English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 12 Maret 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Hardiyono

Salam damai sejahtera dalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Biarlah kiranya bahagia dan damai sejahtera Tuhan...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 24 Oktober 2012 (Rabu Dini Hari)
Keluaran 1:1-4
1:1 Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 April 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:31 adalah keadaaan ketiga saat kedatangan Yesus kedua kali, yaitu terdengar tiupan...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Maret 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Januari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya...

Ibadah Raya Surabaya, 25 Juni 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 12 Desember 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Februari 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya
Dari siaran tunda Ibadah persekutuan di Soroako I

Tema: "Bagi Tuhan tidak ada yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1:9
1:9 Aku,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Mei 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat malam. Selamat bersekutu dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13:...

Ibadah Kunjungan di Toraja I, 16 Februari 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Imamat yang Rajani.
1 Petrus 2:9
2:9...

Ibadah Raya Malang, 15 Desember 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 berjudul "Salam kepada ketujuh jemaat"....

Ibadah Doa Surabaya, 17 November 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia,...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Kartika Graha III, 17 Juli 2013 (Rabu Sore)
Tema:
Matius 25:6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Satu-satunya kabar...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 1-5
9:1. Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
9:2. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah
asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
9:3. Dan dari asap itu berkeluaranlah
belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajengking di bumi.
9:4. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
9:5. Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk
menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

Ayat 1-12 merupakan peniupan SANGKAKALA KELIMA; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas bumi dan isinya yang menolak bunyi sangkakala sekarang ini; menolak penyucian; tetap mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa.
Bunyi sangkakala sekarang adalah firman penggembalaan--firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang diulang-ulang untuk menyucikan kita sampai sempurna seperti Yesus.

Tanda sangkakala kelima: sebuah bintang jatuh dari langit ke atas bumi, yang menimbulkan belalang dan kalajengking--asap menunjuk pada demon-demon; roh jahat dan najis--yang akan menyiksa manusia selama lima bulan di bumi.

Siapa bintang yang jatuh dari langit--yang ada kaitan dengan belalang dan kalajengking--? Setan/Lucifer.
Yesaya 14: 12-14
14:12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
14:13. Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:
Aku hendak naik ke langit(1), aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah(2), dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan(3), jauh di sebelah utara.
14:14.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan(4), hendak menyamai Yang Mahatinggi!(5)

(terjemahan inggris)
14:12. "How you are fallen from heaven, O
Lucifer, son of the morning! How you are cut down to the ground, You who weakened the nations!

Sebenarnya Lucifer adalah malaikat pemimpin pujian dan musik di sorga.
Mengapa dia bisa jatuh dan menjadi setan?

  1. Yang pertama Lucifer menjadi setan karena kesombongan--lima kali disebutkan 'aku hendak....', sampai hendak menyamai Tuhan--seharusnya malaikat ada di bawah Tuhan.
    Angka lima menunjuk pada lima luka Yesus yang menunjukkan Yesus sangat rendah hati sehingga Ia taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib. Berarti Lucifer melawan lima luka Yesus--menolak salib.

    Filipi 2: 8
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


  2. Yang kedua: Lucifer menjadi setan karena tidak taat dengar-dengaran.

Inilah bintang besar yang jatuh ke bumi, yaitu Lucifer yang jatuh menjadi setan karena sombong dan tidak taat dengar-dengaran.

Kita harus meneladani Yesus--terutama lewat perjamuan suci--sehingga kita bisa rendah hati dan taat dengar-dengaran pada bunyi sangkakala sampai daging tidak bersuara lagi, supaya kita tidak jatuh seperti setan dan mengalami penghukuman sangkakala.
Contoh: Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya; janda Sarfat taat untuk membuat roti bagi hamba Tuhan lebih dulu, sekalipun hanya tinggal segenggam tepung dan sedikit minyak untuk dia dan anaknya, dan Tuhan menolong dia.

