English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 April 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Maret 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Januari 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 1-6
7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2. Karena dengan penghakiman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Oktober 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang II, 28 Juli 2011 (Kamis Pagi)
Tema: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25:6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang!...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Persekutuan Semarang II, 27 September 2013 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 26 Maret 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:3-4
12:3 Katakanlah kepada segenap jemaah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di...

Ibadah Doa Malang, 29 November 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 8:18-27
8:18....

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 17 Agustus 2010 (Selasa Pagi)
Tabernakel adalah Kerajaan Sorga yang dilihat Musa di Gunung Sinai. Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Kartika Graha IV, 30 April 2010 (Jumat Pagi)
Yohanes 1:29
Tema: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Ini merupakan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 April 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Januari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:38-42 tentang Maria dan Marta. Kita...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 01 Juli 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema Ibadah Kunjungan di Semarang: Matius 22: 14
22:14. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Perikop: perumpamaan tentang perjamuan kawin.

Tema ini dikaitkan dengan perumpamaan tentang perjamuan kawin anak raja, sekarang adalah perjamuan kawin Anak Domba--antara Kristus, Mempelai Pria Sorga dengan sidang jemaat yang sempurna, mempelai wanita sorga di awan-awan yang permai.

Kita harus hati-hati, banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih, artinya banyak kehidupan kristen yang sudah menerima panggilan Tuhan--percaya Yesus, bertobat, baptis air dan Roh kudus; sudah selamat--tidak dihukum, segala hukuman dan kutukan dosa ditanggung Yesus di kayu salib--, dan diberkati oleh Tuhan--tetapi sedikit yang menerima pilihan untuk disempurnakan seperti Yesus; sedikit yang terpilih untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai saat Yesus datang kembali, berarti binasa selamanya. Ini yang harus kita waspadai!

Matius 22: 13
22:13. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.

Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang terpilih untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, berarti banyak yang ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, dan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap untuk mengalami ratap tangis dan kertak gigi selamanya; binasa di neraka selamanya.
Ini kenyataan yang harus kita waspadai.

Di perjanjian lama sudah pernah terjadi. Bangsa Israel yang keluar dari Mesir berjumlah 603.550 orang laki-laki, yang berumur di atas dua puluh tahun--selamat dan diberkati Tuhan, mujizat terjadi, luar biasa--, tetapi yang masuk Kanaan hanya dua orang: Yosua dan Kaleb. Banyak yang bergelimpangan menjadi bangkai di padang pasir.

Begitu juga di akhir zaman, banyak yang dipanggil--percaya Yesus, selamat, diberkati, dan mengalami mujizat---, bagus, tetapi sayang, sedikit yang menjadi sempurna; sedikit yang bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali; banyak yang ketinggalan dan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, penuh ratap tangis.

Ini yang harus kita waspadai!
Mengapa tidak terpilih? Salah satunya: karena tidak berpakaian pesta.

Matius 22: 11-12
22:11. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
22:12. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.

Pakaian pesta adalah pakaian putih berkilau-kilauan--pakaian mempelai.
Tidak mempunyai pakaian mempelai artinya tetap mempertahankan dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan, nikah yang salah).

Proses untuk menjadi kehidupan yang terpilih:

  1. 1 Petrus 2: 9
    2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

    Proses pertama untuk menjadi kehidupan yang terpilih: sesudah menerima panggilan Tuhan--percaya Yesus, bertobat, baptis air dan Roh Kudus; diselamatkan dan diberkati oleh Tuhan--, kita harus menerima pilihan Tuhan, yaitu harus menjadi imam dan raja. Ini mutlak!

    Imam adalah:


    • Seorang yang suci.
    • Seorang yang memangku jabatan pelayanan: gembala, pemain musik, tim doa, ada juga yang melayani Yesus dengan kekayaannya--berkorban--dan sebagainya.


    • Seorang yang beribadah melayani Tuhan.


    1 Korintus 12: 4-6
    12:4. Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
    12:5. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
    12:6. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

    Perbuatan ajaib= perbuatan kasih.

