English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 04 April 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Natal di Hotel Tychi Malang, 24 Desember 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:8-11
10:8 Dan suara yang telah kudengar...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juli 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budiman Tampubolon Matius 24: 32-33
Kedatangan Yesus kedua kali sudah dekat waktunya dan sudah diambang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 November 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 15-17 => Perumpamaan Tentang Orang-orang Yang Berdalih
14:15. Mendengar...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Juni 2019 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Kartika Graha III, 29 April 2010 (Kamis Sore)
Yohanes 1:29
Tema: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Ini merupakan...

Ibadah Doa Malang, 24 September 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:1-11...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Februari 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:26-28
14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Oktober 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-23 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Sebelum kedatangan Yesus kedua kali, akan...

Ibadah Raya Malang, 18 Desember 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Februari 2020 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Jayapura

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Doa Malang, 14 Desember 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Maret 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 21 Mei 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "
Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, yang menimbulkan KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani--kelaparan akan firman Allah--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).
Akibatnya: manusia, termasuk hamba Tuhan/anak Tuhan rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi, artinya tetap hidup dan enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, sampai binasa selamanya.

Kelaparan ini terjadi dari zaman ke zaman--kita sudah belajar kelaparan yang terjadi pada zaman Yusuf (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Mei 2017), sekarang secara lengkap--:

  1. Zaman Allah Bapa; zaman permulaan; dari Adam sampai Abraham--kurang lebih dua ribu tahun--; diwakili oleh Abraham.
    Kejadian 12: 10-16
    12:10. Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
    12:11. Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: "Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.
    12:12. Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
    12:13. Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau."
    12:14. Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik,
    12:15. dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya.
    12:16. Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.

    Ini adalah gambaran dari dahsyatnya kelaparan rohani. Karena kelaparan Abram rela mengorbankan Sarai, isteri.
    Jadi kelaparan--baik jasmani terutama yang rohani--itu mengganggu nikah rumah tangga.

    Apa yang diganggu? Hubungan nikah.
    Hubungan nikah adalah:


    • 1 Korintus 7: 3-4
      7:3. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
      7:4. Isteri
      tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.

      'tidak berkuasa'= tidak berhak.

      Yang pertama: hubungan nikah adalah hubungan hak dan kewajiban yang diatur oleh Tuhan--kewajiban dulu, bukan hak--:


      1. Kewajiban mutlak seorang suami adalah mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar. Kalau suami sudah melakukan kewajibannya, isteri akan menjadi hak dari suami, yang tidak bisa diganggu gugat.
        Ini diatur oleh Tuhan.

        Kalau suami berani mengasihi isteri seperti diri sendiri apapun keadaan isterinya, dan tidak berlaku kasar, tidak usah takut, isteri akan menjadi hak suami sepenuhnya, yang tidak bisa diganggu gugat.


      2. Kewajiban mutlak seorang isteri adalah tunduk pada suami dalam segala hal. Ada yang berkata: kalau tunduk, kamu diinjak-injak. Salah!
        Kalau isteri melakukan kewajiban, suami akan menjadi hak sepenuhnya dari isteri; tidak bisa diganggu gugat oleh yang lain.


      Hasilnya: nikah menjadi satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan atau diganggu gugat orang lain.


    • Yang kedua: hubungan nikah adalah hubungan kepercayaan Tuhan; bukan seenaknya menikah.
      Ada yang dipanggil/dieprcaya menikah, harus menikah, kalau tidak, hancur. Tetapi ada yang dipanggil tidak menikah, jangan menikah, kalau menikah, hancur juga. Ini semua kepercayaan dari Tuhan.


    Akibat kelaparan jasmani dan rohani--tidak ada kepuasan; kelaparan akan firman--, Abram MENJUAL HAK DAN KEPERCAYAAN DARI TUHAN.

    Suami diberi hak dan kepercayaan dari Tuhan, tetapi akibat kelaparan jasmani terlebih yang rohani, Abram--suami--menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan--isteri tidak diakui sebagai isteri, tetapi adik.
    Bisa sebaliknya, isteri yang menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan--menjual suaminya.

    Ini bahayanya kelaparan. Mungkin bukan kelaparan jasmnai, tetapi yang bahaya adalah kelaparan rohani. Kalau suami-isteri tidak mau mendengar dan makan firman--lapar secara rohani--, suami-steri akan saling menjual hak dan kepercayaan Tuhan. Isteri mulai tidak mau melakukan haknya, begitu juga suami.

