English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 September 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:18-35 "Yesus dan Yohanes Pembaptis", menunjuk...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Maret 2010 (Minggu Sore)
Wahyu 20: 6
"Tema ibadah kunjungan di Medan".
= bahagia dan kuduslah ia yang mendapat bagian...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 April 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 31
= keadaan ketiga pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu terdengar...

Ibadah Doa Malang, 25 September 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:51-56 adalah percikan darah yang...

Ibadah Doa Ucapan Syukur Surabaya, 28 Desember 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Raya Malang, 10 Februari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Raya Malang, 30 Maret 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang penglihatan rasul...

Ibadah Doa Malang, 25 April 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Raya Malang, 28 September 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:20
1:20 Dan rahasia ketujuh bintang...

Ibadah Doa Malang, 17 Agustus 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:14-15
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau...

Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang III, 28 Juli 2011 (Kamis Sore)
Tema: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= satu-satunya berita yang dibutuhkan...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Februari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 69-75
JUDULNYA ADALAH PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu
Ayat 69-70 Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea,...

Ibadah Raya Malang, 24 April 2016 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Matius 19:13-15
19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Kartika Graha III, 17 Juli 2013 (Rabu Sore)
Tema:
Matius 25:6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Satu-satunya kabar...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Maret 2019 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 10-17 => menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat
13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.

Ini mengingatkan kita, ada dua macam pemberitaan firman Tuhan:

  1. Firman penginjilan/Injil keselamatan/kabar baik untuk membawa orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.
  2. Firman pengajaran/kabar mempelai untuk menyucikan dan mengubahkan hidup kita sampai sempurna, dan layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang)--Sabat besar--, dan kerajaan sorga selamanya--Sabat kekal.

Di sini Yesus mengajar pada hari Sabat, artinya firman pengajaran yang benar membawa kita untuk masuk dalam sabat--mengalami Sabat/perhentian.
Ibrani 4: 7-13
4:7. Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"
4:8. Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain.
4:9. Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
4:10. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.
4:11. Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

'contoh ketidaktaatan'= karena tidak taat, bangsa Israel tidak masuk Kanaan kecuali Yosua dan Kaleb.
Ayat 11= kita berusaha untuk masuk perhentian/Sabat.
Ayat 12= firman Allah yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Jadi firman pengajaran sama dengan firman Allah yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang sanggup membawa kita masuk dalam perhentian/Sabat.
Jangan tidak taat seperti bangsa Israel sehingga tidak masuk Kanaan--perhentian.

Syarat untuk masuk perhentian: kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang lebih tajam dari bermata dua.

Hasilnya:

  • Kita mengalami Sabat/perhentian hari ini--hidup sehari-hari; Sabat kecil.
  • Sabat hari ketujuh--tujuh ribu tahun dikurangi enam ribu tahun; satu hari seribu tahun (belajar dari peta zaman)--, itulah kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang)--Sabat besar.


  • Sabat kekal di kerajaan sorga.


Inilah pekerjaan pedang firman yang membawa kita mengalami Sabat mulai sekarang sampai di Yerusalem baru.

Bagaimana kaitan pedang dengan Sabat/perhentian? Proses firman pengajaran membawa kita pada perhentian:

  1. Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Proses pertama firman pengajaran membawa pada perhentian: firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua menyucikan hati kita.
    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    'Hujat'= menyalahkan ajaran benar dan membenarkan yang salah.

    Hati manusia berisi tujuh keinginan jahat dan najis, sehingga selalu merasa letih lesu, beban berat, susah payah, air mata--tidak mengalami Sabat--bahkan sampai kebinasaan. Inilah yang membuat kutukan.

    Kalau kita taat dengar-dengaran pada firman pengajaran, hati kita akan mengalami penyucian dari tujuh keinginan jahat dan najis, sehingga hati kita diisi oleh Roh Kudus dengan tujuh wujudnya, dan kita mengalami perhentian sehari-hari/Sabat kecil, yaitu merasakan damai sejahtera/kelegaan, sehingga semua menjadi enak dan ringan.

    Yesaya 11: 2-3
    11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    'Takut akan Tuhan'= takut berbuat dosa.
    Jangan sampai masih muda sudah letih lesu dan berbeban berat. Mengapa begitu? Karena menyimpan sesuatu; dari tujuh dosa menyimpan satu saja, sudah membuat kita tidak damai. Harus ditusuk pedang!

    Kalau hanya di dunia ini kita damai, tetapi tidak masuk sorga, tidak ada gunanya, karena itu ada proses berikutnya.


