English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Desember 2013 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan di Pekanbaru

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 1:21-23
1:21...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Januari 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Juni 2012 (Rabu Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...

Ibadah Persekutuan Kartika Graha Malang V, 21 Agustus 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah di...

Ibadah Doa Malang, 02 Oktober 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:51-53
27:51 Dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Januari 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:47-56 judulnya adalah 'Yesus ditangkap'.

Matius 26:47-50 bicara tentang Yudas Iskariot yang memimpin penangkapan Yesus.
Matius...

Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Januari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26:57-68
Yesus sudah mengalami sengsara daging tanpa dosa (suasana Getsemani). Di akhir jaman,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 November 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: Menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula...

Ibadah Doa Malang, 09 Agustus 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15b-16
7:15 ...Dan Ia yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 21 Januari 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita mempelajari Keluaran 3. Ada 3 pengalaman...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Juni 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan II Tana Toraja, 12 Februari 2014 (Rabu Pagi)

Puji Tuhan, kami menyampaikan selamat pagi. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: 1 Petrus 2: 9
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

'Imamat yang rajani'= imam-imam dan raja-raja.
Tadi malam kita sudah mendengar pengertian dari imam, yaitu seorang yang suci dan memangku jabatan dari Tuhan.
Jabatan pelayanan adalah tempat di dalam tubuh Kristus= tempat di dalam kerajaan Surga.
Itu sebabnya, kita harus memiliki kedudukan di Surga.
Seorang imam juga seorang yang beribadah dan melayani Tuhan.

Kita juga sudah mendengar siapa yang menjadi imam (Israel dan bangsa kafir lewat kasih karunia), syarat menjadi imam yaitu kesucian.

Pagi ini, kita lanjutkan mengenai proses menjadi imam dan raja (diterangkan dalam sistem Tabernakel, sebab panggilan kita harus berdasarkan kerajaan Surga).

1 Petrus 2: 9
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

  1. Proses pertama: harus dipanggil oleh Tuhan (menunjuk halaman Tabernakel).
    Kita dipanggil dari kegelapan dosa menuju terangNya yang ajaib.
    Kita harus berada dalam terang untuk bisa melayani.
    Dipanggil dari kegelapan menuju terangNya yang ajaib= diselamatkan dan hidup benar.

    Mengapa perlu ada panggilan Tuhan?
    Kejadian 3: 8-9
    3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
    3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

    Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa, maka mereka telanjang dan terpisah dari Tuhan. Dan celakanya, manusia berdosa itu terpisah dari Tuhan dan tersembunyi, artinya tidak ada kemampuan untuk kembali pada Tuhan.
    Itu sebabnya, Tuhan memanggil Adam dan Hawa.
    Inilah sebabnya Tuhan memanggil kita.

    Kepada kita sekarang, manusia berdosa dibuang ke dunia. Di dalam dunia bukannya bertobat, tetapi malah berbuat dosa dan terpisah dari Tuhan, oleh sebab itu perlu dipanggil oleh Tuhan.

    Roma 3: 23
    3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

    Semua manusia telah berbuat dosa (telanjang), sehingga terpisah dari Tuhan dan tersembunyi (tidak ada kemampuan untuk kembali pada Tuhan).
    Jika dibiarkan, perpisahan itu makin jauh sampai terpisah selamanya, berarti kebinasaan selamanya.
    Itu sebabnya, Tuhan memanggil kita manusia berdosa dari kegelapan dosa kepada terangNya yang ajaib = dibenarkan dan diselamatkan oleh Tuhan.

    Jadi, kalau Tuhan memanggil kita, bukan merugikan kita, tetapi justru menyelamatkan dan membenarkan kita.

    Kisah Rasul 2: 36-40
    2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "
    Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan
    bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
    2:40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.


    'bagi anak-anakmu' = bangsa Israel.
    'orang yang masih jauh'= bangsa kafir.
    'sebanyak yang dipanggil'= ada jumlah bangsa kafir yang ditentukan. Sebab itu, jangan berlambat-lambat. Kalau terlambat, bisa diisi oleh orang lain.

    Bukti jika kita menerima panggilan Tuhan:


    • 'harus tahu dengan pasti'= iman / percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat.
      Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada masuk Pintu Gerbang (masuk pintu gerbang Surga).

