English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 29 April 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sanda Toding

Matius 12:38-42
12:38. Pada waktu itu berkatalah...

Ibadah Kunjungan di Ngawi, 08 Agustus 2014 (Jumat Sore)
Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19: 9
19:9....

Ibadah Doa Surabaya, 30 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan di Ciawi I, 17 November 2009 (Selasa Sore)
Tema: Wahyu 21:5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"
Pada mulanya Tuhan sudah menciptakan manusia yang sama...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Agustus 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang...

Ibadah Doa Malang, 21 Februari 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Gideon Pakpahan

Matius 26:62-64...

Ibadah Raya Malang, 06 November 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Raya Malang, 17 Maret 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12 tentang hukuman sangkakala yang kelima,...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Mei 2011 (Minggu Sore)
Tema Ibadah di Poso: "Ingatlah akan istri Lot!"
Lukas 17: 32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

= merupakan peringatan yang tegas/kuat kepada...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 06 April 2012 (Jumat Pagi)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati...

Ibadah Paskah Malang, 24 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:6-13 menunjuk pada PERSIAPAN PASKAH.

Matius 26:7, 12
26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal....

Ibadah Persekutuan Papua V, 04 Maret 2010 (Kamis Sore)
Ibrani 4: 12
Firman Allah, itu adalah makanan rohani.
Hidup kita dari buli-buli tanah liat...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 28 Agustus 2012 (Selasa Malam)
Tema: tersungkur di bawah kaki Tuhan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9
1:9....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Februari 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri .A

Salam sejahtera, selamat malam, selamat bersekutu dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Pada kesempatan sore hari...

Ibadah Raya Malang, 27 Mei 2018 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Rut 1:19-21
1:19 Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Surabaya, 20 April 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat merayakan Paskah, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 13-16 = penampilan pribadi Yesus dalam 4 keadaan yang sebenarnya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014):

  1. Wahyu 1: 13 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, dengan tanda berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki dan dada-Nya berlilitkan ikat pinggang dari emas (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014).


  2. Wahyu 1: 14 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala Raja, dengan tanda rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah dan mata-Nya bagaikan nyala api (sudah diterangkan mulai dariIbadah Raya Surabaya, 23 Februari 2014).


  3. Wahyu 1: 15 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil, dengan tanda kaki-Nya bagaikan tembaga yang berkilau dan suara-Nya bagai desau air bah (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Maret 2014).


  4. Wahyu 1: 16 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga. Ini puncak penampilan, dimana kita tidak akan terpisah lagi dengan Dia dan bersama Dia selama-lamanya (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 30 Maret 2014).

Malam ini, kita masih mempelajari bagian yang ke-4, yaitu YESUS TAMPIL DALAM KEMULIAAN SEBAGAI MEMPELAI PRIA SURGA

Kepala = menunjuk suami. Tubuh = menunjuk istri. Kepala dengan tubuh tidak bisa dipisahkan untuk selama-lamanya. Kalau kita hanya mengenal Yesus sebagai Juruselamat dan sebagai Tabib, ini masih bisa terpisah. Jika kita mengenal Yesus sebagai Kepala (Mempelai Laki-Laki surga) dan kita sebagai tubuh (mempelai wanita surga), maka kita tidak akan terpisah untuk selama-lamanya.

Wahyu 1: 16
1: 16. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Yesus sebagai Mempelai Pria Surga, tandanya:

  1. Tangan kanan-Nya memegang tujuh bintang (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 30 Maret 2014),
  2. dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 06 April 2014),

    Yang keluar dari mulut Tuhan = berbicara tentang makanan rohani "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

    "Manusia hidup bukan dari roti saja" = rumput-rumputan dari dunia ini.
    Pedang tajam bermata dua menunjuk firman pengajaran yang benar.

    Jadi firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua harus menjadi makanan rohani kita (makanan keras), sampai kita menjadi dewasa dan sempurna.


  3. wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Malam ini sebagai berita Paskah kita membahas tanda yang ketiga yaitu wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik

Wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik = wajah-Nya bersinar-sinar dalam sinar kemuliaan (Shekinah Glory).

Tabernakel adalah kerajaan surga yang dilihat oleh Musa. Dulu, Tuhan perintahkan kepada Musa untuk membuat kerajaan surga di bumi, itulah tabernakel/kemah suci (Keluaran 25).

