Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Gulungan kitab di tangan kanan Tuhan di takhta Sorga menunjuk pada Alkitab/ Kitab Suci yang kita miliki di dunia, yang merupakan wahyu dari Tuhan kepada hamba-hamba Tuhan yang dipakai oleh Tuhan.

Dalam Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat:
  1. Keluaran 20:1-17, firman Allah ditulis pada dua loh batu, sekarang pada hati dan pikiran kita.
  2. Keluaran 20:22 - Keluaran 23, firman Allah ditulis pada gulungan surat-surat, sekarang pada lembaran hidup kita, solah tingkah laku kita.
Jadi, firman Allah ditulis pada seluruh hidup kita.

Hasil penulisan firman Allah pada hati dan pikiran (dua loh batu):
  1. Keluaran 20:1-17 terbagi menjadi dua bagian:
    1. Loh batu pertama berisi hukum pertama sampai keempat, yang mengatur hubungan kita dengan Tuhan lewat ibadah pelayanan dan penyembahan kepada Tuhan.
      Keluaran 20:3-11
      20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
      20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
      20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
      20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
      20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
      20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
      20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
      20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
      20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

      Jika hubungan kita dengan Tuhan adalah baik (ibadah pelayanan dan penyembahan baik), sama dengan mengasihi Tuhan lebih dari semua, maka kita mendapatkan kebahagiaan pertama.

    2. Loh batu kedua berisi enam hukum, yang mengatur hubungan kita dengan sesama.
      Keluaran 20:12-17
      20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
      20:13 Jangan membunuh.
      20:14 Jangan berzinah.
      20:15 Jangan mencuri.
      20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
      20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."


      Hukum kelima adalah menghormati ayah dan ibu. Ini mengatur hubungan sesama yang paling dekat, yaitu anak dengan orang tua, menantu dengan mertua. Anak harus taat dengar-dengaran pada orang tua. Orang tua jangan membuat anak menjadi tawar hati, yaitu memaksakan kehendak yang tidak sesuai firman, atau orang tua menuruti/ membela anak yang salah. 
      Jika hubungan dengan orang tua adalah baik, itu sama dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri, maka kita mendapatkan kebahagiaan kedua.

      Hukum keenam adalah jangan membunuh. Ini mengatur hubungan antar saudara (kakak dengan adik, ipar). Jika hubungan baik, tidak ada kebencian, ini sama dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri, maka akan mendapatkan kebahagiaan ketiga.

      Hukum ketujuh adalah jangan berzinah. Ini mengatur hubungan suami dengan istri dalam nikah, yaitu harus menjaga kebenaran nikah sesuai dengan firman. Juga menjaga kesucian nikah mulai dari awal sampai akhir nikah. Juga harus menjaga kesatuan nikah, kesetiaan nikah. Jika hubungan suami istri baik, sama dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri, maka akan mendapatkan kebahagiaan keempat.

      Hukum kedelapan adalah jangan mencuri. Hukum kesembilan adalah jangan berdusta. Hukum kesepuluh adalah jangan ingin milik sesama. Ini mengatur hubungan kita dengan masyarakat pada umumnya. Jika hubungan baik, sama dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri, maka akan mendapatkan kebahagiaan kelima. 

    Lima kebahagiaan ini berasal dari lima luka Yesus di kayu salib.

  2. Dua loh batu = 10 hukum Allah = hukum kasih.
    Markus 12:28-34
    12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
    12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
    12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
    12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
    12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
    12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
    12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.


    Artinya jika hati dan pikiran kita ditulisi dengan firman Allah, maka kita akan mengalami kasih Allah. Prakteknya adalah:
    1. Mengasihi Tuhan dengan segenap tubuh, jiwa, roh, sama dengan mengasihi Tuhan lebih dari semua.
      Buktinya adalah kita bisa memperjuangkan ibadah pelayanan kepada Tuhan lebih dari segala perkara di bumi, sama dengan setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir. Sebab Tuhan sudah lebih dulu mengasihi kita, sudah memperjuangkan ibadah pelayanan kita.

      Dalam Perjanjian Lama, Tuhan memperjuangkan ibadah bangsa Israel dengan 10 tulah, sehingga mereka bisa beribadah.

      Ibrani 9:14
      9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

      Tuhan memperjuangkan ibadah bangsa Kafir lewat mati di kayu salib. Kalau mengutamakan perkara dunia lebih dari ibadah, itu merupakan hutang darah yang tidak bisa dibayar dengan apa pun juga.

      1 Timotius 4:8-10
      4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
      4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
      4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.


      Oleh sebab itu, kita harus memperjuangkan ibadah pelayanan kepada Tuhan lebih dari segala perkara. Mengapa demikian?
      • Semua perkara di dunia adalah terbatas gunanya dan sia-sia, maksimal hanya sampai di liang kubur.
      • Ibadah pelayanan berguna untuk hidup sekarang, masa depan yang baik, sampai hidup kekal selamanya.