      'tahu dengan pasti'= tidak ada kebimbangan. Kalau bimbang, justru itulah yang membuat kita bisa keluar.
      Kalau sudah bimbang, pasti memilih yang salah.

      Roma 10: 17
      10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Iman yang benar bukan karena melihat.
      Iman yang benar berasal dari mendengar Firman Kristus (Firman yang diurapi Roh Kudus).
      Disebut Firman Kristus, sebab Tuhan ingin menekankan bahwa memberitakan atau mendengarkan Firman, harus bergantung sepenuhnya pada urapan Roh Kudus (bukan bergantung kepandaian).
      Jika kita mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus / dengan kekuatan Roh Kudus, maka kita bisa mengerti Firman dan percaya-yakin pada Firman, sehingga Firman bisa menjadi iman.
      Inilah yang penting.
      Kalau hanya sampai pikiran, Firman hanya menjadi pengetahuan seperti ahli taurat.

      Panjang Tabernakel = 100 hasta.
      Lebar Tabernakel = 50 hasta.
      Pintu gerbang terdapat pada lebar.
      '50'= pentakosta.
      Jadi, kalau mau masuk pintu gerbang Surga, bergantunglah pada urapan Roh Kudus.
      Jika kita mendengar Firman tetapi bergantung pada yang lain, maka Firman tidak menjadi iman, tetapi menjadi pengetahuan yang diperdebatkan, didiskusikan, dan lain-lain.

      Kalau dalam urapan Roh Kudus, saat Firman disampaikan, tidak akan ada pertanyaan lagi, sebab Firman hanya untuk diterima, bukan diperdebatkan.

      Roma 10: 10
      10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

      'hati percaya'= ada iman.
      Iman yang benar adalah iman yang aktif.
      Hati percaya mendorong mulut untuk mengaku, yaitu mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, sehingga kita diampuni oleh Tuhan, kita diselamatkan = tidak ada penghukuman.

      Hati-hati! Mulut ini menentukan kita masuk atau keluar pintu gerbang.
      Kalau tidak mau mengaku dosa, berarti tidak mau masuk pintu gerbang.
      Kalau tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain yang benar, berarti lari dari pintu gerbang. Semakin menyalahkan orang lain yang benar, semakin jauh dari pintu gerbang.


    • Kisah Rasul 2: 38= bertobat (Mezbah Korban Bakaran).
      2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

      Dulu, bangsa Israel membawa binatang korban, disembelih dan dibakar untuk pengampunan dosa.
      Sekarang, semua korban itu sudah digenapkan oleh korban Kristus di atas kayu salib.
      Bertobat = setelah mendapat pengampunan dosa oleh Darah Yesus, maka kita harus berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan (mati terhadap dosa). Jangan mengulangi dosa lagi!
      Kalau berbuat dosa lagi, berarti keluar lagi dari pintu gerbang.
      Bertobat = memiliki tanda darah.
      Kehidupan yang bertobat / memiliki tanda darah, maut tidak bisa menjamah = bebas dari maut (seperti umat Israel yang selamat karena ada tanda darah pada pintu rumahnya).


    • baptisan air (Bejana Pembasuhan).
      Dulu, baptisan ini disamakan dengan bahtera Nuh.
      Di zaman Nuh, terdapat banyak bahtera, tetapi dari sekian banyak bahtera hanya bahtera Nuh yang menyelamatkan (hanya bahtera dari Tuhan yang bisa menyelamatkan). Sekalipun mungkin lebih canggih, tetapi hasil pengetahuan manusia tidak bisa menyelamatkan.
      Sekalipun terlihat sederhana, tetapi kalau dari Tuhan, itulah yang menyelamatkan.

      Roma 6: 4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air yang benar = orang yang sudah mati bagi dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan keluar dari air (bangkit bersama Yesus) untuk mendapatkan hidup baru (hidup Surgawi).
      Hidup baru / hidup Surgawi yaitu kelepasan dari dosa.
      Kalau hanya berhenti sampai bertobat, kita masih bisa tergoda dan berbuat dosa lagi. Kita harus sampai mengalami kelepasan dari dosa.
      Kelepasan dari dosa= tidak mau berbuat dosa sekalipun ada kesempatan, keuntungan, ancaman, atau aniaya.
      Salah satu contoh adalah Yusuf.
      Yusuf berdua saja dengan istri Potifar, sehingga ia bisa berbuat dosa (ada kesempatan), tetapi ia tidak mau.
      Bahkan diancam dengan penjarapun, Yusuf tidak mau berbuat dosa.
      Kalau kita masih sering tergoda dengan dosa, kita harus berdoa.


