English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 10 Mei 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 14:21-22
14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman...

Ibadah Raya Malang, 28 Juni 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 21: 5.
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru"

Dulu, manusia diciptakan sama dengan Tuhan dan ditempatkan...

Ibadah Raya Malang, 10 September 2017 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam IV

Ibadah Doa Malang, 15 Juli 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Oktober 2009 (Kamis Sore)
dari Ibadah Persekutuan Medan, 27 Oktober 2009 (pagi)

Tema: Wahyu 19:9.
Tuhan mau memberikan...

Ibadah Natal Kunjungan di Pamekasan, 07 Januari 2011 (Jumat Sore)
Lukas 2:11-14
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan,...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 57-68
INI TENTANG SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan kesaksian, yaitu:
Saksi yang palsu/saksi dusta.
Saksi yang benar.
Malam ini kita masih...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Januari 2014 (Rabu Sore)
Pembicaran: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 07 November 2013 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yehezkiel 39:29
39:29 Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Januari 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 April 2017 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Persekutuan di Tentena V.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Januari 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-30 "Keadaan Pada Masa Kedatangan Yesus Ke2x" Terjadi kegoncangan dan...

Ibadah Raya Malang, 25 November 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10:13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka;...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 26 Juni 2016 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing
bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Ayat 8a: 'bersayap enam', ini menunjuk pada enam hari TUHAN bekerja, dan pada hari ketujuh TUHAN berhenti bekerja dan menyucikan hari itu sebagai hari Sabat.

2 Petrus 3: 8
3:8. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan TUHAN satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari

Satu hari sama dengan seribu tahun; berarti enam hari sama dengan enam ribu tahun. Ini bisa kita pelajari dari peta zaman.



Enam hari TUHAN bekerja; sama dengan enam ribu tahun dan sesudah itu, masuk hari ketujuh, itulah hari Sabat--kerajaan seribu Tahun Damai; Sabat yang besar.
Kita lihat di peta zaman, 6000 tahun terbagi menjadi tiga bagian:

  1. 2000 tahun--zaman permulaan; zaman Allah Bapa--: dihitung dari Adam sampai Abraham.
  2. 2000 tahun--zaman pertengahan; zaman Anak Allah--: dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali.
  3. 2000 tahun--zaman akhir; zaman Allah Roh Kudus--: dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali.

Kita sudah mempelajari empat makhluk ialah empat pribadi yang sudah terangkat ke takhta sorga--pernah hidup di dunia tetapi dalam suasana takhta sorga, sampai benar-benar terangkat ke sorga.
Jadi, setiap zaman--dari zaman permulaan sampai zaman akhir--selalu terjadi pengangkatan:

  1. Zaman permulaan--Adam sampai Abraham--: empat makhluk diwakili oleh Henokh yang terangkat ke sorga (sudah diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2016).


  2. Zaman pertengahan--Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali--: empat makhluk diwakili oleh Musa--lewat mati, bangkit, dan naik ke sorga--dan Elia--langsung naik ke sorga.


  3. Zaman akhir--kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali--: empat makhluk diwakili Yesus Mempelai Pria--kepala. Dia mati, bangkit, dan naik ke sorga.
    Nanti yang terakhir adalah gereja TUHAN yang juga akan terangkat ke sorga saat kedatangan Yesus kedua kali.

Jadi, setiap zaman ada yang terangkat. Jangan ragu-ragu!

"Mari kita fokuskan. Seperti nyanyian kaum muda tadi; banyak yang kita gumulkan tetapi kita harus bergumul untuk menjadi sama mulia seperti Yesus, supaya kita bisa terangkat. Kalau kita tidak bisa terangkat, semua sia-sia. Semua yang di dunia ini akan hancur lebur, kiamat, dan binasa. Sekalipun kita hebat tetapi kalau tidak terangkat, semua akan sia-sia, dan hancur bersama dunia bahkan binasa selamanya."

