English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 13 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Maret 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Ngawi, 08 Agustus 2014 (Jumat Sore)
Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19: 9
19:9....

Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 12 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

2 Korintus 6:14-17
6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Juni 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Kartika Graha I, 16 Juli 2013 (Selasa Sore)
Tema:
Matius 25:6
25: 6 ... Mempelai datang! Songsonglah dia!

Pada waktu tengah malam adalah situasi paling gelap,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Desember 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 12 Juni 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Maret 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 tentang penglihatan Yohanes di Pulau Patmos.
Wahyu 1:9
1:9...

Ibadah Doa Malang, 03 Mei 2018 (Kamis Sore)
Rekaman dari Ibadah di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Januari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:8
1:8 ďAku adalah Alfa dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Desember 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:25-37 tentang orang Samaria yang murah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Agustus 2013 (Selasa Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 10 Mei 2017 (Rabu Sore)

Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 3-4
6:3. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
6:4. Dan majulah seekor kuda lain, seekor
kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Ini adalah pembukaan METERAI YANG KEDUA (kegerakan kuda merah padam)--penghukuman yang kedua atas dunia dari Allah Roh Kudus--, yaitu DAMAI SEJAHTERA DIAMBIL DARI DUNIA (diterangkan mulai dari Ibadah Jumat Agung Surabaya, 14 April 2017).
Akibatnya: manusia di dunia termasuk hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN hanya saling memfitnah, membenci dan membunuh, sehingga mengalami penghukuman dari TUHAN lewat pedang yang besar--pedang pembantaian--sampai binasa di neraka; tidak bisa masuk Yerusalem baru, kota damai sejahtera--kalau tidak ada damai, tidak bisa masuk kota Yerusalem baru/kerajaan sorga.

Ada dua macam pesta/perjamuan besar yang akan terjadi di akhir zaman--pada saat kedatangan Yesus kedua kali--:

  1. Wahyu 19: 9
    19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Pesta besar yang pertama: perjamuan kawin Anak Domba, yaitu pertemuan antara Yesus--yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai kepala, Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--dengan sidang jemaat yang sempurna/tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga, di awan-awan yang permai. Sesudah itu kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai--Firdaus yang akan datang--dan Yerusalem baru/kerajaan sorga kekal selamanya.

    Jadi perjamuan kawin Anak Domba adalah pintu masuk ke Firdaus sampai kerajaan sorga yang kekal.

    Siapa yang bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba? Hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang mulai sekarang mendengar dan dengar-dengaran pada pedang firman--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--, sehingga mengalami penyucian dan pembaharuan secara terus menerus--dosa lama dipotong dan tabiat baru muncul--sampai sempurna, sama mulia dengan Yesus, menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Ada firman penginjilan untuk membawa kita percaya Yesus, bertobat dan baptisan air. Setelah itu harus ada firman pengajaran, yang mampu menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna; layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.


  2. Wahyu 19: 17-18, 21
    19:17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
    19:18. supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
    19:21. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

    Pesta besar yang kedua: pesta pembantaian oleh pedang yang besar, sampai binasa di neraka selamanya.

    Siapa yang masuk di situ?


    1. Orang di luar Yesus; yang tidak percaya Yesus.
    2. Hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang menolak pekerjaan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua; menolak pendamaian, penyucian dan pembaharuan; tetap mempertahankan manusia daging yang berdosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

Memang ada dua pesta, tetapi biarlah kita pegang pedang sekarang: mau disucikan, diperdamaikan dan diubahkan sampai sempurna; kita layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Sungguh-sungguh kita berbahagia bersama Tuhan. Jangan sampai kena pedang yang besar!

Pekerjaan pedang ini paling efektif lewat doa puasa.
Matius 6: 17
6:17. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

Ada dua tanda puasa yang benar:

  1. 'minyakilah kepalamu'=> pikiran diurapi oleh Roh Kudus.
  2. 'cucilah mukamu'=> muka/wajah sama dengan hati--kalau hatinya marah, muka merah--; artinya: penyucian hati oleh kuasa firman Allah.

Kalau digabung, doa puasa adalah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada firman Allah dalam urapan Roh Kudus--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--untuk menyucikan dan membaharui hati dan pikiran kita. Kalau hati dan pikiran disucikan, perkataan dan perbuatan juga akan disucikan.
Doa puasa juga berguna untuk menghadapi pedang yang besar--kegerakan kuda merah padam.

Jadi, untuk meredam kegerakan kuda merah padam, kita harus pegang pedang firman, supaya kita disucikan. Gerakan doa puasa!
Matius 5: 8
5:8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Kalau hati dan pikiran suci, maka mata kita hanya melihat pribadi Tuhan; fokus memandang firman pengajaran yang benar, tidak memandang yang lain. Ini gunanya doa puasa.
Mungkin selama ini mata terpaku pada perkara dunia. Lewat doa puasa--penyucian hati dan pikiran--, mata hanya memandang kepada Tuhan/firman pengajaran yang benar; memiliki pandangan rohani--hanya memandang perkara-perkara rohani.

