English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juni 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Manokwari II, 20 Maret 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Yohanes 4:8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Oktober 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 6: 25-34
6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan...

Ibadah Raya Malang, 18 Januari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Oktober 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 03 Juni 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian besar :
[Wahyu...

Ibadah Doa Malang, 14 Juli 2009 (Selasa Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Juni 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang...

Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian yaitu

Matius 28 : 1-10 ini...

Ibadah Raya Malang, 29 Maret 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk tujuh kali percikan...

Ibadah Doa Surabaya, 02 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 31 Maret 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Kaum Muda Remaja, 27 Agustus 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk tentang kebangkitan Tuhan Yesus dalam tubuh kemuliaan. Ini juga menunjuk shekinah glory,...

Ibadah Retreat Family I Malang, 28 Desember 2012 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: "Kamu adalah Bait Allah".
1 Korintus 3:16
3:16...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Kartika Graha II, 29 April 2010 (Kamis Pagi)
Yohanes 1:29
Tema: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Ini merupakan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 17
7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Kita belajar tentang aktifitas Tuhan di takhta sorga yaitu:

  1. Ayat 15b-16: membentangkan kemah-Nya; sama dengan mengembangkan sayap-Nya atas hidup kita; naungan sayap Tuhan atas kehidupan kita (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Juli 2018).


  2. Ayat 17: Tuhan tampil sebagai Gembala yang baik untuk menggembalakan dan menuntun kita ke mata air kehidupan, itulah takhta kerajaan sorga yang kekal selamanya.

AD. 2
Kita melihat dalam sistem penggembalaan, untuk mencapai takhta sorga tangan Gembala yang baik/firman penggembalaan menuntun kita lebih dulu menuju tiga tempat:

  1. Mazmur 23: 1-2
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    23:2. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

    Yang pertama: firman penggembalaan menuntun kita ke air yang tenang; kita mengalami urapan Roh Kudus, sehingga kita mengalami damai sejahtera--air yang tenang menunjuk pada urapan Roh Kudus.

    Damai sejahtera artinya:


    • Pengertian pertama damai sejahtera: tidak ada ketakutan, kekuatiran dan sebagainya karena kita bergantung pada kemurahan dan kebajikan Tuhan, Gembala yang baik; setiap langkah kita hanyalah kemurahan dan kebajikan Tuhan.
      Mazmur 23: 6
      23:6. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

      Kita tidak bergantung pada dunia yang sedang bergoncang. Kalau bergantung pada dunia, saat dunia goncang kita akan ketakutan. Di dalam penggembalaan inilah kita bergantung pada kemurahan dan kebajikan Tuhan yang tidak pernah berubah dari dulu, sekarang, sampai selamanya; setiap denyut nadi kita ditentukan oleh kemurahan dan kebajikan Tuhan.

      Sementara itu dunia dalam keadaan goncang; penuh ketakutan; ketakutan ini yang menjadi pembunuh utama. Sebab itu kita butuh damai sejahtera; butuh digembalakan.
      Lukas 21: 25-26
      21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
      21:26. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

      Dunia akhir zaman akan mengalami kegoncangan di darat, laut, dan udara, yang menimbulkan ketakutan di dunia, terutama bagi kehidupan yang tidak tergembala hari-hari ini. Segala bidang akan tergoncang karena antikris semakin berkuasa. Semakin antikris berkuasa, dunia akan semakin goncang, sampai kalau ia benar-benar berkuasa, semuanya akan goncang.

      Ketakutan/stres adalah pembunuh utama manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan yang tidak ada damai/tidak tergembala--'Orang akan mati ketakutan'--, yaitu:


      • Mati secara jasmani.
        Kalau stres, akan timbul penyakit-penyakit yang tidak bisa diduga.

        "Saya sudah bersaksi, baru soal batu ginjal. Kemarin ketemu lagi, orangnya sudah tidak bisa apa-apa lagi karena terus dipikirkan, dan akhirnya menyerang bagian yang lain. Dia seorang yang pekerjaannya hebat, tetapi sekarang tidak bisa bekerja karena stres/ketakutan. Kalau stres, hormonnya jadi bekerja tidak baik."

        Kalau hormonnya sudah bekerja tidak baik, nanti akan menimbulkan penyakit yang aneh-aneh sampai meninggal dunia.