Kita sudah mempelajari tentang Henokh, malam ini kita belajar tentang MUSA.
Ulangan 34: 5-7
34:5. Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
34:6. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan
tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
34:7. Musa berumur
seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.

'tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini', karena Musa dibangkitkan dan terangkat ke sorga; dijelaskan juga dalam Yudas 1: 9
1:9. Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya TUHAN menghardik engkau!"

Di sini mayat Musa diperebutkan antara TUHAN dengan setan. Kita harus hati-hati, sudah jadi mayatpun masih diperebutkan, apalagi masih hidup. Kita harus benar-benar safe di dalam tangan TUHAN.
Jadi jelas Musa dibangkitkan oleh TUHAN dan terangkat ke sorga.

Musa berumur 120 tahun lalu ia mati, tetapi ia dibangkitkan oleh TUHAN dalam tubuh kemuliaan dan diangkat ke sorga.

Musa hidup selama120 tahun terbagi menjadi 3 tahap, masing-masing 40 tahun.
Angka 40 menunjuk pada angka perobekan daging/penyaliban daging--sama seperti Yesus berpuasa selama 40 hari 40 malam.

Jadi, seluruh kehidupan Musa ditandai dengan angka 40, artinya tidak bergantung pada daging dengan segala kehebatannya--kepandaian, kekayaan, kedudukan--tetapi bergantung sepenuh kepada TUHAN.

Ini pelajaran bagi kita, kalau mau terangkat ke sorga jangan terikat dengan yang di bawah! Sekalipun kita punya kekayaan dan kepandaian, tetapi jangan bergantung pada itu. Kalau bergantung pada apa yang ada di dunia, kita tidak akan terangkat, sebab kita terikat pada perkara dunia. Harus mengalami perobekan daging! Kita tidak bergantung pada itu semua, tetapi bergantung sepenuh kepada TUHAN.

Tiga tahap perjalanan hidup Musa:

  1. 40 tahun diMesir.
  2. 40 tahun di Midian.
  3. 40 tahun di padang gurun--diutus TUHAN, lalu terangkat ke sorga.

Ini yang kita contoh.
Malam ini kita pelajari tahap yang pertama: 40 TAHUN DI MESIR. Tahap kedua dan ketiga diterangkan pada ibadh berikutnya.
Kisah Rasul 7: 20-23
7:20. Pada waktu itulah Musa lahir dan ia elok di mata Allah. Tiga bulan lamanya ia diasuh di rumah ayahnya.
7:21. Lalu ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya dan menyuruh mengasuhnya seperti anaknya sendiri.
7:22. Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.
7:23. Pada waktu ia berumur
empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel.

Apa yang dialami Musa selama 40 tahun di Mesir?
Sejak dalam kandungan, kemudian menjadi bayi, Musa sudah diancam oleh maut. Demikian juga dengan kehidupan kita. Raja Daud mengatakan: 'Satu langkah jaraknya aku dengan maut.' Ini kenyataan yang harus kita hadapi.

Musa diancam oleh maut yaitu dibuang ke sungai Nil atau mati di tangan puteri Firaunkarena pada saat itu ada peraturan: Setiap bayi laki-laki orang Israel harus mati. Musa adalah bayi laki-laki orang Israel, lalu ditemukan oleh puteri Firaun. Seharusnya Musa mati. Sekalipun tidak mati di sungai Nil, tetapi mati di tangan puteri Firaun.

Kisah Rasul 7: 28-29
7:28. Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti kemarin engkau membunuh orang Mesir itu?
7:29. Mendengar perkataan itu, larilah Musa dan hidup sebagai pendatang di tanah Midian. Di situ ia memperanakkan dua orang anak laki-laki.

Sesudah itu, pada usia 40 tahun, Musa dikejar dan hendak dibunuh oleh Firaun, sebab ketahuan oleh Firaun bahwa ia telah membunuh orang Mesir (dalam kitab Keluaran).

