English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 02 Maret 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 6-9 => perumpamaan tentang pohon ara...

Ibadah Raya Malang, 06 Mei 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 Januari 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Natal Kunjungan di Mojoagung, 27 Desember 2013 (Jumat Sore)
Tema: Mazmur 31: 16a
'Masa hidupku ada di dalam tanganMu'.
Ini pengakuan dari raja Daud.
Jadi, Daud mengakui bahwa ia...

Ibadah Doa Malang, 05 November 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 21 Oktober 2014 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:21-22
25:21 Haruslah kauletakkan tutup pendamaian...

Ibadah Raya Malang, 30 Oktober 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30
26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 September 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:17
7:17 Sebab Anak Domba yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Desember 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia,...

Ibadah Doa Malang, 01 Desember 2009 (Selasa Sore)
Keluaran 17 dalam Tabernakel terkena pada Pelita Emas, yaitu Roh Kudus dengan segala aktivitasnya dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Desember 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:4-8 tentang salam kepada ketujuh jemaat.

Wahyu 1:4-5
1:4 Dari...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 April 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 10-13 => menyembuhkan orang sakit pada...

Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Ciawi III, 20 April 2012 (Jumat Sore)
Disertai dengan doa penyembahan.

Tema:
"Aku menjadikan segala sesuatu baru"...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Juli 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 05 April 2017 (Rabu Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 2
6:2. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Kegerakan kuda putih sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir; kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 19 Maret 2017).

Siapa yang bisa masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir? Imamat kudus--imamat rajani; imam-mam dan raja-raja. Hanya ini yang bisa masuk.
1 Petrus 2: 5
2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

"Yang sudah menjadi imam-imam, sungguh-sungguh; yang belum, mohon pada TUHAN!"

Sebenarnya ada dua macam kegerakan Roh Kudus:

  1. Kegerakan Roh Kudus hujan awal= kegerakan dalam Injil keselamatan/firman penginjilan/kabar baik, untuk memanggil orang-orang yang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan--tidak binasa.
    Arahnya:


    • Mulai dari Yerusalem--Roh Kudus dicurahkan di loteng Yerusalem.
    • Sebenarnya Yesus datang untuk menolong domba-domba yang hilang dari antara bangsa Israel, tetapi karena ditolak, mengarah ke Yudea.
    • Ditolak lagi di Yudea, lalu ke Samaria.
    • ditolak lagi di Samaria, lalu ke negara-negara barat. Karena itu penginjil-penginjil bnayak dari negara barat.
    • Sampai ke ujung bumi, itulah bangsa kafir, termasuk Papua, karena masih banyak suku primitif di sana.


    Jadi, sebenarnya keselamatan itu hanya untuk bangsa Israe, umat pilihan TUHAN. Yesus sudah bersaksi pada perempuan Kanaan yang minta tolong pada-Nya: Tolonglah aku, anakku kerasukan setan: Aku datang hanya untuk domba-dmba yang hilang dari antara Israel.
    Tetapi untung sebagian Israel keras hati--menolak Yesus--, sehingga terbuka kesempatan dan kemurahan bagi bangsa kafir untuk eprcaya Yesus dan diselamatkan--tadinya, bangsa kafir harus binasa.

    Ini yang disebut dengan KEGERAKAN KEMURAHAN bagi bangsa kafir.
    Kemarin pda Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 April 2017, kita sudah mendengar: KEGERAKAN KEMENANGAN; kita mendapat mahkota, itulah imam dan raja. Kita menang atas dosa, dapat mahkota supaya kita bersuasana takhta sorga. Itulah imam-imam dan raja-raja, bukan disiksa tetapi diberi kemenangan. Menjadi imam, itu adalah kegerakan kemenangan untuk mendapatkan mahkota.

    Sekarang kegerakan kemurahan bagi bangsa kafir.


  2. Kegerakan Roh Kudus hujan akhir--ini yang dituliskan di kitab Wahyu 6: 2 tadi--= kegerakan dalam cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/ifirman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai/anak panah--di Wahyu 6: 2--untuk memilih orang-orang yang sudah selamat, supaya disucikan sampai sempurna seperit Yesus.
    Arahnya:


    • Dari ujung bumi--bangsa kafir. Jadi kabar mempelai ini dari bangsa kafir; diwahyukan TUHAN pada Pdt Van Gessel almarhum di Pacet-Mojokerto, kemudian seluruh alkitab diselesaikan dalam susunan Tabernakel di Papua.


