English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 09 Desember 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah berkat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:3-44 adalah tentang 7 nubuat.
Matius 24:32-36 adalah nubuat...

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Oktober 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 18, ajaran Saduki adalah ajaran yang mengajarkan bahwa tidak ada kebangkitan,...

Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019 (Jumat Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Januari 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 21 Desember 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 dalam susunan Tabernakel terkena pada...

Ibadah Raya Malang, 06 Mei 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 31 Maret 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 11:8
11:8 Dan semua pegawaimu ini...

Ibadah Raya Surabaya, 26 November 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Jumat Agung Malang, 25 Maret 2016 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Oktober 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Februari 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 3:7-20 adalah kotbah dari Yohanes Pembaptis,...

Ibadah Raya Malang, 06 Juni 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Juli 2012 (Kamis Sore)
 Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Desember 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 29 Desember 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 11: 1-2
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2. Tetapi
kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

'tongkat pengukur' mengingatkan kita pada tongkat gembala/firman penggembalaan.
Firman penggembalaan adalah firman Allah yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada jemaat dengan setia, teratur, berkesinambungan, dan berulang-ulang, supaya menjadi makanan bagi sidang jemaat untuk meningkatkan kerohanian sidang jemaat sampai memenuhi ukuran Tuhan--kerohanian tidak bisa diukur dengan ukuran manusia; mungkin hebat di luar tetapi belum tentu hatinya baik.

Jadi, firman penggembalaan mengukur Bait Suci Allah (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Desember 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 22 Desember 2019) dan mezbah/doa penyembahan (diterangkan pada Ibadah Natal Surabaya, 25 Desember 2019).
Istilah 'mengukur' juga berarti meningkatkan kerohanian--firman yang diulang-ulang adalah makanan rohani bagi sidang jemaat untuk meningkatkan dan mendewasakan kerohanian sidang jemaat sampai memenuhi ukuran Tuhan bahkan mencapai kesempurnaan.

Yang tidak diukur adalah pelataran (halaman) yang diberikan kepada bangsa lain.

Kalau digabung: ini mengingatkan kita tentang Tabernakel yang terdiri dari tiga ruangan:

  • Halaman= daerah keselamatan/kebenaran sebagai hasil dari pekerjaan firman penginjilan yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dalam dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.
    Kalau hanya tetap di halaman--selamat dan diberkati; tetap seperti bayi--, ia tidak bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba--tidak diukur--tetapi akan diserahkan pada antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Rohaninya akan didewasakan pada zaman antikris dengan darahnya sendiri. Dan saat Tuhan datang kembali, ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan--dewasa rohani.


  • Ruangan suci= kesucian sebagai hasil dari pekerjaan firman pengajaran yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga.


  • Ruangan maha suci= kesempurnaan.

Yang dimaksud dengan Bait Suci Allah adalah ruangan suci dan ruangan maha suci.
Kerohanian kita harus memenuhi ukuran ruangan suci dan ruangan maha suci sebagai hasil dari pekerjaan pedang firman pengajaran--kita terus disucikan sampai pada kesempurnaan.

Siang ini kita belajar tentang Bait Suci Allah--ruangan suci ditambah dengan ruangan maha suci--yang terdiri dari PAPAN-PAPAN.
Papan-papan memiliki ukuran yang sama--panjang: 10 hasta, lebar: 1,5 hasta--, dan terbuat dari kayu penaga.

Papan menunjuk pada kehidupan yang sudah ditebus.
Wahyu 1: 5-6
1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
1:6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Suami dan istri harus jadi papan, baru bisa rapat. Kalau masih pohon, tidak akan bisa rapat. Yang membuat kita terpisah adalah dosa. Suami berdosa, istri berdosa, tidak akan bisa menjadi satu. Tetapi kalau sudah ditebus, lepas dari dosa, baru bisa menjadi satu.

Papan adalah manusia berdosa, tetapi sudah ditebus oleh darah Yesus dari dosa warisan dan dosa sendiri, kemudian diangkat menjadi imam dan raja untuk dibangun menjadi Bait Suci Allah (tubuh Kristus yang suci--ruangan suci--dan sempurna--ruangan maha suci).
Kita semua harus menjadi imam dan raja!

