English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Februari 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:3-9
Kehidupan manusia adalah bagaikan...

Ibadah Doa Surabaya, 08 September 2010 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini...

Ibadah Raya Malang, 14 Juli 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Juli 2013 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Tema Ibadah di Mangkutana

Matius 4: 19b
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Temanya adalah KAMU AKAN KU...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 November 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Januari 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 1-3=> dosa dan penderitaan.
13:1. Pada waktu itu...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 25 November 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 1:1
1:1 Inilah...

Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Maret 2015 (Kamis Sore)
Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Tana Toraja.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Juli 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Natal Surabaya, 21 Desember 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 43-44
Berjaga-jaga dikaitkan dengan pencuri yang akan datang= berjaga supaya tidak tidur rohani,...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 21 Juli 2015 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:23-30 perintah mengenai meja roti sajian.
Keluaran 37:10-16 pelaksanaan membuat...

Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Salam sejahtera bagi kita sekalian.

Matius...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Januari 2017 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 10 April 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 2
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Kegerakan kuda putih adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir--bukan kegerakan antikris; kalau antikris yang menang terus, habislah kita--; kegerakan pembangunan tubuh Kristus, yaitu kegerakan dalam kabar mempelai/firman pengajaran yang lebih tajam deri pedang bermata dua--bagaikan anak panah, bagaikan tombak--yang mempersiapkan gereja TUHAN menjadi sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Maret 2017).

Pada Ibadah Raya Surabaya, 09 April 2017, kita sudah membaca dalam kitab Yosua 3: 3-5.
Yosua 3: 3-5
3:3. dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya--
3:4. hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."
3:5. Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok
TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."

'perbuatan yang ajaib'= mujizat.
Dalam perjanjian lama, kegerakan Roh Kudus hujan akhir digambarkan sebagai perjalanan terakhir Yosua untuk masuk ke Kanaan, yang dipimpin oleh tabut perjanjian. Tabut perjanjian menunjuk pada kabar mempelai.

Di ayat 5, disebutkan: 'TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib'--sungai Yordan terbelah, ini menunjuk pada kegerakan mujizat (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 09 April 2017).

Jadi, kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus adalah:


Jadi, jangan takut kalau kita mau dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus, mulai dari dalam nikah rumah tangga, penggembalaan.

"Tidak usah berpikir-pikir lagi. Mungkin di dalam nikah, isteri mau tunduk: Wah, nanti diinjak-injak suami. Suami mau mengasihi isteri: Wah, nanti isteri tidak mau menurut lagi. Tidak usah takut! Ini adalah kegerakan-kegerakan yang luar biasa, sampai kegerakan mujizat."

Di dalam penggembalaan, mungkin didorong TUHAN untuk melayani di satu bidang, tidak usah takut. Pelayanan antar penggembalaan juga tidak usah takut, sampai nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna. Ini kegerakan mujizat.
Kalau ada yang kita pikir: Nanti begini..... Percayalah, ada mujizat dari TUHAN.

Syarat untuk masuk kegerakan mujizat; syarat supaya Yosua bisa masuk Kanaan: kuat teguh hati.
Yosua 1: 6-7, 9, 18
1:6. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
1:7. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.
1:9. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."
1:18. Setiap orang yang menentang perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apapun yang kauperintahkan kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!"

EMPAT KALI disebutkan: kuatkan dan teguhkanlah hatimu--diulang-ulang. Jelas, TUHAN menyampaikan firman dengan diulang-ulang, supaya menjadi satu kepastian bagi kita; tidak ragu-ragu/bimbang lagi.

Empat kali 'kuatkan dan teguhkanlah hatimu' untuk menghadapi tiga macam musuh utama/halangan dari setan tritunggal:

  1. Halangan yang pertama: Yosua harus menghadapi EMPAT macam halangan untuk masuk Kanaan:


    • Sungai Yordan.
    • Tembok Yerikho.
    • Ai; kecil tetapi Israel kalah, dan akhirnya Israel bisa menang.
    • Raja-raja di Kanaan.


