English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 April 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Malang, 06 Desember 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 21 Juli 2017 (Jumat Malam)

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Oktober 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:36-50 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 November 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Kunjungan Batam II, 29 Agustus 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:13
5:13 ôKamu adalah garam dunia....

Ibadah Raya Malang, 12 September 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juni 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu...

Ibadah Raya Malang, 31 Juli 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:4
4:4 Dan sekeliling takhta itu...

Ibadah Doa Malang, 25 Januari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Agustus 2010 (Rabu Sore)
Disertai dengan doa puasa

Matius 25: 16-17, 20-23
25:16. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda ibadah di Malang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Jumat Agung Malang, 02 April 2010 (Jumat Sore)
Matius 25:1, penampilan Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Laki-laki Sorga yang akan segera...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:3-9
Kehidupan manusia adalah bagaikan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 15 Desember 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
12:55. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
12:56. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

'Banyak orang'= banyak orang kristen termasuk hamba/pelayan Tuhan, yang hanya mengutamakan--mengejar--tanda-tanda jasmani atau perkara duniawi, sehingga tidak mengenal bahkan mengabaikan tanda-tanda rohani; sama dengan tidak mengetahui tentang akhir zaman, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Akibatnya: ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, berarti mengalami kiamat, hancur bersama dunia, bahkan binasa selamanya di neraka.

Praktik kehidupan yang hanya tahu perkara jasmani tetapi mengabaikan yang rohani:

  1. (ayat 56) menjadi orang munafik; pura-pura (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 November 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 01 Desember 2018).


  2. Lukas 12: 57
    12:57. Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?

    Praktik kedua: tidak bisa memutuskan tentang kebenaran; tidak mengetahui tentang kebenaran dari Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 Desember 2018).

AD. 2
Tidak mengetahui kebenaran dari Tuhan berarti hanya memakai kebenaran diri sendiri.
Inilah model anak Tuhan di akhir zaman yang hanya mengejar perkara jasmani dan mengabaikan perkara rohani. Beribadah melayani tetapi hanya mengejar perkara jasmani, sehingga menjadi hamba/pelayan Tuhan yang memakai kebenaran diri sendiri. Ini sudah terjadi pada waktu natal--raja Herodes yang hidup pada waktu Yesus dilahirkan juga menggunakan kebenaran diri sendiri; sekarang adalah hamba/pelayan Tuhan yang hidup pada akhir zaman.

Bukti Herodes memakai kebenaran sendiri:

  1. Matius 2: 16
    2:16. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

    Yang pertama: membunuh bayi-bayi yang berumur dua tahun ke bawah, dengan harapan Yesus juga terbunuh. Ini gambaran dari menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang benar--bayi-bayi adalah kehidupan yang tidak berbuat salah, tetapi dibunuh--; dia yang berdosa tetapi menyalahkan orang benar.
    Ini yang terjadi di akhir zaman, dulu pada Herodes, sekarang pada hamba/pelayan Tuhan.


  2. Matius 2: 13
    2:13. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."

    Yang kedua: Herodes mau membunuh Yesus, sama dengan menutupi dosa dengan cara menyalahkan Tuhan/firman pengajaran yang benar.

Inilah kebenaran sendiri.

Jadi, kebenaran sendiri sama dengan menolak kebenaran dari Tuhan; sama dengan mempertahankan dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa percabulan: laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sesama jenis, (maaf) percabulan dengan binatang, sampai nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan). Kaum muda, jaga nikah!

Akibatnya: binasa untuk selamanya.
Kalau kita mengikut dan melayani Tuhan hanya untuk mencari yang jasmani mengabaikan yang rohani--misalnya main musik tetapi masih merokok, yang penting uang datang, berkhotbah isterinya dua, boleh, bahkan orang tidak seiman boleh main musik yang penting main musiknya hebat dan seterusnya--, kita akan memakai kebenaran sendiri seperti raja Herodes.

Bagaimana kebenaran dari Tuhan?
Lukas 12: 58-59
12:58. Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
12:59. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."

Kebenaran dari Tuhan adalah lewat berdamai.
Roma 3: 23
3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Mengapa kita perlu berdamai? Karena sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, semua manusia di dunia sudah berbuat dosa, dan kehilangan kemuliaan Tuhan--telanjang dan tidak tahu malu; seperti anjing dan babi; hanya mengulang-ulang dosa: perkataan dosa (anjing menjilat muntah), dan perbuatan dosa (babi kembali lagi ke kubangan).

