English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 04 Januari 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Matius...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 20 Juli 2017 (Kamis Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 26:36-37
26:36 Juga haruslah kaubuat tirai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 29 Januari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15 secara keseluruhan berbicara mengenai sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati, bahkan menyelamatkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Oktober 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:30-35 judulnya adalah PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Matius 26:30-31
26:30...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 Maret 2014 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas ...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Oktober 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 6: 25-34
6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Agustus 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 22 Juni 2016 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 September 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 22 Oktober 2014 (Rabu Malam)
Puji Tuhan, kita menggunakan kesempatan malam hari ini untuk bertelut di bawah kaki Tuhan, menyerahkan segenap kehidupan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 Februari 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15:20b-57 menunjuk pada 7 hal yang berkaitan dengan kematian Yesus

Ad.6. Sengsara salib mengenai...

Ibadah Raya Malang, 13 September 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Desember 2018 (Minggu Siang)
Penyerahan Anak

Markus 2: 13-14
2:13. Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia...

Ibadah Raya Malang, 26 Juli 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tujuh percikan darah...

Ibadah Raya Malang, 01 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ay. 29, terjadi...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Maret 2012 (Senin Sore)

Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian.

Sebenarnya, ada 2x7 percikan darah yang dilakukan oleh Harun setiap kali masuk ruangan maha suci 1 tahun sekali:
  • Matius 21= 7x percikan di depan tabut= sengsara yang dialami oleh sidang jemaat,
  • Matius 27= 7x percikan darah di atas tabut= sengsara yang dialami Yesus untuk menyelamatkan, memberkati, menolong sampai menyempurnakan sidang jemaat.
Jadi, sidang jemaat harus mengalami sengsara bersama Yesus untuk bisa selamat dan sempurna.

7x percikan diatas tabut perjanjian/7 sengsara yang dialami oleh Yesus dalam Matius 27:
  1. ay. 1-10= Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2012).
  2. ay. 11-26= Yesus dihadapan Pilatus.
  3. ay. 27-31= Yesus diolok-olok.
  4. ay. 32-50= Yesus disalibkan sampai mati.
  5. ay. 51-56= mujizat-mujizat pada kematian Yesus.
  6. ay. 57-61= Yesus dikuburkan.
  7. ay. 62-66=kubur Yesus dijaga.
Malam ini kita masih pelajari sengsara Yesus yang pertama: YESUS DISERAHKAN KEPADA PILATUS DAN KEMATIAN YUDAS ISKARIOT.

Matius 27: 1-5
27:1. Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.
27:2. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan
menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.
27:3. Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
27:4. dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
27:5. Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci,
lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

= Yesus mengalami sengsara karena dikhianati oleh Yudas Iskariot dan dijual pada imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi.
Selanjutnya, Yesus diserahkan pada Pilatus untuk diadili supaya Yesus dihukum mati.

Pada akhirnya, Yudas menyesal karena sudah menjual Yesus dan ia menggantung diri sampai isi perutnya terburai keluar.
Ini penyesalan yang tidak ada artinya.

Galatia 3: 13
3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Sebenarnya, Yesus rela mati tergantung di kayu salib untuk membebaskan kita dari kutukan dosa.
Yudas menggantung diri, artinya: menolak korban Kristus, sehingga menjadi kehidupan yang terkutuk.

Ini pelajaran berharga bagi kita.
Yudas yang hebat, bisa menjadi kehidupan yang terkutuk. Apalagi kita....!

3 hal yang mengakibatkan kutukan:
  1. Kejadian 3: 16-19
    3:16. Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
    3:17. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "
    Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
    3:18. semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
    3:19. dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan
    engkau akan kembali menjadi debu."

    = permulaan kutukan.
    'engkau akan kembali menjadi debu'= kalau terkutuk, tidak ada kemuliaan dan kembali menjadi debu.

    Penyebab kutukan yang pertama: melanggar larangan Tuhan (Adam dan Hawa memakan buah yang dilarang oleh Tuhan).

    Pelanggaran ini terjadi karena:

    • Hawa mendengar perkataan ular= mendengar ajaran asing sampai terpengaruh ajaran-ajaran palsu.

      2 Yohanes 1: 10-11
      1:10. Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
      1:11. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.


      Untuk mencegah tragedi taman Eden, larangan ini diperketat, yaitu tidak memberi kesempatan sama sekali pada ajaran asing.

    • 'Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu'= Adam mendengar perkataan istrinya dan Hawa menjadi kepala dalam nikah.
      Kalau istri menjadi kepala, maka kepala rumah tangga itu adlah ular, bukan Kristus.

