English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2019 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih melanjutkan manfaat kenaikan Yesus ke Sorga:

Ibadah Raya Malang, 14 Desember 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 29-31 adalah nubuat ketujuh, yaitu keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali, Matius...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Oktober 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 17 Mei 2012 (Kamis Pagi)
Yohanes 14: 1-3
14:1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal....

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 23 Desember 2008 (Selasa Pagi)
Seorang hamba Tuhan atau pelayan Tuhan harus berada dalam sistem penggembalaan. Di dalam sistem penggembalaan,...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Mei 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 17 Januari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 September 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 24 September 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 adalah tentang kebangkitan Yesus. Yesus bangkit dalam tubuh kemuliaan.
Dalam Tabernakel, Markus 16 menunjuk...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 November 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:31-37
4:31 Kemudian Yesus pergi ke...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Desember 2012 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Juli 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 04 Agustus 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat Filadelfia.
Wahyu...

Ibadah Doa Surabaya, 07 April 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 1
= waktu akhir jaman, Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Natal Persekutuan I di Batam, 02 Desember 2014 (Selasa Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Yohanes 10: 11
10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

"Akulah Gembala yang baik".

Mengapa Yesus tampil sebagai Gembala yang baik?

  1. Jawaban yang pertama: Tuhan sudah menciptakan dunia dengan segala isinya dengan baik. Tuhan juga sudah menciptakan manusia dengan baik bahkan sempurna seperti Tuhan. Tetapi, setan merusak ciptaan Tuhan, yaitu:


    • Kejadian 3: 7, 10
      3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
      3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena
      aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

      Yang pertama: setan merusak manusia sampai telanjang dan ketakutan= dari baik menjadi tidak baik.


    • Yesaya 14: 12, 17
      14:12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
      14:17 yang telah
      membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

      Yang kedua: setan merusak dunia yang diciptakan oleh Tuhan, sampai seperti padang gurun yang tandus = tidak baik, sulit untuk menabur dan menuai, sulit untuk hidup di dunia.


    Semua yang hebat dari dunia, yaitu kepandaian, kekayaan, kedudukan dan kekuatan manusia tidak bisa memperbaiki apa yang sudah dirusak oleh setan dan tidak bisa menjadikan baik, terutama manusia yang sudah rusak.

    Jalan keluarnya: dari Surga, itulah Natal, yaitu Yesus harus lahir di kandang Betlehem. Dari Surga harus datang ke dunia, karena dari dunia tidak ada yang bisa memperbaiki kerusakan.
    'kandang Betlehem'= menunjuk Yesus sebagai Gembala.

    Matius 2: 6
    2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

    Yesus lahir di kandang Betlehem, berarti Yesus lahir sebagai Gembala.

    Di dalam Lukas 2, bayi Yesus dibungkus dengan kain lampin dan diletakan dalam palungan.
    Palungan = tempat makan domba-domba.
    Yesus ditaruh di palungan = Yesus menjadi makanan bagi domba-domba.
    Artinya: Yesus harus menyerahkan nyawa bagi kita semua.

    Jadi, Natal adalah Yesus lahir sebagai Gembala yang baik untuk menyerahkan nyawa-Nya bagi kita semua. Dia rela hancur di kayu salib untuk menjadikan semua baik, memperbaiki apa yang sudah rusak, untuk menjadikan yang sudah hancur menjadi baik, bahkan menjadikan sempurna seperti Dia.
    Inilah makna Natal bagi kita semua.

    Jadi, Yesus tampil sebagai Gembala yang baik untuk menjadikan semua baik, bahkan sempurna.


  2. Tuhan mengatakan, "Akulah terang dunia, kamulah terang dunia."
    "Akulah Gembala yang baik.", Ini menunjuk suatu kerinduan dari Yesus, supaya kita tampil sebagai domba yang baik.

    Jawaban yang kedua: supaya kita tampil sebagai domba yang baik. Ini merupakan kerinduan dari Yesus, sebab ada domba yang nakal dan egois.
    Ada gembala pandir dan pedagang, tetapi Yesus tampil sebagai Gembala yang baik. Sebab itu, Dia rindu supaya kita juga tampil sebagai domba yang baik.

    Bagaimana domba yang baik?
    Manusia hanya menilai dari luarnya saja, tetapi Tuhan menilai dari hati. Domba yang baik adalah domba yang memiliki hati nurani yang baik.
    Ini kerinduan Tuhan.

