English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2012 (Rabu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 November 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Malang, 25 Agustus 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 .... Dan ketahuilah,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 01 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:41-52 berjudul "Yesus pada umur...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Mei 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 20-21
13:20. Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku...

Ibadah Raya Surabaya, 14 Juli 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 April 2017 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Maret 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Mei 2020 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 15: 8-10=> perumpamaan tentang dirham yang hilang
15:8. "Atau perempuan...

Ibadah Doa Malang, 29 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara...

Ibadah Doa Malang, 13 November 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 18:9-14
18:9. Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 November 2010 (Senin Sore)
Matius 25 : 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Raya Malang, 23 Februari 2020 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:1
11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Agustus 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Januari 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:
26:2. "Kamu tahu, bahwa...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Mei 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 5-6
6:5. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya.
6:6. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "
Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Ini adalah pembukaan METERAI KETIGA.

Meterai pertama: kegerakan kuda putih (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Maret 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 10 April 2017).
Meterai kedua: kegerakan kuda merah (diterangkan pada Ibadah Jumat Agung Surabaya, 14 April 2017 sampai Ibadah Doa Surabaya, 10 Mei 2017).

Sekarang, meterai ketiga--penghukuman yang ketiga dari Allah Roh Kudus--atas dunia ini, yaitu kegerakan kuda hitam, artinya: terjadi KELAPARAN secara dobel: secara jasmani dan terutama secara rohani (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).

Kemudian disebutkan: makhluk yang ketiga berkata: "Mari!"
Wahyu 4: 7
4:7. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Makhluk yang ketiga--yang berseru: 'Mari!'--memiliki muka seperti manusia.

Jadi kegerakan kuda hitam adalah penghukuman atas dunia yang menyangkut kebutuhan pokok manusia yaitu makanan, sehingga terjadi kelaparan jasmani dan rohani.

Pada hari minggu kita belajar penyebab kelaparan yaitu hati yang tidak baik (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 14 Mei 2017).

Kejadian 45: 6
45:6. Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai.

Perikop: Yusuf memperkenalkan diri pada saudara-saudaranya.
Kelaparan selama tujuh tahun di zaman Yusuf menubuatkan kelaparan di akhir zaman dalam Kitab Wahyu 6.
Wahyu 1 = pendahuluan.
Wahyu 2-3= dua tahun.
Wahyu 6-19= lima tahun--Wahyu 19 adalah kedatangan TUHAN kedua kali.



Tujuh tahun--kelaparan tujuh tahun--di dalam kitab Wahyu dibagi menjadi dua: 3,5 tahun dan 3,5 tahun; Wahyu 2 dan 3 sampai Wahyu 6 selama 2 tahun, Wahyu 6 sampai Wahyu 12 selama 1,5 tahun--Wahyu 12 adalah titik tengahnya--, setelah itu Wahyu 12 sampai Wahyu 19 merupakan 3,5 tahun masa antikris berkuasa di bumi sampai kedatangan Yesus.



Jadi kelaparan dibagi menjadi dua:

  1. 3,5 tahun= kelaparan pertama (dari Wahyu 2 dan 3 sampai Wahyu 12), saat itu masih ada firman.
  2. 3,5 tahun= kelaparan kedua; zaman antikris (Wahyu 12 sampai Wahyu 19), sudah tidak ada firman; berarti sudah tidak ada pertolongan lagi.

KELAPARAN I

Wahyu 2-3 adalah penyucian tujuh sidang jemaat bangsa kafir; mulai dari jemaat Efesus sampai Laodikia (selama dua tahun), artinya: penyucian bangsa kafir sampai sempurna, tidak bercacat cela.

Kapan terjadinya? Kalau orang-orang yang menerima firman pengajaran yang benar, menjadi bosan, sudah tidak mau lagi--bosan, menyalahkan, tidak menghargai pengajaran lagi. Ini bahaya! Ini sudah permulaan untuk penyucian bangsa kafir.

"Saya mengajar Lempin-EL: Kalau lulusan Lempin-EL Kristus Ajaib sudah tidak mau lagi menerima firman pengajaran, itu sudah gejala kelaparan. Banyak lulusan Lempin-El berkata: Itu kuno. Ini sudah gejala kelaparan dan penyucian bangsa kafir akan terjadi."

Wahyu 6-12 kurang lebih satu setengah tahun; ini adalah kesempatan bangsa Israel untuk disucikan sampai sempurna, tidak bercacat cela.

Jadi bangsa kafir yang dipakai dulu, baru nanti kita dipakai dalam kegerakan ke Israel--untuk penyucian bangsa Israel. Penginjilan itu dari bangsa Israel ke bangsa kafir. Seharusnya Injil keselamatan hanya untuk orang Israel--TUHAN katakan: Aku datang hanya untuk mencari domba-domba yang hilang dari orang Israel--, tetapi karena sebagian menolak, Injil keselamatan dibawa pada bangsa kafir.

Sekarang, bangsa kafir menerima firman pengajaran dan disucikan, setelah itu kita akan dipakai dalam kegerakan penyucian bangsa Israel sampai sempurna, tidak bercacat cela--waktunya kurang lebih satu setengah tahun. Inilah yang disebut dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Puncak kegerakan Roh Kudus hujan akhir yaitu kita dipakai menuju ke Israel, sampai mereka menerima Yesus, disucikan sampai sempurna, dan sampai kita menjadi satu tubuh (Wahyu 12).
Jadi waktunya terlalu cepat--hanya satu setengah tahun.