Bunyi sangkakala= makanan keras; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Ada dua macam pemberitaan firman Allah:

  • Firman penginjilan--susu--untuk orang-orang yang belum percaya Yesus, supaya percaya Yesus dan diselamatkan.
  • Firman pengajaran--makanan keras--untuk mendewasakan rohani kita sampai sempurna.

Jika kita mendengar dan taat dengar-dengaran pada bunyi sangkakala--firman pengajaran yang keras, yang diulang-ulang--, kita akan mengalami penyucian terus menerus sampai tidak bercacat cela; kita sempurna seperti Yesus.
Penyucian sama dengan mengalami pertumbuhan rohani sampai kedewasaan rohani seperti Yesus.

Hati-hati! Lucifer sebenarnya penghulu malaikat, tetapi karena sombong dan tidak taat, ia menjadi setan; dia jatuh ke bumi dan diikuti oleh demon-demon--roh jahat dan najis. Hati-hati dengan roh persaingan dan kesombongan!
Oleh sebab itu kita harus merendahkan diri dan taat dengar-dengaran pada bunyi sangkakala, supaya kita disucikan sampai dewasa rohani.
Rendah hati dan taat, itulah tanda kedewasaan rohani--kalau masih anak-anak, akan sombong, mau bersaing dan sebagainya.

Praktik sehari-hari kedewasaan rohani:

  1. Ibrani 11: 24-26
    11:24. Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
    11:25. karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
    11:26. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

    Di istana enak, tetapi Musa memilih di Midian, padang gurun, menuntun domba.

    Praktik sehari-hari kedewasaan rohani yang pertama: rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan--'menolak disebut anak puteri Firaun'--; sama dengan bertobat; mati terhadap dosa dan hidup dalam kebenaran.
    Puteri Firaun= anak setan.

    Proses mati dan bangkit: baptisan air yang benar.
    roma 6: 2
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

    Syarat baptisan air yang benar adalah bertobat, mati terhadap dosa, mulai dari tidak ada dusta dan kebencian--setan adalah bapa pendusta dan pembunuh.
    Di dalam kitab Wahyu 21: 8, dusta adalah penutup dosa, artinya: selama ada dusta, dosa yang lain juga ada, yang akan membawa pada api neraka.

    Wahyu 21: 8
    21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Penakut= takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan. Misalnya: takut nilai jelek, lalu menyontek; takut dagangannya tidak laku, lalu menjual barang palsu tetapi bilang: barang asli.
    Pembunuh= kebencian.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup dalam kebenaran; mengalami kelepasan dari dosa, artinya: tidak mau berbuat dosa sekalipun ada kesempatan, keuntungan, atau ancaman.

    Contoh: Yusuf. Ia diajak isteri Potifar berbuat tidak baik--ada keuntungan--, tetapi ia tidak mau, sampai dimasukkan dalam penjarapun ia tidak mau berbuat dosa.

    Roma 6: 18
    6:18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

    Kalau sudah hidup dalam kebenaran, maka kita bisa dipakai menjadi senjata kebenaran, yaitu hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan:


    • Setia dan benar.
    • Rela berkorban.
      Ibrani 11: 26
      11:26. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

      'penghinaan karena Kristus'= hamba kebenaran selalu dihina; kalau belajar dari alkitab, hamba kebenaran selalu dianiaya--mulai dari Kain terhadap Habel, kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf. Karena itu kalau orang menganiaya--menggosipkan, memfitnah, mengucilkan--, itu tanda ia tidak benar sekalipun ia hebat. Jangan sampai sesama gembala berbuat seperti itu.

      Kita semua harus rela berkorban--setia dan benar pasti rela berkorban.
      Kalau tidak rela berkorban, tidak mungkin bisa setia dan benar. Kalau Yesus tidak berkorban, tidak akan ada orang benar; kalau kita tidak mau berkorban untuk Tuhan kita tidak akan bisa benar dan setia.
      Jangan mengorbankan Tuhan, tetapi kita harus rela berkorban.