    Supaya tidak jatuh dalam kelaparan baik jasmani maupun rohani--kalau lapar, akan rebah semua; enjoy dalam dosa sampai puncaknya dosa--, kita harus menjunjung tinggi hak dan kepercayaan Tuhan di dalam nikah kita masing-masing:


    • Suami memiliki hak dan kepercayaan dari Tuhan: mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar pada isteri;
    • kemudian isteri tunduk pada suami;
    • kalau ditambah anak-anak: taat dengar-dengaran pada orang tua. Kalau tidak taat, anak-anak juga menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan.


    Anak adalah kepercayaan Tuhan. Ada yang dipanggil Tuhan menikah dan tidak; sesudah dipanggil menikah, ada yang dipercaya punya anak, ada yang tidak. Tidak masalah, itu kepercayaan Tuhan; sama seperti mati atau hidup; ada orang kristen yang mati, ada juga yang hidup sampai Tuhan datang. Tidak masalah, itu semua kepercayaan Tuhan dan Dia yang atur.

    Kalau anak-anak sudah dilahirkan ke dunia, itu merupakan hak dan kepercayaan dari Tuhan supaya anak-anak taat dengar-dengaran pada orang tua. Kalau tidak, janak-anak juga menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan; masuk juga dalam kelaparan secara jasmani--ekonomi tidak baik--dan rohani--rebah dan tidak bangun-bangun lagi. Ngeri!

    Mari, saling menjaga supaya kita tidak masuk dalam kelaparan jasmani dan rohani yang akan melanda bumi ini. Biarlah kita menjunjung tinggi/menjaga hak dan kepercayaan Tuhan dalam nikah kita masing-masing, sesuai dengan jabatan kita masing-masing di dalam nikah: suami, isteri dan anak.

    Ada tiga hak Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat:


    • Hak Tuhan yang pertama: persepuluhan dan persembahan khusus--ini yang terkecil. Hati-hati! Dengan adanya krisis/kelaparan--seringkali akan merasa gaji kurang, hamba Tuhan juga merasa kekurangan--, akan ada banyak anak Tuhan/hamba Tuhan yang menjual haknya Tuhan yaitu tidak mengembalikan persepuluhan.

      "Pengalaman saya sebagai seorang pengurus, saya tahu berapa hamba Tuhan yang memberikan persepuluhan."

      Akibatnya bukan bertambah baik; menghadapi krisis sudah tidak baik, lalu menjual haknya Tuhan, akibatnya: terkutuk; bersuasana duri: letih lesu, berbeban berat, kepedihan, pahit getir, air mata, kesusahan, dan tidak dapat masuk kemuliaan--dari debu kembali ke debu; jadi makanan ular. Seharusnya kita dari debu kembali dalam kemuliaan; sama mulia dengan Tuhan.

      Memang semua mengalami ujian--ujian iman--, baik sidang jemaat maupun hamba Tuhan; kita hidup dari Tuhan/firman atau dunia. Kalau hidup dari Tuhan/firman, kita tidak akan mengambil atau menjual haknya Tuhan; tetapi kalau kita merasa hdiup dari dunia, kita akan menjual haknya Tuhan.
      "Kita harus waspada. Saya juga. Kalau saya sebagai gembala dua kali: kutukan atas dirinya dan jemaat jadi kering, tidak ada makanan--salahnya dobel, hutang darahnya dobel, kutukannya dobel. Jadi gembala juga harus menjunjung tinggi hak dan kepercayaan dari Tuhan mengenai persepuluhan; ketika menerima persepuluhan.
      Gembala hanya dipercaya untuk menerima; persepuluhan bukan milik gembala, tetapi Tuhan.
      Kalau persepuluhan kepada sesama, enak sekali, bisa saling main mata. Tetapi ini langsung kepada Tuhan.
      Kalau tidak bisa dipercaya, akan dihentikan oleh Tuhan.
      "

      "Dalam mengembalikan persepuluhan, gembala juga bertanggung jawab. Kalau gembala tidak mengembailkan persepuluhan--menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan--, tidak akan ada makanan dalam sidang jemaat. Jemaat menjadi korban, dan jemaat akan masuk dalam krisis/kelaparan rohani, sampai kebinasaan. Ini tanggung jawab seorang gembala."

