English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 09 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Natal Persekutuan Malang, 25 Desember 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:6-13
8:6 Dan ketujuh malaikat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 April 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 10 Desember 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:38-42 tentang Maria dan Marta
Lukas 10:38-40,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Maret 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Agustus 2014 (Minggu Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Selamat sore. Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 05 Juni 2016 (Minggu Malam)
Selamat malam, kita masih mempelajari tentang empat makhluk yang berada di sekeliling takhta sorga. Ini sama dengan...

Ibadah Raya Malang, 13 Desember 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Yohanes 10:11
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

Yesus ...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Maret 2009 (Minggu Sore)
1 Korintus 3: 9b
= tema di Bagan Batu: "kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah" ->...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 15 Februari 2011 (Selasa Siang)
Tulah keempat yaitu LALAT PIKAT.

Keluaran 8:23-24
8:23...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Agustus 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Mei 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya...

Ibadah Doa Surabaya, 03 September 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 April 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2011 (Senin Sore)

Matius 26: 57-58
26:57. Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
26:58. Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.


ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
ay. 57= Yesus ditangkap di taman Getsemani dan dibawa kepada imam besar Kayafas. Ini menunjukkan bahwa Yesus mengalami penderitaan daging tanpa dosa (mengalami pengalaman salib).
Diakhir jaman, gereja Tuhan juga harus mengalami pengalaman salib.

1 Petrus 2: 19
2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Jika kita menderita karena kehendak Tuhan, hal itu merupakan kasih karunia Tuhan kepada kita.

Kisah Rasul 5: 40-41
5:40. Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
5:41. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena
mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

= tidak semua pelayan Tuhan dan pengikut Tuhan dianggap layak untuk menderita karena Yesus. HANYA PELAYAN TUHAN YANG MENDAPAT KASIH KARUNIA yang dianggap layak menderita bersama Yesus.
Disini, rasul-rasul meninggalkan sidang dengan gembira.
Artinya: kalau kita dilayakan menderita bersama Tuhan, kita pasti berbahagia dan mengalami kebahagiaan Surga. DIBALIK SALIB, ADA KEBAHAGIAAN. Dan kebahagiaan ini tidak bisa dipengaruhi oleh apapun.
Kalau salib menjadi pengalaman, kebahagiaan Surga juga akan menjadi pengalaman kita.

Kisah Rasul 14: 22
14:22. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

Untuk masuk kerajaan Surga, kita harus mengalami banyak sengsara!

Jadi, SSALIB= PINTU KERAJAAN SURGA. Kalau pintu di Surga terbuka, pintu-pintu di dunia juga akan terbuka.
Orang yang menolak salib, ia sedang menutup pintu kerajaan Surga.
Kalau kita benar-benar mau menderita daging, pintu Surga akan benar-benar terbuka bagi kita.

2 Timotius 3: 12
3:12. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

= untuk beribadahpun, kita juga harus menderita (mengalami salib). Kalau kita mau menderita dalam beribadah, kita sudah berani untuk masuk kerajaan Surga, sebab pintu rumah ibadah sama dengan pintu Surga.
Sebab itu, jangan sampai kita mudah terhalang untuk beribdah. Kita harus melawan semua halangan dan Tuhanlah yang akan berjuang bagi kita supaya kita bisa beribadah.
Sejauh mana kita rindu untuk beribadah, sejauh itulah kita rindu untuk masuk Surga.

Kejadian 28: 16-17
28:16. Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
28:17. Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini.
Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."

Ibadah pelayanan yang benar adalah sistem penggembalaan. Kita harus berada dalam kandang penggembalaan. Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada ruangan suci.
Bagi kita sekarang, ini menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

Kisah Rasul 2: 41-42, 46
2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42. Mereka
bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
2:46. Dengan bertekun dan dengan sehati
mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

Dalam 3 macam ibadah pokok, kita bersekutu dengan Allah Tritunggal. Kita juga terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.
Inilah ibadah pelayanan yang benar.

ay. 46= 'mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah'= menjelang akhir jaman, kita akan beribadah tiap-tiap hari, sampai satu waktu, siang malam kita beribadah dalam kerajaan Surga.