      Kaum muda, hati-hati, kalau terus mengorbankan Tuhan, bahaya, sebentar lagi ia tidak setia, kemudian tidak benar, dan pasti jatuh. Tidak mungkin tidak. Sangat miris kalau melihat hamba Tuhan/kaum muda yang terlalu gampang mengorbankan Tuhan--waktu-waktu ibadah dan sebagainya.

      Semua harus dikorbankan untuk pekerjaan Tuhan/pembangunan tubuh Kristus--mulai dalam nikah--, kecuali firman pengajaran yang benar.
      Masuk nikah kalau mengorbankan pengajaran yang benar, tidak ada artinya, bukan membangun tubuh tetapi merusak, tidak mungkin jadi satu.
      Di dalam penggembalaan juga demikian, pasti tercerai berai dan hancur.

      Pengajaran yang benar adalah kepala. Bayangkan kalau tubuh tanpa Kepala. Pasti menabrak sana sini, tidak ada arahnya. Tinggal tunggu waktu, pasti hancur--bukan saya menghina atau mengutuk. Kalau tidak ada Kepala mau ke mana?
      Di dalam fellowship tanpa Kepala mau ke mana?

      Sebaliknya, kalau menampilkan pengajaran, tidak usah takut.

      "Pengalaman saya di Medan, baru datang sudah ada suara: Hanya tiga bulan, satu tahun habis. Tidak apa-apa. Jangan marah, tetapi koreksi diri. Tampilkan Yesus sebagai Kepala. Selama ada pengajaran yang benar, kita tidak akan bisa hancur. Puji Tuhan, sudah Tuhan tolong mulai tahun 2005 sampai tahun ini di Medan.
      Di Malang juga mengalami, jemaat sendiri berkata: Sebentar lagi ambruk gereja ini. Saya tidak marah, tetapi koreksi diri. Tampilkan pengajaran yang benar! Jangan korbankan pengajaran, kalau mengorbankan pengajaran, biarpun orang memuji, sebentar lagi pasti habis. Sebaliknya, kalau menampilkan pengajaran yang benar, biar dihina atau digosipkan, tidak akan bisa hancur karena Yesus yang menjadi kepalanya. Tuhan tolong kita semua.
      "

      Misalnya kita berkata: Terlalu banyak yang dikorbankan, mana waktu untuk saya? Ingat! Yesus sudah berkorban nyawa bagi kita, sehingga kita sadar pengorbanan kita belum seberapa dibandingkan dengan Tuhan.
      Rasul Paulus tidak menghiraukan nyawanya untuk mencapai garis akhir, apalagi hanya korban waktu, tenaga, dan uang--istilah ini sangat menekan di hatiku. Tetapi bukan berarti tidak menghiraukan nyawa lalu sembarangan, pulang gereja malam-malam naik motor tidak pakai jaket, bukan begitu, itu konyol. Yang dimaksud dengan 'tidak menghiraukan nyawa' adalah tidak perhitungan untuk pekerjaan Tuhan.

      Kisah Rasul 20: 24
      20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.


    Jika kita beribadah melayani Tuhan dengan setia, benar, dan rela berkorban, berarti kita mengagungkan dan memuliakan nama Tuhan--ibadah pelayanan kita berkenan kepada Tuhan. Hanya itu tugas kita, sehingga hak dan upah kita ada di dalam tangan Tuhan.
    Karena itu Musa berani berkata seperti dalam Ibrani 11: 26
    11:26. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.

    Yesaya 49: 3-4
    49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
    49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

    'Aku akan menyatakan keagungan-Ku'= tugas kita adalah mengagungkan Tuhan--setia, benar, dan rela berkorban--, bukan mengorbankan Tuhan dan orang lain.
    'Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna'= suara daging.