    Imam dan raja diperlengkapi dengan tiga hal:


    • 1 Korintus 12: 5
      12:5. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

      Yang pertama: imam diperlengkapi dengan jabatan pelayanan oleh Anak Allah--Yesus.
      Efesus 4: 8-12
      4:8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
      4:9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
      4:10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11= lima jabatan pokok bisa dijabarkan menjadi pelayanan lainnya.
      Yesus harus turun ke bagian bumi yang paling bawah--alam maut--, rela mati di kayu salib untuk melepaskan kita dari tawanan dosa, dan sekaligus memberikan pemberian-pemberian kepada kita, itulah jabatan pelayanan.

      Jadi harga jabatan pelayanan adalah seharga darah Yesus. Kalau kita tidak sungguh-sungguh dalam jabatan pelayanan kita akan berhutang darah yang tidak bisa dihapuskan.

      Yang sudah melayani, perhatikan jabatan pelayanan! Yang belum melayani berdoa, supaya mendapat pelayanan dari Tuhan.
      Untuk memberikan jabatan pelayanan Dia rela mati. Kita yang menerima jabatan pelayan juga harus berkorban apapun. Jangan terlalu banyak perhitungan/bimbang.
      Yudas Iskariot terlalu banyak perhitungan; orang berkorban tiga ratus dinar dia sudah protes. Kita juga biasanya banyak perhitungan untuk bisa melayani Tuhan: Nanti begini....nanti aku mati.....

      "Rumus saya untuk pelayanan: Saya tidak akan mati, asalkan benar-benar dari Tuhan."

      Kita harus berkorban apapun untuk bisa menerima jabatan pelayanan dari Tuhan. Jangan takut atau bimbang: Nanti begini, begitu, takut ini, takut mati. Jangan! Timbal balik, Dia sudah berkorban apa saja untuk memberikan jabatan pelayanan, kita juga berkorban apa saja untuk menerima jabatan pelayanan dari Tuhan.

      Mengapa Yesus sampai harus mati untuk memberikan jabatan pelayanan kepada kita? Karena jabatan pelayanan adalah tempat kita di dalam tubuh Kristus--mempelai wanita sorga.
      Kalau hanya untuk memberi berkat, Dia tidak perlu mati di kayu salib, tetapi cukup melempar emas dari sorga kepada kita.

      Kalau kita tidak punya jabatan pelayanan kita tidak punya tempat dalam tubuh Kristus, berarti tempatnya ada pada tubuh Babel, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.


    • 1 Korintus 12: 4
      12:4. Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

      Yang kedua: imam diperlengkapi dengan karunia Roh Kudus oleh Allah Roh Kudus--Kristus.

      Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Roh Kudus, yang lebih dari apapun, sehingga


      1. Kita bisa melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jangan takut!

        "Saya dulu tidak mau menjadi gembala karena harus berkhotbah terus. Tetapi kalau ada karunia, bisa. Kalau tidak ada karunia, susah, dan orang lain yang disuruh berkhotbah."


      2. Membuat kita berhasil dalam pelayanan; berkenan kepada Tuhan. Kalau kemampuan daging, tidak bisa.
        Keberhasilan bukan diukur dari gereja besar atau kecil, belum tentu, tetapi berkenan pada Tuhan.


      3. Kita tidak menolak jabatan pelayanan dari Tuhan, karena Ia sudah melengkapi kita dengan kemampuan ajaib.
        Kalau tidak ada karunia, susah, tidak mampu.

        "Di dunia saja, sarjana ekonomi bekerja di bank, baru tugas menghitung uang, sudah ditraining. Sudah punya kemampuan ekonomi, masih ditraining. Itu kenyataan, di dunia saja tidak mampu, apalagi di sorga, tidak akan mampu tanpa karunia Roh Kudus--menolak jabatan pelayanan."


    • 1 Korintus 12: 6
      12:6. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

      'perbuatan ajaib'= perbuatan kasih.

      Yang ketiga: imam diperlengkapi dengan perbuatan kasih oleh Allah Bapa--Tuhan.

      Kasih adalah motor penggerak dari setiap pelayanan pekerjaan Tuhan, bukan uang.
      Kasih adalah seharga kurban Kristus, yang tidak bisa dibeli dengan apapun; tidak bisa dibandingkan dengan apapun.