    • Kisah Rasul 2: 38= baptisan Roh Kudus (masuk Pintu Kemah)= kepenuhan dan urapan Roh Kudus.
      2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

      Jadi, Firman dan Roh Kudus tidak bisa dipisahkan.
      Pada mulanya adalah Firman. Kalau ada Firman, pasti ada Roh Kudus.
      Kalau tidak ada Firman, itu bukan Roh Kudus, tetapi roh daging.

      Yohanes 16: 13
      16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

      Roh Kudus menuntun / memimpin kita kepada seluruh kebenaran Allah.
      Artinya:


      • oleh Roh Kudus, kita mampu hidup dalam kebenaran.
        Kalau hanya daging, tidak akan bisa benar. Ijazah, kedudukan tidak bisa mengerem daging untuk bisa hidup benar.
        Kebenaran ini dimulai dari yang kecil-kecil (KTP, helm, pelayanan dan sebagainya).
        Kalau yang kecil-kecil tidak bisa benar, jangan harap bisa benar yang lebih besar (kebenaran kerajaan Surga).


      • oleh Roh Kudus, kita mampu menerima dan berpegang teguh pada pengajaran yang benar. Kalau ajarannya sesat, maka kita tidak bisa mencapai Kerajaan Surga.


      Dengan hidup benar dan berpegang teguh pada pengajaran benar, kita dipindahkan dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Dan ini merupakan mujizat yang terbesar. Kita DISELAMATKAN dan juga diberkati oleh Tuhan sampai anak cucu.
      Untuk bisa hidup benar, itu sangat sulit, sehingga kalau bisa hidup benar, itu suatu keajaiban dan kita bersama Tuhan.

      1 Yohanes 2: 27
      2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

      'tidak perlu kamu diajar orang lain'= kalau dalam urapan Roh Kudus, kita menjadi peka, sehingga bisa membedakan ajaran benar dan ajaran lain supaya kita mantap dalam ajaran yang benar dan tegas menolak ajaran lain.
      Kalau urapan Roh Kudus sudah benar-benar menjadi urapan maha kudus, tanpa perlu mendengar, kita bisa tahu ajaran lain hanya lewat pori-pori.

      Kalau daging pasti akan salah pilih (memilih Yesus Barabas daripada Yesus Kristus).
      Itulah daging yang hanya mencari keuntungannya sendiri sekalipun salah. Kalau Roh Kudus, rela disalib untuk kebenaran.
      Kita harus sungguh-sungguh, sebab inilah panggilan Tuhan. Jangan-jangan ini merupakan panggilan terakhir dari Tuhan.
      Daging itu keras karena mempertahankan keinginan, itulah yang membuat kita memilih yang salah.

      Ajaran lain hanya membuat kita bimbang dan mendua hati. Sebab itu setan meniupkan ajaran lain. Dan kalau sudah bimbang, pasti memilih yang salah. Oleh sebab itu kita harus menolak dengan tegas ajaran lain yang membimbangkan.
      Orang yang bimbang / mendua hati, belum menerima panggilan Tuhan (belum selamat, bahkan belum masuk Pintu Gerbang).


    Pagi ini, biarlah kita yakinkan bahwa kita masuk halaman dan menerima panggilan Tuhan, yaitu percaya Yesus, bertobat, baptis air dan baptis Roh Kudus, hidup benar dan berpegang teguh pada ajaran benar (mentaati pengajaran benar). Maka kita selamat dan diberkati oleh Tuhan.


  2. 1 Petrus 2: 9
    2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

    Proses kedua: 'kamulah bangsa yang terpilih'= harus dipilih oleh Tuhan. Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada Ruangan Suci.

    Mengapa harus ada pilihan?
    Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih (banyak yang gugur ditengah jalan).

    Keluaran 28: 1
    28:1 "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku -- Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.

