English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Desember 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 28
= sikap gereja Tuhan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, yaitu seperti burung...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 36-44
= nubuat ke-7.
Tidak ada yang tahu akan kedatangan Tuhan. Karena itu,...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 14 Oktober 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus

Keluaran 29:31-35
29:31 Domba jantan persembahan pentahbisan itu...

Ibadah Raya Malang, 07 November 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 April 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas pasal 4 dan 5 dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 31 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Judul: SAKSI dan KESAKSIAN.

Markus 14:56-64
14:56 Banyak juga...

Ibadah Doa Malang, 31 Januari 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Surabaya, 21 Juni 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Oktober 2011 (Rabu Sore)
Matius 26 : 47-56
YESUS DITANGKAP/PENANGKAPAN YESUS.

Matius 26 : 47-50
26:48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 09 Maret 2016 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 4:10-12
4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN:...

Ibadah Doa Malang, 08 Januari 2013 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Mei 2017 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda ibadah persekutuan di Medan (rabu pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Mei 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Januari 2014 (Rabu Sore)
Pembicaran: Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Juni 2011 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Mazmur 103:8-10
103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
103:9 Tidak selalu Ia...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Desember 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: Menilai Zaman
12:54. Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi.
12:55. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi.
12:56. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

'Banyak orang'= banyak orang kristen termasuk hamba/pelayan Tuhan, yang hanya mengutamakan--mengejar--tanda-tanda jasmani atau perkara duniawi--sampai ibadah pelayanan juga mencari yang jasmani--, sehingga tidak mengenal bahkan mengabaikan tanda-tanda rohani; sama dengan tidak mengetahui tentang akhir zaman, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali. Akibatnya: ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, berarti mengalami kiamat, hancur bersama dunia, bahkan binasa selamanya di neraka.

Praktik kehidupan yang hanya tahu yang jasmani tetapi mengabaikan yang rohani:

  1. (ayat 56) menjadi orang munafik; pura-pura.
    Kita sudah belajar tentang ibadah yang munafik seperti orang Farisi--ibadahnya munafik, suka menghakimi orang lain, dan mencobai Yesus--(diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 November 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 01 Desember 2018).


  2. Lukas 12: 57
    12:57. Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?

    Praktik kedua: tidak bisa memutuskan tentang kebenaran; tidak mengetahui tentang kebenaran.

AD. 2
Apa itu kebenaran?
Yohanes 18: 38a
18:38. Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"

Pilatus, seorang hakim agung, tidak tahu tentang kebenaran.

Yohanes 17: 17
17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Kebenaran adalah sesuatu yang menguduskan/menyucikan.
Kebenaran sama dengan firman Tuhan.
Kalau digabung, kebenaran adalah firman yang menyucikan kita; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/firman pengajaran yang benar.
Ada firman penginjilan untuk membenarkan kita, tetapi juga ada firman untuk menyucikan kita.

Tanda firman pengajaran yang benar:

  1. Tertulis dalam alkitab.
  2. Diwahyukan oleh Tuhan yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.
  3. Firman yang mengungkapkan tentang akhir zaman--firman nubuat--, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali dan penghukuman atas dunia.

Kalau hamba/pelayan Tuhan hanya mencari yang jasmani, ia tidak bisa mengetahui tentang kebenaran sehingga sikapnya salah terhadap kebenaran.

Sikap orang munafik terhadap firman pengajaran yang benar--sikap yang salah--:

  1. Matius 14: 28-31
    14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

    'Datanglah!'= firman yang keras; laut bergelora tetapi disuruh datang--penyucian akal.
    'berjalan di atas air mendapatkan Yesus'= kekuatan firman lebih dari apapun.

    Sikap pertama: bimbang terhadap firman pengajaran yang keras karena angin pengajaran palsu--termasuk gosip. Hati-hati!

    Saat menghadapi keadaan terjepit seringkali kita bimbang terhadap pengajaran benar yang sudah menolong kita--Petrus sudah bisa jalan di atas air, berarti firman sudah menolong. Kita seringkali lupa firman sudah menolong dan mengangkat kita saat keadaan terjepit karena angin pengajaran palsu--gosip, suara asing.

    Akibat bimbang: tidak tenang--gelisah, takut, kuatir--, tidak mendapat apa-apa--kosong/hampa secara rohani, gampang bangga atau kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan--, sampai mulai tenggelam.
    Yakobus 1: 6-8
    1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    1:7. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
    1:8. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

    Mulai tenggelam berarti mulai merosot semuanya sampai tenggelam di lautan api dan belerang; binasa selamanya.


  2. Yohanes 6: 60-62, 66
    6:60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    6:61. Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    6:62. Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
    6:66. Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

    Perikop: Yesus memberi makan lima ribu orang--dalam keadaan diberkati.