    Kejadian 6: 5-6, 12
    6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
    6:12 Allah menilik bumi itu dan
    sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

    Manusia darah daging memiliki hati nurani yang jahat dan najis (hati nurani yang tidak baik), sehingga hanya menghasilkan perbuatan-perbuatan jahat dan najis sampai memuncak pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan, seperti yang terjadi pada zaman Nuh.

    Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
    Dosa kawin mengawinkan: dosa percabulan, dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks yaitu homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri, seks dengan binatang dan lain-lain; juga nikah yang hancur/salah (kawin campur, kawin cerai dan seks bebas/kawin-mengawinkan).

    Manusia darah daging, hidupnya hanya memilukan Tuhan, memedihkan hati orang tua dan membuat gembala berkeluh-kesah = hidup rusak di bumi.
    Setan adalah perusak dan manusia hidup rusak di bumi, sehingga benar-benar rusak dan akibatnya, mengalami penghukuman Tuhan.

    Dulu zaman Nuh, dunia dihukum dengan air bah. Tetapi pada akhir zaman, akan kembali seperti zaman Nuh, dunia akan dihukum dengan api dari langit sampai kebinasaan di neraka selama-lamanya.

    Tuhan rindu supaya kita menjadi domba yang baik/memiliki hati nurani yang baik, sebab manusia cenderung mempunyai hati nurani yang jahat dan najis.

    Dari mana kita mendapatkan hati nurani yang baik?
    Kita yang dilahirkan oleh ibu jasmani kita, cenderung memiliki hati nurani yang jahat dan najis.

    1 Petrus 3: 20-21
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Dulu, delapan orang manusia diselamatkan dengan bahtera Nuh.
    Sekarang artinya, kita mendapatkan hati nurani yang baik lewat baptisan air yang benar.
    Tadi, disebutkan ada gembala yang baik dan tidak baik, ada domba yang baik dan tidak baik, begitu juga baptisan, ada baptisan air yang benar dan tidak benar.

    Baptisan air yang benar, yaitu sesuai dengan kehendak Tuhan (sesuai Alkitab) dan kita dibaptis seperti Yesus dibaptis.

    Yesus adalah Kepala dan kita adalah tubuh-Nya, sehingga Kepala dengan tubuh harus satu baptisan.
    Jadi, hanya ada satu Kepala, ada satu tubuh, berarti hanya ada satu baptisan yang benar.

    Roma 6: 2-4
    6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
    6:4 Dengan demikian kita telah
    dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Syarat baptisan air yang benar: kita harus bertobat, mati terhadap dosa.
    Pelaksanaan baptisan air yang benar: orang mati harus dikubur = kita yang sudah bertobat, mati terhadap dosa, dikuburkan bersama Yesus di dalam air, kemudian bangkit/keluar dari air bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru (hidup Surgawi= langit terbuka).

    Matius 3: 15-16
    3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanes pun menuruti-Nya.
    3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    'menggenapkan kehendak Allah'= baptisan air adalah menggenapkan kehendak Allah.
    Hidup baru = hidup Surgawi= hidup yang diurapi Roh Kudus, bukan manusia darah daging lagi, tetapi kita memiliki hati nurani yang baik, bagaikan HATI MERPATI.

    Hati nurani yang baik = hati yang tulus.
    Merpati adalah panggilan terhadap mempelai wanita tuhan dalam kitab Kidung Agung.

    Hati yang tulus ikhlas =


    • hati yang peka untuk membedakan yang benar dengan tidak benar, terutama soal pengajaran yang benar dan tidak benar.
      Kalau masih melihat manusianya, sekalipun tidak benar, tetapi karena itu orang yang kita hormati, maka kita bela; itu berarti masih hati yang jahat dan najis.

      Kalau bisa membedakan pengajaran yang benar dan tidak benar, kita bisa bedakan ibadah yang benar dan tidak benar, sampai kita bisa membedakan yang benar dan tidak benar dalam segala hal.

      Kalau kita sudah tahu benar, tetapi masih komentar, itu berarti tidak tulus. Atau orangnya salah, tetapi dibela, itu juga hati nurani yang tidak baik.


    • hati yang peka untuk taat dengar-dengaran pada Firman Tuhan apapun resiko yang kita hadapi.
      Pada zaman Nuh, manusia tidak taat sehingga binasa.

