English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Februari 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri .A

Salam sejahtera, selamat malam, selamat bersekutu dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Pada kesempatan sore hari...

Ibadah Kaum Muda Malang, 08 November 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 18-27 dalam Tabernakel menunjuk pada petinya Tabut Perjanjian. Jadi Tabut Perjanjian...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Januari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 28 Oktober 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Wahyu pasal 2-3 terkena pada 7 percikan darah, sama dengan penyucian terakhir pada...

Ibadah Raya Malang, 02 Oktober 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...

Ibadah Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2008 (Rabu Malam)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, ada 3 keadaan:

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Februari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15 adalah tentang dusta mahkamah agama...

Ibadah Jumat Agung Malang, 30 Maret 2018 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:1-8 tentang kehidupan yang dimeteraikan, sama...

Ibadah Raya Malang, 22 Januari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 berjudul "SAKSI dan KESAKSIAN".

Matius 26:57-58
26:57....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Maret 2017 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:4-5
5:4 Maka menangislah...

Ibadah Retreat Family III Malang, 29 Desember 2012 (Sabtu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Korintus 3:16
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Oktober 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Januari 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 menunjuk pada kebenaran. 
Tuhan menciptakan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Juni 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 06 Agustus 2014 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk pada tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian yang sama dengan tujuh surat yang ditujukan pada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus.

Surat yang pertama ditujukan kepada sidang jemaat di EFESUS (Wahyu 2:1-7) (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).
Wahyu 2: 4
2:4. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Penyucian terakhir bagi sidang jemaat Efesus yaitu sidang jemaat Efesus telah kehilangan kasih mula-mula dan HARUS KEMBALI KEPADA KASIH MULA-MULA/kasih Allah (kasih Agape) lewat kurban Kristus di kayu salib.

Tabernakel adalah kerajaan Surga yang dilihat Musa di atas gunung Sinai dan Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat kerajaan Surga di bumi supaya kita beribadah sungguh-sungguh seperti di Surga.
Tuhan berdoa sungguh-sungguh 'di bumi seperti di Surga'. Kalau tidak sama, tidak akan bisa masuk kerajaan Surga. Sebab itu, kita yang di bumi harus mengikuti Tabernakel supaya bisa sampai ke Surga.

Dalam Tabernakel, kita bisa mengalami tiga kali peningkatan kasih, yaitu:

  1. Halaman.
    Ini menunjuk pada kasih mula-mula.


  2. Ruang Suci.
    Ini menunjuk pada pertumbuhan kasih yang dicapai hanya lewat penggembalaan. Harus ada pertumbuhan kasih supaya kasih tidak hilang seperti yang terjadi pada jemaat Efesus.
    Dalam penggembalaan, domba-domba sudah mendapatkan semuanya dan bisa bertumbuh.
    Kalau di luar penggembalaan, domba-domba malah diterkam serigala.


  3. Ruang Maha Suci.
    Ini menunjuk pada kasih yang sempurna.

Malam ini, kita hanya membahas tentang KASIH MULA-MULA.
Pertanyaan bagi kita, apakah kita masih memiliki kasih mula-mula atau sudah seperti jemaat Efesus yang kehilangan kasih mula-mula.
Kalau kehilangan kasih mula-mula, Tuhan akan mencela kita seperti Tuhan mencela jemaat Efesus.

Praktik memiliki kasih mula-mula:

  1. Roma 10: 17
    10:17Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.

    Praktik memiliki kasih mula-mula yang pertama: iman = percaya kepada Yesus lewat mendengar Firman Kristus (Firman dalam urapan Roh Kudus) sampai percaya Yesus = masuk Pintu Gerbang Tabernakel. Jangan keluar lagi dan jangan bimbang.

    Kalau tidak ada urapan Roh Kudus, iman tidak akan bisa timbul.