Imam dan raja adalah:

  • Seorang yang hidup benar dan suci.
  • Seorang yang memangku jabatan pelayanan dari Tuhan.
    Yang belum melayani, berdoa, supaya bisa melayani.
    Yang sudah menjadi imam dan raja, jangan meninggalkan jabatan pelayanan tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Jangan sampai jabatan pelayanan diambil orang lain seperti Yudas. Kalau tidak setia kemudian jabatan diambil orang lain kita tidak akan bisa kembali lagi; selamanya tetap menjadi pohon, tidak pernah masuk ruangan suci dan ruangan maha suci.

Syarat papan-papan Bait Suci Allah--ruangan suci dan ruangan maha suci--:

  1. Keluaran 26: 15, 19
    26:15. Haruslah engkau membuat untuk Kemah Suci papan dari kayu penaga yang berdiri tegak,
    26:19. Dan haruslah kaubuat empat puluh alas perak di bawah kedua puluh papan itu, dua alas di bawah satu papan untuk kedua pasaknya, dan seterusnya dua alas di bawah setiap papan untuk kedua pasaknya.

    'empat puluh alas perak di bawah kedua puluh papan itu'= satu papan memiliki dua alas.

    Syarat pertama papan-papan Bait Allah: berdiri tegak di atas dua alas perak.



    Sudah menjadi imam dan raja, sudah bagus, sudah bisa dibentuk menjadi Bait Suci; masuk pembangunan tubuh Kristus, tetapi harus memenuhi syarat, yaitu berdiri tegak di atas dua alas perak.
    Pengertian perak:


    • Penebusan oleh darah Yesus.
      Jadi kita harus berdiri tegak di atas kurban Kristus.


    • Firman Tuhan yang murni dan benar; sama dengan firman pengajaran yang benar.
      Mazmur 12: 7
      12:7. Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

      'Janji Tuhan'= firman Tuhan. Kapan Tuhan berjanji? Saat Dia berfirman.


    Jadi, imam dan raja harus berdiri tegak di atas firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus--terutama lewat ketekunan dan kesabaran dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci (dalam ibadah pendalaman alkitab dibutuhkan kesabaran karena waktu pemberitaannya lebih lama).
    Kalau tidak ada ibadah pendalaman alkitab berarti tidak punya dasar/alas, dan pasti roboh dengan sendirinya sekalipun tidak ada angin atau pencobaan.

    Praktik berdiri tegak di atas firman pengajaran dan kurban Kristus:


    • Matius 7: 24
      7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

      'di atas batu'= di atas alas perak--Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang bangunan dan menjadi batu penjuru.

      Yang pertama: taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar apapun resikonya, sampai daging tidak bersuara.
      Kalau kita taat, Tuhan yang menanggung resikonya.


    • Matius 7: 25
      7:25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

      Yang kedua: tahan uji saat menghadapi serangan setan tritunggal:


      1. Hujan= dosa-dosa dan puncaknya dosa yang ditiupkan oleh Setan--naga di udara--= roh jahat dan najis.
        Kalau ada alas perak kita bisa tetap hidup benar.


      2. Angin= ajaran-ajaran palsu, termasuk gosip, fitnah dan lain-lain. Kalau ada alas perak, kita akan tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar.


      3. Banjir= antikris dengan kekuatan mamon yang membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi. kalau ada alas perak kita bisa memberi.

        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Kalau ada alas perak kita bisa mengembalikan miliki Tuhan dan sesama.


    • Yang ketiga: jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
      Amsal 10: 20
      10:20. Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

      Kita jujur mulai dari soal pengajaran. Kalau benar harus kita dukung dan praktikkan, sampai jujur dalam segala hal.

      Kalau tidak jujur, papan akan miring, tidak bisa berdiri tegak.


    Kalau sudah TAAT, TAHAN UJI, DAN JUJUR, kita akan menjadi rumah doa, dan doa dijawab oleh Tuhan; kita gemar dalam ibadah pelayanan.

    Mari, jadi imam dan raja--rela dipotong/digergaji, artinya ditebus--, jangan pohon terus.