Akibatnya: manusia terpisah dari Tuhan, sehingga hidup dalam kutukan dosa yaitu letih lesu, susah payah, pahit getir, air mata. Ingat! Setiap dosa ada kutukannya. Kalau dibiarkan akan terpisah selamanya dari Tuhan; binasa untuk selamanya.

Bagaimana cara Tuhan menolong supaya manusia tidak binasa selamanya? Tuhan datang kepada manusia berdosa untuk memperdamaikan kita lewat korban pendamaian. Tuhan yang datang karena manusia tidak bisa datang pada Tuhan--dulu Tuhan yang datang pada Adam dan Hawa.
Harus ada korban pendamaian supaya bisa menjadi satu lagi!

Ada tiga tingkatan korban pendamaian:

  1. Di Taman Eden sudah terjadi pendamaian lewat korban pendamaian.
    Kejadian 3: 21
    3:21. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

    Diperdamaikan= ditutupi dosanya/ketelanjangannya.
    Waktu itu di Taman Eden terjadi pendamaian lewat korban pendamaian berupa binatang, tetapi binatangnya masih samar-samar.

    Dulu, pakaian yang dibuat Tuhan untuk menutupi ketelanjangan--tujuan membuat pakaian adalah untuk menutupi ketelanjangan.
    Kaum muda mengikuti mode, silakan, tetapi jangan jadi orang pertama yang memakai/mencoba mode terbaru. Jangan terpancing oleh mode, tetapi tujuannya satu yaitu untuk menutupi ketelanjangan.

    Di Taman Eden korban pendamaian hanya berlaku untuk dua orang.
    Dua orang menunjuk pada nikah--suami isteri.
    Ini juga pelajaran bagi kita, yaitu harus berdamai dalam nikah antara suami isteri, anak orang tua, kakak adik. Kalau di dalam nikah saja tidak berdamai, bagaimana bisa berdamai dengan orang lain? Kalau tidak mau, itu sombong sekali, sebentar lagi akan telanjang, jatuh dalam dosa, dan binasa selamanya. Jangan sombong, salah atau tidak salah, datang untuk berdamai.


  2. Di zaman Taurat/Israel, yaitu korban pendamaian dari binatang halal.
    Binatangnya sudah jelas yaitu lembu--orang kaya--, kambing domba--menengah--, dan burung tekukur--orang miskin--, tetapi masih merupakan bayangan dari yang akan datang.

    Ibrani 10: 1
    10:1. Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

    Pada zaman ini korban pendamaian hanya berlaku untuk satu bangsa yaitu bangsa Israel, sedangkan bangsa kafir tidak bisa masuk.


  3. Di perjanjian baru, yaitu lewat natal Tuhan memberikan korban pendamaian yang sesungguhnya kepada kita, bukan samar-samar dan bukan bayangan lagi.
    Matius 1: 21
    1:21. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

    Natal adalah Allah lahir menjadi manusia yang tidak berdosa dalam pribadi Yesus untuk menyelamatkan manusia berdosa. Ini yang disebut dengan korban pendamaian.

    1 Yohanes 4: 9-10
    4:9. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
    4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

    Di sini natal adalah Allah lahir sebagai manusia tidak berdosa di dalam pribadi Yesus sebagai korban pendamaian atas dosa-dosa manusia.

    Jadi, korban pendamaian ini berlaku untuk semua bangsa di dunia, termasuk bangsa kafir.

Inilah natal, yaitu kita mendapatkan korban pendamaian. Tadinya kita terpisah dari Tuhan--mengalami kutukan sampai binasa--, tetapi hadiah natal adalah korban pendamaian. Allah lahir menjadi manusia tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib sebagai korban pendamaian untuk memperdamaikan dosa-dosa kita--berlaku untuk semua manusia dan semua dosa.

Mengapa Yesus harus menjadi korban pendamaian?

  • Karena semua manusia di dunia sudah berbuat dosa dan harus binasa.
  • Karena semua yang hebat di dunia: kepandaian, kekayaan, kedudukan tidak bisa menyelesaikan dosa manusia, malah seringkali memicu kita berbuat dosa, bukan menyelesaikannya.
    Misalnya: dulu miskin masih baik-baik, sekarang sudah kaya jadi sombong, menindas orang.


  • Semua manusia di dunia termasuk rohaniawan: rasul, nabi tidak bisa menyelesaikan dosa karena semua manusia berdosa--menyelesaikan dosanya sendiri tidak bisa, apalagi dosa orang lain.