      Kalau hati nurani tidak baik, akan komentar saat Tuhan berkata kepada Abraham untuk mempersembahkan anaknya.
      Tetapi, kalau kita taat, maka kita hanya melakukan saja, karena itu merupakan perintah Tuhan sekalipun tidak masuk akal dan bertentangan dengan kehendak daging.


    • hati yang peka untuk bisa mengetahui ada sesuatu yang belum beres dalam hidup kita.
      Kalau ada yang belum beres, kita tidak akan tenang, sehingga kita selalu mengoreksi diri sendiri sesuai kebenaran Firman Allah. Jangan memeriksa orang lain!
      Kalau jahat dan najis, hanya menunjuk pada orang lain.


    Hasil baptisan air yang benar: ada MATA MERPATI (pandangan merpati).
    Kalau hatinya merpati, matanya juga mata merpati.

    Mata merpati = pandangan hanya satu arah, yaitu kepada Yesus sebagai Gembala yang baik dan Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
    Jangan melihat yang lain! Istri Lot menoleh ke belakang dan jadi tiang garam.

    Kalau kita berani membereskan dosa-dosa dan kekurangan kita apapun harga yang kita bayar, maka Yesus Imam Besar akan membereskan semua masalah kita.

    "Untuk mengaku memang susah, suami harus mengaku pada istri, susah, apalagi kami hamba Tuhan, lebih susah lagi.
    Tetapi, biarlah malam ini, kita mau membereskan dosa.
    "

    Dosa adalah beban terberat yang membebani manusia dari dunia sampai ke akhirat. Kalau dosa diselesaikan/masalah terberat diselesaikan, maka semua masalah juga akan diselesaikan oleh Tuhan.

    Tetapi, kalau kita hanya menyalahkan orang lain, tidak pernah periksa diri, PASTI hidupnya, nikahnya, pelayanannya, pekerjaannya, studinya dan semua tidak beres, bahkan tidak bisa sempurna.

    Jadi, malam Natal yang indah ini harus kita sadari bahwa hati nurani ini menentukan mati hidupnya kita di bumi ini.
    Sekalipun mungkin kita bodoh, kecil, tidak punya apa-apa, tetapi kalau kita memiliki hati nurani yang baik, maka selalu ada pandangan Imam Besar kepada kita untuk membereskan masalah dan menolong kita. Bukan otak yang menentukan kita dalam pelayanan, tetapi hati nurani yang baik.

    Hanya sedikit yang masuk bahtera Nuh (hanya delapan orang yang masuk bahtera Nuh) = hanya sedikit yang masuk baptisan air yang benar = hanya sedikit yang punya hati nurani yang baik.

    "Sidang jemaat, hati-hati! Jangan menilai gembala dari segi luarnya, sebab hanya sedikit gembala yang punya hati nurani yang baik. Begitu juga gembala jangan menilai domba."

    Kalau memiliki hati nurani yang baik dan tulus, maka kita tidak akan pernah terkecoh dan Tuhan akan selalu membela kita, sebab di situ juga ada pandangan Imam Besar atas hidup kita.

    Jika suami isteri (yang masuk bahtera Nuh adalah empat pasang mempelai) memiliki hati nurani yang baik, maka nikah akan menjadi satu, nikah menjadi selamat sekalipun yang lain hancur dalam air bah, bahkan nikah menjadi sempurna saat Yesus datang kedua kali, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai.
    Biarlah suami dan isteri memeriksa hati nurani supaya nikah kita bisa menjadi satu.

    Jika gembala dan domba memiliki hati nurani yang baik, pasti tergembala dengan benar dan baik, yaitu tergembala pada Firman pengajaran yang benar (pribadi Yesus), seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar. Semua pasti beres dan berbuah manis pada waktu-Nya.
    Yang bekerja adalah pokok. Kita hanya melekat.

    Dalam nikah, pekerjaan, study, pelayanan dan semua hal, kita tinggal melekat dan tinggal tunggu waktu Tuhan sampai semua beres dan berbuah manis.

Syarat tergembala dengan benar dan baik:

  1. Yohanes 10: 1
    10:1 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

    Syarat tergembala yang benar dan baik yang pertama: kita harus selalu berada di kandang penggembalaan.
    Ada istilah benar dan baik, sebab ada pengembalaan yang tidak benar, yaitu gembala pedangan = gembala tidak memberi makan domba-domba, tetapi sibuk mencari uang.