Bangsa kafir yang sudah sempurna dan bangsa Israel yang sudah sempurna akan menjadi satu (Wahyu 12:1)
Wahyu 12: 1
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Bangsa Israel dan bangsa kafir ditampilkan sebagai mempelai wanita yang sempurna, yang tidak bercacat cela; sama dengan terang dunia--ada matahari, bulan dan bintang.
Wahyu 12: 14
12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Kemudian, mempelai wanita dikaruniakan dua sayap burung nasar yang besar untuk disingkirkan ke padang gurun, supaya:

  1. Bebas dari kelaparan rohani yang dahsyat. Karena nanti kelaparan yang dahsyat akan melanda dunia; pada kelaparan kedua sudah tidak ada firman dan semua rebah.
  2. Supaya bebas dari antikris. Kita dipelihara oleh TUHAN lewat firman pengajaran dan perjamuan suci selama tiga setengah tahun.
    Apa pekerjaan kita di padang gurun? Kita menantikan kedatangan Yesus yang akan datang kedua kali di awan-awan yang permai.

Jadi, Wahyu 12--titik tengah; 3,5 tahun--: Israel dan kafir sempurna dalam kegerakan hujan akhir, tampil sebagai mempelai wanita. Lalu dikejar oleh ular, tetapi diberikan dua sayap burung nasar untuk dilarikan ke padang gurun, bebas dari kelaparan kedua--kelaparan rohani yang dahsyat--dan antikris; kita dipelihara dengan firman pengajaran dan perjamuan suci, dan tugas kita: menanti kedatangan Yesus kedua kali.

Kelaparan yang kedua, kemarin sudah dibaca dalam Amos 8: mereka mengembara kesana kemari, tidak ada firman, malah rebah.

"Kemarin saat membaca ayat ini, kami berdua di pesawat bersyukur kepada TUHAN, sebab Kami ke sana ke mari untuk memberitakan firman. Nanti tidak ada lagi yang mau mendengar firman. Sekarang ini, yang mendengarkan firman, ada, yang memberitakan firman juga ada. Dipakai ke sana ke mari untuk memberitakan firman. Nanti ke sana ke mari tidak ada firman lagi dan semuanya rebah."

Dari Wahyu 12 sampai TUHAN datang (Wahyu 19:9) waktunya tiga setengah tahun; saat itu antikris berkuasa, tetapi kita berada di padang gurun, dan saat TUHAN datang kita diubahkan jadi sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Justru pada kelaparan pertama ini kita harus bergairah untuk mencari firman. Yang terdahulu jadi terkemudian, yang terkemudian jadi terdahulu. Ingat keledai muda! Keledai muda salah satu artinya: bangsa kafir yang baru menerima kabar mempelai, benar-benar semangat untuk dipakai. Kita harus hati-hati! Kita semangat dalam pengajaran, yang menyucikan kita sampai dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Dulu, sassarannya bangsa kafir--keledai--, tetapi di akhir zaman, sasarannya Israel; supaya menjadi satu, kemudian ke padang gurun untuk menantikan kedatangan TUHAN, masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9), sesudah itu masuk Kerajaan Seribu Tahun Damai (Wahyu 20), dan Yerusalem baru (Wahyu 21).

KELAPARAN II
Ini tepat pada zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun (dari Wahyu 12-19).

Siapa yang masuk kelaparan kedua? Kita bandingkan dengan zaman Yusuf:
Kejadian 47: 13
47:13. Di seluruh negeri itu tidak ada makanan, sebab kelaparan itu sangat hebat, sehingga seisi tanah Mesir dan tanah Kanaan lemah lesu karena kelaparan itu.

  1. Yang pertama masuk kelaparan kedua: tanah Mesir= orang-orang dunia yang tidak mengenal Yesus. Secara jasmani, mereka enak karena menyembah antikris. Tetapi secara rohani--terjadi kelaparan rohani--, mereka jahat sampai sadis, najis sampai najis sekali, benci sampai membunuh, tidak ada kasih dan lain-lain.


  2. Yang kedua masuk kelaparan kedua: tanah Kanaan=


    1. Kanaan adalah negeri perjanjian untuk umat TUHAN--bangsa Israel--, sekarang menunjuk pada orang Kristen.
      Jadi yang masuk kelaparan kedua adalah orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh mencari firman Allah/pribadi Yesus, dan tidak hidup dalam firman Allah--tidak hidup dalam kebenaran; karena firman Allah itu kebenaran.

      Sekarang ibadah bukan mencari firman, tetapi daging.


    2. Kanaan dihuni oleh saudara-saudara Yusuf yang adalah gembala-gembala.
      Artinya: gembala-gembala yang tidak ada pembukaan rahasia firman; tidak memberi makan sidang jemaat.

      Gembalanya lapar, apalagi jemaatnya. Ini akan terjadi!


