English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 22 November 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:30-35 tentang PERINGATAN TUHAN KEPADA PETRUS.

Tuhan memperingati Petrus...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juni 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Januari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 45-51
= tentang berjaga-jaga yang dikaitkan dengan waktu kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Desember 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 36-44
Kita harus senantiasa berjaga-jaga.
ay. 43-44= berjaga-jaga dikaitkan dengan pencuri datang.

Ibadah Raya Malang, 23 Februari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 tentang penglihatan Yohanes di...

Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2014 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 November 2013 (Kamis Sore)
Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Ambon.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Doa Surabaya, 27 April 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 15
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka...

Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang I, 27 Juli 2011 (Rabu Sore)
Tema: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= satu-satunya berita yang dibutuhkan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 16 Desember 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Keluaran 1:14
1:14 dan memahitkan hidup mereka dengan...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 24 Maret 2015 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 10:21-29 adalah tulah kesembilan, yaitu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Juni 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15
7:13 Dan seorang dari antara...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 22 Mei 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "
Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, yang menimbulkan KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani--kelaparan akan firman Allah--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).

Kelaparan ini terjadi dari zaman ke zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 21 Mei 2017):

  1. Zaman Allah Bapa; zaman permulaan; dari Adam sampai Abraham--kurang lebih dua ribu tahun--; diwakili oleh Abraham; sudah terjadi, bagaimana Abraham sampai mengorbankan hak dan kepercayaan nikah, karena kelaparan.
  2. Zaman Anak Allah; zaman pertengahan; dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali--kurang lebih dua ribu tahun--; diwakili oleh Ishak; sudah terjadi.
    Ishak juga mengalami kelaparan dan gangguan dalam nikah, yaitu sembunyi-sembunyi--menyembunyikan sesuatu di dalam nikah.

    Zaman Abraham dan Ishak sudah terjadi, sekarang merupakan nubuatan bagi kita sekalian (sudah diterangkan dalam Ibadah Raya Surabaya, 21 Mei 2017).


  3. Zaman Allah Roh Kudus; zaman akhir; diwakili oleh Yakub; waktu itu Yakub ada di kanaan yang dilanda kelaparan, dan Yusuf di Mesir.
    Kejadian 42: 1-2, 5
    42:1. Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?"
    42:2. Lagi katanya: "Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati."

    42:5. Jadi di antara orang yang datang membeli gandum terdapatlah juga anak-anak Israel, sebab ada kelaparan di tanah Kanaan.

    Waktu itu Yusuf ada di Mesir, yang menyimpan banyak gandum--Yusuf dilahirkan pada masa tua Yakub.
    Kejadian 37: 3
    37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

    Yakub gambaran dari Allah Roh Kudus. Masa tua Yakub menunjuk pada pekerjaan dari Roh Kudus hujan akhir/kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, yang menghasilkan mempelai wanita sorga--gereja mempelai diwakili oleh Yusuf.

    Kelaparan terjadi di akhir zaman--zaman Allah Roh Kudus--; di zaman Yakub, untuk menghalangi pembentukan mempelai wanita sorga; untuk menghalangi kegerakan Roh Kudus hujan akhir/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; nikah yang rohani.

    Kalau dulu, pada zaman Abraham dan Ishak, yang dihalangi adalah nikah jasmani--Abraham menjual hak dan kepercayaan; Ishak sembunyi-sembunyi. Tetapi di zaman Yusuf, kelaparan rohani ini menghalangi nikah yang rohani.

    Jalan keluar menghadapi kelaparan di akhir zaman:


    • Jalan keluar yang pertama: lewat dua kali mimpi Yusuf:


      1. Kejadian 37: 5-7
        37:5. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
        37:6. Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:
        37:6. Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:
        37:7. Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu
        bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."

        Mimpi yang pertama: semua gandum tunduk pada gandumnya Yusuf.

        Gandum menunjuk pada firman pengajaran.
        Artinya: semua pemberitaan firman Tuhan akan memuncak pada kabar mempelai/firman pengajaran mempelai--Yusuf gambaran dari mempelai; gandum gambaran dari firman.
        Berarti, setiap kegerakan rohani/kegiatan ibadah pelayanan--Kanaan gambaran dari kegerakan rohani--harus dipimpin oleh kabar mempelai. Kalau tidak, akan masuk dalam kelaparan.