    Hak dan upah kita ada di dalam tangan Tuhan baik untuk hidup sekarang, masa depan yang indah, sampai hidup kekal selamanya. Tuhan tidak pernah menipu kita. Itu sebabnya kita ditebus oleh darah-Nya yaitu supaya kita menjadi rumah Allah--beribadah--dan mengagungkan nama-Nya lewat perbuatan dan perkataan--setia dan benar.

    Inilah tanda kedewasaan rohani yaitu rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan--bertobat dan hidup benar.
    Prosesnya: lewat baptisan air.
    Baptisan air adalah sengsara daging yang paling enak dan ringan--tinggal bawa baju ganti dan handuk. Kalau tidak mau, bagaimana dengan yang lainnya?


  2. Ibrani 5: 13-14
    5:13. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
    5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

    Praktik sehari-hari kedewasaan rohani yang kedua: makan makanan keras; mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang keras sehingga mengalami penyucian panca indera--memiliki panca indera yang terlatih.
    Kita belajar tiga indera, yaitu:


    • Telinga.
      Telinga orang dewasa hanya mendengar yang benar, tidak mau yang tidak benar, artinya hanya mendengar firman pengajaran yang benar, dan tidak memberikan kesempatan untuk mendengar suara asing--termasuk gosip dan lain-lain.

      Kalau hamba Tuhan, ia hanya mengajarkan pengajaran yang benar apapun resikonya.


    • Kulit--perasaan.
      Perasaan orang dewasa adalah bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua sehingga bisa mengutamakan Tuhan lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita--termasuk tidak membeda-bedakan warna kulit.
      Tidak ada lagi iri hati, kebencian, tetapi hanya ada kasih.
      Kalau ada iri, benci, sebut nama Yesus.


    • Mulut.
      Mulut hanya berkata benar, baik, dan suci, yang menjadi berkat bagi orang lain.


    Telinga, perasaan, dan mulut inilah yang harus kita jaga.
    Kalau sudah punya indera yang terlatih, hasilnya:


    • Ibrani 5: 14
      5:14. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      Hasil pertama: kita bisa membedakan dengan tegas antara yang baik dari pada yang jahat; yang benar dari pada yang tidak benar:


      • Terutama soal pengajaran. Kalau tidak terlatih, akan menganggap semua sama saja.
        Bukan berarti kita sok benar. Kalau sesuai dengan alkitab, itu benar, bukan sok benar. Kalau tidak sesuai dengan alkitab, itulah yang sok benar.

        Elia tegas, tidak memaksa atau mengusir, tetapi menyuruh orang Israel memilih antara Tuhan atau Baal. Jangan pilih kedua-duanya!


      • Membedakan tahbisan/pelayanan dan nikah yang benar dari pada yang tidak benar.
      • Sampai membedakan segala yang benar dari pada yang tidak benar, sehingga kita bisa berpikir, berbuat, dan berkata yang benar dan baik. Tidak akan pernah berbuat dosa.


      Jadi, makanan keras adalah rem, supaya kita tidak disesatkan dan tidak berbuat dosa, sampai satu waktu tidak bisa berbuat dosa--benar seperti Yesus benar.
      Kalau panca indera sudah terlatih kita tidak akan tertipu sana sini.


    • Markus 7: 37
      7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

      Tuli= mendengar yang aneh-aneh: gosip, suara asing.
      Bisu= perkataan sia-sia; tidak ada artinya.

      Hasil kedua: Tuhan sanggup menjadikan semuanya baik dan indah pada waktunya. Di kayu salib Dia sudah menjadi sangat buruk, tidak seperti manusia lagi, untuk membuat yang buruk dan hancur menjadi baik. Yakinlah, asal lima indera kita terlatih dengan baik--disucikan.


    Inilah tanda kedewasaan rohani, supaya tidak menjadi sama seperti setan yang jatuh dari langit, dan mengalami penghukuman sangkakala.
    Praktik dewasa rohani: merendahkan diri dan taat pada bunyi sangkakala. Kita disucikan, sehingga bertumbuh ke arah kedewasaan rohani. Tandanya: rela berkorban untuk mati terhadap dosa--hidup benar--, mulai dari baptisan air, kemudian menjadi hamba/senjata kebenaran. Kita mengagungkan Tuhan, hasilnya: hak dan upah kita ada di tangan Tuhan. Tuhan tidak menipu kita.