    3. Kanaan menunjuk pada kegerakan yang besar--dulu orang Israel yang menuju Kanaan merupakan kegerekan besar, ada 603.550 laki-laki yang berumur dua puluh tahun ke atas--belum termasuk wanita dan anak-anak.
      Sekarang menunjuk pada kebangunan rohani, tetapi tidak menampilkan/tidak mengutamakan firman Allah.

      "Saya selalu katakan: kalau ada event besar, yang dikorbankan tentu pendeta--supaya tidak lama-lama firmannya. Satu waktu keponakan saya ulang tahun yang ketujuh belas. Event organizernya telpon: 'Om, firmannya 10 menit.' Saya bilang: 'Tidak usah, saya tidak mau.' Apa-apaan? Firman jangan dibatasi! Sekarang kebangunan rohani tidak lagi mengutamakan firman, tetapi menampilkan perkara jasmani (artis, pakar-pakar). Sekarang ini KKR bicara soal pakar musik, penyakit, bukan firman lagi. Sayang sekali. Ini kenyataan."

Inilah yang masuk kelaparan kedua--kelaparan rohani--: orang dunia--secara jasmani tidak apa-apa (jasmaninya terjamin karena menyembah antikris), tetapi rohaninya jahat, sadis dan najis--, tetapi orang Kristen harus hati-hati, baik Kristen umum, gembala (penggembalaan) dan kegerakan-kegerakan rohani yang tidak menampilkan firman; yang ditampilkan hanya perkara jasmani.

Gunakan masa kelaparan pertama sungguh-sungguh untuk disucikan sampai dialirkan pada bangsa Israel! Inilah kegerakan hujan akhir, puncaknya nanti hanya satu setengah tahun untuk bangsa Israel, sampai Wahyu 12: 1, kita sempurna--ditampilkan menjadi mempelai--dan disingkirkan ke padang belantara untuk menunggu kedatangan TUHAN; yang mati tidak disingkirkan ke padang gurun, tetapi nanti akan dibangkitkan; mati dan hidup sama-sama menyambut kedatangan TUHAN di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus yang akan datang, sampai Yerusalem baru.

Ada tiga hal yang terjadi pada zaman antikris--kelaparan kedua--; kita belajar dari zaman Yusuf:

  1. Kejadian 47: 18
    47:18. Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: "Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami.

    Hal pertama yang terjadi pada zaman antikris: uang dan ternak dikuasai oleh antikris--sudah dimiliki Firaun.

    Nanti milik orang Kristen diblokir semua. Mau beli sebungkus nasi saja harus menyembah antikris. Itu secara jasmani.
    Wahyu 13: 16-18
    13:16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    13:17. dan
    tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    13:18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah
    enam ratus enam puluh enam.

    Secara rohani artinya: KEHIDUPAN YANG TERIKAT AKAN UANG. Ini yang bahaya. Banyak uang tidak apa-apa, tetapi tidak boleh terikat akan uang. Kehidupan yang terikat akan uang akan dicap 666 sehingga menjadi milik antikris, dan binasa bersama antikris.

    Bukti dicap 666--memiliki/terikat keinginan akan uang--:


    • Beribadah melayani TUHAN hanya untuk mendapatkan perkara jasmani: uang dan lain-lain. Ini sudah diikat.
    • Sebaliknya, tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari perkara jasmani. Bukan tidak boleh kerja, sekolah, silahkan, tetapi berdoa, jangan sampai kita diikat, tetapi tetap mendahulukan TUHAN--mencari firman pengajaran yang benar--, sebab dari firman ini semua ada---langit dan bumi ada dari firman. Kalau kita mencari firman, berarti semua ada.

      Kalau mencari uang, bisa tidak cukup, tetapi kalau mencari firman, di dalam firman ada semua. Jangan dibalik! Kalau cari uang, firman akan ditolak; kalau cari firman, semuanya ada.


    • Kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah= merampas/mencuri milik orang lain, terutama milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      Mencuri milik sesama= korupsi dan sebagainya.


    Ini bukti dicap 666; uang dan ternak dikuasai antikris. Sekarang, orang yang terikat keinginan akan uang mulai dikuasai oleh antikris, mulai dicap 666.
    Amsal 11: 4
    11:4. Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

    'Pada hari kemurkaan' = pada hari kedatangan TUHAN.
    'kebenaran melepaskan orang dari maut'= kebenaran bisa melepaskan dari maut, apalagi cuma dari kelaparan.

    Kalau hidup kita bergantung pada harta; terikat pada uang, hidup itu tidak berguna dan akan binasa; diperbudak oleh uang sampai binasa selamanya.

    Yang benar adalah hidup kita harus bergantung pada kebenaran. Kebenaran sama dengan firman Allah, artinya: kita hidup benar sesuai dengan firman Allah.
    Hasilnya: kita selamat dan diberkati oleh TUHAN.
    Kalau bisa terlepas dari maut, apalagi hanya terlepas dari masalah dan kelaparan, pasti bisa.

    Bukan berarti uang yang salah, tetapi terikat akan uang, itu yang salah.
    Amsal 11: 8
    11:8. Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya.

    Kalau dilepaskan dari maut berarti selamat, ditambah dengan terlepas dari kesukaran, berarti diberkati TUHAN; semuanya ditolong TUHAN.

    Inilah hidup bergantung pada Firman Allah. Memang ada proses untuk jadi orang benar.