        Kanaan gambaran dari kegerakan rohani, tetapi kalau tidak ada kabar mempelai/pengajaran mempelai, akan masuk kelaparan. Harus ada gandum Yusuf!

        Jadi, gandum Yusuf yang tegak berdiri ini bukan sombong, tetapi pengertiannya adalah pengajaran apa saja: soal baptisan, Roh Kudus dan lain-lain, harus memuncak pada pengajaran mempelai.

        Inilah mimpi Yusuf untuk mengatasi kelaparan di akhir zaman yang menghalangi kegerakan Roh Kudus hujan akhir.


      2. Kejadian 37: 9
        37:9. Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."

        Mimpi yang kedua: kabar mempelai membawa kita/meningkatkan kerohanian kita sampai pada kualitas mempelai wanita sorga yang sempurna--menjadi terang dunia; Yesus berkata: Akulah terang dunia, kamulah terang dunia.; Yesus Mempelai Pria yang sempurna, kita mempelai wanita yang sempurna.

        Wahyu 12: 1
        12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.


      Inilah jalan untuk menghadapi kelaparan yang menghalangi pembangunan tubuh Kristus. Harus dengan gandumnya Yusuf--kabar mempelai--, tidak bisa yang lain. Bukan berarti kita lebih dari yang lain, tetapi semua pemberitaan firman Allah harus mengarah pada kabar mempelai, tidak bisa ke mana-mana.
      Karena itu, kita yang sudah di dalam kabar mempelai lalu meninggalkan kabar mempelai, akan sulit untuk kembali lagi--'yang terdahulu menjadi terkemudian, yang terkemudian menjadi terdahulu'. Orang yang tidak mengerti kabar mempelai, satu kali dengar sudah bergairah; yang sudah mengerti malah meninggalkan kabar mempelai, bisa-bisa tidak kembali lagi. Kita harus hati-hati!

      Harus menampilkan kabar mempelai yang akan menampilkan kita sebagai mempelai wanita sorga.


    • Jalan keluar yang kedua: lewat dua kali saudara Yusuf membeli gandum, artinya: kita harus mengumpulkan kabar mempelai secara dobel di akhir zaman ini.
      Ingat manna! Kalau dulu, bangsa Israel makan manna dari sorga, setiap hari mengambil satu gomer, tetapi pada hari keenam untuk menghadapi hari ketujuh--Sabat; sekarang menunjuk pada kedatangan Tuhan--, mengambil dua gomer (dobel).
      Hari keenam menunjuk pada akhir zaman.

      Mari, kita semua juga harus mengumpulkan kabar mempelai secara dobel.
      Sudah menerima kabar mempelai, bersyukur pada Tuhan--itu yang mengarahkan kita untuk menjadi mempelai--, tetapi kalau hanya satu kali, tidak cukup, kita akan lapar lagi. Sebab itu harus dobel, kita harus sungguh-sungguh!

      Mengumpulkan kabar mempelai secara dobel, artinya:


      1. Pengertian mengumpulkan kabar mempelai secara dobel yang pertama: pembelian yang pertama untuk mengatasi kelaparan; kita juga mengumpulkan kabar mempelai untuk mengatasi kelaparan. Tetapi waktu itu Benyamin tidak boleh ikut; Yakub berkata: Yusuf sudah mati, tinggal Benyamin anak yang lahir pada masa tua Yakub.

        Setelah itu pulang dan habis lagi gandumnya; masih lapar lagi.

        "Karena itu kalau kita dihina: firman sampai dua jam. Tidak apa-apa. Sekarang, mungkin orang tidak mengerti apa gunanya, tetapi nanti waktu terjadi kelaparan, mereka yang kelabakan. Kita sekarang mengumpulkan secara dobel; kalau hanya satu kali, tidak bisa."


      2. Pengertian mengumpulkan kabar mempelai secara dobel yang kedua: pembelian gandum yang kedua untuk penyatuan tubuh Kristus--Benyamin diajak; dua belas anak Yakub jadi satu di Mesir.
        Tidak pernah lapar lagi.