      • Mati secara rohani= rohaninya kering; tidak bisa berdoa, tidak lagi menikmati ibadah; tidak mau mendengar firman.
        Inilah kematian rohani yang akan membawa pada kematian kedua, kebinasaan di neraka selama-lamanya.


      Ini pentingnya penggembalaan, sampai di takhtapun tetap ada penggembalaan. Di sini pentingnya gembala--Tuhan sampai bertanya kepada Petrus: Adakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-Ku.--beri makan domba-domba-Ku.

      Gembala tidak bisa main-main. Tugas utama gembala adalah memberi makan domba-domba, supaya firman penggembalaan--dua tangan Gembala Agung--menuntun kita ke air yang tenang; kita mengalami urapan Roh kudus. Tidak ada ketakutan lagi.

      Jadi, damai sejahtera sangat dibutuhkan untuk menghadapi kegoncangan dunia akhir zaman sehingga kita tetap tenang, semua menjadi enak dan ringan, karena semua yang berat sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib.


    • Pengertian kedua damai sejahtera: dosa sudah diselesaikan. Tujuan kita mendengar firman adalah untuk menyelesaikan dosa-dosa.
      Tadi, setiap denyut nadi kita adalah kemurahan dan kebajikan Tuhan. Sekarang, setiap langkah hidup bukan untuk menambah dosa, tetapi menyelesaikan dosa.

      Selama kita mempertahankan dosa, tidak akan ada damai sejahtera, dan akan jatuh pada ketakutan/stres.
      Kita akan letih lesu dan berbeban berat.

      Matius 5: 23-25
      5:23. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
      5:24. tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
      5:25. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

      'mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah'= hamba/pelayan Tuhan yang sudah melayani Tuhan. Harus menyelesaikan dosa. Bagaimana kita bisa melayani Tuhan sementara kita melayani dosa? Kesalahan sekarang adalah mau merokok dibiarkan melayani, yang penting pintar. Salah! Yang benar adalah selesaikan dulu dosanya, baru menjadi hamba/pelayan Tuhan.
      Kalau disuruh melayani supaya bertobat, juga salah besar. Bertobat dulu baru melayani--'lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu'.

      Firman penggembalaan yang kita dengar merupakan tuntunan tangan Tuhan ke air yang tenang. Tidak ada lagi ketakutan--damai, hidup enak dan ringan--, dan tidak ada lagi dosa--menyelesaikan dosa. Begitu tidak sengaja berbuat dosa, cepat selesaikan.

      Proses memperoleh damai sejahtera adalah SEGERA berdamai. Jangan menunda-nunda waktu! Kalau menunda-nunda waktu, akan diserobot oleh setan, dan dosa dianggap biasa.

      Istilah 'segera berdamai!' artinya:


      • Yang pertama:


        1. Ayat 25: 'Segeralah berdamai dengan lawanmu'= kita berdamai lebih dulu dengan lawan kita, yang bisa menyerahkan kita kepada hakim dan hakim itu akan menghukum kita. Siapa 'lawan' kita? Tuhan--lawannya orang berdosa adalah Tuhan. Artinya kita harus berdamai dulu dengan Tuhan.


        2. Ayat 23-24: 'teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau'= berdamai dengan sesama.


        Jadi proses menerima damai sejahtera adalah mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama oleh dorongan firman penggembalaan yang diulang-ulang.
        Akhan didorong oleh orang lain: ada saksinya, ia mengaku dosa tetapi tidak dapat pengampunan. Tidak perlu kita dipaksa untuk mengaku. Saat firman menusuk hati dan menunjukkan dosa-dosa kita--dorongan firman--, itulah saat yang tepat untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

        Itulah pengertian pertama dari istilah 'segera berdamai!'.


      • Yang kedua: 'segera berdamai!' juga berarti mengampuni dosa orang lain yang sudah mengaku kepada kita dan melupakannya.
        Ada yang berbuat dosa bisa mengaku, tetapi kalau orang lain yang berbuat dosa kepada dia, dia tidak mau mengampuni--'Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu'.


      Jika kita 'segara berdamai'--saling mengaku dan mengampuni--, darah Yesus akan membasuh dosa-dosa kita; menyelesaikan dosa kita, dan kita menerima urapan Roh Kudus sehingga kita mengalami damai sejahtera.
      Kalau ada dosa, tidak akan ada damai--tidak ada urapan Roh Kudus; kering.