      Sungguh-sungguh hari-hari ini! Jangan seperti Abram yang menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan dalam nikah dan Rumah Tuhan (persepuluhan dan persembahan khusus).


    • Hak Tuhan yang kedua: penyembahan. Kalau sudah salah soal persepuluhan--yang terkecil; uang adalah perkara kecil di hadapan Tuhan--, akan terjadi penyimpangan dalam ibadah pelayanan dan penyembahan kepada Tuhan. Ini yang bahaya.

      Penyimpangan dalam ibadah pelayanan= tidak setia.
      Penyimpangan dalam penyembahan= kering; tidak mau menyembah Tuhan.
      Ini juga hutang darah yang tidak bisa dibayar.
      Tuhan katakan: Tidak tahukan kamu bahwa tubuhmu sudah dibeli dengan darah yang mahal? Tubuhmu bukan milik kamu sendiri, tetapi milik Tuhan--Bait Allah. Bait Allah adalah tempat ibadah pelayanan dan penyembahan kepada Tuhan.

      Jadi, kalau sudah ada korupsi dalam persepuluhan, akan terjadi penyimpangan juga dalam ibadah pelayanan dan penyembahan kepada Tuhan; mulai tidak setia dalam ibadah pelayanan sampai meninggalkan ibadah pelayanan, penyembahan mulai kering sampai tidak mau menyembah Tuhan. Ini adalah kehidupan yang disediakan untuk antikris; berhadapan dengan aniaya antikris selama tiga setengah tahun.

      Ada dua kemungkinan saat aniaya antikris:


      1. Kemungkinan pertama: hanya sedikit yang tetap menyembah Tuhan, tetapi dia akan dianiaya sampai dipancung.
      2. Kemungkinan kedua: banyak yang tidak kuat sehingga menyembah antikris dan dicap 666. Secara jasmani, enak dan bisa melakukan apapun di dunia, tetapi rohaninya sudah mati dan akan dibinasakan selamnaya saat Tuhan datang.


      Perhatikan hak Tuhan! Di dalam nikah, perhatikan kewajiban suami, isteri dan anak-anak, supaya tidak masuk krisis! Suami jangan sombong kalau bisa bekerja dan lain-lain! Kalau kita menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan dalam nikah, sebentar lagi akan terjadi kelaparan. Jangan main-main!
      Isteri juga, kalau menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan, akan menuju kelaparan, terutama yang rohani; anak-anak juga jangan sombong! Kalau tidak taat, masuk kelaparan juga; rebah semua.

      Demikian juga di dalam rumah Tuhan, kita perhatikan persepuluhan dan persembahan khusus, ibadah pelayanan dan penyembahan. Ini adalah hak dan kepercayaan dari Tuhan. Kita tadinya rumah yang hancur, tetapi dibeli dengan darah yang mahal untuk menjadi Rumah Tuhan; menjadi tempat ibadah pelayanan dan penyembahan yang sungguh-sungguh.
      Sekalipun kita sibuk di dunia, jangan lupa, ini adalah milik Tuhan; hak dan kepercayaan yang harus kita kembalikan pada Tuhan.


    • Hak Tuhan yang ketiga: mempelai wanita Tuhan--ini menyangkut nikah.
      Mempelai wanita Tuhan adalah gereja yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, dan masuk nikah yang rohani/perjamuan kawin Anak Domba; nikah yang sempurna.

      Oleh sebab itu, jaga nikah yang jasmani sesuai dengan firman pengajaran yang benar, kalau mau masuk perjamuan kawin Anak Domba! Tuhan memberikan pengajaran/kabar mempelai kepada kita untuk mempersiapkan kita menjadi mempelai wanita-Nya--gereja yang sempurna.

      Ada penginjilan untuk membawa kita percaya Yesus, bertobat; diselamatkan dan diberkati.
      Tetapi ada kabar mempelai (firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua) untuk menyempurnakan gereja Tuhan, supaya bisa bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai dan masuk perjamuan kawin Anak Domba--nikah rohani antara Kristus dengan gereja Tuhan.