    Inilah cara mengatasi kelaparan di akhir zaman. Hati-hati! Nikah jasmani juga diancam sampai pada nikah rohani--dobel juga. Kalau nikah rohani diancam, berarti yang jasmani juga diancam.
    Dulu, zaman Abraham dan Ishak hanya nikah jasmani, tetapi kelaparan di zaman kita, yang diancam adalah pembentukan mempelai; nikah rohani, dan itu artinya nikah jasmani juga pasti dihancurleburkan--dobel juga. Nikah jasmani dan rohani mau dihancurkan oleh setan lewat kelaparan jasmani, terutama yang rohani. Kita jaga semua!

    Bagaimana cara menjaga? Yang pertama: lewat mimpi Yusuf; harus mengarah pada kabar mempelai. Tidak bisa tidak. Mau berita apa saja, harus mengarah pada kabar mempelai, sampai kita menjadi terang dunia. Yang kedua: sudah mengerti kabar mempelai, harus mengumpulkan secara dobel, jangan sedikit-sedikit: untuk mengatasi kelaparan dan untuk kesatuan tubuh Kristus; sudah tidak pernah lapar lagi.
    Dua belas anak Yakub menjadi satu Mesir--Mesir gambaran dari dunia--, artinya pembangunan tubuh Kristus terjadi di dunia.

    Sekali lagi, bukan kesombongan kalau gandum Yusuf tegak dan yang lain tunduk. Kalau lihat di Tabernakel, pengajaran apa saja: tentang iman (pintu gerbang), harus menuju tabut perjanjian, kalau tidak, tidak ada gunanya, apakah mau di pintu gerbang terus? Ada yang mengajarkan Roh Kudus, juga harus menuju ke tabut perjanjian. Semua harus mengarah pada kabar mempelai. Pengajaran apa saja, silahkan, tetapi harus mengarah pada kabar mempelai/tabut perjanjian.

    Proses kesatuan tubuh Kristus:
    Kejadian 42: 7-9
    42:7. Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya, tetapi ia berlaku seolah-olah ia seorang asing kepada mereka; ia menegor mereka dengan membentak, katanya: "Dari mana kamu?" Jawab mereka: "Dari tanah Kanaan untuk membeli bahan makanan."
    42:8. Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka.
    42:9. Lalu
    teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka. Berkatalah ia kepada mereka: "Kamu ini pengintai, kamu datang untuk melihat-lihat di mana negeri ini tidak dijaga."

    'teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka'= mimpi Yusuf ini nantinya akan digenapi, artinya: pekerjaan kabar mempelai akan digenapi.


    • Proses kesatuan tubuh Kristus yang pertama: proses penyucian--dibentak, ditegor oleh Yusuf, bukan dielus-elus.
      Firman pengajaran memang lain; kalau firman penginjilan kita dielus-elus: Ayo percaya Yesus, pasti diberkati.

      "Boleh saja, saya dulu begitu juga. Saya dulu mencari keselamatan dan minta pintar ke kuburan. Anak-anak sekarang berdoa di sini, alangkah bahagianya kalian. Saya dulu kadang ke kuburan nenek moyang, kadang ke kuburan orang sakti. Ada penginjilan, akhirnya percaya Yesus."

      Tetapi kalau kabar mempelai, jangan kaget! Sudah datang jauh-jauh, firman berkata: Anjing! Babi!
      2 Timotius 4: 2
      4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

      Tanpa kesucian tidak mungkin terjadi kesatuan. Kesatuan tanpa kesucian adalah kesatuan semu, paling maksimal sampai liang kubur. Tetapi banyak yang sudah lari di tengah jalan. Tanpa kesucian tidak mungkin ada kesatuan.

      Prosesnya:


      1. Firman pengajaran menyatakan apa yang salah= menyatakan dosa sampai puncaknya dosa, supaya kita bisa sadar, menyesal dan mengaku dosa-dosa kita.
        Kejadian 42: 21
        42:21. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Betul-betullah kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita."

        Dulu saudara-saudara Yusuf seenaknya: memasukkan Yusuf ke sumur, lalu menjual Yusuf. Tetapi setelah ada kabar mempelai, baru mereka sadar.
        Kita juga, mungkin kita tertawa-tawa kalau memfitnah orang, karena tidak sadar. Tetapi setelah ditusuk pedang firman kita bisa sadar: Kasihan dia.
        Kalau mengaku dosa, kita akan diampuni.

        Kalau mengaku, Yusuf bukan marah, tetapi menangis. Ini adalah tanda pengampunan.
        Keluaran 42: 24a
        42:24a. Maka Yusuf mengundurkan diri dari mereka, lalu menangis.