HATI-HATI! Justru banyak anak Tuhan dan hamba Tuhan yang MENOLAK SALIB.
Contohnya: Petrus.

Matius 26: 58
26:58. Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.

'Petrus mengikuti Dia dari jauh'= Petrus menolak salib.
'duduk di antara pengawal-pengawal'= duduk bersama pengawal, bukan lagi bersama murid-murid lainnya.

Praktik menolak salib disini adalah mengikut Yesus dari jauh.
Artinya:
  • mulai tidak setia dalam ibadah pelayanan. Disini, yang mulai tidak setia justru Petrus (hamba Tuhan/gembala sidang),
  • mulai bimbang terhadap pengajaran yang benar.
Kalau jauh dari Tuhan, akan dekat dengan pengawal-pengawal yang berdiang di api.
Artinya: tinggalkan Yesus dan bergabung dengan pengawal. Ini sama seperti Yudas yang meninggalkan Yesus dan bergabung dengan imam-imam kepala.

'bergabung dengan pengawal'= mulai bersekutu dengan ajaran-ajaran lain. Dan Petrus mulai jatuh dalam api dunia, artinya:
  • ibadah pelayanannya bersifat duniawi. Segala sesuatu dari dunia dimasukan dalam gereja, tidak lagi mengutamakan Tuhan dan hanya membersar-besarkan perkara dunia.
  • ibadah pelayanan hanya untuk mencari perkara-perkara dunia.
  • api hawa nafsu daging yang membuat tidak taat dengar-dengaran pada pengajaran benar dan menolak pengajaran benar.

    Roma 8: 7-8
    8:7. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
    8:8. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.


  • api dosa= hidupnya mulai tidak benar. Hati-hati! Kalau kita ada gejala mempertahankan yang tidak benar, berarti sudah ada api lain dalam hidup kita.

    Sebab itu, kita harus hati-hati. Jangan mendengar Firman yang lain!
    Kalau sudah tidak benar, pasti akan menyalahkan orang lain atau berdusta seperti dilakukan oleh Petrus (Petrus mengatakan tidak kenal Yesus sebanyak 3x).
Mengapa kita harus menderita bersama Yesus?
  1. 1 Petrus 4: 1-4
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi
    menurut kehendak Allah.

    'mempersenjatai dirimu'= salib adalah senjata kita.
    Jawaban pertama: supaya kita bisa berhenti berbuat dosa, mati terhadap dosa dan bangkit dalam hidup yang benar dan suci (hidup menurut kehendak Allah).

    Jadi, salib adalah senjata untuk menghentikan dosa supaya kita hidup benar.
    Kebenaran itu diukur dari Firman Tuhan.

    Tanpa salib, kita hanya berbuat dosa dan binasa untuk selamanya.

  2. Wahyu 13: 3-4, 13-14
    13:3. Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
    13:4. Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"
    13:13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
    13:14. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang
    luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.

    'luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh'= tidak ada pengalaman kematian.
    Jawaban kedua: supaya tidak disesatkan oleh nabi palsu dan tidak menyembah antikris.

    Disini, nabi palsu membuat tanda-tanda ajaib secara jasmani supaya manusia dan anak Tuhan menyembah antikris yang tidak punya pengalaman kematian dan kebangkitan (tanpa salib).

    Jadi, KALAU ANAK TUHAN HANYA MENGEJAR TANDA-TANDA JASMANI DALAM IBADAH PELAYANAN, IA PASTI AKAN DISESATKAN OLEH NABI PALSU UNTUK MENYEMBAH ANTIKRIS (dicap 666)= jadi sama dengan antikris dan dibinasakan selama-lamanya.