2 Korintus 4: 16-18
4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan
yang tak kelihatan adalah kekal.

Ayat 18= 'tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan'= pandangan rohani.
Kalau memiliki pandangan rohani, maka kita mau menderita bersama Tuhan (ayat 17), supaya terjadi pembaharuan.
Memiliki pandangan rohani--memandang perkara rohani lebih dari yang jasmani--, praktiknya: tidak kecewa dan putus asa dalam penderitaan bersama Yesus, tetapi rela menderita bersama Yesus, supaya mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Inilah kita sekarang!
Kalau pandangan daging, kita akan bersungut-sungut saat menderita karena Yesus.

Doa puasa penting untuk menanggulangi pedang yang besar--kegerakan kuda merah padam. Lewat doa puasa kita sungguh-sungguh pegang pedang firman; memberi kesempatan kepada pedang firman untuk menusuk--menyucikan--hati dan pikiran sampai mata kita hanya memandang kepada Tuhan--kita memiliki pandangan rohani.

Ada dua macam pembaharuan dalam doa puasa:

  1. Markus 2: 21
    2:21. Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.

    Di ayat-ayat sebelumnya, ini tentang berpuasa.
    Ayat 21= pakaian tambal sulam, ditambal, tambah koyak lagi, begitu seterusnya, sampai telanjang.
    Doa puasa adalah penderitaan karena Yesus; ada beras, ada semua, tetapi rela tidak makan dan minum.

    Pembaharuan yang pertama dalam doa puasa: pembaharuan pakaian, artinya: pembaharuan solah tingkah laku; perbuatan dan perkataan.
    Jangan mempertahankan pakaian tambal sulam! Ini yang harus dibaharui.

    Pakaian tambal sulam= jatuh bangun dalam dosa; mengulang-ulang dosa, dan akibatnya hanya seperti anjing dan babi--anjing menjilat muntahnya dan babi kembali ke kubangannya; telanjang dan tidak tahu malu.
    Menghadapi anjing dan babi, kita perlu berpuasa.
    Anjing dan babi= berkata sia-sia (dusta, gosip dan lain-lain) dan berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk dan narkoba) dan kawin-mengawinkan (dosa percabulan).

    Lewat doa puasa, kita dibaharui sehingga menghasilkan perbuatan dan perkataan yang benar, suci dan baik, sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Ini sama dengan pakaian putih berkilau-kilauan. Bukan telanjang, tetapi pakaiannya putih berkialu-kilauan.

    Mohon pada Tuhan, jangan pertahankan pakaian tambal sulam! Mohon pada TUHAN supaya terjadi pembaharuan! Kita pegang pedang firman yang menusuk kita--menyucikan hati dan pikiran kita--seluas-luasnya dalam doa puasa; jangan kita terkena pedang pembantaian. Hasilnya: hati dan pikiran disucikan, dan pandangan kita hanya kepada Tuhan--pandangan rohani; memandang perkara di atas lebih dari dunia. Apa buktinya? Tidak kecewa saat menghadapi penderitaan, malah rela menderita bersama Tuhan--contohnya: doa puasa--sehingga kita mengalami pembaharuan dalam doa puasa: yang pertama pembaharuan pakaian.


  2. Markus 2: 22
    2:22. Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

    Pembaharuan yang kedua dalam doa puasa: pembaharuan kirbat, artinya: pembaharuan hati. Dari hati juga meluap ke mulut.

    Yakobus 3: 11-12
    3:11. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
    3:12. Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

    'mata air'= hati.
    Tiga macam hati yang lama/tua, yang harus dibaharui:


    • 'air tawar'= tawar hati, kecewa dan putus asa.
      Malam ini mungkin kita datang dengan kekecewaan, keputusasaan dan lain-lain; tidak bergairah lagi dalam perkara rohani.
      Itu adalah hati yang tua/ lama.


    • 'air yang pahit'= kepahitan hati: iri, dengki, dendam, benci tanpa alasan.
    • 'air asin'= dosa-dosa.
      Matius 15: 19
      15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

      'pikiran jahat'= prasangka buruk, pikiran najis.
      'pembunuhan'= kebencian.
      Ini yang harus disucikan. Kita mohon pada Tuhan.
      Air asin itu seperti Laut  Mati, kadar garamnya terlalu tinggi; tidak ada kehidupan di sana.

      Hati berisi air asin= berisi tujuh dosa yang membuat pelita padam sehingga mata gelap dan hidupnya membabi buta; mati rohani dan binasa selamanya.


    Tiga macam hati yang tua harus dibaharui malam ini!
    Lewat doa puasa, hati yang lama harus dibaharui menjadi hati/kirbat yang baru, yaitu berisi air anggur yang baru--air kehidupan Roh Kudus.