    Ini menunjuk pada setan dengan halangan-halangannya yaitu:


    • Secara jasmani: pencobaan-pencobaan di segala bidang, sampai yang mustahil. Ini sering menghalangi kita untuk masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Seperti dulu, mereka mau masuk Kanaan, sepuluh pengintai mengatakan: Tidak bisa, tidak mungkin!


    • Secara rohani: dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Ini yang menghambat, supaya kita tidak bisa masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir.


    Yosua menghadapi empat macam halangan supaya ia tidak bisa masuk ke Kanaan, karena itu empat kali disebutkan: 'kuatkan dan teguhkanlah hatimu', dan Yosua menang.

    Bukti menang atas setan:


    • Tetap percaya dan berharap TUHAN saat menghadapi pencobaan yang mustahil. Bukan berkata: Saya tidak bisa lagi beribadah, tidak bisa melayani lagi karena pencobaannya berat. Jangan! Tetap percaya dan berharap TUHAN, bahwa Ia sanggup menolong kita.
      Jangan kecewa, putus asa dan tinggalkan TUHAN!


    • Tetap hidup dalam kebenaran saat menghadapi dosa-dosa dan puncaknya dosa, apapun resikonya.


    Inilah, untuk dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, bukan soal pandai atau bodoh, kaya atau miskin, tetapi kuat teguh hati. Kita menang atas setan tritunggal.
    Empat kali disebutkan 'kuatkan dan teguhkanlah hatimu' untuk menghadapi empat macam halangan dari setan yaitu pencobaan-pencobaan secara jasmani dan dosa-dosa. Seperti Yosua menang, kita juga menang. Buktinya: tetap percaya dan berharap TUHAN, dan tetap hidup dalam kebenaran.


  2. Matius 24: 4-5, 11, 24
    24:4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
    24:5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
    24:11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
    24:24. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

    Halangan yang kedua: penyesatan--EMPAT kali disbutkan 'penyesatan'.

    Empat kali disebutkan 'kuatkan dan teguhkanlah hatimu' untuk menghadapi empat kali 'penyesatan'; empat kali ini berarti empat penjuru bumi.
    Nabi palsu akan menyesatkan semua anak TUHAN di empat penjuru bumi; di seluruh dunia, dengan ajaran palsu, gosip--kekuatan gosip ini sama dengan ajaran palsu, hati-hati--, sampai menyesatkan orang-orang pilihan, yaitu hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang dipakai TUHAN atau hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang ada di dalam pengajaran yang benar/kabar mempelai. Ini yang bahaya!
    Salomo pegang pedang, tetapi bisa disesatkan; Hawa juga bisa disesatkan sekalipun sudah bahagia di Taman Eden; dan Yudas.
    Bisa disesatkan karena mendengar yang lain.
    Hati-hati dengan ajaran palsu dan gosip-gosip!

    Bukti menang atas nabi palsu:


    • Kita harus tegas berpegang teguh dan taaat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
    • Kita harus tegas untuk menolak ajaran palsu, termasuk gosip.
      Menolak= tidak memberi kesampatan satu kalipun untuk mendengar, karena satu kali mendengar sudah cukup--Hawa hanya satu kali mendengar suara ular dan itu sudah cukup untuk membuat dia tersesat.

      Kalau kita sudah tahu itu berbeda dengan ajaran yang sudah kita terima dari TUHAN/alkitab, tinggalkan! Kalau tidak, justru yang benar, yang ditinggalkan.

      "Kalau berpegang pada yang benar dan tidak mau mendengar yang salah, itu bukan fanatik, tetapi teguh/tegas; itu yang benar. Kalau sudah salah tetapi kita mendengar, itu fanatik; itu salah."