    Kesaksian:
    "dulu, saya juga begitu. Teman-teman saya berkata 'Allah kok beranak, nanti punya cucu'. Saya juga menjadi bimbang."

    Yeremia 15: 16
    15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; Firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.
    Kalau kita mendengar Firman Allah dalam urapan Roh Kudus, maka kita mendengar Firman Allah dengan kesukaan Surga, sehingga kita bisa menikmati/bergemar dalam mendengar FirmanAllah.

    Inilah kasih mula-mula, yaitu berkaitan dulu dengan Firman, bagaimana kita menikmati dan bergemar akan Firman.

    Lukas 24: 32
    24:32
    Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

    '
    Ia menerangkan Kitab Suci' sama dengan menerangkan pengajaran yang benar (ayat menerangkan ayat dalam Alkitab), bukan menerangkan yang lainnya.
    'hati kita berkobar-kobar'= berkobar-kobar dalam mendengar Firman Allah.

    Jadi, memiliki kasih Allah yang mula-mula adalah kita bisa MENIKMATI FIRMAN ALLAH dan BERKOBAR-KOBAR DALAM FIRMAN ALLAH sekalipun Firman itu keras, sehingga kita bisa mengerti dan percaya/yakin akan Firman Allah dan Firman Allah menjadi iman di dalam hati kita.

    Memiliki kasih mula-mula, yang terutama adalah bagaimana sikap kita terhadap Firman. Banyak orang berkobar dalam melayani tapi tidak berkobar dalam mendengar Firman Tuhan. Ini bukan kasih mula-mula, tetapi hanya emosi.


  2. praktik memiliki kasih mula-mula yang kedua: BERTOBAT. Ini menunjuk pada Mezbah Korban Bakaran.
    Bertobat artinya, berhenti berbuat dosa/mati terhadap dosa dan kembali kepada Tuhan, berhenti menghakimi dan menjelekkan orang lain apalagi orang benar.
    Kalau tetap dalam dosa, tidak berusaha sekalipun sudah tahu itu dosa. Jangankan bertobat, menyesal pun juga tidak, malah tertawa-tawa dalam dosa. Ini artinya tidak ada kasih mula-mula.
    Sekalipun semangat dalam pelayanan, tapi kalau tetap melakukan dosa, maka tidak ada kasih mula-mula.
    Kasih mula-mula di mulai dari Firman lebih dulu.
    Ini enaknya kalau kita memiliki Tabernakel, sehingga tidak terbali-balik sebab urutannya sudah tepat.

    Jika saat melayani berkobar-kobar, tapi pada saat mendengar Firman mengantuk, bosan, dan lain-lain, itu bukan kasih mula-mula, tetapi emosi yang sebentar lagi akan hilang.
    Kalau sudah emosi, nanti menjadi ambisi (sama seperti setan).

    Tetapi, kalau mendengar Firman dulu, baru bertobat, itulah kasih mula-mula.


  3. praktik memiliki kasih mula-mula yang ketiga: babtisan air. Ini menunjuk pada Kolam Pembasuhan.
    Kalau kita sudah baptisan air, periksa apakah masih ada kasih mula-mula atau tidak.

    Roma 6: 4
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat (mati terhadap dosa) harus dikuburkan/ditenggelamkan bersama Yesus di dalam baptisan air dan keluar dari air/bangkit bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru/hidup surgawi yaitu hidup dalam kebenaran.
    Jadi, memiliki kasih mula-mula adalah HIDUP DALAM KEBENARAN.
    Hidup dalam kebenaran sama dengan selamat, tidak dihukum/ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang, tapi diberkati oleh Tuhan.
    Biarlah kita rela ditenggelamkan dalam baptisan air supaya tidak ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang.
    Kita tinggal pilih salah satu. Kalau kita tidak mau hidup dalam kebenaran, ktia bisa tenggelam dalam lautan api dan belerang.