Dulu, setiap satu tahun sekali, Imam Besar Harun masuk ke ruangan maha suci (ruangan terakhir dalam tabernakel) dengan membawa darah dan dupa. Saat Imam Besar Harun memercikan darah sebanyak dua kali tujuh percikan, maka terjadi Shekinah Glory/sinar kemuliaan.
Sinar kemuliaan inilah yang ada pada wajah Yesus.

2 Korintus 3: 17-18
3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Jika kita memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari terik/yang memancarkan sinar kemuliaan, maka manusia daging akan mengalami pembaharuan menjadi manusia mulia seperti Yesus = manusia daging diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar, sampai kita menjadi sama mulia seperti Dia ('kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya').

Jika kemuliaan semakin besar, maka manusia dagingnya akan lebih kecil.

Sinar kemuliaan ini ada kaitannya dengan kebangkitan Tuhan. Waktu Yesus bangkit, terjadi sinar kemuliaan. Sewaktu Yesus bangkit dan kuburannya kosong, lalu perempuan-perempuan melihat ada malaikat dalam kemuliaan.

Kuasa kebangkitan = sinar kemuliaan yang disinarkan oleh Yesus kepada murid-murid, sehingga murid-murid mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani yang sama mulia seperti Yesus.

Salah satu murid Yesus yang mengalami kuasa kebangkitan Tuhan adalah Tomas.

Yohanes 20: 20 = bicara tentang kebangkitan Yesus (sinar kemuliaan).
Yohanes 20: 24-31
= tentang Yesus menampakkan diri kepada Tomas = sinar kemuliaan menyinari Tomas.

Yohanes 20: 24-25, 27-29
20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

= kuasa kebangkitan/sinar kemuliaan MENGHAPUS KETIDAKPERCAYAAN. Tomas sudah menjadi rasul, tetapi masih tidak percaya (tidak ada iman).

Tuhan sedang mengoreksi imannya Tomas. Iman adalah percaya kepada Yesus. Imannya Tomas adalah iman karena melihat tanda-tanda yang jasmani = tidak percaya/tanpa iman.
Misalnya: percaya kepada Yesus karena melihat orang sakit disembuhkan, tetapi begitu melihat orang sakit meninggal, mulai mengeluh.

Ciri-ciri iman karena melihat tanda jasmani adalah

  1. tidak bahagia. Tuhan berkata "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Jika orang melihat kemudian baru percaya, ini berarti tidak bahagia.
    Jika melihat sesuatu yang sesuai dengan keinginannya (sakit menjadi sembuh), lalu berkata "Yesus dahsyat, Yesus hebat" dan merasa bahagia. Jika melihat sesuatu yang tidak diinginkan (sakit menjadi meninggal), maka menjadi tidak bahagia, mulai mengomel, bahkan menghujat Tuhan.


  2. mudah untuk dibimbangkan dan disesatkan.
    Wahyu 13: 13-14
    13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
    13:14 Ia
    menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.

    Di akhir jaman, antikris dan nabi palsu akan mengadakan tanda-tanda ajaib ("menurunkan api dari langit"). Jika iman hamba Tuhan/pelayan Tuhan hanya karena melihat tanda-tanda, maka akan dibimbangkan, disesatkan dan menyembah antikris.


  3. iman yang sepihak.
    Yohanes 2: 23-24
    2:23. Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
    2:24 Tetapi
    Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,

    Iman yang sepihak = kita percaya kepada Yesus, tetapi Yesus tidak mempercayakan diri kepada kita. Iman seperti ini merupakan iman yang rapuh, sehingga tidak tahan uji, bahkan bisa menyangkal Tuhan.

    Iman yang rapuh ini seperti kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, tetapi Tuhan tdak mengulurkan tangan-Nya kepada kita.

    Iman ini merupakan dasar. Jika imannya rapuh, saat dibangun, semakin besar bangunannya, maka semakin cepat rubuh, hebat kerusakannya dan tidak bisa diperbaikki lagi.

Iman karena melihat, sebenarnya bukanlah iman (tidak percaya), dalam Ibrani dikatakan bahwa "iman itu karena tidak melihat".

Yohanes 20: 24
20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
Waktu itu murid-murid berkumpul dimana ada Yesus yang sudah bangkit (persekutuan yang benar), tetapi Tomas tidak ada disitu.

