaran.

Fungsi dari bulu kambing--Roh Kudus--adalah sebagai stabilisator, yaitu:

  1. Kalau siang, padang pasir sangat panas. Dengan adanya tudung bulu kambing, panasnya diserap, supaya tidak terlalu panas.
    Jadi fungsinya adalah menahan panas terik di siang hari.

    Panas terik= pencobaan. Kalau ada Roh Kudus, kita tidak akan kecewa dan putus asa sekalipun belum ditolong, dan tidak tinggalkan TUHAN dalam menghadapi cobaan apapun. Itu gunanya Roh Kudus. Kalau manusia daging, saat mengalami pencobaan, pasti sudah malas ibadah dan tinggalkan TUHAN.


  2. Kalau malam, padang pasir sangat dingin. Kalau ada tudung bulu kambing, dinginnya diserap, sehingga tetap hangat.
    Artinya: menghangatkan kita di malam hari yang sangat dingin, supaya kita tidak mengalami dingin rohani, tetapi tetap setia berkobar-kobar di dalam TUHAN.

    Banyak yang dingin karena kena dinginnya dunia--dingin rohani adalah dingin kasih. Tetapi kalau ada Roh Kudus, apapun keadaan kita, kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Ini yang harus dijaga--harus stabil.

    Kalau gembala tidak stabil, jemaat juga tidak stabil. Harus mulai dari gembalanya yang stabil dulu. Kalau gembala tahan menghadapi pencobaan--jadi teladan--, jemaat juga tahan.

    "Kalau ada jemaat yang tahan, saya sebagai gembala juga belajar. Saya dulu paling takut dengan penyakit. Satu waktu jemaat sakit parah. Lalu ditanya pengerja: 'Bagaimana kalau bapak sembuh?': 'Saya percaya TUHAN itu baik.': 'Kalau tidak sembuh?': 'Saya tetap percaya TUHAN itu baik.' Dan dia meninggal dunia. Dari situ saya mendapatkan pelajaran. Kalau dulu, tidak tahu sakit macam-macam, obatnya hanya madu kunyit. Akhirnya saya belajar dari jemaat. Satu lagi saya belajar dari hamba TUHAN, Pdt Totaijs. Mau meninggal, saya yang menangis meraung-raung (saya sempat ke Belanda). Kasihan sekali keadaannya sampai saya peluk. Tetapi dia tenang saja. Kami pulang, beliau dipanggil TUHAN. Dua pelajaran. Ada Roh Kudus sebagai stabilisator. Saat panas menyerang, tidak kecewa tetapi tetap mengucap syukur. Saat dingin menyerang, tetap setia berkobar-kobar."

    Daging tidak akan mampu, sebab itu kita mohon Roh Kudus malam ini--tudung bulu kambing.


  3. Kalau siangnya panas dan malamnya dingin--perbedaan suhunya terlalu tinggi, sehingga memuai mengerut terus menerus--, batu-batu besar akan hancur menjadi pasir. Ini bahaya! Tetapi kalau stabil saat menghadapi panas dan dingin, kita tidak akan hancur.
    Jadi fungsinya adalah melindungi kita dari kehancuran di padang gurun dunia.

    Tanpa Roh Kudus--tanpa ketaatan--, semua hancur dan binasa. Ingat baik-baik! Biar kita pandai dan kaya, kalau tidak taat, akan hancur dan binasa--semuanya sia-sia.
    Tetapi kalau kita taat dengar-dengaran oleh urapan Roh Kudus sekalipun harus menderita, kita mengalami tudung pemeliharaan dan perlindungan dari TUHAN; naungan dari TUHAN. Kita tidak hancur dan binasa bersama dengan dunia, tetapi hidup kekal bersama TUHAN.

TUDUNG KULIT
DOMBA JANTAN YANG DIWARNAI MERAH
Keluaran 26: 14a
26:14a. Juga haruslah engkau membuat untuk kemah itu tudung dari kulit domba jantan yang diwarnai merah

Yesus sebagai laki-laki. Waktu malaikat menjumpai Maria: 'Jangan takut, engkau akan melahirkan seorang anak laki-laki,' Kemudian dalam kitab Yesaya: 'Putra Allah telah datang.' Inilah domba jantan.