  2. Keluaran 26: 29
    26:29. Papan-papan itu haruslah kausalut dengan emas, gelang-gelang itu haruslah kaubuat dari emas sebagai tempat memasukkan kayu-kayu lintang itu, dan kayu-kayu lintang itu haruslah kausalut dengan emas.

    Syarat kedua papan-papan Bait Allah: disalut dengan emas murni--tabiat ilahi.

    Efesus 4: 1-2
    4:1. Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
    4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

    'dipanggil'= diangkat menjadi imam dan raja.

    Tabiat ilahi adalah:


    • Rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Kalau salah kita mengaku, jangan ngotot. Yesus saja mengakui dosa-dosa kita, tetapi kita sendiri bersalah tidak mau mengaku, betapa sombongnya kita.


    • Lemah lembut=


      1. Kemampuan untuk menerima firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua--menerima pribadi Tuhan apa adanya, baik firman yang lembut terlebih lagi firman yang keras.

        Kaum muda, cari pasangan yang mau menerima firman pengajaran yang keras, karena itu berarti hatinya lembut. Kalau lembut, pasti rendah hati.
        Sebelum masuk nikah harus bisa saling mengaku dan mengampuni, kalau tidak, jangan, nanti hanya seperti kayu bertemu kayu. Tetapi kalau ada emasnya--saling mengaku dan mengampuni--, sudah tidak kedengaran lagi suaranya.


      2. Kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya. Jangan ungkit-ungkit lagi!


      Kalau saling mengaku dan mengampuni, darah Yesus akan menghapus dosa-dosa kita.


    • Sabar= kemampuan untuk menderita daging secara jasmani dan rohani termasuk perasaan demi menolong orang lain. Ini yang dibutuhkan dalam nikah dan penggembalaan.

      "Karena itu guru saya selalu mengatakan: kalau mau menolong orang lain harus siap digantung. Contohnya Yesus. Kalau Yesus tidak digantung, Ia tidak bisa menolong. Itu rumusnya om Pong."


    Kalau sudah ada KERENDAHAN HATI, KELEMAHLEMBUTAN, DAN KESABARAN, maka kita bisa saling membantu dan saling menyatu--'....dalam hal saling membantu'--, sehingga terjadi damai sejahtera, semua enak dan ringan--tidak ada suara perkakas besi seperti pada pembangunan Bait Allah Salomo.

    Bagaimana membentuk Bait Suci? Kita harus menjadi papan-papan, artinya menjadi imam dan raja--hamba/pelayan Tuhan yang suci dan diberi jabatan pelayanan oleh Tuhan apapun bentuknya.
    Sesudah itu, syaratnya: berdiri tegak di atas perak: pengajaran dan kurban Kristus, yaitu taat, tahan uji, dan jujur.
    Kemudian rendah hati, lemah lembut, dan sabar--saling membantu dan saling menyatu.
    Inilah ukuran Bait Suci/kesempurnaan.


  3. Keluaran 26: 17
    26:17. Tiap-tiap papan harus ada dua pasaknya yang disengkang satu sama lain; demikianlah harus kauperbuat dengan segala papan Kemah Suci.

    Syarat ketiga papan-papan Bait Allah: ada sengkang di bagian atas dan bawah--memiliki dua pasak.
    Artinya: saling menyatu dengan erat; sama dengan saling menerima.



    Bagaimana kita bisa saling menyatu? Dimulai dengan satu tubuh.
    Efesus 4: 3-6
    4:3. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
    4:4. satu tubuh(1), dan satu Roh(2), sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan(3) yang terkandung dalam panggilanmu,
    4:5. satu Tuhan(4), satu iman(5), satu baptisan(6),
    4:6. satu Allah dan Bapa(7) dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

    Kita boleh berbeda-beda, tetapi tujuh hal ini tidak boleh berbeda. Harus ada pasak yang menyatukan kita, mulai dari nikah dan penggembalaan.
    Tujuh perkara inilah yang menyatukan sampai menyempurnakan dimulai dari satu tubuh, artinya: satu Kepala. Kepala adalah Yesus, sama dengan firman pengajaran yang benar.