      Istilah 'segera'--cepat--berarti ada sayap. Hati-hati! Antikris juga punya sayap, yaitu sayap burung ranggung, yang cepat untuk membinasakan.

      Kita yang 'segera berdamai' akan memiliki SAYAP URAPAN ROH KUDUS, untuk menandingi sayap antikris yang begitu cepat datang untuk menganiaya dan membinasakan kita.
      Segera berdamai hari-hari ini!


    Inilah gunanya kita tergembala, ada firman penggembalaan yang disampaikan dengan berulang-ulang; kita diberi kesempatan untuk segera berdamai, menyelesaikan dosa-dosa, supaya kita memiliki sayap urapan Roh Kudus.

    Firman penggembalaan atau dua tangan Gembala yang baik menuntun kita pada tiga tempat. Yang pertama dituntun ke air yang tenang--air yang tenang menunjuk pada hati damai sejahtera. Selesaikan dosa! Menghadapi ketakutan, dosa-dosa, selesaikan semua, dan kita akan menerima sayap urapan Roh Kudus.


  2. Mazmur 23: 3
    23:3. Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

    Yang kedua: firman penggembalaan menuntun kita di jalan yang benar.
    Artinya: kita hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah/alkitab.

    Karena itu dari tadi kita membaca ayat-ayat di dalam alkitab, karena yang benar adalah alkitab, bukan pendeta atau manusia. Kebenaran di luar alkitab adalah kebenaran sendiri.

    Proses hidup di jalan yang benar--hidup dalam kebenaran Tuhan--:


    • Yakobus 1: 19-22
      1:19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
      1:20. sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
      1:21. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
      1:22. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

      'cepat untuk mendengar'= istilah 'cepat' menunjuk pada sayap. Kita harus cepat untuk mendengar firman karena kita berlomba dengan sayap antikris--antikris mau menguasai bumi ini, menyiksa dengan siksaan yang dahsyat, memenggal, dan membinasakan.

      Proses pertama hidup dalam kebenaran Tuhan: cepat untuk mendengar firman Allah yang benar, karena ada yang tidak benar seperti suara ular.

      Firman Allah yang benar adalah ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Jangan diterangkan dengan ilustrasi, pendapat manusia apalagi dengan ilmu-ilmu lain, nanti justru akan menyimpang. Jangan!

      Firman disampaikan dalam dua bentuk:


      • Firman penginjilan/susu untuk jiwa-jiwa baru/orang yang belum percaya Yesus, supaya percaya Yesus, bertobat, baptis air dan Roh Kudus.
      • Firman pengajaran yang benar/makanan keras.


      Firman penginjilan penting, tetapi harus ditingkatkan pada firman pengajaran yang mampu menumbuhkan kerohanian--menyucikan dan mengubahkan.
      Penginjilan ada, buktinya ada baptisan air di sini--untuk jiwa baru. Tetapi yang sudah lama harus mendengar firman pengajaran.

      "Tidak mudah untuk seseorang masuk baptisan air. Saya mendengar: ada isterinya yang tidak mau dibaptis, ada yang suaminya tidak mau dibaptis. Baru-baru ini di Medan, suaminya bersaksi: 'Isteri saya sudah bertahun-tahun tidak mau dibaptis.' Dia mau ke gereja tetapi tidak mau masuk baptisan air. Itu sudah merupakan kesalahan yaitu menikah tanpa satu baptisan; salah sendiri, dan ia harus menanggung akibatnya. Tetapi untung Tuhan berkemurahan, isterinya bisa mendengar firman dua tiga kali, dan langsung minta dibaptis."

      Ibrani 5: 11-14
      5:11. Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
      5:12. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
      5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
      5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      'lamban dalam hal mendengarkan'= lamban mendengar berarti lamban makannya. Kita makan makanan rohani lewat mendengar firman; kalau makan nasi lewat mulut. Akibatnya: menjadi sama seperti anak kecil, artinya:


      • Mudah diombang-ambingkan oleh ajaran palsu.

        "Anak kecil mudah diombang-ambingkan. Ditawari permen, sudah senang, tetapi di dalamnya ada narkoba--waktu dulu saya masih menjadi guru di Petra; tahun 1980-an. Polisi datang dan kami guru-guru diberi penataran."