Praktek iman karena melihat: tidak mau masuk persekutuan yang benar.

Persekutuan yang benar: persekutuan yang mengutamakan/menampilkan pribadi Yesus (menampilkan pembukaan firman pengajaran yang benar), yang mengarah kepada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita Surga).

Yesaya 30: 1-3
30:1. Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
30:2 yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk
berteduh di bawah naungan Mesir.
30:3 Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu.


Sebaliknya, Tomas suka masuk dalam persekutuan Mesir. Artinya: persekutuan yang menampilkan hal-hal duniawi (keuangan, kedudukan, karena ada artis, figur manusia, karena sungkan dan lain-lain) = persekutuan tanpa pengajaran yang benar (tanpa pribadi Yesus) dan tanpa pembukaan firman.

Yang dikoreksi oleh Tuhan pada malam hari ini adalah tentang IMAN. Dalam merayakan kebangkitan Tuhan, biarlah kuasa kebangkitan/sinar kemuliaan menyinari kita, supaya iman kita jangan seperti Tomas, melainkan kita memiliki iman yang benar.

Jika masuk dalam persekutuan yang menampilkan perkara daging, akibatnya adalah dosanya semakin bertambah-tambah, sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan), sehingga masuk dalam pembangunan tubuh babel, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.

Puncaknya dosa yaitu
  1. dosa makan minum = merokok, mabuk, narkoba.
  2. dosa kawin mengawinkan = dosa seks dengan berbagai ragamnya, termasuk nikah yang salah.

Iman inilah yang menentukan ke mana persekutuan kita. Jika manusia daging (iman hanya karena melihat), arah persekutuannya mengarah ke daging.

Persekutuan tubuh Kristus meliputi:
  1. dimulai dari dalam nikah. Perhatikan ke mana arah nikah! Jika nikah hanya memperhatikan yang jasmani, bukan Yesus/firman pengajaran, maka akan mengarah ke babel.

  2. dalam penggembalaan. Jika hanya memperhatikan yang jasmani (figur manusia, uang, kedudukan dan sebagainya) dan tanpa pengajaran, maka akan menuju babel.

Sekalipun Tomas adalah rasul, tetapi Tomas masih manusia daging yaitu memiliki iman karena melihat perkara-perkara daging. Oleh sebab itu Tomas perlu mendapatkan sinar kemuliaan/kuasa kebangkitan, sehingga Tomas mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus yang memiliki iman yang benar.

Demikian juga kita akan dibaharui pada malam ini. Kuasa kebangkitan menyinari kita, sehingga terjadi pembaharuan dari manusia daging yang imannya karena melihat, menjadi manusia rohani yang sama mulia dengan Yesus (memiliki iman yang benar).

Roma 10: 17
10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Iman yang benar: iman dari mendengar (bukan melihat) firman Kristus (firman yang diurapi Roh Kudus). Kristus artinya yang diurapi.

Biarlah pemberitaan firman dan saat mendengar firman diurapi oleh Roh Kudus. Sebab itu, saat doa untuk pembukaan ibadah dan doa untuk firman harus sungguh-sungguh (jangan ada yang keluar masuk).

Doa untuk firman: doa untuk mengusir setan. Contohnya: dalam Matius 4 Yesus tiga kali dicobai, dan yang terakhir saat Yesus disuruh untuk menyembah setan. Tetapi Yesus berkata "Enyahlah iblis". Untyuk masa sekarang, setan tidak bisa dibinasakan (sebab belum waktunya), tetapi setan masih bisa diusir. Jadi dalam doa pembukaan setan sudah harus diusir, sebab setan bisa ada di mana-mana (di mana ada udara, disitu ada setan). Jika setan sudah diusir, kita bisa mohon supaya Roh Kudus mengurapi kita. Setan dan Roh Kudus ini tidak bisa menjadi satu.

Yohanes 14: 26
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Roh Kudus adalah Roh yang tidak terbatas (tidak bisa dibatasi umur, status, sosial, ijasah, dan waktu). Roh Kudus sanggup untuk mengajarkan firman Tuhan dan membuat kita:
  • mengerti firman Tuhan.
  • percaya/yakin kepada firman = firman menjadi iman didalam hati.
  • praktek firman = perbuatan iman.

Jadi, Roh Kuduslah yang menolong kita. Anak kecil pun yang tidak mengerti apa-apa, tetapi jika ada urapan Roh Kudus, masih bisa makan firman.