      Sebab itu, kita harus hati-hati, sebab ajaran asing ini justru bisa datang dari orang yang dekat dengan kita.

    Akibatnya: Adam dan Hawa hidup dalam suasana kutukan dosa, yaitu:

    • perempuan sakit waktu mengandung dan melahirkan anak.
      Artinya: banyak air mata, sakit hati, dan pedih hati.

    • pria susah payah dalam mencari nafkah dan banyak ari mata.

    • 'dari tanah kembali jadi tanah'= menjadi manusia darah daging yang tidak mengalami keubahan hdup dan menjadi makanan ular.

      Kejadian 3: 14
      3:14. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

      Menjadi makanan ular= jadi sama dengan antikris atau masuk dalam aniaya antikris sampai pemancungan kepala.

      Aniaya antikris, itulah kutukan yang sebenarnya.

    1 Timotius 4: 1-5
    4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
    4:2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
    4:3. Mereka itu
    melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
    4:4. Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur,
    4:5. sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.


    Diakhir jaman, ajaran sesat akan menyusup dalam soal nikah dan makanan (kembali pada peristiwa taman Eden).

    'melarang orang makan makanan yang dihalalkan oleh Tuhan', artinya: secara rohani: menolak ajaran-ajaran benar.
    Secara jasmani: kembali kepada taurat, padahal hukum taurat sudah digenapkan oleh kematian Yesus, sehingga semua makanan adalah halal.

    Markus 7: 18-19
    7:18. Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
    7:19. karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian
    Ia menyatakan semua makanan halal.

    = Yesus sudah menghalalkan semua makanan secara jasmani, dengan syarat harus disucikan lewat Firman dan doa ('sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa').

    Makanan ini disucikan dari kutukan dan racun-racun, sebab tanah ini sudah dikutuk, sehingga yang tumbuh dari dalamnya mengandung kutukan.

    Tujuan makan makanan jasmani yang benar adalah kenyang, puas dan sehat.
    Kalau tujuannya untuk memuaskan hawa nafsu daging, ia tidak akan pernah puas, sehingga jatuh dalam dosa makan minum.

    Ajaran sesat juga 'melarang orang kawin', artinya: melarang orang kawin secara sah, sehingga mengarah pada 'kumpul kebo'.

    3 aspek yang harus diperhatikan untuk nikah yang sah/nikah yang benar:

    • direstui orang tua dari kedua belah pihak. Kalau tidak direstui, tapi tetap menikah, justru akan memulai masalah.
    • direstui oleh pemerintah (dicatat di catatan sipil).
    • direstui oleh gembala (diteguhkan dan diberkati oleh seorang gembala).

    Tujuan menikah yang benar adalah menjadi satu daging.
    Tempat tidur adalah tempat untuk menjadikan 1 daging.
    Kalau menikah untuk melampiaskan hawa nafsu daging, maka ia tidak akan pernah puas dan jatuh dalam dosa kawin mengawinkan.

    Amsal 23: 1-2
    23:1. Bila engkau duduk makan dengan seorang pembesar, perhatikanlah baik-baik apa yang ada di depanmu.
    23:2.
    Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!

    Supaya tidak jatuh dalam hawa nafsu, kita harus menaruh pisau di leher. Artinya: kita mengalami penyucian lewat Firman pengajaran yang benar sampai kita bisa mengucap sykur kepada Tuhan ('leher' menunjuk pada penyembahan). Inilah kepuasan sejati yang tidak bisa dijatuhkan oleh apapun.

    Kalau mengomel soal makanan, pasti akan mengomel soal nikah/sex, karena keduanya berkaitan.

  2. Maleakhi 3: 8-10
    3:8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
    3:9.
    Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
    3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.


    Penyebab kutukan yang kedua: mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusu).
    Disinilah Yudas Iskariot berada, dimana ia suka mencuri uang sampai menjual Yesus.

    Hal ini terjadi, karena hatinya terikat pada keinginan akan uang.
    Bukan uangnya yang salah, tetapi IKATANNYA.

    Kalau sudah terikat pada uang= menyembah mamon.
    Karena Israel mencuri milik Tuhan, maka Israel mengalami kutukan sampai dianggap sebagai bangsa kafir ('hai kamu seluruh bangsa').
    'seluruh bangsa'= bangsa kafir.

    Perpuluhan ini dikaitkan dengan makanan dirumah Tuhan= Firman penggembalaan.
    Tanpa Firman penggembalaan, Israel berada dalam keadaan terkutuk.

    Tanpa perpuluhan dan tanpa Firman penggembalaan, bangsa kafir sama dengan anjing (berada dalam dosa sampai puncaknya dosa dan binasa).