    Keluaran 29: 1
    29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Dipilih artinya dari sekian banyak umat Israel, hanya diambil/dipilih Harun dan anak-anaknya / hanya diambil satu untuk DISUCIKAN, sehingga bisa diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja.
    Pilihan ini sangat ketat. Dari sekian banyak bangsa di bumi, dipilih bangsa Israel. Dari 12 suku Israel, dipilih 1 suku (suku Lewi). Dari 1 suku Lewi, dipilih 1 bani (bani Kehat). Dan bani Kehat, dipilih 1 keluarga (Amram dan Yokebed). Dari 1 keluarga, hanya dipilih Harun.
    Inilah seleksi yang sangat ketat untuk menjadi imam.
    Sebab itu, sudah seharusnya kita bangga kalau kita dipilih untuk disucikan dan menjadi pelayan Tuhan.

    Jadi, untuk menjadi seorang imam, HARUS melewati seleksi dan pilihan yang ketat.

    Dimana kita bisa disucikan?
    Kita disucikan dalam ruangan suci (kandang penggembalaan).
    3 macam alat dalam ruangan suci = 3 macam ketekunan dalam kandang penggembalaan.

    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


    • 'bertekun dalam persekutuan'= ketekunan dalam Ibadah Raya, termasuk ibadah-ibadah persekutuan (Pelita Emas)= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya.
      Disini, kita mengalami nyala api Roh Kudus.


    • 'bertekun dalam pengajaran rasul dan pemecahan roti'= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (Meja Roti Sajian)= persekutuan dengan Anak Allah didalam Firman pengajaran dan perjamuan suci.
      Disini, kita mengalami api penyucian Firman.


    • 'bertekun dalam doa'= ketekunan dalam Ibadah Doa (Mezbah Dupa Emas)= persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.
      Disini, kita mengalami api kasih Allah.


    Jadi, dalam penggembalaan, kita beribadah pada Allah Tritunggal, sebab kita terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.

    Siapa yang harus tergembala?
    Mulai dari gembala, harus tergembala. Kalau gembala tidak tergembala, domba-domba akan tercerai berai.
    Dan kita semua harus tergembala.

    Mengapa harus tergembala?


    • sebab, kita diutus seperti anak domba di tengah serigala. Yang dibutuhkan hanya Gembala Agung, sebab hanya Gembala Agung yang bisa mengalahkan serigala (setan).
      Serigala= dosa sampai puncaknya dosa dan ajaran sesat.


    • Imamat 21: 12
      21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      (perikop: kudusnya para imam).
      Alasan kedua:


      • supaya kita bisa hidup suci.
        Sehebat apapun hamba Tuhan, kalau tidak ada di dalam ruangan suci (penggembalaan), tidak akan bisa suci.


      • supaya kita selalu mengalami urapan Roh Kudus.
        Kalau suci, pasti ada urapan Roh Kudus.
        Kalau kesucian merosot, urapan Roh Kudus juga merosot.


    Urapan Roh Kudus dan kesucian inilah yang membedakan kita dengan orang dunia.
    Kalau ada urapan Roh Kudus, bukan dagingnya yang meloncat, tetapi jiwa dan rohnya yang meloncat (ada kepuasan dan sukacita Surga). Dan dalam urapan Roh Kudus, ibadah akan tertib dan teratur.

    Waspada! Disebutkan 'jangan keluar dari ruangan suci'. Kalau keluar (tidak tekun lagi dalam penggembalaan), akan melanggar kesucian (kering, tidak ada urapan) dan diterkam serigala (jatuh dalam dosa jahat dan najis).

    Lawan dari urapan Roh Kudus adalah kejahatan (keinginan akan uang) dan kenajisan.

    Dalam Ruangan Suci / kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian tubuh, jiwa dan roh secara intensif atau pembentukan karakter dan sedang menggali potensi dari Surga oleh api Firman, kasih Allah dan Roh Kudus.
    Contoh:


    • perjanjian lama: Musa.
      Musa ini pandai, kaya dan anak raja (potensi dunianya hebat).
      Karakternya:


      • sombong (mau mengandalkan itu semua),
      • melihat orang (Musa membunuh orang Mesir karena ia orang Israel) = melihat suku / bangsa, melihat keadaan, dll.,
      • melihat pasir (melihat perkara dunia). Setelah membunuh, mayat orang Mesir ditaruh di dalam pasir.