Karena itu Yesus sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa harus turun dari sorga--natal--untuk mati di kayu salib dan menjadi korban pendamaian untuk menyelesaikan dosa-dosa dan menyelamatkan kita.

Di malam natal ini ada kado istimewa dari Tuhan yaitu korban pendamaian. Kalau tidak, kita hanya akan terkutuk dan binasa. Manfaatkan untuk berdamai!

Proses berdamai: segera berdamai--dalam Matius 5.
Lukas 12: 58-59
12:58. Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara.
12:59. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."

Segera berdamai, artinya: oleh dorongan pedang firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang tajam bermata dua, yang menunjuk dosa-dosa kita yang tersembunyi sampai dalam hati dan pikiran, kita sadar akan dosa-dosa kita, menyesali, dan mengakuinya kepada Tuhan dan sesama.
Hasilnya: kita mengalami pengampunan dosa. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

Segera berdamai! Jangan tunda-tunda waktu supaya tidak diserobot oleh setan.
Karena itu harus ada firman penginjilan untuk jiwa baru supaya ada baptisan, tetapi bagi yang sudah lama harus ada pedang firman, kalau tidak, tidak bisa sadar akan dosa, bahkan merasa hebat/benar sendiri.
Banyak hamba Tuhan merasa benar sendiri karena tidak punya pedang. Harus ada pedang!

Kalau dosa sudah ditutupi oleh darah Yesus, Dia akan melihat kita seperti kita tidak pernah berbuat dosa itu, dan hati kita tidak tertuduh lagi, bahkan setan tidak bisa mendakwa/menuduh kita sehingga kita merasa damai sejahtera. Inilah kekuatan dari kuasa pendamaian.

Dengar firman yang keras, yang menunjukkan dosa-dosa supaya kita bisa berdamai. Tuhan melihat kita seperti tidak pernah berbuat dosa, hati nurani tidak menuduh lagi, dan setan tidak bisa mendakwa kita sehingga kita merasa damai; hidup dalam ketenangan.

Contoh kehidupan yang diperdamaikan.
Lukas 7: 36-38
7:36. Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
7:37. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
7:38. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Ini adalah perempuan yang berdosa.
'Yesus sedang makan'= waktu makan ini yang terpenting. Kalau dia mendengar Yesus waktu menyanyi dia tidak tertolong.
'mencium'= berdamai--verzoening dalam bahasa belanda.

Kalau ada korban pendamaian, maka dari busuk bisa menjadi harum. Yesus sudah dibusukkan di kayu salib untuk menolong kita semua. Luar biasa korban pendamaian. Tuhan tolong kita semua.

Manusia daging yang dilahirkan seorang ibu hanya buli-buli tanah liat yang rapuh, mudah retak--gampang kecewa, putus asa, bangga--, hancur--gampang berbuat dosa sampai puncaknya dosa--, dan binasa.

"Saya ingat, seorang yang dekat dengan saya, saya suruh tunggu, karena sudah malam. Itu tahun 90an. Dia keluar sebentar, pulang sudah meraung-raung karena jatuh dalam dosa. Gampang sekali manusia darah daging untuk jatuh, termasuk kami hamba Tuhan."

Lalu kenapa ada buli-buli pualam?
Sehebat apapun manusia--buli-buli tanah liat diisi kepandaian, kekayaan, kedudukan di dunia--, ia bisa naik tingkat menjadi buli-buli pualam, lebih berharga lagi di mata dunia dan manusia. Tetapi tetap rapuh, bahkan semakin rapuh--keras dan rapuh, artinya keras hati, mulai sombong, tidak menganggap orang tua dan gembala, bahkan mengabaikan Tuhan/ibadah.
Si bungsu dapat warisan--seperti buli-buli pualam--, akhirnya tiba di kandang babi. Mulai mengabaikan Tuhan, tidak setia dalam ibadah pelayanan--sombong--, ia akan jatuh dalam dosa. Bahaya! Hidupnya tidak puas sehingga mencari kepuasan-kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa.

"Mohon maaf, kalau saya baca koran, sekarang gampang sekali perempuan menjadi pelacur seperti di cerita ini. Hati-hati! Itu semua karena sombong, angkuh. Busuk dan binasa selamanya."

Bagaimana cara menolong? Satu-satunya jalan adalah mendengar tentang Yesus yang sedang makan. Artinya: mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang keras, yang menunjuk dosa-dosa.

Kita bersyukur berita natal ini tentang korban pendamaian. Kita sudah hancur semua, tetapi masih ada Yesus yang sedang makan. Mari mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--menusuk dosa sampai sedalam-dalamnya, sampai yang tersembunyi (hanya Tuhan, kita, dan setan yang tahu). Menyesal, kemudian akui dosa dan puncaknya dosa kepada Tuhan dan sesama.