  4. Yohanes 3: 6-8
    3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
    3:7
    Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
    3:8
    Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

    Praktik memiliki kasih mula-mula yang keempat: baptisan Roh Kudus.
    Ini menunjuk pada Pintu Kemah.
    Baptisan Roh Kudus artinya, kita lahir baru dari Roh Kudus.
    Baptisan Roh Kudus menjadikan kita bagaikan angin dan api, itulah pelayan-pelayan Tuhan.
    Jadi, sesudah kita masuk dalam baptisan air, hidup dalam kebenaran, ada baptisan Roh Kudus (urapan Roh Kudus), kita bisa tampil seperti angin dan api.

    Mazmur 104: 4
    104:4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,


    • angin = pelayan Tuhan yang menghampakan diri (ada, tapi merasa tidak ada), sehingga bisa taat dengar-dengaran pada Firman Allah = hidup suci.


    • api = pelayan Tuhan yang setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Disinilah baru berkobar-kobar yang benar, yaitu dimulai dengan berkobar-kobar dulu terhadap Firman.


    Jadi, memiliki kasih mula-mula adalah menjadi angin dan api= menjadi PELAYAN TUHAN YANG TAAT, SUCI, DAN SETIA BERKOBAR-BERKOBAR dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Daniel 7: 9
    7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

    Tahta Tuhan juga bagaikan nyala api.
    Jadi, pelayan Tuhan yang bagaikan nyala api (taat, suci dan setia berkobar-kobar), itu sama dengan menjadi tahta Tuhan.
    Ini yang harus menjadi kerinduan kita. Setiap melayani, kita bertanggung jawab mulai dari gembala, apakah ada tahta Tuhan atau tahta setan?
    Kalau menampilkan tahta setan, sidang jemaat akan hancur. Tetapi kalau tahta Tuhan yang ditampilkan, apapun keadaan sidang jemaat, semua bisa ditanggulangi.
    Kalau kita melayani sebagai angin dan api, maka kita menampilkan tahta Tuhan di tengah sidang jemaat, sehingga hamba Tuhan/anak Tuhan yang datang, bukan merasakan pelayanan kita, tetapi pelayanan Tuhan. Kalau pelayanan kita serba terbatas, tetap tahta Tuhan tidak terbatas oleh apapu, semua masalah bisa diselesaikan.

    Ini doa kita malam ini. Mulai dari rumah tangga, penggembalaan dan antar penggembalaan, kita tampil sebagai pelayan Tuhan, di mulai dari berkobar-kobar dalam mendengar Firman, bertobat (hidup dalam kebenaran dan berkobar-kobar dalam kebenaran) sampai kita menjadi pelayan Tuhan bagaikan angin dan api (pelayan Tuhan yang taat, suci dan setia berkobar-kobar), sehingga kita benar-benar menampilkan tahta Tuhan di tengah sidang jemaat.

    Berdoa supaya setiap kita melayani, kita menampilkan tahta Tuhan di sana.

    Mazmur 11: 4
    11:4 TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

    Kalau ada tahta Tuhan, di situ ada mata Tuhan yang mengamat-amati kita.
    Artinya: ada pandangan belas kasih Tuhan untuk menolong kita = Tuhan sedang memperhatikan, mempedulikan, mengerti keadaan kita dan bergumul bagi kita semua. Ini yang penting.
    Hari-hari ini, jangan masalah-masalah menjadi titik berat hidup kita karena bisa stress, tapi bagaimana kita bisa menjadi tahta Tuhan dan menampilkan tahta Tuhan dengan kasih mula-mula.

    Kalau sudah loyo, berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan mengembalikan kita pada kasih mula-mula, sehingga kita bisa gemar mendengar Firman. Kalau sudah gemar mendengar Firman yang benar, pasti bertobat (menyesali, mengakui dan berhenti berbuat dosa), kita bisa masuk baptisan air (lahir baru, hidup dalam kebenaran dan berkobar-kobar dalam kebenaran), sampai menjadi pelayan Tuhan bagaikan angin dan api (taat, suci dan setia berkobar-kobar untuk menampilkan tahta Tuhan).
    Kalau ada tahta Tuhan, di situ ada perhatian Tuhan. Tuhan mengerti keadaan kita dan bergumul bagi kita semua.