  2. Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Proses kedua firman pengajaran membawa pada perhentian: firman pengajaran menyucikan sendi-sendi kita.

    'Sendi'= hubungan antara dua tulang.
    Artinya:


    • Hubungan antar sesama tubuh Kristus--dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, kantor, sekolah dan sebagainya.
      Kalau sendi rusak, akan sakit.

      Yang disucikan adalah iri hati dan perselisihan.
      1 Korintus 3: 3
      3:3. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

      Iri hati=


      • Menghina berkat Tuhan; menganggap remeh berkat Tuhan padahal kita juga diberkati. Mungkin orang itu diberkati uang yang lebih tetapi kita diberkati badan yang sehat.


      • Menghina pemakaian Tuhan.
      • Menghina kemurahan Tuhan, berarti tidak ada pengampunan lagi.


      Perselisihan karena dosa, salah paham, diselesaikan lewat saling mengaku dan mengampuni. Kalau perselisihan karena pengajaran, kembali ke alkitab.

      Kalau ada iri dan perselisihan, sendi akan bengkak--bisa timbul amarah, bisik-bisik, sampai cerai berai. Hubungan dengan sesama ini menentukan hubungan kita dengan Tuhan.
      Karena itu hubungan di rumah tangga harus baik, kalau dia yang tidak baik, terserah, yang penting jangan dari kita.

      2 Korintus 12: 20
      12:20. Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.

      Jangan angkuh, tetapi rendah hati seperti Yesus--ada sifat mengalah!

      Kalau kita mendengar dan taat pada firman pengajaran, kita akan mengalami penyucian sendi-sendi dari iri hati, perselisihan, marah dan sebagainya, sehingga kita bisa saling mengasihi bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita--membalas kejahatan dengan kebaikan.


    • Hubungan antara kepala dan tubuh--sendi leher--; hubungan kita dengan Tuhan.
      Leher menunjuk pada doa penyembahan. Hubungan kita dengan Tuhan adalah doa penyembahan.

      Amsal 23: 1-3
      23:1. Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
      23:2. Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!
      23:3. Jangan ingin akan makanannya yang lezat, itu adalah hidangan yang menipu.

      Leher disucikan dari:


      • Keinginan dan hawa nafsu daging yang mendorong kita untuk berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba, termasuk makanan jasmani sehari-hari yang merusak kesehatan), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan wanita yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, dan nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

        Jaga pergaulan, masa pacaran, pertunangan, dan nikah!
        Jaga kebenaran--sesuai dengan alkitab--, kesucian--jangan terjadi kejatuhan--, dan kesatuan nikah--saling mengaku dan mengampuni; kembali pada salib.

        Termasuk hubungan dengan orang tua dan kakak adik juga harus dijaga kebenaran, kesucian, dan kesatuannya, supaya mencapai nikah yang sempurna (perjamuan kawin Anak Domba).
        Inilah penyucian dari dosa Babel.


      • Dosa tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
        Jaga kesetiaan! Tuhan tolong kita semua.


      • Berhala= menyembah uang yang membuat kikir dan serakah; menyembah antikris. Harus disucikan sehingga bisa mengembalikan milik Tuhan, memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.

        Berhala juga segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi Tuhan lebih dari semua. Harus disucikan sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua--taat dengar-dengaran.


      Inilah penyucian leher dari dosa Babel. Kita memiliki leher--doa penyembahan yang berkenan pada Tuhan.
      Kidung Agung 4: 4
      4:4. Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.

      'Gada pahlawan'= kehidupan yang taat; mendengarkan firman, sehingga selalu menang atas musuh-musuh: dosa, pencobaan dan sebagainya.
      Mazmur 103: 20
      103:20. Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.

      'seribu perisai'= perisai iman yang melindungi kita dari panah api si jahat, sehingga kita tidak bisa dijatuhkan dalam dosa-dosa dan disesatkan. Kita tidak putus asa, kecewa, dan meninggalkan Tuhan.
      Setan menghantam kita dengan dosa, tidak bisa, kemudian lewat ajaran palsu, tidak bisa, masalah, tidak bisa, karena kita tetap percaya dan berharap Tuhan.

      'seribu perisai'= seribu menunjuk pada kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).
      Kalau pedang menyucikan leher kita akan sampai di Sabat besar, itulah kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).

      Sekarang belum ke sana, tetapi kita sudah mengalami suasana kerajaan Seribu Tahun Damai, yaitu:


      • Suasana ibadah pelayanan kepada Tuhan dengan setia dan berkobar sampai garis akhir--imam dan raja. Tidak bisa dihalangi oleh apapun, bahkan maut.
        Wahyu 20: 6
        20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

        Kalau diizinkan meninggal dunia, ia akan dibangkitkan dan menjadi imam dan raja di kerajaan Seribu Tahun Damai.
        Itulah suasana Firdaus.