  3. Halangan yang ketiga: penyembahan palsu/penyembahan antikris. Hati-hati!
    Siapa yang menyembah antikris? Kehidupan kristen yang hanya mencari tanda-tanda jasmani/mujizat jasmani tetapi tanpa megnalami penyucian/keubahan hidup. Ini yang bahaya.

    Wahyu 13: 12-15
    13:12. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.
    13:13. Dan ia mengadakan
    tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
    13:14. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.
    13:15. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

    Di sini, nabi palsu dan antikris bekerja sama.
    'menyembah binatang pertama'= antikris.
    'mengadakan tanda-tanda yang dahsyat'= tanda-tanda secara jasmani; hanya yang jasmani saja terus.

    Nabi palsu ini membuat mujizat jasmani--ada mujizat--tetapi tidak dikuti dengan penycuian dan pembaharuan. Ini sama dengan mujizat palsu. Sungguh-sungguh!

    "Kita ditolong TUHAN, mungkin sakit jadi sembuh, untuk apa? Supaya kita hidup suci dan mengalami pembaharuan. Kalau sakit disembuhkan tetapi tidak mau hidup suci--tetap berbuat dosa--, itu berarti mujizat palsu--; bukan TUHAN yang membuat mujizatnya, tetapi nabipalsu dan antikris, supaya menyembah antikris. Tetapi kalau kita ditolong dari apapun supaya kita bisa hidup suci dan mengqlami pembaharuan hidup sampai menyembah TUHAN, itu dari TUHAN."

    Hati-hati! Sekarang, banyak hamba Tjuhan/pelayan TUHAN yang mengejar tanda-tanda/mujizat jasmani, tetapi tidak disertai dengan penyucian dan pembaharuan hidup. Itu palsu, dan nanti akan diarahkan pada penyembahan antikris.

    Empat kali disebutkan 'kuatkan dan teguhkanlah hatimu', supaya:


    • Kita tidak mneyembah antikris--penyembahan palsu.
    • Kita bisa menyembah TUHAN dengan benar.


    Wahyu 19: 1, 3-4, 6-7
    19:1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
    19:3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
    19:4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Penyembahan yang benar di sorga dengan kata: Haleluya.
    Ayat 1, 3-4, 6= EMPAT KALI 'Haleluya'; tiga kali 'Halleluya' merupakan penyembahan di sorga; yang keempat penyembahan di bumi. Jadi penyembahan yang benar di bumi harus merupakan pantulan dari sorga.

    Sekarang, kita masing-masing menyembah TUHAN di bumi, tetapi nanti kalau Yesus datang kedua kali, tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita akan terangkat di awan-awan yang permai dan menyembah Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga yang datang kedua kali, dengan sorak sorai: Haleluya. Kita bersama dengan TUHAN selama-lamanya.

    Jadi, empat kali disebutkan 'kuatkan dan teguhkanlah hatimu', supaya kita menolak penyembahan palsu--tidak menyembah antikris--tetapi kita bisa menyembah TUHAN dalam penyembahan yang benar yaitu dengan kata: Haleluya.

Inilah kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Syaratnya: harus kuat teguh hati; diulangi sampai empat kali, supaya menjadi kepastian bagi kita, kita tidak bimbang untuk menghadapi setan tritunggal:

  1. Setan dengan pencobaan--secara jasmani--dan dosa-dosa--secara rohani. Mari kita harus kuat! Bukti kita menang:


    1. Kita tetap percaya dan berharap TUHAN dalam keadaan apapun. Jangan mundur sedikitpun!
    2. Tetap hidup benar, apapun yang kita hadapi.


  2. Nabi palsu dengan penyesatannya. Mari kuat teguh hati! Bukti kita menang:


    1. Kita tegas untuk berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran sekalipun dicaci maki atau dikatai kebenaran sendiri.
    2. Tegas untuk menolak ajaran yang palsu; tidak memberi kesempatan satu kalipun untuk mendengar ajaran palsu, termasuk gosip-gosip. Hati-hati!
      Saat kita kuat, kita ketawa saat dengar gosip; tetapi saat kita lemah, suara gosip itu akan terngiang-ngiang sampai iman kita menjadi lemah.