      Kasih adalah kekal, kalau motor penggerak kita melayani Tuhan adalah kasih, pelayanan kita akan kekal, tidak berhenti di tengah jalan. Kita tidak akan pernah mundur setapakpun.
      Kalau motor penggeraknya uang, saat uang banyak, semangat, saat tidak ada uang, malas.


    Jadi apa gunanya menimbang-nimbang lagi untuk menjadi imam? Jelas, imam diperlengkapi dengan kasih dari Allah Bapa, jabatan dari Anak Allah, dan karunia dari Allah Roh Kudus; imam diperlengkapi dengan pribadi Allah Tritunggal, yaitu Tuhan Yesus Kristus; kita disertai oleh Tuhan Yesus Kristus. Tidak usah berpikir lagi untuk melayani! Kalau Tuhan sudah menggerakkan kita untuk melayani--kita dipilih--, langsung bergerak, kita tidak akan dirugikan, malah diperlengkapi oleh pribadi Allah Tritunggal.

    Waktu bangsa Israel menyembah lembu emas--keras hati--, Tuhan berkata kepada Musa: Pergi ke Kanaan, tetapi Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu. Musa tidak mau sekalipun dijanjikan kemenangan, susu dan madu; ia lebih memilih pribadi Tuhan.
    Kalau Tuhan tidak beserta, itu adalah ancaman yang mengerikan.

    Keluaran 33: 2-4
    33:2. Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus--
    33:3. yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan."
    33:4. Ketika bangsa itu mendengar ancaman yang mengerikan ini, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasannya.

    Penyertaan Tuhan adalah di atas segala-galanya: berkat, kemenangan, keberhasilan, bahkan di atas sorga. Tanpa pribadi Tuhan sorgapun sama saja dengan istana raja: ada percabulan, kebencian, air mata, dosa, dan kebinasaan.
    Jauh di atas semuanya adalah penyertaan Tuhan.

    Yesus lahir di kandang, tetapi sekalipun kandang, kalau ada Yesus di sana, di sana ada kemuliaan Tuhan.
    Jangan direpotkan dengan kandang, istana atau apapun! Yang penting ada penyertaan Tuhan, suasana kemuliaan sorga akan kita alami.
    Jangan ganti penyertaan Tuhan dengan apapun!

    Matius 28: 19-20
    28:19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
    28:20. dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Tuhan menyertai kita sampai akhir zaman, berarti pelayanan kita juga sampai pada akhir zaman; sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali--, dan di mana Yesus berada kitapun berada.

    Pelayan Tuhan, mau melayani bidang apa saja, sama--ada jabatan masing-masing. Yang penting suci, memiliki jabatan, karunia, dan kasih. Kita akan disertai oleh Tuhan sampai selama-lamanya--'di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.'
    Ini sama dengan terpilih untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba saat Yesus datang kembali kedua kali, masuk Firdaus, sampai di takhta sorga, kita duduk bersanding dengan Dia; kita menjadi mempelai wanita-Nya.

    Yohanes 12: 26
    12:26. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

    'di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.'= pelayan khusus, itulah isteri; di mana suami berada, di sana isteri berada.

    Mari, kita sudah dipanggil--sudah diberkati--, sekarang dipilih menjadi imam. Yang sudah dipilih, jangan mundur, tetapi sungguh-sungguh minta jabatan, karunia, dan kasih. Layani dengan kasih. Kasih artinya pengorbanan. Kita akan disertai Tuhan sampai 'di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.'


  2. Wahyu 17: 14
    17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

    'mengalahkan mereka'= mengalahkan binatang buas: setan, antikris, dan nabi palsu yang menghalangi kita.
    Sudah terpanggil, lalu terpilih jadi imam-imam, baik. Tetapi masih belum cukup.

    Proses kedua untuk menjadi kehidupan yang terpilih: harus menjadi imam yang setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan--mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua perkara di bumi.

    Kalau kita setia, Tuhan akan memberikan kuasa kebangkitan.
    Kolose 3: 1-2
    3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
    3:2. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

    Imam yang memikirkan dan mencari perkara di atas; mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi--setia--akan mengalami kuasa kebangkitan Yesus, yang sama dengan kuasa kebangkitan Roh Kudus.

    Banyak yang salah juga termasuk kami hamba Tuhan. Kuasa kebangkitan dinilai dengan mobil bagus, sepatu bagus. Belum tentu.