    Kandang penggembalaan secara jasmani adalah gereja dengan organisasi masing-masing yang diakui oleh pemerintah.

    Kandang penggembalaan secara rohani adalah Tabernakel (kerajaan Surga). Musa naik ke atas gunung Sinai dan Tuhan perlihatkan kerajaan Surga kepada Musa, kemudian Ia perintahkan Musa membuat kerajaan Surga di bumi, itulah Tabernakel (kemah suci= Keluaran 25-40). Maksud Tuhan adalah 'supaya di bumi seperti di Surga'. Ibadah di bumi seperti di Surga dan semua yang di bumi seperti di Surga. Kalau ada suasana Surga, maka Tuhan hadir di tengah-tengah umat-Nya.

    Kemah Suci/Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:


    • Halaman = kebenaran/keselamatan.
      Di luar Surga adalah gelap, tidak ada yang benar, semua jahat dan najis. Karena itu, Tuhan rindu kita masuk kerajaan Surga.


    • Ruangan Suci,
    • Ruangan Maha Suci, di mana ada Tabut Perjanjian (tempat hadirat Tuhan).
      Rungan Maha Suci= kesempurnaan seperti Yesus.


    Kita semua sudah selamat, tetapi masih belum sempurna. Berarti, kedudukan kita ada di Ruangan Suci, itulah kandang penggembalaan. Kandang penggembalaan memindahkan kita dari keselamatan pada kesempurnaan.
    Jangan kehilangan keselamatan, tetapi maju pada penggembalaan dan bisa mencapai kesempurnaan.
    Dalam ruangan suci terdiri tiga macam alat = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Dulu, tiga macam alat memang terbuat dari emas murni, tetapi sekarang alat-alat tersebut sudah hancur dan sekarang tinggal arti rohaninya.


    • Pelita Emas = ketekunan dalam Ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya.
    • Meja Roti Sajian = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman pengajaran dan perjamuan suci (kurban Kristus).


    • Mezbah Dupa Emas = ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih-Nya.


    Kita tekun dalam tiga macam ibadah, sebab, Allah terdiri dari Allah Tritunggal, pribadi kita juga tritunggal yaitu terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.
    Jadi, dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita beribadah melayani dan bersekutu dengan Allah Tritunggal, sehingga setan tidak bisa menjamah dan merusak kita.

    Hasilnya: kita mengalami hati yang damai sejahtera (ketenangan), itulah hati nurani yang baik.
    Raja Daud mengatakan 'Tuhan adalah Gembalaku, dibaringkanNya aku di padang rumput yang hijau dan dituntunNya aku ke air yang tenang'= ada ketenangan.

    Kalau ada hati damai, maka semua baik, enak dan ringan.
    Kalau hati tidak tenang, semua tidak baik, kesehatanpun juga tidak baik.

    Untuk tergembala dengan benar dan baik, kita harus masuk Ruangan Suci.
    Untuk masuk kandang penggembalaan, memang harus melalui pintu sempit, tidak enak bagi daging, tetapi enak dan ringan dalam hidup kita, semua jadi baik dalam hidup kita. Kita tinggal tunggu waktu Tuhan.

    "Kalau kita punya ternak dan kita masukan dalam kandang. Ia tidak bisa mencari makan dan tunggu gembalanya datang untuk memberi makan. Apakah kita yang cari makan dan Tuhan di kandang? Atau kita yang di kandang dan Tuhan yang cari makan, kita tinggal menerima saja? Betapa luar biasanya sistem penggembalaan."

    Yesus lahir di kandang untuk menunjukan betapa ampuhnya sistem penggembalaan. Apa yang mustahil jadi tidak mustahil. Allah yang adalah Roh bisa lahir menjadi manusia.


  2. Yohanes 10: 3
    10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

    Syarat tergembala yang benar dan baik yang kedua: harus ada suara gembala.
    Domba-domba harus mendengar suara gembala= harus makan Firman penggembalaan.
    Firman penggembalaan adalah Firman pengajaran benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan:


    • setia. Memberi makan harus setia.

      "Saya dulu memelihara itik, saya tahu jam makannya. Kalau terlambat makannya, ia tidak bisa bertelur karena stress. Jangan pernah berkata, 'saya capek'."