  3. Antikris dengan penyembahan palsunya. Kita kuat teguh hati. Bukti kita menang: kita bisa menyembah yang benar dengan: Haleluya, mulai di bumi sampai nanti saat Yesus datang kedua kali, dari segala suku bangsa dan bahasa menyembah Dia dengan satu bahasa: Haleluya.

Mulai sekarang, praktikkan, harus menang terahadap setan tritunggal!

Jika kita kuat dan teguh hati, kita akan menang atas setan tritunggal dan bisa beribadah melayani TUHAN sampai menyembah Dia sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga dnegan kata: Haleluya, apapun yang kita hadapi.

Hasilnya:

  1. Yosua 1: 9
    1:9. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

    Hasil pertama: TUHAN menyertai kita--Imanuel. Ini yang penting.

    Biar disuruh ke Kanaan yang penuh susu dan madu, Musa tidak mau kalau TUHAN tidak beserta; kalau TUHAN tidak beserta, lebih baik di padang pasir. Penyertaan TUHAN lebih penting dari semua. Sorgapun tidak ada artinya kalau tidak ada TUHAN. Penyertaan TUHAN adalah kunci keberhasilan kita;
    kalau TUHAN beserta, luar biasa. Sekalipun kita disingkirkan, kalau TUHAN beserta, mau apa? Tetapi biar kita disanjung dan didukung, kalau TUHAN tidak beserta, mau apa juga? Tidak bisa apa-apa.

    "Baik secara rohani, kami hamba TUHAN, biar kami diorbitkan atau didukung, kalau TUHAN tidak beserta, akan habis, tidak bisa apa-apa. Secara jasmani, sekalipun diberi modal, kalau TUHAN tidak beserta, akan habis. Sebaliknya, kita tidak punya modal, kalau TUHAN beserta, bisa; punya modal, Tuhan besarta, juga bisa. Yang penting adalah penyertaan Tuhan."

    Seperti Yusuf, sudah masuk penjara, ia tidak bisa apa-apa, tetapi kalau TUHAN beserta, luar biasa.
    Mohon dalam doa ini supaya TUHAN tetap beserta kita. Ini yang penting.

    Roma 8: 31-32
    8:31. Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
    8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

    'siapakah yang akan melawan kita'= menang atas musuh; tidak ada lawannya lagi.
    'di pihak kita'= beserta kita.
    Kalau TUHAN beserta kita, maka:


    1. Kita akna menang atas musuh-musuh, artinya:


      1. Musuh adalah sumber masalah. Kalau dikalahkan, semua masalah sampai yang mustahil diselesaikan pada waktunya.
      2. Musuh adalah sumber kegagalan supaya kita tidak masuk Kanaan. Kalau dikalahkan, semua menjadi berhasil dan indah pada waktunya.


      Pegang ini baik-baik! Yang penting TUHAN beserta. Kalau Dia beserta, siapa lawan kita? Semua musuh dikalahkan; semua masalah diselesaikan dan semua kegagalan dikalahkan. Yakinlah, tinggal kuta teguh hati untuk menunggu waktu TUHAN, yang penting TUHAN beserta, biar Dia yang bekerja. Jangan melenceng ke sana ke mari! Lurus saja! Ikuti saja kehendak TUHAN dan kita tinggal menunggu waktu-Nya.


    2. Ayat 32: 'yang menyerahkan-Nya bagi kita semua'= Allah memberikan Yesus kepada kita. Dia lebih sayang kita dari pada Anak-Nya sendiri.
      'bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita'= suatu kepastian. Segala kebutuhan kita sudah ada di dalam pribadi Yesus yang dikorbankan. Kita tinggal tunggu untuk menerimanya.