    Roma 4: 25
    4:25. yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

    Imam yang memiliki kuasa kebangkitan bukan diukur dari kaya atau miskin tetapi hamba Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan dengan setia dan benar. Mautpun tidak bisa menjamah kita. Luar biasa Sungguh-sungguh! Tuhan tolong kita semua.

    Inilah pelayanan, yaitu kita disertai oleh pribadi Tuhan dan kuasa kebangkitan.
    Wahyu 17: 14
    17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

    Apa kegunaan kuasa kebangkitan Yesus/kuasa kebangkitan Roh Kudus?


    • Kegunaan pertama kuasa kebangkitan Yesus: memberikan kemenangan atas binatang buas--antikris, nabi palsu, dan setan--yang merupakan sumber halangan rintangan, masalah, pencobaan, dosa dan puncaknya dosa.
      Kalau menang, kita tidak akan tersandung dalam panggilan dan pilihan sampai garis akhir, dan kuasa maut tidak bisa menjamah kita.

      Kenapa ada yang meninggal dunia? Memang meninggal secara jasmani, tetapi nanti saat Tuhan datang ia akan dibangkitkan--kuasa maut tidak dapat menjamah--, dan tetap menjadi imam dan raja sampai di kerajaan sorga.
      Wahyu 20: 6
      20:6. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

      Wahyu 22: 5
      22:5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

      Kuasa maut tidak bisa menjamah kita, artinya sekalipun diizinkan meninggal dunia, imam yang setia dan benar akan dibangkitkan saat Yesus datang kembali, untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai. Kita tetap menjadi imam dan raja, sampai menjadi imam dan raja di kerajaan sorga selamanya.

      Jadi penghuni Firdaus dan kerajaan sorga adalah imam dan raja. Kalau tidak mau menjadi imam dan raja, tidak akan bisa masuk di dalamnya.

      Mari, yang sudah dipanggil, lanjutkan menjadi imam dan raja--dipilih--, ada pernyataan Tuhan yang luar biasa. Tetapi masih ditambah lagi karena kita menghadapi binatang buas. Mari melayani dengan setia dan benar, supaya kita mengalami kuasa kebangkitan. Binatang buas dan maut tidak bisa menjamah kita.
      Itulah langkah-langkah sampai terpilih untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba.

      Kalau Tuhan mengizinkan seorang imam menghadapi kesulitan dan lain-lain, maksudnya adalah mengingatkan kita untuk tetap setia dan benar dalam ibadah pelayanan, supaya kita mengalami kuasa kebangkitan. Kalau lancar semua, biasanya kita mulai kendur.
      Jangan berhenti melayani saat menghadapi pencobaan, itu berarti sudah mati--ditelan maut. Jangan!

      "Saya juga seringkali sampai menjerit kepada Tuhan. Sudah dua minggu ini terlambat datang di Surabaya. Dulu lebih parah lagi, sampai saya berkesimpulan: tutup saja, karena tidak enak mau melayani. Ke Medan juga untuk masalah pesawatnya, sampai bertengkar terus, sampai saya bilang: tutup saja. Memang begitu tetapi saya tidak mau tutup. Satu kali saya salah, saya marah lalu keluar dari pesawat, mau pulang. Tetapi saya menyesal karena banyak yang menunggu di Medan. Saya berjanji tidak akan pulang lagi, tetapi saya tunggu pesawat sampai kapanpun. Ternyata ada kuasa kebangkitan, Tuhan memberikan jalan yang tidak mungkin bagi kita."

      Hamba/pelayan Tuhan yang melayani dengan setia dan benar--mengalami kuasa kebangkitan--, sama dengan memakai ikat pinggang--perhiasan mempelai.
      Yesaya 11: 5
      11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.


    • Lukas 17: 7-8
      17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
      17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

      Melayani Tuhan dengan setia dan benar (kuasa kebangkitan)--mulai dari rumah tangga dan penggembalaan--, sama dengan memberi makan minum Yesus; memuaskan hati-Nya; menyenangkan hati-Nya.

      Kegunaan kedua kuasa kebangkitan Yesus: kalau kita memuaskan hati Yesus, urusan makan minum--kebutuhan sehari-hari--dan masa depan kita menjadi urusan Yesus.

