English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 05 April 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6 tentang kebenaran Allah, buktinya:
Ada pribadiNya...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Juli 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 8-13
25:8. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita...

Ibadah Pembukaan Lempin-El Angkatan Khusus, 23 September 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.

Matius 25:14
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga...

Ibadah Raya Malang, 06 Juni 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 Juli 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 2:1-20 adalah tentang KELAHIRAN YESUS.

Lukas 2:6-7
2:6...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Juli 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 10 November 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 September 2016 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, kasih karunia dan...

Ibadah Paskah Persekutuan II di Hotel Tunjungan Surabaya, 09 Mei 2015 (Sabtu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Maret 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Oktober 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Januari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 24 Agustus 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 95:6
95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah,...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Februari 206 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah damai sejahtera Tuhan dilimpahkan bagi kita sekalian.

Lukas 2:...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 22 Juli 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 17
7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Kita belajar tentang aktivitas Tuhan di takhta sorga yaitu:

  1. Ayat 15b-16: membentangkan kemah-Nya; sama dengan mengembangkan sayap-Nya atas hidup kita; naungan sayap Tuhan atas kehidupan kita. Kita dinaungi mulai di dunia sampai menerima naungan yang kekal di sorga selamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Juli 2018).


  2. Ayat 17: Tuhan tampil sebagai Gembala yang baik untuk menggembalakan dan menuntun kita ke mata air kehidupan/sungai air kehidupan, itulah takhta kerajaan sorga yang kekal selamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2018).
    Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Sungai air kehidupan mengalir dari takhta Allah, berarti mata air kehidupan ada di takhta Allah.

AD. 2
Jadi, firman penggembalaan/suara gembala/TONGKAT GEMBALA sanggup menggembalakan dan menuntun kita sampai ke takhta sorga, kandang penggembalaan terakhir.

Proses firman penggembalaan/tongkat gembala menuntun kita sampai ke mata air kehidupan dan kandang penggembalaan terakhir:

  1. Yehezkiel 20: 37-38
    20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.
    20:38. Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

    Proses pertama tongkat gembala menuntun ke mata air kehidupan dan kandang penggembalaan terakhir: tongkat gembala menuntun kita MASUK dalam kandang penggembalaan sekarang ini.

    Secara jasmani: organisasi gereja.
    Secara rohani: ruangan suci.
    Musa melihat kerajaan sorga di atas gunung Sinai, lalu Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel. Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:


    • Halaman= keselamatan.
    • Ruangan suci.
    • Ruangan maha suci= kesempurnaan; takhta sorga.


    Kita sudah selamat tetapi belum sempurna, berarti kita berada di ruangan suci, itulah kandang penggembalaan.
    Dulu ada tiga macam alat, sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; kita minum.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; kita makan.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; kita bernapas dengan kasih Allah sampai hidup kekal.


    Jadi harus masuk dulu ke kandang penggembalaan di bumi.
    Di dalam kandang penggembalaan tubuh, jiwa, dan roh kita melekat kepada Allah Tritunggal seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar sehingga:


    • Kita tidak bisa dijatuhkan oleh setan tritunggal--tidak bisa jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa. Kita benar-benar aman.
    • Kita dipisahkan.
      Yehezkiel 20: 38
      20:38. Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

      Jadi hati-hati, dalam kandang penggembalaan akan terjadi pemisahan antara domba--kehidupan yang mau digembalakan oleh Tuhan--dengan kambing--kehidupan yang tidak mau tergembala--, seperti Yakub dengan Esau atau sebelas murid dengan Yudas Iskariot. Hati-hati! Suami isteri, satu diangkat, satu bisa ketinggalan. Dalam penggembalaan inilah terjadi pemisahan antara yang sungguh-sungguh dan tidak.
      Mari sungguh-sungguh hari-hari ini.

      Kambing= gereja palsu; antikris.
      Domba= gereja yang benar.
      kambing dan domba akan dipisahkan dan tidak pernah bertemu lagi selamanya. Kita harus waspada.


    • Kita dihitung.
      Untuk masuk penggembalaan memang seperti masuk pintu sempit--penyaliban daging--, tetapi kita dilindungi dan dipisahkan dari antikris/gereja palsu, dan kita dihitung oleh Tuhan.

      Dihitung artinya: dipelihara dan dilindungi secara berkelimpahan--di balik pintu sempit ada padang rumput.