    • teratur, berurutan dan berkesinambungan, seperti Meja Roti Sajian yang di atasnya diatur duabelas roti, masing-masing enam buah.
    • diulang-ulang supaya menjadi makanan bagi sidang jemaat.


    Hasilnya: jemaat bisa bertumbuh rohaninya ke arah kedewasaan rohani dan kesempurnaan.
    Inilah makanan domba-domba yaitu mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala, jangan suara asing, sebab, suara asing (ajaran palsu, gosip-gosip yang tidak benar) seperti sulur-suluran liar dan ada maut di dalamnya.

    Jangan mendengar suara asing, sebab kalau mendengar suara asing, kita akan dimakan oleh binatang buas = gugur dari iman (binasa selamanya).
    Biarlah hari-hari ini, kita makan Firman penggembalaan yang benar.
    Kalau makan makanan asing, semua akan kering, rohaninya kering, pelayanannya kering. Dalam persekutuan, benar-benar rawan, karena ada makanan asing di tengah-tengahnya.

    "Pembicara dan panitia bertanggung jawab di hadapan Tuhan, makanan apa yang disajikan dalam persekutuan tubuh Kristus (kumpulan nabi-nabi). Harus Firman pengajaran yang benar. Sebab bersekutu artinya makan bersama-sama."

Indah sekali dalam penggembalaan, kita tinggal makan dan memetik hasil-hasil yang baik.
Hasil tergembala dengan benar dan baik:

  1. 1 Petrus 1: 22
    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Hasil pertama: kita disucikan terutama dari dosa-dosa dalamt penggembalaan, yaitu:


    • kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf (sama-sama sebagai gembala), yaitu dosa iri hati karena Yusuf memiliki jubah maha indah (karena Yusuf dipakai oleh Tuhan). Sebenarnya, mereka semua dipakai oleh Tuhan.
      Kalau iri hati, berarti tidak menghargai kemurahan dan pemakaian Tuhan. Ini yang harus disucikan.

      Kalau iri hati dibiarkan, akan menjadi kebencian tanpa alasan. Ini yang mencerai beraikan tubuh Kristus.
      Hati-hati! Dosa ini justru muncul dalam penggembalaan.
      Bisa juga iri karena orang lain diberkati Tuhan = tidak menghargai berkat Tuhan.

      Kebencian tanpa alasan = sama seperti setan.


    • belajar dari Esau yang berburu (sistem beredar-edar) untuk mencari sesuatu (perkara-perkara jasmani) di dunia = tanpa pokok/tanpa firman pengajaran benar. Esau mengorbankan perkara rohani untuk mendapatkan perkara jasmani, sehingga ia letih lesu dan kehilangan segala-galanya.

      Jangan beredar-edar seperti pohon ara di tepi jalan! Apalagi mengorbankan domba-domba yang dibeli dengan darah Yesus untuk mendapatkan perkara jasmani!

      Akibatnya: Esau kehilangan hak kesulungan, hak waris kerajaan Surga.


    • belajar dari Yudas Iskariot yaitu keinginan akan uang (akar kejahatan), sehingga ia menjadi orang yang kikir dan serakah.
      Waktu ada perempuan meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu seharga 300 dinar (mahal dan hampir sama dengan upah satu tahun), Yudas berkata, 'ini sebaiknya diberikan pada orang miskin'. Padahal, bukan karena ia tulus untuk memberi, tetapi karena ia kikir, tidak mau memberi, bahkan serakah (mencuri milik Tuhan).

      Yudas sering mencuri milik Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.
      Dalam persekutuan tubuh Kristus seperti ini, jangan coba-coba, harus hati-hati! Kalau dalam ibadah semacam ini, di mana ada Firman pengajaran yang benar, tetapi ada yang macam-macam dengan keuangan/salah dalam keuangan, benar-benar akan jadi Yudas Iskariot dan keluar dari persekutuan tubuh Kristus, sama dengan masuk dalam persekutuan Babel yang akan binasa selama-lamanya.

      Ini adalah ikatan terakhir saat Israel akan keluar dari Mesir. Dan sekarang, ini adalah ikatan terakhir dari gereja Tuhan, yaitu soal keuangan. Kalau tidak ada pengajaran benar, yang ada adalah ikatan akan uang.


    Dosa-dosa inilah yang merusak penggembalaan dan persekutuan tubuh Kristus.
    Kita mohon penyucian dalam penggembalaan.