Kesaksian:
"guru dan gembala saya (Bpk. Pdt. Pong Dongalemba) pernah mengatakan bahwa anak kecil boleh dibawa beribadah. Jika rewel bisa didoakan dan ditertibkan. Anak kecil bisa makan firman lewat pori-pori (panca indera). Jadi Roh Kudus ini tidak dibatasi oleh umur."

Jika iman sudah benar, mengerti firman sampai praktek firman, hasilnya adalah

  1. Yohanes 20: 30-31
    20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
    20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan
    supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

    "oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya" = iman sudah benar.

    Contoh kehidupan yang imannya sudah benar sampai praktek firman/perbuatan iman adalah

    • Bapa Abraham yang taat kepada Tuhan untuk meninggalkan negerinya (padahal tidak tahu kemana harus pergi/tidak melihat, tetapi Abraham mendengar firman dan mempraktekkan firman).

    • Abraham yang taat kepada Tuhan untuk menyembelih anaknya sendiri. Abraham ini hanya mendengar dan mempraktekkan firman.


    Hasil pertama adalah memperoleh hidup didalam nama Yesus = hidup karena firman Allah (hidup karena iman).

    Sehebat apapun manusia, hanyalah seperti Petrus dan murid-murid Yesus lainnya. Mereka semalam-malaman menangkap ikan dengan menggunakan kepandaian, pengalaman, dan kehebatannya, tetapi tidak ada hasilnya. Saat Yesus datang dan memberi perintah "tebarkanlah jalamu" di pantai dan mereka mentaatinya, akhirnya mendapatkan ikan. Jadi, firman + iman = berhasil. Menebarkan jala di pantai = iman yang tidak melihat, tetapi karena mendengarkan firman.

    Buktinya hidup karena iman: kuat dan teguh hati (tabah) dalam mengadapi apapun juga.

    2 Korintus 5: 7-8
    5:7 --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--
    5:8 tetapi
    hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

    Kuat dan teguh hati artinya tidak putus asa, kecewa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi tetap percaya dan berharap kepada Tuhan, tetap berpegang pada pengajaran yang benar, dan hanya menyembah Tuhan.

    Orang yang kuat dan teguh hati, bukan pandai dan sebagainya, inilah yang dicari oleh Tuhan, untuk dipakai dalam kegerakan besar = kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Waktu Yosua diutus oleh Tuhan untuk membawa Bangsa Israel dari tapal batas menuju Kanaan (etape terakhir masuk Kanaan), syaratnya cuma satu "kuatkan dan teguhkan lah hatimu".

    Yosua 1: 6-7, 9, 18
    1:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
    1:7 Hanya,
    kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
    1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu:
    kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."
    1:18 Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apapun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya,
    kuatkan dan teguhkanlah hatimu!"

    "dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu" = berpegang teguh firman pengajaran yang benar (jangan ditambah, dikurangi, atau diubah) dan mentaatinya.

    Disini, empat kali disebutkan "kuatkan dan teguhkanlah hatimu".

    Matius 24: 3-5, 11, 24
    24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
    24:4. Jawab Yesus kepada mereka: "
    Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
    24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan
    mereka akan menyesatkan banyak orang.
    24:11
    Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
    24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin,
    mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

    "orang-orang pilihan" = orang dalam pengajaran yang benar/orang dalam kabar mempelai.

    Mengapa empat kali disebutkan "kuatkan dan teguhkanlah hatimu"?


    • sebab ada empat kali penyesatan= empat kali kuat dan teguh hati untuk menghadapi empat kali penyesatan.

      Kita harus kuat dan teguh hati dalam menghadapi penyesatan (pengajaran palsu) di seluruh dunia dan pencobaan-pencobaan di seluruh dunia.


    • Wahyu 19: 1, 3-4, 6
      19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
      19:3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "
      Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
      19:4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin,
      Haleluya."
      19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "
      Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

      Di sini dituliskan empat kali penyembahan yang benar ("Haleluya!")= empat kali kuat dan teguh hati untuk menghadapi penyembahan palsu.

      Kita harus kuat dan teguh hati bertahan dalam penyembahan yang benar, supaya tidak disesatkan dalam pengajaran dan penyembahan palsu.