        Bahaya, anak kecil berkata: Bagus...bagus..., padahal ia sudah disesatkan.


      • Tidak boleh menjadi mempelai, sehingga ketinggalan saat Yesus datang kembali sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.


      Bahaya kalau hanya minum susu terus; rohaninya tingkat anak kecil, yang mudah diombang-ambingkan ajaran palsu dan tidak bisa dewasa rohani; tidak bisa menjadi mempelai wanita Tuhan.
      Karena itu harus ada makanan keras.

      Mari, kita sekarang cepat untuk mendengar firman pengajaran yang benar artinya kita mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh sampai mengerti--firman ditulis di dahi.

      Yakobus 1: 19
      1:19. Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;

      Bukti mengerti firman pengajaran yang benar--tanda dewasa rohani--adalah


      • Lambat untuk berkata-kata, artinya tidak bersungut, bergosip, dan menghakimi orang lain, tetapi banyak berdiam diri/mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Kalau ada salah, cepat berdamai.


      • Lambat untuk marah--bukan berarti tidak boleh marah. Kalau harus marah yang tujuannya untuk mendidik, harus marah dengan kasih untuk mengangkat, bukan marah dengan emosi yang meledak-ledak apalagi dengan kebencian.

        Marah dengan kasih bukan maksudnya harus halus suaranya. Biarpun dengan keras, tetapi tujuannya untuk menolong, di dalam hati menjerit: Kenapa kau begitu? Binasa kau kalau begitu. Yesus juga marah untuk menolong dan mengangkat--marah dengan kasih. Ia menggunakan cambuk, dan membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati untuk menyucikan Bait Allah.


    • Proses kedua hidup dalam kebenaran Tuhan: cepat untuk percaya pada firman. Karena itu firman diulang-ulang sampai kita percaya pada firman sehingga menjadi iman di dalam hati--firman ditulis dalam hati--yang menyelamatkan kita semua.

      Yakobus 1: 21
      1:21. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

      Kalau kita percaya pada firman, firman akan tertanam dan berakar di dalam hati--menjadi iman--, dan berbuah pertobatan dan keselamatan lewat mengaku dosa.

      Senajis dan sejahat apapun kita siang ini, kalau masih bisa mendengar firman pengajaran yang benar, mengerti, dan percaya, kita akan diselamatkan. Mengapa bisa begitu? Karena dengan hati orang percaya, dan dengan mulut orang mengaku--mengaku dosa dan tidak berbuat dosa lagi--, sehingga ia diselamatkan.

      Sebaliknya, sesuci dan sehebat apapun kita termasuk hamba Tuhan, kalau tidak mau mendengar dan menerima pedang firman, kita pasti akan jatuh dalam dosa, bahkan rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, sampai satu waktu tidak bisa bertobat.

      Karena itu kita tidak bisa menghakimi orang lain: Dia suci, dia najis.. Belum tentu. Salah satu penjahat di sebelah Yesus bisa diselamatkan karena mau mengaku dosa--ia berkata: Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah, sedangkan Yudas Iskariot--rasul--tidak selamat karena ia tidak mau mendengar firman--Tuhan berkata: Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku, seharusnya dia mengaku dan beres semua, tetapi dia menjawab: Bukan aku, ya Rabi?

      Saat-saat mendengar firman adalah saat yang menentukan kita selamat atau tidak.


    • Proses ketiga hidup dalam kebenaran Tuhan: cepat untuk mempraktikkan firman--iman disertai dengan perbuatan iman.
      Yakobus 1: 22
      1:22. Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

      Kita harus cepat melakukan firman apapun resikonya sampai daging tidak bersuara lagi. Kalau tidak cepat, akan diserobot oleh setan, dan dia tidak akan pernah melakukan firman.
      Harus cepat karena sayap antikris begitu kuat. Harus diimbangi dengan cepat untuk mendengar firman, cepat untuk mengerti--jangan pura-pura tidak mengerti--, cepat untuk percaya, dan cepat untuk mempraktikkan firman.

      Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya, karena dia percaya pada Tuhan dan Tuhan yang bertanggung jawab. Ini yang namanya cepat untuk melakukan firman. Kita hanya sebatas melakukan firman, dan mujizat akan terjadi; tangan Tuhan bekerja di tengah kita.