    Yohanes 1: 1, 14
    1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    'Firman itu telah menjadi manusia'= Yesus/logos (firman pengajaran yang benar).
    Semua boleh beda tetapi kita tetap satu pengajaran yang benar.
    Karena itu kita harus kembali ke alkitab dan wahyu Tuhan (firman pengajaran yang benar), artinya: pembukaan rahasia firman yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

    Kalau satu pengajaran, maka ajaran tentang imannya sama, begitu juga ajaran pertobatan, baptisan air dan sebagainya.

    Kalau sudah satu pengajaran, semuanya akan menjadi satu, sampai satu Allah dan Bapa.
    Artinya: kita masuk dalam kesatuan tubuh Kristus sampai pada kesempurnaan.

    Jadi, persekutuan tubuh Kristus yang benar, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna, semuanya berdasarkan SATU KEPALA/PENGAJARAN YANG BENAR, bukan yang lain.

    Tanpa pengajaran yang benar, persekutuan itu adalah palsu.
    Yesaya 30: 1-2
    30:1. Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
    30:2. yang berangkat ke Mesir dengan
    tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.

    'keputusan-Ku'= firman pengajaran yang benar.
    mau apa saja, semuanya harus berdasarkan keputusan Tuhan/firman pengajaran yang benar, supaya kita tidak salah. Kalau tidak, berarti kita memberontak terhadap Tuhan.

    Mengikuti keputusan Tuhan/firman pengajaran yang benar adalah sama seperti berada di rel. Mungkin sekarang yang dilihat hanya batu-batu. Kalau tergoda, akan anjlok. Tetap lurus saja, jangan tergoda, sampai di stasiun semuanya ada. Tinggal kita sabar saja.
    Firman pengajaran yang benar adalah kekal, sehingga persekutuan, nikah, penggembalaan, dan fellowship kita menjadi kekal.

    Kalau ajarannya tidak benar, bahaya, kelihatan hebat tetapi hancur dan binasa selamanya.
    Sekalipun labanya tinggi, kalau tidak benar, jangan mau, itu hanya pancingan dari Setan dan setelah itu kita akan digulung habis.


  4. Keluaran 26: 26-28
    26:26. Juga haruslah kaubuat kayu lintang dari kayu penaga: lima untuk papan-papan pada sisi yang satu dari Kemah Suci,
    26:27. lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi yang kedua dari Kemah Suci, dan lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi Kemah Suci yang merupakan sisi belakangnya, pada sebelah barat.
    26:28. Dan kayu lintang yang di tengah, di tengah-tengah papan-papan itu, haruslah melintang terus dari ujung ke ujung.

    Syarat keempat papan-papan Bait Allah: diberi kayu lintang.

    Kayu lintang yang di tengah dipasang dari ujung ke ujung, berarti empat papan yang lain tidak boleh dari ujung ke ujung, tetapi dibuat diagonal.



    Kayu lintang yang di tengah yang melintang dari ujung ke ujung menunjuk pada pribadi Yesus yang kekal; Alfa dan Omega.
    Empat kayu lintang yang lain menunjuk pada salib.
    Jadi lima kayu lintang menunjuk pada salib Kristus--pribadi Yesus yang kekal tetapi rela disalibkan.

    Sudah berdiri tegak di atas firman pengajaran dan kurban Kristus--taat, tahan uji, jujur--, sudah baik, kemudian papan-papan disalut dengan emas--rendah hati, lemah lembut, dan sabar--, bagus, setelah itu ada tujuh kesatuan--satu pengajaran sampai satu Allah dan Bapa--, baik, tetapi masih kurang. Harus dikuatkan lagi oleh salib Kristus.
    Artinya kita harus memikul salib Tuhan; RELA SENGSARA KARENA TUHAN; rela berkorban untuk Tuhan dan sesama, bukan mengorbankan orang lain.

    Itulah syarat dari hamba/pelayan Tuhan untuk bisa menjadi Bait Suci sampai sempurna.
    Kalau di pelataran, tidak akan dihitung. Harus mengalami penyucian!

    Mengapa Tuhan izinkan kita mengalami salib?


    • Salib adalah tempat untuk mengaku kekurangan dan kelemahan kita secara jasmani dan rohani kepada Yesus.
      Dalam penderitaan kita seharusnya mengaku, jangan sombong, kemudian kita bergumul bersama Tuhan--berseru dan berserah kepada-Nya supaya Dia juga ikut bergumul dengan kita, dan kita akan menang atas pergumulan.