Jadi, kehidupan Musa selalu dikejar atau diancam oleh maut: mati di sungai Nil, mati di tangan puteri Firaun, sampai mati di tangan Firaun.

Bagaimana bayi Musa bisa bertahan hidup/lolos dari maut?:
Bayi adalah gambaran kehidupan yang tidak berdaya. Sekalipun raja--hebat--tetapi tidak berdaya untuk menghadapi maut. Inilah tahap kehidupan kita. Sama seperti Musa yang dikejar maut, kita juga dikejar maut karena upah dosa adalah maut--seharusnya kita binasa.

Keluaran 2: 6, 10
2:6. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."
2:10. Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."

"Harapan ayah dan ibu Musa, ia dibuang ke sungai Nil supaya menjauh dari Mesir--sebab sungai Nil mengalir sampai ke luar negara Mesir--, tetapi malah berbelok ke istana."

Supaya lolos dari maut, bayi Musa harus menangis, sehingga puteri Firaun berbelas kasih.
Artinya: Musa mengalami uluran tangan belas kasih TUHAN--tangan anugerah TUHAN--dan kuasa kebangkitan TUHAN, sehingga bisa hidup dan diberkati oleh TUHAN; sama dengan menghapus segala kemustahilan.

Kita harus waspada! Tadi, Musa sejak dari kandungan dan masih bayi sudah diancam maut. Kita juga, sejak dari masa kandungan sampai masa putih rambut kita, kita harus berusaha, jangan sampai kita lepas dari tangan belas kasih anugerah TUHAN dan kuasa kebangkitan TUHAN, sebab maut selalu mengincar dan mengancam setiap langkah kehidupan kita; setiap denyut jantung kita--'hanya satu langkah jaraknya kita dengan maut.'

"Oleh karena itu, ibu-ibu yang hamil, jangan karena hamil lalu tidak datang ibadah! Itu salah! Kalau sampai terjadi sesuatu dengan bayinya, siapa yang bertanggung jawab? Sebab itu harus dibawa pada TUHAN, karena sejak kandungan sudah diancam oleh maut, sampai massa putih rambutnya."

Menghadapi maut, kita tidak lebih dari bayi yang tidak berdaya dan tidak bisa apa-apa.
Bagi kita sekarang, kita harus menjadi bayi secara rohani yang selalu menangis kepada TUHAN, sehingga kita selalu mengalami uluran tangan belas kasih anugerah TUHAN dan kuasa kebangkitan TUHAN; untuk memelihara hidup kita--lolos dari maut--dan menghapus segala kemustahilan dalam hidup kita.

"Sekali lagi, masa kandungan merupakan tanggung jawab ibu. Masa kecil, juga merupakan tanggung jawab orang tua. Bawa anak-anak kepada TUHAN! Jangan sampai tidak dibawa! Kalau ada apa-apa, kita juga bertanggung jawab; di tangan siapa anak kita? Ingat! Mayat saja diperebutkan. Oleh sebab itu, menguburkan orang caranya jangan sembarangan. Bagaimana caranya? Ikut TUHAN Yesus saja. Kalau TUHAN Yesus dikubur, kita juga dikuburkan, jangan aneh-aneh! Namanya pengikut Yesus; Dia Kepala, kita tubuh-Nya, kita tinggal mengikut saja. Jadi, ikuti alkitab, jangan ikuti pikiran sendiri! Baca saja alkitab, supaya benar-benar safe. Yang membuat kita terpisah satu dengan lainnya adalah karena ditambah dan dikurangi dengan logika kita."

Bayi rohani adalah kehidupan yang lahir baru dari air dan roh.
Air = baptisan air.
Roh = baptisan Roh Kudus.