      Oleh karena itu kita harus menjaga dua hal:


      1. Yang pertama: jaga nikah yang jasmani, yaitu:


        1. Kebenaran nikah yaitu sesuai dengan firman/kabar mempelai.
        2. Kesucian nikah dijaga lewat kabar mempelai. Mau menikah harus sesuai dengan alkitab. Kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan, penyimpangan, tidak boleh!
          Tidak usah bertanya atau seminar! Sudah ada di alkitab! Tinggal baca alkitab, sudah selesai--dulu zaman Lot, laki-laki dengan laki-laki dihukum oleh Tuhan, selesai.


        3. Kesatuan nikah.
          Kalau tadi, suami dan isteri sama-sama melaksanakan hak dan kewajibannya, suami-isteri akan menjadi satu.


        Jaga kebenaran, kesucian dan kesatuan nikah, mulai dari permulaan nikah, perjalanan sampai akhir nikah--masuk perjamuan kawin Anak Domba--! Sebagai suami, isteri dan anak, jaga kebenaran, kesucian dan kesatuan--anak-anak, jaga kesatuan dengan orang tua--, untuk mencapai menjadi milik Tuhan (mempelai Tuhan)!


      2. Yang kedua: jaga pengajaran/kabar mempelai yang benar dna murni! Jangan dicampur atau ditambah/dikurangi! Jangan dijual!

        Tadi, nikah jasmani juga dijaga sampai akhir nikah; nikah jangan dijual juga! Kabar mempelai jangan dijual!
        Abram rela isterinya dibawa orang, dan dia mendapatkan lembu.

        Kejadian 12: 16
        12:16. Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.

        Semua didapatkan, tetapi kalau dilanjutkan, dia tidak bisa menjadi mempelai wanita Tuhan--dia mengalami kehancuran nikah.
        Jangan jual nikah dan kabar mempelai hanya untuk mendapatkan perkara-perkara dunia! Tidak akan bisa menjadi mempelai wanita Tuhan; tidak bisa sempurna; tertinggal saat Yesus datang! Jangan korbankan nikah hanya karena perkara-perkara dunia! Pelayayan juga jangan dikorbankan!

        Ukuran keberhasilan nikah, pelayanan dan hidup kita di dunia, bukan ditentukan oleh banyaknya perkara jasmani, tetapi kalau menuju pada kesempurnaan. Harus menuju kesempurnaan; harus mengalami penyucian sampai menjadi mempelai wantita Tuhan yang sempurna, yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

        Mari, ke arah sana semua!
        Mari, berdoa semua! Segala yang jasmani bukan ukuran. Ukuran yang benar adalah nikah, ibadah pelayanan dan hiiup kita mengalami penyucian. Mau miskin atau kaya silahkan, tetapi kita mengalami penyucian sampai kesempurnaan; menjadi mempelai wanita Tuhan. Itu yang harus kita kejar lebih dari semua!

        Untunglah Abram sadar. Kalau tidak, dia akan hancur sekalipun dapat lembu dan lain-lain.


    Kalau karena pekerjaan dan lain-lain, rumah tangga kita goncang, sadarlah, mari kembali, atur dulu rumah tangga! Bukan berarti tidak boleh kerja dan sebagainya, tetapi atur dulu rumah tangga; kembali dulu, bicara dulu antara suami dan isteri dengan baik. Yang penting kita mengejar penyucian sampai kesempurnaan.
    Jangan terganggu! kalau terganggu, semua akan terganggu dan hancur.

    Inilah kelaparan pada zaman Abraham, yang mengakibatkan kita menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan dalam nikah dan iibadah pelayanan. Biarlah kita menghargai hak dan kepercayaan dari Tuhan.
    Kembali pada nikah yang benar, ibadah pelayanan yang benar--penyucian--, firman yang benar--kabar mempelai--dan penyembahan yang benar!


  2. Zaman Anak Allah; zaman pertengahan; dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali--kurang lebih dua ribu tahun--; diwakili oleh Ishak.
    Kejadian 26: 1, 7
    26:1. Maka timbullah kelaparan di negeri itu. --Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.
    26:7. Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: "
    Dia saudaraku," sebab ia takut mengatakan: "Ia isteriku," karena pikirnya: "Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya."

    Akibat kelaparan di sini, nikah juga terganggu; Ishak tidak berani mengakui Ribka sebagai isterinya.
    Ishak mengakui Ribka sebagai saudaranya; memang benar dia saudaranya, tetapi lebih tepatnya dia sekarang adalah isterinya. Inilah kelaparan--secara jasmani terutama rohani, kelaparan akan firman--, yaitu tetap mengganggu nikah dan buah nikah.