    Sikap kedua: bersungut-sungut terhadap firman pengajaran yang keras karena dinilai terlalu keras atau terlalu lama--sebab kita sedang diberkati Tuhan. Hati-hati saat diberkati!

    Tadi saat terjepit bisa bimbang, sekarang saat diberkati bisa bersungut-sungut.

    Akibatnya:


    • Ayat 66= mengundurkan diri dari firman pengajaran yang benar; tidak lagi mengikuti Yesus, tetapi diri sendiri (keinginan daging dan telinga) dan beralih pada ajaran palsu: dongeng, lawak--dosa tidak pernah disinggung--, sampai ajaran setan-setan--belajar hipnotis, ilmu dukun.


    • Tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali--'bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?'.
    • Menolak firman pengajaran yang benar.
      Matius 14: 3-4, 9-10
      14:3. Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
      14:4. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
      14:9. Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.
      14:10. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara

      Herodes mengambil isteri orang lain, dan Yohanes menegornya--firman yang keras. Saat anaknya ulang tahun, menari-nari--hanya yang jasmani--, tidak peduli yang rohani, Herodes senang dan berkata kepada anaknya: "mau minta apa?" Dia bertanya ke ibunya--itulah nikah yang salah: suami tidak sah, anak tidak sah, isteri tidak sah--dan ibunya bilang: Minta kepala Yohanes Pembaptis.

      Herodes sedih, artinya hati kecilnya mengakui firman itu benar, tetapi karena sumpahnya dan gengsi kepada tamu-tamunya, ia menyuruh memenggal kepala Yohanes.

      Herodes menolak firman pengajaran yang benar karena mempertahankan dosa dan puncaknya dosa, termasuk nikah yang salah.
      Kalau ada pengajaran yang benar, kemudian menolak, berarti kita yang salah--mempertahankan segala sesuatu yang salah. Kalau menolak ajaran yang salah, berarti kita yang benar. Benar dan salah tidak bisa menyatu.

      Akibatnya: memenggal kepala Yohanes Pembaptis, artinya tidak lahir baru; tidak mengalami keubahan hidup; tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiatnya--dicap 666; menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan.

      Kalau menerima pengajaran yang benar, akan berubah menjadi sama dengan Yesus.
      Hati-hati, jangan mempertahankan dosa biarpun kecil!

Sikap yang benar: membaca, mendengar, dan mempraktikkan firman pengajaran yang benar.
Wahyu 1: 3
1:3. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Kalau menuruti firman, kita akan mengalami:

  1. Kebahagiaan sorga. Kebahagiaan bukan ditentukan kaya atau miskin tetapi praktik firman atau tidak.
  2. Kita mengalami penyucian dan pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--firman pengajaran lebih tajam dari pedang bermata dua: tajam pertama menyucikan, dan tajam kedua membaharui.

Apa yang harus disucikan dan diubahkan?
Markus 13: 28 => perikop: khotbah akhir zaman
13:28. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

Belajar dari pohon ara, kita harus melembut hari-hari ini.
Jadi orang yang disucikan dan diubahkan oleh pedang firman akan melembut.

Praktik melembut:

  1. Hati melembut yaitu bisa membedakan dengan tegas apa yang benar dan tidak benar, mulai dari firman pengajaran yang benar dan tidak benar.
    Roma 12: 2
    12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

    Kalau sudah bisa membedakan pengajaran--soal Tuhan--, maka kita bisa membedakan ibadah pelayanan dan nikah yang benar dan tidak benar, sampai membedakan semua yang benar dan tidak benar.

    "Dulu waktu om jadi guru, kalau hari Sabtu begini om ajak murid-murid ke gereja termasuk ibadah natal. Saya banyak mengajak juga murid-murid di luar Yesus, sekarang ada yang jadi hamba Tuhan. Sekali waktu diajak juga ke gereja salah satu murid untuk ibadah natal. Waktu itu saya duduk dengan murid yang di luar Yesus--ini perumpamaan kepada kita--, begitu menyanyi, dia langsung berbisik: 'Pak, ini seperti bukan di gereja.' Itu orang di luar Yesus bisa mengerti setelah diajak beberapa kali ke gereja, apalagi kita yang sudah di dalam Yesus. Bisa tahu dia. Akhirnya dia jadi orang kristen. Seringkali kita mengeraskan hati sekalipun tahu yang tidak benar. Bahaya! Ini orang munafik."

    Kalau hati sudah melembut kita tidak akan salah pilih. Di alkitab, kalau salah pilih, pasti memilih yang salah; kalau tidak tegas, tidak lembut hatinya, pasti memilih yang salah. Mulai dari kitab kejadian, antara suara Tuhan dan suara ular, akhirnya pilih suara ular. Zaman Pilatus, Barabas, seorang pembunuh yang dilepaskan, bukan Yesus, karena desakan massa. Harus tegas!