    "Seringkali saya dengar suara-suara: Setelah saya sungguh-sungguh, kok jadi begini ya? Memang proses, teruskan dan kita akan memetik hasilnya."

    Kehidupan yang terikat akan uang pasti dicap antikris, karena dia tidak bergantung pada TUHAN, tetapi pada uang.
    Mari, sekarang kita bergantung pada TUHAN/firman Allah. Kita hidup benar sesuai dengan firman Allah. TUHAN akan menyelamatkan kita dari maut/kebinasaan, selamat dari krisis/kesukaran, dan kita diberkati-ditolong oleh TUHAN.


  2. Kejadian 47: 18
    47:18. Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: "Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami.

    Hal kedua yang terjadi pada zaman antikris: badan/tubuh dikuasai antikris; dicap 666 oleh antikris.

    Hati-hati! Kalau ada keinginan akan uang, itu berarti sudah ada cap antikris. Kalau kikir dan serakah, ibadah hanya cari yang jasmani--tidak perlu firman, yang penting diberkati--, bahaya besar, atau malah tidak setia bahkan meninggalkan ibadah untuk mencari perkara jasmani, itu sudah dicap antikris.

    Mari bergantung pada firman/kebenaran, yang bisa membebaskan kita dari maut dan krisis/kesukaran, bisa memberkati dan menolong kita; dari tidak ada jadi ada.

    Lalu, badan/tubuh dicap 666 oleh antikris. Ini orang beribadah tetapi dicap antikris--seperti perempuan di Bait Allah yang bungkuk delapan belas tahun; dicap 666.
    2 Timotius 3: 1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2. Manusia akan
    mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3. tidak tahu mengasihi
    (9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4. suka mengkhianat
    (15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5. Secara lahiriah
    mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    'tidak mempedulikan agama'= mempelajari agama lain, mencampuradukkan agama. Ini bukan atheis (atheis = tidak beribadah, tidak punya agama), karena orang-orang ini beribadah. Bukan berarti toleransi itu mencampuradukkan agama, tetapi saling menghargai--tidak usah ikut campur. Jangan mempelajari agama lain!

    'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat.
    Badan yang dicap 666 adalah kehidupan Kristen termasuk hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang sudah beribadah melayani tetapi tidak berubah; TIDAK MENGALAMI KEUBAHAN HIDUP sehingga tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiatnya, dan akibatnya dicap 666--puncaknya: tidak taat.

    Mengapa bisa terjadi? Karena ibadahnya tidak sungguh-sungguh--menolak kuasa ibadah--yaitu tidak mengutamakan firman pengajaran yang benar/menolak firman pengajaran yang benar.

    Inilah badan yang dikuasai oleh antikris. Orang beribadah tetapi dicap oleh antikris.

    Jadi, orang yang terikat akan uang dicap oleh antikris, lalu badan dicap oleh antikris; sudah beribadah tetapi tidak berubah karena menolak firman pengajaran.


  3. Kejadian 47: 18, 23-34
    47:18. Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: "Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami.
    47:23. Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: "Pada hari ini aku telah membeli kamu dan
    tanahmu untuk Firaun; inilah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di tanah itu.
    47:24. Mengenai hasilnya,
    kamu harus berikan seperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan kamu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi makanan anak-anakmu."

    Hal ketiga yang terjadi pada zaman antikris: tanah dikuasai oleh antikris.

    Setelah tanahnya dibeli dan dikuasai, ada perjanjian: boleh digarap dan seperlima bagian dari hasil tanah harus diserahkan pada Firaun.
    Ada angka 5, ini mengingatkan kita pada lima luka Yesus di kayu salib.

    Yesus mati dengan empat luka: dua luka di tangan, dua luka di kaki untuk menebus bangsa Israel. Tetapi luka kelima di lambung--luka yang terbesar dan terdalam yang mengeluarkan darah dan air--untuk menebus bangsa kafir.
    Jadi, bangsa Israel dan kafir sama-sama ditebus.

    Tanah dikuasai Firaun/antikris, artinya: tanah menunjuk pada manusia tanah liat yang berbuat dosa--banyak kelemahan, kekurangan--sampai puncaknya dosa, yang TIDAK MENGALAMI PENEBUSAN OLEH DARAH YESUS. Itu yang dikuasai antikris, dicap 666 dan binasa selamanya bersama antikris.
    Puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, nakorba) dan dosa kawin mengawinkan (percabulan dan sebagainya).

    Kejadian 47: 26
    47:26. Yusuf membuat hal itu menjadi suatu ketetapan mengenai tanah di Mesir sampai sekarang, yakni bahwa seperlima dari hasilnya menjadi milik Firaun; hanya tanah para imam tidak menjadi milik Firaun.

    Semua tanah dikuasai, itulah manusia tanah liat yang berbuat dosa sampai puncaknya dosa dan tidak mengalami penebusan oleh darah Yesus.

    Bangsa kafir ditebus oleh luka kelima pada lambung Yesus--yang mengeluarkan darah dan air--untuk dua hal:


    • Yang pertama: penebusan Yesus untuk melepaskan bangsa kafir--manusia tanah liat--dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa yang sudah dilakukan berulang-ulang--seperti anjing dan babi.
      Ini kelebihannya, yaitu ada penebusan.
      Kalau di luar Yesus, tidak ditebus, dia berbuat dosa, dan hidupnya dikuasai antikris.