    Tadi, zaman Abraham, akibat kelaparan adalah menjual hak dan kepercayaan dari Tuhan.
    Sekarang, akibat kelaparan: terjadi sesuatu yang gelap, TIDAK TERANG-TERANGAN.

    "Kalau ditanya: Dari mana?: Oh...ini...itu--tidak jelas. Malah marah: Jangan urus-urus! Itu dalam keadaan lapar rohani. Sekalipun uangnya banyak, kalau tidak terang-terangan, itu berarti rohaninya lapar; ada sesuatu yang disembunyikan, ada sesuatu yang gelap, yang disembunyikan dalam nikah. Isteri baru minta untuk lihat handphone suaminya, suami sudah 'kebakaran jenggot', berarti ada sesuatu yang samar-samar. Kalau saya dengan isteri, handphonenya sama, jadi tidak bisa sembunyi-sembunyi. Tidak apa-apa punya handphone sendiri-sendiri, yang penting tidak sembunyi-sembunyi. Hati-hati, itu sangat berbahaya.
    Apa saja, jangan ada yang disembunyikan! Mau ke mana, jangan sembunyi-sembunyi! Harus terang-terangan! Ini gangguan dalam nikah akibat kelaparan jasmani terutama rohani: terjadi sesuatu yang gelap dalam nikah; tidak terang-terangan soal uang, handphone dan sebagainya. Jangan bilang: saya tidak ada apa-apa! Kalau sudah bilang: tidak ada apa-apa, sudah harus pasang kuda-kuda. Kalau anak gadis/perjaka kita dilarang: Kamu jangan ke sana!: Oh, tidak ada apa-apa! Tambah keras bilang: tidak ada apa-apa, tambah 'borgol'nya. Itu sudah ada apa-apa. Bahaya!
    "

    Kalau tidak terang-terangan, akibatnya: mudah sekali nikah dan buah nikah itu tersandung, terjatuh, sampai hancur lebur.
    Kejadian 26: 10
    26:10. Tetapi Abimelekh berkata: "Apakah juga yang telah kauperbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami."

    Soal apa saja, harus terang-terangan: anak pada orang tua, suami pada isteri, isteri pada suami. Kalau tidak, MUDAH SEKALI tersandung dan jatuh, sampai hancur lebur.

    "Kaum muda perhatikan! Kalau berkata pada orang tua: Jangan ikut-ikut! Itu sudah mudah sekali tersandung, jatuh dan hancur berkeping-keping."

    Jaga, jangan sampai tidak puas dalam firman penggembalaan! Mohon, doakan saya juga, kita berdoa juga, supaya Tuhan selalu membukakan firman bagi kita. Jangan sampai tidak puas dengan makanan di dalam penggembalaan, karena itu akan membawa pada kelaparan, dan kalau sudah lapar, semua akan hancur. Mohon pada Tuhan!

    "Saya sebagai gembala juga tidak mampu. Mohon doakan terus! Kalau kita semua berdoa, Tuhan akan memberikan kita makanan yang bisa memuaskan dan mengenyangkan kita. Tuhan tolong."

Jalan keluar
supaya tidak jatuh dalam kelaparan: kita harus aktif dalam penaburan benih firman Allah sampai menghasilknan seratus kali lipat.
Kejadian 26: 12
26:12. Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Menghadapi kelaparan, saat itu Ishak langsung menabur. Kita juga harus aktif dalam penaburan benih firman sampai menghasilkan seratus kali lipat. Kita berdoa juga supaya dalam ibadah pelayanan, kita mengutamakan pembukaan rahasia firman Allah. Kalau tidak, akan lapar juga sekalipun beribadah; dalam 2 Timotius 3: 1-5, manusia egois dan lain-lain padahal mereka beribadah. Mengapa? Karena tidak ada penaburan firman; masuk kelaparan; yang ada hanya hiburan dan kemakmuran.

Yang harus dijaga dalam penaburan adalah:

  1. Yang pertama: menjaga benih firman. Kalau benihnya salah, akan busuk juga.
    Imamat 19: 19
    19:19. Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku. Janganlah kawinkan dua jenis ternak dan janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih, dan janganlah pakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan.