    2. Mengasihi sesama seperti diri sendiri.
      Matius 7:12
      7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

      Roma 13:8
      13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

      Buktinya adalah tidak berhutang apa-apa kepada sesama, terutama tidak berhutang dosa. Juga tidak merugikan sesama, tidak berbuat jahat pada sesama, justru bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Manusia daging tidak memiliki kasih, hanya ada emosi, ambisi, dll. Dari mana kita mendapatkan kasih Allah?
    1 Yohanes 4:9-10
    4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
    4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.


    Kita mendapatkan kasih Allah dari korban Kristus di atas kayu salib. Malam ini adalah lewat Perjamuan Suci.

    Bagaimana caranya kita mendapatkan kasih Allah dari kayu salib?
    Yohanes 21:15-17
    21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.


    Caranya adalah lewat sistem penggembalaan yang benar dan baik, yaitu:
    1. Kita harus tergembala pada satu firman pengajaran yang benar.

    2. Selalu berada di kandang penggembalaan atau Ruangan Suci.
      Untuk masuk kandang penggembalaan, memang harus lewat pintu sempit atau penyaliban daging. Tetapi di baliknya ada kelimpahan sampai hidup kekal selamanya.

      Yohanes 10:9-10
      10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
      10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

      Dalam Ruangan Suci terdapat 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah:
      • Pelita Emas menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia Roh Kudus.
      • Meja Roti Sajian menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
      • Mezbah Dupa Emas menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.

      Di dalam kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa, roh kita melekat kepada Allah Tritunggal, sehingga kita tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal. Maka kita akan mengalami:
      • Ketenangan dan damai sejahtera. Tidak ada ketakutan, stres, kekuatiran. Kita tidak beredar-edar sehingga tidak letih lesu dan tidak berbeban berat. Semua menjadi enak dan ringan.
      • Pemeliharaan secara berkelimpahan dari Gembala Agung, sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
      • Penyucian secara berulang-ulang dan terus-menerus, sampai sedih hati atau hancur hati. Sasaran penggembalaan adalah hati dan pikiran.

      Hancur hati artinya saling mengaku (kepada Tuhan dan sesama) dan saling mengampuni. Maka darah Yesus akan menghapus dosa dan kasih dicurahkan.

      Yohanes 21:18-19
      21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Hancur hati juga artinya bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan, bisa taat dengar-dengaran kepada Tuhan. Taat dengar-dengaran sama dengan mengalami kasih Tuhan.

      Yohanes 14:23
      14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

      Mengulurkan tangan kepada Tuhan sama dengan menyembah Tuhan, mengaku hanya tanah liat, hanya domba sembelihan yang tidak bisa apa-apa. Kita menyerah sepenuh kepada Tuhan. Maka Tuhan akan mengulurkan dua tangan kasihNya, seperti memberi dua loh batu. Hasilnya:

      • Untuk menghancurkan anak lembu emas, atau menghadapi lembah kekelaman.
        Keluaran 32:4,9
        32:4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"
        32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

        Lembu emas menunjuk pada kekerasan hati. Keras hati sama dengan kebenaran diri sendiri, artinya sudah berbuat dosa tetapi tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain. Biar kita melembut, mau mengaku dosa, kembali pada firman pengajaran yang benar.
        Lembu emas juga menunjuk pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Malam ini, biar kita melembut dan tinggalkan dosa-dosa.
        Lembu emas juga menunjuk pada penyembahan berhala, kikir dan serakah. Ini harus ditinggalkan.

      • Untuk memberikan hikmat kebijaksanaan Sorga, untuk menghadapi lembah air mata, kesulitan, kegagalan, kemustahilan.
        Markus 12:30-34
        12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
        12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
        12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
        12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
        12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

        Hikmat dari Sorga menghapus segala pertanyaan. Artinya ada jaminan kepastian dari Tuhan untuk memelihara hidup kita di tengah kesulitan dunia sampai di jaman antikris. Jaminan kepastian untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Jaminan kepastian tidak ada air mata, yang ada hanya kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh dunia.

      • Untuk menanti kedatangan Yesus kedua kali. Ini adalah dua loh batu yang kedua.
        Keluaran 34:29
        34:29 Ketika Musa turun dari gunung Sinai--kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu--tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.

        Kulit muka Musa bercahaya, artinya terjadi pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mulai dari hati diubahkan menjadi jujur dan percaya, maka wajah pasti berseri apa pun yang kita hadapi. Jika tidak jujur dan percaya, maka pasti wajah muram, wajah pucat, wajah buruk. Jujur dan percaya sama dengan menjadi rumah doa. Jika mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani pasti akan terjadi. Sampai jika Tuhan datang kembali kedua kali, wajah menjadi bercahaya bagaikan matahari, dan kita menyambut kedatanganNya di awan-awan yang permai. Kita duduk bersanding dengan Dia di takhta Sorga selamanya.