        Kalau kita sadar, menyesal dan mengaku pada Tuhan dan sesama, kita akan diampuni. Istilah 'Yusuf menangis' artinya: kita diampuni, bukan dihukum; dosa kita dibasuh oleh darah Yesus. Ini pentingnya mendengar firman.


      2. Firman pengajaran menegor kita dengan keras, supaya kita bertobat--mati terhadap dosa--, tidak melakukan dosa lagi.
        Seringkali sudah mengaku dan diampuni, lalu kita berbuat dosa lagi. Jangan!


      3. Firman pengajaran menasihati kita, supaya kita tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian.


      Inilah proses kesatuan yaitu harus benar dan suci dulu. Kalau sama-sama benar dan suci, pasti jadi satu, tidak usah diapa-apakan--terang dengan terang jadi satu. Tetapi kalau terang dengan gelap, tidak akan bisa jadi satu. Karena itu harus disucikan. Suami dan isteri harus disucikan; harus satu pengajaran supaya bisa disucikan dan bisa menyatu. Kalau tidak, nanti satu terang, satu gelap, susah untuk menyatu.


    • Proses kesatuan tubuh Kristus yang kedua: proses penebusan/pendamaian.
      Waktu pembelian gandum yang pertama, Benyamin tidak dibawa. Waktu pembelian yang kedua, Yusuf meminta Benyamin harus dibawa; Simeon ditahan di Mesir. Kemudian mereka lapor kepada Yakub, tetapi Yakub tidak mengizinkan Benyamin dibawa, sampai akhirnya Yehuda yang tampil: Aku yang tanggung semuanya. Setelah Yehuda tampil, barulah Yakub mengizinkan Benyamin dibawa.

      Kejadian 43: 8-9, 11
      43:8. Lalu berkatalah Yehuda kepada Israel, ayahnya: "Biarkanlah anak itu pergi bersama-sama dengan aku; maka kami akan bersiap dan pergi, supaya kita tetap hidup dan jangan mati, baik kami maupun engkau dan anak-anak kami.
      43:9. Akulah yang menanggung dia; engkau boleh menuntut dia dari padaku; jika aku tidak membawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu, maka akulah yang berdosa terhadap engkau untuk selama-lamanya.
      43:11. Lalu Israel, ayah mereka, berkata kepadanya: "Jika demikian, perbuatlah begini: Ambillah hasil yang terbaik dari negeri ini dalam tempat gandummu dan bawalah kepada orang itu sebagai persembahan: sedikit balsam dan sedikit madu, damar dan damar ladan, buah kemiri dan buah badam.

      Dulu Yehuda tampil sebagai jaminan. Yahuda gambaran dari Yesus--Yesus dari suku Yehuda. Yesus rela mati di kayu salib sebagai jaminan untuk penebusan kita semua; mulai suami isteri diperdamaikan, dalam penggembalaan, bisa menjadi satu--Benyamin dibawa, berarti bisa menjadi satu. Kalau Benyamin tidak dibawa, tidak bisa jadi satu; tetap sebelas anak. Tetapi ketika Yehuda tampil, baru Yakub percaya.

      Yesus harus mati di kayu salib sebagai korban pendamaian untuk memperdamaikan nikah rumah tangga--suami, isteri, anak, orang tua, kakak adik, menantu mertua; harus berdamai, saling mengaku dan mengampuni--, penggembalaan--kalau ada apa-apa, saling mengaku dan mengampuni--, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu--damai sejahtera antara Israel dan kafir.

      Inilah proses penebusan/pendamaian. Mulai dari nikah, bukan zamannya lagi sama-sama keras, tetapi mari berdamai. Di dalam penggembalaan dan antar penggembalaan juga berdamai, sampai tubuh yang sempurna--Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

      Efesus 2: 13-16
      2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
      2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
      2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
      2:16. dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

      'yang jauh'= kafir.
      'yang dekat'= Israel.
      Proses berdamai: saling mengaku dan mengampuni. Apa artinya kurban Kristus; mengapa Dia sampai berkorban di kayu salib? Untuk menyelesaikan dosa, bukan membuat kita kaya.

      Kalau kita sungguh-sungguh menerima dan menghargai korban pendamaian, mari saling mengaku dan mengampuni, dan darah Yesus akan membasuh dosa-dosa kita semua, sampai tidak ada bekasnya.