    'Kamu harus berpegang kepada ketetapan-Ku'= kita berpegang pada ketetapan Tuhan, bukan gereja atau pendeta! Cukup satu benih saja!
    Hanya ada satu jenis benih firman pengajaran yang benar--tidak boleh dicampur dengan apapun--, yaitu tertulis dalam alkitab dan diwahyukan oleh Tuhan; dibukakan rahasianya, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Ini adalah firman pengajaran yang benar. Kalau dua benih, akan bingung dan tidak bisa tumbuh; tidak pernah mantap; tidak pernah suci.

    Perikop: kudusnya hidup. Kalau ada dua jenis, tidak akan pernah suci. Satu jenis benih, itulah kesucian dari Tuhan.


  2. Yang kedua: tanah hati dijaga supaya tetap baik. Ada empat macam tanah hati, tetapi kita ambil tanah hati yang baik yaitu hati yang lembut,artinya:


    1. Yang pertama: hati yang lembut bisa menerima firman Allah sekeras apapun--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--dan mau berubah.

      "Firman datang terus: Jangan berdusta! Lalu berdoa: Tuhan, tolong saya! Itu sudah melembut, ada harapan untuk bertumbuh dan berbuah. Tetapi kalau marah dan tidak mau datang lagi, berarti masih keras, berbatu dan lain sebagainya."


    2. 1 Tesalonika 2: 13
      2:13. Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

      Yang kedua: hati yang lembut bisa meneirma firman Allah sebagai perkataan Tuhan sendiri--asal ada ayat-ayat yang mendukung--, bukan sebagai perkataan manusia yang boleh dibantah, dikritik dan lain-lain.

Hasilnya
: firman Allah bertumbuh, berbunga dan berbuah tiga puluh, enam puluh, sampai seratus kali lipat. Ini menunjuk pada ruangan suci--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; ketekunan dalam kandang penggembalaan:

  • Tiga puluh kali lipat= pelita emas- ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
  • Enam puluh kali lipat= meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
  • Seratus kali lipat= mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

Inilah buah dari penaburan firman, yang diterima dengan tanah hati/hati nurani yang baik, yaitu bisa menerima firman sekeras apapun dan menerima firman sebagai perkataan Allah, bukan manuisa. Ini yang bisa berhasil--berbuah tiga puluh, enam puluh, sampai seratus kali lipat; sama dengan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok atau ketekunan dalam kandang penggembalaan sehingga kita bisa menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik. Apa itu? Kita belajar dari Petrus.

Yohanes 21: 18-19
21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana
Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Di sini, Tuhan bicara soal penggembalaan. Tiga kali pertanyaan Tuhan kepada Petrus (ayat 15-17) menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Dulu Petrus menarik Yesus saat Yesus mau disalib, tetapi setelah masuk penggembalaan, ia mengulurkan tangan kepada Tuhan. Ia rela mati untuk Tuhan.

Inilah kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik, yaitu kehidupan yang mengulurkan tangan kepada Tuhan, artinya: setia, percaya dan taat dengar-dengaran pada Tuhan apapun resiko yang dihadapi, sampai daging tidak bersuara lagi--Yesus taat sampai mati di kayu salib.

Apapun yang kita hadapi, kita hanya mengulurkan tangan setia dan percaya-mempercayakan hidup kepada Tuhan (taat dengar-dengaran), dan Gembala Agung akan mengulurkan tangan anugerah yang besar kepada kita untuk menghitung kita.
Kalau sudah ada di kandang penggembalaan, kita tinggal mengulurkan tangan. Pertahankan kesetiaan! Ada ujian iman hari-hari ini--dulu Petrus sampai mati--, kita tetap setia, percaya mempercayakan diri dan taat kepada Tuhan sampai daging tidak bersuara lagi. Itu saja!

Yehezkiel 20: 37
20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

Matius 10: 30
10:30. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

Sehelai rambut tidak jatuh kalau kita berada di kandang penggembalaan.

Kisah Rasul 27: 34
27:34. Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."

Ini cerita di tengah gelombang; kapal rasul Paulus sedang dihantam badai, tetapi ada jaminan sehelai rambutpun tidak jatuh. Apapun bentuknya ujian iman--ada yang diizinkan lapar, sakit dan lain-lain--, tujuannya adalah supaya kita bisa tetap mengulurkan tangan kepada Tuhan. Banyak yang tidak mau mengulurkan tangan.