    • Negara-negara barat.
    • Samaria.
    • Yudea,
    • sampai ke Yerusalem.


    Ini tugas kita, yaitu untuk membawa kabar mempelai dari ujung bumi ini sampai ke Yerusalem. Kalau membawa Injil tentang Yesus yang sudah datang dan mati di kayu salib, banyak yang menolak di Israel, sampai hari ini. Tetapi kalau kita membawa kabar mempelai--tentang Yesus yang akan segera datang--, mereka akan menerima. Kalau mereka menerima kabar mempelai--Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga; sebagai Mesias--, maka bangsa kafir dan Israel akan menjadi satu tubuh yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, masuk kerajaan Seribu Tahun Damai/Firdaus yang akan datang, dan Yerusalem baru selamanya. Ini akhir dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir, bukan hanya sampai di Yerusalem di Timur Tengah--memang harus dibawa ke sana--, tetapi sampai Yerusalem baru.

    Ini adalah KEGERAKAN KEMURAHAN bagi bangsa Israel.

Jadi, kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir--kegerakan pembangunan tubuh Kristus--adalah kegerakan kemurahan bagi bangsa kafir dan Israel; terlebih bagi kita bangsa kafir.

Kegerakan kemenangan: ada mahkotanya, kita mengalami suasana takhita sorga, kita bisa datang kepada TUHAN dan selalu dialiri air kehidupan dari takhta sorga. Kita bangsa kafir menghadapi kekeringan-kekeringan, mari, dengan menjadi imam dan raja, dan dengan mahkota, kita sungguh-sungguh dibawa ke takhta; di situ air sungai kehidupan sanggup menolong kita dari kekeringan jasmani, rohani, nikah dan buah nikah. TUHAN tolong kita semua.

Sekarang, kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir--kegerakan pembangunan tubuh Kristus--adalah kegerakan kemurahan--anugerah yang besar--bagi bagnsa kafir dan Israel.

Jadi, kita harus hidup dalam kemurahan/anugerah TUHAN yang besar, kalau mau menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan. Harus masuk kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir! Mari menjadi imam dan raja, itu adalah kemurahan/anugerah TUHAN yang besar.

Praktik hidup dalam kemurahan TUHAN yang besar:

  1. Praktik pertama hidup dalam kemurahan TUHAN yang besar: tetap menjadi imam dan raja; tetap beribadah melayani TUHAN sampai Yesus datang kembali kedua kali.
    1 Petrus 2: 9-10
    2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    2:10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    'belas kasihan'= kemurahan/anugerah.
    Sebenarnya yang berhak menjadi imam dan raja adalah bangsa Israel dan keturunannya. Secara jalur keturunan, bangsa kafir tidak boleh menjadi imam dan raja. Karena itu TUHAN buka lewat jalur kemurahan/belas kasih/anugerah TUHAN, yang seharga darah Yesus di kayu salib, supaya bangsa kafir bisa dan harus tetap menjadi imam dan raja sampai kedatangan Yesus kedua kali. Inilah praktik hidup dalam kemurahan TUHAN.

    "Yang belum menjadi imam, berdoa, supaya TUHAN memberikan jubah kepada kita. Yang sudah diangkat menjadi imam dan raja, tetap dalam kemurahan; tetap pertahankan sampai kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan! Kalau bukan karena kemurahan, kita tidak boleh menjadi imam dan raja. TUHAN tolong."


  2. Mazmur 5: 8
    5:8. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

    (terjemahan lama)
    5:8. Tetapi oleh
    kebesaran kemurahan-Mu aku juga akan masuk ke dalam rumah-Mu; maka aku akan menundukkan diriku kepada istana kesucian-Mu dengan takut akan Dikau.

    Praktik kedua hidup dalam kemurahan TUHAN yang besar: kita gemar menyembah TUHAN sampai Yesus datnag kembali, supaya kita bisa bertemu dengan Dia.

    Israel dan kafir bisa menjadi satu/menjadi mempelai, itu adalah kegerakan kemurahan. Karena itu kita harus hidup dalam kemurahan/anugerah TUHAN yang besar untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Apa praktiknya?
    Praktik pertama: harus tetap menjadi imam dan raja samapi kedatangan Yesus kedua kali.
    Praktik kedua: kita harus gemar menyembah TUHAN.