      Begitu Abraham mau menyembelih anaknya, Tuhan berseru: Berhenti!, dan Ia tampil sebagai Jehovah Jireh. Dari tidak ada domba menjadi ada domba; dari tidak ada menjadi ada.

      Petrus dan kawan-kawan semalam-malaman menangkap ikan dengan kepandaian dan pengalamannya, tetapi gagal. Siang hari Yesus datang dan berkata: Tebarkanlah jalamu! Yang penting taat, jangan pakai logika; lakukan saja, Tuhan yang bertanggung jawab.

      Kalau kita melakukan firman apapun resikonya, Tuhan yang menanggung resikonya. Mungkin kita dikeluarkan dari perusahaan karena melakukan firman, tidak apa-apa, karena Tuhan yang menanggung resikonya, dan Dia mengadakan mujizat dari tidak ada menjadi ada--Petrus taat dan ia menangkap banyak ikan.

      Begitu juga dalam nikah rumah tangga, taat saja apapun resikonya, dan air akan menjadi anggur.
      Untuk taat pada firman memang banyak suara daging dan suara asing. Tetap taat, dan air akan menjadi anggur--dari tidak ada anggur menjadi ada anggur--; nikah akan berbahagia.


    Kalau digabung: kalau kita cepat untuk mendengar firman sampai cepat untuk melakukan firman, kita akan memiliki SAYAP FIRMAN PENGAJARAN YANG BENAR.

    Tadi lewat berdamai kita memiliki sayap Roh Kudus. Sekarang lewat mendengar sampai dengar-dengaran pada firman, kita menerima sayap firman pengajaran yang benar.
    Inilah yang disebut dengan KEDUA SAYAP DARI BURUNG NASAR YANG BESAR untuk menandingi sayap antikris. Begitu antikris mau menangkap kita, kedua sayap dari burung nasar yang besar sudah menyingkirkan kita.

    Kepandaian, kekayaan, dan kehebatan apapun tidak bisa mengalahkan antikris. Harus ada sayap firman pengajaran dan Roh Kudus.
    Jangan ragu untuk praktik firman! Yang menyuruh yang menanggung resikonya.

    Hari-hari ini jaga hati damai, jangan ada ketakutan dan dosa. Kalau ada dosa atau kepahitan, cepat selesaikan.

    Kesimpulan: kehidupan yang dituntun oleh Gembala yang baik adalah hidup di air yang tenang--damai sejahtera oleh sayap Roh Kudus--, dan hidup dalam kebenaran firman Allah--sayap firman pengajaran yang benar--; sama dengan memiliki kedua sayap dari burung nasar yang besar.

    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    (terjemahan lama)
    12:14. Maka dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya,
    jauh daripada mata ular itu.

    Kegunaan dari kedua sayap burung nasar yang besar: menyingkirkan kita ke padang belantara, jauh dari mata antikris. Ini adalah masa penyingkiran.
    Dulu bangsa Israel empat puluh tahun di padang belantara, kita nanti tiga setengah tahun.

    Kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman Allah dan perjamuan suci--dulu bangsa Israel dipelihara dengan manna dan daging.
    Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci adalah latihan menyingkir ke padang belantara, untuk menumbuhkan sayap; firman pengajaran dan perjamuan suci merupakan makanan dobel, supaya sayap cepat tumbuh dan kita terbang ke padang gurun saat antikris berkuasa di bumi.

    Ibadah pendalaman alkitab, penting. Yang baru mengikuti ibadah raya saja, tambah. Ibadah raya sama dengan minum. Kalau minum terus tetapi tidak makan, akan sakit. Harus makan! Tuhan tolong kita semua.

    Inilah firman penggembalaan. Yang pertama menuntun kita ke air yang tenang, supaya hidup kita menjadi tenang; damai; tidak ada ketakutan dan dosa--cepat untuk menyelesaikan dosa. Kita akan menerima sayap urapan Roh Kudus/sayap damai sejahtera.
    Yang kedua: firman penggembalaan menuntun kita di jalan yang benar--firman pengajaran yang benar. Kita akan menerima sayap firman.

    Sayap firman dan sayap Roh Kudus akan menjadi kedua sayap dari burung nasar yang besar. Antikris datang, kita sudah disingkirkan ke padang gurun.