Dulu Musa menjadi bayi jasmani yang lahir dari ibunya. Kita juga, dulu dilahirkan oleh ibu kita masing-masing sebagai bayi jasmani, yang hanya mewarisi manusia darah daging yang cocok di dunia, tetapi tidak cocok dengan kehidupan di sorga. Contohnya, kita bisa sakit.
Oleh sebab itu, kita harus dilahirkan baru oleh air dan Roh supaya bisa terangkat ke sorga--bisa cocok hidup di sorga.

Prosesnya:

  1. Iman/percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat, lewat mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus.
    Roh Kudus menolong kita untuk bisa mendengar firman dengan sungguh-sungguh, lalu mengerti firman, sampai percaya/yakin pada firman--firman menjadi iman dalam hati--, sama dengan percaya/yakin kepada Yesus.

    "Kalau dalam ibadah tidak mau mendengar firman--firmannya sedikit, hanya bergurau--, nanti kita tidak ada iman. Mari sungguh-sungguh mendengar firman."

    Yesus adalah satu-satunya juruselamat, sebab tidak ada kekuatan di dunia yang bisa menyelesaikan dosa; tidak ada yang bisa menyelamatkan manusia berdosa. Segala sesuatu di dunia--kepandaian, kekayaan, dan kedudukan--tidak bisa menyelesaikan dosa; seringkali malah mendorong kita untuk berbuat dosa.

    "Dulu waktu masih miskin sungguh-sungguh. Begitu sudah kaya, menjadi sombong. Sudah mau punya isteri dua dan sebagainya. Ini kenyataan di dunia."

    Manusia di dunia termasuk rohaniawan--pendeta, rasul, nabi--, semuanya adalah manusia berdosa dan tidak bisa menyelamatkan manusia berdosa.
    Dari dunia sudah tidak ada jalan, sebab itu harus dari sorga; hanya Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa, yang bisa menyelamatkan manusia berdosa.

    "Karena itu saya garis bawahi: 'sebagai satu-satunya', karena seringkali kita mengatakan: 'Sama saja dengan yang lain. Tujuannya sama kok, jadi kita sama-sama.' Jangan! Sekarang toleransinya sudah kebablasan. Toleransi umat beragama maksudnya mempersilakan agama lain untuk beribadah dengan caranya masing-masing, kita tidak mengganggu, tetapi bukan berarti kita sama saja. Kita tidak sama. Satu-satunya juruselamat adalah Yesus. Sekarang toleransinya kebablasan, ibadahnya bersama-sama. Bukan itu caranya! Ini urusan rohani, urusan sorga, jangan dipolitik! Ini kebenaran. Jangan dipolitik supaya kelihatan baik! Kalau orangnya, boleh, silakan. Tetapi kalau ibadah, jangan! Sedangkan sesama anak TUHAN, Yesus berpesan dalam Matius 24: Kalau nanti ada orang memberitakan Yesus yang lain, jangan percaya! Jangan sembarangan! Mau dibilang ekstrim, terserah. Perkara sorga adalah kebenaran, bukan politik, toleransi dan lain-lain. Toleransi silahkan, tetapi secara bernegara."


  2. Proses kedua untuk menjadi bayi rohani: bertobat.
    Kalau hati percaya, maka mulut mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi! Bertobat sama dengan berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dosa.
    Kalau sudah percaya/iman, harus bertobat.

    Wahyu 22: 15
    22:15. Tetapi anjing-anjing(1) dan tukang-tukang sihir(2), orang-orang sundal(3), orang-orang pembunuh(4), penyembah-penyembah berhala(5) dan setiap orang yang mencintai dusta(6) dan yang melakukannya, tinggal di luar.

    Kita harus bertobat, terutama dari enam dosa yang mendarah daging dalam kehidupan manusia. Tidak boleh ada lagi dosa-dosa ini.
    'tinggal di luar' = tinggal di luar kota Yerusalam baru.