      Berkelimpahan artinya sampai mengucap syukur, dan jika kita butuh sesuatu Tuhan yang menyediakan; hidup kita diatur oleh Tuhan.

      Kaum muda perhatikan penggembalaan! Kita tidak mampu melayani Tuhan dengan kepandaian.
      Contohnya: Musa. Ia harus lari ke Midian--penggembalaan--, baru dia dipakai oleh Tuhan.


    • Kita dibela dan dimiliki oleh Tuhan selamanya.
      Dari seratus domba, kalau ada satu yang hilang, masih dicari. Itu gunanya penggembalaan. Pohon ara di pinggir jalan tidak berbuah langsung dikutuk, tetapi pohon ara di kebun anggur sudah tiga tahun tidak berbuah masih diberi kesempatan. Inilah gunanya gembala manusia yang dipercayakan Tuhan, masih berdoa.


    Inilah proses firman penggembalaan menuntun kita ke takhta sorga. Mulai dari penggembalaan di dunia. Tidak rugi masuk pintu sempit, di baliknya benar-benar luar biasa: ada perlindungan Tuhan, pembelaan, dan pemilikan Tuhan; tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun.


  2. Yohanes 10: 3-4
    10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
    10:4. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

    Proses kedua tongkat gembala menuntun ke mata air kehidupan dan kandang penggembalaan terakhir: sudah dituntun masuk ke dalam kandang, sesudah itu harus dituntun ke luar, kalau tidak, bahaya= tongkat gembala menuntun kita KE LUAR kandang penggembalaan secara bersama-sama untuk menuju dua tempat:


    • Menuju kandang yang lain--persekutuan tubuh Kristus yang sempurna; kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Yohanes 10: 16
      10:16. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

      'satu kawanan dengan satu gembala'= satu tubuh dengan satu Kepala.
      Kalau berada di luar kandang, masih bisa diterkam serigala dan singa. Ngeri, tetapi serigala dan singa tidak makan bulu dan tulangnya domba.
      Tetapi kalau terus di dalam kandang, tidak dibawa ke luar, gembala lebih bahaya lagi, bulu domba dipakai, tulang juga dimakan, tidak ada sisanya, begitu kejamnya gembala.

      Sudah dibawa ke dalam kandang--sudah diberkati, diperhatikan, sampai dimiliki Tuhan--, setelah itu harus dibawa ke luar, ke fellowship yang benar, yang berdasarkan firman pengajaran yang benar!


    • Menuju kegerakan pembangunan tubuh kristus internasional sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru--kandang penggembalaan terakhir (ruangan maha suci). Kita bersama Tuhan selamanya, tidak ada setetespun air mata.

Inilah kekuatan firman penggembalaan. Karena itu tongkat ini tidak boleh salah.
Musa pernah salah menggunakan tongkat, dia memukul gunung batu, padahal Tuhan suruh dia bicara pada gunung batu. Memang terjadi mujizat, tetapi ia tidak boleh masuk Kanaan--salah arah. Apa artinya kehebatan kalau mengarah pada kuburan? Kita banyak terkecoh di sini; salah menggunakan tongkat.

Bukan berarti hanya di sini yang benar, tetapi di alkitab. Jangan salah! Kalau salah, akan salah arah, ngeri akibatnya. Musa hebat sekian lama, baru keluar dari Mesir saja jemaatnya sudah enam ratus tiga ribu lima ratus lima puluh orang laki-laki di atas dua puluh tahun, belum termasuk perempuan dan anak-anak, tetapi berakhir di kuburan, bukan Kanaan. Hanya karena sedikit masalah saja, tidak peduli, kalau tergelincir, arahnya akan berbeda. Apalagi soal Tabernakel, kalau tergelincir, pintu sorga tidak terbuka lagi. Yang namanya tergelincir, bukan pada hal yang besar, tetapi kecil, seperti tergelincir kulit pisang.