Domba jantan= Yesus sebagai anak domba Allah yang harus rela disembelih dan dikuliti di kayu salib--namanya kulit, bukan bulu lagi; kalau bulu cukup dengan dicukur. Tetapi kalau kulit, harus disembelih dan dikuliti. Ini suatu pengorbanan.
Dicelup warna merah => warna merah sama dengan darah Yesus.

Jadi, tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah sama dengan KASIH DAN PENGORBANAN YESUS yang tidak terbatas bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya--tudung ini tidak ada ukurannya, tidak disebutkan berapa jumlah yang harus disembelih.
Tadi disebutkan ukurannya: tudung pertama (tudung Tabernakel): 10 tenda masing-masing lebarnya 4 hasta, panjangnya 28, dan tudung kedua (tudung bulu kambing) ada ukurannya: setiap tenda lebarnya 4 hasta.

Roh Kudus terbatas kerjanya--sampai 6000 tahun--, tetapi kasih Yesus tidak terbatas--kasih itu kekal.

Siapa yang percaya kepada Yesus akan diselamatkan--ada tudung; perlindungan dan pemeliharaan TUHAN.
Yohanes 3: 16
3:16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

'begitu besar kasih Allah akan dunia ini' = tidak terukur; tidak terbatas.
'tidak binasa'= ditudungi (kiamat dan neraka tidak bisa menjamah), sehingga beroleh hidup yang kekal.

1 Yohanes 4: 10-11
4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
4:11. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga
saling mengasihi.

Praktik memiliki kasih Yesus yang tidak terbatas:

  1. Ayat 10= berdamai; saling mengaku dan mengampuni.
    Yang salah, mengaku; yang benar; mengampuni.


  2. Berdamai dulu, baru bisa saling mengasihi sesama--bukan saling menyakiti--, bahkan sampai bisa mengasihi musuh--orang yang merugikan, membenci, menggosipkan kita dan sebagainya; membalas kejahatan dengan kebaikan. Kita berdoa bagi mereka supaya mereka diampuni dan ditolong oleh TUHAN.

Mulai dari tudung iman dan perbuatan iman (kain dengan empat warna seperti warna pintu gerbang). Saat-saat mendengar firman ini nomor satu. Tudung iman ini yang kelihatan. Kalau tudung ini tidak ada, berarti tudung diatasnya tidak ada semuanya. Inilah yang menentukan.

Kalau tudung Tabernakel dipasang, maka ada tudung bulu kambing, tudung kulit domba jantan, sampai ada tudung kulit lumba-lumba; kalau tudung Tabernakel tidak dipasang, semuanya tidak dipasang juga.

Jadi, saat-saat mendengar firman menentukan mau ke mana hidup kita. Ini yang sering kali dikecilkan, padahal ini menentukan kita di bawah lindungan TUHAN (dipisahkan dari dunia, dosa, ajaran palsu) atau di luar (dipengaruhi dunia dan dihukum).
Saat-saat mendengarkan firman inilah yang paling menentukan! Kita sungguh-sungguh.

Karena itu kami hamba TUHAN tidak boleh main-main dalam pemberitaan firman--tetap dalam pergumulan dan didoakan. Juga kerinduan dari jemaat, kalau kita berdoa dan merindu, akan diberikan firman. Nomor satu--tudung Tabernakel--inilah yang paling menentukan. Kalau ada ini, ada tudung bulu kambing--Roh Kudus bekerja--dan ada tudung kulit domba jantan--kasih Yesus bekerja dalam hidup kita.
Kalau ada firman (iman), maka Roh Kudus dan kasih Yesus akan bekerja. Jangan dibalik! Seringkali dibalik: 'Yang penting kasih.' Kalau tidak ada firman, itu kasih daging. Seperti ayat mengatakan: 'Pada mulanya adalah firman.' Semua dari firman. Kalau ada firman, ada urapan dan kasih Allah.

