English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Agustus 2019 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan doa puasa sesi III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 18 Juni 2014 (Rabu Malam)
Puji Tuhan, kita membaca dalam kitab Markus 14: 32-36 yang berbicara tentang doa di taman Getsemani
14: 32 Lalu sampailah Yesus dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Oktober 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah:...

Ibadah Raya Malang, 18 Maret 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1
7:1 Kemudian dari pada itu...

Ibadah Doa Malang, 04 April 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 02 Juni 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Raya Malang, 02 September 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Januari 2011 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Doa Malang, 08 Maret 2011 (Selasa Sore)
Matius 26 menunjuk tentang BULI-BULI EMAS BERISI MANNA.

Matius 26:1-5 menunjuk tentang...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL (nubuat ke-6)
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2011 (Senin Sore)
Disertai dengan Penataran Imam-Imam II
Matius 26: 27-28
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka...

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2012 (Rabu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Mei 2018 (Jumat Sore)
Dari siaran tunda ibadah doa di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Mei 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 6 dalam susunan tabernakel terkena...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2012 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 26 Agustus 2012 (Minggu Pagi)

Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan adalah tentang 7 percikan darah di atas tabut perjanjian. Sekarang artinya adalah sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan kita semua.

Dalam Matius 27 ada 7 cerita, kita mempelajari cerita yang ke-4 yaitu Yesus disalibkan sampai mati [ayat 32-50].
Matius 27:45-50 tentang waktu penyaliban Yesus.

Ada beberapa hal yang terjadi waktu penyaliban Yesus:

  1. Kegelapan [ayat 45]
  2. Yesus ditinggalkan sendirian [ayat 46-47]
  3. Yesus meminum anggur asam bercampur empedu [ayat 48-49]
  4. Yesus mati di kayu salib [ayat 50]

Kita mempelajari yang ke-4 yaitu Yesus mati di kayu salib.

Matius 27:50
27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.

Yesus mati untuk memberi arti dalam hidup kita.
Manusia berdosa sebenarnya seperti anjing dan babi yang sangat tidak berarti. Tetapi Yesus mau mengampuni hidup kita dan menjadikan hidup kita berarti, menjadikan kita pelayan Tuhan, sampai menjadikan kita milikNya selamanya.

 

Yesus sebagai Kepala sudah menyerahkan nyawaNya, maka kita sebagai tubuh juga harus bisa menyerahkan semua sampai menyerahkan nyawa untuk Tuhan.

Proses untuk bisa menyerahkan nyawa kepada Tuhan:

  1. Menyerahkan kekuatiran kepada Tuhan.
    1 Petrus 5:7
    5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

    Kuatir sama dengan penakut, takut akan sesuatu yang belum terjadi, sehingga kita tidak takut pada Tuhan, tidak takut pada firman Tuhan.

    Wahyu 21:8
    21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Delapan dosa ini yang menenggelamkan manusia, termasuk anak Tuhan dan hamba Tuhan, pada lautan api dan belerang. Kalau dimulai dengan penakut, maka pasti penutupnya adalah dusta.
    Kalau kekuatiran sudah diserahkan, tidak akan ada tujuh dosa yang lain. Menyerahkan kekuatiran sama dengan menyerahkan delapan dosa ini, sehingga tidak akan masuk dalam lautan api dan belerang.

    Matius 6:31-33
    6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
    6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
    6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Kekuatiran akan perkara dunia membuat hamba Tuhan/ anak Tuhan tidak lagi mengutamakan Tuhan, tidak setia dalam ibadah pelayanan, dan tidak benar.
    Oleh sebab itu, kita harus menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan.

    Bukti menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan:
    1. Mengutamakan perkara Sorga lebih dari perkara jasmani di dunia, mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara.
    2. Hidup dalam kebenaran.
    3. Tergembala pada pengajaran yang benar, seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.

    Hasilnya adalah kita berada dalam tangan kasih kemurahan Tuhan yang sanggup untuk memelihara kehidupan kita sehari-hari sampai masa depan yang indah secara ajaib. Tangan kasih kemurahan Tuhan juga memelihara hidup kita secara rohani, sehingga kita berada dalam ketenangan dan damai sejahtera, sampai keselamatan jiwa (seperti 8 orang yang naik bahtera Nuh).