      Akibatnya, melayani 2 orang saja, Musa gagal total.
      Sebab itu, ia harus tergembala.

      Keluaran 3: 1-5
      3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
      3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
      3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah
      tidak terbakar semak duri itu?"
      3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "
      Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
      3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

      'Musa, Musa!'= Tuhan memanggil Musa.
      Didalam penggembalaan, Musa mengalami penyucian nyala api Firman.
      'semak duri'= manusia daging ini seperti duri (kelihatan rukun saat tidak apa-apa, tetapi saat ada goncangan, mulai saling menusuk).

      Kita mengalami penyucian sampai menanggalkan kasut (2 kasut)= penyucian lahir batin (menjadi seperti bayi baru lahir).
      Bayi baru lahir , artinya:


      • rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
        1 Petrus 2: 1-2
        2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5).
        2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

        ay. 1= 5 dosa yang harus dibuang dan diakui pada Tuhan dan sesama supaya dibuang.
        Setelah dibuang, jangan berbuat dosa lagi.
        Kejahatan = cinta akan uang (akar kejahatan), membuat kikir dan serakah.

        Rendah hati= kemampuan untuk mengakui pengajaran yang benar (kebenaran Tuhan) seperti bayi hanya mau minum air susu yang murni dari ibunya.


      • 1 Petrus 2: 2
        2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

        = hanya menginginkan makanan yang murni dan benar.
        'murni' = tertulis di Alkitab.
        'benar' = diungkapkan rahasianya.
        'rohani' = diurapi
        Kalau kita meneriman dan merespon ajaran asing, berarti kita sombong (seperti Hawa yang mendengar suara ular).


      • 1 Petrus 2: 3
        2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

        = hanya bergantung pada belas kasih Tuhan (bayi hanya menangis pada ibunya).


      Setelah Musa bertemu dengan api, ia benar-benar disucikan dan karakternya diperbaiki, maka potensi yang luar biasa dari Tuhan diberikan pada Musa.
      Potensi dari Tuhan lebih dari semua.
      Kalau potensinya luar biasa, tetapi karakter tidak baik, justru akan hancur.
      Tuhan mencari karakter yang baik. Semakin disucikan (dibentuk karakter yang baik), semakin dahsyat / luar biasa potensi yang Tuhan berikan.


    • perjanjian baru: Yohanes dan Petrus.
      Kisah Rasul 4: 13
      4:13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.

      Yohanes dan Petrus tidak punya potensi apa-apa (tidak terpelajar), tetapi bisa dipakai oleh Tuhan.
      Petrus juga punya karakter yang tidak baik yaitu mau lebih dari yang lain, bahkan mau lebih dari Tuhan.
      Saat Yesus berkata bahwa Ia akan ke Yerusalem dan disalib, Petrus menarik Yesus ke samping (sombong dan menolak salib).

      Yohanes juga punya karakter yang tidak baik, yaitu melihat orang (ikut Petrus saat Petrus mau kembali pergi menangkap ikan).

      Petrus disucikan lewat penggembalaan.
      Yohanes 21: 15-17
      21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
      21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
      21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka
      sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

      Kalau karakter jelek, Petrus hanya menyangkal Tuhan dan binasa.
      Sebab itu, ia harus digembalakan.
      3 kali Yesus bertanya= 3 macam ibadah pokok.
      ay. 17= 'sedih'= mengakui kesalahan dan kekurangannya (menjadi seperti bayi yang rendah hati) dan mengakui kebenaran Tuhan.
      Selain rendah hati, juga lemah lembut (mengampuni dosa orang lain dan melupakannya = menerima kekurangan orang lain, serta menerima kelebihan orang lain).

      Inilah hamba Tuhan yang disucikan, akan mendapat karakter bayi yaitu rendah hati dan lemah lembut.
      Petrus sedih dan hanya mengulurkan tangan pada Tuhan (bergantung pada pada kemurahan Tuhan).


  3. Proses ketiga: ditetapkan oleh Tuhan.
    Markus 3: 13-14
    3:13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.
    3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

    'ditetapkan'= diberi jabatan pelayanan.

    Efesus 4: 11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau sudah disucikan (karakter diperbaiki dan diberi karunia), kita akan diberi jabatan pelayanan untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

    Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus = jubah maha indah yang dimiliki Yusuf. Dari 12 saudara, hanya Yusuf yang mendapat jubah maha indah.