  3. Wahyu 7: 17
    7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Yang ketiga: firman penggembalaan menuntun kita ke mata air kehidupan; takhta sorga/Yerusalem baru; tempat penggembalaan terakhir.

    Karena itu penggembalaan penting, karena tujuan kita adalah tempat penggembalaan terakhir--di takhta sorga Tuhan masih menggembalakan. Kalau penggembalaan tidak penting, Tuhan tidak akan bertanya sampai tiga kali kepada Petrus: Apakah engkau mengasihi aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku.
    Karena itu gembala di dunia harus tanggung jawab, tidak bisa main-main. Doakan saya!

    Bukti dituntun ke Yerusalem baru, bukan neraka: kita mengalami pembaharuan oleh kekuatan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--tajam yang pertama untuk memotong dosa, dan tajam yang kedua untuk membaharui; misalnya tangan yang suka mencuri dipotong, lalu dibaharui menjadi bisa memberi. Kalau hanya dipotong saja, akan cacat, karena itu ada tajam yang kedua untuk membaharui.

    Kita harus mengalami penyucian dan pembaharuan oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, sampai sempurna seperti Dia, dan kita boleh masuk Yerusalem baru.
    Yesus mati, bangkit dalam tubuh kemuliaan, baru bisa masuk kerajaan sorga. Kita juga, mati dan bangkit bagi kita sekarang adalah mengalami penyucian--mati dari hidup lama--dan pembaharuan--bangkit dalam hidup baru.

    Kita tidak perlu disalib seperti Yesus. Kita berdoa, supaya tidak perlu mati seperti Yesus. Memang ada juga penginjil-penginjil yang mati syahid, tetapi lebih baik kita mengalami mati bangkit oleh pedang firman--matikan dosa (hidup lama) dan bangkit untuk hidup baru.

    Mari kita mendengar firman yang bisa menyucikan dan mengubahkan--dari mulut Yesus keluar sebilah pedang tajam.
    Wahyu 21: 11
    21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    Kita dibaharui mulai dari 'jernih seperti kristal', artinya:


    • Jujur--kristal itu transparan--; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
      kita jujur mengaku dosa, keadaan dan kekurangan kita apa adanya.

      Kalau berdusta, sama dengan setan--manusia lama--sekalipun ia hamba Tuhan atau sudah lama ikut Tuhan.
      Sebaliknya, biarpun jiwa baru, kalau sudah jujur, ia sudah menuju Yerusalem baru.

      Penjahat di sebelah Yesus, hanya tinggal sedikit waktu, ia bisa jujur mengaku: Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. Dan dia bisa masuk Firdaus, selanjutnya ke Yerusalem baru.
      Selama berdusta, tidak akan ada harapan.


    • Percaya; iman yang tulus ikhlas--jernih seperti kristal--; tidak ada keraguan sedikitpun.


    Inilah manusia baru yang menuju Yerusalem baru.
    Jujur dan percaya
    sama dengan bayi yang baru lahir, yang hanya menangis. Kita hanya berserah dan berseru kepada Tuhan; mengulurkan tangan kepada Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan-Nya untuk memeluk kita, artinya: Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita semua; Dia selalu ingat kita.

    Yesaya 49: 15-16
    49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
    49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

    Kasih ibu sekarang sudah bergeser, tetapi kasih setia Yesus tidak pernah berubah dari dulu, sekarang, sampai selamanya.

    'Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku'= diukir di telapak tangan Yesus; tidak bisa dihapus. Dia benar-benar selalu mengingat kita, tidak pernah melupakan kita; Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita.

    Hasilnya:


    • Tangan kasih setia Tuhan sanggup memelihara kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia yang semakin besar, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
      Tugas kita hanya sampai berusaha--sekolah dan kerja yang keras--, tetapi tangan kita terbatas. Tangan kasih setia Tuhan yang ajaib, yang menentukan semuanya.

      Karena itu kita tidak bisa sombong.
      Biar Dia yang memelihara dengan cara-Nya sendiri, biar Dia bekerja dengan cara-Nya sendiri, kita hanya mengikuti saja, dan Dia bekerja menurut waktu-Nya sendiri--tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat; tepat waktu.

      Kita hanya bayi yang menangis, mengaku tidak bisa apa-apa. Bukan berarti tidak belajar saat menghadapi ujian. Tetap belajar, tetapi hanya berusaha, selanjutnya Tuhan yang menolong.