    Sebaliknya, lewat perpuluhan, bangsa kafir bisa menjilat remah-remah roti (ada makanan), sehingga terjadi pengangkatan oleh kuasa Firman supaya bangsa kafir menjadi domba-domba yang digembalakan dan dipelihara oleh Tuhan.

    Kejadian 28: 20-22
    28:20. Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
    28:21. sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
    28:22. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah.
    Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

    = perpuluhan adalah pengakuan bahwa kita SUDAH diberkati oleh Tuhan= pengakuan bahwa kita hidup dari kemurahan Tuhan.
    Yang dipentingkan bukan uangnya, tetapi PENGAKUANNYA.
    Dasarnya adalah kebenaran.

    10-(1/10nya)= 9.
    '9'= kasih karunia.
    Jadi, kalau mengembalikan perpuluhan, kita hdiup dalam Tangan kasih karunia Tuhan yang tidak pernah habis.

    'batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah'= perpuluhan juga dikaitkan dengan pembangunan rumah Allah.
    Artinya: kalau mengembalikan perpuluhan, kita memasukan diri dalam pembangunan rumah Allah dan tidak masuk dalam pembangunan babel.

    Persembahan khusus, dasarnya adalah kerelaan hati.
    Dan ini juga mengarah pada pembangunan tabernakel.

    Keluaran 25: 1-2
    25:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa:
    25:2. "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku
    persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

    Jadi, lewat perpuluhan dan persembahan khusus, kita dikaitkan dengan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dan kita menempatkan Yesus sebagai Kepala yang bertanggung jawab atas hidup kita.

  3. Matius 21: 18-19
    21:18. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
    21:19.
    Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

    Penyebab kutukan yang ketiga: banyak kehidupan anak Tuhan seperti pohon ara yang berdaun lebat tetapi tidak berbuah.

    Artinya: aktif beribadah melayani Tuhan, tetapi tidak memuaskan Tuhan.

    Secara normal, kalau sudah berdaun lebat, pohon ara ini sudah ada buahnya, paling tidak, sudah ada buah pendahuluan.
    Kalau tidak ada buah pendahuluan, tidak akan ada buahnya.

    Mengapa tidak berbuah? Sebab seperti pohon ara ditanam di tepi jalan, bukan di bait Allah (tidak tergembala).
    Kalau carang tidak melekat pada Pokok, tidak akan bisa berbuah.

    Praktiknya:

    • beredar-edar= belum mantap dalam Firman penggembalaan/Firman pengajaran yang benar (bagaikan belum punya Pokok anggur yang benar).
      Akibatnya: bertemu dengan singa (ajaran-ajaran palsu yang menerkam dan membinasakan).

    • tidak tekun/tidak setia dalam kandang penggembalaan.
      Hari-hari ini, kita harus memperhatikan ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, supaya kita bisa berbuah.
      3 macam ibadah pokok= bagaikan sumber air kehidupan.

      Kalau tekun dalam 3 macam ibadah pokok, kita bagaikan pohon yang ditanam di tepi aliran air, sehingga tidak pernah kering dan bisa menghasilkan buah.

    • tidak taat dengar-dengaran.

    Malam ini, biarlah kita menjadi kehidupan yang tergembala.

    Yohanes 4: 34
    4:34. Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    Buah yang dinantikan oleh Tuhan adalah

    • 'Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia'= taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar apapun resikonya.

    • 'menyelesaikan pekerjaan-Nya'= setia sampai garis akhir.

    Taat dan setia= buah kasih yang didambakan oleh Tuhan= TAHBISAN MEMPELAI.

    Bangsa kafir hanya anjing. Tetapi kalau mau tergembala dengan baik, akan menghasilkan buah kasih dan kita hidup dalam Tangan kanan Gembala Agung yang kuat.
Hasilnya:
  • Yohanes 10: 27-28
    10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka
    pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    Hasil pertama: Tangan kanan Gembala Agung memberikan kepastian untuk memelihara kehidupan kita ditengah kesulitan dunia sampai hidup kekal selama-lamanya.

  • Mazmur 118: 15-16
    118:15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
    118:16.
    tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

    Hasil kedua: Tangan kanan Gembala Agung memberi kemenangan atas setan tritunggal, sehingga semua masalah diselesiakan dan kita bisa hidup benar

  • Tangan kanan Tuhan meninggikan/mengangkat kita dari kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
    Kita juga dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    Bahkan, kita disucikan dan diubahkan sampai diangkat ke awan-awan yang permai.

    Makin diubahkan, hidup kita akan makin terangkat, sampai Yesus datang ,kita diubahkan jadi sama dengan Dia.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top