Praktik memilki kasih: berdamai dan saling mengasihi sampai bisa mengasihi musuh (membalas kejahatan dengan kebaikan). Ini berarti ada tudung kasih; tidak akan binasa melainkan beroleh hidup kekal--karena kasih itu kekal, maka kita akan mendapatkan hidup kekal (Yohanes 3: 16).

TUDUNG KULIT LUMBA-LUMBA
Keluaran 26: 14b
26:14b. dan tudung dari kulit lumba-lumba di atasnya lagi.

Tudung dari kulit lumba-lumba, ini paling atas. Ini menunjuk pada TUDUNG PENGHUKUMAN. Ini bukan dari kulit ikan lumba-lumba, tetapi dibuat dari sejenis kulit anjing laut yang lentur, ulet, dan tahan terhadap pengaruh cuaca--karena tudung ini ada di paling atas, sehingga ia yang menanggung semua baik topan, panas, hujan dan lain-lain.

Kalau dibuat dari bahan yang tidak tahan, akan robek-robek dan hancur semua tiga tudung yang di bawahnya; gereja TUHAN terbuka--papan-papan terbuka semuanya-- dan ular masuk, semua masuk sampai hancur gereja TUHAN. Karena itu dibuat dari bahan yang kuat.

Tudung kulit lumba-lumba melindungi gereja TUHAN dari hukuman Allah.
Contoh: pada zaman Nuh. Saat itu dunia dihukum dengan air bah dan Allah Bapa melindungi Nuh sekeluarga dengan bahtera Nuh, sehingga tidak binasa oleh air bah.

Nanti zaman akhir akan terjadi lagi.
Tudung kulit lumba-lumba juga tidak ada ukurannya--tak terbatas.
Tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah juga tidak ada ukurannya--kasih tidak terbatas. Kasih Allah tidak terbatas dan hukuman Allah juga tidak terbatas.

Jadi, hukuman Allah tidak terbatas--kekal selamanya di neraka--bagi orang yang menolak kasih Allah yang tidak terbatas. Jangan main-main! Kalau belum dihukum, itu berarti masih ada kasih Allah bagi kita--diberikan kesempatan. Tetapi kalau terus menolak, satu waktu tidak ada kesempatan lagi dan benar-benar mengalami hukuman Allah yang tidak terbatas di neraka. Ngeri!

Kalau punya tudung Tabernakel--iman--, tudung bulu kambing--pengharapan dan kesucian--, dan tudung kulit domba jantan--kasih--, kita akan mendapatkan tudung yang keempat yaitu tudung kulit lumba-lumba--tudung penghukuman. Kita tidak akan dihukum oleh TUHAN.

Kesimpulan: kalau gereja TUHAN punya iman--tudung Tabernakel--, pengharapan dan kesucian/taat; kalau taat, akan berhasil--tudung bulu kambing--, dan kasih--tudung kulit domba jantan yang diwarnai merah; artinya berdamai dan saling mengasihi--, hasilnya:

  1. Kita gereja TUHAN akan mendapatkan tudung penghukuman. Artinya: mendapatkan perlindungan dari hukuman TUHAN yang akan datang, yaitu kiamat (api belerang dari langit) dan neraka (api belerang untuk selamanya).

    Dengar firman sungguh-sungguh sampai praktik firman; lalu hidup dalam kesucian dan ketaatan; kemudian hidup dalam kasih--saling berdamai dan mengasihi. Sudah cukup. Ada tudung kulit lumba-lumba, kiamat dan neraka tidak bisa menjamah, kita akan hidup kekal selamanya.

    2 Petrus 3: 9-10 (penghukuman yang akan datang; kiamat)
    3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
    3:10. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan
    bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

    Kalau baca mulai dari ayat 5, ini tentang Nuh. TUHAN berikan penegasan bahwa zaman Nuh sudah dihukum dengan air bah, dan hanya isinya yang hiang. Tetapi nanti di zaman akhir, dunia dan isinya musnah semuanya.

    Kita masih berada dalam panjang sabar TUHAN. Ini salah satu jawaban kenapa sampai sekarang TUHAN belum datang padahal sudah 2000 tahun (berdasarkan peta zaman).