      Bangsa kafir seperti anjing dan babi--berkata dan berbuat dosa--, tetapi bersyukur ada penebusan.
      Bukti sudah mengalami penebusan:


      • Tanda darah= bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dosa.
      • Tanda air= baptisan air yang benar, yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru (hidup sorgawi) yaitu hidup dalam kebenaran.


      Ini berbeda dengan tanah liat biasa; manusia tanah liat yang dikuasai Firaun, yang tidak ada penebusan--termasuk bangsa Israel yang tidak ada penebusan.
      Sekarang kita manusia tanah liat (bangsa kafir) yang berbuat dosa sampai puncaknya dosa, manfaatkan penebusan, supaya tidak dikuasai Firaun! Sampai malam ini, sampai firman ini diberitakan, apapun keadaan kita, akui, dan stop berbuat dosa.

      Lalu masuk baptisan air--kalau sudah masuk baptisan air, ada kuasanya, yaitu kita hidup baru/hidup dalam kebenaran. Kalau sudah hidup benar, kita sudah menjadi domba, bukan anjing dan babi lagi.


    • Yang kedua: penebusan Yesus untuk mengangkat kita menjadi imam dan raja--ini yang tidak dikuasai antikris--; kita menjadi senjata kebenaran.
      Sudah hidup benar--sudah punya peluru benar--, baru bisa menjadi senjata kebenaran.

      Orang berdosa ditembak dengan kebenaran, satu waktu akan jadi benar. Di rumah tangga, ada yang tidak benar, tembak dengan kebenaran--tunjukkan kebenaran--dan satu waktu dia akan ikut.


    Tadi dituliskan: tanah para imam tidak dikuasai Firaun. Jadi manusia tanah liat/bangsa kafir yang mengalami penebusan oleh darah Yesus--luka kelima--dan diangkat jadi imam dan raja, akan mendapatkan jaminan kepastian dan perlindungan dari TUHAN sehingga tidak dijamah oleh Firaun/antikris, asalkan kita menunaikan tugas imamat dengan sungguh-sungguh.

    Hofni dan Pinehas dicakar oleh antikris dan binasa. Mereka sudah diangkat menjadi imam, tetapi tidak menunaikan tugas dengan baik.
    Jadi, sudah diangkat menjadi imam, masih harus menunaikan tugas imam dengan sungguh-sungguh dan berkenan pada TUHAN.

    Tugas imam:


    • 1 Petrus 2: 5
      2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

      Imamat kudus= imamat rajani.

      Tugas imam yang pertama: menjadi batu hidup sehingga dipakai dalam pembangunan rumah rohani/pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita sampai garis akhir.

      Sudah diangkat menjadi imam, bagus, tetapi sayang sekali kalau seperti Hofni, Pinehas dan Yudas Iskariot. Yudas Iskariot tidak setia; karena uang dia lepaskan jabatan imam sehingga dicakar antikris.
      Tunaikan tugas pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita sampai garis akhir!

      Pembangunan tubuh yaitu:


      • Mulai dari dalam nikah. Layani yang baik sebagai suami, isteri dan anak. Jabatan pelayanan mungkin sebagai gembala, pemain musik dan sebagainya, tetapi juga sebagai suami--suami mengasihi isteri--, isteri--isteri tunduk--, anak (ada tugasnya dalam rumah tangga).


      • Kemudian membesar dalam penggembalaan (sebagai gembala, pemain musik dan sebagainya), pertahankan jabatan--setia berkobar--, terima penebusan, lepas dari dosa, menjadi senjata kebenaran--imam dan raja.
        Kalau tidak ditebus, biarpun hebat kita tetap dicap antikris.

        Lakukan tugas imam dan raja! Mulai dari gembala: tugasnya memberi makan, bukan dinilai dari gereja besar dan jemaat banyak. Tugas imam bukanlah membangun pembangunan tubuh Kristus yang banyak anggotanya. TUHAN akui: Dua tiga orang berkumpul, Aku ada di sana. Berarti dua atau tiga orangpun sudah menjadi tubuh Kristus--Yesus sebagai kepala ada di sana. Tidak ada masalah, bukan menunggu dua ribu atau tiga ribu, tetapi yang penting tugasnya.

        Tugas imam itu sesuai dengan jabatannya.


      • Kemudian antar penggembalaan, kita aktif--setia berkobar--sampai garis akhir sesuai dengan jabatan dan gerakan dari TUHAN. Jangan manusia yang menggerakan! Imam-imam bukan disuruh-suruh, tetapi aktif.

        "Kita sudah ibadah kenjungan di Sitiarjo, nanti tanggal 31 Mei-1 Juni di Square Ballroom Surabaya. Mungkin digerakkan dana, doa, mari silahkan. Jangan manusia yang menggerakkan, tetapi TUHAN yang menggerakkan. Jadi jangan tunggu untuk disuruh-suruh! Imam-imam harus aktif! Saya bilang kepada Lempin-El: Kalau kamu hanya sana sini, nanti kamu jadi hamba TUHAN Pdp, bukan Pendeta pembantu, tetapi pendeta pesuruh. Harus ada inisiatif sendiri, yaitu gerakan dari TUHAN (ada beban dari TUHAN)."


      • Sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.


      "Saya sebagai gembala sangat bersyukur pada TUHAN. Sekalipun kehilangan, tetapi hati damai-bahagia kalau melayani kebaktian penghiburan dan pemakaman dari orang yang tergembala sampai garis akhir. Tetapi kalau tidak sampai akhir, saya bingung: Mau bicara apa? Karena sebagai gembala tidak boleh asal bicara, tetapi kepastian. Jumat lalu, paginya melayani ibadah penguburan, sorenya ke Sitiarjo. Di Sitiarjo, saya senang lihat banyak orang datang, turun dari truk, tetapi saya lebih puas melayani orang yang tergembala sampai garis akhir. Ini gembala. Memang ada pelayanan ke luar, itu tambahan, tetapi yang penting di dalam. Sungguh-sungguh bisa tahu."

      "Saya ingat cerita dari Pdt Pong saat di India. Ada gereja yang besar, kemudian Pdt Pong tanya pada hamba TUHANnya: Berapa anggotanya? Jawabannya lain, bukan ribuan sampai bangga, tetapi jawabannya: Yang bisa saya pastikan selamat hanya sepuluh. Gembala tahu yang pasti selamat. Itu tugas gembala. Mari bertahan semua! Banyak kesulitan, kita saling membantu, berdoa dan memperhatikan supaya tidak ada yang gugur. Sampai garis akhir kita bahu membahu melayani TUHAN."

      Mengapa harus aktif melayani tubuh Kristus--ada kaitannya supaya tidak dicakar oleh antikris--?


      • Supaya tidak masuk dalam pembangunan Babel--kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan; mempelai antikris yang jelas jadi milik antikris.
      • Supaya menjadi batu hidup, bukan batu mati. Kalau hanya sampai di dunia ini, itu batu mati.
        Batu hidup= kehidupan yang hidup dari kemurahan TUHAN, bukan dari dunia/antikris/uang dan sebagainya, sehingga di manapun, kapanpun, situasi apapun kita bisa hidup, sampai hidup kekal selamanya.
        Gaji hanya sarana saja.

        "Ada orang menghina firman, begitu saya menyampakan firman: Kita tidak hidup dari gaji. Dia protes dalam hati: Kalau tidak ada gaji, mau makan apa? Akhirnya dia diizinkan TUHAN tidak ada gaji, anaknya kena masalah, gajinya dipotong (gajinya dua digit dalam juta), jadi nol. Baru tidak kuat, dia menghadap saya dan minta ampun karena sudah menghina firman. Nol beberapa bulan, tetapi bisa hidup dan dia bisa akui bahwa dia hidup dari TUHAN. Saya menangis mendengarnya, saya tanya: Dari mana?: Ada saja."

        Punya perusahaan, silahkan. Apalagi hamba TUHAN jemaatnya ribuan, tetapi hidup kita dari kemurahan TUHAN. Kalau hidup dari uang, akan dicakar oleh antikris. Hidup dari perusahaan, akan diblokir dan harus menyembah antikris. Itu hanya sarana saja.

        "Sama seperti Pdt Pong suruh saya pelayanan (khotbah), sudah tidak dikasih ongkos, ditambah lagi tidak boleh ambil kolekte (kembalikan kolektenya). Satu waktu dipanggil: Sudah lakukan tugas-tugas? Saya jawab: Sudah. Beliau bertanya: Dari mana uangmu? (Kaget juga beliau). Saya belum jawab, beliau yang jawab: Dari iman? Saya jawab: Iya. Setelah itu baru saya dikasih. Jangan remehkan TUHAN! Batu hidup, kita hidup dari kemurahan TUHAN, bukan dari dunia."


      Inilah mengapa kita harus aktif dalam pembangunan tubuh Kristus.
      Kalau tidak setia, akan mulai mengarah pada Babel--babel artinya pelacur yang tidak setia--, jadi batu kilangan dan tenggelam semua. Berdoa sungguh-sungguh supaya kita tetap setia berkobar.


    • 1 Petrus 2: 5
      2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

      Tugas imam yang kedua: mempersembahkan korban rohani; persembahan rohani, puncaknya adalah doa penyembahan.

      Doa penyembahan merupakan hubungan tubuh dengan kepala.
      Tadi membangun tubuh, kalau tidak ada kepala, ngeri. Jadi, doa penyembahan adalah menempatkan Yesus sebagai kepala.


    Inilah tugas imam: layani sesuai jabatan dalam nikah rumah tangga, penggembalaan sampai tubuh sempurna, dan tempatkan Yesus sebagai kepala--doa penyembahan.

    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging sampai daging tidak bersuara lagi.
    Artinya: kita mengaku sebagai tanah liat--bukan dikuasai Firaun, tetapi TUHAN--yang tidak layak--banyak kesalahan dan dosa--, tidak mampu, tidak berdaya--sangat kecil seperti kapal di tengah lautan yang besar--, tidak berharga, tidak bisa apa-apa, tidak berharap siapa-siapa tetapi hanya berharap sepenuh pada anugerah TUHAN; tidak mengandalkan yang lain lagi; kita mengulurkan tangan pada Yesus; berserah sepenuh kepada-Nya--menempatkan Yesus sebagai kepala--, dan Dia akan mengulurkan tangan anugerah yang besar kepada kita.