      Kita tetap belajar tetapi nomor satu: layani Tuhan--'Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya; pikirkanlah perkara yang di atas!' Kerja keras, sekolah yang keras, tetapi utamakan Tuhan. Kita akan menikmati hasilnya. Di tengah kesulitan Tuhan sanggup menolong:


      1. Ada masa depan yang indah.
      2. Kita mengalami kepuasan sorga. Kita tidak bisa ditarik oleh kepuasan dunia--Babel--yang membuat kita jatuh dalam dosa.
      3. Kita menerima keuntungan besar.
        1 Timotius 6: 6
        6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

        'disertai rasa cukup'= memuaskan Tuhan, dan kita juga dipuaskan.

        Keuntungan besar adalah dua sayap dari burung nasar yang besar.
        Wahyu 12: 14
        12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

        Ini yang akan menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris. Kita dipelihara oleh Tuhan selama tiga setengah tahun di padang gurun lewat firman dan perjamuan suci. Ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci adalah latihan menyingkir dari antikris.
        Sesudah itu dua sayap dari burung nasar yang besar akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--kita terpilih, bukan tertinggal.


    Tuhan memberikan penyertaan dan kuasa kebangkitan sampai punya dua sayap dari burung nasar yang besar. Luar biasa kalau menjadi imam!
    Sudah dipanggil, kemudian dipilih untuk menjadi imam. Kita disertai oleh Tuhan, tidak usah takut. Sudah jadi imam, harus melayani dengan setia dan benar. Kita akan mengalami kuasa kebangkitan Yesus. Kita menang atas setan tritunggal dan mau, dan kita bisa memuaskan Tuhan di dalam rumah tangga, penggembalaan, dan antar penggembalaan. Tuhan yang akan memelihara kita sampai memberikan dua sayap dari burung nasar yang besar.


  3. Matius 22: 9-14
    22:9. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
    22:10. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
    22:11. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
    22:12. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
    22:13. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
    22:14. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

    Proses ketiga menjadi kehidupan yang terpilih: harus memiliki pakaian pesta.

    Pakaian pesta= pakaian mempelai= pakaian putih berkilau-kilauan.
    Wahyu 19: 7-8
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala
    kebajikan orang-orang suci itu."

    Putih bersih= suci, artinya kehidupan yang mengalami penyucian oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; disucikan dari perbuatan dan perkataan dosa--bagian luar--menjadi perkataan dan perbuatan yang benar dan suci.

    Berkilau-kilau= penyucian hati dari keinginan jahat dan najis, dan kepahitan, terutama keinginan akan uang--dari dalam.
    Ikatan terakhir adalah keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi.
    Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Kami hamba Tuhan banyak yang mencuri milik Tuhan.

    Kalau sudah disucikan dari keinginan akan uang--akar kejahatan di hati harus dicabut--, maka


    • Kita bisa mengembalikan milik Tuhan.
    • Kita bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.

      Salah satu contoh bahwa memberi adalah dari dalam hati: janda miskin di Bait Allah yang memberikan uang kecil.
      Markus 12: 41-44
      12:41. Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
      12:42. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
      12:43. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
      12:44. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

      Di sini gereja Tuhan digambarkan dengan janda yang miskin, menderita, tua--lama--, suam-suam, bosan, tidak ada hubungan dengan suami--terpisah dengan Yesus/Kepala; mati rohani, berbuat dosa dan lain-lain terutama kikir dan serakah (dosa kejahatan). Itulah keadaan gereja Tuhan akhir zaman.
      Kalau ada dosa kejahatan, pasti ada dosa kenajisan dan kepahitan.

      Tetapi bersyukur ia ada di Bait Allah. Mari kita beribadah melayani Tuhan. Kita memang banyak kekurangan dan kelemahan, dan terpisah dari Tuhan--berbuat dosa kejahatan, kenajisan, dan kepahitan--tetapi masih mau beribadah melayani Tuhan dan mendengarkan firman pengajaran yang keras, sehingga kita mengalami penyucian--perbuatan, perkataan, dan hati disucikan--, sampai bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan. Itu bukti penyucian.

      Jemaat Makedonia miskin dan dicobai tetapi bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Ini yang penting.

