English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Oktober 2010 (Sabtu Sore)
Dalam susunan tabernakel, Markus 15 terkena pada 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.

Markus 15:1-20...

Ibadah Doa Malang, 08 Maret 2018 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita...

Ibadah Doa Malang, 03 Juli 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Desember 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
= secara keseluruhan, terkena pada buli-buli emas berisi manna.

Ibrani 9: 4
9:4. Di situ terdapat mezbah pembakaran...

Ibadah Raya Malang, 07 Desember 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 April 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama dengan penyebaran terang/...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Desember 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:5-7
10:5. Dan malaikat yang kulihat...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Januari 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Juni 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Manokwari III, 21 Maret 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 10:45
10:45 Karena Anak Manusia juga...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juli 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 19:30
19:30 Tetapi banyak orang yang...

Ibadah Persekutuan IV di Tentena-Poso, 25 September 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 07 September 2010 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 17:21


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 16 Mei 2010 (Minggu Pagi)

Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Yesus akan datang kembali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, sebagai Mempelai Laki-laki Sorga untuk mengangkat kita di awan-awan yang permai dan selama-lamanya bersama Dia.

Tetapi kedatangan Yesus kedua kali tidak diketahui waktuNya, oleh sebab itu harus dijaga supaya pelita tetap menyala.

Syarat pelita tetap menyala:
  1. Menerima Kabar Mempelai = cahaya.
    Matius 25:6
    25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

  2. Memiliki minyak persediaan.
    Matius 25:3-4
    25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
    25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

ad. 1. Menerima Kabar Mempelai.
2 Korintus 4:3-4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Manusia masuk ke dunia lewat nikah jasmani, dan manusia keluar dari dunia lewat nikah yang rohani. Oleh sebab itu nikah ini harus diperhatikan dan harus benar.

Dulu, manusia yang berdosa akan dihukum mati dan binasa. Tetapi setelah menerima injil keselamatan, orang yang berdosa bisa percaya Yesus dan diselamatkan.
Sesudah selamat, banyak orang Kristen yang tertidur rohaninya, sehingga akan ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali dan binasa.

Matius 25:5-6
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Gereja Tuhan harus menerima Kabar Mempelai, firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, satu-satunya kabar yang sanggup membangunkan kerohanian gereja Tuhan [Matius 25:6].
Istilah 'membangunkan' ini artinya menyucikan dan menyempurnakan gereja Tuhan sampai siap sedia menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Kisah Rasul 12:6
12:6 Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.

Petrus yang tidur ini menunjuk pada gereja Tuhan yang tidur rohani karena diikat setan tritunggal (Herodes dan dua prajurit).
  • Herodes = setan = naga buas di udara [Wahyu 12:3].
  • Prajurit I = antikris = binatang buas yang keluar dari laut [Wahyu 13:1-2].
  • Prajurit II = nabi palsu = binatang buas yang keluar di bumi [Wahyu 13:11].

Praktek gereja Tuhan yang tidur rohani:
  1. Dikuasai oleh setan/roh durhaka/roh najis, sehingga gereja Tuhan jatuh bangun dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan dosa seks.
    Efesus 2:1-2
    2:1. Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
    2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

    Kalau sudah jatuh bangun dalam dosa dan tidak ada penyesalan lagi, itu adalah kehidupan yang tanpa pengharapan dan tidak bisa diharapkan, sehebat apapun dia.
    Sebaliknya, kehidupan yang kelihatan tidak hebat tetapi mau hidup dalam kebenaran dan kesucian, maka kehidupan itu memiliki pengharapan dan bisa diharapkan.

  2. Dikuasai oleh antikris/roh jual-beli/mamon, yaitu:
    • beribadah melayani Tuhan hanya mencari berkat jasmani
    • tinggalkan ibadah pelayanan untuk mencari uang
    • mencari uang dengan cara tidak halal
    • mencuri milik Tuhan dan milik sesama.
    Mengasihi uang berarti tidak lagi memiliki kasih.

  3. Dikuasai oleh nabi palsu/roh dusta.
    Kalau seorang hamba Tuhan berdusta, maka pasti ajarannya palsu.
    Kalau jemaat biasa berdusta, maka ia akan diterkam ajaran palsu.
    Kalau dikuasai nabi palsu, maka akan gugur dari iman.