    Tadi, gembala memanggil domba-domba menurut namanya masing-masing.
    Artinya: saat kita disucikan dalam kandang penggembalaan, itu adalah saat Tuhan memanggil kita secara pribadi untuk menolong kita, bukan untuk menghancurkan kita. Dan sekaligus, Tuhan sedang menuliskan nama kita di kitab kehidupan. Semakin disucikan, semakin jelas panggilan Tuhan, semakin jelas pertolongan Tuhan dan semakin jelas nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.

    Oleh sebab itu, jangan berhenti tergembala dan berhenti sebagai gembala di tengah jalan! Sebab namanya belum selesai ditulis.
    Biarlah kita tergembala sampai garis akhir hidup kita, supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan.

    Kalau kita jeli membaca Alkitab, gembala adalah jabatan indah di hadapan Tuhan dan orang yang tergembala juga indah di hadapan Tuhan.


  2. Kalau kita sudah disucikan dari dosa-dosa di atas, maka kita bisa saling mengasihi dengan tulus ikhlas sampai mengasihi musuh (tidak ada musuh lagi). Kita sudah satu tubuh Kristus yang sempurna. Inilah hasil yang kedua.

    Dosa kakak Yusuf, Esau dan Yudas harus disucikan dulu. Jangan ada iri, kebencian tanpa alasan dan gosip-gosip.
    Kesatuan tubuh Kristus mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai tubuh Kristus yang sempurna.

Posisi orang yang tergembala dengan benar dan baik:
Yohanes 10: 27-28
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Yaitu, ada di dalam pelukan tangan belas kasih Gembala yang baik.
Malam ini, mantapkan bahwa hidup kita ada dalam tangan belas kasih Gembala yang baik.

Hasilnya:

  • 'pasti tidak akan binasa'= tangan belas kasih Gembala yang baik mampu memberikan jaminan kepastian untuk pemeliharaan hidup sekarang, masa depan yang berhasil dan indah sampai hidup kekal.
    Modal besar, gereja besar, bukan merupakan jaminan kepastian. Tetapi, tangan yang berlobang paku sanggup memberikan kita jaminan kepastian.


  • 'tidak merebut dari tanganKu'= tangan belas kasih Gembala yang baik sanggup memberikan kemenangan atas segala musuh (setan tritunggal), sehingga semua masalah selesai sampai yang mustahil.
    Setan adalah sumber masalah dan sumber yang tidak baik. Kalau menang, maka semua menjadi baik pada waktu-Nya. Apa yang rusak dan hancur, jadi baik malam ini.


  • Wahyu 7: 17
    7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Hasil ketiga: tangan belas kasih Gembala Agung mampu memberi jaminan kepastian untuk menuntun kita sampai ke takhta Yerusalem Baru (penggembalaan terakhir).
    Penggembalaan sekarang menentukan apakah sampai penggembalaan terakhir atau tidak. Kalau di sini kita sungguh-sungguh, pasti mencapai Surga.

    Bukti kalau kita menuju Surga (Yerusalem baru): kita harus mengalami pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Ini mujizat rohani terbesar yang kedua.
    Mujizat rohani terbesar yang pertama adalah Natal yaitu Allah yang adalah Roh, lahir menjadi sama dengan manusia. Mujizat terbesar kedua adalah manusia berdosa, dilahirkan baru/diubahkan untuk satu waktu menjadi sama dengan Allah. Ini keajaiban.
    Malam ini juga ada keajaiban di tengan kita.

    Wahyu 21: 27
    21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

    Salah satu yang diubahkan adalah, di dalam Yerusalem baru tidak boleh ada dusta, tetapi berkata benar dan baik, jujur di hadapan Tuhan. Kita jujur mengakui dosa dan kegagalan kita di hadapan Tuhan. Maka, keajaiban Tuhan akan terjadi malam ini untuk menolong kita, sampai satu waktu kita tidak salah dalam perkataan dan kita sempurna sama seperti Dia, kita benar-benar terangkat ke awan-awan. Kita bertemu Dia untuk masuk tempat penggembalaan terakhir, takhta kerajaan Surga, kita bersama Dia dan tidak ada lagi air mata.

    Kalau ada dusta, yang ada adalah kepahitan dan hancur.
    Tetapi, kalau berhenti dusta, maka keajaiban terjadi, semua jadi baik, manis dan sempurna dan kita layak masuk kerajaan Surga.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top