    Gemar itu artinya tidak terpaksa dan tidak dipaksa. Kalau kita dipaksa/terpaksa menyembah TUHAN, nanti kita akan dipaksa untuk menyembah antikris, dan itu berarti kebinasaan selamanya. Karena itu, sekarang kita harus gemar/menikmati saat menyembah TUHAN; jadi imam dan raja yang beribadah melayani TUHAN, sampai menyembah TUHAN.

    Syarat doa penyembahan yang benar:


    1. Yohanes 4: 23-24
      4:23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
      4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

      Penyembahan yang benar harus didorong oleh kebenaran dan roh.
      Apa itu kebenaran?

      Yohanes 17: 17
      17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

      Kebenaran sama dengan firman yang menyucikan; firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      Jadi, syarat pertama doa penyembahan yang benar: harus didorong oleh firman pengajaran yang benar, yang menyucikan dalam urapan Roh Kudus.

      Firman pengajaran yang benar menyucikan mulai dari dalam hati sampai seluruh hidup kita.
      Disucikan mulai dari hati karena penyembahan itu hubungan hati ke hati.

      Di dalam hati ada:


      1. Keinginan jahat= keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
      2. Keinginan najis= dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      3. Kepahitan hati= iri, benci.


      Hati harus disucikan--ditusuk oleh pedang--sehingga mata terang--mata bisa melihat TUHAN lewat doa penyembahan.
      Matius 5: 8
      5:8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

      Kalau hati suci, kita bisa melihat TUHAN, artinya: gemar melihat TUHAN lewat doa penyembahan sehingga gemar untuk menyembah TUHAN.

      Jadi, penyembahan yang benar bergantung pada HATI YANG SUCI.
      Malam ni bersihkan hati dulu dari kejahatan, kenajisan dan kepahitan, baru kita bisa melihat TUHAN; kita gemar dan menikmati saat menyembah TUHAN.


    2. Daniel 6: 20-21
      6:20. Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa;
      6:21. dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"

      Syarat kedua doa penyembahan yang benar: menyembah TUHAN dengan tekun--terus menerus; tidak bisa dihalangi oleh apapun.

      "Seringkali kita putus asa: Saya mau doa puasa setiap hari ini. Baru satu bulan, belum ada jawaban lalu malas. Jangan! Terus tekun! Ingat, beli tanah di Malang selama 22 tahun. Saya selalu doakan untuk tanah di belakang itu. Ternyata 22 tahun baru dapat, tidak apa-apa, itu berarti sudah saatnya TUHAN butuh. Kalau TUHAN tidak butuh, untuk apa? Mubazir. Abraham 25 tahun menanti Ishak. Mari, menyembah TUHAN dalam ketekunan!"

      Hanya imam-imam yang KUAT TEGUH HATI, yang bisa tekun menyembah TUHAN, karena diperhadapkan dengan tawaran-tawaran.
      Daniel diperhadapkan: menyembah raja atau TUHAN; kalau menyembah raja dapat kedudukan tinggi, kalau menyembah TUHAN dapat gua singa.

      Nanti kita semua pasti diperhadapkan.
      Kaum muda, ingat baik-baik! Terutama soal jodoh; mau menyembah yang mana? Menyembah TUHAN dapat cakar, kalau menyembah raja dapat semuanya. Kita semua akan dieprhadapkan: TUHAN dengan ..... Ujian ketekunan. Tinggal persoalan hati. Tadi hati suci, sekarang kuat teguh hati.

      Jadi, sekali lagi, penyembahan adalah persoalan hati dengan hati--masalah paling dalam. Kalau kuat teguh hati, kita akan tetap tekun menyembah TUHAN apapun resikonya. Sedprti Sadarkh, Mesakh dan Abednego: Kalau TUHAN tidak menolong sekalipun, aku tidak mau menyembah patung, tetapi tetap menyembah TUHAN.


    3. Mazmur 95: 6-7
      95:6. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
      95:7. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

      'TUHAN yang menjadikan kita'= TUHAN Sang Pencipta. Kalau ingat Pencipta, kita ingat tanah liat; kita diciptakan dari tanah liat. Di sinilah kuncinya penyembahan.

      Syarat ketiga doa penyembahan yang benar: menyembah TUHAN dengan rendah hati--soal hati lagi.
      Tadi hati suci, kuat teguh hati, dan sekarang rendah hati.