    Tetapi, KALAU KITA MENGALAMI PENGALAMAN SALIB, KITA PASTI MENYEMBAH TUHAN.

  3. 1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Jawaban ketiga: supaya kita menerima Roh Kemuliaan (urapan Roh Kudus).
    Semakin besar pengalaman salib yang kita alami, semakin besar juga urapan Roh Kudus yang kita terima.

    Manusia darah daging HARUS menerima Roh Kudus, sebab manusia darah daging akan pecah dan tidak berguna apa-apa.
    Sebab itu, hidup kita harus diisi dengan Firman dan Roh Kudus.

    Kegunaan Roh Kudus:
    • untuk memuliakan kita= mengubahkan kita dari manusia daging (buli-buli tanah liat) menjadi manusia rohani (buli-buli emas).
      Keubahan ini dimulai dari berbahagia karena dinista sebab Nama Yesus ('Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus') dan berbahagia dalam penderitaan ('bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus').

      Berbahagia dalam penderitaan= kuat dan teguh hati. Artinya:
      1. berpegang teguh pada pengajaran yang benar, apapun resikonya,
      2. tidak kecewa/putus asa menghadapi sesuatu, tetapi tetap setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan,
      3. tidak mau berbuat dosa sekalipun ada paksaan, ancaman, keuntungan, dsb,
      4. tetap menyembah Tuhan dalam penyembahan yang benar.
    • bisa bersaksi dan tidak menjadi sandungan.
      Kisah Rasul 1: 8
      1:8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

      Kita bersaksi tentang injil kesalamatan untuk membawa orang berdosa kepada Tuhan. Tetapi kita juga bersaksi tentang injil kemuliaan untuk membawa orang selamat ke dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Daniel 3: 16-18, 24-25
      3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
      3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
      3:18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa
      kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
      3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
      3:25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka,
      dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

      Sadrakh, Mesakh dan Abednego adalah contoh kehidupan yang kuat dan teguh hati. Sekalipun perintah raja, mereka menolak untuk menyembah patungnya, tetapi tetap menyembah Tuhan dalam penyembahan yang benar.

      Penyembahan yang benar, didorong oleh pengajaran yang benar.

      Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap kuat dan teguh hati sekalipun dicampakan ke dalam api yang dipanaskan 7x.
      Dulu, mereka disertai malaikat.

      Sekarang, kalau kita mau menderita bersama Yesus, kita akan disertai Roh Kemuliaan untuk mengadakan mujizat-mujizat.

      Mujizat secara jasmani= Roh Kemuliaan mampu memelihara dan melindungi kita ditengah kemustahilan.
      Roh Kemuliaan juga menyelesaikan segala masalah sampai masalah yang mustahil dan ada masa depan yang indah.

      Daniel 3: 30
      3:30. Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

      Kalau kita sudah ditolong (mengalami mujizat jasmani), kita harus bersaksi. Kalau tidak, kita tidak akan pernah mengalami lagi.

      Daniel 3: 28
      3:28. Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.

      = Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjadi kesaksian.

      Mujizat secara rohani= Roh Kemuliaan mengubahkan kita terus menerus sampai sempurna. Kita menjadi perempuan dengan matahari, bulan dan bintang.

      Wahyu 12: 1, 14
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.


      Kita ada 3 macam ibadah pokok untuk menghasilkan 3 macam juga.
      Matahari= dari ibadah doa.
      Bulan= dari ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
      Bintang= dari ibadah raya.

      Antikris, itulah api yang dipanaskan 7x. Dan menghadapi ini, mempelai wanita diterbangkan ke padang gurun (ay. 14). Sesudah itu, 2 sayap burung nazar akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai. Dulu, Petrus menjauh dari Tuhan, tetapi nanti, kita makin mendekat pada Tuhan sampai tidak terpisah dari Tuhan.

      Hari-hari ini, yang penting kita hidup dalam api kemuliaan.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top