      Yang kedua: kalau TUHAN beserta, Ia sanggup memenuhi segala kebutuhan kita dengan berlimpah-limpah lewat kurban Kristus. Jangan ragu, karena Yesus sudah dikorbankan!

      Berrlimpah artinya: sampai kita selalu mengucap syukur.
      Dulu ada tanda darah pada pintu rumah orang Israel dan mereka mengucap syukur; pintu rumah orang Mesir tidak ada tanda darah dan mereka menangis/menjerit padahal mereka kaya dan hebat.


  2. Mazmur 27: 14
    27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

    Hasil kedua: kita bisa menantikan bahkan mempercepat kedatangan Yesus kedua kali.

    2 Petrus 3: 11-12
    3:11. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
    3:12. yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

    Kalau Yesus datang kembali kedua kali, di atas terjadi kemuliaan, tetapi di bawah kehancuran semuanya.
    Bagaimana kita menantikan dan mempercepat kedatangan Yesus kedua kali? 'betapa suci dan salehnya kamu harus hidup', artinya:


    1. Kita harus hidup dalam kesucian yang bertambah-tambah. Jangan merosot!
    2. Kita harus hidup dalam kesalehan. Kesalehan= menghadapkan diri pada Allah= setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.


    "Jaga ini! Pengalaman Opa Totaijs, beliau selalu berkata: TUHAN ingatlah akan aku. Tetapi bagaimana praktknya? Kalau berbuat dosa, ya tidak bisa. Tetapi harus disertai dengan praktiknya yaitu hidup suci dan setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN."

    Semakin dekat kedatangan TUHAN, kita harus semakin suci dan setia berkobar dalam ibadah pelayanan, bukan makin lemah.


  3. 1 Tesalonika 3: 13
    3:13. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, TUHAN kita, dengan semua orang kudus-Nya.

    Hasil ketiga; TUHAN sanggup menyucikan dan mengubhakan kita sampai sempurna seperti Dia, dan kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan.

Inilah kuat teguh hati: kita bisa menang atas setan tritunggal, kita bisa beribadah melayani TUHAN dan menyembah Dia.
Hasilnya: TUHAN menyertai kita--segala masalah selesai, semua jadi berhasil dan indah, dan semua kebutuhan diberikan TUHAN kepada kita--, kita bisa menantikan dan mempercepat kedatangan TUHAN--kita hidup suci dan setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN--, dan kalau TUHANd atang kembali kita akan disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia dan layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak sorai: Haleluya. Kita bersama dengan Dia selamanya, sampai di Yerusalem baru.

Inilah tentang Wahyu 6: 1-2: kegerakan kudah putih. Tidak sembarangan. Jangan takut kalau mau dipakai TUHAN untuk melayani Dia di dalamn nikah dan penggembalaan. Jangan pikir-pikir: Nanti...kalau....., itu suara setan!
Dalam penggembalaan tinggal ambil formulir, isi, tidak usah pikir lagi, karena ini adalah kegerakan-kegerakan yang luar baisa: kegerakan penyucian, kegerakan kemurahan, kegerakan kemenangan dan kegerakan mujizat--mujizat pasti nyata.

Begitu imam menginjakkan kaki di sungai Yordan, sungai Yordan langsung tersibak. Jangan: Nanti...kalau..., tidak akan berani. Jangan! Tetapi: Pasti! Tapakkan kaki dan langsung, semua bisa sampai ke Kanaan--Yerusalem baru.

Mohonkan kuat dan teguh hati sungguh-sungguh! Kita dipakai TUHAN; kita hanya percaya dan berharap TUHAN; kita hanya menyembah Dia. Mujizat-mujizat akan terjadi dalam hidup kita. Masalah apa saja, TUHAN tolong. Kita berseru dan berserah pada Dia; menyembah Dia.

Jangan ragu/bimbang! Dia tidak pernah menipu kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top