    Kemudian praktik kedua: memiliki panca indera yang disucikan. Hasilnya: semua jadi baik, kita tidak berbuat dosa, tidak akan pernah ditipu dan disesatkan karena kita bisa membedakan dengan tegas apa yang benar dari pada yang tidak benar.

    "Saya punya pengalaman. Dulu saat om Pong masih hidup, saya kurang sungguh-sungguh, karena masih terlalu bergantung pada beliau, jadi kurang peka saat orang mengajar. Ada yang berkhotbah: Mengapa Yesus tidak turun dari kayu salib? Karena menjaga gengsi. Saya tulis juga, tidak protes, padahal yang menjaga gengsi itu Lucifer. Isteri saya juga menulis. Setelah om Pong meninggal, baru saya tersentak, dan saya mulai sungguh-sungguh. Akhirnya ada lagi yang mengajarkan: Bait Allah dibangun empat puluh enam tahun, itu kurang, masih ditambah dua puluh tahun. Saat hamba Tuhan fellowship di Malang, mereka ribut dan berkata: Hebat, luar biasa, baru ini kami dengar. Saya dengar kemudian saya turun, saya katakan: 'Ngawur itu!': 'Kok bisa?': 'Kalau empat puluh enam dirombak, itu artinya Taurat dirombak sehingga kemurahan datang, kalau ditambah dua puluh jadi enam puluh enam, berarti alkitab yang dirombak.' Baru terkejut mereka, padahal mereka hamba Tuhan semua. Harus peka! Harus latihan! Nanti akhir zaman, antikris akan datang door to door, tidak bisa lagi telepon gembala, kalau tidak terlatih, kita akan dicap, habis. Mulai sekarang harus belajar dengar firman pengajaran yang benar, supaya panca indera kita disucikan. Jangan dipaksakan kalau tidak benar. harus tegas! Termasuk di sini, kalau tidak benar, jangan datang, rugi. Tuhan tolong kita semua. Harus tegas hari-hari ini!"


  3. Yohanes 9: 21-22, 35, 37-38
    9:21. tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."
    9:22.
    Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
    9:35. Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian
    Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
    9:37. Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
    9:38. Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

    'kami tidak tahu ; Tanyakanlah kepadanya sendiri'= orang tua jasmani dan rohani yang tidak tegas; tidak mau tanggung jawab. Mereka melek, tetapi berkata: tidak tahu.--seperti anak kecil. Sedangkan yang buta jadi melek langsung dewasa rohani.

    "Saya banyak menemukan di Medan, baru satu kali mendengar kabar mempelai langsung celik. Yang sudah berpuluh tahun jangan kalah. Yang berpuluh tahun dengar sudah bosan, yang baru dengar satu kali langsung dewasa rohani."

    'Ia bertemu dengan dia'= kalau diusir karena dewasa rohani--tegas dan benar--, enak, karena ada Yesus, dari pada ada di Bait Allah tetapi tidak ada Yesus di sana.

    Praktik sehari-hari kedewasaan rohani yang ketiga: gemar untuk menyembah Tuhan--mata memandang Dia (mata bertemu mata), mulut berkata-kata dengan Dia (mulut bertemu mulut; kita berdoa dan Tuhan menjawab kita), dan tangan diangkat kepada Dia (tangan bertemu tangan)--; hanya bergantung pada belas kasih Tuhan; percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan; tidak mengandalkan yang lain.