    Jadi, kalau kita dipanggil, dipilih dan ditetapkan oleh Tuhan dalam satu pelayanan, bukan untuk disengsarakan, tetapi dijadikan indah oleh Tuhan.
    Sebelum mendapat jabatan pelayanan, hidup kita belum indah, sekalipun sudah hebat.
    Yang penting adalah panggilan harus sungguh-sungguh (hidup benar dan berpegang pengajaran benar) dan pilihan (penyucian karakter) kita harus benar, maka Tuhan pasti memberi potensi yang luar biasa dan menjadikan semua indah pada waktu-Nya.
    Tetapi hati-hati! Jubah indah ini sudah diincar oleh:


    • binatang buas (kakak-kakak Yusuf).
      Kejadian 37: 31-33
      37:31 Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.
      37:32 Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: "Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?"
      37:33 Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku;
      binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam."

      'binatang buas'= iri hati, fitnah, dendam dan mencari keuntungan-keuntungan secara jasmani.


    • 'istri Potifar'= Babel (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).


    Supaya tidak diincar / direbut binatang buas dan istri Potifar, jubah harus dicelup dalam darah.
    Artinya: sengsara daging tanpa dosa, bersama Yesus.
    Percikan darah harus kita alami. Inilah Ruangan Maha Suci.
    Dalam Ruangan Maha Suci, ada Tabut Perjanjian dengan 2x tujuh percikkan darah. Satu di tutup tabut untuk Yesus, satu di depan tabut untuk kita. Jadi, kalau Yesus sengsara, maka kita juga harus sengsara.
    Bentuk percikan darah: tidak makan karena melayani, berpuasa, doa semalam suntuk, difitnah, dan lain-lain.

    1 Petrus 4: 12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kita mengalami percikan darah supaya ada Roh Kemuliaan.
    Dulu, imam besar Harun memercikan darah diatas dan didepan tabut perjanjian, sehingga muncul shekina glory (sinar kemuliaan). Sekarang menunjuk Roh Kemuliaan.

    Kegunaan Roh Kemuliaan:


    • Roh Kemuliaan memberi kekuatan dan hikmat, sehingga kita bisa memberitakan cahaya injil kemuliaan (kabar mempelai) = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Kalau tidak ada Roh Kemuliaan, Firman tidak bisa tajam (tumpul).
      Kalau pedang tumpul, maka tidak bisa menyucikan dan hanya memotong orang (emosi) seperti Petrus memotong telinga orang.


    • Yohanes 11: 38-40
      11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
      11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu:
      Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      Hati-hati! Pikiran logika seringkali menyesatkan. Secara logika, Marta benar, tetapi tidak akan terjadi kemuliaan Tuhan.
      Seringkali, kita lebih pandai dari Tuhan dan memakai logika.

      Kegunaan kedua: Roh Kemuliaan membangkitkan Lazarus yang sudah mati 4 hari. Yang busuk menjadi baik. Yang gagal menjadi berhasil.
      Mungkin keadaan kita seperti Lazarus yang mati 4 hari, tetapi kalau ada Roh Kemuliaan, Tuhan mampu menyelesaikan semua sekalipun sudah mustahil (semua menjadi indah dan baik).
      Sekalipun diluar logika, tetaplah percaya Tuhan!


    • 1 Petrus 4: 14
      4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Kegunaan ketiga: Roh Kemuliaan mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus (mujizat rohani).
      'berbahagialah kalau kamu dinista'= berbahagia saat menderita. Inilah pembaharuan yang kita alami.
      Bisa berbahagia dalam penderitaan karena kuat teguh hati (tidak putus asa/kecewa menghadapi apapun, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan dan semua akan diselesaikan oleh Tuhan).

      1 Tawarikh 28: 20
      28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Semua akan diselesaikan oleh Tuhan, secara jasmani segala masalah kita diselesaikan, secara rohani yaitu kita disucikan dan diubahkan jadi sempurna seperti Yesus.
      Jaminannya adalah perjamuan suci.
      Diatas kayu salib, sebelum Ia mati, Ia minum semua anggur asam kepahitan kita dan Ia berseru "sudah selesai". Kita yakin bahwa Tuhan pasti sanggup.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top