        "Tadi kami dari Jakarta melayani penguburan. Saya berpikir: Kemarin panas, biasanya besok hujan lebat. Om berdoa terus, dan selama tiga bulan ini, tadi ini saya paling cepat tiba di Malang. Tadi enak semua. Padahal saya belum makan sampai sekarang, tetapi hati senang. Itulah suasana Firdaus, ibadah pelayanan yang tidak bisa dihalangi."


      • Suasana tanpa setan/dosa.
        Wahyu 20: 1-3

        20:1. Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya;
        20:2. ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,
        20:3. lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

        Kalau berbuat dosa, jangan pikir enak, itu adalah suasana lobang jurang maut/neraka.


    Tadi, pedang menyucikan hati, sehingga kita mengalami damai.
    Kemudian pedang menusuk sendi-sendi.


  3. Mazmur 149: 6
    149:6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

    Proses ketiga firman pengajaran membawa pada perhentian: penyucian mulut--kerongkongan.

    Kalau ada pedang di dalam rumah Tuhan untuk menyucikan, Sabat akan mulai kita alami. Karena itu dalam ibadah harus ada pedang, supaya terjadi Sabat kecil, Sabat besar, dan Sabat kekal. Berdoa supaya tidak terikat lagi dengan dunia, tetapi ada kepuasan!

    Kalau hanya senang daging--ke bioskop, harus ke mall--, itu adalah Sabat maut, bukan dari Tuhan.

    "Dulu ada kaum muda di Surabaya, tidak bisa kalau tidak pergi ke mall. Setelah mendengar firman, malah malas kalau ke mall. Itu ada Sabat; perhentian. Tidak bergantung lagi."

    Lidah bangsa kafir adalah seperti anjing yang menjilat muntah--dusta, gosip, sia-sia--, sehingga tidak mengalami Sabat.
    Perkataan sia-sia hanya mengakibatkan kita seperti anak yang kerasukan setan.

    Markus 7: 25-30
    7:25. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
    7:26. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
    7:27. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    7:28. Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
    7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "
    Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
    7:30. Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

    Kerasukan setan, artinya:


    • Berbuat dosa sampai puncaknya dosa.
    • Tidak tenang--tidak bisa tidur--; tidak ada ketenangan/damai sejahtera, gelisah, takut, kuatir dan sebagainya.
    • Tidak ada masa depan.
    • Menghadapi kemustahilan.
    • Kebinasaan; tidak bisa sempurna--tidak bisa menyeru: 'Haleluya' di awan-awan yang permai.


    Kalau mendengar dan taat pada firman pengajaran, lidah akan disucikan jadi berkata benar dan baik, jujur, bersaksi, sampai menyembah Tuhan (kata-kata iman)--mulut berkata-kata kepada Dia, mata memandang Dia.

    Kata-kata iman adalah membenarkan firman, dan mengaku kekurangan dan kelemahan sendiri, bukan mengkritik firman. Kita yakin pada firman, mengoreksi diri, dan mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita secara rohani--merasa tidak layak, tidak mampu, dan tidak berarti apa-apa--, dan secara jasmani.

    Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan; berserah dan berseru kepada Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita. Kalau kaum muda sudah tidak seperti anjing lagi, tetapi menjilat roti--berkata benar--, belas kasih Tuhan akan turun dan mujizat pasti terjadi.
    Mujizat rohani sudah terjadi yaitu kata-kata jadi baik; kata-kata iman.

    Mujizat jasmani juga terjadi: stres jadi kelegaan, ada masa depan, mustahil jadi tidak mustahil, dan kelegaan terus bertambah sampai saat Yesus datang kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna, tidak salah dalam perkataan, kita bisa menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang)--Sabat besar kita alami--, sampai masuk Sabat kekal.

Kalau ada pengajaran pasti ada Sabat. Ada Sabat kecil--damai--, Sabat besar---suasana imam dan raja, suasana kesucian--, dan Sabat kekal--penyucian mulut, kita masuk Yerusalem baru, tidak ada setetespun air mata.

Ada yang stres? Akui kepada Tuhan! Mohon kepada Tuhan, dan mujizat akan terjadi.
Kita bangsa kafir banyak kekurangan dan kelemahan, datang kepada Tuhan, biar Dia berbelas kasih untuk mengadakan mujizat.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-21 Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top