    1 Timotius 4:1-2
    4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
    4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

Jadi, gereja Tuhan yang tidur rohani adalah gereja Tuhan yang kehilangan iman, pengharapan, dan kasih.
Akibatnya adalah:
  1. Gereja Tuhan berada di tengah badai yang dahsyat, tanpa matahari, bulan, dan bintang.
  2. Tidak bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali = kebinasaan untuk selama-lamanya.
    1 Korintus 13:12-13
    13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Kisah Rasul 12:7-9
12:7 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.
12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"
12:9 Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

Dulu, Petrus dibangunkan sehingga bisa keluar dari penjara.
Sekarang, gereja Tuhan harus mengalami kebangunan rohani untuk bisa menyongsong Yesus di awan-awan.

Bagaimana cara membangunkan rohani?
  1. Menerima cahaya injil kemuliaan Kristus [Kisah Rasul 12:7] = firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada Meja Roti Sajian (https://www.gptkk.org/tabernakel_meja+roti+sajian.html). Sekarang menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci. Di situ kita mengalami ditusuk oleh firman yang tajam, dan mendapatkan iman yang teguh, yang tidak bisa gugur, yang tidak bisa murtad oleh nabi palsu.

  2. Tangan Tuhan = kuasa Roh Kudus menepuk gereja Tuhan [Kisah Rasul 12:7].
    Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada Pelita Emas (https://www.gptkk.org/tabernakel_pelita+emas.html). Sekarang menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Raya. Pelita yang menyala akan menghasilkan pengharapan.

  3. Tekun dalam doa.
    Kisah Rasul 12:5
    12:5. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

    Dalam Tabernakel, in menunjuk pada Mezbah Dupa Emas (https://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+dupa+emas.html), yaitu ketekunan dalam Ibadah Doa, yang akan menghasilkan kasih.
Jadi, tempat kebangunan rohani adalah dalam Ruangan Suci = kandang penggembalaan = ketekunan dalam 3 macam ibadah. Di luar kandang penggembalaan, kita akan bertemu badai yang besar. Tetapi di dalam kandang penggembalaan, kita akan diam dan tenang sekalipun di tengah badai.

Praktek kebangunan rohani:
  1. Ikat pinggang kebenaran = siap sedia untuk benar apapun resikonya.
    Kisah Rasul 12:8
    12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"

    Efesus 6:14-15
    6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
    6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

  2. Kasut kerelaan hati untuk berkorban (waktu, tenaga, uang, dll) sehingga bisa beribadah dan melayani Tuhan.

  3. Memakai jubah = memiliki jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus [Kisah Rasul 12:8]
    Jubah ini adalah jubah maha indah Yusuf. Kalau Tuhan mau memakai kehidupan kita, itu adalah untuk memperindah kehidupan kita.
    Jubah ini juga harus dicelup dalam darah, artinya harus rela mengalami sengsara daging. Kalau saat ibadah/melayani mengalami sengsara daging, bahkan serasa mau mati, itu adalah jalan yang benar.

    Melayani dengan jabatan dan karunia ini adalah untuk pembangunan tubuh Kristus.

  4. Tergembala.
    Yohanes 21:18-19
    21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Mengikut Tuhan = mengulurkan tangan kepada Tuhan, artinya adalah:
    • Taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, taat dengar-dengaran apapun resikonya.
    • Setia sampai selama-lamanya.
    • Rela berkorban apapun untuk Tuhan, sampai seperti Petrus berkorban nyawa.

    Maka tangan Gembala Agung juga akan diulurkan kepada kita, tangan kemurahan dan kebaikan diulurkan untuk:
    • Menolong kita tepat pada waktuNya.
      Ibrani 4:16

      4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    • Menjadikan segala sesuatu indah pada waktuNya.
      Pengkhotbah 3:11
      3:11. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

    • Membuka pintu kemustahilan (pintu besi); apa yang mustahil bagi kita, tidak mustahil bagi Tuhan.
      Kisah Rasul 12:10
      12:10 Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.

      Wahyu 3:8
      3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

      Pintu kemustahilan secara jasmani akan dibuka oleh Tuhan.
      Terlebih dari itu, pintu kemustahilan secara rohani akan dibuka oleh Tuhan. Pintu tirai akan dibuka oleh Tuhan, kita akan diubahkan sampai menjadi sama mulia dengan Tuhan.

    Kalau waktuNya belum tiba, biar kita tunggu dalam penggembalaan, tetap memakai ikat pinggang kebenaran, kasut kerelaan, dan jubah jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Waktu Tuhan pasti akan tiba.

Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top