"Saya sudah bersaksi. Seorang tua datang pada saya: 'Pak Wi tidak mau fellowship, mengada-ada, Tabernakelnya hanya beda sedikit.': 'Om naik apa?': 'Mobil.': 'Berikan saya kuncinya.': 'Lho, buat apa?': 'Saya kikir sedikit.': 'Lho jangan, tidak bisa digunakan nanti.': 'Ya itulah, sama dengan Tabernakel. Tabernakel ini kunci kerajaan sorga, kalau diubah-ubah, pintu sorga tidak akan bisa terbuka.' Baru dia diam dan bisa mengerti. Saya bilang: 'Kalau mengada-ada, om, saya tidak akan dipakai Tuhan, ada fellowship benar saya tidak mendukung, nomor satu saya yang hancur; sebaliknya kalau ada fellowship yang tidak benar tetapi kita dukung, kita juga hancur.'"

Mari, sungguh-sungguh pegang tongkat/firman penggembalaan yang benar!

Pemisah antara ruangan suci dan ruangan maha suci (kandang penggembalaan terakhir) adalah pintu tirai--perobekan daging. Ini ukurannya.
Ukuran kesempurnaan adalah sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek.

Oleh sebab itu selain menjadi tuntunan ke kandang, firman penggembalaan juga merupakan tongkat pengukur.

"Berhasil tidaknya penyampaian firman penggembalaan bisa dilihat dari kandang. Bukan berapa ribu jemaatnya, belum tentu. Hari minggu sekian ribu, ibadah pendalaman alkitab berapa, ibadah doa berapa? Yang lain di luar kandang. Berapa yang ada di dalam kandang? Itulah keberhasilan. Doakan semua ada di dalam kandang: masuk dalam ibadah raya, pendalaman alkitab, dan doa. Itulah keberhasilan. Ini gunanya tongkat gembala yang menuntun masuk ke kandang."

Jadi ada tongkat penuntun--menuntun kita ke kandang, fellowship yang benar, sampai Yerusalem baru--, tetapi juga ada tongkat pengukur, supaya kehidupan kita memenuhi ukuran dari Tuhan yaitu sampai daging tidak bersuara (tirai terobek)--kita mencapai kesempurnaan seperti Yesus, dan bisa menempati kandang penggembalaan terakhir (takhta sorga).

Ada tiga tongkat pengukur:

  1. Yehezkiel 40: 5 => tentang Bait Suci
    40:5. Lihat, di luar bangunan itu ada tembok, seluruh keliling bangunan itu. Dan di tangan orang itu ada tongkat pengukur, yang panjangnya enam hasta. --Hasta ini setapak tangan lebih panjang dari hasta biasa--.Ia mengukur tembok itu, tebalnya satu tongkat dan tingginya satu tongkat.

    Dulu Bait Suci di Israel, sekarang tujuan kita adalah Bait Suci di Yerusalem baru; kandang penggembalaan terakhir.

    Tongkat pengukur yang pertama: firman penggembalaan sama dengan tongkat pengukur yang panjangnya enam hasta. Angka enam menunjuk pada angka daging--manusia diciptakan pada hari keenam.

    Tongkat pengukur enam hasta artinya firman penggembalaan berkuasa untuk mematikan daging dengan segala hawa nafsu, tabiat, dan keinginannya, sehingga kita mengalami PENYUCIAN demi penyucian dari keinginan daging yaitu:


    • Keinginan jahat yang mengarah pada keinginan akan uang; cinta akan uang, yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah =mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Kita disucikan sehingga kita bisa memberi.


    • Keinginan najis yang mengarah pada dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan dengan berbagai ragamnya: penyimpangan: laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, nikah yang salah). Harus diperbaiki! Awal nikah yang salah harus diperbaiki. Mungkin dulu tidak disetujui orang tua lalu kawin lari, harus diperbaiki. Kalau orang tua sudah meninggal, didoakan.

      "Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan orang. Tetapi sekarang sudah kenyataan, pemain musik tidak jelas dari mana, yang penting hebat, tetapi bersuasana dunia, karena tidak ada kesucian/tongkat pengukur. Harus ada tongkat pengukur!"

      Melayani harus ada ukuran, yaitu kesucian.

      Akar-akar kejahatan dan kenajisan ini harus disucikan untuk memenuhi ukuran tongkat enam hasta; ukuran penggembalaan yang benar.


    • Kepahitan= iri hati, benci, dendam.


    Kisah Rasul 20: 28, 32-35
    20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
    20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:34. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
    20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    Penilik= gembala.
    Di dalam penggembalaan, gembala dan domba harus hati-hati, karena penggembalaan adalah seharga darah Yesus. Kalau main-main, akan berhutang darah Yesus. Kalau penggembalaan tidak penting, Yesus tidak perlu berkorban nyawa. Hargai penggembalaan setinggi-tingginya, supaya kita tidak berhutang darah yang tidak bisa dibayar dengan apapun!