    Dia sebagai kepala bertanggung jawab sampai mati di bukti Tengkorak untuk bisa mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar kepada kita. Sekarang, perjamuan suci adalah uluran tangan anguerah TUHAN yang besar. Kita kecil, tetapi ada uluran tangan anugerah TUHAN yang besar.

    Jangan pikir mengulurkan tangan ini gampang! Seringkali manusia tanah liat termasuk bangsa kafir sulit untuk menyembah TUHAN; sulit mengangkat dua tangan ke atas. Artinya:


    • Yang pertama: Tidak mau menyembah atau terpaksa menyembah. Ini yang nanti akan masuk aniaya antikris; dipaksa menyembah antikris. Kalau tetap menyembah TUHAN, dia akan disiksa dan dipancung, tetapi dia akan dibangkitkan untuk menyambut kedatangan TUHAN. Daging ini selalu bicara.


    • Yang kedua: penyembahannya belum sampai puncaknya; belum mencapai ukurannya--daging masih bersuara, masih ada kebimbangan, ketakutan, mengandalkan diri sendiri (kepandaian) dan lain-lain, sampai tidak taat--suara daging yang paling keras.
      Ini juga diizinkan TUHAN masuk aniaya antikris.

      Ini kemurahan TUHAN, dia harus berjuang dengan darahnya sendiri. Kalau tidak mau menyembah antikris, dia akan disisksa dan dipancung, tetapi akan dibangktikan dalam tubuh kemuliaan.


    Tetapi sekarang masih ada jalan. Sulit untuk berseru: Hanya Engkau 100%, tidak ada yang lain; hanya anugerah-Mu. Karena itu seringkali TUHAN izinkan kita menghadapi "sesuatu yang luar biasa".
    Dari pada menghadapi sesuatu yang luar biasa pada zaman antikris, lebih baik sesuatu yang luar biasa sekarang. Maksudnya, bukan supaya kita hancur, tetapi supaya seratus persen daging tidak bersuara; berserah dan bergantung sepenuh pada anugerah TUHAN yang besar.

    Contoh:


    • Matius 14: 29-31
      14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan
      mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau
      bimbang?"

      Petrus gambaran dari gembala, suami--laki-laki--yang hebat. Bisa berjalan di atas air yang bergelombang, tetapi diizinkan TUHAN mulai tenggelam.

      Suara daging Petrus yaitu masih ada bimbang, karena itu diizinkan tenggelam oleh TUHAN. Ini bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk merobek daging yang masih bersuara, yaitu kebimbangan. Terhadap gelombang dia berani, tetapi kena angin dia bimbang.
      Angin= ajaran palsu dan gosip-gosip.

      Tenggelam= merosot secara jasmani (ekonomi merosot) dan rohani (pelayanan merosot). Kalau dibiarkan akan tenggelam dalam lautan api dan belerang.

      Diizinkan oleh TUHAN, supaya daging yang masih bersuara--terutama bimbang terhadap pengajaran yang benar/pribadi Yesus karena diombang-ambingkan ajaran palsu dan gosip--bisa diubahkan.

      "Saya setuju, guru dan gembala saya (Pdt Pong dan In Jowono) mengatakan: paling murni adalah penggembalaan. Saudara tahu siapa gembalanya. Isterinya berapa dan sebagainya. Kalau dari luar, tidak tahu, mungkin dia sudah kawin cerai. Lalu, kalau kita percaya, kita ditipu habis-habisan. Orang kawin cerai mau menasihati orang dalam masalah (padahal masalah orang itu hanya bertengkar, bukan kawin cerai). Bayangkan, betapa menipunya ajaran palsu! Serius! Bukan berarti saya yang hebat, tetapi saudara tahu kelemahan saya apa dan sebagainya; penggembalaan itu paling murni. Saya tidak pernah cari-cari data hamba TUHAN. Orang-orang yang memiliki pengalaman itu, yang bercerita setelah firman disampaikan. Jadi hati-hati, jangan diombang-ambingkan!"

      Mari, percaya TUHAN. Untung Petrus mengulurkan tangan pada TUHAN--seratus persen hanya Yesus, buktinya dia tidak ingat temannya. TUHAN angkat dia dari ketenggelaman dan Petrus mengalami pemulihan.

      Mari malam ini, kita rindu mengalami pemulihan. Mungkin kita ada kemerosotan apa saja; jasmani dan rohani (dalam pelayanan-pelayanan).

      "Saya selalu menangis kalau lihat bangku kosong dalam pelayanan, saya berdoa semoga TUHAN tolong, bisa kembali."

      Merosot apapun sampai hari ini, bukan TUHAN mau menghancurkan kita, tetapi Dia rindu kita seratus persen menyerah pada TUHAN; daging tidak bersuara lagi, tidak ada lagi kebimbangan.


    • Markus 5: 25-28
      5:25. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
      5:26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib,
      sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
      5:27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
      5:28. Sebab katanya: "
      Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

      'Asal kujamah saja jubah-Nya'= mengulurkan tangan.