    Hasilnya:


    • Keluaran 3: 7-8
      3:7 Dan TUHAN berFirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
      3:8
      Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

      = perhatian Tuhan secara jasmani.
      Hasil pertama: Tuhan memperhatikan kehidupan hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang letih lesu, berbeban berat, banyak masalah dan air mata. Tuhan memperhatikan dalam bentuk:


      1. damai sejahtera,
      2. semua menjadi enak dan ringan,
      3. semua masalah sampai yang mustahil diselesaikan,
      4. memberi kebahagiaan/tidak ada lagi air mata,
      5. memelihara kehidupan kita di tengah dunia yang sudah sulit (seperti Israel kerja paksa di Mesir) sampai berkelimpahan (selalu mengucap syukur kepada Tuhan),
      6. tidak ada lagi sungut-sungut.


    • Markus 10: 21-22
      10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
      10:22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

      = perhatian Tuhan secara rohani.
      'Hanya satu lagi kekuranganmu'= seperti jemaat Efesus yang hebat, tetapi hanya satu kekurangannya, yaitu tidak punya kasih mula-mula.

      Hasil kedua: Tuhan memperhatikan kehidupan rohani hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang masih ada cacat cela (tidak sempurna), supaya tidak binasa, tetapi mencapai hidup sempurna.
      Cacat cela dari anak muda ini adalah terikat dengan keinginan akan uang, sehingga menjadi kikir dan serakah.
      Artinya: tidak bisa memberi, malah mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus) dan sesama.

      Perhatian Tuhan mengadakan mujizat secara rohani, yaitu mengubahkan kita, sehingga bisa bisa memberi dan taat.
      Sebenarnya, perintah Tuhan tidak susah, tinggal kita mau atau tidak.
      Seperti anak muda ini memiliki harta banyak dan Tuhan berkata 'serahkan hartamu', tapi anak muda ini tidak mau. Padahal perintah ini mudah karena anak muda ini banyak hartanya dan tinggal jual saja. Tuhan tidak suruh cari harta yang banyak lebih dulu baru dijual. Mau atau tidak, semua bergantung pada hati.
      Kalau hati diikat keinginan daging maka tidak bisa memberi dan taat.

      Kegerakan memberi dan ketaatan = masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sampai kita menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna dan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

      Anak muda ini menolak perintah Tuhan dan pergi dengan sedih.
      Kalau menolak perhatian Tuhan/ajakan Tuhan, akibatnya akan kecewa dan sedih, tidak ada kebahagiaan, penuh ratap tangis dan kertak gigi sampai selama-lamanya.

Malam ini, apa cacat cela kita? Mungkin lewat perkataan atau apa saja, Tuhan memperhatikan kita untuk mengubahkan kita (mujizat terbesar).

Mujizat jasmani: Israel yang diperbudak oleh Mesir bisa terlepas dan menuju tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madu.
Artinya: Tuhan bergumul untuk mengadakan mujizat jasmani.

Mujizat rohani: Tuhan juga memperhatikan kehidupan yang ada cacat cela supaya tidak binasa. Tuhan mau mengubahkan apapun cacat cela kita dan kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai sempurna.
Kita layak menyambut kedatanganNya kembali di awan-awan yang permai.

Manfaatkan perhatian, kepedulian dan pergumulan Tuhan dalam kehidupan kita.
Serahkan semua pada Dia!
Kita kembali pada kasih mula-mula sampai melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, sehingga perhatian Tuhan semakin nyata kita rasakan hari-hari ini.
Tuhan bergumul mengadakan mujizat secara jasmani dan rohani dalam kehidupan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top