      Hasilnya: hati damai sejahtera; semua enak dan ringan. Dosa itu yang membuat kita letih lesu dan berbeban berat.

      Mari, saling mengaku dan mengampuni, sampai hati damai, semua akan menjadi enak dan ringan. Jangan ada lagi perseteruan/tembok pemisah: iri hati, perselisihan, bisik-bisik, gosip, kepahitan hati dan sebagainya. Harus dirobohkan semua! Harus diselesaikan semua lewat saling mengaku dan mengampuni.


    • Proses kesatuan tubuh Kristus yang ketiga: baru terjadi kesatuan tubuh Kristus--dua belas anak Israel bertemu.
      Disucikan dulu--ada pedang--, kemudian mengalami pendamaian--ada kurban Kristus. Ada firman dan kurban Kristus, perhatikan ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; itu menuju kesatuan tubuh. Setelah itu baru terjadi kesatuan tubuh Kristus yang sempurna.

      Kejadian 45: 4, 15
      45:4. Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.
      45:15. Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap dengan dia.

      'Marilah dekat-dekat'= Efesus 2: 13: 'kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat", dan menjadi satu'.
      Yusuf tidak dendam, ini sama seperti Yesus berseru di kayu salib: 'Bapa, ampunilah mereka.'
      'mencium'= berdamai.
      'memeluk'= menjadi satu.

      Kesatuan tubuh Kristus sama dengan menempatkan Yesus sebagai kepala. Mulai dari nikah, mari, semuanya pegang pedang; ada penyucian--dosa ditunjuk, ditegor dan dinasihati--sehingga kita bisa hidup benar dan suci; tidak ada hukuman lagi.
      Kemudian, saling mengaku dan mengampuni. Setelah itu baru ada kesatuan tubuh Kristus; kita menempatkan Yesus sebagai kepala di dalam nikah, penggembalaan dan antar penggembalaan. Luar biasa!

      Kalau tidak ada pedang--tanpa penyucian--, serigala dan burung yang jadi kepala.
      Tetapi kalau ada pedang, serigala dan burung diusir; keinginan jahat dan najis, jerat-jerat kejahatan dan kenajisan habis semua terkena pedang. Ada darah/pendamaian, Yesus menjadi kepala, mulai dari rumah tangga, penggembalaan dan antar penggembalaan.

      "Manusia tidak bisa menjadi kepala.
      Dulu saat akan diadakan BTIC (Bride Tidings International Conference), ada satu orang kaya dari Medan berkata: Jangan ada yang berkorban, simpan uangmu semua, aku semua yang tanggung--dua milyar tahun 1988. Tetapi tidak diizinkan oleh Tuhan, karena Dia rindu Dia yang jadi kepala, bukan manusia. Kalau manusia yang jadi kepala, itu berarti dikuasai serigala dan burung. Jangan tempatkan uang atau lainnya sebagai kepala! Sebaliknya, tahun 2005 waktu pertama kali ibadah persekutuan ke Medan, keluarga orang ini bertanya: 'Pak, nanti ada kolekte?': 'Tidak ada.': 'Dari mana uangnya?': 'Dari iman.' Sampai sekarang sudah 12 tahun; empat kali setahun. Kalau bukan dari iman, mau dari mana?
      "

      Mari, tempatkan Yesus sebagai kepala!

      Hasilnya: paling sedikit ada dua aktifitas Yesus sebagai kepala:
      Efesus 5: 25-30
      5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
      5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
      5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
      5:28. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
      5:29. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
      5:30. karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

      'kita adalah anggota tubuh-Nya'= Yesus kepala dan kita tubuh-Nya; Dia suami/Mempelai Pria, dan kita isteri/mempelai wanita-Nya.


      1. Aktifitas Yesus sebagai kepala yang pertama: ayat 29= mengasuh dan merawati isteri--seperti induk ayam meletakkan anak-anak ayam di bawah kepak sayapnya. Anak ayam, apalagi baru menetas, ada jagungpun tidak bisa makan, apalagi tidak ada jagung, karena itu induknya yang memberi makan.
        Artinya:


        1. Yesus memberi makan sampai berkelimpahan--sampai mengucap syukur--sehingga kita tidak kelaparan.
        2. Yesus melindungi dengan hati-hati menghadapi burung elang, ular, panas terik.
        3. Yesus memelihara  dengan kehangatan--kebahagiaan sorga; bagaikan anak ayam di bawah kepak sayap induknya; bagaikan bayi dalam gendongan tangan ibunya.