    'firman kasih karunia'= firman penggembalaan merupakan firman kasih karunia, artinya: tidak bisa dipelajari di manapun, tetapi langsung dari Tuhan--dipelajari di bawah kaki Tuhan--, yaitu ayat menerangkan ayat (pembukaan firman).
    'membangun'= kebangunan rohani sama dengan menyucikan kita--mematikan hawa nafsu daging.
    'Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga'= penyucian dari keinginan jahat, najis, dan kepahitan.

    Tongkat enam hasta menyucikan kita, sama dengan kita mengalami kebangunan rohani dan penyucian sampai puncaknya yaitu lebih bahagia memberi dari pada menerima. Ini adalah peningkatan rohani/kebangunan rohani:


    • Mulai dari mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus dengan bahagia.
    • Memberi untuk pekerjaan Tuhan dengan bahagia.
    • Memberi untuk sesama yang membutuhkan dengan bahagia; tidak terpaksa.
    • Sampai memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan dengan bahagia. Sekalipun masih sekolah atau bekerja di dunia, kita memberikan hidup untuk dipakai Tuan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kita mengutamakan Tuhan lebih dari semua.


  2. Wahyu 11: 1
    11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

    Tongkat pengukur yang kedua: tongkat pengukur adalah sebatang buluh. Kita ingat pada buluh yang terkulai. Jangankan manusia biasa, manusia terbesarpun--Yohanes Pembaptis--pernah menjadi buluh yang terkulai--bimbang. Waktu masih aman, saat Yesus lewat dia berkata: Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Tetapi ketika di penjara, dia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

    Yohanes ragu, karena itu di dalam penggembalaan ada tongkat sebatang buluh, artinya: firman penggembalaan sanggup MENEGUHKAN IMAN kita.
    Hasilnya:


    • Kita tidak diombang-ambingkan oleh angin-angin ajaran palsu, termasuk gosip yang tidak benar.
      Hati-hati! Ajaran palsu artinya:


      1. Ajaran yang berbeda dengan alkitab. Tuhan bilang: tidak boleh, dia bilang: boleh.
      2. Ajaran yang benar tetapi ditambah dan dikurangi. Alkitab berkata: tidak boleh kawin cerai, lalu ditambahi: dia masih muda, kasihan, dari pada berzinah ke sana ke mari. Akibatnya jadi palsu juga.


      3. Gosip-gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Namanya gosip pasti salah. Kalau bukan gosip, pasti terang-terangan, bagus sekali.

        "Termasuk kepada saya, boleh sms: Om kok begini? Bagus, saya senang. Tetapi saya terangkan. Kalau memang saya salah, saya minta ampun. Kalau saya benar, harus percaya, jangan berkata: Oh tidak mungkin, menurut saya begini begitu. Bertengkar nanti. Yang penting jujur saja."


      Kalau iman sudah kuat, maka kita bisa tetap berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar, dan akan mendorong kita untuk teguh juga dalam penyembahan yang benar--tadi mezbah yang diukur. Yesus mengajar dulu baru naik ke gunung penyembahan (Lukas 9), karena itu kita teguh juga dalam penyembahan yang benar.

      Banyak penyembahan palsu yaitu kepada antikris.
      Penyembahan yang benar adalah kepada Yesus Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga dengan kata: Haleluya.

      Mengapa 'Haleluya'? Karena penyembahan di sorga dengan kata: 'Haleluya'.
      Wahyu 19: 1, 3-4
      19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
      19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
      19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."

      Kalau pengajarannya benar, maka penyembahannya juga benar--dengan kata: Haleluya. Penyembahan di bumi harus merupakan pantulan dari penyembahan di sorga. Semua yang di bumi harus merupakan pantulan dari sorga. Kalau tidak sama dengan sorga, tidak mungkin masuk sorga.


    • Kita tidak goyah oleh gelombang air laut yang dahsyat di dunia, yaitu pencobaan, masalah di segala bidang sampai yang mustahil: ekonomi, kesehatan.