    Contoh:


    • Perempuan Sunem--bangsa kafir.
      2 Raja-raja 4: 18-20, 28, 32-37

      4:18. Setelah anak itu menjadi besar, pada suatu hari keluarlah ia mendapatkan ayahnya, di antara penyabit-penyabit gandum.
      4:19. Tiba-tiba menjeritlah ia kepada ayahnya: "Aduh kepalaku, kepalaku!" Lalu kata ayahnya kepada seorang bujang: "Angkatlah dia dan bawa kepada ibunya!"
      4:20. Diangkatnyalah dia, dibawanya pulang kepada ibunya. Duduklah dia di pangkuan ibunya sampai tengah hari, tetapi sesudah itu
      matilah dia.
      4:28. Lalu berkatalah perempuan itu: "Adakah kuminta seorang anak laki-laki dari pada tuanku? Bukankah telah kukatakan:
      Jangan aku diberi harapan kosong?"
      4:32. Dan ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan terbaring di atas tempat tidurnya.
      4:33. Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.
      4:34. Lalu ia membaringkan dirinya di atas anak itu dengan
      mulutnya di atas mulut anak itu, dan matanya di atas mata anak itu, serta telapak tangannya di atas telapak tangan anak itu; dan karena ia meniarap di atas anak itu, maka menjadi panaslah badan anak itu.
      4:35. Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali ke sana dan sekali ke sini, kemudian meniarap pulalah ia di atas anak itu. Maka
      bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka matanya.
      4:36. Kemudian Elisa memanggil Gehazi dan berkata: "Panggillah perempuan Sunem itu!" Dipanggilnyalah dia, lalu datanglah ia kepadanya, maka berkatalah Elisa: "
      Angkatlah anakmu ini!"
      4:37. Masuklah perempuan itu, lalu tersungkur di depan kaki Elisa dan
      sujud menyembah dengan mukanya sampai ke tanah. Kemudian diangkatnyalah anaknya, lalu keluar.

      Perempuan Sunem menghadapi anak yang mati. Dulu ia mandul, kemudian ditolong Tuhan lewat nabi sehingga bisa melahirkan anak, tetapi setelah itu anaknya mati.

      Ayat 28= 'Jangan aku diberi harapan kosong'= kelemahan wanita di saat menghadapi pencobaan dan masalah yang mustahil, yaitu menganggap ikut Tuhan adalah harapan kosong--kecewa, putus asa karena sesuatu di dunia--; menganggap firman Allah sebagai harapan kosong, tidak ada artinya.

      Anak yang mati artinya:


      • Berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan--mati rohani.
      • Tidak ada masa depan; gagal total.
      • Kesedihan, kesusahan, dan air mata.
      • Kemustahilan.
      • Kebinasaan di neraka.


      Ini yang dihadapi oleh wanita yaitu membuat firman Allah menjadi perkataan kosong.

      Bersyukur, Elia adalah manusia biasa, tetapi ia gemar menyembah Tuhan. Menghadapi apapun, mari banyak menyembah Tuhan, jangan malah ragu terhadap firman atau mengomel.
      Mata kita memandang Tuhan, Dia juga memandang kita. Mulut menyeru nama-Nya, Dia menjawab doa kita, dan tangan kita diangkat pada-Nya, tangan belas kasih-Nya akan diulurkan kepada kita.

      Inilah kunci malam ini. Menghadapi apapun yang mustahil, kita tinggal menyembah Tuhan. Jangan banyak komentar! Gunakan rumus nabi Elisa! Kita bergantung pada belas kasih Tuhan--iman--, dan tangan belas kasih-Nya diulurkan bagi kita.
      Iman ditambah belas kasih, akan terjadi mujizat.

      Hasilnya:


      • 'bersinlah anak itu sampai tujuh kali'= mengeluarkan kotoran-kotoran dosa, yang membuat kita terpisah dari Tuhan.
      • Hidungnya bernapas kembali= menyembah Tuhan.
        Kelemahan kaum muda
        adalah terlalu banyak kotoran dosa sampai tidak bisa menyembah Tuhan.

        Kalau kaum muda gemar menyembah Tuhan, gereja akan maju, dan di dunia dia membuat gempar. Tuhan tunggu kaum muda.