      Banyak kekurangan dan kelemahan kita, karena itu jangan terlepas dari ibadah pelayanan. Kalau jauh dari Tuhan, celaka, kita bisa terhilang selamanya. Datang ibadah! Kita masih bisa mendengar firman berarti kita masih bisa ditolong dan disucikan sampai bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Itulah hati yang suci--putih bersih--dan berkilau sehingga kita menerima pakaian putih berkilau-kilauan. Memberi adalah perbuatan kebajikan. Dalam keadaan miskin atau dicobai bisa memberi, itu yang berkilau-kilau dari dalam hati. Tuhan melihat sampai kedalaman hati kita.

      Pekerjaan firman harus dari kedalaman hati.
      Jangan mau kalau hamba Tuhan berkata: Saya mimpi, ini cocok untuk bangunan gereja. Jawab saja: Saya belum mimpi, om. Kalau nanti sama-sama mimpi, kasih saja di dalam mimpi. Jangan mau ditipu. Semua harus berasal dari pekerjaan pedang firman! Kalau firman sudah menusuk, jangan ditahan-tahan, bahaya.

      Wahyu 19: 8
      19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)


    • Sampai lebih bahagia memberi dari pada menerima--mempersembahkan seluruh hidup kepada Tuhan.
      Roma 12: 1
      12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

      Mulai dari memberi yang kecil sampai mempersembahkan hidup kepada Tuhan.
      Syaratnya:


      1. Tubuh yang kudus= dikuasai firman pengajaran, terutama lewat ibadah pendalaman alkitab--meja roti sajian. Di situ kita disucikan secara dobel lewat firman dan perjamuan suci; ada jaminan untuk bisa mempersembahkan tubuh yang kudus.


      2. Tubuh yang hidup= dikuasai Roh Kudus--'daging sama sekali tidak berguna, Rohlah yang memberi hidup'--, terutama lewat ketekunan dalam ibadah raya--pelita emas. Mari tetap setia! Kita akan hidup. Kalau mati, tidak akan bisa apa-apa.


      3. Tubuh yang berkenan= dikuasai kasih Allah,--'Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan'--, terutama lewat ketekunan dalam ibadah doa--mezbah dupa emas.


    Jadi persembahan tubuh yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah hanya bisa dilakukan oleh kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik.
    Seperti dulu, untuk mempersembahkan binatang korban yang tidak bercacat cela, kalau orang Israel membeli di pasar, sulit, apalagi banyak orang yang butuh, tetapi kalau punya penggembalaan, itulah yang tidak bercacat cela.

    Di dalam kandang penggembalaan terjadi penyucian terus menerus dari keinginan jahat dan najis, dan kepahitan, sampai kita taat dengar-dengaran--hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan Gembala Agung.

    Mari, kita sudah dipanggil, setelah itu menjadi imam, dilanjutkan lagi menjadi imam yang setia dan benar. Kita akan mengalami kuasa kebangkitan Yesus. Sudah setia dan benar, kita harus mempunyai pakaian putih, artinya bisa memberi sampai memberi seluruh hidup kepada Tuhan.
    Salah satu bukti bisa menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan adalah tergembala.

    Kita taat dan menyerah kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita. Tidak usah bingung kalau ada Gembala. Gembala yang baik menyerahkan nyawa-Nya bagi kita semua.
    Yesaya 40: 11
    40:11. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

    Hasilnya:


    • Tangan belas kasih Gembala Agung 'menghimpunkan', artinya Dia menyatukan kita mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh sempurna--satu hati, satu pengajaran yang benar--suami isteri diisi satu firman pengajaran yang benar, baru bisa satu meja, seperti dua susun roti di atas meja roti sajian; satu penggembalaan satu firman pengajaran yang benar, kalau mendengar suara asing, tidak sadar sudah jauh/menjadi asing. Kalau satu pengajaran baru bisa satu pelayanan--firman adalah komando--, dan satu suara penyembahan, dan Tuhan akan memerintahkan berkat.

      Mazmur 133: 1-3
      133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
      133:2. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
      133:3. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

      Tuhan memerintahkan berkat jasmani, rohani, rumah tangga, sampai hidup kekal.
      Dalam nikah jadi satu, akan ada berkat, dalam penggembalaan jadi satu, berkatnya lebih besar lagi, antar penggembalaan, berkat lebih besar lagi. Karena itu jangan abaikan ibadah kunjungan!