      "Tadi kesaksian: karena jodoh sudah menolak firman. Saya bukan mau urus-urus orang, tetapi yang benar saja. Saya senang kalau ada pernikahan, tetapi kalau tidak benar, jangan. Ada ukurannya yang sungguh-sungguh."

      Banyak kali kita kecewa, tetapi kalau ada tongkat pengukur--firman penggembalaan--, kita akan tetap kuat teguh hati. Artinya: tidak kecewa dan putus asa menghadapi pencobaan apapun, tetapi tetap percaya dan berharap kepada Tuhan.

      Seperti tadi, saat Yohanes masih bebas, dia melihat Yesus, dia berkata: menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?". Dia tegas.
      Yohanes 1: 29
      1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

      Matius 11: 1-7
      11:1. Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.
      11:2.
      Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
      11:3. lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "
      Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"
      11:4. Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
      11:5. orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
      11:6. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
      11:7. Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat
      buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?

      'Di dalam penjara'= Yohanes terkena gelombang pencobaan; semua serba terbatas.
      'Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?'= tadinya Yohanes yang memberitakan tentang Yesus, tetapi saat di penjara, dia ragu pada Yesus. Sama yang terjadi di Israel saat ini, mereka tidak percaya Yesus, karena Dia dianggap anak tukang kayu.

      Kita seringkali begitu, saat sakit jadi sembuh kita berkata: Dahsyat, luar biasa. Tetapi kalau sakit jadi mati: Yah, sudah malas aku. Itulah orang yang tidak digembalakan; hanya melihat yang jasmani.
      Karena itu perlu tongkat penggembalaan; perlu keteguhan hati hari-hari ini. Doakan saya sebagai gembala untuk menyampaikan tongkat gembala yang sebenarnya: tuntunannya benar--arahnya benar--; tidak tergelincir, dan ukurannya benar yaitu ukuran Tuhan/alkitab.
      Jangan tergelincir oleh kedudukan, uang!

      "Bersyukur, terima kasih untuk doanya. Ketika saya diutus ke Medan, orang pada deg-degan, karena hamba Tuhan yang dipakai di sana habis semua. Sungguh! Karena dipikir saya mencari kekayaan. Jangan tergelincir. Tuhan tolong."

      Yohanes tadinya teguh mengakui Yesus sebagai Mesias dan Juruselamat, tetapi setelah di penjara ia bimbang terhadap pribadi Yesus; ia menjadi buluh yang terkulai. Bersyukur, lewat firman penggembalaan yang diulang-ulang--ayat 5: Tuhan berkata: 'orang buta melihat (merupakan pengulangan dari kitab Yesaya)' dan seterusnya--, Yohanes menjadi yakin kembali, dia tidak kecewa dan menolak Yesus, sampai ia rela dipancung kepalanya.


    Tongkat sebatang buluh ini menguatkan kita. Karena itu firman diulang-ulang jangan diejek!

    "Kalau ada hamba Tuhan yang mengejek, coba suruh dia mengulang. Mengulangi khotbahnya sendiri saja belum tentu bisa, apalagi mengulang untuk maju. Kalau bukan karunia seorang gembala, tidak akan bisa."

    Yohanes memegang pengajaran yang benar sampai rela dipancung lehernya, artinya doa penyembahannya mencapai ukuran yaitu sampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek.

    Tadi, tongkat enam hasta lebih dulu. Daging--tempatnya dosa--harus dirobek sampai terjadi penyucian dari keinginan jahat, najis, dan kepahitan, sampai lebih bahagia memberi dari pada menerima.
    Kemudian tongkat sebatang buluh membuat kita kuat teguh hati. Kita tidak diombang-ambingkan angin dan gelombang, tetapi tetap berpegang pada pengajaran yang benar, percaya dan berharap pada pribadi Yesus, menyembah Dia sampai daging tidak bersuara lagi.


  3. Wahyu 21: 15
    21:15. Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.

    Tongkat pengukur yang ketiga: tongkat pengukur dari emas yang menuntun sampai masuk Yerusalem baru; kandang penggembalaan terakhir.

    Tongkat emas= KUASA ROH KUDUS DAN KEMURAHAN TUHAN.
    Kalau bangsa kafir bisa menerima Roh Kudus, itu adalah kemurahan Tuhan. Sebenarnya firman Allah, Roh Kudus, dan kasih Allah hanya untuk bangsa Israel, tetapi karena sebagian dari Israel menolak, maka bangsa kafir bisa menerima firman, Roh Kudus, dan kasih Allah. Bangsa kafir hanya hidup dari sini.