"Ada seorang ibu bersaksi, anaknya masih muda, sekolah, sudah mau ikuti firman, sudah mau dengar firman yang kami beritakan. Suruh angkat tangan, tidak mau. Tetapi satu waktu, dia mau, ibunya sampai menangis. Sulit untuk mengangkat tangan ini, apalagi praktiknya: setia, percaya dan taat dengar-dengaran. Mau mempertahankan untuk mengangkat tangan terus, juga sulit, benar-benar ujian. Di tengah badai dan gelombang, kita diuji, apa masih bisa setia dan percaya kepada Tuhan? Kalau masih bisa, berarti kita ada di dalam tangan anguerah Tuhan yang besar, Dia menghitung kita. Jangan takut!"

Sehelai rambut di tengah gelombang dihitung oleh Tuhan.

Hasilnya:

  1. Hasil pertama: tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup memelihara hidup kita ynag kecil dan tak berdaya--seperti sehelai rambut--di tengah kesulitan/badai dunia sampai zaman antirkis:


    • Secara jasmani: tidak ada kelaparan--raja Daud berkata: 'Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku'--; kita dipelihara secara berkelimpahan (sampai mengucap syukur pada Tuhan).
    • Secara rohani: hidup benar, suci; ada kepuasan dan kebahagiaan sorga, sehingga kita juga mengucap syukur kepada Tuhan.


    Mari, bertahan untuk setia dan taat menghadapi badai apapun! Kita hanya setia dalam ibadah pelayanan, taat dan percaya-mempercayakan diri pada Tuhan, dan Dia yang akan mengulurkan tangan!


  2. Hasil kedua: tangan anugerah Tuhan yang besar memberikan damai sejahtera di tengah gelombang badai dunia, sehingga semua menjadi enak dan ringan; semua selesai pada waktunya; yang mustahil jadi tidak mustahil.
    Sungguh-sungguh hari-hari ini!
    Kita menghadapi gelombang, kita ada di penggembalaan supaya bisa mengulurkan tangan terus; supaya kita kuat. Tidak ada tempat lain, hanya ada di penggembalaan.

    Dulu, kalau Musa mengangkat tangan, Israel menang, kalau tangannya turun, orang Israel kalah. Karena itu tangan Musa ditopang oleh Harun dan Hur. Kita juga, di dalam penggemblaaan, Tuhan menopang kita. Biar sehelai rambut, tetapi setia! Jangan putus asa dan kecewa! Apapun yang terjadi, tetap angkat tangan sampai Tuhan datang kembali!


  3. Hasil ketiga: tangan anugerah Tuhan yang besar menuntun kita ke masa depan yang berhasil dan indah. Biar diterpa badai, tetapi ada masa depan yang berhasil dan indah.
  4. Hasil keempat: 'sehelai rambut tidak jatuh'= utuh/sempurna, artinya: tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup menyucikan dan mengubahkan sampai sempurna speerti Dia; mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Mari, ujian badai apapun, tetapi ulurkan tangan! Setan menghantam dengan badai supaya kita menurunkan tangan. Kalau sudah menurunkan tangan, habislah kita. Tetapi selama kita mengulurkan tangan, mau ada badai atau apapun, setan tidak bisa berbuat apa-apa karena kita ada di dalam tangan Gembala Agung dengan anugerah-Nya yang besar. Kita tidak akan tenggelam, biarpun sudah goyang.

Secara rohani atau rumah tangga sudah goyang, tetap kuatkan untuk setia dan percaya-mempercayakan diri kepada Tuhan! Tuhan akan menoong kita semua, sampai nanti kita terangkat di awan-awan yang permai; kita bersama Dia selamanya.
Tuhan tahu keadaan kita; kita hanya mengangkat tangan kepada Tuhan.

Kaum muda atau siapapun, apakah hidupmu dalam badai? Ulurkan tangan! Kalau langit biru terus, kita tidak akan pernah mengulurkan tangan. Ada gelombang, supaya kita bisa mengulurkan tangan. Kaum muda, serahkan masa depan pada Tuhan!
Petrus banyak mengalami kegagalan--dia memotong telinga orang, dia tenggelam--, tetapi dia berani mengangkat tangan kepada Tuhan. Kita juga mengangkat tangan setia, percaya dan taat kepada Tuhan.

Apapun yang terjadi, selama kita setia, percaya dan taat, kita tidak akan tenggelam; kita tidak akan dibiarkan oleh Tuhan, tetapi Dia tetap menghitung kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top