    Kita mengalami perpanjangan sabar TUHAN, artinya


    1. TUHAN Yesus belum datang kembali kedua kali. Bukan berarti Dia lalai, tetapi karena panjang sabar-Nya, sebab kalau Dia datang sekarang, banyak yang binasa.
    2. Kita juga masih diberi panjang umur, maksudnya adalah


      1. Supaya kita bertobat; mati terhadap dosa; berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN.
      2. Kalau dikaitkan dengan zaman Nuh--masuk bahtera Nuh--, ditambah lagi dengan kita masuk dalam baptisan air. Ini panjang sabarnya TUHAN, yaitu kita lahir baru dari air.


      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat harus dikubur dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar--dari dalam air bersama Yesus untuk menerima hidup baru; hidup sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran--hidup kekal selamanya.

      2 Petrus 3:13
      3:13. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran

      Sementara dunia ini musnah, kita sudah mencapai langit dan bumi yang baru--Yerusalem baru. Gunakan waktu dan panjang sabarnya TUHAN!
      Mungkin baptisannya sudah benar, periksa hasilnya! Kita harus meraih kebenaran. Yang belum baptisan, mari!


    3. Firman yang diulang juga merupakan panjang sabar TUHAN.

      "Pdt Totaijs mengatakan: Kalau karet ditarik terus, akan terputus. Sudah tidak ada lagi kesempatan."


    Yang penting siapkan tiga tudung, yaitu iman dan perbuatan iman, pengharapan dan kesucian (ketaatan), dan kasih. Kalau ini sudah terpasang dalam kehidupan kita, tudung keempat pasti terpasang.


  2. Matius 17: 1-2
    17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
    17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    Petrus= pengharapan--tudung bulu kambing dalam surat Petrus.
    Yakobus= iman--tudung iman dalam surat Yakobus.
    Yohanes= kasih--tudung kulit domba jantan dalam sudat Yohanes.
    Ini sama dengan memiliki empat tudung.
    Dunia ini lembah dan akan dibakar seperti Sodom dan Gomora, tetapi kalau kita punya tiga tudung, kita bisa naik ke atas gunung.

    Hasil kedua: kalau kita punya tiga tudung, kita bisa naik ke atas gunung; kita bisa menyembah TUHAN.

    Menghadapi masalah apa saja--kuliah, pekerjaan dan sebagainya--, kita naik saja ke gunung. Jangan ke mana-mana, tetapi kita menyembah TUHAN. Memang susah--perobekan daging--, tetapi ikuti!
    Ada doa semalam suntuk atau doa puasa, ikuti. Kita sama-sama belajar naik gunung. Gagal sampai ke puncak, naik lagi sampai bisa mencapai puncak. TUHAN tolong kita semua.

    Kita bisa menyembah TUHAN, sehingga kita mengalami:


    1. Kuasa pembaharuan; keubahan hidup--mujizat terbesar, mujizat rohani--; wajah bersinar-sinar.
      Artinya: panca indera diubahkan, mulai dari telinga dan mulut.
      Telinga mendengar firman dan dengar-dengaran. Jangan mendengarkan yang lainnya.
      Mulut untuk berkata benar dan baik; bersaksi, memuji dan menyembah TUHAN.

      Kalau telinga dan mulut baik, semua akan menjadi baik.
      Markus 7: 37
      7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

      Tuli secara rohani= mendengar suara lain--gosip dan lain-lain--, sampai tidak bisa dengar suara TUHAN--firman yang benar. Bahaya! Sudah tidak baik. Kalau tuli, maka yang baik menjadi tidak baik. Sebaliknya, mungkin sekarang masih kurang baik, tetapi kalau bisa dengar suara TUHAN, ada harapan semua bisa jadi baik. Tinggal mulut.

      Mulut dan telinga ada hubungannya--ada saluran eustachius. Kalau yang didengar baik, yang keluar dari mulut juga baik, sehingga semua menjadi baik; yang hancur dan gagal menjadi baik, bahkan segala-galanya menjadi baik. Percayalah!


    2. Kita juga mengalami kuasa pertolongan--mujizat jasmani. Yesus turun gunung bersama dengan tiga murid dan menghadapi penyakit ayan. Murid-murid lain yang berada di bawah tidak bisa menyembuhkan penyakit ayan, karena tidak naik ke gunung.