    Tanpa Roh Kudus dan kemurahan Tuhan, sehebat apapun kita, kita hanya seperti yatim piatu--tidak berdaya, tidak bisa apa-apa--, busuk seperti perempuan Samaria, hancur-hancuran, kepahitan hidup dan lain-lain. Kita tidak bisa apa-apa tanpa Roh Kudus.

    Contoh: Ester. Dia yatim piatu; dia ikut orang, tidak berdaya apa-apa.
    Kita boleh berusaha apapun tetapi yang menentukan adalah tongkat emas. Kita berusaha secara jasmani, silakan, secara rohani, silakan, tetapi yang menentukan adalah tongkat emas (kemurahan Tuhan).

    Segala usaha sudah dilakukan, kalau belum ada hasilnya atau hasilnya masih kurang, Tuhan masih menunggu satu hal yaitu sampai kita bergantung pada tongkat emas; mengulurkan tangan kepada Tuhan; berserah dan berseru pada Dia, dan Dia akan mengulurkan tongkat emas kepada kita.

    Kegunaan Roh Kudus:


    • Roma 5: 5
      5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

      Kegunaan pertama: Roh Kudus membuat kita teguh hati; tidak kecewa, putus asa dan meninggalkan Tuhan menghadapi apapun juga, tetapi hanya percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan--seperti perkataan Ester: kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.

      Pada kesempatan ini, mari ulurkan tangan, dan Tuhan akan menolong kita.
      Semua sudah kita lakukan, tetapi hasil belum baik, Tuhan masih tunggu satu perkataan: kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati--berserah sepenuh kepada Tuhan; percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada-Nya.


    • Titus 3: 5
      3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Kegunaan kedua: Roh Kudus mengadakan mujizat secara rohani yaitu pembaharuan hidup menjadi taat sampai daging tidak bersuara--Yesus taat sampai mati di kayu salib.

      Ester diuji ketaatannya: taat saat disuruh diam oleh Mordekhai mengenai asal usulnya, taat pada Hegai--gembala--saat disuruh menghadap raja, bebas minta apa, tetapi Hegai berpesan pada Ester untuk tidak minta macam-macam. Ester taat. Ini berarti ada buah-buah Roh.

      Dan mujizat jasmani juga akan terjadi. Biarlah tongkat emas yang bekerja; uluran tangan Tuhan yang bekerja. Kita hanya sampai berusaha, selanjutnya Tuhan yang bekerja menurut cara dan waktu-Nya sendiri.

      Ester mendapatkan yang terbaik dan terindah--ia menjadi ratu. Tuhan juga akan memberikan yang terbaik dan terindah kepada kita, sampai kalau Tuhan datang kita menjadi sempurna seperti Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita sampai di mata air kehidupan/takhta sorga; kandang penggembalaan terakhir, tidak ada setetespun air mata. Kita bersama Yesus selamanya.

Serahkan semua, biar Tuhan yang bekerja di tengah kita. Kita sudah usaha ini itu, tidak apa-apa, jangan menyesal, sekarang tinggal kita serahkan semua kepada Tuhan. Biar Dia yang bekerja menurut cara, kemurahan, dan kuasa-Nya.
Sudah banyak yang kita lakukan, sudah sungguh-sungguh kita berusaha seperti Ester. Kita sudah berusaha secara jasmani dan rohani--berpuasa dan lain-lain--, sekarang tinggal menyerah kepada Tuhan.

Kalau tidak ada yang tahu, kesempatan, hanya Tuhan yang tahu. Tetapi kalau orang tua, isteri, dan anak baik, semua perhatian, jangan lengah, hanya Tuhan yang sungguh-sungguh memperhatikan; yang lain bisa mengecewakan.

Yang sudah berhasil, akan lebih ditingkatkan, bersyukur kepada Tuhan. Yang masih gagal, mari berserah kepada Tuhan seperti Ester: Kalau aku terpaksa mati, biarlah aku mati, terserah Engkau, yang penting aku hidup dalam tangan-Mu.
Sekian tahun kita menunggu, siapa tahu siang ini kesempatan kita untuk meraih tongkat emas dari Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 27-28 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top