      • 'membuka matanya'= mata terbuka= mata hanya memandang Tuhan, tidak berharap pada yang lain.
        Kaum muda, akui dosa-dosa, dan mata tidak akan melihat ke sana ke mari, tetapi hanya melihat Tuhan; hanya berharap pada belas kasih Tuhan, dan Dia selalu menolong.


      • Taat dengar-dengaran. Kalau sudah bersin--bisa menyembah dan melihat Tuhan--, maka kaum muda bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.


      • Mujizat jasmani juga terjadi: semua masalah yang mustahil selesai.
      • 'Angkatlah anakmu ini!'= mengalami kuasa pengangkatan dari Tuhan yaitu


        1. Dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kaum muda yang banyak menyembah akan dipakai Tuhan.
        2. Berhasil dan indah pada waktunya; yang merosot akan dipulihkan.
        3. Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan jadi sempurna. Kita memandang Dia muka dengan muka, benar-benar doa penyembahan yang besar di awan-awan. Dari keempat penjuru bumi berseru Haleluya untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.


      Inilah kelemahan wanita--menganggap firman sebagai perkataan kosong--dan kaum muda--kurang menyembah Tuhan; banyak kotoran yang disimpan. Mari banyak menyembah Tuhan!


    • Bapak-bapak.
      Markus 9: 22-24
      9:22. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
      9:23. Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
      9:24. Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

      Kelemahan bapak adalah sering mengandalkan kekuatan sendiri--logika, kekayaan, dan kepandaian sendiri--, sehingga tidak percaya Tuhan.
      Malam ini kembali percaya dan mempercayakan diri pada Tuhan, biarlah Tuhan yang bekerja, bukan kekuatan kita.
      Kita boleh berusaha, tetapi jangan lupa untuk percaya bahwa Tuhan mampu menghapus kemustahilan sampai kita mencapai kesempurnaan--nanti di awan-awan, bapak, ibu, dan anak muda bertemu semua..

Bapak, ibu, dan anak muda serahkan semua kekurangan dan kelemahan kita--mata bertemu mata, mulut bertemu mulut, dan tangan bertemu tangan--! Bapak-bapak dulunya mengandalkan kekuatan sendiri, sekarang percaya kepada Tuhan, anak muda tidak mau menyembah karena terlalu banyak kotoran, serahkan kepada Tuhan, dan ibu-ibu putus asa, kecewa, serahkan pada Tuhan.
Biar mujizat Tuhan terjadi. Datang pada Tuhan bukan dengan kehebatan dan keputusasaan, tetapi serahkan semua kepada Tuhan.

Apa keperluan kita? Serahkan dulu kelemahan kita sebagai bapak, ibu, atau anak muda! Kita hanya berharap Yesus, mengasihi Dia; bukan harapan kosong, karena Dia satu-satunya harapan kita.
Sebagai seorang ibu/wanita, bapak, kaum muda, banyak kelemahan dan kekurangan kita yang mengakibatkan masalah-masalah dalam hidup kita, bahkan membawa pada kesusahan, penderitaan, sampai kebinasaan. Mari datang kepada Tuhan!

Mata ketemu mata, mulut ketemu mulut, tangan bertemu tangan, pasti ada belas kasih dan mujizat Tuhan terjadi dalam hidup kita. Serahkan dulu kekurangan dan kelemahan kita yang ditunjukkan oleh firman, bukan masalahnya, dan masalah pasti akan selesai. Tidak ada yang mustahil bagi Dia.

Dia sudah mengasihi kita sampai mengorbankan semuanya bagi kita di atas kayu salib. Biar kita mengasihi Dia--percaya dan mempercayakan diri kepada Dia; mengandalkan Dia lebih dari semua, menyerahkan semua kekurangan dan kemustahilan yang kita hadapi. Apapun keadaan kita, apapun yang kita hadapi hari-hari ini, bukan harapan kosong, tetapi harapan untuk sempurna di dalam Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top