      Seorang wanita yang sakit pendarahan dua belas tahun; sudah mustahil, semakin buruk dan busuk, nikah dan buah nikah tercerai-berai--tidak ada kesatuan di dalam nikah--, di dalam penggembalaan seringkali tidak ada kesatuan.

      Tadinya suara daging yang masih bersuara adalah mengadalkan sesuatu dalam hidupnya: kekayaan dan lain-lain. Sekarang dia berkata: Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh--'Hanya Engkau, Yesus, tidak ada yang lain; hanya anugerah-Mu yang besar, yang menolong saya.'

      Mari, daging apa yang masih bersuara? Mungkin kekecewaan? Mari, buang dan berkata: Hanya Engkau, TUHAN. Hasilnya: sembuh, nikah dan buah nikahnya dipulihkan oleh TUHAN.


    • 1 Petrus 5: 5-6
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu
      ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Kaum muda diizinkan mengalami sesuatu yang luar biasa, yaitu direndahkan; hidupnya gagal total, semakin gelap dan suram masa depannya. Dizinkan oleh TUHAN karena dagingnya masih bersuara yaitu tidak taat; terus menggunakan logika.

      Malam ini cukup, ulurkan tangan: Hanya Engkau, TUHAN; taat dengar-dengaran! Hanya anugerah-Mu yang besar yang aku butuhkan.

      Hasilnya: TUHAN mengulurkan tangan untuk meninggikan kita pada waktunya, artinya:


      • Berhasil dan indah pada waktunya.
      • Dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
        Serahkan saja pada TUHAN!

        "Berdoa, supaya dipakai di Square Ballroom Surabaya. Mari berdoa, kita hanya tanah liat yang tidak bisa apa-apa. Saya berpikir saja tidak bisa, apalagi mau melaksanakan. Setiap kebaktian, mau berpikir saja tidak bisa. Serahkan kepada TUHAN! Ada orang bertanya kepada saya di Poso: Om lima kali ibadah kok bisa satu: ini, dua: ini: Kalau aku tahu, saya ajarkan, aku tidak tahu juga. Orang bilang: Oh, ada ilmunya itu. Tidak ada! Hanya berdoa saja, menyerah pada TUHAN. Kita semua, menghadapi masalah apa saja, tidak bisa dipikir, jangan dipikir, nanti stres. Serahkan pada TUHAN: Hanya Engkau, TUHAN. TUHAN sanggup menolong."


      • Disucikan diubahkan sampai sempurna seperti Dia, dan saat Yesus datang kembali, kita diangkat di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya sampai di Yerusalem baru.

Kelaparan akan dihadapi. Antikris akan datang, tetapi TUHAN sudah memberikan pertolongan kepada kita semua.
Dari dalam hati, sungguh-sungguh kita angkat tangan pada TUHAN.
Ada yang semakin merosot, buruk, gelap? Mari, serahkan semua!

Semua yang merosot, buruk, gagal, sudah ditanggung Dia di kayu salib, sudah selesai. Sekarang yang baik, indah dan berhasil Dia berikan kepada kita. Itulah tanggung jawab kepala, yang jelek-jelek Dia ambil, yang baik diberikan kepada kita. Jangan ragu dan bimbang! TUHAN tolong.

Petrus tenggelam seorang diri, Yesus juga menolong seorang diri; perempuan yang sakit pendarahan seorang diri di tengah kerumunan orang banyak, tidak ada yang mempedulikan dia, tetapi Yesus mempedulikan dia; kaum muda mungkin seperti seorang diri, serahkan, Dia seorang diri di kayu salib, sudah cukup. Jangan dipikir, tetapi serahkan! Dia kepala yang bertanggung jawab. Kalau kita yang berpikir, itu berarti kita menanggung sendiri. Serahkanlah pada TUHAN!
Tanah liat--bangsa kafir--tidak bisa apa-apa; lebih buruk, lebih tenggelam, tetapi tanah liat hanya berseru dan berserah kepada TUHAN.

Semua dikuasai oleh antikris, biarlah kita serahkan seluruh hidup kita untuk dikuasai oleh Kepala, kita dipeluk dalam tangan anugerah TUHAN yang besar.
Dosa-dosa dan lain-lain sudah cukup sampai di sini! Suara daging yang sering bimbang, tidak percaya, tidak taat, sering sombong--mengandalkan sesuatu--, cukuplah! Hanya seratus persen berharap pada anugerah TUHAN yang besar.

Yang buruk, yang merosot, yang tenggelam, sudah cukup, semua sudah ditanggung Dia. Kita pulang, ada harapan baru bagi kita. Dia tidak menipu kita semua. Percayalah!

Tubuh-Nya menyerap semua yang hancur, busuk, gagal, merosot dan tidak baik. Perjamuan suci adalah uluran tangan anugerah TUHAN yang besar, yang mampu melakukan apa saja bagi kita semua, sampai mengangkat di awan-awan--menyempurnakan kita. Percayalah!
Ada harapan bagi kita, bukan hanya sampai di dunia ini, tetapi sampai di awan-awan yang permai, tentu dengan keluarga kita yang tercinta. Mari berjuang, berdoa dan menyerah sepenuh!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top