        Itulah keadaan kita yaitu lemah, tak berdaya--hanya seperti anak ayam dan bayi. Bayi ditaruh di kamar, diberi makanan apa saja, tidak bisa apa-apa, apalagi di padang pasir. Kalau tidak meletakkan Tuhan sebagai kepala, mau apa kita?

        Mari, kumpulkan gandum Yusuf--kabar mempelai--secara dobel sehingga kita masuk dalam proses penyatuan tubuh Kristus: penyucian, pendamaian--jangan ada iri, benci dan sebagainya; selesaikan semua; berdamai--dan penyatuan tubuh--tempatkan Yesus sebagai kepala; bergantung sepenuh pada Tuhan, bukan pada yang lain.

        Anak ayam, ada jagung berapa banyakpun, tidak bisa apa-apa; bayi, ada susu dan makanan, tidak bisa apa-apa. Hanya bergantung pada ibunya--bergantung pada Tuhan.

        Mari, dalam doa penyembahan pada malam hari ini, sadarlah bahwa kita hanya bayi, hanya anak ayam yang tidak bisa apa-apa. Jangan ada kebanggaan atau kekecewaan, tetapi datang pada Tuhan, serahkan semua kelemahan kita, dan tempatkan Dia sebagai kepala!


      2. Aktifitas Yesus sebagai kepala yang kedua: ayat 26= memandikan kita secara dobel: dengan air dan firman; menyucikan lahir dan batin kita, sampai tidak bercacat cela--sempurna seperti Dia; mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai.

Sungguh-sungguh! Kelaparan ini akan kita hadapi. Zaman Abraham dan Ishak, nikah jasmani yang mau dihancurkan. Zaman akhir dobel: nikah jasmani mau dihancurkan, sampai pembangunan mempelai--pembentukan mempelai; nikah rohani--mau dihancurkan juga dengan kelaparan.

Kumpulkan gandum Yusuf secara dobel! Harus mengarah pada kabar mempelai/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Kumpulkan secara dobel, yaitu dengar sampai lakukan firman!
Hasilnya: terjadi penyatuan.
Prosesnya: kita disucikan, diperdamaikan, sampai disatukan. 

Tempatkan Dia sebagai kepala! Hubungan kepala dengan tubuh adalah leher--menunjuk pada penyembahan. Lewat doa penyembahan, tempatkan Dia sebagai kepala: Saya hanya anak ayam, saya hanya bayi yang tidak bisa apa-apa. Mohon uluran tangan anugerah yang besar.

Kita kecil, tetapi hidup dalam tangan anugerah yang besar.
Dia yang akan bertanggung jawab, sampai kita sempurna; layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai.
Kita sembah Dia! Jangan putus asa atau bangga akan sesuatu, tetapi serahkan semua kepada Dia! Kaum muda, serahkan hidup kepada Dia!

Yang sudah diberkati, yang sudah baik nikah dan buah nikahnya, tetap mengucap syukur, tetap serahkan pada Tuhan, mengaku bahwa kita tidak mampu, dan butuh naungan Tuhan. Yang masih belum baik secara jasmani, rohani, nikah dan buah nikah, jangan putus asa! Serahkan pada Dia! Dia sanggup menolong. Kaum muda, untuk masa depan, studi dan lain-lain, serahkan kepada Dia! Bersama keluarga, kita serahkan semua.

Seperti bayi hanya menangis; seperti anak ayam yang menciap-ciap, kita juga hanya menyembah Dia; hanya mohon belas kasih Tuhan, anugerah yang besar; naungan sayap induk ayam pada anaknya, pelukan ibu pada bayinya.
Mungkin suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, kesempatan bayi menangis kepada Tuhan, anak ayam menciap-ciap pada induknya. Jangan marah, putus asa dan kecewa! Tuhan tolong. Yang sudah mapan, yang sudah enak, yang sudah baik, jangan lengah! Tetap butuh tangan anugerah yang besar. Kita semua mantap bahwa kita hanya bergantung pada naungan sayap Tuhan/pelukan tangan Tuhan, bukan yang lain.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top