    Kalau kita mau menjadi bayi rohani seperti Musa sampai bisa terangkat ke sorga, harus berhenti dulu dari dosa-dosa yang membuat kita tidak bisa masuk sorga--malam ini harus bertobat--, yaitu:


    1. 'anjing-anjing'=


      1. Nabi-nabi palsu--ajaran palsu.
      2. Tabiat kekafiran yaitu 'menjilat muntah'= perkataan yang tidak baik.


    2. 'tukang-tukang sihir'= dukun-dukun.
    3. 'orang-orang sundal'= persundalan/dosa kenajisan; termasuk dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.
      Dosa makan-minum = merokok, mabuk, narkoba.
      Dosa kawin-mengawinkan = dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, sampai penyimpangan seks.

      "Hati-hati dengan pandangan-pandangan di laptop, handphone! Banyak persundalan. Dulu di Mesir berupa tulah, katak ada di mana-mana--katak gambaran dari roh najis. Di tempat nasi, di dapur, sampai di punggung ada katak. Ini nubuat. Dulu mungkin orang tertawa, karena katak sampai di punggung. Sekarang orang membawa laptop di punggung; mengenakan tas punggung. Kalau naik pesawat, cuma saya yang tasnya kuno, dijinjing. Orang-orang tua sekarang juga memakai tas punggung. Sekarang malah di saku; handphone dan lain-lain. Sudah terjadi dosa persundalan ini."

      Dosa persundalan juga termasuk nikah yang salah, yaitu perselingkuhan dan lain-lain.

      "Sekarang ini sungguh-sungguh terjadi. Karena kami setiap hari Jumat dan Sabtu khotbahnya di hotel, jadi tidurnya juga di hotel. Saya melihat, ada orang-orang yang karena tugas pekerjaan dari kota mana, laki-laki dengan perempuan. Saya lihat, ini gelagat tidak baik, pergaulannya negatif. Saya berkata ini sungguh-sungguh. Bahaya kalau begini terus; satu, dua, tiga kali, lama-lama dia jatuh."

      Sundal (pelacur) juga artinya dosa tidak setia.


    4. 'orang-orang pembunuh'= kebencian.
    5. 'penyembah-penyembah berhala'= sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi TUHAN; sesuatu yang menjauhkan kita dari TUHAN.
      Kalau diperhadapkan antara A atau TUHAN, lalu kita pilih A apapun alasannya, itulah berhala.


    6. 'setiap orang yang mencintai dusta dan melakukannya.'


    Kita harus berani lepas dari enam dosa yang mendarah daging.
    Kalau telinga mendengar firman sampai percaya/yakin pada firman--menjadi iman dalam hati; percaya pada pribadi Yesus--, sama dengan hati percaya, maka mulut mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama. Kalau diampuni, jangan berbuat dosa lagi! Ini bertobat; berhenti berbuat dosa; mati terhadap dosa, mulai dari enam dosa yang mendarah daging, baru kita bisa mengalami lahir baru.


  3. Proses ketiga untuk menjadi bayi rohani: baptisan air--lahir baru dari air.
    Kalau sudah mati terhadap dosa, baru bisa dibaptis. Yang mau masuk baptisan, dengarkan firman!

    "Mau apa saja, dengarkan firman! Mau dibaptis, mau melayani, mau apa saja, dengar firman saja, itu semua dari TUHAN. Bukan dari saya. Kalau dari saya: 'Sini, kamu harus baptisan dulu, harus ini itu.' Dengar firman saja, kalau saudara digerakkan apa saja, itu dari TUHAN."

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga ia bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru; itulah hidup sorgawi; menjadi seperti bayi yang baru lahir.

    Dulu, beberapa tahun silam kita sudah dilahirkan sebagai bayi jasmani oleh ibu kita masing-masing. Kelahiran bayi jasmani dicatat oleh negara, ada akte lahirnya sehingga sah; begitu juga sesudah mengalami baptisan air, kita juga menjadi warga kerajaan sorga yang sah--dicatat di sorga--, menjadi bayi rohani.