    Bertahan dalam penyembahan yang benar yaitu menyembah Yesus Sang Raja dan Mempelai Pria Surga dengan suara "Haleluya" sampai kita terangkat di awan-awan dan di surga, kita tetap menyembah Tuhan dengan "Haleluya".

    Kata "Haleluya" merupakan kata yang sederhana, tetapi ini perbedaan tegas antara kita yang diangkat di awan-awan dengan yang ketinggalan. Yang diangkat di awan-awan akan menyembah "Haleluya" sampai di surga, tetapi yang ketinggalan hanyalah suara "erangan".

    Jadi tidak boleh beda sedikit pun, baik pengajaran tentang nikah, iman dan sebagainya, sebab perbedaan yang sedikit (sekalipun hanya sedikit yang tidak cocok dengan Alkitab) itu adalah pemisahan yang tegas/yang besar untuk selama-lamanya.

    Jika kuat dan teguh hati, hasilnya:


    • seperti Yosua kuat dan teguh hati, sehingga dipakai Tuhan membawa bangsa Israel ke Kanaan. Artinya: kehidupan yang kuat dan teguh hati (bukan yang pandai, bodoh, kaya dan sebagainya) dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.


    • Kanaan = Kanaan Samawi (kerajaan surga).
      Artinya: kita akan terangkat di awan-awan permai bersama-sama Tuhan untuk selama-lamanya sampai masuk kerajaan surga.


  2. Yohanes 20: 30
    20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,

    "tanda lain" = mujizat.
    Hasil kedua adalah terjadi mujizat.

    Dalam Injil Yohanes teradapat 8 mujizat. Mujizat ini dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:

    • kelompok I:
      1. mujizat 1 = Yohanes 2 = perkawinan Kana, terjadi mujizat dari tidak ada anggur menjadi ada anggur.
      2. mujizat 8 = Yohanes 21 = dari tidak ada ikan menjadi ada ikan.

    • kelompok II:
      1. mujizat 2 = Yohanes 4 = kesembuhan anak pegawai istana yang sudah hampir mati.
      2. mujizat 7 = Yohanes 11 = Lazarus yang mati, dibangkitkan.

    • kelompok III:
      1. mujizat 3 = penyembuhan orang lumpuh di kolam Betesda.
      2. mujizat 6 = orang buta sejak lahir disembuhkan (Yohanes 9).

    • kelompok IV:
      1. mujizat 4 = Yesus memberi makan 5000 orang (Yohanes 6).
      2. mujizat 5 = Yesus berjalan diatas air.


    Inilah 8 mujizat dalam Injil Yohanes yang sempat dicatat (lainnya tidak dicatat). Tujuan mujizat yang dicatat ini supaya kita menjadi percaya (HIDUP KARENA IMAN) dan supaya terjadi mujizat.

    Sekarang, kita mempelajari mujizat yang ke 8.
    Yohanes 21: 3-6, 11
    21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
    21:4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
    21:5 Kata Yesus kepada mereka: "
    Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
    21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
    21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

    Tuhan ijinkan murid-murid (kita) tidak menangkap apa-apa (gagal total, sakit, menghadapi pencobaan dll), maksudnya adalah supaya mereka mengalami mujizat (bukan supaya hancur).

    Bagaimana supaya bisa terjadi mujizat? jika kita mengalami kegagalan, pencobaan dan lain-lain, ini merupakan kesempatan seluas-luasnya untuk kita mendengarkan/menerima firman pengajaran yang benar (firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua), yaitu:

    • Firman yang menyucikan perasaan kita.
      ay. 5= 'Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?'= Firman yang tajam karena sudah capek semalam-malaman menangkap ikan tetapi tidak mendapat apa-apa, lalu ditanya "adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" (sudah gagal tetapi masih ditanya). Jadi pedang firman ini untuk menyucikan perasaan.

      Jika perasaan sudah disucikan oleh pedang firman, hasilnya adalah jujur (mengaku kegagalan-kegagalan). Seperti jawaban murid-murid saat ditanya "adakah lauk pauk?" "Jawab mereka: "Tidak ada.".


    • Firman yang menyucikan pikiran kita.

      Murid-murid sudah semalam-malaman menangkap ikan di tempat yang dalam, tetapi tidak mendapat apa-apa = waktu dan tempat menangkap ikan sudah tepat dan berdasarkan pengalaman.

      ay. 6= "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh."= diperintah Tuhan untuk menebarkan jala siang hari dan di pantai (waktu dan tempat menangkap ikan tidak tepat). Inilah penyucian pikiran/logika.