      Kita Mengalami mujizat jasmani:


      1. Kita mengalami kuasa kesembuhan dari penyakit jasmani. Banyak menyembah TUHAN selain minum obat. Minum obat boleh, tetapi nomor satu berdoa menyembah TUHAN--naik ke atas gunung. Jangan memaksakan diri, tetapi semampunya saja.

        "Seperti saya dulu (tidak bisa membeli obat), obatnya madu dan kunyit untuk penyakit apa saja. Mungkin sekarang bisa membeli obat dan sebagainya, tetapi yang penting doanya. Obat hanya sarana."

        Naik gunung, kalau perlu tambah dengan puasa.

        "Sakit maag, juga bisa sembuh dengan puasa, asal sungguh-sungguh."


      2. Kuasa pemulihan. Ayan; gila babi artinya:


        • Kerusakan moral, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan--dosa seks. Kalau tidak kuat, banyak berdoa ditambah dengan puasa, supaya ada pemulihan dari kerusakan moral.


        • Kerusakan nikah dan buah nikah dipulihkan jadi nikah yang benar, suci, menjadi satu dan bahagia.


      Kalau punya tiga tudung, kita ditudungi oleh TUHAN; tidak ada lagi hukuman. Setelah itu baru bisa naik ke gunung. Kalau masih terkena hujan, bagaimana bisa naik ke gunung? Sedangkan tidak usah hujan, sudah susah naik ke gunung, apalagi kalau ada hujan. Sebab itu ditudungi dulu oleh TUHAN; serangan-serangan sudah ditahan oleh TUHAN, sehingga kita bisa naik ke gunung.

      Kehidupan yang kurang menyembah TUHAN, masih sibuk menahan hujan--hujan panah api kebencian--; masih belum tenang hidupnya. Tidak akan bisa naik ke gunung. Harus ditudungi dulu.


    3. Kuasa kebangkitan.
      Markus 5: 35-37, 41-42
      5:35. Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
      5:36. Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
      5:37. Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali
      Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
      5:41. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
      5:42. Seketika itu juga
      anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

      Kuasa kebangkitan untuk menghapus segala kemustahilan. Hanya orang yang punya tudung, yang bisa naik gunung. Kalau tidak punya tudung, susah--tekena batu dan sebagainya.


  3. 1 Korintus 13: 12-13
    13:12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13:13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu
    iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

    'Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar' = melihat wajah Yesus masih samar-samar, karena ditutupi dosa. Tetapi kalau semakin disucikan dan diubahkan, akan semakin jelas melihat wajah Yesus.

    Hasil ketiga: kita diubahkan terus menerus dan jika TUHAN datang kembali kedua kali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang pemai.

    Kita memandang Dia muka dengan muka dan kita duduk di takhta sorga bersama dengan Dia selamanya--seperti empat mahkluk berada di takhta sorga, nanti kita juga akan berada di takhta sorga.

Mari, enam sayap bukan hanya bicara soal kurun waktu--6000 tahun--, tetapi juga naungan TUHAN--empat tudung. Tiga dulu yang menentukan; iman, pengharapan-kesucian, dan kasih. Kalau ini ada, ada tudung keempat. Kita aman dan bisa naik ke gunung, ada kuasa TUHAN, sampai yang terakhir terjadi kuasa keubahan. Kita bisa memandang Dia muka dengan muka dan kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga untuk selamanya--seperti empat makhluk mencapai takhta sorga kerena dinaungi TUHAN, kita juga mencapai takhta sorga karena dinaungi TUHAN.

Mari, naik ke gunung malam ini, apapun yang kita hadapi. Mungkin tidak ada yang menolong, jangan marah. Ada TUHAN. Kita menyembah Dia malam ini. Sungguh-sungguh manfaatkan kesempatan. Kaum muda, serahkan semua pada TUHAN! Yang sudah berhasil, tetap naik ke gunung, jangan ada di lembah, supaya jangan hancur; yang belum berhasil, kesempatan untuk naik ke gunung. Jangan ragu! Dia harus mati di kayu salib untuk bisa memberikan kuasa-Nya kepada kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top