    • Di balik salib ada Roh kemuliaan. Itu kekuatan kita.
      Kita mengaku dan bergumul, dan Dia akan memberikan kekuatan kepada kita.
      1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Apapun yang kita hadapi, mungkin tidak mampu menghadapi dosa, berpuasapun tidak bisa, tunjukkan kekurangan dan kelemahan kita kepada Tuhan, bergumul bersama Dia seperti bayi yang menangis, andalkan Dia, biar Roh Kudus yang menolong kita. Ini jalan terakhir kita.

      Hasilnya:


      1. Keluaran 14: 15-16, 21-22
        14:15. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
        14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
        14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
        14:22. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

        'berseru-seru'= saat menghadapi Firaun di belakang, laut di depan, kiri kanan tidak bisa, Musa sudah seperti buluh yang terkulai; sumbu sudah berasap. Musa berseru-seru artinya menyalahkan Tuhan, sementara umat Israel menyalahkan Musa. Salah!
        Yang benar adalah berseru dan berserah, tunjukkan kekurangan dan kelemahan kepada Tuhan, kemudian bergumul bersama Dia, supaya Dia menurunkan Roh Kudus.
        'tongkat'= salib.

        Hasil ;pertama: Roh Kudus membelah laut Kolsom.

        Musa orang hebat, tetapi butuh salib.
        Jangan putus asa kalau kita dalam keadaan seperti sumbu yang berasap atau buluh terkulai. Bergumul, minta kekuatan Roh Kudus kepada Tuhan!

        Roh Kudus mampu menyelesaikan semua masalah kita, memberi kemenangan dan kebahagiaan. Tuhan sanggup memelihara kita.


      2. Keluaran 15: 23-26
        15:23. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
        15:24. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
        15:25. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
        15:26. firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."

        Dalam kepahitan jangan bersungut-sungut, tetapi akui kekurangan kita dan bergumul sampai kekuatan Tuhan turun di tengah kita.
        'sepotong kayu'= salib.

        Hasil kedua: Roh Kudus sanggup menjadikan yang pahit menjadi manis; busuk menjadi harum, sampai manusia daging diubahkan menjadi manusia sempurna seperti Yesus. Kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai; kita memenuhi ukuran Bait Suci.

Ruangan suci dan ruangan maha suci diukur dengan tongkat penggembalaan/firman penggembalaan. Karena itu kita dituntun masuk mulai dari halaman--selamat dan diberkati--, kemudian masuk penyucian dan kesempurnaan.
Bagaimana bisa suci dan sempurna? Jalan satu-satunya adalah kita harus menjadi papan-papan--menjadi imam dan raja.

Kalau tidak ada papan-papan, tidak akan terbentuk ruangan.
Mari jadi imam dan raja. Setelah itu berdiri tegak: jujur, taat, dan tahan uji, kemudian rendah hati, lemah lembut, dan sabar--papan disalut dengan emas. Kemudian masuk dalam tujuh kesatuan mulai dari satu pengajaran, dan terakhir kita harus menerima salib.

Saat-saat dalam penderitaan kita harus mawas diri. Kita membutuhkan Roh Kudus. Bergumul! Biar Roh Kudus yang mengadakan mujizat di tengah-tengah kita.
Berseru dan berserah kepada Tuhan; tunjukkan semua kepada Dia bukan yang lain, biar tangan Roh Kudus yang menolong kita.

Jangan putus asa dan kecewa! Musa hebat tetapi sempat putus asa, apalagi kita. Mari kuat kembali menghadapi nikah, pekerjaan, studi, penyakit dan sebagainya. Kita hanya mengandalkan tangan Roh Kudus. Yang sudah berhasil, jangan sombong, karena pencobaan datang sekonyong-konyong.

Kalau suami, istri, anak, orang tua tidak tahu bahkan tidak mau tahu, kesempatan untuk berseru karena Dia juga seorang diri di kayu salib.
Kalau istri, suami, anak, orang tua baik, puji Tuhan, tetapi jangan bergantung pada mereka. Satu waktu pasti kecewa. Tetap andalkan Yesus, curahkan semua kepada Dia!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top