  2. Menyerahkan diri/ anggota tubuh kepada Tuhan, untuk menjadi senjata kebenaran, menjadi hamba kebenaran.
    Roma 6:13-14
    6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
    6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

    Saat kita melayani adalah saat kita menjadi senjata kebenaran. Kalau hidup kita tidak benar, itu bagaikan menembak dengan ketidakbenaran, sehingga menjadikan orang lain tidak benar. Biar kita melayani dengan kebenaran, sehingga bisa menjadikan kehidupan yang tidak benar menjadi benar.

    Syarat melayani dengan kebenaran:
    1. Masuk kandang penggembalaan (Ruangan Suci).
      Imamat 21:12
      21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Dalam Ruangan Suci terdapat 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, yaitu:
      • Pelita Emas, yaitu ketekunan dalam Ibadah Raya.
      • Meja Roti Sajian, yaitu ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
      • Medzbah Dupa Emas, yaitu ketekunan dalam Ibadah Doa.
      Dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita sedang disucikan sehingga layak melayani. Dalam kandang penggembalaan, kita juga diurapi Roh Kudus sehingga kita tidak pernah bosan melainkan selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Urapan Roh Kudus juga supaya pelayanan tertib dan teratur, jiwa dan roh bersukacita.

    2. Harus ada jabatan pelayanan dan karunia untuk bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
      Efesus 4:11-12,7
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
      4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

      Jabatan pelayanan dan karunia bisa berbeda-beda, tetapi harus bisa bekerjasama.

    3. Dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, komandonya juga harus jelas, yaitu perkataan Yesus sendiri, firman pengajaran yang benar, ayat menerangkan ayat dalam Alkitab.
      Matius 7:24-25
      7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
      7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

      Kalau bisa taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, itu bagaikan membangun tubuh Kristus di atas batu karang Yesus, yang tidak akan goyah oleh ujian apapun juga.
      Kalau tidak taat dengar-dengaran, pasti akan roboh saat menghadapi ujian dari setan (hujan lebat), ajaran palsu (angin), dan kekuatan ekonomi (banjir).

    Roma 6:14
    6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

    Kisah Rasul 7:9-10
    7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
    7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.

    Kalau tergembala dengan baik, melayani dengan kesucian dan urapan Roh Kudus, dan taat dengar-dengaran, hasilnya adalah kita berada dalam tangan kasih karunia Tuhan. Dan kita akan dipakai dalam pelayanan penyatuan tubuh Kristus yang sempurna, seperti dulu Yusuf dipakai untuk menyatukan keluarganya hanya karena ada gandum.


  3. Menyerahkan nyawa kepada Tuhan.
    Praktek penyerahan nyawa kepada Tuhan adalah doa penyembahan, percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara seperti Yesus taat sampai mati di kayu salib.

    Daniel 3:16-18,24-25
    3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
    3:24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
    3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadapi pencobaan yang mustahil. Di sini kita belajar bahwa mereka tetap berpegang pada pengajaran yang benar, apapun resikonya. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego fokus pada pribadi Tuhan, pada pengajaran yang benar, bukan pada mujizat jasmani. Apapun yang Tuhan lakukan, ditolong atau tidak, mereka tetap menyembah Tuhan.

    Hasilnya adalah Tuhan menyertai dengan kemurahan dan belas kasihNya.
    Iman + belas kasihan = mujizat.
    Pertolongan Tuhan secara jasmani nyata, dan mujizat secara rohani juga terjadi.

    Yakobus 3:6
    3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

    Terbakar atau tidaknya kehidupan kita, tergantung pada lidah. Lidah harus diubahkan sehingga hanya untuk mengaku dosa, hanya berkata yang benar dan baik, dan hanya untuk menyembah Tuhan. Maka kehidupan semacam ini tidak akan pernah terbakar.

    Filipi 2:8-10
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    Yesus sebagai contoh kehidupan yang taat sampai mati di kayu salib.
    Gereja Tuhan di akhir jaman akan menghadapi api pencobaan dan api dosa di akhir jaman yang semakin dahsyat. Biar kehidupan kita mau menyerahkan nyawa kepada Tuhan, tetap percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan, taat dengar-dengaran pada pengajaran yang benar sampai daging tidak bersuara lagi. Ini bagaikan mengulurkan dua tangan kepada Tuhan, maka Tuhan juga akan mengulurkan tangan belas kasih kemurahanNya untuk memberi kemenangan dalam hidup kita, menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai sempurna seperti Dia.


Tuhan memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top