    • 'tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku'=


      • Tangan kasih setia Tuhan yang ajaib selalu melindungi kita dari dunia yang penuh dengan:


        1. Celaka marabahaya, yang datang sekonyong-konyong--hanya satu langkah jaraknya kita dengan maut.
        2. Dosa-dosa dan puncaknya dosa yang membinasakan. Daud hanya berjalan-jalan di atas sotoh, dan ia jatuh dengan Batsyeba bahkan membunuh suami Batsyeba--mati rohani--padahal Daud orang baik.


        Biarkan Dia bekerja dengan cara-Nya sendiri untuk melindungi kita semua. Serahkan semua kepada Tuhan!


      • Tangan kasih setia Tuhan yang ajaib melindungi kita dari ajaran-ajaran palsu.
      • Tangan kasih setia Tuhan yang ajaib melindungi kita dari penghukuman Tuhan--tiga kali tujuh penghukuman--, dan dari antikris--nanti kedua sayap dari burung nasar yang besar akan menyingkirkan kita ke padang belantara.


    • Tangan kasih setia Tuhan yang ajaib melakukan apa yang bayi tidak bisa lakukan.
      Kepada siapa kita minta tolong? Karena itu jujur dan percaya! Kita hanya seperti bayi yang menangis kepada Tuhan.

      Tuhan mampu menyelesaikan masalah yang mustahil. Lazarus sudah mati empat hari--bangkai--, lalu Tuhan berkata: Angkat batu itu!--jujur. Marta tidak mau, tetapi Tuhan berkata: Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah? Dan Lazarus dibangkitkan.
      Sudah jadi bangkai apapun, bisa dibangkitkan.

      Secara jasmani: pekerjaan, masa depan sudah habis, secara rohani: kesucian sudah habis, bisa Tuhan tolong. Bangkai jasmani Tuhan selesaikan, artinya: Dia menyelesaikan masalah-masalah, memberikan masa depan yang berhasil dan indah tepat pada waktunya.

      Bangkai rohani Tuhan tolong, artinya kehidupan yang sudah jatuh, hancur, bisa diperbaiki lagi untuk hidup benar dan suci di dalam Tuhan.


    • Tangan kasih setia Tuhan memandikan kita, artinya: menyucikan kita sampai sempurna (Efesus 5).
      Bayi itu penuh kotoran dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ada dosa yang mengikat kita, atau lainnya, ada tangan kasih setia Tuhan yang ajaib, yang sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia.

      Kita layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali--kita melintasi tembok Yerusalem baru--; kita bersama dengan Dia, berdiri di hadapan takhta untuk melayani Dia siang malam selamanya--tempat penggembalaan terakhir di mana tidak ada air mata lagi.

Hanya Tuhan yang mengingat--memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita. Serahkan semua kepada Tuhan!
Kalau suami, isteri, anak, orang tua tidak memperhatikan, kesempatan bagi kita untuk mendapatkan perhatian yang besar dari Tuhan.
Kalau ada yang memperhatikan, puji Tuhan, tetapi jangan lengah, karena satu saat semua akan mengecewakan. Bersandarlah pada Yesus!

Mari, kepada siapa kita bersandar dan berharap? Hanya kepada Tuhan. Dia tidak akan pernah mengecewakan, sekalipun mata masih melihat yang hancur, sulit, dan mustahil. Jujur dan percaya, digembalakan sungguh-sungguh.
Dia tahu kehidupan yang paling berat, menghadapi yang paling mustahil, dan yang paling kotor.

Ada kejatuhan, apa yang sudah tidak bisa dipikir, tidak bisa dijangkau lagi, tidak bisa dibersihkan, serahkan kepada Dia! Kaum muda, serahkan masa depan dan lain-lain kepada Dia!

Yang sudah berhasil, yang sudah baik, jangan sombong, karena gelombang bisa datang sekonyong-konyong dan menyapu bersih semuanya. Tetap dalam pelukan tangan Tuhan! Bayi hanya menangis kepada Tuhan; tetap percaya dan berharap hanya kepada Tuhan. Yakinlah, Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Tangan kasih setia yang ajaib akan melakukan keajaiban-keajaiban di tengah-tengah kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top