    Bayi tidak bisa berbuat dosa; menjadi seperti bayi yang baru lahir artinya hidup dalam kebenaran. Semuanya harus dalam kebenaran, tidak boleh ada dosa.
    Orang benar itu selamat dan diberkati oleh TUHAN.

    Amsal 10: 2-3
    10:2. Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
    10:3.
    TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

    'kebenaran menyelamatkan orang dari maut' = seperti bayi Musa, begitu ia menangis, ia selamat dari maut.
    Begitu juga kita, kalau kita menjadi bayi rohani--lahir baru dari air dan hidup benar--, maka kita selamat dari maut dan ditambah bonus yaitu kita diberkati oleh TUHAN.

    "Jangan dibalik! Sekarang di dunia, kalau kita berdagang benar, dikatakan kita akan mati, kalah dan sebagainya. Jangan! Biar saja. Itu hidup dari dunia, --itu dulu, waktu kita masih dilahirkan oleh ibu jasmani, belum baptisan air, belum dilahirkan oleh TUHAN--memang begitu rumusnya dunia. Kalau kita benar sedangkan yang lain curang, kita akan kalah. Itu rumus dunia. Tetapi setelah kita menjadi warga kerajaan sorga, sudah lain. Jangan ikut-ikut! Dulu waktu belum percaya Yesus, supaya tidak kalah dalam persaingan maka memakai cara-cara dunia. Apalagi kalau tokonya berdekatan, malah pakai dukun-dukun. Kalau di desa, tokonya diberi kemenyan."

    Kalau hidup benar--menjadi bayi rohani--, kita hidup dari TUHAN, bukan lagi dari dunia. Kita selamat dari maut dan diberkati OLEH TUHAN. Semua dari TUHAN. Kalau dari TUHAN, tidak bisa dibatasi oleh apapun. Bayi tidak berdaya apa-apa, tetapi TUHAN yang menolong dan memberkati.

    Semakin tidak berdaya, semakin berkat TUHAN dinyatakan di tengah kita.


  4. Proses keempat untuk menjadi bayi rohani: baptisan Roh Kudus--kepenuhan/urapan Roh Kudus.
    Roma 8: 26
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah TUHAN dengan keluhan yang tak terucapkan; sama dengan menyembah TUHAN dengan hancur hati seperti bayi menangis atau seperti ibu yang mengeluh dan mengerang hendak melahirkan.

    Mengapa kita harus menangis--menyembah TUHAN dengan hancur hati--? Sebab kita menghadapi dua hal di akhir zaman:


    1. Wahyu 12: 1-4
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
      12:2. Ia sedang mengandung dan
      dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
      12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah,
      seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
      12:4. Dan
      ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

      Yang pertama: kita menghadapi naga merah padam.
      Artinya:


      1. Menghadapi krisis secara jasmani, yaitu ekonomi, kesulitan, kesusahan, dan penderitaan sampai kemustahilan.
        Ini akan kita hadapi; tidak bisa dihadapi dengan kekuatan dan kepandaian kita. Dalam kitab Kejadian masih berupa ular--masih tidak terlalu menakutkan, sehingga Hawa masih bisa berdialog--, tetapi dalam kitab Wahyu, ular sudah menjadi naga.

        "Naga sudah berumur 6000 tahun, mau dihadapi dengan apa? Ijazah dan pengalaman tidak akan bisa. Umur manusia sekarang tidak sampai 100 tahun. Menghadapi ular naga yang sudah berumur 6000 tahun, tidak akan bisa."

        Tadi dalam peta zaman, dimulai sejak Adam--di situ sudah ada ular--, sampai kedatangan Yesus kedua kali; ini 6000 tahun. Ular sudah menjadi naga, artinya kesulitan-kesulitan semakin membesar.