      Seringkali, firman Tuhan tidak cocok dengan pikiran kita dan mustahil. Jika pikiran kita sudah disucikan, maka kita bisa taat dengar-dengaran kepada firman yang mustahil = memiliki PIKIRAN IMAN/pikiran firman.

      Jika taat dengar-dengaran, hasilnya: kita akan mendapat kuasa untuk menghapus kemustahilan. Karena taat menebarkan jala, maka Petrus dan murid-murid lainnya mendapatkan ikan ("Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikaní") dan pada ayat 7, ditangkap ikan sebanyak "seratus lima puluh tiga ekor banyaknya".

      Jangan merasa lebih pandai dari firman (dari Tuhan)! Jika merasa lebih pandai dari firman, maka kita tidak akan pernah mengalami mujizat.

      153 ekor ikan. 1 + 5 + 3 = 9. Angka 9 ini menunjuk angka kasih karunia = belas kasih anugerah Tuhan yang lebih besar dari apapun, yang tidak pernah habis-habisnya, yang selalu baru.

      Jadi jika kita mendengarkan firman sampai taat dengar-dengaran, maka kita hidup dalam tangan anugerah Tuhan dan akan terjadi mujizat-mujizat rohani maupun jasmani (langkah kita adalah langkah-langkah mujizat).

      Bukti kita hidup dalam tangan anugerah Tuhan adalah langkah-langkah kita merupakan langkah mujizat.

      Kalau diijinkan apapun terjadi dalam hidup kita (gagal, tidak enak dan sebagainya), jangan putus asa, jangan kecewa!

Jika malam ini kita menerima sinar kemuliaan (kuasa Paskah), sehingga iman kita diubahkan menjadi iman yang benar, maka kita yang berada dalam kegagalan dan sebagainya, akan mengalami mujizat dari Tuhan.

Mujizat-mujizat yang kita alami yaitu

  1. mujizat jasmani:


    • dari tidak ada ikan menjadi ada ikan untuk memelihara kehidupan kita.
    • dari mustahil menjadi tidak mustahil untuk menolong/menyelesaikan segala masalah kita (ekonomi, penyakit dan sebagainya).
    • yang gagal menjadi berhasil dan indah pada waktu-Nya.


  2. mujizat secara rohani = mujizat terbesar yaitu terjadi keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani yang sama mulia dengan Yesus yaitu manusia dengan 9 buah-buah roh.
    Kita berubah = berbuah.

    Galatia 5: 22-23
    5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23
    kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    9 buah-buah roh dibagi menjadi 3 kelompok:


    • "kasih, sukacita, damai sejahtera" adalah tabiat Allah Bapa = gambar Allah Bapa.
    • "kesabaran, kemurahan, kebaikan" adalah tabiat Anak Allah (Yesus) = gambar Anak Allah.
    • "kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" adalah tabiat Allah Roh Kudus = gambar Allah Roh Kudus.


    Jadi, 9 buah Roh Kudus adalah tabiat dan gambar Tritunggal.
    Artinya: kita kembali kepada gambar dan teladan Allah Tritunggal.

    Dulu manusia diciptakan menurut gambar dan teladan Allah Tritunggal, tetapi dirusak oleh dosa, sehingga kehilangan gambar Allah Tritunggal dan telanjang.

    Lewat kebangkitan Yesus, Dia mengembalikan kita kepada gambar dan teladan Allah Tritunggal (kembali pada kemuliaan Tuhan). Kita menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali di awan-awan permai= terjadi Paskah yang terakhir yaitu kita keluar dari bumi ini untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan kita bersama Dia untuk selama-lamanya.

Saat kita berada dalam kegagalan, persoalan, ada kemustahilan, jangan putus asa! jika semua ini terjadi karena kesalahan kita, maka kita harus minta ampun. Kita harus ingat berita Paskah, dimana Tuhan ijinkan semua terjadi, supaya kita mengalami mujizat-mujizat.

Jangan hidup dari mana-mana, tetapi kita harus hidup dalam tangan anugerah Tuhan. Perjamuan suci malam ini merupakan anugerah Tuhan yang terbesar dan biarlah ini yang mengadakan mujizat ditengah-tengah kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top