      "Ada yang berangkat, ada yang tinggal. Yang tinggal tetap dalam satu kesatuan. Daud berperang, tetapi ada yang tinggal. Mereka menang dan mendapat jarahan, lalu ada orang jahat dan orang dursila yang berkata: Karena mereka tidak ikut pergi bersama-sama dengan kita, janganlah kita berikan kepada mereka apa-apa dari jarahan yang kita selamatkan itu, kecuali kepada masing-masing mereka isterinya dan anak-anaknya. Itu boleh mereka bawa, dan biarlah mereka pergi!. Tetapi Daud menjawab: Bagian orang yang tinggal di dekat barang-barang adalah sama seperti bagian orang yang pergi berperang; itu akan dibagi sama-sama.
      Kalau kita berperang, lalu yang tinggal tidak ibadah, bahaya. Sama seperti raja Daud, yang lain berperang, tetapi ia jalan-jalan di sotoh, dan akhirnya jatuh dengan Batsyeba. Lebih baik diberkati!
      "

      Kesatuan lebih besar, berkat akan lebih besar lagi.


    • Tangan kasih Tuhan 'memangku', artinya:


      1. Dia menanggung segala letih lesu dan beban berat kita, sehingga kita mendapat kelegaan, damai, semua enak dan ringan; kita bahagia. Beban berat apapun serahkan kepada Dia saat ini!
        Ada Gembala yang baik, yang menyerahkan nyawa bagi kita, bertanggung jawab atas hidup kita.

        Tidak usah takut! Yang penting tingkatan panggilan kepada pilihan--jadi imam. Setelah itu jadi imam yang melayani dengan setia dan benar. Dan terakhir, berbuat baik--pakaian putih--ditambah penggembalaan. Serahkan seluruh hidup kepada Tuhan, mengaku tidak bisa apa-apa, Dia yang akan menolong kita.


      2. Gembala Agung sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil bagi kita. Dia yang berperang ganti kita.


    • Tangan Tuhan 'menuntun' kita ke Yerusalem baru, tempat penggembalaan terakhir, artinya kita mengalami pembaharuan--mujizat terbesar--mulai dari jujur.
      Akui pada siang ini apa adanya! Ada dosa, kesulitan, tidak ada kesatuan, menghadapi kegagalan, akui pada Tuhan, dan percaya--kuat teguh hati.
      Dalam perjalanan menuju Kanaan, Tuhan berpesan kepada Yosua: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu!

      Kuat teguh hati artinya: tidak kecewa dan putus asa menghadapi apapun, tetapi hanya percaya dan mempercayakan hidup kepada Tuhan.
      Dan mujizat yang lain akan terjadi: yang tidak bisa jadi bisa, busuk jadi harum dan baik, yang mustahil jadi tidak mustahil.

      Sampai jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--mujizat terakhir--, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus, dan Yerusalem baru kekal selamanya. Tidak ada lagi air mata; kita bukan dicampakkan penuh ratap tangis.

Di mana kita berada, ada kesulitan apa, sudah tidak mungkin, sudah busuk, atau apapun juga, serahkan kepada Tuhan! Dia yang menanggung semuanya.
Suami, isteri, anak, orang tua tidak bisa apa-apa, tidak memperhatikan kita, masih ada Gembala manis. Saat kita berada di lembah manapun, ada Gembala manis. Kaum muda, jangan ragu! Jadi imam, setia dan benar, tergembala dengan benar, dan serahkan hidup kepada Dia. Jangan ragu sedikitpun!

Yang masih berada di lembah kebusukan, air mata, kegagalan, kesulitan, kepedihan hati, mari berseru kepada Tuhan. Yang sudah di gunung, jangan sombong, tetapi tetap dipegang dan dipeluk Tuhan, jangan jatuh.
Jangan ada yang putus asa atau bangga, kita semua menyembah Tuhan.

Jujur mengaku apa adanya, dan percaya kepada Dia: Engkau yang mampu, Engkau Gembalaku, Engkau tidak pernah membiarkan aku.
Yesus selalu jadi Gembala kita, dan Dia mengakui bahwa kita adalah domba-Nya; pelayan/imam-Nya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top