      2. Menghadapi krisis secara rohani, yaitu ekor naga yang menyeret sepertiga bintang-bintang.
        Bintang-bintang artinya hamba TUHAN/pelayan TUHAN--kehidupan yang dipakai TUHAN.

        Ekor ular naga artinya:


        • Di ekor ular naga ada alat reproduksi (maaf); menunjuk pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.


        • Ekor menunjuk pada ajaran palsu; nabi-nabi palsu yang menyesatkan dan menggugurkan iman--membuat bintang gugur.


        "Kita sebagai pelayan TUHAN, hamba TUHAN, anak-anak dari hamba TUHAN, harus hati-hati, sebab kita yang menjadi sasaran. Bersyukur kalau satu keluarga bisa melayani, tetapi tetap waspada. Harus banyak menangis."

        Sesudah hidup benar dan diselamatkan, masih ada ancaman. Seperti Musa, sesudah berada di tangan puteri Firaun--semua sudah enak--tetapi masih ada ancaman dari Firaun sehingga dia harus lari.

        Kita juga, sesudah hidup benar, diselamatkan, diberkati, dan menjadi senjata kebenaran, hati-hati! Kita berhadapan dengan naga merah padam. Hanya bisa dihadapi dengan banyak menangis.


      3. Menghadapi antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Naga dicampakkan ke bumi dan menjadi antikris.


      Upaya gereja TUHAN hanya menangis seperti bayi atau mengeluh dan mengerang seperti ibu yang hendak melahirkan. Dulu, ketika puteri Firaun melihat bayi Musa menangis, maka Musa tidak jadi mati tetapi diangkat menjadi anak. Begitu juga dengan kita, kita berhadapan dengan naga--kesulitan, kemustahilan, dan kehancuran--kita banyak menangis, sampai semua tidak jadi hancur sebab ada uluran tangan kemurahan dan anugerah TUHAN yang besar yang menggendong bayi-bayi, menyelesaikan semua masalah, melindungi, dan memelihara kita dengan dua sayap burung nasar yang besar; bahkan menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.


    2. Roma 8: 22-23
      8:22. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
      8:23. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga
      mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

      'pembebasan tubuh kita' = daging ini yang menggandoli kita sehingga tidak bisa terangkat ke sorga.

      Yang kedua: kita menangis untuk mengalami pembebasan dari keinginan, tabiat, dan hawa nafsu daging, sampai daging tidak bersuara; sama dengan mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus; yaitu taat dengar-dengaran.
      Yesus taat sampai mati di kayu salib, kita taat sampai daging tidak bersuara lagi--TUNDUK 100%.

      Menghadapi apapun--maut, kesulitan, dan kedatangan TUHAN yang kedua kali--, kita tunduk 100%; taat sampai daging tidak bersuara lagi, seperti Abraham yang taat dengar-dengaran ketika disuruh TUHAN untuk mempersembahkan Ishak.

      Contoh:


      1. 1 Petrus 3: 5-6
        3:5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
        3:6.
        sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

        Penundukan isteri. Sara tunduk kepada TUHAN, sehingga bisa tunduk kepada Abraham, suaminya.

        Jadi, kita harus menangis untuk bisa melawan naga, dan bisa tunduk--tidak mengikuti daging, tetapi mengikut TUHAN.

        Tunduk = mengulurkan dua tangan dan berkata: 'Terserah Kau, TUHAN.'

        Hasilnya: Sara mandul dan mati haid, tetapi tangan anugerah TUHAN yang besar diulurkan untuk membuka pintu rahim Sara, artinya pintu-pintu di dunia terbuka; ada jalan keluar dari segala masalah di dunia, sampai yang mustahil.

        Malam ini, apa kesulitan kita? Biarlah kita menjadi seperti ibu Sara yang tunduk pada TUHAN dan suami, supaya pintu di dunia terbuka; ada jalan keluar dari segala masalah, sampai yang mustahil.
        Isteri-isteri harus banyak menangis kepada TUHAN--tunduk--, supaya pintu-pintu dibukakan.