  2. Lidah melembut.
    Efesus 4: 21-25, 29
    4:21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
    4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
    4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    4:29. Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah
    perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

    Lidah melembut= tidak berdusta; jujur, berkata benar dan baik, menjadi saksi/berkat bagi orang lain.
    Jangan ada perkataan kotor--termasuk gosip--!

    "Saya menemui di mana-mana, kaum muda tidak datang karena digosipkan terus. Tanggung jawab! Untuk apa kita datang ibadah lalu bergosip? Lebih baik urus diri sendiri. Sekarang saya paling enak, saya berpikir sederhana, saya mendatangkan satu orang saja tidak bisa, kok mau mengurus yang lainnya. Kita juga, hidup masih belum pasti, tetapi malah mengurus orang lain. Untuk apa? Kalau dia salah, jangan digosipkan, tetapi doakan. Dapat satu jiwa saja susah, kok kita usir-usir dengan gosip. Itu hutang darah yang tidak bisa dibayar. Bergosip berarti tidak mau menolong tetapi menjatuhkan. Kalau mau menolong, laporkan kepada gembala."


  3. Tabiat melembut--buah-buah Roh; tabiat Tuhan.
    Galatia 5: 22-23
    5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Sembilan buah Roh dibagi menjadi tiga:


    • Gambar Allah Bapa--Tuhan--= kasih, sukacita, damai sejahtera.
      Yang masih ada kebencian, susah, minta pada Tuhan. Yang masih kuatir, kembali damai.


    • Gambar Anak Allah--Yesus--= kesabaran, kemurahan, kebaikan.
      Jangan berbuat jahat, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan.


    • Gambar Allah Roh Kudus--Kristus--= kesetiaan, kelemahlembutan--tidak kasar, tetapi mau mengampuni--, penguasaan diri--tahu batas, tidak spontan.
      Kalau marah jangan sampai membenci, kalau bergaul--masih pacaran, tunangan--, tahu batas.


    Jadi, lewat melembut kita kembali pada tabiat/gambar Allah Tritunggal--ciptaan semula.

    Hasilnya: kita menjadi tempat menampung pribadi dan kuasa Tuhan:
    Kejadian 1: 26-28
    1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
    1:27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
    1:28. Allah
    memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."


    • 'Allah memberkati'= kuasa untuk memberkati kita, bahkan Tuhan memerintahkan berkat; dari tidak ada menjadi ada untuk memelihara kita yang tidak berdaya di tengah kesulitan dan kegoncangan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi.

      Janda Sarfat hanya punya segenggam tepung dan sedikit minyak, tetapi bisa menghidupi dia.
      Yang penting melembut hari-hari ini! Jangan bimbang, bersungut, dan menolak firman!


    • 'Beranakcuculah'= kuasa untuk meningkatkan kehidupan kita: hidup benar dan suci secara rohani, dan secara jasmani hidup semakin berhasil dan indah.
    • 'taklukkanlah ikan-ikan di laut(antikris dengan kekuatan mamon) dan burung-burung di udara(naga di udara, setan dengan roh jahat dan najis) dan atas segala binatang yang merayap di bumi(binatang buas di bumi yaitu nabi palsu dengan roh dusta dan ajaran palsu)'= kuasa untuk mengalahkan setan tritunggal:


      1. Setan tritunggal adalah sumber kehancuran. Kalau menang, semua yang hancur akan menjadi baik.
      2. Setan tritunggal adalah sumber kebusukan. Kalau menang, semua akan menjadi harum.
      3. Setan tritunggal adalah sumber kemustahilan. Kalau menang, yang mustahil akan menjadi tidak mustahil; masalah selesai.


    Kita terus mengalami kuasa Tuhan sampai semua sempurna seperti Yesus. Saat Dia datang kembali kita layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali.

Jangan munafik! Kalau ibadah hanya untuk yang jasmani, tidak akan mengerti akhir zaman; tidak mengerti kebenaran.
Kebenaran adalah firman pengajaran. Jangan bimbang, bersungut dan menolak firman, tetapi taat dengar-dengaran. Ada penyucian dan pembaharuan: hati, lidah, dan tabiat melembut; ada gambar Allah Tritunggal, dan kuasa Tuhan bekerja.

Dulu Dia menciptakan segala sesuatu, sekarang kuasa-Nya bisa melakukan apa saja bagi kita, di mana saja kita berada. Kuasa-Nya tidak terbatas. Malam ini akan terjadi, asalkan kita melembut.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-21 Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top