        Yesaya 52:13-14
        52:13 Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
        52:14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--

        Jaminannya adalah korban Kristus di kayu salib. Dia sudah menjadi sangat buruk untuk menjadikan wajah kita berseri.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Persekutuan V Tana Toraja, 13 Februari 2014 (Kamis Sore)
    ... menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup Juruselamat semua manusia terutama mereka yang percaya. Yang kedua sebab lewat ibadah dan pelayanan yang benar kepada Tuhan kita mendapat jaminan kepastian secara dobel dari Tuhan baik hidup sekarang sampai hidup kekal selamanya. Perkataan ini benar JANGAN RAGU Tuhan tidak pernah menipu kita. Oleh sebab ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 27 Maret 2011 (Minggu Sore)
    ... raja seorang yang beribadah dan melayani Tuhan. Kalau manusia bisa lepas dari dosa apalagi bisa menjadi imam dan raja itu suatu KEAJAIBAN. Untuk keajaiban inipun setan tidak bisa melakukan. Kalau hanya sekadar sakit menjadi sembuh setan masih bisa melakukan. ay. sebenarnya imam dan raja adalah bangsa Israel dan keturunannya. Sedangkan bangsa kafir ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 November 2012 (Kamis Sore)
    ... jaman ke jaman hamba Tuhan pelayan Tuhan selalu menghadapi kemustahilan. Ada macam kemustahilan yang melanda dari jaman ke jaman Jaman Allah Bapa dari Adam sampai Abraham diwakili oleh Abraham dan Sarah. Kejadian . Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu ...
  • Ibadah Ucapan Syukur Surabaya, 29 Desember 2008 (Senin Sore)
    ... tersandung pada ibadah pelayanan sehingga kehilangan hak dibahas pada minggu kemarin . menjadi sandungan bagi orang lain. Matius Tersandung pada orang lain dan menjadi sandungan bagi orang lain itu sama saja. 'menyesatkan' menyandung pada bahasa aslinya . 'anak kecil' orang yang rendah hati jujur atau polos. Kalau menjadi sandungan bagi anak kecil hidup itu harus ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 12 November 2014 (Rabu Sore)
    ... Dan apabila keinginan itu telah dibuahi ia melahirkan dosa dan apabila dosa itu sudah matang ia melahirkan maut. Cara pertama yang dilakukan setan untuk menarik anak Tuhan hamba Tuhan lewat pencobaan-pencobaan. Setan adalah sumber pencobaan di segala bidang yang mengakibatkan hamba Tuhan anak Tuhan jatuh dalam pencobaan dan menuju kepada maut. Ada sumber ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 20 Maret 2016 (Minggu Sore)
    ... memusnahkan segala yang hidup. Yang pertama pelangi ada di AWAN. Artinya tidak ada lagi penghukuman karena dosa-dosa. Setelah bumi dihukum dengan air bah TUHAN menaruh pelangi di awan dan berjanji Tidak akan lagi penghukuman karena dosa-dosa. Bagaimana bisa terjadi karena orang yang berdosa seharusnya binasa--maut Roma - . Demikianlah sekarang tidak ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Maret 2023 (Kamis Sore)
    ... kamu seluruh bangsa Panggilan Allah Bapa ditujukan kepada kehidupan yang kehilangan suasana Firdaus manusia yang berdosa telanjang . Dulu Adam dan Hawa kehilangan suasana Firdaus karena makan buah terlarang. Bagi kita sekarang hamba pelayan Tuhan bisa kehilangan suasana Firdaus karena mencuri milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Mengapa terjadi ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Agustus 2013 (Senin Sore)
    ... Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. . Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita. . Dan dengan banyak ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Juli 2015 (Sabtu Sore)
    ... kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini. Ciri khusus penggembalaan adalah memberi makan domba-domba. Dalam penggembalaan tugas domba-domba adalah makan dan tugas gembala adalah menyediakan makanan bagi domba-dombanya. Sehebat apa pun kaum muda di dunia kita hanya seperti seseorang yang memiliki lima roti dan dua ikan dan ...
  • Ibadah Doa Malang, 10 Oktober 2017 (Selasa Sore)
    ... manusia dengan berbagai cara. Ada macam maut kematian Maut kematian secara jasmani meninggal dunia. Maut kematian secara rohani hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa sehingga terpisah dari Tuhan tersesat oleh ajaran palsu. Maut kematian kedua lautan api dan belerang. Korintus - Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia kita tidak akan mati semuanya tetapi ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.