    Ini yang kita mohonkan lewat doa puasa pada kesempatan ini.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Yohanes 7: 37-39
    7:37. Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!
    7:38. Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan
    mengalir aliran-aliran air hidup."
    7:39. Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

    Pencurahan Roh Kudus besar-besaran saat itu belum terjadi karena Yesus belum mati. Ketika Yesus pergi--mati, bangkit dan naik ke sorga--baru terjadi pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran sampai hari ini.

    Kegunaan Roh Kudus yang pertama: Roh Kudus mengalir ke tempat-tempat yang kering dan pahit sehingga kita bisa bersaksi.

    "Jangan lupa teman-teman kita dulu! Ada kesempatan di Square Ballroom tanggal 31 Mei-01 Juni. Kita bergerak, bersaksi, dan mengundang. Itu tugas kita, yaitu mengalirkan aliran air kehidupan. Kalau saya tidak mengundang jemaat, tetapi hamba Tuhannya. Biar hamba Tuhan yang mengumumkan, kalau tidak, ya tidak apa-apa. Tetapi saudara boleh mengajak antar jemaat. Kalau saya hamba Tuhan tidak mau otak-atik jemaat orang lain. Saudara yang bersaksi. Diundang saja, lalu doakan. Masalah datang atau tidak, itu urusan Tuhan, yang penting kita bisa mengalirkan air kehidupan. Mungkin satu kali diundang belum datang, jangan putus asa, dua kali belum datang, satu waktu bisa datang."

    Kalau tidak bersaksi, pasti bergosip atau jadi pendakwa seperti setan.
    Kalau bersaksi, air itu akan semakin mengalir.


  2. Yohanes 4: 13-14
    4:13. Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
    4:14. tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

    'akan menjadi mata air di dalam dirinya'= Roh Kudus di dalam hati menjadi mata air yang baru. Tadi ada mata air asin, pahit dan tawar, tetapi sekarang mata air Roh Kudus ada di dalam hati.

    Kegunaan Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus memancar ke atas; mendorong kita untuk menyembah Tuhan.

    Manusia daging tidak bisa dan tidak mau menyembah, tetapi Roh Kudus yang mendorong kita bisa menyembah malam ini, sehingga terjadi mujizat--waktu Yesus naik ke atas gunung, tiba-tiba wajah dan pakaian-Nya berubah. Kalau malam ini kita menyembah karena dorongan firman dan Roh Kudus, benar-benar kita akan mengalami mujizat: mujizat pembaharuan hidup.

    Kita terus menyembah Tuhan, dan terus dibaharui, sehingga air anggur meluap ke mulut (mulutnya manis); mulut/lidah kita mencicipi air anggur yang manis, artinya: jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Itu air anggur yang manis.
    Kalau suami dan isteri jujur, itulah air anggur yang manis.

    Kalau tidak jujur, sekalipun hebat, yang ada hanya air tawar, pahit dan asin.

    Kita jujur:


    1. Mulai dari jujur soal Tuhan/pengajaran.
    2. Jujur dalam hal mengaku dosa.
    3. Jujur dalam segala hal.


    Itulah mulut yang mencicipi air anggur yang manis; ada kebahagiaan sorga secara pribadi dan dalam rumah tangga, dan kita menjadi rumah doa--doa dijawab Tuhan.

    Mujizat jasmani juga terjadi--doa orang jujur berkenan pada Tuhan. Betapa indahnya. Kalau semua jujur dalam rumah tangga, rumah tangga akan menjadi rumah doa, semua naik ke atas, hanya berdoa kepada Tuhan dan Roh Kudus mengadakan mujizat jasmani: yang mustahil jadi tidak mustahil, semua selesai pada waktunya, semua jadi berhasil dan indah.

    Sampai kalau Tuhan datang, mujizat terakhir: kita diubahhkan menjadi sempurna seperti Dia. Tidak salah dalam perkataan--sempurna seperti Dia--, hanya berseru: 'Haleluya', untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Tuhan dan tentu bersama keluarga kita yang tercinta--kita doakan semua, supaya menjadi satu di awan-awan yang permai; bersama Dia selamanya. Sementara di bumi pedang menyambar, terjadi seruan yang hebat.

Malam ini kita datang kepada Tuhan, serahkan pakaian dan hati untuk diisi dengan air anggur yang manis--kuasa Roh Kudus. Biarlah air kehidupan mengalir dalam hidup kita--bisa mengalir ke luar--sampai memancar ke luar--kita menyembah Dia.
Apa yang sudah kering? Yang mustahil jadi tidak mustahil, yang kering/mati dihidupkan kembali. Biar kuasa Roh Kudus menolong kita malam ini. Jangan putus asa!

Ada yang pahit hidup ini? Ada yang tawar/kecewa dengan sesuatu--bertanya-tanya--? Ada yang asin--dalam dosa-dosa--? Biar air kehidupan mengalir untuk menyegarkan, memberi kemanisan dan mengadakan mujizat di tengah kita; kita tidak tawar, asin dan pahit lagi.

Tuhan memberkati. Ini yang kita mohonkan lewat doa puasa pada kesempatan ini.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top