Tadi, perempuan ini menyeka kaki Yesus dengan rambutnya.
Rambut itu licin, artinya kemunafikan, pura-pura baik untuk menutupi dosa.

"Kakak saya memanggil orang tua murid karena anaknya merokok, malah kakak saya dimarahi, karena anaknya baik sekali di rumah. Untung puntung rokoknya dipegang oleh kakak saya. Begitu ayahnya datang, anaknya ditanya apa betul puntung rokoknya, dijawab: 'Betul, pak.' Langsung dipukul oleh ayahnya karena pura-pura baik di rumah sampai dibela oleh ayahnya. Itu dosa kelicinan."

Rambut juga menunjuk pada kebanggaan-kebanggaan. Rasul Paulus berkata: semua sampah. Jangan membanggakan sesuatu! Kalau diberkati, puji Tuhan tetapi jangan dibanggakan. Kalau pandai atau kaya jangan dibanggakan, tetapi tetap mengandalkan Tuhan lebih dari semua.
Akui semua kebanggaan!

Hasilnya: kita akan mengalami pendamaian oleh darah Yesus. Darah Yesus membasuh dosa-dosa kita sehingga kita hidup benar--anak bungsu di ladang babi bisa kembali lagi--, dan ada minyak berbau harum--kita mengalami minyak urapan Roh Kudus.

Malam ini ada korban pendamaian dan urapan Roh Kudus. Berbau harum malam ini! Tuhan sudah dibusukkan dan dihancurkan di kayu salib. Kalau busuk, pasti hancur dan gagal total. Mari, ada korban pendamaian, pulang bukan lagi berbau busuk, tetapi berbau harum, ada urapan Roh Kudus.

Sebusuk, sehancur, dan segagal apapun kita, Yesus sudah menanggungnya di kayu salib, sehingga kita ada harapan untuk dipulihkan dan diharumkan kembali.
Bukan saya setuju, tapi sampai sekarang, berhenti, semua dibasuh.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Roma 15: 16
    15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    Yang pertama: kuasa Roh Kudus sanggup membakar anjing dan babi yang busuk--bangsa kafir; perkataan dan perbuatan busuk--menjadi harum di hadapan Tuhan--hidup benar dan suci. Kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.

    Yang berbeban berat, pulang dengan bau harum, kita akan mengalami damai, segala pahit getir ditanggung Yesus di kayu salib.


  2. Yang kedua: Roh Kudus menolong kita untuk bersaksi; membawa keharuman Kristus ke mana-mana lewat kabar baik bagi jiwa-jiwa yang belum percaya Yesus untuk diselamatkan, dan kabar mempelai bagi jiwa-jiwa yang sudah percaya Yesus untuk disempurnakan.

    Bersaksi juga tentang pertolongan Tuhan, kesucian dan keubahan yang kita alami.

    "Yang paling saya ingat adalah kesaksian dari seorang yang tinggal di sini. Ujian tidak bisa, disuruh pergi oleh dosennya. Untung firman kaum muda datang, dia minta ampun. Saya doakan hari Sabtu. Hari Senin malah dosennya yang memanggil dia. Masa bisa? Tetapi kalau Roh Kudus bekerja, tidak ada yang mustahil."

    Kalau bergosip, memfitnah, dusta, akan busuk. Tidak mau bersaksi, pasti bergosip. Kalau menghujat Tuhan/pengajaran yang benar, ia sudah berulat dan ada di neraka.


  3. Roma 8: 26-28
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Yang ketiga: Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan dengan keluhan tak terucapkan--hancur hati; berseru dan berserah kepada Tuhan sampai bisa berbahasa Roh.

    Apa keadaan kita, mari menyembah Tuhan, berserah dan berseru kepada-Nya. Dia akan turun tangan untuk turut bekerja mendatangkan kebaikan; yang hancur menjadi baik, yang gagal menjadi berhasil dan indah, yang mustahil menjadi selesai pada waktunya.
    Apa saja keadaan kita, yang busuk akan menjadi harum--mujizat terjadi.

    Sampai kalau Tuhan datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan, hanya berseru: Haleluya, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.

Apapun keadaan kita, datang kepada Dia. Biar tangan Roh Kudus menolong kita. Hancur, busuk, tunjukkan apa adanya. Tuhan akan menolong kita. Yang baik bertambah baik, yang hancur jadi baik.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top