      Menyembah TUHAN dengan RENDAH HATI= mengaku hanya tanah liat, yaitu tidak layak, banyak kesalahan, kekurangan, dosa--harus diakui--, tidak berdaya, tidak punya kemampuan apa-apa. Ini tanah liat bangsa Israel.
      Khusus tanah liat bangsa kafir, masih ditambah lagi yaitu bangsa kafir ini seperti anjing, artinya mengaku tidak berharga apa-apa dan tidak berguna apa-apa. Anjing tidak boleh dipersembahkan kepada TUHAN.

      Ingat! Sudah tidak layak dan tidak mampu, masih ditambah tidak berharga dan tidak berguna sama sekali bagi TUHAN. Itulah bangsa kafir.

Inilah kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus: kegerakan kemenangan sampai mendapat mahkota, dan kita mengalami suasana takhta sorga.

"Tahun 2017 adalah tahun penyembahan dan tahun takhta TUHAN. Kita semua harus meningkat. Yang rohani meningkat, dan yang jasmnai pasti meningkat juga. Tidak mungkin tidak! TUHAN tolong kita semua. Tunaikan ibadah pelayaan dengan sungguh-sungguh, sampai menyembah TUHAN dalam penyembahan yang benar, dengan tiga syarat: hati suci, kuat teguh hati--ketekunan sekalipun mata masih melhat yang tidak baik--dan rendah hati--mengaku hanya tanah liat yang tidak layak, tidak mampu, tidak berharga, tidak berguna dan banyak kesalahan; kalau tidak ditolong, tidak apa-apa karena memang kita banyak salah.

Kalau digabung, doa penyembahan yang benar dengan kesucian hati, kuat teguh hati dan kerendahan hati sama dengan mengulurkan tangan kepada TUHAN; menyerah sepenuh dan beserah-berseru pada TUHAN. Praktikkan malam ini! Serahkan semua! Kita bergantung sepenuh pada tangan anugerah TUHAN yang besar, bukan yang lain; karena hidup kita memang dari kemurahan TUHAN.

Dasar kita diselamatkan dan menjadi imam dan raja adalah kemurahan/anugerah TUHAN yang besar. Kita hidup dari situ.

Hasilnya:

  1. Daniel 6: 23
    6:23. Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."

    Hasil pertama: tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup mengatupkan mulut singa.
    Artinya:


    1. Seharusnya mati, tetapi bisa hidup= tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup memelihara kita di tengah kesulitan sampai kemustahilan pada zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
      Mana bisa hidup di tengah singa yang lapar?

      Mungkin hidup kita sudah sulit, mari tingkatkan, sungguh-sungguh, ikuti kegerakan hujan akhir! Jadi imam dan raja; layani TUHAN dengan sungguh-sungguh--dalam kegerakan kemenangan, harus selalu menang dan mendapatkan mahkota--sampai di takhita sorga. Kita selalu berada dalam urapan Roh Kudus dan kegerakan kemurahan. Banyak menyembah TUHAN hari-hari ini! Bergantung pada tangan anugerah TUHAN yang besar!


    2. Tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup menjamin masa depan berhasil dan indah--Daniel dapat kedudukan tinggi.
      Kaum muda, perhatikan! Sampai bisa dan gemar menyembah TUHAN: Saya hanya tanah liat, hanya anjing yang tidak berguna, hanya bergantung pada tangan anugerah TUHAN; menyembah dengan kesucian, ketekunan--kuat teguh hati--dan kerendahan hati.


    3. Tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil--singa tidak bisa menjamah Daniel.
    4. Tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup melihdungi kita dari singa-singa: celaka marabahaya di dunia ini, antikris, dosa-dosa sampai puncaknya dosa--kita tetap hidup benar dan suci--, ajaran-ajaran palsu supaya kita tidak disesaatkan tetapi tetap mengikut dan melayani TUHAN sampai selama-lamanya.

      "Saya baca judul koran kejadian di Ponorogo, tergetar. Baru ngomong-ngomong, baru senang-senang, dalam sekejab sudah terpisah selamanya."

      Mau apa kita? Tidak ada yang bisa dipastikan sekarang ini. Daerah tidak pernah banjir, tahu-tahu banjir; tidak pernah gempa, tahu-tahu gempa. Kita tidak usah pikirkan itunya, nanti stres. Yang kita pikirkan: Apakah aku ada di tangan anugerah TUHAN yang besar? Kalau ad di dalam tangan TUHAN, Dia melilndungi kita.