      2. 1 Petrus 3: 7
        3:7. Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

        Suami tunduk kepada TUHAN, sehingga bisa mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar kepada isteri.
        Suami juga harus banyak menangis supaya bisa tunduk.

        "Kalau menghadapi isteri yang cerewet (maaf), mari, harus banyak menangis supaya bisa tunduk; supaya jangan sampai khilaf. Isteri juga, harus banyak menangis supaya bisa tunduk. Jangan melawan!"

        Hasilnya: doa tidak terhalang = nikah menjadi rumah doa--doa dijawab--dan pintu sorga terbuka untuk mencurahkan berkat-berkat jasmani dan rohani, kebahagiaan, dan berkat rumah tangga.


      3. Anak-anak muda harus tunduk kepada TUHAN, sehingga terjadi pengangkatan.
        Kalau anak muda tunduk, pintu sorga terbuka dan kita terangkat ke sana.

        "Sekarang waktunya bergumul, bukan waktunya untuk enak-enakan. Kita menangis, bergumul untuk melawan naga; kita tidak mampu, hanya tangan anugerah TUHAN yang besar yang mampu. Kita menangis untuk bisa tunduk; bebas dari daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya yang membuat kita tidak taat/tidak tunduk."

        Mari kita belajar tunduk; sebagai isteri, suami, dan anak muda. Inilah kehidupan yang seperti bayi Musa, berada di dalam tangan anugerah TUHAN selalu. Kita juga menjadi bayi yang digendong oleh tangan TUHAN.

        1 Petrus 5: 4-6

        5:4. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
        5:5. Demikian jugalah kamu,
        hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
        5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan TUHAN yang kuat, supaya kamu
        ditinggikan-Nya pada waktunya.

        Kalau kaum muda tunduk kepada orang tua, maka tangan anugerah TUHAN diulurkan untuk mengangkat kita ke sorga, artinya:


        • Ada masa depan yang berhasil dan indah.
        • Kita disucikan dan diubahkan terus-menerus sampai sempurna seperti Yesus.
          Kita tidak salah dalam perkataan, hanya berseru 'Haleluya!' Kita diangkat ke awan-awan, diberi makhota mempelai, dan kita terangkat ke takhta sorga.

          Seperti empat makhluk yang berada di takhta sorga, kita nanti akan menjadi yang kelima, yang juga duduk di takhta sorga.

Serahkan hidup dalam tangan TUHAN! Memang ular semakin membesar sampai menjadi naga; kesulitan, kenajisan, daging dan hawa nafsunya semua semakin membesar, tetapi anugerah TUHAN juga harus semakin membesar. Serahkan hidup dalam tangan anugerah TUHAN dan pintu akan dibukakan bagi kita semua.

Kaum muda, jangan takut! Mari semuanya menjadi bayi yang hanya menangis kepada TUHAN. Bayi-bayi dibela dan dipeluk oleh TUHAN. Pintu apa yang dibutuhkan? Tangan anugerah TUHAN yang besar lebih besar dari semua. Kaum muda, jangan berharap pada orang tua dan lain-lain, tetapi pada TUHAN. Musa tidak bisa breharap pada kekayaan, kepandaian, dan orang tua angkatnya, tetapi pada TUHAN. Orang tua juga tidak bisa berharap siapa-siapa, tetapi pada anugerah TUHAN. Kalau tidak ada yang mau tahu, sudah tepat, TUHAN yang tahu semuanya. Kita berdoa seperti bayi menangis. Serahkan pada TUHAN apa yang butuh dibukakan oleh TUHAN! Mungkin tidak ada kebahagiaan, atau masalah ekonomi, masa depan dan lain-lain, menangislah pada TUHAN, supaya TUHAN membukakan pintu bagi kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top