  2. Mazmur 95: 6
    95:6. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

    Hasil kedua: tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup:


    1. Menciptakan dari tidak ada jadi ada, khususnya tidak ada anggur menjadi ada anggur. Ini menunjuk pada pemulihan nikah dan buah nikah.

      Tadi yang merasa seperti anjing adlaah perepuan Kanaan--seorang ibu--, suaminya tidak tahu di mana dan anaknya dirasuk setan. Tidak ada anggur; nikahnya pahit getir. Bisa jadi manis, ada kebahagiaan sorga. Ini pemulihan nikah dan buah nikah sampai merasakan kebahagiaan sorga. Tekuni terus! Jangan pernah mundur sedikitpun!

      Ikuti kegerakan Roh Kudus hujan akhir! Kita menjadi imam dan raja.


      1. Harus ada kegerakan kemenangan: hidup benar, diurapi, bergumul (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 02 April 2017). Kemudian mendapatkan mahkota; ada suasana takhta sorga, air kehidupan dialirkan untuk menghadapi kekeringan-kekeringan (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 April 2017). Tidak usah takut!


      2. Malam ini: kegerakan kemurahan/anugerah TUHAN yang besar.
        Serahkan hidup dalam tangan TUHAN! Semakin kita merasa kecil, semakin kita merasakan anugerah TUHAN yang besar.


      Tadi, tangan TUHAN sanggup memelihara dan menyelesaikan masalah yang mustahil. Kemudian, sanggup menciptakan dari tidak ada menjadi ada; dari tidak ada anggur menjadi ada anggur--pemulihan nikah dan buah nikah; kita merasakan kebahagiaan sorga/damai sejahtera, enak dan ringan--anak perempuan Kanaan yang tadinya tidak bisa tidur, bisa tidur.


    2. Kemudian menciptakan tanah liat menjadi bejaha kemuliaan TUHAN--bukan bejana kemurkaan TUHAN--yaitu imam-imam yang beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar, dan setia berkobar-kobar sampai garis akhir; untuk memuliakan nama TUHAN--bukan memilukan dan memalukan nama TUHAN--lewat perkataan, perbuatan dan pergaulan kita, bukan hanya di gereja.

      Itulah tugas kita sebagai bejana kemuliaan. Hak dan upah kita da di tangan TUHAN, sampai hidup kekal.
      TUHAN tidak pernah menipu. Yang penting kita menjadi bejana kemuliaan. Kalau memilukan TUHAN, air bah akan datang seperti zaman Nuh.


    3. Terakhir, tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup menciptakan kita menjadi ciptaan semula seperti Dia--pembaharuan--yaitu taat dengar-dengaran.
      Ketika Adam dan Hawa taat dengar-dengaran, ada suasana Firdaus, tetapi begitu melawan TUHAN, hancur-hancuran.

      Mari, kembali pada ciptaan semula--taat dengar-dengaran--, kita terus diubahkan--mujizat terus terjadi--, sampai kalau TUHAN datang kembali, kita sempurna seperti Dia. Kita terangkat di awan-awan yang permai; benar-benar penyembahan yang besar dan agung dengan sorak sorai: Haleluya. Kita bersama TUHAN selamanya sampai masuk Yerusalem baru.

Mari, terapkan malam ini! Sudah jadi imam dan raja, layani, tetpai juga sampai penyembahan: hati suci, kuat teguh hati--tekun--dan rendah hati. Kita hanya bergantung, berserah dan berseru pada TUHAN--mengulurkan tangan kepada TUHAN--dan Dia akan mengulurkan tangan anugerah yang besar kepada kita.

Jangan putus asa, tetapi tetap tekun sampai bisa berserah dan berseru kepada TUHAN! Bangsa kafir hanya mendapatkan kemurahan dan anugerah yang besar dari TUHAN. Hati suci, kuat teguh hati--tekun, jangan putus asa--dan hanya merendahkan diri. TUHAN tidak pernah menipu kita.

Yang sudah berhasil, jangan sombong, karena sekonyong-konyong angin ribut dan gelombang bisa datang. Sebaliknya, yang merasa di gua singa, merasa hanya tanah liat, mari berserah! Jangan putus asa, dalam sekejab TUHAN bisa menolong.

Setiap tarikan nafas kita adalah kemurahan dan anugerah TUHAN. Jangan bimbang dan ragu! Serahkan semua kepada Dia!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top